Twins – [Chap.4 – The Feelings]

Twins

[Chap.4 – The Feelings]

Author by Icha

Genre Siblings, Friendship, Romance

Rating G

Cho Kyuhyun [Super Junior]

Gui Xian Cho [Kyuhyun’s mandarin name]

Cho Ahra [Kyuhyun’s noona]

Lee Sungmin [Super Junior]

Kim Cheonsa [OC]

Park Jung Soo [Super Junior]

And the other cast at the other chapter.

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya dan ke originalannya dari pemikiran saya langsung, FF ini juga ada di blog saya sendirihttp://elfplaygirlz.wordpress.com. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan.

[Previous Chap.]

Chap.1 Chap.2Chap.3

“Park Jung Soo imnida.” Ucap namja itu memperkenalkan dirinya, ia membungkukkan badannya di hadapan duo Cho. Kyuhyun dan Gui Xian memperhatikan namja yang duduk di sebelah noona mereka dengan seksama dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Lalu kau ini siapanya noona?” Tanya Gui Xian tidak sabar.

“Aku tahu!!!” potong Kyuhyun tepat sebelum Jung Soo membuka mulutnya. “Kau pasti namjachingunya noona, eoh? Karena tadi noona bilang akan ada seseorang special yang hendak datang, siapa lagi kalau bukan namja chingumu, iya kan noona?” Kata Kyuhyun dengan nada bangga, bangga karena ia mengetahui hal itu lebih dulu dari Gui Xian, Kyuhyun lalu menggerling nakal ke arah noonanya, bermaksud menggoda Ahra hingga akhirnya pipi Ahra memerah menahan malu.

“Benarkah noona?” Tanya Gui Xian memastikan.

“Nde, itu benar, aku namjachingu noona kalian. Senang bisa bertemu dengan kalian, dongsaengdeul.”

Halaman belakang rumah di malam hari menjadi tempat favorit Gui Xian akhir – akhir ini, ia kembali menarik kursi malasnya dan meletakkannya di tempat biasanya, selalu dengan posisi dan sudut yang sama.

Lain halnya dengan Kyuhyun, ia menarik sebuah tikar dari dalam rumah dan menggelarnya di samping kursi milik Gui Xian.

“Untuk apa tikar itu?” Tanya Gui Xian bingung akan tingkah hyungnya.

Kyuhyun pun membaringkan tubuhnya di atas tikar itu, “lebih enak melihat bintang dengan posisi seperti ini.” Jawabnya.

Gui Xian sempat mengerutkan keningnya sesaat sebelum akhirnya ia mengikuti jejak hyungnya, membaringkan tubuhnya di samping Kyuhyun. “Noona tidak pernah bercerita jika ia sedang dekat dengan seseorang.” Katanya membuka pembicaraan.

“Hmm..” gumam Kyuhyun. “Tiba – tiba saja ia membawa Jung Soo hyung.” Kyuhyun sedikit meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.

“Lalu bagaimana dengan kau hyung? Apa diam – diam kau punya yeojachingu?”

“Ya!!! Mengapa kau tiba – tiba bertanya seperti itu???”

Gui Xian tertawa pelan. “Aku hanya penasaran.”

“Lalu kau, kau menyukai Cheonsa, eoh?” Tanya Kyuhyun balik untuk mengalihkan pembicaraan, ia sungguh enggan untuk menjawab pertanyaan Gui Xian.

“Well, karena kau tidak mau menjawab pertanyaanku, maka aku juga tidak mau menjawab pertanyaanmu.” Balas Gui Xian yang ternyata sudah mengetahui motif terselubung Kyuhyun, yaitu menghindari pertanyaan.

Kyuhyun menyeringai, kemudian keduanya terdiam, tenggelam dalam pikiran masing – masing.

“Ah, Gui Xian-ah, tadi aku bertemu dengan Cheonsa di jalan.” Kata Kyuhyun memecah kesunyian.

Gui Xian membulatkan matanya terkejut, ia pun memiringkan posisi berbaringnya hingga berhadapan dengan Kyuhyun. “Jinjjayo? Lalu hyung???” nada suara Gui Xian terdengar antusias di telinga Kyuhyun.

“G-geurae..hanya sebatas berpapasan.” Jawab Kyuhyun gugup, ia berbohong. Kyuhyun dalam hati mengutuk dirinya sendiri yang telah begitu polosnya menceritakan bahwa ia bertemu dengan Cheonsa, hanya ia dan Cheonsa yang tahu jika mereka tak hanya sekedar berpapasan. “Lihat, kau sangat antusias, mengaku sajalah, kau menyukainya kan?” desak Kyuhyun.

Gui Xian mendengus kecil, ia membalikkan posisinya seperti semula, menghadap ke langit malam yang penuh bintang. “Hyung, ayo kita masuk, udara semakin dingin, lagi pula tidak baik jika kita membiarkan noona dan Jung Soo hyung di dalam rumah hanya berdua.” Ajak Gui Xian seraya bangun dari tidurnya walau ia sangat malas. Kalau bisa ia ingin mendirikan tenda di situ dan tidur di dalamnya.

Kyuhyun menepuk dahinya pelan. “Aku lupa kalau Jung Soo hyung masih ada di rumah, kajja!”

Kyuhyun lah yang terlebih dahulu masuk kedalam rumah di susul oleh Gui Xian di belakangnya, mereka tidak berbicara sepatah katapun hingga sesampainya di dalam rumah Gui Xian mengerutkan keningnya ketika ia melihat Kyuhyun melepaskan sebelah sandal rumahnya.

“Wae hyung?” Tanya Gui Xian pelan. Ia masih tidak memahami tindak tanduk dari sang hyung. Kyuhyun hanya menunjuk sesuatu tanpa bicara, detik berikutnya senyuman evil terkembang di wajah keduanya.

Kyuhyun melayangkan sandal bermotif kelinci hadiah pemberian dari Sungmin pada seseorang.

“YA!!! Appo!!!” jerit Jung Soo.

“Hyung!!! Sekali lagi kau berani mencium noonaku sebelum menikahinya, aku akan melempar TV LCDku ke kepalamu!!!” teriak Kyuhyun.

Cheonsa tersenyum ketika matanya menangkap sosok yang ia cari. Setelah sempat pusing mencarinya dengan berkeliling di sekolah, iapun mendapatinya di halaman belakang yang menjadi tempat favoritnya. Harusnya sudah sejak dari awal Cheonsa mencarinya disini. Yeoja itu hanya baru mengingatnya.

Namja berambut hitam legam yang ia cari itu sedang duduk di bawah pohon rindang. Punggungnya bersandar pada batang pohon yang kokoh, kakinya ia luruskan dan di atas pangkuannya terdapat beberapa buah buku pelajaran. Namun ia tidak membaca salah satu dari buku tersebut, namja itu malah sibuk dengan PSP putih di tangannya.

Terpaan sinar matahari yang tidak terlalu terik mengarah langsung tepat ke wajahnya. Semilir angin lembut pun mempermainkan rambut halusnya. Wajahnya nampak tenang walau jemarinya dengan lincah bergerak di atas keypad PSP.

Cheonsa melangkahkan kakinya dengan pasti menuju namja itu, senyuman manis tak pernah lepas dari bibirnya, mengiringi langkah kecil kakinya.

Sesungguhnya, siapapun yang melihat namja itu pasti akan langsung jatuh cinta padanya. Begitupun Cheonsa, ia akui ia memang jatuh cinta pada makhluk yang predikatnya setengah evil dan setengah angel itu saat pertama kali mereka bertemu.

“Oppa-ya…” Cheonsa menepuk pelan bahu namja itu. Sang namja menoleh lalu tersenyum. Ia menepuk – nepuk tempat kosong di sebelahnya. Secara tidak langsung meminta Cheonsa untuk duduk di sampingnya, Cheonsa menurutinya.

Namja itu memiliki senyuman yang sangat hangat, memberikan ketenangan tersendiri bagi batin Cheonsa, hingga tanpa disadari Cheonsa menjadi sangat bergantung padanya.

“Aku mencarimu kemana – mana, baru ingat kalau oppa selalu ada disini.” Kata Cheonsa sambil mengambil buku – buku yang berada diatas pangkuan namja itu kemudian meletakkannya rerumputan. Ia pun tanpa ragu membaringakn kepalanya diatas pangkuan sang namja, menggantikan posisi buku. Cheonsa menatap wajah evil yang terbungkus dalam balutan ketampanan bak malaikat itu, sementara yang di tatap masih saja sibuk dengan PSPnya.

Namun seiring berjalannya waktu, Cheonsa menyadari bahwa perasaannya pada namja itu hanyalah sebatas rasa saying seorang yeodongsaeng pada oppanya. Tidak lebih.

“Oppa, berhentilah sebentar berkencan dengan PSPmu itu.” Celutuk Cheonsa kesal. Ia sedikit menyipitkan matanya, meminimalis sorotan sinar matahari yang menyilaukan. Tangannya yang jahil mulai menarik – narik dasi hitam yang tergantung di kerah seragamnya untuk mendapatkan perhatian.

Yang membuat Cheonsa tidak mengerti dengan dirinya sendiri adalah mengapa ia justru jatuh cinta yang sesungguhnya pada kembarannya. Namja yang selalu memperlihatkan sisi evilnya, tidak seperti satu dari mereka yang dapat membungkus sisi evilnya dengan sisi malaikatnya. Tapi entah mengapa rasa saying Cheonsa hinggap pada sang raja evil.

“Lalu jika aku tidak berkencan dengan PSPku, apa kau mau menggantikannya? Menemaniku dan selalu mau bila ku kencani?” godanya, seulas senyuman geli terkembang. Melihat Cheonsa yang terkena efek silaunya matahari, namja itu dengan lembut memayungi seputaran daerah dahi hingga mata Cheonsa dengan telapak tangannya.

“Aishh..oppa…” Cheonsa mencubit kecil perut namja itu. “Oh, iya oppa..chukkhae.”

“Mwo?? Untuk?”

“Astaga, jadi kau belum tahu? Kau mendapat rangking 1A mengalahkan Kyuhyun oppa yang di posisi 1B.” jelas Cheonsa pada namja itu. Gui Xian.

Jantung Cheonsa mulai berdegup kencang, setiap kali nama Kyuhyun keluar dari mulutnya, hal inilah yang ia rasakan. Bahkan ia bisa saja tiba – tiba berkeringat dingin, gugup, dan lain sebagainya. Jelas sekali bahwa ia menyukai Kyuhyun, dia tidak hanya menyukai, Kim Cheonsa mencintai seorang Cho Kyuhyun. Ada sesuatu hal yang menarik dalam diri Kyuhyun yang membuat Cheonsa tergila – gila padanya. Terkadang, ia merasa bahwa ia tidak ada bedanya dengan yeoja – yeoja fans dari duo Cho yang sangat terkenal itu.

“Apa maksudnya 1A dan 1B?” Tanya Gui Xian yang bertambah bingung.

“Ya Tuhan..oppa.. kau benar – benar tidak tahu apa –apa? Semenjak pergantian kepala sekolah, sang kepala sekolah baru yang mengadakan system rangking 1A dan 1B karena adanya kalian disini.”

“Kalian? Kami? Maksudmu aku dan hyung?”

Cheonsa mengangguk, membenarkan pernyataan  yang terdengar lebih mirip dengan pertanyaan itu. “Ia hanya ingin tahu siapa yang paling unggul diantara kalian berdua, dan oppalah yang menempati posisi paling pertama.”

“Lalu, mengapa tak menjadikan hyung rangking 2? Kenapa harus 1A dan 1B? itu terdengar menggelikan.” Gui Xian semakin bingung, sebenarnya ada banyak sekali pertanyaan dalam benaknya mengenai system aneh ini. Tapi biarlah, ia akan bertanya langsung pada kepala sekolah barunya itu.

“Tidak mungkin oppa, karena perbedaan nilai kalian hanya 0,5 point.”

“IGE MWOYA!!!! 0,5?? Dan aku di peringkat 1B? system menggelikan!!!!” jerit Kyuhyun kesal didalam kelas, ia menendang bangkunya dnegan perasaan yang menggebu – gebu.

Melihat Kyuhyun yang tengah mengamuk, membuat sebagian siswa yang tersisa di kelas itu memilih untuk keluar dari kelas karena takut.

“Sudahlah Kyunnie, hanya berbeda 0,5 point saja.” Kata Sungmin mencoba untuk menenangkan setan yang sedang murka. “Tak perlu di pikirkan, system itu hanya lelucon konyol kepala sekolah baru.” Lanjut Sungmin, ia merangkul bahu Kyuhyun dan mengusap – usap punggung Kyuhyun, berharap amarah Kyuhyun dapat sedikit reda.

Kyuhyun mengerang putus asa, sesekali ia memijat pelipisnya yang terasa berdenyut – denyut. “Tenangkan dirimu Kyunnie-ya.” Sungmin masih berusaha untuk meredam amarah Kyuhyun.

“Mengapa kau tidak ikut memuji – muji Gui Xian seperti yang lain?” Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan dinginnya.

“Sehebat apapun Gui Xian, aku hanya bisa memberikan pujian padamu.”

Kyuhyun tersenyum puas, setidaknya ia masih memiliki Sungmin yang begitu mengerti dirinya. Di saat semua orang sedang terkagum – kagum oleh Gui Xian dan terheran – heran tentang posisi Kyuhyun, hanya Sungminlah yang tetap setia memberikan support padanya.

“Kau masih sekamar dengan Gui Xian?” Tanya Sungmin, membuyarkan lamunan Kyuhyun. Sungmin membuka tutup botol air mineral lalu menyodorkannya pada Kyuhyun. Dan Kyuhyun menerimanya dengan senang hati, kebetulan ia merasa sangat haus setelah mengamuk beberapa saat yang lalu.

“Hmm..wae?” jawab Kyuhyun seadanya setelah menenggak air. Sungmin mengulurkan tangannya dan mengeringkan dagu Kyuhyun yang basah oleh air dengan punggung tangannya. Kyuhyun membiarkan Sungmin melakukannya, ia malah begitu senang karena Sungmin sangat memanjakannya di sekolah. Tentu saja jika di rumah ia mendapatkan perhatian dari noonanya.

“Kau itu sudah dewasa, mau sampai kapan kau sekamar dengannya?”

Semenjak perkenalan Jung Soo dengan duo Cho, mereka bertiga kini terlihat lebih akrab. Setiap malam, Jung Soo selalu menyempatkan diri untuk makan malam bersama di kediaman keluarga Cho. Kyuhyun dan Gui Xian pun  akhirnya dapat menerima status Jung Soo yang merupakan namjachingu dari noona mereka. Bahkan pasangan itu telah merencanakan untuk menikah.

Jung Soo adalah orang yang berwibawa dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, itulah sebabnya dengan cepat ia diangkat menjadi manager perusahaan dan memegang beberapa buah kantor cabang di tempat Ahra bekerja. Ahra sendiri adalah sekretaris pribadi sang manager. Kebersamaan yang intens itulah yang akhirnya membuat mereka terlibat cinta lokasi.

Selain itu Jung Soo adalah namja yang sabar dan penyayang, kebaikan hatinya tak bisa di ragukan lagi. Hal itu yang membuat duo Cho pada akhirnya dapat merelakan noona mereka untuk seorang Park Jung Soo.

Seperti makan malam sebelum – sebelumnya, Park Jung Soo hadir diantara mereka bertiga. Menu makan malam hari itu adalah nasi goring Beijing, Gui Xian yang memintanya karena ia sangat menyukai makanan itu setelah jajangmyeun tentunya.

“Emmmhh…noona..” panggil Kyuhyun ragu, ia merasa tidak enak harus menyela moment kebersamaan noonanya dengan hyungnya.

Ahra yang sedang menuangkan air kedalam gelas milik Jung Soo hanya melirik Kyuhyun sekilas lalu pandangannya kembali beralih pada air yang sedang dituangnya. “Nde…waeyo uri evil prince?”

Kyuhyun bergerak gelisah dalam duduknya, ia kemudian memasukkan sesuap nasi kedalam mulutnya.

“Kau kenapa Kyu?” Tanya Jung Soo. “Gomawo chagiya.” Kata Jung Soo pada Ahra setelah Ahra selesai menuangkan air untuknya.

Gui Xian memperhatikan gerak – gerik Kyuhyun yang cukup mencurigakan baginya. Namun ia memilih untuk bungkam. Untuk apa lagi mempertanyakan hal yang sama dengan Jung Soo hyung? Hanya membuang tenaga dan waktu. Pikir Gui Xian.

“Noona, hyung…aku ingin kamarku dan Gui Xian dipisahkan.” Kata Kyuhyun yang membuat Gui Xian dengan suksesnya menyemburkan nasi goring dalam mulutnya. Mengenai tepat di kemeja putih Jung Soo yang kebetulan duduk disebrang Gui Xian.

Gui Xian menyadari perbuatannya, ia segera mengambil kain lap bersih lalu membersihkan noda di kemeja Jung Soo dengan gerakan yang bisa di bilang cukup panik. “Mi-mianhae hyung..jeongmal mianhae..aku..aku…” ucap Gui Xian terbata – bata.

“Aigoo, sudahlah, duduklah. Aku mengerti kau kaget.” Kata Jung Soo tenang tanpa raut khawatir sedikitpun tentang kemeja putihnya. Toh hanya sebuah kemeja, ia bisa membelinya lagi.

Ahra memandangi namdongsaeng kesayangannya. “Kenapa? Kenapa ingin pisah kamar?” Tanya Ahra penasaran.

Kyuhyun menelan ludahnya, sedangkan otaknya bekerja untuk merangkai kata – kata yang pas dijadikan jawaban. “Aku…maksudku kami. Kami kan sudah dewasa noona tentunya ingin punya daerah privacy sendiri.”

Jung Soo nampak mengangguk – anggukkan kepalanya. Sementara Ahra dan Gui Xian hanya terdiam ,terlebih lagi Gui Xian, ia duduk bagaikan patung.

Ahra beranjak dari duduknya, menghampiri Kyuhyun lalu berlutut di sampingnya, mensejajarkan wajah mereka. “Lalu Gui Xian mau tidur dimana? Kau tahu rumah kita tidak memiliki banyak kamar Kyunnie..” Ahra mengacak – acak rambut Kyuhyun dengan sayang.

Kening Kyuhyun berkerut. “Gui Xian bisa menempati kamar yang di loteng atas noona. Hanya tinggal di bersihkan sedikit saja kan? Aku janji aku akan membantu membersihkannya.”

Ahra terbelak ketika ia mendengar jawaban yang terlontar, bagaimana tidak? Kamar loteng itu sudah dijadikan gudang karena tidak layak untuk di tempati.

“Kyuhyun-ah, kau tahu kamar itu memiliki suhu udara yang berbeda, disana sangat dingin, dan saat angin berhembus, dapat masuk melalui celah – celah dinding kayunya, kau tahu itu kan?” jelas Ahra rinci.

“Nde noona, lalu?” Tanya Kyuhyun polos.

“Kau tega membiarkan dongsaengmu tidur di kamar seperti itu? Kau mau ia kedinginan? Kau mau dia sakit?” Tanya Ahra beruntun.

Kyuhyun terdiam, tak kuasa menjawab semua pertanyaan Ahra yang di rasakannya sangat menyudutkannya, kepalanya tertunduk lesu.

“Gwenchana noona..” desis Gui Xian. “Aku akan tidur di loteng.”

“Geurae, Gui Xian-ah..”

“Aku bisa menggunakan selimut beberapa lapis noona, dan masalah celah dinding kayu, aku bisa menambalnya dengan selotip besar.” Kata Gui Xian, ia mengalah pada Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun menjadi ceria. “Jinjjayo????”

Gui Xian tersenyum, sebuah senyuman yang sangat di paksakan. “Nde, mungkin hyung memang butuh privacy.”

Ahra menggeleng gusar, ia kembali duduk disamping Jung Soo. “Oppa-ya, eotteokhae?” Ahra berbisik. Satu sisi ia membernarkan permintaan Kyuhyun, mereka sudah dewasa dan memang sudah sewajarnya memiliki privacy masing – masing. Tapi di sisi lain Ahra tak tega membiarkan Gui Xian tidur di kamar loteng yang tak layak untuk di sebut sebagai sebuah kamar.

“Benarkah kau akan baik – baik saja Gui Xian=ah?” Tanya Jung Soo untuk sekedar memastikan bahwa jawaban yang di berikan oleh Gui Xian bukanlah keputusan sesaat.

“Nan gwenchana hyung.”

“Kalau begitu, Kyuhyun-ah, minggu depan kau harus membantu Gui Xian untuk merapihkan kamar itu.” Titah Jung Soo.

Ahra mendesah pasrah dengan keputusan calon suaminya, ia tidak dapat membantahnya karena ia tahu Jung Soo bukanlah orang yang suka dibantah.

‘Benar – benar calon kepala keluarga yang hebat.’ Batin Kyuhyun. “Arraseo hyung, yaksokkhae!!!”

“Sungmin hyung!!!!” teriak Kyuhyun dari kejauhan, ia melihat Sungmin menantinya dan melambaikan tangan padanya.

“Kau cerah sekali hari ini, tidak salah makan kan?” gurau Sungmin.

Kyuhyun mendadak kesal dengan candaan Sungmin, ia menjitak kepala Sungmin sambil mendengus. “Yak!!! Ya sudah kalau tidak ingin mendengar kabar baik.”

“Mwo? Kabar baik apa?” Sungmin mengusap kepalanya.

Kyuhyun memandang sekeliling, tempat ini, koridor sekolah, sangatlah tidak nyaman untuk berbicara. “Ikut aku.” Ajak Kyuhyun.

Mereka pun berjalan beriringan menuju halaman belakang sekolah dan lalu berhenti dibawah sebuah pohon yang besar dan rindang.

“Bicaralah.” Desak Sungmin. “Di sini aman, tidak ada seorangpun di sini.”

Mereka tidak mengetahui bahwa di sisi lain dari pohon besar itu ada sesosok namja yang tersentak kaget saat mendengar suara yang ia kenali dengan baik. Namja di balik pohon itu terdiam, tak bergerak sedikitpun. Dengan hati – hati ia mematikan PSP putih yang sedang ia mainkan sebelumnya. Beruntungnya, ia memainkan PSPnya tanpa menyalakan efek suar hingga sesaat terlihat seperti tidak ada seorangpun disana.

Namja itu, Gui Xian.

“Hyung, aku sudah meminta pada noona untuk memisahkan kamarku dengan Gui Xian.”

“Lantas, apa kata noona?” sambar Sungmin yang sepertinya sangat tidak sabar.

“Awalnya ia tidak setuju, tapi Gui Xian mengalah padaku.”

“Jeongmal??? Ahahaha…daebak!! Lalu ia tidur dimana nantinya?”

“Di kamar loteng.”

Sungmin menaikkan sebelah alisnya, ia menunggu kelanjutan cerita Kyuhyun.

“Sebenarnya kamar itu tidak layak huni, aku kasihan padanya. Tapi mau bagaimana lagi? Jung Soo hyung juga telah menyetujuinya.”

Terdengar SUngmin bertepuk tangan kecil. “Kau hebat!” pujinya.

Nafas Gui Xian tercekat, butiran bening air matanya jatuh tanpa ia sadari.

“Tentu saja. Tapi..aku harus membantu membereskan kamar itu, huh! Merepotkan.” Keluh Kyuhyun.

“Jinjjayo???”

“Keurom.” Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Aku akan membantumu, supaya lebih cepat.”

Lalu keheningan terjadi sesaat, Gui Xian tidak tahu apa yang terjadi setelahnya, yang dapat ia lakukan hanyalah menghapus air matanya.

“Baguslah akhirnya kau bisa memiliki tempat sendiri. Aku sudah gerah dengan Gui Xian yang selalu mengekorimu. Tidak tahukah dia, aku sudah menggantikan posisinya saat ini….”

[TBC]

21 thoughts on “Twins – [Chap.4 – The Feelings]

  1. ternyata namjachinggu-nya ahra eonnie itu jung soo oppa toh thor.

    trus sungmin oppa kok jadi jahat ya, apa dia cemburu sama gui xian (?) karna lbih dket dgn kyu (?) #soktaugw

    tapi critanya tambah bgus kok thor, chap slanjutnya ditunggu ya thor :)

  2. 1st. critanya makin hari makin wooow thor, tapi rada nyesek kok kyu tega ._.
    sbnernya aku ngarapnya cheonsa suka sama guixian, trus kyu yg jealous tapi kebalikannya, yodah dpp thor, critanya ttep bgus kok, o’ya Mian thor mnurutku critanya rada kependekan. mohon dipanjangin, sekian dari saya ..KeepWriting buat authornya.. Khamas :D

  3. Kyu oppa kok tega banget ya…kan kasian gui xian oppa harus tidur d kamar loteng…
    Gui xian oppa tidur di kamarku aja!!! #PLAAKK!!!

  4. Sungmin oppa knp sich kayaknya pgn bgt Kyu oppa and Gui Xian berpisah dan beda kamar, kayaknya Sungmin oppa agak memberi pengaruh buruk u Kyu oppa krn menyuruhnya yg notabene nya cuek u mengikuti apa kata nya.. Ahra oennie khawatir krn Gui Xian akan tidur di mara loteng dan hrs tdr sendiri pdhl sdh berbelas thn mrk sekamar

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s