[Freelance] You’re Not My Wife Part 3

You’re not my wife !!! Part 3

Author : Kang Je-Hoon

Cast : Kang-In, Lee Yeon-Ah

Other Cast : Hyun-Joo

Genre : Romantic, Family

Length : 4 Part

Rating : PG-15

 

Annyeong. Ini fanfiction pertamaku lho.. di baca ya. Aku mohon banget kasi masukan atau kritik. Aku butuh itu. Coz aku pingin bikin ff lg yang buaaannyyaakk.. buat Oppadeul…

Gomawo chinggu yaa…

 

 

Author POV

 

Young-Woon memakirkan mobilnya setelah melihat Yeon-Ah yang sedang duduk sendiri di taman. Ia keluar dengan perasaan kacau. Ia marah dengan perlakuan Yeon-Ah.

Young-Woon menghampiri Yeon-Ah. Dan Yeon-Ah langsung berdiri.

 

“Ya, sebenarnya ada apa kau menjemputku? Aku kan bisa pulang sendiri”

 

“Kau dari mana?” Tanya Young-Woon berusaha tenang. Young-Woon ingin tahu apa yang akan dikatakan Yeon-Ah.

 

“Ahh,, aku baru saja menemui seorang teman”

 

“Geurae? Teman siapa?”

 

“Ah,, kau tidak mengenalinya”

 

“Namja atau Yeoja ?”

 

“Ya,, kenapa kau jadi seperti ini? Sebenarnya kau kenapa?”

 

Hati Young-Woon sakit. Bagaimana bisa Yeon-Ah membohonginya seperti itu. Young-Woon menarik tubuh Yeon-Ah dan menciumnya. Tapi Yeon-Ah menolak dan terus meronta. Sedangkan Young-Woon terus memaksa. Young-Woon melakukan itu untuk meluapkan rasa marahnya pada Yeon-Ah. Hatinya sudah sangat tersakiti. Bagaimana jika orang yang kalian cintai berselingkuh dan membohongi kalian? Padahal statusnya sudah menjadi milik kalian. Bukankah kalian akan sangat marah?

 

 

 

Young-Woon POV

 

PLAK !!!

Yeon-Ah menampar pipiku. Dan ia langsung berjalan cepat menuju mobil. Aku hanya diam di tempat. Hatiku semakin terluka. Bagaimana bisa Yeon-Ah membalas ciuman Namja sialan itu. Tapi ia melakukan hal yang bertolak belakang denganku.

 

Aku melangkahkan kaki dengan tenang dan masuk ke mobil. Aku mengendara setenang mungkin. Yeon-Ah hanya diam dan terus memandang ke luar jendela. Aku memfokuskan diri pada kendaraan dan berusaha meredakan emosiku. Aku takut tidak bisa mengontrol diri dan berbuat kasar pada Yeon-Ah.

 

 

Kami telah sampai. Yeon-Ah langsung keluar dan masuk ke dalam. Aku hanya memandanginya dan mendesah keras. Aku memegangi dadaku. Terasa sakit di sini. Kenapa Yeoja itu selalu membuatku sakit. Dulu saat aku SMA, dia juga menyakitiku tanpa di sadarinya. Sekarang hal itu terjadi kembali. Dan aku yakin ia sama sekali tidak menyadari ada hati yang terluka karenanya.

 

Aku masuk ke dalam rumah dan mengganti pakaianku dan segera tidur. Sulit untuk tidur dalam keadaan begini. Aku menjelajahi dunia Internet untuk membuat mataku mengantuk. Membaca fanfiction dari fans dan membalas UFO mereka.

 

 

 

Aku bangun dengan lesu hari ini. Tak ada yang membuatku lebih bersemangat pagi ini. Aku bergegas mandi karena hari ini aku ada jadwal. Setelah itu aku turun dan hendak makan. di meja makan sudah ada makanan. Juga ada ponsel Yeon-Ah. Ponselnya berbunyi. Kurasa itu tanda ada pesan. Aku membukanya. Entah mengapa aku ingin melakukan ini. Yeon-Ah masih di kamarnya. Ia tidak akan mengetahuinya.

 

From = Hyun-Joo Oppa

Jhagi, kapan kita bertemu lagi? Bogoshipeoyo…

 

Mwo? Apa ini. Mataku memanas melihat tulisan ini. Aku meletakkan kembali ponsel itu dan langsung naik ke kamar Yeon-Ah. Aku buka pintunya. Ia sedang duduk di meja rias. Sepertinya ia baru mandi dan redang menyisir rambutnya.

 

Aku tidak mempersulikannya. Bahkan wajahnya yang kebingungan, aku tak peduli itu. Emosiku memuncak sekarang. aku menarik lengannya dan berjalan turun dengan cepat. Aku tak mempedulikan seberapa keras dan seringnya dia berteriak meminta dilepaskan.

 

Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi. Aku tahu Yeon-Ah panic sekali. Dia tambah berteriak padaku dan terkadang memukuliku. Aku tak peduli itu. Aku sudah tidak bisa bersabar lagi.

 

Mobilku masuk ke dalam rumah yang sangat mewah yang tak lain adalah rumah Yeon-Ah. Aku menariknya turun dari mobil. Dia terus bertanya mengapa aku membawanya ke sini. Aku menekan bel dan Yeon-Ah Eomma membukakan pintu. Dia terkejut melihat anaknya dalam keadaan kacau dan bingung pulang ke rumahnya.

 

“Annyeonghaseyo Eomoni.” Sapaku dengan sedikit membungkukan badan.

 

“Ne, tapi ini ada apa Young-Woon? Mengapa  kalian datang dengan keadaan seperti ini. Ah, ayo masuk.”

 

“Annio Eomoni. Aku hanya mengantar Yeon-Ah ke sini. Kurasa dia perlu merenungkan suatu hal. Semoga di sini dia bisa menyadari sesuatu. Mainhae karena aku bersikap tidak sopan. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana lagi pada Yeon-Ah. Mianhae Eomoni.”

 

Selesai mengatakan dan membungkuk lagi, aku membalikan badan hendak pergi. Tapi tangan Yeon-Ah menahan tanganku. Aku menoleh ke arahnya.

 

“Young-Woon ya, neo waegeurae? Jangan tinggalkan aku di sini. Jhebal. Aku mau pulang bersamamu”

 

Aku melepaskan tangannya dari tanganku dan berkata ketus “jangan pulang sebelum kau menyadari perbuatanmu”

 

Dengan langkah cepat aku masuk ke dalam mobil dan pergi dari situ.

 

 

 

Sudah 1 jam aku mengelilingi Seoul. Aku menghentikan mobilku di sisi jalan. Aku memukul stir mobil dengan keras dan berteriak. Aku sangat emosi sekarang ini. Apa yang harus kulakukan untuk menghentikan emosiku.

 

Teukie Hyung. Dia pasti bisa membantuku. Ketika aku akan menekan tombol 9 untuk panggilan cepat ke nomor Lee-Teuk Hyung. Ada telepon masuk. Dari Lee-Teuk Hyung. Kami benar-benar couple.

Bahkan Lee-Teuk Hyung sekarang lebih baik di banding dengan Yeon-Ah.

 

“Kang-In ya. Neo jigeum eodiya?”

 

“Ah, aku sedang di dekat sungai Han Hyung. Wae?”

 

“Ya!!! Kau lupa kalau hari ini kita akan pentas di Music Bank”

 

“Ah,, kau benar. Mengapa aku bisa lupa. Oke. Aku akan ke studio sekarang. tunggu aku Hyung ”

 

“Phalliii!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

 

 

Author POV

 

Yeon-Ah murung  di kamarnya. Ia memikirkan kenapa Young-Woon begitu marah.

“Dasar Namja menyebalkan.”

 

Eomma masuk ke dalam dan duduk di dekat Yeon-Ah.

 

“Yeon-Ah, sebenarnya ada masalah apa kau dan Young-Woon?”

 

“Molla Eomma. Dia tiba-tiba marah seperti itu”

 

“Itu tidak mungkin. Dia berkata agar kau merenungi perbuatanmu. Memangnya kau melakukan apa?”

 

“Aku tidak melakukan apa-apa Eomma. Geumanhae. Aku lelah ingin tidur”

 

Yeon-Ah menarik selimutnya dan tidur. Eomma keluar dari kamar Yeon-Ah, membiarkan anak satu-satunya yang manja itu tidur.

 

Saat Yeon-Ah bangun. Hari sudah petang. Ia keluar kamar untuk mengambil minum di bawah. Saat ia mau kembali ke kamar. Abojinya datang. Sepertinya ia pulang kerja. Saat Abojinya melihat Yeon-Ah. Yeon-Ah langsung membungkukan badan memberi hormat.

 

“Yeon-Ah, ikut ke kamar Aboji”

 

“Ne Aboji.”

 

Yeon-Ah pun mengikuti Abojinya.

Mereka bukan ke kamar Abojinya tapi ke ruang kerjanya. Aboji menunjukan beberapa foto yang membuat mata Yeon-Ah terbelalak. Fotonya dengan Hyun-Joo yang sedang berciuman di taman.

 

Yeon-Ah tidak bisa berbicara sedikitpun. Ia hanya memandangi fotonya itu. Ayah Yeon-Ah sudah pasti mengetahui jika ada hal seperti ini. Banyak sekali kenalannya di luar sana. Dan lagi nama Yeon-Ah tidak asing di telinga masyarakat Korea. Apalagi Young-Woon yang dikenal sebagai Kang-In Super Junior.

 

Berita ini sudah jatuh di tangan wartawan. Untung saja ayah Yeon-Ah merupakan orang yang punya kuasa. Ia bisa bernegosiasi dengan perusahaan yang mempekerjakan wartawan itu agar beritanya tidak tersebar.

 

Tapi tetap saja Yeon-Ah harus di beri pelajaran. Agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Aboji mengambil sebuah rotan yang ada di meja. Yeon-Ah sudah mengerti maksud ayahnya. Ia pernah mengalami ini beberapa kali.

Saat ia ketahuan berpacaran dengan Hyun-Joo Oppa. Yeon-Ah langsung berlutut dengan tangan di depan. Sehingga punggungnya yang kurus sudah siap untuk dipukul oleh rotan.

 

TAKK!!

Yeon-Ah bergerak sedikit karena kesakitan. Dia menutup matanya untuk menahan rasa sakit. Sungguh ini sakit sekali. Jika Aboji nya sudah marah. Pukulannya akan sangat keras. Yeon-Ah tidak tahu berapa banyak pukulan yang akan dijatuhkan padanya. Ia hanya pasrah dengan Abojinya.

 

“ini karena kau membuat Aboji malu”

 

TAKK!!

“Ini karena kau tidak setia”

 

TAKK!!

“Ini karena kau menyakiti Young-Woon”

 

TAKK!!

“Ini karena kau menyulitkan Young-Woon dengan berita ini.”

 

“Berdiri”

 

Yeon-Ah berdiri dengan punggung yang bungkuk. Sangat sakit. Ini pertama kalinya Aboji memukulnya dengan serius. Sangat perih rasanya. Sampau-sampai pundaknya sulit digerakkan. Ia tetap menunduk menahan rasa sakit dan tangisnya.

 

“apa kau akan mengulanginya? Kau sudah bersuami. Ingat itu Lee Yeon-Ah. Apa kau tidak memikirkan perasaan Young-Woon? apa ia tahu tentang ini?”

 

Yeon-Ah menggeleng pelan.

 

“Aboji akan mengatasi ini. Ini yang pertama dan terakhir kalinya. Kau mengerti?”

 

“Ne Aboji.”

 

“Kalau begitu sekarang pulanglah ke rumahmu. Minta maaflah pada Young-Woon.”

 

“Ne Aboji.”

 

Yeon-Ah keluar dari kamarnya. Eomma sudah menunggu di depan pintu. Yeon-Ah berjalan tertatih-tatih. Punggungnya sangat sakit. Eomma mengkhawatirkannya dan menyuruh agar Yeon-Ah menginap di sini semalam. Tapi Yeon-Ah menolak dan berkata kalau ia ingin pulang. Eomma menyuruh supir untuk mengantarkannya.

 

 

 

Young-Woon POV

 

Eomma lalu menelepon Young-Woon.

 

“Ne Eomoni?”

 

“Young-Woon-a. kau dimana sekarang?”

 

“Aku baru saja selesai tampil di Music Bank. Ada apa Eomoni?”

 

“Begini. Yeon-Ah Appa mengetahui masalah Yeon-Ah dengan sunbaenya. Yeon-Ah Appa sangat marah. Ia menghukum Yeon-Ah dan memukulnya dengan rotan”

 

“Ne? dipukul dengan rotan?”

 

“Ya, dan Yeon-Ah baru saja pulang ke rumah kalian. Tapi kau tenang saja. Yeon-Ah Appa sudah menangani semua. Kau tidak akan terkena gossip.”

 

“Ah, ne Eomoni”

 

“bisakah kau pulang sekarang? aku khawatir dengan Yeon-Ah.”

 

“Ah, ne. aku sudah akan pulang sekarang.”

 

“gomawo Young-Woon. Maafkan kelakuan putriku. Bersabarlah dengannya.”

 

“Ne Eomoni.”

 

Aku memutuskan telepon. Aku segera mengganti bajuku dan tanpa pamit pada Lee-Teuk Hyung. Aku meninggalkan studio. Padahal aku sudah berjanji akan makan malam bersama Lee-Teuk Hyung. Tapi ini jauh lebih penting. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi.

 

Aku masuk ke dalam rumah dan langsung menuju dapur untuk mengambil kotak p3k.

 

Aku melihat Yeon-Ah sedang meringkuk di tempat tidurnya. Aku mendekatinya dan menepuk pundaknya pelan. Ia menoleh ke arahku pelan. Bisa kulihat matanya menangis. Ia mengubah posisinya dan duduk. Saat ia akan bangkit, aku menahan tubuhnya. Membalikan tubuhnya sehingga ia memunggungiku sekarang.

 

Aku merobek pakaiannya. Hanya bagian belakang. Bagian kewanitaannya masih tertutup. Aku hanya melihat punggung yang mengerikan. Banyak besitan merah dan sedikit berdarah.

 

Yeon-Ah hanya menunduk. Entah apa yang dia pikirkan tentangku. Aku tak peduli. Aku mengambil obat dan mulai mengolesi lukanya. Terkadang ia bergerak kesakitan. Aku sungguh tak tega melihat seorang Yeoja terluka seperti ini. Punggungnya yang kurus sangat memperihatinkan. Aku tahu ini sakit sekali. Semua sudah kuolesi. Besok pasti akan sembuh.

 

Aku mendengar isakan. Yeon-Ah menangis. Aku mengambil selimut dan membungkus tubuh Yeon-Ah dengan selimut itu lalu memeluknya pelan. Aku mengelus kepalanya dan berkata “Mianhae”

 

Aku merasa bersalah karena sudah mengantarnya ke rumahnya. Tapi aku tak tahu akhirnya akan jadi seperti ini. Dia terus menangis. Hatiku sakit. Melihat Yeoja yang kucintai terluka dan menangis. Ini lebih menyakitkan dibanding dengan melihatnya berciuman dengan Namja lain.

 

Aku melepaskan pelukanku dan berkata “Berganti pakaian dan beristirahatlah”

Lalu aku keluar dari kamar Yeon-Ah. Aku mengganti pakaianku menjadi pajama.

 

Aku duduk di sofa tengah. Aku menyandarkan tubuhku pada sofa dan memejamkan mataku. Memikirkan apa yang terjadi hari ini. Banyak sekali yang terjadi.

Tiba-tiba terasa seseorang menduduki sofa di sebelahku. Aku membuka mata dan menoleh.

 

“Yeon-Ah, kenapa keluar? Apa ada yang masih sakit?”

 

“Anni.. Young-Woon ssi. Mianhae…”

Aku menghela nafas pelan. Ku kira dia sangat sakit. Aku tersnyum lemah padanya.

 

“Maaf soal apa?”

 

“Hyun-Joo Oppa”

 

“Ah, gwaenjhana” kataku sambil mengelsus kepalanya dengan lembut

 

“Masuklah dan tidur”

 

“Ne” lalu Yeon-Ah kembali ke kamar dengan lemah lunglai

 

Aku menatapnya sampai tubuhnya menghilang terhalang pintu. Pandanganku tidak bisa lepas dari situ. Tanpa terasa air mataku terjatuh. Aku menangis. Kenapa aku menangis? Aku tipe orang yang jarang menangis. Tidak seperti Lee-Teuk Hyung. Dadaku terasa sakit. Sungguh rasanya aku ingin marah pada Yeon-Ah. Aku ingin membentaknya dan menjelaskan betapa ia telah menyakitiku. Tapi aku tak bisa. Melihatnya terluka seperti ini saja sudah membuatku sangat sakit. Apa aku terlalu mencintainya? Tapi mengapa aku mencintai Yeoja yang tidak mencintaiku? Aku menghela nafas dengan keras.

Aku berdiri dan kembali ke kamarku untuk mengakhiri hari yang sangat melelahkan hati ini.

 

 

 

 

 

 

Young-Woon POV

 

Sudah 3 hari berlalu. Kegiatanku cukup padat tapi aku masih menyempatkan diri untuk merawat Yeon-Ah. Bukan hanya sakit karena rotan yang mendarat di punggungnya yang kurus. Tapi aku yakin ia sedih karena ayahnya cukup kejam. Aku tahu Yeon-Ah. Dia sangat polos. Dan belum dewasa. Hatinya akan mudah terluka.

 

3 hari ini ia tidak masak. Aku yang memasak untuk makan malam dan pagi. Dia hanya keluar untuk makan dan kembali beristirahat di kamar. Aku khawatir dengan keadaannya.

Malam ini aku tidak bisa makan malam di rumah. Jadi aku coba menghubungi Yeon-Ah agar ia bisa makan dahulu. Tidak menungguku.

 

Sekarang pukul 23.00. aku pulang dengan keadaan lelah. Seperti biasa, kegiatan Super Junior sangat menguras tenaga. Tapi aku harus tetap professional.

Aku mengganti pakaianku menjadi pajama. Aku menuju dapur dan melihat makanan Yeon-Ah sudah habis. aku ingin melihat wajahnya. Aku merindukannya.

 

Aku berjalan menuju kamarnya dan masuk. Aku melihat wajahnya yang tenang sedang tidur. Tanpa terasa bibirku membentuk lengkungan senyum. Dia cantik. Bahkan saat tidur. Aku beruntung memiliki istri seperti dia. Aku mengusap wajahnya. Aku merasa lega. Dia sudah tidak pucat. Kurasa dia sudah sehat. Hanya saja mungkin ia masih malas untuk beraktivitas. Memang anak manja. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan istri yang manja.

 

“Oppa ”

 

Aku mendengar suara itu. Yeon-Ah yang mengucapkan itu. Apa? Ternyata ia dalam mimpi memanggilku Oppa. Mungkin selama ini ia malu memanggilku seperti itu. Aku cukup tersinggung saat ia memanggilku Young-Woon ssi. Bukankah aku suaminya? Harusnya ia memanggil Yeobo.

 

“Hyun-Joo Oppa”

 

Yeon-Ah mengucapkan itu. Apa ini? Jadi yang ia panggil Oppa itu bukan aku? Mataku memanas. Bahkan dalam mimpi ia masih memikirkan Namja sialan itu. Bagaimana dengan aku? Aku yang ada di sampingnya setiap hari? Yang merawatnya ketika sakit. Dan bahkan aku ini suaminya. Keterlaluan.

 

Yeon-Ah membuka matanya. Ia heran melihat ekspresiku sekarang. aku benar-benar marah padanya. Dia benar-benar keterlaluan.

 

“Ya!! Young-Woon ssi. Apa yang kau lakukan di sini?”

 

Dia bertanya dengan nada yang sangat tidak mengenakan. Seolah aku adalah musuh dan penjahat.

 

“mwo?”Kataku heran.

 

“Apa yang akan kau lakukan di kamarku malam-malam begini” Yeon-Ah berkata sambil menutupi dadanya.

 

Oh Tuhanku. Apa yang ia pikirkan? Mengapa ia bisa berpikiran buruk tentang aku? Emosiku benar-benar memuncak sekarang. ia membuatku ingin melakukan hal yang sebelumnya tidak kuinginkan. Aku tak peduli jika ini menyakitinya. Tanpa sadar ia yang membuatku seperti ini.

 

“Memangnya kenapa? Bukankah aku ini suamimu? Aku berhak melakukan apapun terhadapmu”

 

Kataku dengan suara keras yang berhasil membuat Yeon-Ah takut dan mundur menjauh. Aku semakin mendekat. Aku sudah sabar selama ini untuk menahan emosiku.

Tapi kali ini aku gagal melakukannya. Aku sangat marah sekarang. kau akan tahu bagaimana jika Kang-In marah. Itu sangat mengerikan.

 

Aku mendekati dan mendekap tubuhnya di tempat tidur. Dia terus meronta dan berteriak. Semakin dia seperti itu. Itu semakin membangkitkan emosiku. Apa-apaan. Aku ini suaminya. Apa aku kurang baik terhadapnya? Aku terus memaksanya dan bahkan menciumnya dengan paksa. Dia terus meronta dengan tenaganya yang tak terasa sama sekali olehku.

 

“Arrgghh” pekikku. Leherku sakit. Tiba-tiba aku melihat ada tetesan darah di tanganku.

 

Ia mencakarku. Keterlaluan. Aku bangkit dari tempat tidur meninggalkan Yeon-Ah yang ketakutan. Aku keluar dengan berteriak sangat keras “Arrrggghhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Fuck!!!!!!!!!!!!!!!!” aku juga membanting pintu dengan sangat keras. Entah apa yang di pikirkan oleh Yeon-Ah. I don’t care !!!!! Napeun Yeoja !!!!!!!

 

 

 

TBC…

 

Semoga ga lama lagi ada chapter selanjutnya. Aku sudah menyelesaikan semua ini. Jadi tinggal posting. Oww iya. Kunjungi blog aku ya. @ kangjehoonhearts.blogspot.com

Gomawo.. ^^ di tunggu commentnya…

 

9 thoughts on “[Freelance] You’re Not My Wife Part 3

  1. yeon ah y gitu sih,,,, jaht bgt dia ma youbg woon padahal young woob y dah sabar gt ngak nyalahin dia selingkuh tapi yeon ah y tetep ja ngak sadar setelah ada beria tu n ada hukuman dari appa y sendiri n man young woon y masi mau ngurusin tapi yeon ah y tetep ja…… ngaksalah klo youbg woob lepas kendali dia udah sakit hati bgt secara ngak langsung….
    maaf ya kebawa suasana jd sebel ma yeon ah….
    q baca part sblm y di blog sebelah jd disini nerusin….

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s