[HunRa Story] Twitter?

Tittle : Twitter?

Author : Riri

Main Cast :

Oh Sehun (EXO-K)

Cho Hyunra (OC)

Other Cast :

Other EXO Member

Kim Hayeon (OC)

Kwon Yura (OC)

Genre : Romance, Comedy (maybe?)

Rating : G

Length : Onehoot, drabble

Disclaimer : This story is my own mind. Cast belong’s god. Plagiator Not allowed !!

Please read Cho Hyunra’s Profile

Monday, 16th September 2012

Hayeon-ah, kalian datang ke dorm EXO sekarang dan jangan lupa membawa banyak makanan,” ucap seorang pria dalam telepon.

“Makanan lagi? Apa kalian kekurangan makanan ya? Artis macam apa kalian yang selalu minta dibawakan makanan?” timpal seorang gadis yang duduk di sebelah Hayeon –gadis yang sedang memegang telefon- Hayeon duduk di tengah-tengah antara gadis yang tadi berbicara –Hyunra- dan seorang gadis lainnya –Yura-. Yura menyuruh Hayeon untuk meloudspeaker telefon.

Ada Hyunra di sana?” tanya pria itu –Baekhyun-.

“Tentu saja aku ada,” jawab Hyunra.

Dasar iblis,” gerutu Baekhyun. Sementara Hyunra hanya tersenyum senang, sifatnya memang evil seperti Oppanya –Cho Kyuhyun-.

“Sudahlah, nanti kami bawakan makanan,” Hayeon segera memotong sebelum percakapan Baekhyun dan Hyunra malah lebih panjang dan berakhir dengan perdebatan.

“Kalau perlu kami bawakan makanan untuk satu tahun,” timpal Yura.

***

Salah seorang dari tiga gadis yang berdiri di depan sebuah pintu apartemen itu memasukkan kode untuk membuka pintu. Kemudian terdengar pintu terbuka saat kode sudah dimasukkan. Ketiga gadis itu pun memasuki apartemen itu, mereka –Hyunra, Hayeon dan Yura- melepas sepatu yang mereka pakai. Beberapa orang yang ada di ruang tamu –Baekhyun, D.O, Suho dan Kai- itu menoleh. Mereka bertiga berada di dorm EXO-K.

“Hai Baekhyun Oppa, Kai Oppaappaeomma,” sapa Hyunra. Ia, Hayeon, Yura dan member EXO-K lainnya sering memanggil Suho dengan sebutan appa dan D.O dengan sebutan eomma. Terkadang Suho dan D.O marah, tapi akhirnya mereka hanya bisa pasrah.

“Tidak ada latihan?” tanya Yura.

“Tidak, makanya kami menyuruh kalian datang dan membawa makanan,” jawab Suho.

“Memangnya tidak ada yang memasak ya?” Hayeon menaruh kantung besar yang berisi makanan kecil, sementara Yura dan Hyunra menaruh kantung berisi makanan untuk makan siang di meja makan.

“Pagi tadi aku memasak, tapi sudah habis,” D.O pergi ke ruang makan untuk membantu Hyunra dan Yura untuk membantu menyimpan makanan yang mereka bawa ke piring.

“Tapi kalian menganggu tidurku,” gerutu Hayeon dengan suara keras sambil duduk di sofa ruang tengah sebelah Sehun.

“Kau harus belajar untuk tidak tidur seharian di hari libur Hyunnie,” ucap Sehun, “Kau sudah seperti sleeping princess saja.”

“Memangnya kenapa Oppa?” tanya Hyunra dengan wajah innocentnya pada Sehun yang notabenenya adalah kekasihnya sendiri, “Sleeping princess sepertinya tidak buruk.”

“Itu kebiasaan buruk.”

“Terserahku,” Hyunra mengedikkan bahunya acuh dan mengeluarkan Ipad dari tasnya.

“Kau mau apa?” Sehun memperhatikan Hyunra yang sedang menghidupkan Ipadnya.

“Mau memakan Ipad ini,” ucahp Hyunra asal.

“Kau seperti kekurangan makanan,” ejek Sehun.

Hyunra membuka aplikasi twitter dan log in pada akun twitternya. Sehun hanya memperhatikan Hyunra, lagi-lagi twitter. Itu yang ada di pikiran Sehun sekarang, Sehun hanya mendengus kesal. Jika sudah dengan twitter, Hyunra tak akan mau melakukan hal lain. Bahkan ia sering mengacuhkan pembicaraan Sehun.

“Twitter lagi.”

“Memangnya kenapa?” balas Hyunra tanpa mengalihkan pandangannya.

“Tidak bosan ya?”

“Bosan?” Hyunra memutar kedua bola matanya, “Lebih bosan memandangi seorang maknae EXO-K seharian.”

“YA!” pekik Sehun membuat member lain dan Hayeon yang ada di ruang tamu, D.O dan Yura yang ada di ruang makan dan Chanyeol yang baru saja keluar dari kamat mandi hanya menggeleng melihat kelakuan sifat keduanya yang sangat childish.

***

“Ayo makan,” ajak Suho.

Mereka semua pun menuju ruang makan, di sana sudah ada D.O, Yura dan Chanyeol yang sedang duduk manis di kursi. Perut mereka semua sudah lapar, kemudian mereka duduk di kursi. Hyunra duduk di sebelah Yura dan Sehun duduk di hadapannya. Mereka semua makan dalam diam, sampai akhirnya Chanyeol membuka suara.

“Yang makan paling lambat, harus mencuci piring,” Chanyeol menyuapkan makanannya, piringnya sudah bersing.

Hyunra memandang semua piring yang ada di sana, “Sialan,” rutuknya pelan. Ia sedari tadi makan sambil memainkan makanannya, membuat makanannya masih banyak. Semua piring sudah hampir kosong, hanya tinggal miliknya dan Sehun yang masih tersisa banyak.

1 menit kemudian semuanya sudah selesai makan kecuali Sehun dan Hyunra, “Kalian kena,” Chanyeol tertawa senang. Akhirnya ia bisa balas menjahili Hyunra yang biasanya selalu menjahilinya.

Hyunra langsung menaruh sendoknya kesal, “Tch.”

Semua yang ada di sana kecuali Sehun dan Hyunra tertawa senang, ide Chanyeol memang sangat bagus. Awalnya mereka tak tahu apa tujuan Chanyeol, tapi sekarang mereka mengerti. Kelakuan Sehun dan Hyunra sangat childish dan mereka seperti bukan kekasih. Mereka lebih sering bertengkar atau berdebat dan mereka jarang melakukan skinship.

Skinship mereka hanya pegangan tangan dan merangkul. Memang sih, awal hubungan mereka dari hanya dari sebuah permainan. Selain Sehun, Baekhyun dan Kai juga sudah memiliki kekasih. Tak lain adalah Hayeon dan Yura, Baekhyun dengan Hayeon dan Kai dengan Yura. Dibanding yang lain, mereka yang paling childish. Mungkin juga karena umur.

Sehun segera menyelesaikan makannya, sementara Hyunra tak menghabiskan makannya. Ia hanya memandang sebal piring makanannya itu. Hyunra segera berdiri dan menumpuk piring-piring kotor, Sehun berdiri dan ikut membereskan piring kotor di meja itu. Sementara yang lainnya hanya menonton saja.

Hyunra mengangkat piring-piring kotor itu, “Biar aku saja,” ucap Sehun. Semua yang ada di sana memandang Sehun, saat romantis yang sangat jarang terjadi.

“Aku,” Hyunra pun menepis tangan Sehun.

“Aku saja,” Sehun bersiap-siap mengangkat piring-piring.

“Sudah kubilang aku,” saat romantis yang tadi dipikirkan member EXO-K, Hayeon dan Yura tadi hilang sudah. Mereka mulai bertengkar lagi.

“Aku,” Hyunra pun melotot.

“Lebih baik kalian bagi dua saja,” usul Suho, ia pusing mendengarkan  perdebatan mereka berdua (-_-).

“Itu ide yang bagus,” D.O ikut menyetujui.

“Ya sudah,” Sehun akhirnya menyetujui usul Suho, “Aku ambil ini dan kau yang itu.”

Hyunra memandang tumpukan piring kotor itu, “Aku jadi malas, Oppa saja yang membawanya,” Hyunra pun pergi begitu saja ke tempat cuci piring.

“Haissh…bukannya dari tadi saja,” gerutu Sehun, sementara yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya lagi.

Sehun pun menumpuk lagi piring yang tadi sudah ia bagi dua, kemudian mengangkatnya dan membawa ke tempat cuci piring. Sehun berjalan pelan, piring-piring itu banyak dan berat. Ia tak mau memecahkan satu piring pun, bisa-bisa ia kena semprot Suho atau D.O atau bahkan manager mereka.

Sehun kemudian meletakkan piring-piring itu di tempat cuci piring. Di sana Hyunra sudah berdiri dengan wajah kesalnya, ia kesal karena harus mencuci piring. Hyunra mengambil sabun dan menuangkannya ke piring, kemudian ia mengambil spons. Tapi karena sabun yang tadi ia tuangkan, piring itu menjai licin dan hampir saja jatuh dari tangan Hyunra.

“Bukan begitu caranya,” Sehun mengambil spons lain, “Kau seperti tak pernah mencuci piring saja.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Kau harus menuangkan sabun itu pada sponsnya, bukan pada piring. Itu akan membuat piring menjadi licin,” jelas Sehun.

“Lalu?”

“Lalu kau gosok saja piring itu dengan spons, seperti ini,” Sehun menggosokkan spons yang sudah dituangi sabun.

Oppa pantas menjadi tukang cuci piring,” ejek Hyunra.

“Ya! Apa kau bilang?” pekik Sehun marah.

“Aku bilang lebih baik Oppa menjadi tukang cuci piring di dorm. Sangat pantas sekali,” Hyunra tersenyum miring.

“Rasakan ini,” Sehun melap busa sabun yang ada di tangannya dengan pipi putih Hyunra.

“Yaa!” pekik Hyunra kesal, ia membalas perlakuan Sehun.

“Kau,” Sehun kembali melakukan hal yang sama.

Pada akhirnya mereka malah bermain busa sabun, yang lainnya menonton dari ruang makan lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Sifat kekanak-kanakan Sehun dan Hyunra lagi-lagi muncul. Dan bukannya mereka mencuci piring, mereka malah bermain busa sabun. Sekarang pipi Sehun dan Hyunra sudah penuh dengan busa sabun.

***

“Gara-gara Oppa, kita jadi disuruh untuk membeli minuman,” gerutu Hyunra ketika mereka berdua tengah membeli minuman di supermaket.

“Salah kau juga tadi tidak membeli minuman,” balas Sehun tak mau kalah. Ia berdiri di sebelah Hyunra yang sedang memasukkan minuman ke keranjang makanan. Sehun memakai penyamaran lengkap, ia juga membantu Hyunra memasukkan minuman yang dibeli untuk member EXO-K yang lain.

“Tapi jika Oppa tidak memulai untuk bermain busa sabun dan mencuci piring dengan benar pasti mereka tak akan memberi hukuman tambahan.”

“Kenapa kau juga membalasku.”

“Karena aku tak mau kalah,” Hyunra menjawab dengan wajah innocentnya.

“Selalu seperti itu.”

“Minuman ini sudah cukup,” ucap Hyunra.

“Tak mau membeli makanan, aku bisa kembung jika hanya ini saja,” protes Sehun.

“Tadi kita sudah membeli banyak makanan, apa itu masih kurang?”

“Oh iya, aku lupa,” Sehun menepuk jidatnya.

“Tch, babo,” cibir Hyunra.

“Apa kau bilang?”

“Jangan membuat kita berdebat lagi di supermaket, bisa-bisa menjadi tontonan gratis.”

Sehun pun diam, mereka berjalan ke kasir. Beberapa orang yang berada di sana memperhatikan Sehun, Sehun berjalan sambil menunduk agar orang lain tak mencurigainya. Hyunra semakin mempercepat langkahnya menyadari banyak yang memperhatikan Sehun. Ia heran kenapa masih banyak orang yang mengenali Sehun, padahal topi dan syal yang menutupi sampai mulut sudah membuatnya sedikit tak dikenali. Mereka membayar minuman dan segera pergi dari sana.

***

Sehun segera membuka penyamarannya dan duduk di sofa ruang tengah sembari melihat Kai yang sedang bermain playstation. Sementara Hyunra menaruh kantung belanjaan itu di meja makan, beberapa member EXO-K langsung mengambil minuman dari kantung belanjaan itu. Kemudian Hyunra duduk di sebelah Sehun.

Ia mengambil Ipad yang tadi diletakkannya di meja, lalu kembali memainkannya. Ia membalas mention-mention yang masuk. Membalas mention dari teman-temannya dan orang yang ia kenal. Terkadang ia membalas mention dari fans Kyuhyun, tapi jika ia sedang mau saja (-_-).

“Memangnya seru ya bermain twitter?” tanya Sehun yang bosan hanya memandang Hyunra bermain twitter saja.

“Coba saja,” jawab Hyunra pendek.

“Aku kan tidak mempunyai twitter.”

“Ya buat saja, kan itu hal yang mudah.”

Akhirnya terjadilah perdebatan (lagi), Sehun yang kesal karena Hyunra yang cuek itu membalas setiap omongan yang keluar dari mulut Hyunra. Hyunra malah menyuruhnya membuat twitter yang ia sendiri masih bingung apakah seru atau tidak bermain twitter. Ia tak mau jika tiba-tiba menjadi bosan karena bermain twitter. Akhirnya setelah perdebatan panjang itu Sehun berdiri.

“Baekhyun hyung, aku mau membuat twitter,” pekik Sehun dengan wajah kesal sementara Hyunra tertawa terbahak-bahak, ia menang lagi dalam sebuah perdebatan. Sementara yang lainnya lagi, lagi dan lagi hanya bisa menggeleng-geleng.

Story End

Ini adalah couple baru yaitu kisah cinta antara aku dan Sehun, nggak tahu kenapa jadi pengen bikin. Pendek ya? Emang sengaja pendek sih, namanya juga drabble. Tapi ini juga lebih panjang dari drabble, karena drabble nggak nyampe 1000 words, sementara ini lebih. Ya pokoknya itu lah (-_-) Maaf posternya juga aneh gitu, maaf juga untuk typo. Pokoknya jangan lupa komentarnya dan tunggu HunRa Story yang lain ;) .

3 thoughts on “[HunRa Story] Twitter?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s