PROTECT MY GIRL chapter 9

copyright by bayu navanto

Main cast :

Nickhun
Victoria
Leeteuk
Seohyun
Kang Sora
Jung Yong Hwa

Other Cast :

Donghae
Yang Yeosob
Lee Gikwang
Kevin Woo
D.O (EXO-K)
Chanyeol (EXO-K)
L (Kim Myeongsoo)
Taecyeon
Yoona
IU
Suzy
Kyuhyun
Choi Minho
Krystal

Genre : Fantasy, Romance, Friendship

Author : Bayu Navanto

Length : Chapter

Rating : PG-15

Desclaimer :
semua cast yang ada di sini adalah orang – orang yang memiliki kemampuan lebih, mereka milik Tuhan Kuasa yang Tuhan titipkan kepada orang tua masing – masing cast.

Author note :
yeaw aku hadir kembali, hah fanfics ini muncul ketika aku lagi gak ada kerjaan nih di rumah untuk mencari kesibukan, maka aku buat aja nih fanfics, semoga aja gak gaje yah dan semoga saja laku. Amin.

 

Victoria sudah sampai dirumah saat appanya sedang menonton TV

 

“aku pulang appa!” sapa Victoria kepada appanya

“ahh, anak appa sudah pulang, appa rindu sekali kepada mu” ucap Appa Song berdiri dari tempat duduknya dan memeluk Victoria

“appa, aku tidak suka seperti ini!” ucap Victoria berusaha melepas pelukan appanya itu

“kamu kenapa? Bukannya kamu pulang ke rumah karena kamu mau……” ucap Appa Song di potong oleh Victoria

“cukup appa” potong Victoria, lalu bergegas masuk kedalam kamarnya, appa Song bingung karenanya

 

 

 

*di kamar Victoria

 

Victoria duduk di tepi ranjangnya

“apa ini akan sesuai rencana? Kalau tidak bagaimana? Ah babo kamu Victoria kenapa kamu tidak memikirkan resiko ini?” gumam Victoria

“Victoria, apa kamu di dalam?” tanya appa Song menggedor-gedor pintu kamar Victoria

“ya! Aku ada di dalam” teriak Victoria

“appa boleh masuk?”

“boleh silakan”

 

 

“kamu kenapa, Victoria?” tanya appa Song masuk dan duduk di samping Victoria

“appa, aku punya satu permintaan” ucap Victoria

“permintaan apa? Apa akan selalu menyanggupinya”

“appa, aku punya teman dia sangat membutuhkan investor untuk menjalankan proyeknya, apa appa mau menjadi investor untuk teman aku?”

“proyek apa? Apa tidak bisa sembarangan untuk berinvestasi dengan sembarang proyek maupun orangnya, karena itu sangat beresiko”

“hah, sudah aku duga” ucap Victoria sambil menundukkan kepalanya

“memang teman kamu mempunyai proyek apa?”

“proyek mengenai dunia pendidikan”

“mwo??? Pendidikan, kalau mengenai pendidikan appa bersedia untuk berinvestasi dengan teman kamu itu”

“mwo??? Appa serius?” tanya Victoria kaget

“ya! Appa sangat serius, tapi appa juga punya permintaan”

“permintaan? Permintaan apa?”

“kamu bersedia di jodohkan dengan anak teman kerja appa yah”

“hah” Victoria mendengus, “sudah aku tebak, akan aku pikirkan nanti” lanjutnya

“baik, appa juga akan pikir-pikir lagi untuk berinvestasi dengan teman kamu” ancam appa Song

“appa” rengek Victoria, appa Song hanya menggelengkan kepalanya, “ok, baik! Aku akan turuti permintaan appa, mengenai permintaan itu!” ucap Victoria

“nah gitu dong, appa senang mendengarnya, baik appa akan segera urus mengenai semua hal yang di perlukan untuk berinvestasi dengan temanmu, eh tapi ngomong-ngomong siapa nama teman mu?” tanya appa Song

“Nichkhun, appa” ucap Victoria dengan lesu

“ne, nanti biar sekretaris appa yang akan urus, kamu tenang yah, appa juga akan buat janji dengan teman appa mengenai perjodohan ini”

“secepat ini?” tanya Victoria kaget

“ya! Memang kenapa? Kalau di tunda-tunda nanti tidak baik” jawab Appa Song yang di susul dengan langkah kakinya keluar dari kamar Victoria.

 

 

Di luar kamar Victoria, appa Song menghubungi sekretarisnya untuk segera melakukan investasi dengan teman Victoria

 

 

Kembali ke kamar Victoria, dia hanya bisa meratapi nasibnya yang akan segera di jodohkan oleh appanya itu

“Victoria, ini tidak apa-apa, toh perjodohan bukanlah hal yang buruk, kalau melakukan suatu hal yang baik jangan setengah-setengah, jangan menyesali ini Victoria” ucap Victoria berusaha menyemangati diri sendiri

 

Victoria lalu mengambil ponselnya yang ada di ranselnya itu, dia lalu memilih salah satu nomor yang ada di daftar kontak ponselnya itu

 

“Yeoboseyo” ucap seseorang di seberang sana

“oppa, aku ingin bertemu” ucap Victoria lalu langsung menutup sambungan teleponnya

 

 

*Kembali ke luar kamar Victoria

“sekretaris Yang Yeosob, segera telepon ke sodara Nichkhun untuk mengabarkan dia bahwa kita mau berinvestasi dengan dia” ucap appa Song dari ponsel

“baik sajangnim” jawab Yeosob

 

lalu Yeosob mencari kontak Nichkhun dari koneksinya, setelah ketemu dia lalu menghubungi Nichkhun

 

“yeoboseyo” sapa Nichkhun

“ya! Apa ini saudara Nichkhun?” tanya seseorang di seberang sana

“ya! Benar, ini siapa?” tanya Nichkhun

“aku mau menjadi investor untuk rencana kamu” ucap orang tersebut

“mwo????………….” ucap Nichkhun kaget

“ya! Untuk lebih lanjutnya besok kamu bisa datang ke kantor kami”

“baik besok aku akan kesana” ucaap Nichkhun senang

 

*******************

 

Victoria sedang menunggu seseorang di salah satu sudut di culture square in Yeouido park

“Victoria?” sapa seorang namja

“ah oppa sudah datang?”

“ne! Ada apa kamu memanggil oppa, dan kenapa kamu baru menghubungi oppa, oppa khawatir dengan keadaan kamu” ucap Myeongsoo

“oppa ingat tempat ini?” tanya Victoria

“ya! Aku ingat dengan tempat ini, disini kita pernah menyanyi bersama, sampai-sampai kita di anggap sebagai pengamen jalanan, bukan seperti itu?” ucap Myeongsoo

Victoria tertawa kecil, “ternyata oppa masih ingat itu semua, aku juga masih mengingatnya” ucap Victoria, “oppa, apa kita bisa melakukannya lagi untuk terakhir kalinya?” lanjutnya

“untuk terakhir kalinya? Maksudnya apa?” tanya Myeongsoo

“ya! Karena sebentar lagi aku akan terkurung dalam penjara”

“terkurung dalam penjara? Apa kamu melakukan tindak kriminal sampai kamu di penjara?” tanya Myeongsoo

“bukan penjara itu, penjara yang aku maksud adalah aku akan terkurung di bawah perintah appa, jadi aku tidak bisa leluasa lagi” jelas Victoria

“Victoria, yang tabah yah, ok ayo kita lakukan hal itu lagi” ucap Myeongsoo berusaha menghibur Victoria, lalu mereka melakukan hal yang sama seperti dulu.

 

***************

 

*Ke esokan harinya di BN company

 

“sekretaris Jung bisa keruangan saya sebentar?” tanya Nichkhun via telepon

“bisa, baik saya akan ke ruangan sajangnim” ucap Yong Hwa

 

 

“ada apa sajangnim?” tanya Yong Hwa yang sudah masuk kedalam ruangan Nichkhun

“apa jadwal ku sekarang?” tanya Nichkhun

“hari ini hanya untuk menghadiri rapat pukul empat sore nanti”

“rapat jam empat sore nanti? Rapat apa?” tanya Nichkhun

“rapat untuk membahas kelangsungan proyek sajangnim?”

“mwo? Bukannya masih tersisa 3 hari lagi, kenapa di percepat?” tanya Nichkhun kaget

“ma’af sajangnim, saya baru bisa melaporkan ini sekarang, karena kemarin-kemarin saya dalam situasi yang sulit”

“ya! Gwaenchana, aku mengerti” ucap Nichkhun, “oh iya, buatkan janji dengan presdir Song dari G-Core corparation, dia mau menjadi investor di proyek ini” lanjut Nichkhun

“jadi sajangnim sudah punya investor untuk proyek ini?” tanya Yong Hwa kaget

“ya! Itu kalau jadi, jadi cepat buat janji dengan beliau”

“baik sajangnim”

lalu Yong Hwa meninggalkan ruang kerja Nichkhun

“ternyata abeoji, melakukan ini untuk membuat aku menyerah, intimindasi yang sangat halus, tapi sayang abeoji, aku sudah mempunyai investor” gumam Nichkhun dalam hati

 

***************

 

“selamat pagi semuanya” sapa Suzy, kepada orang-orang yang ada di restoran

“kamu kenapa Suzy-ah tumben kamu ceria hari ini?” tanya Donghae

“emang aku tidak boleh seperti ini apa, Donghae oppa?” ucap Suzy sambil mencolek dagu Donghae lalu pergi menuju dapur

“kesambet setan apa dia, sampai-sampai kepribadian dia berubah 180 derajat” gumam Donghae

 

 

saat di dapur Suzy sedang mencuci piring, lalu Seohyun datang menghampiri Suzy

“Suzy-ah” ucap Seohyun mengagetkan Suzy

“ya! Ada apa eonni?” tanya Suzy

“tolong kamu bawakan ini yah” ucap Seohyun mengangkat rantang yang di pegangnya

Suzy menghela nafas sambil menunduk, “ok!!! Akan aku antar” ucap Suzy mengangkat kepalanya sambil tersenyum lebar, Seohyun kaget dibuatnya

 

***************

 

“selamat pagi semuanya, annyeong haseyo” ucap Myeongsoo kepada murid-muridnya

“ne, annyeong haseyo” ucap murid secara serentak

“bagaimana kabar kalian, masih semangat?”

“masih!!!!!” teriak murid secara serentak dan dengan semangatnya

“bagus, seongsaengnim suka, kalau kalian semangat untuk belajar”

“Seongsaeng Myeongsoo, kali ini kita belajar apa?” tanya salah satu murid

“sekarang kita belajar matematika, ok?”

“ok seongsaengnim” teriak murid secara semangat

Lalu Myeongsoo mulai menerangkan, menjelaskan, dan mengajari murid-muridnya tentang matematika

 

***************

 

Suzy berjalan menyusuri trotoar ke arah rumah Taecyeon, pelanggan yang selalu meminta makanannya di antar menuju rumahnya, saat beberapa meter menuju depan pintu gerbang rumah Taecyeon, Suzy melihat suatu hal yang tidak dia duga, dia melihat Taecyeon sedang berolah raga bertelanjang dada dan sedang melakukan pull up (angkat badan), seketika itu pula Suzy menghentikan langkahnya menuju rumah Taecyeon, dia menggigit jari tangan kanannya, seraya menahan detak jantung yang semakin berdetak tidak karuan itu

 

“wae Suzy, ada apa dengan kamu, perasaan apa ini sebenarnya?” gumam Suzy dalam hati

Taecyeon yang sedang pull up tanpa sengaja melihat Suzy berdiri kaku di depan pintu gerbang, Taecyeon yang melihatnya menghentikan pull up’nya dan menghampiri Suzy, Suzy yang tahu kalau Taecyeon berjalan menuju dirinya itu membalikkan badannya

 

“Suzy-ah ada apa kamu kemari?” tanya Taecyeon, Suzy yang mendengarnya langsung lari, tapi belum jauh dia lari, Suzy kembali lagi ke halaman rumah Taecyeon

“nih pesanannya mana uangnya!?” ucap Suzy menyodorkan bungkus pesanan Taecyeon sambil membungkuk, Taecyeon mengambilnya

“kamu kenapa Suzy-ah?” tanya Taecyeon menunduk berusaha melihat wajah Suzy, tetapi Suzy langsung memalingkan mukanya

“cepat mana uangnya, aku tidak punya banyak waktu!” ucap Suzy meneladahkan tangannya seraya meminta uang pembayaran dan masih menunduk

“hah” gumam Taecyeon, dia lalu mengambil uang di sakunya dan memberikannya ke Suzy

“nah gitu dong dari tadi” ucap Suzy yang langsung lari cepat eminggalkan Taecyeon yang masih kebingungan

“ada apa dia, kenapa seperti itu, aneh?” gumam Taecyeon lalu dia masuk kedalam rumah

 

Di jalan Suzy masih memegang dadanya, dia masih belum bisa mengatur detak jantungnya

“ada apa kamu Suzy, kenapa kamu seperti ini? Wae???” gerutu Suzy di tengah perjalanannya menuju restoran

 

***************

 

dok….dok….dok bunyi pintu ruang kerja Nichkhun di ketok oleh seseorang

“nuguseyo?” ucap Nichkhun dari dalam ruang kerjanya

“saya, sajangnim sekretaris Jung” ucap Yong Hwa

“oh sekretaris Jung, silakan masuk” ucap Nichkhun mempersilakan Yong Hwa masuk

 

 

“ada apa sekretaris Jung?” tanya Nichkhun

“saya sudah membuat janji dengan presdir Song” jawab Yong Hwa

“bagus, kapan kita bisa bertemu?” tanya Nichkhun

“sekarang sajangnim”

“sekarang?” tanya Nichkhun kaget

“ya! Mereka minta sekarang di cafe green house”

“ok, ayo kita kesana sekarang” ucap Nichkhun yang bangkit dari posisi duduknya

 

 

mereka berdua keluar dari ruang kerja Nichkhun secara tergesa-gesa, di saat mereka melalui lorong menuju lift, Gikwang yang sedang berjalan menuju ruangannya melihat Nichkhun dan Yong Hwa

 

“Sekretaris Jung ada apa?” tanya Gikwang kepada Yong Hwa menghentikan langkah Yong Hwa

“bukan urusanmu” ucap Yong Hwa sewot lalu menyusul Nichkhun

 

“isshhh, dasar sekretaris dan direkturnya sama saja, sama-sama aneh” gerutu Gikwang

“ada apa Sekretaris Lee?” tanya Leeteuk menghampiri Gikwang

“oh, aniya, tidak ada apa-apa” ucap Gikwang

“geotjimal, aku tau kamu, ada apa? Katakan!” ucap Leeteuk

“sebenarnya begini sajangnim, tadi aku melihat Nichkhun sajangnim dan sekretaris Jung keluar kantor dengan tergesa-gesa tetapi saat aku bertanya kepada sekretaris Jung, eh dianya malah nyeleweng” jelas Gikwang

“ohh, jangan lakukan itu lagi, urus saja pekerjaanmu, jangan urus urusan orang lain, ngomong-ngomong kamu sudah menyelesaikan tugas yang saya berikan?” tanya Leeteuk

“ohh iya, mianhaeyo sajangnim, akan saya kerjakan sekarang” ucap Gikwang lalu bergegas pergi menuju ruangannya

“ada apa sebenarnya yang terjadi pada Nichkhun?” tanya Leeteuk dalam hati

 

*********************

 

Donghae sedang membersihkan meja makan yang habis di gunakan oleh costumer, di saat dia melihat ke arah luar, di luar sana Donghae melihat Suzy sedang berjalan menuju restoran, dan saat Suzy sudah membukakan pintu restoran, Suzy menghentak-hentakan kakinya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu dia pergi menuju dapur dengan muka sayu(?)

 

“Suzy-ah” celetuk Donghae memanggil Suzy, tetapi sayang, Donghae hanya di cuekin oleh Suzy

“Seohyun-ah, dia kenapa?” tanya Donghae kepada Seohyun yang sedang berdiri di dekat bartander, lagi-lagi Donghae hanya mendapatkan kekecewaan saja, Seohyun menanggapi pertanyaan Donghae hanya dengan mengangkat kedua bahunya saja

“isshhh, bagus! Semua orang di restoran ini aneh-aneh semua” gerutu Donghae

 

***************

 

di Green House, Nichkhun dan Yong Hwa ternyata datang terlebih dahulu dari pada presdir Song, beberapa menit setelah kedatangan Nichkhun akhirnya presdir Song tiba

 

“maaf, aku terlambat” ucap Presdir Song

“oh, gwaenchanayo” balas Nichkhun lalu berdiri memberi hormat, “silakan duduk” ucap Nichkhun mempersilakan presdir Song untuk duduk

“ok, terima kasih, bagaimana apa sudah dibawa berkas-berkas yang harus di bawa?” tanya Presdir Song

“sudah, ini dia, sialkan presdir baca dahulu lalu tanda tangan di sini” ucap Nichkhun sambil menunjuk ke arah yang di maksud

“BN company? Jadi kamu dari BN company?” tanya Presdir Song kaget

“yah betul, memang ada apa?”

“ah tidak, presdir BN company adalah teman baik ku”

“presdir BN company? Maksud presdir, ayah saya?” tanya Nichkhun

“oh! Jadi kamu anak presdir BN company, wah tampannya” ucap Presdir Song memuji

“ah, presdir bisa saja”

 

lalu mereka mulai mendiskusikan hal-hal yang di perlukan atau yang akan terjadi pada proyek yang akan di lakukan

 

***************

 

Myeongsoo sudah selesai mengajar anak-anak yang tidak mampu untuk bersekolah, dia sekarang sedang duduk – duduk di culture square in Yeouido park, dia mengingat masa-masa dimana dia dan Victoria bermain di sana

 

“Victoria, apa kemarin pertemuan kita yang terakhir?” gumam Myeongsoo

“andai kamu tahu bagaimana yang aku rasakan Victoria” lanjutnya

 

***************

 

“selamat siang semuanya” sapa D.O

“oh, kalian sudah datang” ucap Seohyun

“ya! Kami mulai bekerja hari ini bukan?” tanya Chanyeol

“ah iya, ok kalau begitu kalian akan di berikan instrupsi oleh Donghae yah” ucap Seohyun yang lalu dia memanggil Donghae

 

“ada apa?” tanya Donghae menghampiri Seohyun

“ini, kamu berikan instrupsi mengenai apa saja tugas mereka, aku sedang lelah jadi kamu yang menjelaskannya” ucap Seohyun

“ohh, ok”

 

“baik jadi kalian pegawai baru, tugas kalian adalah membersihkan meja yang telah di gunakan oleh costemer……………………………………..” bla…..bla……..bla ucap Donghae menjelaskan mengenai tugas-tugas yang harus di kerjakan oleh D.O dan Chanyeol

“ok, bagaimana? Kalian paham?” ucap Donghae mengakhiri ceramahnya itu

“ya! Kami paham” ucap D.O dan Chanyeol serempak

“ok, kalau begitu letakkan barang-barang kalian di loker room” perintah Donghae, lalu dia melanjutkan pekerjaannya

 

D.O dan Chanyeol berjalan menuju loker room

 

“eh, D.O seumur-umur aku baru lihat ada namja secerewet dia” bisik Chanyeol

“uusssstt jangan asal bicara, dia itu sonbae kaita, kalau dia tahu dan marah kita bisa dalam situasi gawat” timpal D.O

“ya! Aku paham”

 

***************

 

IU sedang berjalan-jalan di salah satu pasar tradisional, di saat dia sedang melihat sekeliling, mata dia terhenti dan tertuju kepada seorang namja yang kelihatannya dia kenal, IU lalu menghampirinya

 

“buah….. Buah…. Ayo buahnya yang segar buah……. Buah” teriak Kyuhyun sedang berusaha menarik perhatian para pembeli

“kamu?” ucap IU sambil menunjuk kearah Kyuhyuh yang sedang berteriak

“ya! Kamu mau beli buah apa?” tanya Kyuhyun

“aku tidak mau membeli buah, kamu bukannya namja yang waktu itu di stasiun kan?” tanya IU

“stasiun?” Kyuhyun bingung

“ya! Yang waktu itu aku mau tanya tapi kamu malah menyuruh aku bertanya kepada orang lain, iyakan?” jelas IU

“ah iya aku ingat, ada apa yah?” tanya Kyuhyun

“enggak, jadi kamu bekerja sebagai tukang buah?” tanya IU

“ah, kamu tunggu di pinggir pasar yah, jangan mengobrol di sini, nanti aku akan menyusul” ucap Kyuhyun

“oh, ok, baik sampai bertemu di sana” ucap IU lalu pergi ke tempat yang di maksud Kyuhyun

 

***************

 

Victoria sedang duduk-duduk di meja dapur, dia kelihatan sangat tidak bersemangat

 

“hah, jadi ini rasanya di kurung? Menyedihkan sekali” gumam Victoria

“begitu membosankan, apa ini yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak berkuasa? Dunia ini memang kejam” lanjutnya

 

***************

 

IU sedang menunggu Kyuhyun di pinggiran pasar

 

“sudah lama yah menunggunya?” tanya Kyuhyun

“ah, kamu sudah datang, enggak kok”

“nih, di minum” ucap Kyuhyun sambil menyodorkan sebotol air mineral

“ya! Gomawo” ucap IU menerima air mineral itu

 

“ada apa?”

“emm, enggak ada apa-apa”

“mwo? Lalu ada apa kamu mencari aku?” tanya Kyuhyun

“ohh, itu aku kan cuman mau tanya aja”

“ha!!!!!!!” ucap Kyuhyun kebingungan, “ah dari pada kita di sini lebih baik kita makan yuk” lanjut Kyuhyun

“ah tidak usah, aku sudah harus pulang, sudah mau sore” ucap IU berdiri dari duduknya

“ah, ok gwaenchana” ucap Kyuhyun

“gomawo yah, atas air minumnya? Dah” ucap IU lalu pergi meninggalkan Kyuhyuh sendirian

 

***************

 

jam sudah menunjukan pukul empat sore, itu tandanya rapat dimulai, Nichkhun sudah memulai melakukan presentasinya, semua orang yang menghadiri rapat itu takjub dengan keterampilan Nichkhu dalam mempresentasikan tugas kerjanya, apalagi di tambah dia telah berhasil mendapatkan investor untuk proyek tebarunya, itu semakin menambah rasa kagum dari semua staff yang menghadiri rapat tersebut

 

jam sudah menunjukan pukul 6:30 itu berarti sudah 2 setengah jam rapat berlangsung, rapat akhirnya selesai, semua staff membereskan berkas-berkas yang ada di hadapan mereka lalu satu per satu mereka meninggalkan ruang rapat

 

“abeoji, ah maksud saya presdir bisa kita bicara sebentar?” tanya Nichkhun kepada ayahnya

“bisa, di ruangan aku saja, jangan di sini” balas presdir

“baik presdir” ucap Nichkhun disusul dengan Nichkhun menunduk kepalanya tanda Hormat

 

 

*di ruangan presdir

“ada apa?” tanya Presdir

“apa presdir….” ucapan Nichkhun di potong oleh presdir

“kalau di ruangan ku jangan panggil ayah dengan sebutan presdir panggil ayah dengan sebutan ayah saja”

“ya! Baik abeoji, abeoji! Apa abeoji kenal dengan presdir Song?” ucap Nichkhun

“presdir Song?” ucap abeoji sambil mencoba mengingat-ngingat nama Song, “ah iya abeoji kenal, memang ada apa?” tanya Abeoji

“presdir Song adalah investor di proyek aku kali ini”

“mwo? Jadi dia orangnya?” tanya abeoji kaget

“ya! Memang kenapa? Apa abeoji tidak suka? Kenapa abeoji selalu tidak setuju dengan semua ide-ide aku? Wae?” tanya Nichkhun

“bukan seperti itu, abeoji hanya kaget saja, abeoji sudah lama tidak saling menghubungi satu sama lain, abeoji tadak bermaksud untuk tidak menyetujui pendapat kamu, jangan salah paham” jelas abeoji

“aku sudah selesai, apa ada yang mau abeoji bicarakan? Kalau tidak aku permisi, mau melanjutkan pekerjaan aku”

“tidak, tidak ada hal yang mau abeoji bicarakan, tapi kenapa kamu tidak pulang? Ini sudah malam?” tanya abeoji

“aku harus lembur, untuk mencapai hasil yang memuaskan di proyek ku kali ini, permisi dan selamat malam” ucap Nichkkhu menunduk

 

***************

 

“yeah, akhirnya selesai juga pekerjaan kali ini, sampai jumpa lagi besok” ucap Suzy kepada Donghae, D.O, Chanyeol dan Seohyun, lalu dia

 

Suzy sedang berjalan di trotoar jalan menuju rumahnya

“hah, capeknya hari, paling enak kalau sudah sampai mandi pake air hangat ah, enaknya” ucap Suzy sambil membentangkan tangannya, tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang membekap mulut Suzy…..

 

 

To Be Continued……….

 

Ya!, kita jumpa lagi di Protect my girl Bagaimana chapter 9nya? Membingungkan yah? Semoga aja tidak, oh iya kalo masih ada typo mohon di maklumi yah, bikinya malem, jadi sambil nagntuk-ngantuk ria :) ,  berikan komentarnya yah, n see you next chapter, bye ^ ^

4 thoughts on “PROTECT MY GIRL chapter 9

  1. Chap 10 ditunggu…
    Wah part ni gx da yongseo yg berdua… *mikir.ykeyongseomulu*

    Ihhh jgn2 yg mau di jdhin ma vic itu khun lagi??? *sotoykumat*
    ahhh mending nunggu chap selnjt.y aja dr pda sotoy mulu… AUTHOR FAIGHTING

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s