[Freelance] Bleeding Heart Part 1

 Bleeding Heart Part 1

Author : Kang Je-Hoon

Cast :

  • Lee Hyuk-Jae,
  • Kim Hyun-Hee [OC]

Other Cast :

  • Hyuk-Jae Eomma + Appa ,
  • Hyun-Hee Eomma + Appa

Genre : Romantic, Family

Length : 6 Part

Rating : PG-15

 

Annyeonghaseyo.. :)

Ini FF kedua aku, semoga pada suka yaa,, Kamsahamnida… :)

Author  POV

Siang ini Hyun-Hee sedang berada di sebuah café bersama seseorang yang terlihat terhormat, dari cara berpakaiannya yang glamour dan cara bersikapnnya. Sangat berebeda dengan Hyun-Hee. Hyun-Hee adalah seorang gadis biasa yang  sederhana. Kim Hyun-Hee adalah seorang anak dari pegawai di perusahaan wanita hormat itu. Hanya pegawai biasa yang tidak begitu tinggi jabatannya, akan tetapi wanita terhormat itu sangat menyayangi ibu dari Kim Hyun-Hee. Ada hutang yang tak bisa di balas dengan apapun di masa lalu. Dan sepertinya mereka sedang mendiskusikan masalah pelunasan hutang itu. Sepertinya sudah tiba saatnya untuk menebus hutang itu.

Kim Hyun-Hee adalah seorang yang baik dan sederhana. ia menurun dari sifat ibunya yang rendah hati. Hyun-Hee sangat ramah dan penyayang. Dengan sifatnya ini ia sering dibilang lemah oleh orang di sekitarnya. Hyun-Hee tidak akan melawan jika disakiti, ia terlalu berbesar hati dan enggan untuk membalas orang lain. Ia sudah terdidik dengan lembut oleh orang tuanya.

Beruntung sekali bagi pria yang akan mendapatkannya kelak. Istri seperti Hyun-Hee adalah idaman semua pria. Pria cenderung ingin istri yang sabar dan mengikuti semua yang dikatakannya.

Pada saat sekolah di SMA, Hyun-Hee banyak di kejar oleh para pria, yang mayoritas adalah kakak kelas.  Dan hal itu sangat mengganggu bagi Hyun-Hee. Semua itu yang menyebabkan Hyun-Hee malas untuk mempunyai pasangan. Ia hanya peduli dengan membaca.

Yah, Hyun-Hee sangat suka membaca. Sebenarnya ia pintar, tapi ia tidak mempunyai cukup uang untuk melanjutkan pendidikannya. Maka dari itu ia memilih untuk menekuni membaca dan ia ingin menulis buku. Untuk rutin membaca itu tidak murah, Hyun-Hee harus membeli buku-buku baru tiap minngu, sudah ada banyak sekali daftar judul buku yang ingin ia dapatkan.

Dan sekarang ada tawaran yang menarik, Nyonya kaya itu menawarkanku untuk membelikan Hyun-Hee setiap ada buku-buku terbaru. Hyun-Hee cukup tertarik, tapi……..”Bagaimana Hyun-Hee ? Kau setuju bukan ? Kau akan bahagia menjadi menantuku. Aku membutuhkanmu.  Lebih dari itu aku menginginkanmu. Aku akan menganggap dirimu seperti anakku sendiri. Percayalah padaku.” Kata-kata wanita itu membuyarkan lamunanku atas semua buku yang terbayang.

“Eeee… tapi,,” Hyun-Hee sangat binggung dengan ini,

Flashback

Dahulu ketika Nyonya itu sedang hamil 9 bulan. Ia mengalami tabrak lari dan hamper tidak tertolong. Akan tetapi ayah Kim Hyun-Hee menyelamatkannya dan membawanya ke rumah sakit. bahkan bayinya lahir dengan selamat. Nyonya itupun selamat.

Dengan adanya kejadian itu. Nyonya itu sangat merasa berhutang budi kepada keluarga Kim Hyun-Hee yang miskin. Ketika ditawari untuk bekerja dengan posisi yang tinggi di perusahaannya, ayah Hyun-Hee menolak. Ayah Hyun-Hee hanya meminta 1 hal. “jagalah anakku juga seperti aku menjaga anakmu”. Sejak saat itu Nyonya terhormat itu berjanji akan menjaga anak yang masih dalam kandungan istri dari orang yang menyelamatkan nyawanya dan anaknya yang diberi nama Lee Hyuk-Jae.

Waktu terus berjalan Lee Hyuk-Jae tumbuh menjadi anak yang agak liar. Pada umumnya jika mempunyai orang tua yang kaya, anak laki-laki akan merasa bebas dan penuh dengan kesombongan. Begitu juga dengan Hyuk-Jae. Ia masih sering berfoya-foya dengan teman dan pacarnya. Jika ada masalah ia sering sekali melampiaskannya dengan mabuk alcohol. Dan ketika mabuk. Hyuk-Jae tidak akan sadar apa yang diperbuatnya.  Akan tetapi lambat laun Lee Hyuk-Jae menjadi sedikit lebih dewasa. Ia mendapatkan kedewasaan itu sejak bergabung dengan BoyBand Super Junior. Di situ ia merasakan arti perjuangan dan menjadi sedikit lebih dewasa. Hyuk-Jae adalah anak yang sangat menyayangi orang tuanya. Jika di depan orang tuanya, ia akan menjadi 100% anak baik. Cukup banyak kebohongan yang tidak diketahui oleh orang tua Hyuk-Jae. Mereka bahkan tak tahu kebiasaan buruk anaknya yang suka mabuk. Sebegitu pintarnya Hyuk-Jae menutupi kebusukannya.

Berbeda dengan Lee Hyuk-Jae. Kim Hyun-Hee tumbuh menjadi gadis yang dewasa dan tidak bayak bertingkah. Ia termasuk gadis paling kalem di sekolahnya. Ia tidak pernah memberontak kepada siapapun. Tentu saja itu tidak begitu baik bagi kehidupannya, karena dengan sangat mudah ia akan dimanfaatkan oleh orang yang jahat. Tapi mau bagaimana lagi. Sifat Hyun-Hee yang penyayang dan penuh dengan kesabaran itu yang membuatnya tidak suka memberontak.

Hyun-Hee gadis yang pintar. Tapi malangnya ia tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah. Ia memilih kerja sebagai pekerja di perusahaan Appanya Hyuk-Jae sebagai karyawan biasa.

Melihat Hyun-Hee, Eomma Hyuk-Jae semakin yakin untuk mengambil keputusan yang besar bagi keluarganya. Ia berniat menikahkan Hyun-Hee dengan anaknya. Menurutnya itu sebanding dengan apa yang dilakukan oleh Appanya Hyun-Hee. Ditambah lagi Kim Hyun-Hee adalah gadis yang baik. Dengan menjadikan Hyun-Hee sebagai menantunya. Itu sama saja dengan menjaganya seperti apa yang diinginkan oleh Appanya Hyun-Hee.

Ia akan segera menikahkan Hyuk-Jae dan Hyun-Hee karena sudah 2 bulan yang lalu kedua orang tua Hyun-Hee meninggal karena kecelakaan. Tentu saja Eommanya Hyuk-Jae menunggu beberapa saat baru membicarakan hal ini dengan Hyun-Hee. Dan ia percaya sekarang waktunya yang tepat. Karena Hyun-Hee sudah bisa menerima keadaan dan kembali bersemangat untuk melanjutkan hidup.

Flashback end..

 

“Hyun-Hee, kumohon…. Menikahlah dengan Hyuk-Jae.”sambil memegang tangan Hyun-Hee.

“ Tapi apakah Hyuk-Jae ssi mau menikah dengan saya?” Tanya Hyun-Hee ragu.

“Aku yakin kau bisa membuatnya mencintaimu. Aku ingin sekali Hyuk-Jae punya istri sepertimu. Kumohon Hyun-Hee. Aku akan sediakan buku terbaru. Dan yang paling penting ini adalah permintaan yang sangat diinginkan oleh Appamu sejak kau belum lahir. Ayolah….” Bujuk Eomma Hyuk-Jae untuk yang kesekian kalinya.

‘Appaku kan meminta untuk menjagaku. Asal aku bisa bekerja dengan baik dan memiliki tempat tinggal bagiku itu cukup menjagaku. Tapi kenapa Nyonya ini bersi keras menikahkan aku dengan anaknya? Bukankah itu perkara yang sangat besar. Ia rela menikahkan anak sulungnya dengan seorang pegawai biasa seperti aku. Berapa kalipun aku memikirkannya aku tak bisa mengerti.’ Kata Hyun-Hee di benaknya.

Hyun-Hee POV

Aku menghela nafas panjang dan menghembuskannya pelan.

“Baiklah. Kapan aku akan menikah ? “ kataku memutuskan.

Nyonya itu memelukku erat dan tertawa dengan girangnya. Seperti ibu-ibu yang baru mendapatkan peralatan masak dengan diskon tinggi. Entah mengapa ia sangat menyukaiku. Aku juga turut senang. Aku hanya akan menikah. Aku tidak akan mati malahan hidupku akan aman. Dengan begini orang tuaku akan senang disana.

Nyonya inipun akan senang. Aku akan aman, karena sebenarnya seorang gadis hidup sendiri tanpa ada rumah atau orang yang menjaga itu menyeramkan. Apalagi aku harus bekerja dan pulang malam. Aku akan mempunyai ibu baru yang sangat menyukaiku. Dan yang terakhir aku akan bisa membaca buku-buku baru. Itu sangat menggiurkan bagiku. Mungkin kalian tak tahu betapa aku menyukai buku-buku bacaan. Mungkin rasanya sama seperti seorang fans kepada BoyBand yang mendunia.  kekekekeke. Aku tersenyum senang..

Nyonya itu melepaskan pelukkannya. Dan berkata “ besok lusa. Besok lusa kau akan menikah.”

Mataku melebar. Selebar yang bisa dilakukan mata.

“apa…?? Besok lusa?” tanyaku kaget. “ya” jawab Nyonya itu.

 

=-=

 

Wedding time

“Hey,,, mengapa melamun?” suara Eonni yang sedang meriasku membuyarkan lamunanku.

“kau kan akan menempuh hidup baru. Mengapa kau terlihat sedih?” lanjutnya.

“Animida, haengbokhaeyo. Wanjeong haengbokhae .”

Lalu aku memandang ke kaca dimana tubuhku terpampang jelas menggunakan pakaian pengantin. Ini gila, terlalu gila untukku. Dalam waktu 2×24 jam, ada yang bisa menyiapkan pernikahan semewah ini. Bahkan aku sendiri belum melihat secara langsung calon suamiku. Terkadang aku menemukan calon suamiku itu di televisi. Karena dia adalah personil dari sebuah boyband di korea. Tapi tetap saja itu artinya aku belum pernah bertemu dengannya.

Sebenarnya Nyonya, eh maksudku mertuaku berencana mempertemukkanku dengan Hyuk-Jae terlebih dahulu sebelum menikah, akan tetapi Hyuk-Jae selalu sibuk.

Tak apalah, setidaknya aku masih beruntung mendapatkan perlindungan dari keluarga baru.

 

“sudah waktunya” kata pengapit yang menungguku. Aku dibawa ke luar ruangan dimana aku dirias dan di depan pintu sudah ada seorang bapak yang tak lain adalah ayah mertuaku. Ia akan mendampingiku di acara pernikahan ini. Aku menundukan kepala memberi tanda hormat. Ia tidak merespon sedikitpun. Ayah mertuaku sangat dingin. Apa ia tidak suka denganku? Bagaimana ini ? Rasa gugup mulai merambat.

Apa yang akan terjadi kalau gadis biasa akan menikahi seorang penyanyi terkenal? ‘jalani saja, Hyun-Hee… jalani saja.. aja aja!!’ ucapku dalam hati.

 

Kakiku telah memasuki gedung gereja dimana aku akan menikah. Terlihat sosok pria berjas putih disana. Aku yakin itu adalah Lee Hyuk-Jae. Langkah kakiku membawaku ke arahnya. Semakin dekat dan semakin dekat. Sampai akhirnya aku bisa melihat jelas wajahnya. Aku melihat wajah calon suamiku. Dia terlihat sama di TV.

Tapi,, dalam matanya terlihat… terlihat… menyeramkan. Kenapa? Kenapa memandangku seperti itu? Apa yang salah denganku? Dan kenapa aku merasa akan ada yang tidak beres. Kenapa perasaanku buruk? Aku memejamkan mata untuk 2 detik. Perasaan dihatiku terasa sangat aneh. Sepertinya hari-hari burukku akan mulai.

 

Pesta pernikahan telah selesai.

Hari ini sangat melelahkan. Sekarang pukul 23.00. Aku baru saja sampai di rumah Hyuk-Jae yang juga menjadi rumahku sekarang. Seharian penuh menyalami tamu undangan yang datang. Untung saja tidak terlalu banyak yang datang karena kartu undangan baru dibagikan kemarin.

Aku keliling rumah ini. Sampai pada kamar di lantai atas, aku hanya menemukan 1 ranjang. Bagaimana ini? Aku melihat Hyuk-Jae langsung berjalan ke kamar tidur, melepas jasnya dan langsung tidur masih dengan kemeja pernikahannya. Sepertinya ia juga sangat lelah. Aku tidak mau tidur di kasur itu bersamanya. Aku masih belum siap untuk berhubungan intim dengan Namja yang belum aku cintai. Dan lagi aku sama sekali tidak berpengetahuan tentang seperti itu. Aku takut mengecewakannya. Sebaiknya aku tidur di sofa.

 

=-=

 

Paginya aku bangun. Sepertinya Hyuk-Jae belum bangun.

Aku pun pergi mandi. Selesai mandi aku melihat Hyuk-Jae turun tangga dengan membawa koper.

“Ayo berangkat!” katanya tiba-tiba.

“eh?? kemana?” tanyaku.

“bulan madu” jawab Hyuk-Jae .

Hyuk-Jae tidak membiarkanku bicara, ia langsung keluar dan aku harus menyusulnya.

“aku kan belum siap-siap. Mengapa mendadak?” tanyaku, tapi tak dijawab L

Aku masuk ke dalam mobilnya. Sepertinya dia sedang tidak ingin bicara. Akupun diam. Bulan madu ini hanya 2 hari. Aku melihatnya di tiket pesawat untuk pulang. Sepertinya ini menjadi bulan madu yang tidak menyenangkan. ‘ayo Hyun-Hee,, aja aja fighting!!’ batinku

 

Satu hari berlalu. Salama bulan madu, Hyuk-Jae hanya diam di hotel. Ia tidak keluar sedikitpun. Tentu aku ingin sekali keluar. Aku sedang ada di Bali, Indonesia. Sangat menyenangkan bila bisa jalan-jalan di sini. Setahuku tempat ini adalah pulau Jejunya di Indonesia. Tapi mau bagaimana lagi. Hyuk-Jae tidak pergi, akupun tak berani pergi.

“ikut aku” kata  Hyuk-Jae tiba-tiba. Aku hanya senyum. Akhirnya keluar hotel juga. Entah mau kemana, tapi setidaknya tidak diam di hotel.

Hyuk-Jae berjalan sangat cepat. Aku pun sampai sedikit berlari untuk menyamainya.

Lalu kami sampai di sebuah perahu mesin kecil. Sepertinya kami akan menyebrangi lautan kecil ini. Aku suka ini. Aku sangat suka jalan-jalan. Aku menikmati penyebrangan ini. Air lautnya sangat jernih. Banyak ikan hias terlihat. Sangat beragam warna. Aku tidak melewatkan momen ini. Aku mengambil ponselku dan menekan tombol kamera. Aku berfoto dengan ponselku. Untuk mengabadikan moment ini. Karena aku baru pernah pergi keluar negeri.

Tiba-tiba tangan  Hyuk-Jae menggengam lenganku yang sedang memegang pomsel. Karena kaget, ponselku terjatuh. Aku melihat ponselku itu jatuh ke dalam laut, sedangkan tanganku masih di genggam sangat kuat. Cukup sakit. Lalu aku menoleh kedepan dan memandang  Hyuk-Jae. Tatapan matanya sangat mengerikan. Ada apa? Apa salahku?

“jangan pernah berharap bisa mendapatkan cintaku.!!!” Kata Hyuk-Jae dengan keras. Sama kerasnya dengan genggaman tanggannya.

Lalu ia melepasnya dan pergi keluar dari perahu. Aku hanya bisa diam membeku di tempat. Terpaku dan dengan mata melotot karena….. entahlah, apakah itu rasa takut atau heran. Tapi rasanya seperti tembakan es padat yang besar sekali. Lalu aku memegangi lenganku. Sakit sekali genggaman itu.  Hyuk-Jae sangat kuat. Tapi sayang, ia menggunakannya untuk menyakiti wanita. “ Hyuk-Jae, kalau aku salah,, maafkan aku..” Ucapku. Lalu akupun pergi meninggalkan perahu yang sudah mendarat dari tadi.

Aku takut. Mengapa begini? Bukankah seharusnya seorang istri merasa nyaman dengan suaminya? Mengapa aku takut? Karena takut, aku jadi tidak ingin bicara. Aku sangat takut salah bicara dan membuat  Hyuk-Jae marah. Mulai dari sekarang aku akan sedikit bicara dan berhati-hati.

 

=-=

 

Hari ini aku akan pulang. Aku sudah berada di mobil menuju bandara. Sepanjang jalan aku hanya diam. Begitupun dengan Hyuk-Jae. Ini adalah penikahan dan bulan madu yang sangat berbeda dengan umumnya. Kukira aku akan senang dengan semua ini, tapi aku hanya dikelilingi oleh rasa takut saat ini.

Sampai di rumah, Hyuk-Jae langsung menuju kamar. Aku rasa sebaiknya aku membuat kamar sendiri. Melihat keadaannya seperti ini.

Aku mengelilingi seluruh ruangan. Aku menemukan sebuah gudang. Sepertinya itu bisa untuk aku tidur. Entahlah, aku tidak ingin membuat Hyuk-Jae marah, dan memang aku ingin tidur sendiri. Tak ada apapun di gudang ini untuk dipakai tidur. Tapi tak apa. Aku sudah terbiasa tidur tanpa alas ketika di rumah lamaku. Dan mulai malam ini aku tidur disini.

 

=-=

 

Ketika aku bangun di pagi hari, aku tidak melihat  Hyuk-Jae. Aku juga tidak berani untuk ke kamarnya. Aku memutuskan untuk ke garasi dan melihat apakah masih ada mobil atau tidak. Ternyata tidak ada. Kalau begitu berarti  Hyuk-Jae sudah pergi.

Aku pun kembali ke ‘kamarku’ dan bersiap untuk mandi. Saat mandi, aku berfikir. Untuk selanjutnya bagaimana? Apakah aku harus begini terus? Harus takut dengan apa yang ingin aku lakukan dengan  Hyuk-Jae? Aku ingin mengobrol. Ingin lebih mengenal suamiku. Ingin bermain bersama. Ingin saling mencintai. Layaknya keluarga bahagia.

Oh God, mengapa hidupku seperti ini. Aku ingin seperti yang lain. Punya keluarga yang indah. Aku butuh suasana keluarga.

Sudahlah, aku memang sudah tidak bisa melakukan apapun. Biar waktu saja yang membawaku. Entah apa yang akan terjadi nanti, aku hanya akan pasrah.

Sekarang pukul 19.00. Pintu rumah terbuka. Aku yang sedang membaca buku di sofapun menoleh. Ternyata  Hyuk-Jae pulang. Ia beranjak ke dapur dan lalu menuju ke arahku. Aku gemetaran. Mengapa ini ? Aku takut sekali. Apa yang akan dikatakannya?

“mulai besok siapkan makan malam untukku.” Kata  Hyuk-Jae. Lalu ia pergi menuju arah tangga. Sepertinya ia akan ke kamar.

Aku menghembuskan nafas yang dari tadi aku tahan. Ternyata  Hyuk-Jae hanya mengatakan itu. Mengapa aku begitu takut? Tidak seharusnya aku merasa takut begitu. Tapi jujur auranya sangat mengerikan.

 

Author  POV

Readers? Kalian tahu kenapa Hyuk-Jae yang kita sayangi begitu jahat pada Hyun-Hee ?

 

Flashback

“Apa? Eomma mau menjodohkanku dengan pegawai itu? Tapi kenapa ?” Tanya Hyuk-Jae.

“Karena kita berhutang budi padanya saying. Kalau saja waktu itu tidak ada Ayahnya Hyun-Hee. Maka kau tidak akan bisa hidup sampai sekarang ini”

“Jadi karena itu Eomma mau memberikan segalanya?”

“Bukan itu Hyuk-Jae. Ayah Hyun-Hee hanya meminta Eomma untuk menjaga anaknya ketika ia sudah tiada. Hanya itu saja. Tapi Eomma tidak tega melihat Hyun-Hee terlantar. Ia hidup sebatang kara. Dan lagi Eomma sangat menyukainya. Ia baik dan sabar. Kau pasti akan menyukainya”

“dengan memberinya uang yang banyak itu sudah cukup menjaganya. Tidak perlu mengorbankan hidup anak kan? Apa Eomma tidak memikirkan perasaan YoonAh? Ia masih menjadi kekasihku sekarang. Kami saling mencintai dan kami ingin menikah. Bayangkan bagaimana perasaan YoonAh jika mengetahui perjodohan konyol ini”

“Eomma sama sekali tidak ingin memikirkan Yeoja itu. Dia hanya ingin hartamu saja. Dia tidak mencintaimu. Yang terbaik untukmu hanyalah Hyun-Hee. Hanya Kim Hyun-Hee. Tak ada perlawanan lagi. Kau harus menikah dengannya. Percaya saja pada Eommamu ini. Eomma tahu apa yang terbaik untukmu”

Hyuk-Jae hanya bisa menghela nafas dalam dan mengeluarkannya dengan kencang. Hatinya sesak mendengar apa yang dikatakan oleh Eommanya untuk Yeoja yang sangat dicintainya.

 

Awalnya Hyuk-Jae masih berhubungan dengan YoonAh. Tapi menjelang beberapa hari setelah pernikahannya, YoonAh jatuh sakit karena stress dan memutuskan hubungannya dengan Hyuk-Jae.

Dengan kejadian ini Hyuk-Jae sangat terpukul.

Inilah alasan mengapa Hyuk-Jae sangat membenci Hyun-Hee.

Flashback end

 

=-=

Hyun-Hee POV

Keesokan harinya aku memasak untuk  Hyuk-Jae. Pagi-pagi aku sudah memasak. Sebernanya aku bingung. Untuk memasak tiap hari tentu saja membutuhkan uang. Sementara aku hanya mempunyai sedikit uang. Aku terlalu takut untuk meminta kepada  Hyuk-Jae. Sebaiknya untuk sementara ini aku akan pakai uangku untuk  Hyuk-Jae makan. Aku tak makanpun tak apa. yang penting  Hyuk-Jae makan. Dia kan bekerja. Sedangkan aku hanya diam di rumah. Mungkin akan cukup untuk hari ini. Untuk besok biar kupikirkan nanti.

 

Selesai sarapan,  Hyuk-Jae langsung pergi. Sepertinya ia sangat sibuk. Aku menjadi semakin takut dengannya. Sikapnya yang dingin membuatku sangat takut untuk berbicara. Entah apa yang akan dilakukannya. Aku tidak bisa menebak. Aku sangat tidak suka dengan tatapan matanya yang seram. Tapi walaupun begitu, aku harus menyayangi dan menghormatinya. Ia adalah suamiku. Aku akan hidup bersamanya selamanya. Aku akan berusaha. Berusaha untuk menyayanginya, mencintainya dengan sepenuh hati. Aku mau menjadi seorang isteri yang baik. J

Author  POV

Hyuk-Jae sampai di rumah larut malam. Dan lagi-lagi ia mabuk. Ia terlalu gila memikirkan YoonAh yang sudah mendapat kekasih baru.

Hyuk-Jae melihat makanan yang ada di meja makan. Ia mencicipinya dan memuntahkannya. Lalu Hyuk-Jae berteriak memanggil Hyun-Hee.

“Kim Hyun-Hee !! nawa!!”

Mendengar itu Hyun-Hee langsung keluar dari gudang dan menghampiri Hyuk-Jae dengan tergesa-gesa dan takut.

“makanan apa ini? Mengapa begitu sedikit dan tidak enak. Tidak ada daging sama sekali? Kau pikir aku bisa makan makanan sampah ini? Hah?” sambil membentak Hyun-Hee.

“maaf Hyuk-Jae ssi. Eee… aku tidak punya uang yang cukup untuk membeli bahan makanan yang kau sukai.”

Hyuk-Jae mendekat ke arah Hyun-Hee dan menggenggam baju Hyun-Hee. Seperti ingin memukulnya. Hyun-Hee memejamkan mata karena takut.

“dengar ya gadis pengemis. Aku tidak bisa makan makanan hina seperti itu. Jangan berani-beraninya mengejekku dengan menghidangkan makanan seperti itu. Kau mengerti ?? PENGEMIS!!”

Hyun-Hee hanya mengangguk dan masih memejamkan matanya.

Hyuk-Jae mengeluarkan banyak lembaran uang dari dompetnya dan menyebarkannya ke wajah Hyun-Hee. Lalu ia pergi ke kamar dan tidur.

 

Hyun-Hee terpaku di tempat. Perlahan kakinya terasa lemas dan ia terduduk lemah di lantai. Tangannya mengusap dadanya untuk menenangkan diri.

Ia sangat kaget dengan apa yang terjadi barusan. Baru kali ini ia diperlakukan sebegitu kasarnya.

Namun Hyun-Hee segera berdiri dan memungut yang berantakan. Ia juga khawatir dengan keadaan Hyuk-Jae yang tidak jadi makan karena dirinya.

Sifatnya yang penyayang membuatnya memikirkan itu. Bukannya membenci Hyuk-Jae.

 

 

To be continued-

 

 

Posted By: @SeiraAiren

 

10 thoughts on “[Freelance] Bleeding Heart Part 1

  1. wwwwahhhhhhhhhhhhhhhhh Hyukjae Oppa jadi tokoh galau ckckckckckckckk ngeri juga gw baca’a mana cewe’a bego bener lagi *mian bow 180% ama author’a* lemah kalo gw d’gituin gw gepuk pala’a ama kayu #PLAK

    lanjutan’a jgn lama2 y ASAP

  2. hhuua . . *teriak histeris*
    koq hyukjae oppa jahat bgd ciie . . ><

    cerita.a bener" bkin q terbius ktakutan . .
    v bner" ne cerita.a keren bgd . .
    ^o^

  3. Y ampunn.. Hyun hee jd org sbar bngt yak, dia jg sngt pasrah atas hidup dia, dan it tdk baek. Hyuk kejem amat yak ><
    overall kerhen binggow thor, (Y)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s