[Freelance] Oneshot-When He Leave Me

 

Tittle : When He Leave Me…

Main Cast : Krystal F(x) , Myungsoo Infinite

Supporting Cast : Sehun EXO

Length : Drabble

Genre : Romance

Rating : PG-13

Author  and Artwork : Mizuky ^_^

A/N: sebaiknya anda harus lebih jeli karena di cerita ini banyak sekali flashback-flashback.. dan ini semua menggunakan Krystal POV

 

***  When He Leave Me… ***

Sungguh, masih terbayang dibenakku pembicaraan kami yang.. terakhir..

Masih segar di benakku ketika tangannya menyentuh tanganku..

Ketika dia tersenyum pedih di mataku..

Ketika dia membelai rambutku dan berusaha menenangkanku dari ketakutan yang benar-benar terjadi.

Tetapi,

Kini..

Dia telah pergi..

Pergi meninggalkanku..

Sendiri.. hilang.. lenyap..

Meninggalkanku dengan segenap luka di hati..

Dia pergi..

Dengan tenang.. tidak memeperdulikanku yang masih sangat membutuhkannya..

Dia.. lenyap..

pergi..

meninggalkan dunia ini.. meninggalkanku sendiri..

Masih terbayang di benakku suaranya, tatapan matanya, senyuman khusus yang diberikan kepadanya hanya untukku, wajah tampannya, suara desahan nafasnya, tubuhnya, langkah kakinya, bahkan sampai suaranya ketika dia memanggilku. Aku masih ingat semua tentang dirinya.

Dia..

Aku belum percaya kalau dia harus meninggalkanku..

Pergi dari dunia ini..

Tapi, kenapa harus secepat ini?

Flashback..

“Krystal, cepatlah bangun, nanti kita terlambat ke sekolah.”

“Hmm.. sebentar lagi.. 1 menit lagi..”

“Haish.. tidak ada menit-menitan! Pokoknya kau harus bangun! Atau mau kau kusiram pake air?!!”

“Iyaa.. iyaa, Myungsoo tersayang.. I’m wake up!”

“Haha, bagus! Cepatlah untuk bersiap diri. Aku menunggumu di ruang makan bersama Sica Noona.” Ujarnya. Dia lantas mengacak rambutku sebentar dan pergi meninggalkan kamarku.

“Tsk.”

.

.

“Krystal, kau sudah makan? Ini bekal untukmu. Aku membuatnya sendiri lho. Khusus untuk dirimu.” Selesai dia berbicara, dia lantas duduk disampingku.

“Ehm.. belum.. wah, sepertinya ini enak sekali!!” ujarku bersemangat. Aku lantas mengambil sumpit dan sesegera mungkin melahap makanan itu.

“Eitss…” tangannya memegangi tanganku untuk mencegahku memakan makanan buatannya. Aku mengerucutkan bibirku kesal. “Ada apa?” tanyaku.

“Hahaa.. jangan lupa! Kita masih memiliki agama, berdoalah dulu sebelum makan.” Ujarnya.

Ya, dia memang seorang religius. Tapi, justru karena itulah aku sangat menyukainya. “Hehe, nde Myungsoo.” Ujarku.

“Heeeii!!” dia memekik kesal. “Sudah kubilang berulangkali, panggil aku Oppa, aku lebih tua darimu!” perintahnya.

“Shireo!” ledekku. Aku lalu menjulurkan lidahku bermaksud untuk meledeknya. Dia mendengus kesal lucu. Haha, aku sangat senang sekali bila meledeknya seperti itu.

.

.

“Krystal, lihat bunga ini indah sekali!” pekiknya. Aku hanya sekilas melihat bunga itu. Menurutku itu biasa saja. Apa yang istimewa dari sebuah bunga lili putih?

Tidak ada bukan?

“Biasa saja.” Ujarku. Aku lalu kembali memandang ponselku dan asik berchatting ria daripada harus memandang sebuah bunga saja.

Myungsoo mendengus. “Ya! Kenapa kau lebih memilih memandang sebuah benda mati ketimbang memandang benda hidup?! Tsk. “

“Sudahlah, Myungsoo. Kau tahu bukan kalau aku tidak menyukai bunga?” ujarku dengan pandangan tetap mengarah ke sebuah objek yang sama –ponsel-

“Sudah kubilang…” sebelum Myungsoo menyelesaikan kalimatnya, aku sudah memotong perkataannya. “Jangan memanggilku dengan nama saja. Panggil aku dengan sebutan Oppa karena aku lebih tua darimu!” ujarku. Tanganku masih sibuk menekan tombol-tombol keypad.

Myungsoo mendengus kesal. Aku terkikik geli.

Dia kemudian mengambil paksa ponselku. “Hey! Myungsoo! Kembalikan ponselku!”aku menjulurkan lenganku untuk merebut ponsel dari tangannya yang menyebalkan itu.

“Aku tidak mau sebelum kau memanggilku Oppa!” ujarnya kesal.

“Shireo!” ujarku keukeuh. Aku terus berusaha untuk mengambil ponsel dari tangannya. Mungkin karena dia kesal atas sikap kekeras-kepalaanku, akhirnya dia menyerah dan mengembalikan ponsel itu kembali. “Apa jika aku meninggal, kau baru mau memanggilku dengan sebutan Oppa?”

Flashback END

Aku merasakan sesak di sekitar dadaku. Begitu sakit rasanya ketika mengingat hal itu. Ketika dia mengatakannya. Aku tidak menyangka, kata-kata ‘Oppa’ yang keluar dari mulutku merupakan kata terakhirku untuknya.

Flachback..

“Myungsoo, bertahanlah! Kau harus kuat! Jangan meninggalkanku. Aku tidak mau kau meninggalkanku.” Ujarku. Aku terus menangis di hadapannya. Aku terus menggenggam erat tangannya. Dia kemudian mengulurkan tangannya dan kemudian mengelus pelan tanganku. Aku menatapnya miris.

“Bukan kehendakku kalau aku harus dipanggil secepat ini. Semua ini adalah kehendakNya. Kau harus mengikhlaskanku pergi agar aku bisa tenang disana. Kau senang bukan kalau melihatku tersenyum di surga nanti?” ujarnya.

Aku menangis sesenggukan.”I.. Iyaa.. Myungsoo.. aku pasti akan senang. Tapi, aku akan lebih bahagia kalau kau mau menepati janjimu untuk selalu bersamaku.” Ujarku.

Myungsoo menggeleng lemah. Dia kemudian mengelap air mata yang terus mengalir dari kedua mataku. “Maaf aku harus mengecewakanmu, Soojungie. Aku akan sedih kalau melihat gadisku terus mengeluarkan air mata hanya untuk orang jahat sepertiku.” Ujarnya.

Aku menggigit bibirku untuk menahan tangisku yang sepertinya akan mulai pecah. Ini terlalu menyakitkan bagiku. Ketika melihatnya harus menahan sakit, tetapi dia justru bisa tersenyum diantara rasa sakit yang dirasakannya. “Myungsoo..” gumamku pelan.

“Bolehkah aku meminta satu hal terakhir darimu?” pintanya.

Aku mengangguk. “Apapun itu.. kau ingin meminta apapun pasti akan aku kabulkan. Katakan saja.”

“Satu keinginanku yang belum terwujud yaitu kau memanggilku dengan sebutan Oppa. Bisa bukan?” ujarnya.

Aku menangis. Entah sudah berapa bulir air mata yang terus keluar dari mataku ini. “Iya.. Myungsoo Oppa.. Oppa.. aku sudah memanggilmu dengan sebutan Oppa, jadi kumohon jangan pergi..” pintaku.

Dia tersenyum. Tersenyum senang. Senyuman tanpa beban. Perlahan, pegangan tangannya mengendur. Aku tersentak. Aku kemudian melihat ke arah kedua kelopak matanya. Tangisku pecah ketika dia benar-benar meninggalkanku sendiri disini.

Andai aku mau lebih awal memanggilnya dengan sebutan Oppa, pasti ini tidak pernah terjadi. Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Flashback END—

Aku menatap sedih ke arah sebuah gundukan tanah yang bertuliskan Kim Myungsoo di atas batu nisannya.

Aku terdiam sebentar. Sudah 5 tahun sejak kematiannya dan aku masih belum rela untuk melepasnya.

“Halo, Myungsoo Oppa. Aku mengunjungimu kembali. Kau tidak bosan bukan melihat kedatanganku terus? Kekkeke. Aku rindu padamu.” Ujarku. Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menahan air mataku agar tidak jatuh mengalir. Tetapi, sekuat-kuatnya diriku, aku hanyalah seorang wanita normal yang memiliki perasaan sensitif, sehingga aku tak kuasa untuk menahan linangan air mataku.

“Kau pasti sudah bertemu bidadari cantik di surga sana, bukan? Haha. Apa bidadarinya lebih cantik dari aku? Haha. Aku yakin pasti tidak lebih cantik dari diriku.” ujarku. Aku tertawa pahit sejenak.

Aku menghembuskan nafas sebentar. “Aku ingin sekali untuk bisa melupakanmu dan memulai hidup baru, tetapi kenapa aku harus terus mengingatmu?” ujarku –yang sepertinya terdengar- putus asa.

“Hey cengeng! Dasar! Kenapa semua yeoja itu cengeng, sih?” ujar sebuah suara dari arah belakangku.

Aku lantas membalikkan badanku.

Dia lagi.. dia lagi.. kenapa dia harus ada dimana-mana? Batinku kesal.

“Cepat lap ingusmu itu! Menjijikan.” Ujarnya. Dia lalu mengulurkan sebuah sapu tangan miliknya.

Aku mendengus kesal. “Kenapa kau ada disini? Sepertinya kau selalu ada dimana-mana.” Dengusku kesal.

“Hish.. aku trauma semenjak kau berniat bunuh diri dengan menabrakkan dirimu dengan mobilku. Menyebalkan. Kau tahu kalau perbuatanmu itu sangat mengejutkanku. Aku tidak ingin hal itu terulang kembali.” Ujarnya. Sepertinya dia benar-benar kesal akan perbuatanku kala itu. Ya, memang sih aku mengakui kalau perbuatanku saat itu sangat memalukan dan bodoh, tapi saat itu aku masih labil karena ditinggal oleh Myungsoo. Jadi, wajar saja bukan?

“Oh.” Jawabku singkat. Sejujurnya aku tidak tahu mau membalas perkataannya dengan apa. Alhasil, hanya dua huruf itu saja yang keluar dari mulutku.

“Kajja, kita pulang. Sudah, jangan bersedih seperti itu. Dia tidak akan senang kalau melihatmu frustasi seperti itu.” Ujarnya.

“Nde, Sehun bawel dan cerewet.” Ujarku. Ya, berkat kehadirannya aku sudah tidak bersedih lagi.

“Apa katamu?!!!”pekiknya kesal.

“Ssst.. sudahlah.” Aku lantas mengibaskan tanganku. “Kajja, kita pulang!” ujarku. Lalu aku berjalan mendahuluinya.

“Tsk. Apa-apaan gadis itu..” gumamnya.

=END=

Haha, jelekkah? Iyaa.__. Ini sangat jelek dan absurd banget-__-zz

Huweeeeeee T.T

Dan saya mohon maaf kalau Myungsoonya saya buat mati XD HAHAHA :D jangan protes! :P semua ini kan suka-suka saya :P saya jadi authornya, jadi suka-suka saya dong mau buat L mati apa ngga? :P haha XD

Okeh, I very need u’re RCL..

Thank you ^o^

9 thoughts on “[Freelance] Oneshot-When He Leave Me

  1. weeewwwwwwwwwwwwwwwwwwwww gantung kali !!!!!!!! belom d’jelaskan napa Sehun bisa ngikut dy terus ,trus apa hub mereka , Myungsoo mati’a kenapa ,,, ini apa ini appppaaaaaaaaaaaaaa *alah lebehhhhhhhhhhhhhhhhh

    • hehe, iya aku juga ngerasanya ngegantung sih T^T tapi, berhubung ini drabble dan sudah end, jadi gpp lah ya^^ kalo dijelasin satu persatu kayaknya bukan drabble deh -,-
      hehe :P ngomong2, terima kasih sudah berkomentar :)

  2. Saya mengajukan protes dan keluhan! Sebagai seorang reader.. *terlalu resmi -__- .. Emang sih.. Itu adalah hak author untuk membuat kim myungsoo mati di ff ini atau nggak. Tapi, sehun? Author bahkan tidak menjelaskan apa hubungan krystal dengan sehun.. Ini lebih baik author buat jadi chapter.. Ya ya? Buat jadi chapter aja.. Biar semuanya diperjelas. Daripada nanti aku nuntut author karena endingnya kegantung? (?) ditambah lagi author tidak menjelaskan tentang hubungan sehun- krystal .

  3. yah, ceritanya ngegantung ya? :( habis authornya bingung juga mau dikemanain stirylinenya -.-
    masalahnya ini kan drabble, kalo diperjelas semuanya, kayaknya bukan drabble de -.- tp, aku pengin mengucapkan maaf sedalam-dalamnya karena sudah mengecewakan dan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para pembaca yang sudah mau berkomentar :)

  4. aku bari aja bca ff myungstal trus krystal nya meninggal
    eh d ff ini myungsoo yg meninggal hasiihh trus kpan myungstal bisa bersatu XD

  5. gantung bgt kok bs dkat sama sehun??kcpeten bgt
    trus myungsoo matinya knapa???
    dan pertanyaan lain hehehehe
    offroll simple n keren cma kurang gregetnya hahahaha

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s