[Freelance] Wings On Your Back

WINGS ON YOUR BACK

Tittle : Wings On Your Back

Author : Fiinaa S habrina (Song Mi Hyun)

Genre : Romance ?

Rating : PG13/straight

Cast :

  • Jung Yunho (main cast)
  •  Kwon Riu
  • Another DBSK member (belum ditentukan)

Author Note: Terinspirasi dari drama dream high.dan kalo dibaca-baca ada feel BBF-nya.tapi saya ga plagiat loooh.ini asli kepikiran begitu aja pas nonton dream high lagi di indosiar tadi sore…hahahah..

Sip deh enjoy yaaa…

Chapter 1

“sudah kubilang,aku tak punya harta yang kau mau.”ujar Kwon Riu.

Suasana di ruangan itu memang hangat karena jendela ruangan dibuka lebar-lebar agar cahaya matahari bisa langsung masuk ruangan.semuanya hening.termasuk pria yang menyuruh Kwon Riu kesini.pria itu hanya terduduk di kursinya sambil mengerutkan keningnya.mekipun ia bosnya tapi selama Riu ada di ruangan itu ia tak mengucapkan sepatah kata apapun.badannya terlihat sangat kaku.wajahnya dingin dan badannya seperti membeku.yang terlihat ada gerakkan sedari tadi hanya bola matanya saja.bola mata itu tidak hanya bergerak melirik kesana kemari.tetapi juga terlihat seperti berbicara.

“kalian membuang waktuku.kalau begitu aku pergi saja.”

Riu pun lekas beranjak dari tempatnya.berjalan keluar ruangan.tak ada niatan sekalipun untuk berbalik.namun,yang ia herankan,mengapa penjahat itu tidak menahannya ??

Riu-pun berlalu.

‘siapa sih dia ?’

‘tidak mungkin ia yang bernama Jung Yunho.’

‘dia seperti manusia memang.atau mungkin ia memang manusia.’

‘huh…baiklah.yang penting aku selamat dan aku masih hidup.kukira ia akan membunuhku.lebih baik aku kembali ke hongdae’

Dengan langkah yang bersemangat Riu-pun berjalan kaki kearah hongdae.

Didapatinya hongdae sudah tidak  ramai seperti di siang hari.tubuhnya seketika sedikit membungkuk lemas tanda kecewa.

Ia memejamkan matanya dan berusaha mengumpulkan semangat dan sedikit sisa energinya dari ramen kemarin malam.Riu-pun bergegas ke tempat biasa ia bernyanyi.

Riu mulai duduk di kursi yang biasa diletakkan disana, membuka tas gitarnya dan meletakkan tasnya di jalanan sebagai wadah untuk mengumpulkan uang receh yang diberikan orang-orang nantinya.semoga saja masih ada…yang peduli.

“Onu nujun bam honja duroson god chumchunun saramdul gu soge gunyowa no
Wenji kullinun nol gadgo shiphojyo gunyoga jaril biun gu shibbun ane

Jiruhedon sungani nal bonun sungan dallajyosso
Oredoen yongin gude anidon jungyohan sashirun non nege do kullinun god”

(lee hyori-10 minutes)

Riu masih memetik gitarnya yang tampak klasik.berharap seseorang datang walau hanya untuk mendengarkannya.setidaknya ketika seseorang datang, akan mengundang orang lain untuk datang juga.dan memberikannya sedikit uang untuk melanjutkan hidup.

Inilah yang ia lakukan disetiap harinya.hanya mengamen.Riu memang pengangguran.bukannya tidak mau bekerja dengan benar.hanya saja Riu benar-benar mencintai bernyanyi lepas seperti ini.

ia memang pernah merasakan hidup berkecukupan.tapi itu dulu.saat ia masih SMA ia bahkan bersekolah di sekolah yang elite di seoul.keluarganya sangat kaya dan ia adalah anak semata wayang.jelas saja ia bergelimangan harta.

Dan menjadi gelandangan seperti ini bukan pilihannya.ia lebih baik hidup dan merasakan semua indahnya jadi gelandangan daripada harus mati karena kelaparan.

Riu belajar mandiri dari jalanan.terang saja,dari dulu ia memang tidak pernah mendapatkan pelajaran moral apapun.untungnya jalanan mau menerimanya.

Lalu,lamunan Riu terhenti saat ia tersentak ketika seseorang melemparkan sebuah cup minuman ke tas gitarnya.gadis itu terlihat marah.dan cepat berlalu.

Riu melepaskan napasnya berat.ia sedikit tersinggung dan sedih karna tasnya dikotori.dengan sabar ia mengambil cup itu dan membuangnya ke tempat sampah.ia pun duduk kembali dan mulai bernyanyi.

Ketika jemari lentiknya ingin memulai melanjutkan lagu lee hyori tadi gadis itu kembali dengan make up yang luntur berantakan.ia pasti menangis.

“ganti lagunya !”ujar gadis itu yang berdiri di depannya.sepertinya ia marah atau mungkin benar-benar marah.tapi siapa yang akan takut dengan gadis yang marahnya seperti ini.ia malah terlihat lucu.untung saja Riu tidak menertawainya.

Riu yang membungkuk memainkan gitarnya mendongakkan kepalanya sedikit melihat gadis itu dengan dingin.antara bingung dan kesal.baru saja ia mengotori tasnya sekarang sudah marah-marah.

Entah kenapa dan dengan bodohnya ia benar-benar mengganti lagunya.ia tahu gadis ini menginginkan lagu yang sedikit menyenangkan hati.dan Riu-pun memilih lagu sunset glow dari bigbang sebagai gantinya.

Riu menanyikan lagu dengan baik dan dengan mood yang baik sesuai dengan mood yang ada di lagu itu.gadis itu pun duduk di tanah.mungkin ingin mendengarkan.

“yaaah…kenapa kau menyanyikan lagu yang seperti ini ?!ganti !”ujar gadis itu marah.

Riu terlihat bingung dan sedikit kesal.ia pun mengganti lagunya dengan lagu yang lain.ia memilih lagu listen dari beyonce yang ia yakini tidak ada hubungan apapun dengan nasib malang gadis itu.Riu-pun bernyanyi dengan penuh penghayatan.ia seperti menyuarakan jiwanya.beberapa orang yang lewat memberi ia uang receh.mungkin merasa kasihan.di tengah penghayatan lagu,gadis itu mulai angkat bicara.

“stop…!”

“ah waaaee ?!!”Riu kesal.bukan hanya sedikit.

‘awalnya aku kasihan tapi kini ia menggangu kehidupanku !’

“aku tidak mengerti lagu yang kau nyanyikan…tolong…diganti…”ujarnya lemas.

Ia terdengar sangat menyedihkan.biarpun begitu Riu tetap menyanyi.

“Chagaweo neomuna sokishiryeo neomuna
Eebbali neomushiryeo naengmyun naengmyun naengmyun
Gaseumi neomushiryeo naengmyun naengmyun naengmyun

Neolbomyeon neomuna ddo dashibwado neomuna
Chadicha momi ddeollyeo naengmyun naengmyun naengmyun
Jjilgyeodo neomu jjilgyeo naengmyun naengmyun naengmyun
Geuraedo neol saranghae

Hey-Ya Hey-Ya Fire Fire Oh Agasshi

Yeah-Ya Yeah-Ya Warning Warning No No
Hey-Ya Hey-Ya Fire Fire oppa mitchi

Yeah-Ya Yeah-Ya Warning Warning No No

(SNSD Jessica feat Park Myeongsu – cold noddle )”Riu bernyanyi dengan semangat

“yah naengmyun* !!!”tiba-tiba gadis itu berteriak.Riu jelas tersentak kaget.gadis itu entah mengapa sudah berdiri tegak.yang Riu sadari sedari tadi gadis itu hanya duduk di jalanan dan mendengarkannya.rupanya ia berbicara pada pria yang jalan di depan mereka.gadis itu terlihat sangat marah dan sangat sakit hati.

Gadis itu terdiam.tampak geram.badannya gemetar hebat.ia tampak lemah dan sakit.perlahan ia menarik kalungnya kasar.lalu menatap kalung itu dengan perasaan sedih.tanpa diduga ia melempar kalung itu ke wajah si pria yang lewat tadi.setetes demi setetes air mata jatuh ke pipinya.ia tampak lebih menyeramkan karna eyelinernya pun ikut luntur.

“enyahlah dari hidupkuuuuuuuuuuuuuuuuu !”ujarnya marah.marah sekali.sampai orang yang lewat pun tersentak.untungnya jalanan tidak begitu ramai.

Karna ketakutan pria itu pun pergi menjauhi Riu dan gadis yang marah itu.pria itu pun beralu.

perlahan gadis yang tidak dikenal itu duduk lemas di tanah.nafasnya terlihat lebih teratur dibanding yang tadi.sesaat ia mengeluarkan tisu dari tasnya dan membersihkan noda air tumpah yang ada di tas gitar Riu tadi.tangannya terlihat lemah.sayup-sayup terdengar.

“mianhe…”suaranya lemah hampir tak terdengar.

‘benar-benar seperti drama’

Nodanya memang tak sepenuhnya bersih tapi itu lebih baik daripada basah.gadis yang marah itu mendongakkan wajahnya menatap Riu.

“gumawo..”ujarnya lebih terdengar dan sambil tersenyum.

Dengan make up yang berantakan itu senyumnya masih terlihat sangat manis.

“haaahhh…hahahahahahaaaaa “gadis itu membuang napas besar-besar lalu tertawa.

Perlahan gadis yang marah itu bangun dari duduknya.tak lupa ia memberi beberapa lembar uang di tas gitar Riu.

Perlahan juga ia membungkukkan tubuhnya.perlahan-lahan menjadi 90 derajat.ia membungkuk lama hingga ia hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya.gadis itu merasa kepalanya begitu berat.dan tubuhnya lemas.gadis itu pun berlalu.

*naengmyeon : mie dingin.gadis yang marah itu terinspirasi dari lagu yang dinyanyikan Riu.

Keesokan harinya Riu memulai harinya dengan semangkuk ramen.setelah dipikir-pikir uang yang ia hasilkan kemarin bisa ia belikan 1 dus mie ramen untuk kebutuhan sehari-harinya.ia merasa sangat senang.ia pulang kerumah membawa dus ramen itu dengan perasaan yang sangat senang.

‘apa yang terjadi pagi ini juga berkat gadis semalam.terimakasih.semoga hidupmu bahagia’

Seketika moodnya sangat baik.ia pun mulai membereskan barang-barang yang berserakan di lantai rumahnya.

Riu memiliki rumah.tapi rumahnya ilegal.rumah ini kosong sudah bertahun-tahun.dulu saat pertama kali menjadi gelandangan ia hanya tidur di terasnya.dan lama kelamaan ia menyadari sang pemilik rumah tidak pernah pulang.saat masuk kerumah itu rumahnya begitu kosong dan berdebu.tapi ada kasur dan beberapa perabotan di rumah itu.walaupun tidak ada barang berharga di dalamnya.Riu pikir Tuhan masih menginginkan ia untuk hidup.itu adalah salah satu semangt di hidupnya.selama ini ia pikir Tuhan belum mau membiarkan ia mati.

Kini rumah ilegalnya sudah rapi dan bersih.moodnya semakin membaik untuk berangkat bekerja.ia pun berangkat ke hongdae.ataupun ke tempat lain.

‘kemana pun Tuhan membawaku ‘pikirnya.

Ia menyusuri jalanan dengan langkah ringan.sambil berlatih bernyanyi karna di pagi hari suara indahnya memang harus dipanggil kembali.

Hari yang cerah dengan tanah yang sedikit basah karna hujan semalam.

‘semuanya masih baik hingga detik ini.kira-kira apalagi ya?’

Setelah kejadian dengan gadis yang marah itu semalam Riu pulang ke rumah.lalu, hujan mengguyur dengan derasnya hal itu membuat Riu cepat tertidur.nyanyian hujan mengantarkannya.

Semuanya sempurna sampai seseorang membekapnya dan membawa tubuh Riu dengan kasar masuk ke sebuah mobil.

Riu diculik.tapi ia tidak lagi takut.ia sudah kenal dengan orang-orang ini.karna setelah beberapa kali Riu diculik ia selalu dipulangkan dengan selamat.

“aish…tak bisakah kalian menggunakan cara yang lebih baik hah ?!!!!”ujar Riu marah.

Riu tidak habis pikir.

‘orang-orang ini bodoh atau bagaimana sih ?menculikku tapi tak mencelakaiku.tapi mereka selalu menggangu waktu kerjaku.haish!’

Pria-pria berjas itu mengunci pintu mobil.

“untuk apa kau kunci ?!aku tak akan kabur pula !”ujar Riu emosi.

Riu hanya diam di dalam mobil.sampai akhirnya ia terpikir untuk bertanya.

“yah…kalian bisa bicara tidak sih ?”tanya Riu sembarangan.moodnya sudah hancur karena kehadiran mereka.

“kalian semua itu robot ya ?sama seperti bos kalian itu.yang bicara hanya satu.cih…”

Pria-pria berjas itu hanya terdiam.tapi beberapa dari mereka membenarkan posisi duduk mereka dan tampak lebih tegang.

Mobil pun sampai di rumah besar itu.Riu menyebutnya dengan kandang robot.

Riu dibawa ke ruangan yang seperti biasa ia dibawa.

Pria berjas itu bertambah banyak.walaupun wajahnya berbeda-beda.

Riu menghembuskan nafas beratnya.

Bos dari pria-pria ber jas itu masih di posisi yang sama.duduk di kursi khususnya yang mewah dan badanyanya masih tampak beku seperti es.

“ada apa lagi ?”tanya riu tak kalah dingin.

“cepat bayar hutang ayahmu…”ujar seseorang yang dianggap Riu sebagai satu-satunya manusia.

“sudah kubilang berkali-kali aku tak punya uang.”

Seperti biasa,semuanya diam.

“apa ?apa mau kalian ?kalian mau uang kan ?bagaimana jika aku tidak punya uang ?mau aku bayar pake apa ha ?”

“kalau aku punya uang pasti sudah aku bayar.aku juga malas datang kesini diseret-seret begini.bukan malas tapi aku tidak suka!kau tahu ?aku benci tempat ini !menghabiskan waktu berjam-jam padahal aku juga harus bekerja tahu !”

“dan kalian tidak berpikir apa,jika aku diculik terus setiap hari,bagaimana aku bisa mencari uang ?haah?!kalian ini berpikir tidak sih ?!!!!!!!”

Lalu sang bos pun menyunggingkan senyum di wajahnya.

‘gadis ini memang lucu atau ia membuat lelucon sih ?’pikir bos itu.

‘orang ini bisa tersenyum juga ternyata.ha lucu sekali.’ujar Riu dalam hatinya

“dengar nona,jangan sampai kau kami sakiti.lunasi hutang ayahmu.”

“ahjussi aku tidak bohong !aku tidak punya uaaang !hartaku hanya 1 dus ramen kau tahu ?!hanya rameeen !kau mau kubayar dengan ramen ha ?”Riu benar-benar dongkol.

Sang bos tertawa.Riu malah ikut tertawa.

Tanpa Riu sadari seseorang terah berdiri di belakangnya.dan langsung memecut paha bagian beakangnya.

Riu tersentak.rasanya sakit.ia pun kaget.seketika air mata menutupi pengelihatannya.ia berlinang menahan sakit.

1 pecutan 2 pecutan 3 pecutan.

“sudah cukup.”ujar sang bos.

Riu masih mematung di tempat ia berdiri.

Ada rasa sakit,marah,takut,sedih,pusing semuanya bergumul hingga dadanya terasa sesak.nafasnya terengah tubuhnya pun lemas.kepalanya terasa berat.matanya yang perih ia biarkan.air mata itu berlinang di matanya.ia tak mau terlihat lemah.

“keluar kalian semua”ujar sang bos.

Semua robot-robot itu pun keluar ruangan.meninggalkan Riu dan sang bos.

ruangan kosong.sang bos mendekati Riu yang mematung di tempatnya.dan berdiri di depan Riu dan menatapnya tajam.

Riu menunggunya untuk berbicara.tapi tak ada yang ia katakan.

“kalian membuang waktuku.lebih baik aku pulang “sayup-sayup tedengar suara Riu yang lemah karna pecutan tadi.semuanya sudah hilang.termasuk suara dan harga dirinya.Riu merasa direndahkan.

Saat mulai berjalan Riu-pun hampir terjatuh.kakinya baru terasa sakit.sangat amat sakit.mungkin nutrisi ramen yang ia makan tak sanggup memberinya kekuatan.

Riu berjalan perlahan menuju pintu keluar.

Bekas pecutan tadi terlihat begitu jelas.pahanya berdarah.terlihat jelas.

Tanpa ia sadari sang bos yang tak tega melihat gadis di depannya itu kesakitan mengejar langkah Riu.

Sang bos meraih tangan Riu dan hendak menarik tubuhnya pergi ke suatu tempat.segera Riu hempaskan tanganya.

“apa lagi hah ?!biarpun aku mati aku tak kan bisa membayarnya !aku tak memiliki apapun !!”ujarnya emosi.air mata pun mulai mengalir.Riu tak kuasa membendungnya.ia terlalu lelah.

“kau terluka..”

“bukankah itu yang kau inginkan ?!”

Tanpa seijin Riu sang bos menggendong Riu dengan kedua tangannya.

Badan mungil Riu bukan beban yang berat bagi sang bos.Riu tahu meskipun ia memberontak ia tak kan di turunkan.entah mengapa ia hanya bisa merasakannya.mungkin karna Riu juga ingin merasakan dekapan seseorang yang bertahun-tahun tak pernah dirasakannya.

Riu tahu orang yang menggendongnya ini adalah penjahat.tapi dekapannya begitu menghangatkan.betapa Riu mencoba membantah rasa hangat itu tapi hal itu tetap terasa.dan detak jantung itu bisa ia dengar.berdetak agak kencang.mungkin ia marah.sama seperti Riu.biarpun begitu Riu tidak mengerti apa maksud penjahat ini menggendongnya ?ini seperti penyelamatan.

‘kau bermuka dua’ujar Riu dalam hati.

Riu sampai di sebuah kamar mewah.Riu ditidurkan di kasur di kamar itu.Riu bingung setengah mati karna tak mengerti.ia menunggu penjahat itu membuka jasnya untuk berbicara.

“apa maumu ?”

Seketika Riu digulingkan hingga tengkurap.

“YAAAH ?!apa yang kau lakukan ?!”

Lalu rasa perih itu terasa.penjahat itu membasuh lukanya dengan lembut menggunakan kain basah.dengan tangan hangatnya.

“kau..”

sang penjahat hanya melemparkan bantal ke kepala Riu.maksudnya untuk bantalan dagunya.tapi Riu menganggap itu sangat kasar dan tidak sopan.

“yaaaahaaaaaaaaaaaaw !sakit tahu !”

TBC,RCL

2 thoughts on “[Freelance] Wings On Your Back

  1. wuaa , keren ..
    tapi ,, mksud memecut pahanya itu apa sich ??*lemot*
    trz , knp riu nya d’culik terus ? terus gadis yg marah” itu siapa ? trz*terus-trus mulu*Laki-laki yg kena marah ma gadis yg marah itu siapa ???

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s