[FICLET] – NO SCENARIO

NO SCENARIO

[Ficlet Story]

Author by Icha @angelofcha

Genre : Romance

Rating : G

Park Jungsoo [Super Junior]

Park Hyeorin [OC]

Disclaim : FF ini adalah milik saya seorang >< dan terbukti keasliannya dan ke originalannya dari pemikiran saya langsung, FF ini juga ada di blog saya sendiri http://elfplaygirlz.wordpress.com. Jadi mohon semohon mohonnya (?) jangan plagiat FF ku ini ya >< Super Junior KRY milik saya seorang.  #abaikan.

NB : dibuat karena author galau TT

 

 

Hyeorin menatap layar laptop yang ada dihadapannya dengan wajah tegang, matanya membulat dan seketika itu juga wajahnya merah padam. Bahunya sedikit bergetar, entah menahan amarah atau menahan tangis.

Tak sanggup berlama – lama, ia segera mem-pause sesuatu yang sedang di tontonnya.

“Hyaaaaaa!!!! Oppa!!!!!!” jeritnya kesal, perasaannya campur aduk antara marah, cemburu, sedih, dan lain sebagainya. Bagaimana tidak, saat ini yang sedang ia tonton adalah adegan kissing WGM antara suami sah-nya Park Jungsoo dengan Kang Sora.

Jungsoo yang tengah menikmati acara mandi sorenya itupun tersentak kaget saat mendengar jeritan sang istri, ia buru – buru mematikan shower, memakai boxernya, lalu melilitkan handuk di lehernya, detik berikutnya ia lari tunggang langgang menuju kamar mereka.

Hyeorin menggeser bangku yang ia duduki dengan kasar, ia berdiri dan langsung berbalik. ‘DUG!’ “Aaaah…” keluh Hyeorin seraya memegangi hidungnya yang terbentur sesuatu yang keras. Wangi maskulin langsung menyeruak merasuki indra penciuman yeoja bertubuh mungil itu.

“Wae chagiya? Kau kenapa?” Tanya Jungsoo panik yang disambut oleh tatapan sebal dari Hyeorin. Walaupun beberapa saat sebelumnya Hyeorin sempat terpana dengan pemandangan indah dihadapannya.

Jungsoo masih tidak mengerti situasi yang dialaminya, namun ekor matanya melirik kearah laptop yang masih  menyala. Sang angel without wings itu tersenyum lembut, ia lalu mengusap kepala Hyeorin dengan saying.

“Kau cemburu chagi?” Tanya Jungsoo masih dengan mengeluarkan senjata andalannya, senyuman dimplenya. Senyuman yang mampu meluluhkan hati seorang Lee Hyeorin yang kini telah berubah marga menjadi Park Hyeorin.

“Kau menyebalkan oppa, itu terlihat sangat natural. Oppa menikmatinya eoh?” tuding Hyeorin sambil berkali – kali mengusap air matanya yang tak henti – hentinya menetes, membuat mata dan hidungnya memerah dan sembab.

Jungsoo menarik Hyeorin kedalam dekapannya, tak lupa ia mengecup pucuk kepala istrinya dengan lembut. Wangi maskulin itu kembali merasuki indra penciuman Hyeorin yang kini telah bercampur dengan aroma tubuh khas dari seorang leader Super Junior itu. Aroma tubuh yang sangat Hyeorin suka, yang memberikan ketenangan dan kenyamanan tersendiri baginya.

“Tahukah kau chagi, itu semua ku lakukan atas dasar tuntutan scenario dan juga pengarah gaya.” Katanya dengan suara yang tenang. Jungsoo lalu memegang kedua bahu Hyeorin dan sedikit mendorongnya hingga kini mereka saling bertatapan. Jungsoo menatap jauh kedalam manik mata hazel milik Hyeorin, mengungkapkan segala perasaan cinta yang ia miliki walau tanpa kata – kata.

Bibir hangat Park Jungsoo pun menyatu dengan bibir mungil Hyeorin, melumatnya dengan lembut dan hati – hati,  ada perasaan sayang dan cinta yang lagi – lagi disalurkan olehnya. Hingga membuat Hyeorin terlena dan tanpa disadari yeoja itu mulai menutup matanya perlahan, menikmati ciuman lembut penuh kasih sayang dari suami tercintanya.

“Untuk yang itu, ku lakukan dengan tulus dan ikhlas..tanpa ada scenario atau pengarah gaya.” Ujar Jungsoo setelah melepas ciumannya.

“Seperti rasa cintaku padamu, chagiya. Tulus, ikhlas, dan tanpa scenario atau pengarah gaya yang mengontrolku. Semuanya ku control sendiri dari sini.” Ucapnya dengan wajah serius, ia meletakkan telapak tangan kanan Hyeorin di dadanya hingga Hyeorin dapat merasakan debaran jantung Jungsoo.

Hyeorin tersenyum, hilang sudah semua rasa amarah dan cemburu yang sempat menguasai dirinya tadi. Ia semakin percaya dan yakin bahwa Jungsoo hanyalah mencintainya seorang. “Jantung ini..tetaplah berdetak untukku.” Pinta Hyeorin lirih, dengan gerakan pelan ia mengusap – usap dada bidang nan kekar milik namja yang paling ia cintai seumur hidupnya.

Hyeorin merasakan sentuhan lembut di bibirnya, ibu jari Jungsoo mengelusnya beberapa kali. “Selama bibir ini terus mengukirkan senyuman untukku, chagi. Aku pastikan jantung ini selalu berdetak untukmu.”

“Saranghae…”

“Deo dangsineul sarang.”

[END]

15 thoughts on “[FICLET] – NO SCENARIO

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s