[Freelance] The Girl Is Mine

The girl is mine!

Title: the girl is mine!

Length: multi chaptered

Rating: PG-15

Genre: Romance, School life

Author:

Gianina Nadya (@gndya)

Main casts:

Jung Yura (OC)

EXO’s Luhan

EXO’s Kai

Disclaimer:

Semua cast disini milik tuhan dan orang tuanya masing masing, kecuali OC hanya imajinasi author. semua cerita hanya fiktif  belaka dan 100% karya author.

 

Jung Yura tersenyum menatap bayangannya di atas pantulan cermin sambil terus menyisiri rambutnya yang coklat ikal, jari jemarinya pun terhenti sesaat lalu memerhatikan wajahnya dari beberapa sisi, ia pun tersenyum puas.

“Ya! Jung Yura cantik sekali dirimu, kau ini mirip siapa? Yoona SNSD? Atau Dara 2NE1. Aaa jinjja kau benar benar cantik! Xi Luhan pasti akan menyukaimu! 100% suka!” gumamnya sendiri memuji wajahnya itu pada kaca.

“Yura-ya! Cepat, Luhan-ssi menunggu di depan!”  teriak eomma dari bawah lantai. Ia memang bosan mendengar teriakan eomma setiap paginya, tetapi alangkah indahnya mendengar kata ‘Luhan’.

“sang pangeran sudah menunggu di depan tuan putri! Jangan sampai ia kecewa!” gumamnya berbicara pada dirinya lalu bergegas ke lantai bawah.

 

Ia pun menalikan tali sepatunya sambil duduk didekat pintu sambil bersenandung dan cengar-cengir.

“Ya! Kau ini, masih sempatnya lelet-lelet begitu! Orang yang kau sukai itu ada didepan menunggu!” sahut eomma sambil melipat tangannya menatap gadisnya yang bertingkah aneh itu.

“Omo! Kenapa eomma bisa tau?” Yura pun langsung membesarkan mata dan berdiri kehadapan eommanya.

“ini bisa menjadi bukti?”  eommanya itu langsung mengambil foto Luhan dari sakunya yang ditulis tulisan Wo Ai Ni dengan hangul dan tinta merah dan cap bibir Yura. Yura hanya bisa membisu dan nyengir saat eommanya memperlihatkan foto Luhan yang ia corat coret dan di beri cap bibirnya. Ia jelas malu, Luhan memang teman dekatnya sejak kecil danSEKARANG  eommanya mengetahui ia menyukai sosok Luhan

“Jadi jangan sampai calon menantu eomma menunggu di depan terlalu lama! Jung Yura hwaiting!” tambah eommanya sambil mendorong badan yura lalu mengepalkan tangannya simbol dari ‘hwaiting’ Yura pun membalas kepalan tangan eommanya itu.

Kini perasaannya langsung berbunga-bunga dan tangan kakinya dingin terasa membeku menatap Luhan yang terduduk di atas motor besar. Matanya, hidungnya , bibirnya yang sempurna itu membuat wajahnya panas, kontras dengan tangan dan kakinya yang membeku.

“Zao shang hao!” sapa Yura dalam bahasa mandarin ‘Selamat pagi’ yang baru ia liat di kamus sambil menduduki jok kulit motor besar Luhan.

“Kau ini meragukan bahasa korea-ku sampai berbahasa mandarin? Aku ini sudah 12 tahun di korea! Jadi berbicaralah bahasa korea!” Jawab Luhan galak, ia kira Luhan akan memujinya tidak seperti ekspektasinya sekarang.

Ia tetap saja senang dengan apa yang dijawab Luhan, Luhan memang bukan tipe orang yang suka memuji dan cenderung dingin, tetapi jelas ia adalah orang yang paling baik sedunia menurutnya.

Luhan merupakan temannya sejak kecil, Ia datang ke korea sejak umurnya 6 tahun.Luhan adalah putra tunggal dari keluarga Chinese yang kaya raya. Rumah mereka bersebelahan dan kedua orang tua mereka sangat dekat. Luhan sering main ke rumahnya dan belajar berbahasa korea bersama ayah Yura, sering sekali ia tertawa mendengar aksen koreanya yang aneh saat melihat ia belajar berbahasa korea. Yura adalah perempuan yang paling dekat dengannya SD mereka masuk sekolah yang sama, SMP ia berpisah dengan Luhan karena ia tidak masuk saringan tes satu SMP yang sama dengan Luhan yang jenius itu, dan ia masuk SMA yang sama dengan Luhan. Ia berjuang dengan keras demi satu sekolah dengan Luhan.

Semilir angin menghembus wajahnya, tanggannya yang beku itu mendekap hangat badan Luhan yang tegap ia pun menyandarkan wajahnya sambil menutup kedua matanya pada punggung Luhan, menikmati indahnya saat itu.

“Ya! Jangan bersandar begini, kau tahu? Kau ini berat!” balas Luhan kembali dengan suara yang galak.

“Berhentilah memanggilku dengan ya ya ya! Aku ini benar benar ngantuk, hoaaam” jawabnya sambil membangunkan badannya dari sandaran Luhan, dan pura pura menguap sambil kembali menyandarkan badannya pada punggung Luhan lagi, Luhan hanya bisa membuang nafas.

“Emmm, boleh tanya?” tanya Yura pelan setelah lama dalam keheningan, ia memang benci bila suasana hening dan tidak pernah ingin mengakhiri bahan pembicaraan dengan Luhan.

“Tanya apa?” jawab Luhan pelan acuh tak acuh.

“Kau mau masuk jurusan apa nanti di universitas?”

“Mollayo, belum tahu. Memang buat apa nanya begitu?”

“Jawab dong, aku ini mau menyiapkan seluruh tenagaku untuk masuk tes seleksi satu jurusan… ya supaya nanti bisa bersama lagi”

“MWO? Andwae andwae!” jawab luhan kaget hingga motor mereka pun oleng ke kanan ke kiri hampir menabrak mobil didepannya.

“Ya! Apakah kau memilikki lisensi?” tanya Yura sambil memukul punggung Luhan karena membuat jantungnya mau copot.

“Aigo, diamlah aku sedang mengendarai! Ne, aku punya! Memangnya kau naik sepeda saja tidak bisa” Ejek Luhan. Yura pun langsung mengepal tangannya dan mengangkatnya namun tak jadi. Ingin rasanya a memukul Luhan kedua kalinya dengan kekuatan penuh tapi ia hanya bisa menalikan kedua tangannya diperut Luhan sambil menyandarkan  kepala ke punggung Luhan dan memejamkan matanya. Luhan hanya bisa terdiam dan tersenyum melihat kelakuan gadis itu tanpa berkata-kata lagi.

“cepat turun” Luhan memberhentikan motornya walaupun gerbang sekolah sama sekali belum sampai.

“Gerbang masih di depan kau tahu?” jawab Yura mendongakkan kepala dan menatap sekitar.

“Aku tidak mau kita dikira pacaran” jawab Luhan pelan. “Jadi cepatlah turun! Sudah syukur ku beri kau tumpangan gratis dan kau tinggal jalan sedikit menuju sekolah” tambahnya.

“Ne!” Jawab Yura tidak banyak bicara sambil cepat turun dan cemberut saking kesalnya dengan kelakuan Luhan yang menurunkannya seperti itu. Luhan hanya tersenyum melihat kelakuan gadis itu dan sedikit menyesal.

“Walaupun bukan pacar tapi kau paling tahu segalanya tentang aku” tambah Luhan lalu mengegas motornya dengan cepat meninggalkan Yura. Yura pun terdiam mendengar detak jantungnya sendiri yang semakin lama semakin kencang, ingin rasanya loncat dengan girangnya saat itu juga perlahan ia tersenyum dan melanjutkan jalannya ke sekolah.

 

*******

“Kai-ssi!” sahut Oh Sehun menyahut Kai atu Kim Jongin yang duduk dibawah pohon besar sambil mengunyah permen karet dan masih terdiam karena tahu apa yang akan ia bicarakan sambil memandangi sepeda motor Luhan yang diam di depan gerbang.

“Apakah itu pacarnya? Apakah itu pacar Xi Luhan?”  pikir Dio. “Cantik juga” tambahnya memandang Yura dalam-dalam.

“Aissshh, awas saja kau! Kalau mendekatinya aku yang akan mendapatkannya!” sahut Suho sambil mendengung kepala Dio.

Lelaki bertubuh jangkung itu datang sambil menyimpan kedua tangannya di saku seragam sekolah dan berjalan pelan menghadap mereka.

“Ini akan jadi awal yang bagus, Kita tahu sekarang apa kelemahan ketua geng bodoh Exo-M itu, Kita ambil permen dari tangan Xi Luhan” opininya pelan dengan nada licik.

“Grab it!” jawab ketua geng Exo-K Kai singkat yang berarti sinyal kalau dia mempunyai ide-ide baru dikepalanya yang jenius itu.

“Aku sendiri yang akan turun ke lapangan!”

 

******

“ummm jadi Xi Luhan itu pacarmu?” tanya Yoon Jaekyung teman dekat Yura yang duduk disebelah bangkunya itu.

“Anii.. tapi aku harap bisa begitu” jawab Yura sambil terus menstabilo bukunya.

“Eh apa yang kalian bicarakan? Xi Luhan? Tunggu ia kan sangat terkenal sama terkenalnya dengan Kai” sahut Park Haerim nimbrung , gadis berkacamata dan berbadan subur itu tau segalanya tentang cowo terpopuler disekolahnya.

Prakk… Alat tulis itu berceceran di lantai setelah Haerim berkata begitu. Kim Haneul hanya bisa membisu dan tidak lekas mengambil alat tulisnya dilantai ia hanya diam.

“Kkai?” sahutnya pelan.

“Waeyo Haneul-ah?” sahut Jaekyung refleks sambil membalikkan badan karena Haneul tepat dibelakang bangkunya.

“Kau bahkan terlihat pucat” tambah Jung Yura sambil mengamati gadis berambut hitam panjang itu.

“Ani, aku hanya mual” jawabnya pelan sambil menundukkan kepala dan kembali membaca buku didepannya, mereka bertiga pun tidak mempermasalahkan tingkah Haneul itu.

“aaah! Aku lupa, aku lupa mengembalikkan buku ke perpustakaan!” hentak Yura sambil berdiri mengambil buku bukunya didalam tas yang ia lupa kembalikkan ke perpustakaan, ia langsung berlari keluar kelas dengan kekuatan penuh.

******

Yura berlari sambil membawa buku-buku tebal dari perpustakaan, ia tahu sekali penjaga perpustakaan yang galak itu sudah mengingat namanya lekat-lekat karena ia selalu telat mengembalikkan buku ke perpustakaan, lantas saja Yura berlari menyusuri koridor sekolah tanpa lihat kanan kiri depan belakang.

Praakk… badannya membentur seseorang berbadan jangkung didepannya itu, bukunya berjatuhan dilantai.

“Mianhamnida! Aku betul betul minta maaf, aku sangat buru-buru” Yura refleks sambil membungkuk 90 derajat, lelaki itu hanya menjongkok dan mengambil buku-buku Yura, Yura yang kala itu sangat malu ikut membungkuk.

“Tak perlu repot aku yang sal..” ucapannya terpotong saat laki-laki itu menatapnya, matanya betul-betul indah dan membuat Yura serba salah apakah dia marah atau bagaimana ia tak tahu.

“Jung Yura?” sahut lelaki itu saat lama menatap Yura dan melihat nametagnya yang ada di dadanya.

“Nee, itu namaku! Ah kamsahamnida telah merapikannya” Jawab Yura pelan, ia sangat bingung mau bicara apa lagi.

“Nama yang cantik, sama seperti wajahmu” pujinya  sambil berdiri di depan Yura.

“Ahh kamsahamnida” sahutnya sambil berdiri berhadapan dengan lelaki itu, ia betul-betul senang dengan orang yang memujinya seperti itu.

“Dan.. panggil aku Kai” jawabnya sambil memberikan tumpukkan buku ke tangan Yura yang putih itu dan pergi meninggalkannya.

Yura terus terdiam dan menatap punggung lelaki itu yang berjalan meninggalkannya, Apakah ini hari terbaik untuknya? Dipuji oleh namja terkenal disekolah!

“Nasibku baik sekali!”batinnya.

******

“Aku sudah mengetahui nama gadis itu! Ayo kita susun rencananya”

 

Posted By: @SeiraAiren

9 thoughts on “[Freelance] The Girl Is Mine

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s