[Freelance] Oneshoot – Shadow in Sorrow

Title
Shadow in sorrow

Length
One Shoot

Rating
PG-15, T

Genre
Sad, hurt, romance

Author
jo408

CAST/Main Cast
Lee Junho, Kim Hyoji (Ocs)

Support Cast (optional)
Ok Taecyeon, Nichkhun, Ham Eunjung, Victoria.

Author Note/[A/N] (optional)
maaf ini ff pertama saya, dan maaf ini real buatan saya berdasarkan cerita nyata tapi disini ada yang saya karang juga. Happy reading! Yang udah baca yaudah^o^ mian gajelas. Komentar dan saran sangat dibutuhkan untuk menambah keahlian dan kreatifitas saya dalam menulis :) thankyou.

 

Kim hyo ji POV

Pagi yang suram ini aku membuka mataku yang sebenarnya tidak ingin terbuka  tapi ape boleh buat pagi ini aku harus sekolah, masuk sekolah baru.

“Ah sial padahal hari ini aku ingin tidur saja, tumben eomma tidak membangunkan ku?” Aku segera turun kebawah mengecek kamar eomma dan sekalian ingin mandi.
“Eommaaa…” Teriakku. Ternyata eomma sedang didapur memasak sesuatu
“Ya! Apa kau ini teriak-teriak pada orang tua! Dasar anak kurang ajar!” Jawab eomma kesal.
“Kkk mianhae eomma, kenapa kau tidak membangunkanku?” tanya ku sambil mengambil handuk dibalkon.
“Apa kau bilang? Aku tidak membangunkan mu? Kau saja yang pabo, tidur sudah seperti orang mati, sudah sana mandi. Jam berapa ini???!” Jawab eomma kesal. “Ne” Aku berjalan gontay ke kamar mandi dan akhirnya…. Ya mandi -__-
segera aku ambil seragam baruku dan memakainya, setelah itu sepatu dan tas.

*beberapa menit kemudian*

“Ne eomma, aku pergi dulu ini sudah telat!” Sambil mencomot bekal yang dibuatkan eomma untuk ku.
“Jangan lupa dimakan bekalnya!”

——
#disekolah
Ya ospek aku benci sunbae yang meng-ospek! Aku bosan, hanya duduk dilapangan sembari mendengarkan sunbae yang berceramah, blablabla…. Aku memutuskan untuk kabur berkeliling sekolah.
“Tidak ada yang melihat kan? sebaiknya aku pergi saja dari sini kkkk”
aku melihat banyak orang disini *yaiyalah namanya juga sekolahan -_-*
Aku berjalan santai sembari mengelilingi sekolah, dan sampai akhirnyaa….
“Hey! Kamu ngapain disana? Cepat kemari!” Bentaknya.
“Omooo aku ketahuan!” Bisikku. Tersontak aku menengok kearah suara yang memanggilku dan nampak seorang namja berwajah ya lumayan tampan menurutku.
Segera aku menghampirinya.
“Ne, ada apa?” Kataku sinis.
“Mwo? Apa katamu? Aku sunbae mu! Jongkok!”
“Gamau!” Seruku sambil melotot padanya. Yaaa! Dia terus melototiku, mau tak mau aku harus mengikuti perintahnya. Arrgg siapa kau? Beraninya membentakku!

*kelas 10-4*

Author POV
Setelah pemilihan kelas dilaksanakan, hyoji mendapat kelas 10-4.
“Hari hari pertama masuk sekolah sudah dimop sunbae! Apa apaan ini? Aku tidak suka diperlakukan seperti itu, cih” kata hyo ji kesal. Seorang lelaki tua berumur ya sekitar 50-an memasuki ruang kelas 10-4.
“Annyeong hasseyo, kim ki joon imnida. Saya disini selaku guru dan walikelas kalian”
Para murid hanya diam, sunyi, sepi kecuali seseorang yang duduk di pojok belakang. “hoaaaam…” Suara nguap yang sontak mengagetkan satu kelas.
“Hey! Kamu berdiri siapa nama mu!” Bentak guru joon.
“Lee Jun Ho” jawabnya cuek.
“Ya! Jangan duduk disana, kau pasti akan tidur saat pelajaran, pindah ke sini!” Jawab guru joon sambil menunjuk kursi kosong disebelah hyoji.
Apa? Dia duduk dengan ku? Gerutu hyoji dalam hati.
“Kalau aku tidak mau bagaimana?” jawab junho sinis.
“Kau harus mau, aku guru mu, cepat! Apa kau mau aku skors?” Bentak guru joon. Tanpa bicara apa-apa junho pun berjalan ke kursi kosong disebelah hyoji.
“Apa sih yang dia inginkan dariku? Ggggr!” Bisiknya sambil meletakan tasnya diatas meja.

Bel istirahat pun berbunyi, murid-murid yang lainnya berhamburan keluar kelas kecuali hyo ji dan junho

Junho POV
Sudah jam istirahat, jam pulang sekolah masih 4jam lagi. Ku lihat yeoja berambut panjang terurai yang duduk disampingku mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, bekal.
“Omoo? Bekal??? Hahaha seperti anak sd saja kau!” ejekku padanya, apa yang dipikirkan yeoja ini? Sudah sebesar ini bawa bekal ke sekolah.
“Apa urusanmu? Eommaku yang menyuruh membawa. Oh iya siapa nama mu? Nama ku hyoji” jawabnya sambil tersenyum.
Yeoja ini budek atau tuli ya. Heran
“Tadi aku sudah memperkenalkan diriku, pabo”
“apa kau bilang? Pabo? Kau lebih pabo dariku! Hem… Memang iya??? Kapan? Ah aku tidak tahu haha” Jawab yeoja aneh ini.
“Tidak penting kau tau namaku atau tidak. Sudah lah aku bosan” aku segera pergi meninggalkan yeoja itu sendirian didalam kelas.

*didekat kantin*
Taecy mana taecy? Aah anak itu menyusahkan saja, coba saja kita sekelas aku tidak akan bosan dikelas. Ah itu dia, aku melihat dia sedang berjalan menuju arah tempatku berdiri. Dari mana saja itu anak.
“Hey babo! Dari mana saja kau?”
“Oh aku habis melihat cewek-cewek cantik latihan cheers disana hehe, kau mau melihatnya?” Jawab taecyeon dengan tampang tak berdosanya.
“Dasar kau! Tidak, aku tak tertarik” jawabku malas.
“Alasan, biasanya kau yang getol!” Ejek taecyeon padaku.
“Sudah ya aku mau masuk kelas saja, pusing kepala ku melihat mu lama-lama” aku berjalan menuju kelas dan segera meninggalkan taec sendiri.
“hey junho-ah kau kenapa? Hey junhoo!” teriak taecyeon berusaha mencegahku masuk kelas.
Dasar kerjaannya melihat cewek melulu, lebih baik aku tidur dikelas.

Hyoji POV
Mau apa namja nyebelin ini masuk ke kelas lagi? Huh bikin rusuk saja.
“sudah habis, tinggal minum” kata ku pelan sambil merogoh isi tas.
“Mwooo? Mana tempat minum ku? Jangan jangan ketinggalan dirumah? Yaaaah aku mau minum apa ini”
Terpaksa aku menahan haus dengan wajah suram, tanpa aku sadari namja ini memperhatikan wajahku.
“Hahaha wajahmu memelas, ckck. Haus ya? Kenapa ga jajan ke kantin aja?” tanya namja yang duduk disebelah padaku.
“Oh iya ya hehe” jawabku sambil meraba-raba kantong baju ku.
“Lah? uang ku kemana? Eommaaaa” kataku sambil merengek dan memukul-mukul meja.
“Nih” namja ini mengambil sesuatu dari dalam tasnya, dia memberiku sebotol air mineral.
“Ani, gomawo” seruku sambil menggeleng.
“kau pikir aku sejahat itu akan meracunimu? tenang saja” namja ini mencoba meyakinkanku.
Awas saja kalau dia meracuni ku bisikku dalam hati.
“Ne” akhirnya aku meminumnya daripada aku kehausan. “gomawo….aa” jawabku sambil mengembalikan botol padanya. Dia hanya tersenyum. “Lee Junho, sudah buat kau saja”

Bel masuk pun berbunyi, kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.
4jam berlalu Bel pulangpun berbunyi,
*dirumah*
“eomma……” teriakku. Sepi dan hening, Mwo? tidak ada yang menjawab? Kemana eomma? Aku berjalan menuju dapur hendak mengambil air minum dikulkas, ada sebuah kertas diatas kulkas. Note dari eomma,

‘hyoji eomma pergi ke jepang menjenguk kakekmu penyakitnya kambuh lagi kau baik baik dirumah ya. Eomma akan berada lama di jepang, masalah uang nanti appamu kirimkan ke rekeningmu. Jangan nakal! Jangan ngacak-ngacak rumah! Hatihati ya
-eomma’

Kakek sakit lagi? Huh yasudahlah aku bisa mengurus diriku sendiri aku sudah dewasa. Aku ingin tidur sajalah, ngantuk. Aku segera berjalan menuju kamarku.
Surga dunia seperti ini haaa kasur oh kasurku.
Dan sekejap akupun tertidur~

——————-

Pagi hari seperti biasa aku hampir kesiangan.
Hari kedua ku disekolah ini halaaah~
Sesampaiku didepan gerbang aku melihat pohon yang cukup besar didekat gerbang sekolah.
“Wah buah apa itu?” seruku tersenyum sambil melihat pohon di dekat gerbang sekolah.
“Dasar, kau mau maling buah itu ya?” Ejek seseorang disana. Hah? Siapa yang mengejek ku, sepertinya aku kenal dengan suaranya.
JUNHO!!!!
“Mwo? Jangan bicara sembarangan kau, bisa ku adukan kepihak yang berwajib!” Kataku kesal.
“Bodo, memang benarkan kau mau memaling?” Junho terus mengejekku sambil berjalan menuju kantin.
Junho pabo!

Junho POV
Aaaah bosan aku sekolah disini *baru juga2hari*
Hey taec kau selalu menghilang jika aku butuh kau! Gerutuku dalam hati. Aku lihat taecyeon sedang jalan sendirian menuju kantin.
“Hey taecyeon pabo!!!”
“Ada apaaa? Kau kangen pada ku yaaaa” kata taec sembari menggoda junho.
Mwo? Kangen? Cih.
“Omo, apa kata mu, cih aku masih normal yaaa!” Jawabku sambil memasang wajah jijik padanya.
“Hahaha, aku tau, aku tau” seru taecyeon.
“Bagi aku uang, aku ingin membeli minuman, haus” kataku memaksa sambil merogoh kantong baju taecyeon.
“Hey pabo! Kau kira aku atm berjalan mu?!” Taec mengambil sepatunya, aku pun lari menghindarinya, dia terus mengejarku berusaha untuk memukul. Aku selalu melakukan ini dengan taecyeon sejak sd sampai sekarang. Kami memang masih kekanak kanakan hehe.

Author POV
*dikantin*
Senangnya menjadi kaka kelas yang tenar hahaha semuanya aku punya, pikir nichkhun dalam hati.
“Hey chan kau mau minum apa ambil saja aku yang traktir”
“Jinja? Asikkk” seru chansung kegirangan.
Chansung adalah sahabat Nichkhun ya walaupun kadang-kadang tidak tahu malu tapi sebenarnya dia baik.
“Hey Chan lihat itu kan yeoja yang kemarin aku kerjai hahaha, aku ingin mengusili dia lagi ah”
Yeoja ini cantik juga, dengan mata coklat dan rambut panjang terurainya. Aku punya ide! Hahaha bisik nichkhun pelan.
“So, mau kau apakan dia?” Tanya chan sambil meminum es yang sudah diantar ke meja mereka. Segera Nichkhun menghampirinya dan mengabaikan pertanyaan chansung.
“Annyeong, siapa nama mu?” Tanya nichkhun sambil mengeluarkan jurus ampuhnya, senyuman maut.
“Mau apa kau? Kau sudah iseng pada ku kemarin” jawab yeoja itu kesal.
“Hehe mian untuk yang kemarin, aku Nichkhun kelas 11-2” jawab nichkhun sambil tersenyum manis padanya.
“Hem.. Ne, aku hyoji. Kim Hyo Ji” seru hyoji, sambil tersenyum kepada nichkhun.

‘Ah yeoja ku victoria’ bisik nichkhun dalam hatinya.
“Hey victoria” kata nichkhun sambil melambaikan tangan, dan victoria pun membalas lambaian tangannya sambil berjalan ke arah nichkhun dan hyoji.
“Siapa dia?” Tanya hyoji penasaran
“Haha dia Victoria kelas 11-2 sekelas denganku” seru nichkhun.
“Oohh, cantik ya dia” hyoji hanya tersenyum melihatnya. .
“Hey khun, siapa dia?” Kata victoria dengan nada tidak suka pada hyoji.
“Oh dia hanya adik kelas, namanya…”
” Kim Hyo Ji imnida” kata hyoji sambil membungkuk.
Ya! Anak ini aku belum bicara sudah dipotong. Gerutu nichkhun dalam hati.
“Oh.. Yasudah aku ingin ke ruang OSIS dulu” jawab Victoria sambil berjalan menjauhi nichkhun dan hyoji.
“Boleh aku minta nomor hp mu?” Tanya nichkhun usil pada hyoji.
Awalnya hyoji terkejut dan ragu ingin memberikan nomer hp-nya.
“Buat apa?” Jawab hyoji sambil malumalu.
“Ya supaya kita bisa lebih dekat lagi” rayu nichkhun sambil tersenyum.
“Nih…” Hyoji pun menyebutkan nomer hp-nya.
* I’m singing my blueeess~*
Hp-nya hyoji berdering dengan nada dering Bigbang-Blue.
“Itu nomorku save ya, yaudah aku mau kekelas dulu, bye cantik” ledek nichkhun padanya mweheh.
Nichkhun pun berjalan menjauh dari hyoji menuju ruang kelas.

Hyoji POV
“Itu nomorku save ya, yaudah aku mau kekelas dulu, bye cantik”
Mwoo? Apa maksudnya ini??
Aku hanya bisa diam memandang Nichkhun yang sudah berjalan menjauh, hihi.
Apa maksudnya ini yaa? Ahh Hyoji jangan dipikirin!
Aku suka? Mana mungkin, aku baru mengenalnya 2 hari, sudahlah~
Hpku bergetar, ada sms masuk
Fr: Eunjung
hey, hyoji bagaimana sekolah mu? Enak tidak? Aku belum bisa masuk sekolah nih appa-ku baru bisa pulang besok, sisakan tempat duduk untukku yaa^^

Wah eunjung, ia ini sahabatku dari sd. Dia juga sekolah disini tapi appanya sedang dirawat dirumah sakit luar negri jadi ya dia tidak bisa masuk sekolah dulu. Aku segera membalas sms dari eunjung.

To: eunjung
Wah semoga appa-mu cepat sembuh ya  tempat duduk? Kau berani bayar berapa? Hahaha canda deng sudah ko tenang aja! Cepat sekolah aku rindu dengan mu

Ku tekan tombol send dan ada 1 sms masuk lagi, tapi ini bukan dari eunjung, mwoo? Nichkhun oppa?

Fr: Nichkhun 11-2
Annyeong hyoji^^

Buahaha, basi. Aku abaikan sms darinya dan segera berlari ke ruang kelas, sebentar lagi bel masuk berbunyi.

*ddrrrt*
Hp ku bergetar lagi ketika aku sedang berlari. Ku lihat sms sambil berlari.

Fr: Nichkhun 11-2
Hey, kenapa kau tidak membalas sms ku?

*BRUKKK*
Aku dan seseorang yang aku tabrak jatuh bersamaan
“Aduhh” aku meringis kesakitan.
“Dasar yeoja pabo, jalan pake mata!” Bentaknya.
“Ah miann. Tapi kau juga yang salah, kenapa tidak jalan dipinggir!” Seruku padanya.
Dia segera berdiri dan mengulurkan tangannya. Ku lihat wajahnya dan tak lain tak bukan Junho
tumben dia baik padaku. Aku segera memegang tangannya dan berdiri.
“gomawooo sudah ya aku buru-buru” aku segera berlari tapi junho menarik tanganku. “kau telah menabrakku, dan aku telah menolongmu, kau harus traktir aku makan kalau tidak…” Ancam junho padaku
“Kalau tidak kenapa? Ani, Aku tidak punya uang” jawabku sinis
“Ku cium kau! Hahahaha” jawab junho sambil tertawa terbahak-bahak. Apa anak ini sudah gila ya?
“Dicium kau? Ogahh” aku langsung berlarian ke tengah lapangan untuk menghindari junho.
“Hey! Yeoja pabo! Tunggu! Ku cium kau!” Teriak junho sambil lari mengejarku.
*jeh kaya india aje -_-*
Something wrong with my heart? tapi apa??
“Tunggu junhoo, geliii, aww hahaha, junhoo hentikan aw hahaha” junho berhasil mengejarku. Dia menangkapku lalu mengelitiki-ku, ahhh sial aku paling tidak tahan dengan kelitikan.
“Hahaha kitik kitik kitik rasain nih, haha aku tidak akan berhenti sebelum kau berjanji akan mentraktirku hahahaha” seru junho sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ahhh ne, ok! Hentikannnnn!”
Huh sialaaan udah tau aku lagi bokek, bobok celengan lagi ini mah.
“Yaudah tapi minggu depan, mau ga?”
Junho berpikir sejenak dengan tawaranku.
Dan akhirnya dia mau “okedeh kalo gitu, awas kalo bohong!” Ancam junho sambil menunjuk kearah ku.
Aahhh duit lagi duit lagi.
*dikelas*

Junho POV

“5, 4, 3, 2, 1” *kriiiing*
“Akhirnya pulang juga, hoaaam aku ngantuk” seharian ini aku merasa penat dan pegal-pegal dipunggung. Aaahh berharap ada yang mijitin, aku pun menempel kan tubuhku ke meja.
Capeeek. kataku dalam hati.
Seseorang pun masuk kedalam kelas.
“Mwooo? Junho-ah kau kenapa tidak pulang?” Tanyanya padaku.
“Ani, aku capek. Ingin istirahat sebentar”
aku lapaaar, lapaaaar semoga yang dateng ini malaikat yang membawakanku makanan.
“Kau sudah makan belum?” Katanya sambil duduk disampingku. Terkejut. Lalu aku bangun dan melihatnya ternyata itu hyoji.
“Belum” kataku sambil memegang perutku. “Yaudah nih, mau ga? Tapi aku cuma bawa satu tempat makan” seru hyoji sambil menyodorkan tempat makannya padaku. Apa itu? Wah nasi bekal.
“Kau sendiri sudah makan?” Tanyaku padanya. Dia menggeleng sambil memonyongkan bibirnya.
“Yasudah, kita makan berdua saja” seruku sambil memamerkan gigiku.
“Tapi cuma ada satu sendok, yaudah tunggu ya aku mau pinjem dikantin”
Aku segera menarik tangannya dan menatapnya. “Sudah tidak usah, sini duduk” ajakku.
Dia hanya menganga melihatku, sepertinya dia terkejut.
“Hey, waeyo kau melihatku seperti itu?”
“Ah ani” kata hyoji lalu duduk disampingku.
Aku lapar jadi tanpa aba aba lagi aku langsung melahap nasi goreng itu sesuap demi sesuap. Aku melirik hyoji dan dia hanya tersenyum melihatku hehe ide jahilku muncul. “Hehe, mau ku suapin?”
“Mwooo? Suapin?” Hyoji teriak karena terkejut. “Iya, nih aaa” kataku sambil memegang sendok kearah mulutnya.

Hyoji POV
“Mwoo? Suapin?” Kataku terkejut.
“Iya, nih aaaa” junho memegang sendok dan mengarahkannya ke mulutku.
Aku membuka mulutku dannnn junho malah memutar balikan sendoknya kemulutnya aaaahh “ahh junho-ah!”
“Hehehe, mianmian” serunya.
Dia menyendok nasi lagi dan menyodorkannya ke mulutku, akupun langsung melahapnya.
“Dasar rakus” ejek junho padaku.
“Maksud mu? Kau yang rakus” jawabku tak mau kalah.
“Diam…” seru junho sambil mengambil sesuatu dari dekat bibirku. “Kau makan seperti bebek, berantakan sekali”
Ehh tunggu dulu bukan hanya mengambil sesuatu, dia mendekatkan wajahnya kedepan wajahku, ah aku pikir sekarang wajahku dan wajahnya hanya berjarak 2cm. Dag dig dug dag dig dug. Apa yang ingin dia lakukan, aku memejamkan mataku dan junho bilang “hey, tadi pagi kamu ga mandi ya?”
Mwooo? Ga Mandi?! Apaan ini! Aaargg
“Soktau kau! Aku selalu mandi setiap pagi” bantahku pada junho.
“Tapi ada belek dimatamu, kau belom mandi kan? Ihhh”
Belek????
“Mana mana?” Kataku sambil mengelap mataku dengan tanganku.
“Hahhaaha pabo! Aku hanya bercanda bodoh!”
Dasar junho-ah! Junho menyuapiku sesekali dia menyuapi untuk dirinya dan sampai nasi goreng itu habis dimakan junho dan aku.
“Yah habis” ucap junho
“Nah, aku tidak jadi traktir kau ya, kau kan sudah menghabiskan bekalku” seruku sambil membereskan tempat makanku.
“Yasudah kalau itu mau mu” jawab junho sambil menatapku tajam dan mendekatkan wajahnya lagi didekatku.
“Ya! Apa yang ingin kau lakukan???” Bentakku pada junho.
“Menciummu” jawab junho dengan tampang tak bersalah. Aku segera mendorong wajahnya menjauhi wajahku.
“Iyaiya aku janji akan mentraktirmu” jawabku dengan cepat.
“Hehe asik”
Dasar masih saja tidak mau rugi.
*besoknya disekolah*
“Hyoji-ah!” Teriak yeoja dari ujung gerbang sekolah. Sontak aku menengok kebelakang dan waaah eunjung.
“Mwoo? Eunjung! Aaaa” kataku sambil berlari kearahnya. *bruuuk* “aww” aku jatuh, tersandung batu yang lumayan besar. Sial sakit!
“Aw sakitttt” ringisku.
“Behahahahaha kasian sekali kau hahaha”
Siapa yang ngetawain aku? Bisikku dalam hati sambil melihat kaki didepan wajahku. Ku lihat mulai dari kaki sampai kepala ternyata, junho lagi. Ah namja ini!
“Ya! Kau lagi! Lihat saja tidak akan aku traktir” ancamku padanya.
“Mau kucium?” Tanyanya padaku.
“Aniyaaaa! Gamau!” Teriaku padanya.
Junho pun hanya tersenyum padaku sambil berjalan menghiraukan omonganku. Junho sudah menertawakanku dan dia tidak menolongku? Ahhhh. Kulihat langkah kakinya semakin jauh dan jauh, tiba-tiba ada sepasang kaki lagi datang didepanku dan mengulurkan tangannya. Itu…
Nichkhun oppa???
“Sini biarku bantu” serunya sambil tersenyum padaku. Aku segera menarik tangannya dan berdiri.
“Ghamsahamnida Khun oppa” kataku sambil membungkuk. Nichkhun oppa tidak berbicara apa apa dia hanya tersenyum padaku, aneh sekali. Eunjung hanya bengong melihatku.
“Hey, kenapa kau bengong seperti itu?” Tanyaku pada eunjung.
“Ani, itu… itu…” Jawab eunjung agak gagap.
“Apa? Oh mereka. yang tadi matanya sipit itu junho teman sekelasku yang menyebalkan, yang tadi membantuku itu sunbae, nichkhun oppa. Waeyo?”
“Ah ani, tampan-tampan ya mereka hehe” jawab eunjung sambil menyenggol tubuhku.
“Haha dasar kau, kajja kita ke kelas!” ajakku padanya.
“Kajja!”
Sebelum ke kelas aku berjalan-jalan dulu keliling sekolah sambil memberitahu eunjung sedikit tentang sekolah ini. Sesampainya di depan pintu kelas. “Ini kelas kitaaa” kataku sambil menunjuk kepintu.
“Wah bagaimana tempat dudukku?” Tanya eunjung. Tempat duduk? Omo aku lupa aku sudah duduk dengan junho.
“Tempat duduk? Hehe mianhae. Kau duduk dibelakangku ya”
“Belakangmu? Siapa yang duduk disampingmu?” Tanya eunjung dengan nada bete.
“Ya, mian junho yang duduk disebelahku itupun disuruh guru joon” kataku memelas.
“Hahaha bercanda pabo! Yaudah yang penting aku sekelas dengan mu haha” jawab eunjung sambil menarikku kedalam kelas.
“Huaa, akhirnya aku masuk sekolah juga” seru eunjung sambil memperhatikan sekelilingnya.
“Hey, hyoji itu siapa?” Bisik eunjung padaku penasaran sambil menunjuk kearah orang yang sedang bersama junho.
“Hem, itu Taecyeon temannya junho” kataku sambil mengambil bekal dari tas,
“ini nasi telur ceplok buatan ku” aku tahu eunjung pasti tidak membawa uang karena setiap haru pertama masuk dia belum menyiapkan semua-muanya. jadi hari ini aku bawa dua tempat makan.
“Wah, ini buatku? Gomawo hyoji-ah” katanya kegirangan.
“Ne, kajja dimakan”
Baru aku menyendok dan ingin menyuapi ke mulutku ada seseorang yang memegang tanganku dan mengarahkan sendokku kemulutnya.
“Junhoooo, apa yang kamu lakukan!” Kataku kesal sambil menggataknya.
“Omo, sakit pabo!” Jawab junho tak mau kalah, dia mencubit hidungku sampai merah.
“Ahh junho-ah sakit tau” rengekku.
Junho melihat orang asing duduk dibelakangku, hem maksudku eunjung dia langsung memperkenalkan diri. “Annyeong junho imnida” seru junho pada eunjung.
“Annyeong eunjung imnida” jawab eunjung ramah.
“Genit sekali kau! Dasar namja pabo sama yeoja cantik baru kau baik!” Kataku sambil melirik eunjung yang tersipu malu.
“Hahah kau kan yeoja pabo buat apa aku baik padamu!” Serunya sambil memeletkan lidahnya padaku. “Hey mana makanan untukku?” Tanya junho padaku.
“Makanan? sejak kapan aku akan memberimu makanan?”
Junho mengambil tempat makanku dan membawanya keluar. “Hey paboo itu makananku!” Bentakku pada junho.
“Junhoo-ah” teriak eunjung memanggil junho. Ada apa enjung memanggilnya? Junho segera kembali ketempat dudukku.
“Ada apa?” Tanya junho.
“Berikan ini juga ya pada temanmu” seru eunjung sambil menyodorkan tempat makan yang tadi aku berikan padanya.
“Mwo? Siapa?” Tanya junho bingung.
“Ituu…” Eunjung menunjuk taecyeon yang sedang bercanda dengan teman-temannya yang lain didepan pintu kelas.
“Ohh, jadi kau suka padanya? Haha” goda junho pada eunjung. Eunjung hanya tersenyum malu, sepertinya eunjung jatuh cinta pada pandangan pertama.
“Baiklah” junho mengambil tempat makanku dan eunjung lalu berjalan menuju pintu kelas, dia memberikan tempat makan eunjung pada taecyeon. Taecyeon menongolkan kepalanya kedalam kelas lewat jendela yang terbuka. “Gomawoyo buat nasinya eunjung-ah” katanya sambil tersenyum dan berlari ke kantin.
“Ahhhh hyoji-ah! Dia tersenyum padaku” eunjung kegirangan melihat taecyeon senyum padanya.
“Haha tenang nanti aku comblangin, mau ga?” Ledekku pada eunjung.
“Haha, itu tidak akan mungkin terjadi hyoji-ah” jawab eunjung dengan wajah murung. “Kau tenang saja, siapin aja uang untuk traktir” ledekku.
*sepulang sekolah*

Junho POV
Akhirnya hari ke3 aku disekolah ini berakhir.
“Hey taecyeon motormu sudah diperbaiki?” Tanyaku.
“Sudah, tenang aja ongkos ojeknya ya…” Ledeknya padaku sambil mengulurkan tangan.
“Upil nih mau?” Balasku padanya. Taecyeon hanya tertawa melihatku hahaha.
“HYOJIIIII” teriak seseorang di belakangku. Siapa yang memanggil hyoji? Aku menengok kebelakang, siapa namja itu? Hyoji yang tadi berjalan didepanku berhenti mendadak.
“Mwo? Ada apa nichkhun oppa?” Jawab hyoji.
Nichkhun? Oppa? Sunbae? Oh.

“Pulang bareng aku ya!” Ajak namja itu.
“Ngg… Gimana ya, taecyeon! Sini. mau ga pulang bareng eunjung? Dia gada temennya aku mau pulang bareng khun oppa” pinta hyoji sambil memelas pada taecyeon.
“Ngg, ya… ya.. yasudahlah hehe” jawab taecyeon sambil malumalu. Ok deh kalo gitu. Ehh! Tunggu dulu hyoji pulang bareng Nichkhun hyung, Taecyeon pulang bareng eunjung, aku????
“Tidak tidakk boleh! Aku pulang bareng siapa dong?” Bentakku pada mereka.
“Itu sih deritamu! Wee” ejek hyoji padaku sambil memeletkan lidahnya.
“Ggggrrrr, hey Nichkhun hyung kau pulang naik apa?” Tanyaku pada nichkhun hyung.
“Mobil, kenapa?”
“Yaudah kalo gitu aku menumpang dimobilmu, gamau tau!” Paksaku padanya.
“Ahhh tidak bisaa!” Cegah hyoji sambil mendekati nichkhun.
“bodo! Weee” kataku, aku langsung berlari menuju parkiran sekolahan meninggalkan mereka semua.
*diparkiran*
“Lama nih jalannya!” Gerutuku dalem hati. Itu mereka datang. Mereka mau kemana ya? Aku harus ikut. *tuit tuit* bunyi mobil khun hyung yang terbuka kuncinya. Hyoji dipersilahkan masuk didepan samping nichkhun, aku duduk dibelakang? Oklah kalo gitu.
“Rumahmu dimana junho-ah?” Tanya nichkhun hyung.
“Jauhhh….” Jawabku dengan gaya anak kecil.
“Sok imut kau hahaha” hyoji tertawa melihat tingkahku. Entah mengapa aku senang melihatnya  hehe
“Oh iya hyo kita mau makan dimana?” Tanya nichkhun. Makan? Asik aku harus ikut nih.
“Gatau deh, terserah kamu aja oppa” jawab hyoji bingung.
“Makan???? Aku ikut yaaa!”
“Mwo? Untuk apa kau ikut?” Jawab hyoji sinis.
“Bodo, eh aku tau makan di kedai shusimami aja. Enak deh suer” kataku meyakinkan mereka dengan paksa.
“Shusimami? Dimana itu?” Tanya nichkhun. Yah ini anak enggak gaul amat ya katanya famous dikalangan adik kelas ckck,
“Itu dipersimpangan dekat pasar” jelasku padanya. Nickhun hyung segera menancap gas menuju arah yang ku tunjuk. 5 menit lagi kita akan sampai, haa aku tak sabar, aku laparrrr.
“Yey, sudah sampai” kataku girang sambil menari-nari.
“Hahaha dasar pabo namja! Kkkk” hyoji meledek dan memukulku.
Sakit sekali punggungku dipukul dia, pabo!
“Ya! Sudah sudah ayo masuk” nichkhun hyung segera memegang tangan hyoji, apa-apaan namja ini seenaknya pegang-pegang tangan yeoja. Aku cemburu? Ah tidak mungkin, sudahlah aku lapar. Aku segera berlari masuk kedalam kedai menyusul mereka.
“Hyung aku pesan 2 porsi komplit ya” suruhku pada nichkhun hyung.
“Dua? Yaudah, kamu hyoji? Mau apa?” Tanya nichkhun hyun pada hyoji.
“Terserah saja, samakan denganmu saja” hyoji dan aku segera mencari tempat duduk yang kosong sedangkan nichkhun hyung memesan makanan. “Disana kosong” kata hyoji. Aku dan hyoji duduk samping-sampingan entah kenapa aku ingin duduk disampingnya. “Kenapa kau ikuti aku duduk disini?” Tanyaku jaim.
“Kau yang mengikutiku, aku duluan ya” bantah hyoji.
“Haha yasudahlah pusing aku” aku hanya bermain dengan botol kecap dan saus yang ada dimeja sambil menunggu nichkhun hyung, hyoji hanya mengejek melihat kelakuanku. Nichkhun hyung datang membawa nampan makanan, sudah tidak sabarrr!
“Lama ya? Habis ngantri hehe” kata nichkhun hyung sambil memindahkan posisi kursinya agar dia bisa duduk. “Nih punyamu hyo, ini punyamu junho” nichkhun hyung memberikan porsi masing-masing padaku dan hyoji.
“Gomawo” kata hyoji tersenyum dan mengambil makanannya dari tangan nichkhun, hyoji menatap mata nichkhun begitupun sebaliknya nichkhun menatap mata hyoji. Oke jadi aku disini sebagai obat nyamuk?
“Ehem….” Dehamku sontak membuat keduanya terkejut, “ah iyaiya, ayo makan” seru hyoji terkejut. Makan makan, enak kau berdua kencan sedangkan aku hanya menontonnya, gerutuku dalam hati.
“Ah iya nih minumnya” nichkhun hyung memberikan minuman yang sudah dipesan. Haa kami pun menghabiskan makanannya setelah itu pulang hehe.
“Hey kalian tunggu dimobil dulu ya aku ingin membayar” seru nichkhun hyung dan memberikan kunci mobilnya padaku. “Ne” jawabku singkat. *tuit tuit* mobil sudah tidak terkunci hyoji dan aku memasuki mobil.
“Hey hutangku impas ya, sudah ada yang mentraktirmu” hyoji menatapku tajam. Impas? Memangnya kau yang mentraktir.
“Siapa yang membayar? Kau? Bukan kan? Jadi hutangmu belum lunas!” Bantahku cepat tak mau kalah. “Ahh iya iya sudah jangan bicarakan ancaman mu itu diam! Aku akan mentraktirmu lusa.” Hyoji menyerah dan dia janji akan mentraktirku lusa, asik. Nichkhun hyun terlihat berlari kecil menuju mobil, “mian lama ya, ayo kita pulang” serunya. Mobil segera dinyalakan dan jalan menuju rumahku dan hyoji.
*sampai depan rumahku*
“Ok, gomawo nichkhun hyung traktirnya, aku pulang dulu. Annyeong” aku langsung membuka pintu mobil dan keluar.
“Oh aku juga pulang ya oppa, gomawo” hyoji pun membuka pintu mobil dan keluar juga. Mobil nichkhun segera melaju cepat. Hyoji menyebrang jalan dan aku lihat dia mengeluarkan kunci. Kunci rumah? Hah? Itu rumahnya?
Hyoji menengok ke arahku dan berkata “cepat pulang kau nanti ibumu kawatir denganmu”
Aku segera masuk rumah dan mengintipnya dari jendela. Sepertinya dia juga terkejut mengetahui ini rumahku, haha.
“Hey apa yang sedang kau lakukan?” Tanya eomma padaku.
“Ah tidak eomma, tidak ada apa-apa hehe aku kekamar dulu ya” segera aku menuju kamar dan mengunci diri mengamati rumahnya dari jendela.
“Dasar anak aneh!” Gerutu eomma padaku.

Hyoji POV
Dia masuk kerumah itu? Itukan rumah ahjumma lee shin teman baiknya eomma? Jangan jangan???
Aku segera masuk kedalam rumah dan menelpon eomma, ‘Yeoboseo eomma, aku mau tanya ahjumma lee shin punya anak namja sepantarku?’
‘Iya memang kenapa? Oh iya eomma menyuruh anak ahjumma lee shin menginap dirumah untuk menjagamu, kau sudah kenalan? Dia akan datang sore ini, jaga sikap ya sudah ya eomma harus memasak untuk kakekmu, tut tut tut’
Apa? Jun.. Jun… Junhooo akan tinggal disini bersamaku? Bisikku dalam hati. Tiba tiba *neng nong* bel rumahku berbunyi, omo siapa itu? “Ya tunggu sebentar” aku segera membuka pintu dan seorang namja bermata sipit didepanku.
“Mau apa kau kemari?” Tanyaku pura-pura tidak tahu.
“Kalau aku tidak dipaksa eomma kita, aku tidak akan mau menginap disini” jelas junho padaku sambil mengamatiku. “Kau belum mandi dari tadi? Jorok kau. Oh jadi ini rumahmu. selama bertahun-tahun aku tinggal disebrang, selama bertahun-tahun eommaku dan eommamu berteman, aku baru tahu kalau ahjumma Kim hyun punya anak sepertimu haha”
Maksudmu punya anak aneh seperti ku?! Hah???!!! Ggggrrr! Gerutuku dalam hati.
Sabar. eomma bilang aku harus jaga sikap.
“Terserah kau sajalah junho, aku capek debat denganmu, sudahlah aku mau mandi dulu.” Aku berjalan cepat menuju kamar mandi. Selesai mandi aku masuk kekamar, ku lihat junho tertidur dikasurku, aku menghampirinya dan duduk dipinggir kasur, ku pandang wajah junho. Namja ini sebenernya tampan hanya saja sifatnya yang menyebalkan.
“APA?” Tibatiba junho membuka matanya dan mengangetkanku. Aku terjatuh kelantai saking kagetnya.
“Mwo, mianhae apa aku mengagetkanmu? Hahaha habis kau menatapku begitu” junho segera membantuku berdiri, aw kakiku rasanya terkilir, sakit sekali.
“Aw…” Aku meringis pelan.
“Apa yang sakit? Kakimu? Biarku gendong” junho langsung menggendongku, aku hanya menatap wajahnya dan tersenyum. *brukkkkk* entah apa yang terjadi aku terjatuh ke atas kasur dan aku menindih tubuh junho. Junho menatap mataku dan aku menatap matanya, nyaman, tenang, hangat itu yang aku rasakan saat menatap matanya.
“Ya! Apa yang kau lakukan padaku, jangan nodai akuuuu!” Seru junho seraya menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
“Mwoo? Harusnya aku yang bilang seperti itu!” Aku pukul junho dengan bantal dan guling, dia membalas mencubit pipi dan hidungku. Haha sampai akhirnya kami tertidur.

Junho POV
“Ya! Apa yang kau lakukan padaku, jangan nodai akuuuu!” Seru ku seraya menutupi dadaku dengan kedua tangan.
“Mwoo? Harusnya aku yang bilang seperti itu!” Hyoji memukulku dengan bantal dan guling, aku balas mencubit pipi dan hidungnya. Haha sampai akhirnya kami tertidur.

*pagi hari*
“Hoaaammm” ku lihat hyoji masih tertidur, wajahnya tepat didepan wajahku, aku membelai rambutnya dengan lembut dan aku tertidur lagi.
“Junho-ah, junho! Junhooooo!” Teriaknya ditelingaku.
“Hah???? Iya ada apa? Ya! Kau bisakan tidak teriak ditelingaku” dasar yeoja pabo, dia pikir aku budek.
“Jam berapa ini? Kita bukannya harus sekolah?” Bentak yeoja pabo itu sambil mencubiti tubuhku.
“Aw aw iyaiya ampun, iya aku mandi duluan” segera aku menuju kamarmandi, selesai mandi aku melihat hyoji sudah memakai baju sekolah. “Kau tidak mandi?” Tanyaku padanya.
“Ga ah tidak akan sempat, sudah sana kau pakai baju dulu!”
Aku pergi mengabaikan kata kata hyoji dan memakaii seragamku.
“Sudah ayo cepat, terlambat ini kita! Gara-gara kau sih” omelku padanya. Hyoji hanya cemberut tidak mengoceh pagi ini. Aku mengunci rumah dan jalan menuju sekolah.
“Kau kenapa? Sakit?” Tanyaku kawatir.
“Ah ani, hanya kakiku yang semalem masih sakit.”
Kaki? Oh iya aku lupa kakinya lagi sakit. “Yaudah kita naik bus saja ya”
“Sudah ayo jalan saja!” Kata hyoji sok bersemangat. Apaan sih anak ini? Aneh.
*sampai depan gerbang sekolah*

“Hyojiiiiii” panggil seorang namja dibelakang ku dan hyoji.
Nichkhun hyung? Mau apa dia?
Dia berlari mendekati ku dan hyoji, nichkhun hyung memegang tangan hyoji lalu berlutut didepan hyoji. Apa yang ingin dia lakukan?
“hem, hyoji would u be my girlfriend?”
Mwooo? Nichkhun hyung menembak hyoji????
“Oppa, apa maksudmu?” Tanya hyoji malumalu.
“Maukah kau jadi pacarku? Saranghae hyoji-ah” jelas nichkhun hyung pada hyoji.
Ah sudahlah aku pergi saja dari sini, “sudah ya kawan-kawan aku kantin dulu” seruku pada Nichkhun hyung dan hyoji.
Pabo yeoja kalo sampai dia menerimanya.

Hyoji POV
Apa yang ingin dia lakukan?
“hem, hyoji would u be my girlfriend?”
Mwooo? Apa maksudnya ini????
“Oppa, apa maksudmu?” Tanyaku malumalu.
“Maukah kau jadi pacarku? Saranghae hyoji-ah” jelas nichkhun oppa padaku sambil tersenyum lembut menatapku.
“Sudah ya kawan-kawan aku ke kantin dulu” seru junho seraya berjalan menuju kantin. Waeyo kau pergi junho saat aku kebingungan. Yasudah.
“Ne” jawabku pelan.
“Mwoo? Aku tidak mendengarnya?” Nichkhun oppa mendekatkan telinganya didepan bibirku.
“NE AKU TERIMAAA…..” Teriakku didepan telinga nichkhun oppa.
“Jadi sekarang kita jadian? Kajja kita kekantin” ajak nichkhun oppa, dia mengulurkan tangannya padaku agar aku bergandengan dengannya, hem apa boleh buat aku bergandengan dengannya sepanjang jalan ke kantin.
*dikelas*
“Wah selamat ya kau akhirnya jadian dengan nichkhun oppa! Aku pikir kau akan bersama junho haha” ledek eunjung.
“Ya! Apa kau ini hahaha sudah bel ya? Semoga semua guru rapat, aku sedang malas belajar” seruku sambil mengambil hp eunjung, kulihat wallpaper hp eunjung sedang bersama Taecyeon.
“Ciye kau foto bersamanya? Dimana ini?” Aku terus menggodanya.
“Haa hyoji-ah, kemarin waktu aku dan dia pulang bareng. Itu di cafe biasa dekat taman” jelas eunjung.
Junho memasuki kelas dengan tampang yang tidak biasa, ada apa dengannya? Sakit kah? Hem…
“Kau kenapa junho-ah? Sakit? Wajahmu tidak seperti biasanya” seruku sok perhatian. Tersenyumlah junho-ah, I wanna see your smiling eyes
“Hehe, aniya gwenchana” jawab junho sambil tersenyum lebar padaku. Gwenchana? Hem… Aku hanya membalasnya dengan senyum.
“Nih hpmu eunjung-ah” aku mengembalikan hp eunjung.
Guru fisika pun sudah masuk, doaku tidak terkabul. Hikshiks
*bel pulang sekolah*
Ku perhatikan dari tadi junho tidak fokus kepelajaran dia hanya bengong seperti memikirkan sesuatu.
“Junho-ah, ayo kita pulang” ajakku dengan nada lembut.
“Ah ne” senyum mengembang diwajah junho.

Salah ambil keputusankah aku? Salah ya aku menerimanya?
“Hmm… Junho-ah” seruku gagap.
“Ya?”
“Salah ga sih aku menerima Nichkhun oppa?” Tanyaku pada junho.
“Ah itu terserahmu saja” jawab junho cuek, “sudah ya aku pulang duluan pasti kau ingin jalan dengan Nichkhun hyung sebagai pasangan baru, jangan telat pulang ya. aku memasak dirumah!” Junho langsung lari terbirit-birit seperti dikejar maling.
Ada apa dengannya? Sudahlah, eunjung sekarang sibuk dengan taecyeon, aku pasti akan lebih sering bersama nichkhun oppa, junho? Sendiri tidak ada yang menemani.
“HYO!” Teriak seseorang dibelakangku.
“Khun oppa!” Seruku sambil tersenyum malu.
“Mau nonton ga hari ini?” Tanyannya sambil menunjukan tiket bioskop padaku. Jadi dia mengajakku kencan?
“Hmm… Ne, Yasudah”

*dibioskop*
“Kita tidak ganti baju dulu?” Tanyaku pada khun oppa.
“Tidak usah, kajja!” Nichkhun oppa menarik tanganku kedalam studio bioskop. Film apa ini romance? Sudahlah nikmati saja filmnya. Ditengah aku sedang asik menonton, aku merasa ada yang memegang tangan kananku erat sambil menciumi punggung tanganku. Nichkhun oppa! 2jampun berlalu film berakhir. “Bagaimana filmnya?” Tanyanya.
“Bagus, kerenlah lumayan. Oh iya mian aku harus segera pulang tidak ada orang rumah, gomawo nichkhun oppa” aku ingat pesan junho agar pulang tidak larut malam, dia bilang akan masak untukku.
“Ayo biar aku antar kau” seru nichkhun oppa.
“Ani, tidak usah, sudah ya annyeong” aku berlari dan terus berlari menuju rumah, karna hari makin gelap. Sampai juga didepan rumah, ku lihat jam tanganku menunjukan angka 9.15pm.
Aku segera masuk ke dalam rumah, “annyeong, junhooo”
Ku periksa kamarku tidak ada junho, kuperiksa kamar mandipun tidak ada junho. Ketika aku menuju dapur aku melihat seorang namja tertidur diatas meja makan. Ada berbagai makanan dimeja itu, apa dia yang memasaknya? Aku cicipi satu persatu makanannya, nyumm enak. Aku tarik kursi, duduk dan segera melahapnya hingga kenyang. “Ha habis. junho. Junhooo” aku mencoba membangunkan junho dari tidurnya, ku pegang kening, pipi dan tubuhnya, suhunya tinggi sekali sepertinya dia demam.
“Junho kau sakit? Junhoooo”
“Ah ne?” Junho membuka matanya “gwenchana…” Katanya sambil tersenyum.
“Gwenchana? Pabo! Ayo biarku bopong kau kekamar” aku membopong junho ke kamar dengan sekuat tenagaku. Haa berat sekali namja ini. Sesampainya di kamar aku menidurkan junho di atas kasur. Kompres, ya es batu, aku berlari menuju dapur, membuka kulkas, mengambil beberapa es batu, mangkok kecil dan handuk kecil.
“Kenapa kau bisa seperti ini? Aku akan memberitahu eomma mu ya kalau kau sedang demam hari ini” seruku sambil meletakan handuk kecil berisi dikeningnya.
“Ani, jangan tidak usah. Aku tidak ingin membuat eomma kawatir hehe” smiling eyes-nya terpapar diwajahnya.
“Yasudah tunggu dulu ya aku ingin membeli obat untukmu” ketika aku berdiri junho memegang tanganku dan menatapku, matanya seperti berbicara mencegahku pergi. “Baiklah aku tidak akan pergi” aku kembali duduk dipinggir kasur dan kembali mengompres junho. Ia menarik ku hingga aku jatuh kepelukannya, dia memelukku erat. Aku bisa rasakan hatinya berbicara ‘tetaplah dipelukanku aku tidak ingin kau pergi’. Sekarang hingga besok aku akan tetap dipelukanmu hingga kau sembuh.

*im singing my blueees~*
Hp ku berbunyi, junho sudah tertidur lelap aku mencoba melepaskan pelukannya dan segera mengambil hpku.

Nichkhun 11-2 is calling you.

Jam berapa ini dia menelponku, kulihat jam di hpku.
3.05am. Mwooo? Aku segera menekan tombol yes.
‘Yeoboseo’ jawabku.
‘Dari mana sajakau! Aku sudah mengirim sms padamu berapa kali, menelponmu berapa kali baru kau angkat!’ Ucap namja disebrang telepon sana.
‘Ne mian, ada apa?’
‘Ani, aku hanya rindu padamu.’ Jawab nichkhun oppa.
‘Rindu? Haha yaya aku juga merindukanmu. Sudah ya aku ingin tidur ngantuk, bye’
‘Bye, sarangheyo *tut tut tut*’
Sarangheyo? Hem….

*pagi hari*
“Junho-ah, bangun! Sarapan” aku mencoba membangunkan namja pabo ini.
“Sekarang hari sabtu kan? Aku ingin tidur lebih lama lagi, kepalaku pusing” jawabnya manja dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
“Ya! Kau sedang sakit sekarang. Semalam kau demam. Apa kau merasa baikan sekarang?” Tanyaku sambil memegang kening dan pipi junho. “Masih panas sih tapi tidak sepanas semalam”
Baiklah kalau kau tidak mau sarapan aku pergi saja sendiri. Aku berjalan keluar kamar.
“Hyoji-ah” panggil junho sebelum aku keluar kamar.
“Mwo?” Aku menoleh ke arah junho. Dia hanya menggeleng dan tersenyum.

*ddrrrrttt* ada sms masuk.
Fr: nichkhun 11-2
Mau makan bubur bersamaku? Aku tunggu ditaman ya^^

Yasudahlah aku pergi bersamanya saja. Aku segera pergi ke taman untuk menemui Khun oppa.

*ditaman*
“Annyeong” sapaku dengan senyum.
“Annyeong kyeopta yeoja” jawabnya sambil merangkulku. “Kajja, aku lapar”
Aigoo~ dia merangkulku? Hahaha.
“Aku mau 2porsi ya, yang satu untuk dibawa pulang oppa”
“Dua? Haha seperti junho saja kau hahaha” jawab nichkhun oppa yang sedang tertawa.
Oh iya junho kalau makan 2porsi. “Ohe itu aku pesan 3porsi ya yang 2untuk dibawa pulang saja, bolehkan?” Tanyaku.
“Tentu saja boleh, apa yang tidak boleh untukmu?” Nichkhun oppa hanya tersenyum lalu memakan buburnya. Hehe.
Akhirnya buburnya habis juga, nichkhun oppa segera membayar, ia berlari menuju warung bubur itu.
“Kau tunggu dikursi taman saja disana, aku bayar dulu”
Setelah kembali “Gomawo nichkhun oppa” seruku sambil tersenyum. Nichkhun oppa hanya membalasnya dengan senyum dan nichkhun oppa memegang kedua pipiku lalu…..menciumku. Ya, dia mencium bibirku.

Junho POV
“Aku harus mengikuti hyoji, biarpun aku sakit” segera aku mengambil jaketku dan mengunci pintu.
Tamankah? Mungkin, coba saja aku kesana. Diperjalanan menuju taman ada warung bubur nasi, aku melihat Nichkhun hyung sedang membayar tapi aku tidak melihat hyoji. Kemana dia? Aku ikuti nichkhun oppa berjalan ke arah taman. Oh ternyata hyoji ada taman sedang duduk memandangi air mancur.
Ku lihat hyoji mengucapkan sesuatu tapi aku tidak bisa mendengarnya karna jarak yang cukup jauh, dan nichkhun hyung membalasnya dengan senyuman. Tunggu dulu apa yang ingin dilakukannya, ku lihat nichkhun hyung memegang kedua pipi hyoji dan Mencium hyoji. Mwo? Arrrgghh! Aku segera berlari pulang menuju rumah hyoji. Gak gaaaaaaak! Tanpa ancang-ancang lagi aku mendobrak pintu yang tadi terkunci. Aw aku merasa bahuku memar karna mendrobak pintunya. “Aw damn!” Seruku sambil berjalan menuju kamar. Panas! Aku membuka kaca jendela agar angin masuk tapi pemandangan itu lagi yang aku lihat, nichkhun hyung memeluk hyoji. Sudahlah mungkin sudah ditakdirkan seperti ini. Aku bergegas melepas jaketku dan pura-pura tidur agar hyoji tidak curiga.
“Annyeong” “Junho-ah!” Sepertinya hyoji terkejut melihat pintu seperti ada yang dobrak.
“Ne, apaaaa?” Seruku dari kamar.
“Kau belum juga bangun?” Tanya hyoji sebel padaku.
“Belum, hoaaamm. Aku lapar. Apa itu? Kau membawakanku sesuatu? Aromanya seperti bubur”
“Tau saja apa yang aku bawa, jangan-jangan kau ada keturunan ehem… tunggu aku ambilkan mangkok dan sendoknya” hyoji pergi menuju dapur untuk mengambil mangkok dan sendok. “Kau pikir aku anjing yang bisa mengetahui karna aroma? Aku ini burung hantu yang Matanya bisa melihat ke segala arah, hyo” Bisikku pelan. Hyoji datang memasuki kamar.
“Nih makan” dia mengulurkan mangkok berisi bubur 2porsinya.
“Aku tau ini 2porsi ya?” Tanyaku mencairkan suasana.
“Iya kau kan rakus jadi ku belikan 2porsi sekaligus. Aku segera melahapnya seperti orang belum makan 2hari yang lebih tepatnya mengisyaratkan bahwa aku kesal.

*pagi disekolah*
Aku jadi lebih sering berangkat sekolah sendiri. Ku lihat hyoji di depan gerbang. Baru ingin aku sapa, nichkhun hyung menghampirinya. Sial.
“Hyoji-ah, saranghae” ucap nichkhun hyung pada hyoji, nichkhun hyung memberikan setangkai bunga mawar padanya.
“Ne, gomawo. nado” jawab hyoji sambil menerima mawar pemberiannya.
Apa apaan ini pagi-pagi sudah berdua-duaan. “Hey, masih pagi! Masih pagi!” Ledekku pada mereka. Ahhh gendek aku!
“Iri saja kau!” Jawab hyoji sambil memukulku.
“Haha sudah, sudah. Junho-ah duluan ya” nichkhun hyung menggandeng tangan hyoji menuju kelas. Pabo! Aku ini jomblongenes, gamikirin perasaanku!

#dikelas
“Hyoji-ah!!!” Teriakku ditelinga hyoji yang sedang sibuk dengan hp-nya.
“Apa kau ini? Kau pikir aku tuli!” Jawabnya sinis.
“Aku benci kau!” Seruku pelan. Aku harap dia tidak mendengarnya.
“Apa?” Tanya hyoji penasaran. “Pikir saja sendiri!” Seruku dengan nada super sinis.
“Ada apa denganmu? Kau marah denganku?” Tanyanya dengan tampang polosnya.
“Ani. Sudahlah lupakan saja” aku segera menutup wajahku dengan kedua tanganku, menahan rasa kesal yang ada dihati.
Guru joon pun masuk kedalam kelas, “pelajaran dimulai, keluarkan buku catatan kalian” sepertinya guru joon melihat aku yang masih menutup wajah dengan kedua tanganku. “Ya, junho kau kenapa? Sakit?”. Aku segera menyingkirkan kedua tangan dari wajahku “ani, gwenchana.” Aku rasa mataku memerah.
“Kau sakit. sudah sana pergi ke UKS saja, hyoji antar dia cepat” perintah guru joon. Hyoji? Kenapa harus dia? Haaa~

Hyoji segera membantuku untuk berdiri dia menuntunku sepanjang perjalan menuju UKS. “Kau kenapa junho-ah? Sakit? Apa yang sakit?” Tanyanya serius.
“Ani” jawabku singkat. Ditengah perjalan, aku dan hyoji melihat nichkhun hyung berlari menuju toilet wanita yang tidak jauh dari UKS. Keluar seorang yeoja cantik dari dalam toilet, aku tidak tahu siapa dia tapi dia langsung memeluk nichkhun hyung. Ku lihat wajah hyoji yang sangat terkejut dan air matanya yang sudah tidak bisa tertahan lagi. Hyoji-ah kuatkan dirimu.

Hyoji POV
“Kau kenapa junho-ah? Sakit? Apa yang sakit?” Tanyaku serius.
“Ani” junho hanya menjawab singkat.
Ditengah perjalan, aku dan junho melihat nichkhun oppa berlari menuju toilet wanita yang tidak jauh dari UKS. Keluar seorang yeoja cantik dari dalam toilet, oh Victoria eonni tapi mengapa dia langsung memeluk nichkhun hyung??? Mataku sudah penuh dengan air mata yang sudah tidak bisa tertampung lagi.

“Hikshiks, waeyo nichkhun oppa? Hikshiks” bisikku pelan dan dengan air mata yang sudah mengalir. Junho mencoba menenangkanku dan kini dia yang menuntunku menuju UKS disebelah toilet wanita. aku dan junho berjalan lewat didepan nichkhun oppa dan victoria eonni, mereka terkejut dan langsung melepaskan pelukannya.
“Kau kenapa hyoji-ah?” Tanya nichkhun oppa.
“Sudah sana hyung kau lanjutkan saja! Jangan urusi hyoji lagi!” Bentak junho pada nichkhun sambil menarikku kedalam ruang UKS. Junho menarikku kedalam pelukannya “menangislah sepuasmu hyoji-ah, pelukanku tidak akan ku lepas sampai kau tenang” junho mengusap-ngusap rambutku. Kini tangisku semakin kencang hikshiks, junho pun menyanyi mencoba menenangkanku
“Only you niga anim nal gochil su eobseo. Nandasi useul su ga eobseo. It’s only you my baby it’s only you~ Kkeutnabeorin chueogeul honja wae nochi motago butjabaJinagan geu saram bonaejugo saeroun sarmeul saraO nado ara geuraeya handaneun geol nado ara~~~”
Akhirnya suara tangisku mengecil, “2pm – only you, right? junho-ah, suaramu bagus juga” kataku sambil memuji dirinya.
“Arraseo, tentu saja haha” jawabnya bangga.
“Ishh, kau ini baru ku puji begitu saja sudah kepedean haha” aku tertawa melihat junho berbicara. “Nah seperti itu dong, tersenyum kan lebih cantik” jawab junho. Cantik? Bohong kau.
“Masa sih? Kau bercandakan?” Seruku malumalu.
“Iya, aku bercanda hehe” junho hanya nyengir kuda. Huh menyebalkan aku pukul dia dengan tanganku, dia terdorong kearah pintu *cekrek* lalu junho pun jatuh.
“Aww. Ya, jahat kau padaku” seru junho sambil memasang wajah marah.
“Haha mian mian, sudahlah ayo kita ke kelas. Aku ingin mengumpulkan tugas yang kemarin” aku mencoba mengajaknya. Junho berdiri dari tempatnya dan mencoba membuka pintu tapi….
“Junho waeyo?” Tanyaku.
“Entahlah sepertinya terkunci” jawabnya enteng.
“Mwo? Terkunciiii?” Aku segera mencoba membuka pintunya tapi tetap tidak berhasil.
“Ini gara-gara kau hyoji” junho menatapku tajam. Gara-gara aku? Apa apaan ini.
“Kau menyalahkanku? Kau juga yang salah!” Bentakku tak mau kalah dengannya. Tibatiba lampu mati, janganjangan mamang sudah mematikan seluruh listrik dan sekolah sudah tutup.
“Sudahlah ga ada gunanya kita bertengkar” junho berjalan menuju kasur dipinggir jendela, aku segera menghampirinya dan memegang erat tangannya. “Aku takut, kau jangan pindah pindah terus” perintahku padanya. Dia hanya tertawa tanpa wajah berdosa. Hari pun semakin gelap, sekarang pukul 19.15. “Sudah sana kalau kau ingin tidur, tidur saja dikasur itu” junho menunjuk sebuah kasur yang ada di sebelahnya.
“Ani, aku takut. Enggg aku ingin tidur denganmu saja”
Ya! Apa yang aku pikirkan? Ahhh pabo!
“Haha yasudah terserahmu saja” junho hanya tersenyum dan memandangi wajahku.
“Apa liat liat?” Seruku.
“Ani, wajahmu jelek!” Ejeknya padaku sambil tertawa.
“Issshh! Kau menyebalkan!” Aku mendorongnya hingga terjatuh kelantai.
“Ya! Tenagamu seperti gajah!” Seru junho kesal.
“Mianhae, sini biarku bantu haha” aku mengulurkan tanganku tapi junho malah menarik tanganku, otomatis aku terjatuh juga.
“Hahahahahahaha” junho hanya tertawa puas melihatku terjatuh juga.
“Menyebalkan” gerutuku padanya “hm…kenapa nichkhun oppa seperti itu ya, tega” air mataku pun sudah tidak bisa ditahan.
“Sudahlah! Kau jangan menangisi dia terus! Untuk apa kau tangisi nappeun namja seperti dia! Gak ada gunanya!” Bentak junho padaku “mending kalo aku mati kau tangisi” bisik junho melanjutkan kata-katanya tadi. Maksudmu junho-ah?
Aku hanya bisa diam membisu, takut, dan…..kenapa dia bicara seperti itu.
“Mianhae aku berkata seperti itu” ucapnya meminta maaf dan mencoba menenangkanku. Aku masih terdiam, mengingat kata-katanya tadi. Dia memejamkan matanya, tertidur?
“Junho-ah jangan tidur dulu. Aku takut” seruku, aku menggeser posisi dudukku lebih dekat disampingnya.
“Ah apa? Aku mengantuk, sudah kau tidur juga saja” junho memegang kepalaku dan menyenderkan paksa kepalaku dibahunya.
Sedikit-dikit mata ku mulai merasa berat dan mengantuk, aku pun tertidur.

*pagi hari*
*cekrek cekrek* bunyi pintu sedang dibuka. *bruk* pintu pun terbuka, aku dan junho masih dalam keadaan sadar tak sadar alias baru bangun tidur. Seseorang masuk kedalam, nichkhun oppa. Mau apa dia?
“Apa yang kau lakukan bersamanya junho!” Nichkhun oppa menarik paksa tubuh junho. Ada apa ini sebenarnyaaaa.
“Kau ini apa-apaan hyung, aku bisa bangun sendiri jangan paksa!” Junho melepaskan genggaman tangan nichkhun oppa dengan kasar. Nichkhun menarik kerah baju junho, “apa yang kau lakukan bersama hyoji! Jawab!” Nichkhun oppa membentak junho keras.
“Maksudmu? Aku tidak melakukan apa-apa” bantah junho pada nichkhun oppa “kau yang melakukan apa apa dengan hatinya hyoji!” Junho membentak nichkhun oppa dan mendorongnya.
“Sudaaaaaaaaaaaahhhhh!” Aku berteriak sekuat tenaga. “Sudahlah, ayo junho kita pergi saja dari sini” aku segera menarik tangan junho keluar ruang UKS menuju ruang kelas.
“Awww sakit hyo” junho melepaskan genggaman tanganku.
“Mian, yasudah aku kekelas duluan saja” aku langsung berlari menuju ruang kelas. Didekat kelas aku bertemu nichkhun oppa yang sedang menungguku, aku berjalan cepat dan memalingkan wajahku.
“Hyoji” panggilnya. “Mwo? Mau apa lagi kau!” Bentakku kasar.
“Mianhae tadi aku tidak bermaksud untuk berbuat itu, victoria hanya teman saja…………blabla” dia menjelaskan panjang lebar.
“Hem… Terus urusanku apa?” Aku langsung masuk kedalam kelas tapi nichkhun oppa mencegahku.
“Mianhae, mau kan kau memaafkanku?” Senyum manis tersungging diwajahnya. Sial! Kenapa dia tersenyum padaku!!!!
“Ya….ya…yasudah” melihat wajahnya aku tidak bisa bilang tidak, waeyoooooo!!! Dia langsung memelukku, teman-teman yang ada disekitarku dan nichkhun menyoraki dan bertepuk tangan. Membuat aku malu saja!

Junho POV
Sampai nichkhun hyung membuat hyoji menangis lagi akan ku habisi dia. Aku berjalan menuju kelas dengan gontai, ku lihat hyoji bergandengan dengan nichkhun hyung berjalan menuju kantin. Mereka sudah baikan? Dasar yeoja pabo!!!!
*dikelas*
Aku hanya tidur diatas meja, eunjung dibelakangku sedang membaca buku dan yang lainnya aku tidak tahu.
“Junho-ah, eunjung-ah” teriak seorang yeoja, si pabo hyo.
Aku hanya diam mendengar itu.
“Ada apa hyoji kelihatannya kau senang sekali?” Tanya eunjung dengan nada penasaran.
“Aku sudah damai dengan nichkhun oppa! Hehe” jawabnya dengan nada tak berdosannya.
Aku langsung bangun, menggebrak meja “pabo yeoja!” Dan aku langsung pergi keluar kelas.

6bulan pun berlalu.
*6bulan kemudian*
Sekarang sudah bulan april, Gakerasa hyoji sudah menjadi yeojachingu-nya nichkhun hyung selama 6bulan. Dan selama 4bulan belakangan ini aku dan hyoji mulai menjauh, maksud kata menjauh, aku dan dia sudah tidak sedekat dulu, tidak sering mengobrol, bercanda dan lainlainnya. Setiap pulang sekolah, dia selalu bersama nichkhun, setiap weekend dia selalu bersama nichkhun. Entah apa yang aku rasakan, sepertinya aku menyukai hyoji. Aku merindukannya, aku ingin kau yang dulu hyo. Padahal kau sering disakiti Nichkhun hyung tapi kau masih saja mau memaafkannya.

#flashback#
*desember, 4 bulan yang lalu*

Berharap ada seseorang yang dapat menghiburku. Hyoji, dia selalu sibuk dengan hp-nya. Taecyeon, aku tidak ingin menggangku kesenangannya bersama eunjung.
*toktok* siapa yang mengetuk pintu sekeras ini?
“Iya tunggu sebentar” segera aku menghampiri pintu depan, aku buka pintu dan….
“Hikshiks junho-ah” kulihat hyoji depan pintu sedang menangis.
“Kau kenapa?” Tanyaku. Dia hanya diam, tidak menjawab pertanyaanku. Aku tarik dia masuk dan segera aku peluk dirinya, sekarang hyoji sedang menangis dipelukanku. Menangislah sepuasnya hyoji, dekapanku selalu ada untukmu.
“Menangislah sepuasnya, aku selalu ada untuk kamu” seruku sambil membelai rambutnya.
“Sudah ayo masuk dulu” aku tutup pintu depan dan mengajak hyoji masuk kekamarnya. Hyoji masih menangis, dia duduk dilantai kamar. Omona miris sekali anak ini, ada apa sebenarnya.
Aku mendekatinya dan duduk disampingnya.
“Kau kenapa? Kau bisa cerita apapun padaku. Jangan dipendam sendiri” kataku kawatir melihatnya.
“A..ak…aku..melihat nichkhun oppa berduaan dengan victoria eonni, huaaa hikshikshiks” katanya sambil menangis lebih kencang, dia memeluku erat. Ini yang aku sering rasakan hyoji, aku tahu pasti sakit rasanya.
“Sudah, mungkin kau hanya salah lihat, waktu itu juga kita pernah melihatnya berpelukan kan? Pasti ada alasannya cupcup jangan menangis lagi” ucapku lembut, aku membelai rambutnya sesekali dan menghapus air matanya.

*feb, 2bulan yang lalu*
Hoam jam berapa ini? Hah jam 1am. Aku terbangun ditengah malam. Aku rasa aku lapar. Aku segera bangun dari sofa. Aku mengecek kamar hyoji, tidak ada orang. Kemana dia. Terdengar suara tangisan kecil, dari mana datangnya, siapa yang menangis. Aku berjalan was was menuju dapur, suara tangisan itu makin besar. “Hikshikshiks” kedengarannya ada dibalik meja makan. Aku menghampiri meja makan dan hyoji yang sedang menangis.
“Ya! Kau kenapa menangis?” Ucapku keras. Dia tidak menjawab, terus menangis hanya menangis. Aku mengulurkan tanganku, “cepat bangun” ucapku. Dia memegang tanganku, bergegas berdiri dan tibatiba dia memeluku.
“Hikshikshiks” hyoji masih menangis saja.
“Sudahlah, kenapa kau akhir-akhir ini sering menangis?” Tanyaku padanya sambil tetap memeluknya.
Suara tangisan itu semakin kecil, kulihat ternyata hyoji tertidur dipelukanku.
#flashback end

*dirumah*
“Hyoji-ah, kapan eomma-mu akan pulang?” Tanyaku padanya.
“Tidak tahu, kata eomma dia belum bisa pulang, mungkin sampai kakek-ku sembuh. Ada apa emang?” Jelasnya padaku.
“Oh, ani gwenchana” aku menatap dirinya yang sedang asik dengan hp-nya. “Hem… Bagaimana hubunganmu dengan nichkhun hyung?” Tanyaku basa basi.
“Baik baik saja, hehe” hyoji tersenyum melihatku. Pasti dia sedang sms-an dengan nichkhun hyung. Segera aku masuk ke kamar. Apa dia gabisa rasain perasaanku? Bodo amatlah ga usah dipikirin lebih baik aku tidur~
Besok tidak sekolah, aku bisa tidur sampai siang.

*pagi hari*
Hoaaaamm, aku berjalan gontai menuju dapur untuk mengambil segelas air, rasanya haus sekali. Mwo? Ada note dipintu kulkas,
‘Junho, ada makanan dimeja makan. Kau makan ya! Aku pergi bersama nichkhun oppa ke suatu tempat. -hyoji’

Pergi bersama nichkhun hyung? Sudahlah aku tidur lagi saja. Tidak jadi mengambil air minum aku langsung kembali ke kamar dan tidur~

Hyoji POV
Hari ini aku janjian dengan nichkhun oppa ditaman dekat rumah. Mana ya dia, janjian jam 7am sudah 2jam aku menunggu tapi dia belum datang juga. Aku menunggunya sambil bermain game di hp-ku. Tidak lama kemudian nichkhun oppa datang.
“Annyeong nichkhun oppa!” Seruku sambil tersenyum lebar dengan wajah ceriaku.
“Ah annyeong, aku datang kesini cuma ingin bilang…..enggg…kalo” nichkhun oppa berbicara gugup.
“Bilang apa oppa? Ayooo cepat!” Aku menarik narik tangannya semangat.
“Lebih baik kita akhiri saja hubungan ini” nichkhun oppa melepaskan tanganku yang sedang memegang tangannya.
Akhiri? Putus maksudnya? Mwo?
Seorang yeoja cantik keluar dari dalam mobil nichkhun oppa, dia langsung menghampiri kami. Aku tahu itu siapa, victoria eonni.
“Come on dear, we will be late if you’re always with… What’s your name? Oh iya hyoji” ucapnya lembut tapi menusuk.
“Kau bohongkan oppa? Kau bohongkan?????!” Aku berteriak didepan wajah nichkhun.
“Ani, aku serius. Sekarang aku sudah menjadi namjachingu-nya victoria. Sudah ya” nichkhun oppa segera pergi menggandeng victoria eonni menuju mobilnya.
“Ini sungguhan? Omona, I think, I wanna die today! God! Kill me now! I wanna die now! Tahan hyo! Benar kata junho seharusnya aku tidak boleh menangisinya!”
Aku langsung pulang ke rumah menahan air mata yang sudah ingin menetes ini, terus menahan. Aku membuka pintu berjalan kedalam kamar dengan pandangan kosong, masuk kedalam kamar dan duduk di pinggir jendela.
“Hikshiks, pabo! Pabo! Aku ini pabo yeoja!!!!” Gerutuku pelan.
Terdengar suara langkah kaki yang mendekat, ada yang memakaikan ku headphone terdengar suara lagu, aku tahu lagu ini, Joo – Bad Guy. .
“Junho,” aku segera menghapus air mataku.
“Ani, gwenchana hehe” mencoba tersenyum dan tertawa didepannya.
“Bohong! Kau kenapa lagi? Bertengkar dengannya lagi?! Hah? Lagian kau selalu menangis karena nappeun namja itu!” Junho membentakku kasar karena kesal padaku.
“Ne, aku……enggg aku…putus dengannya, hikshiks” aku menangis didepannya.
“Sudahlah, masih ada aku disini” seru junho lembut beda dari biasanya. Aku tidak bisa berkata-kata lagi, hanya menyandarkan kepalaku ke bahunya sambil menangis.
“Oh iya junho-ah, maksud kata-katamu waktu itu apa?” Aku mencoba berbicara hati-hati.
“Ani” jawabnya singkat, dia memegang bahuku, menatap mataku tajam. “Kalau aku mati sekarang apa kamu akan menangis seperti kamu menangisi nichkhun hyung?” Serunya serius tetap menatap tajam setajam tajamnya mataku.
“Kau jangan bicara sembarangan!” Air mataku kembali menetes deras dan membentaknya yang sedang menatapku. Dia memegang kedua pipiku, mencium bibirku, hidung dan keningku.
“Aku mohon jangan pernah menangis lagi didepanku, aku gak ingin melihat kamu menangis untuk namja lain!” Junho menggenggam tanganku dan mencium punggung tanganku.
“Junho-ah…..” Lirihku pelan, aku langsung memeluk erat junho. “Gomawo junho-ah, ak…..aku…..gatau harus bilang apa padamu”

Dia tidak menjawab, Junho hanya menatap mataku.
“Kau hanya harus bilang nado, ok?” Serunya pelan.
“Nado? Ne” jawabku sambil menghapus airmata ku.
“Hyoji-ah……saranghae….jeongmal saranghae” junho membelai pipiku lembut menghapus air mataku tapi kini dia meneteskan airmatanya. Junho kau serius? Aku juga tidak tahu harus bilang apa. Aku baru sadar ternyata selama ini junho mencintaiku? Dan perasaan dihatiku kepada junho selama ini juga cinta?
“Nado” jawabku singkat. “Nado saranghae, Nado jeongmal saranghae junho-ah” aku melanjutkan kata-kataku sambil menghapus airmata yang ada dipipinya, junho tersenyum dan memelukku erat.

Tidak terasa sudah seminggu aku menjadi yeojachingu-nya junho. Bahagia, sangat sangat bahagia. Aku tidak pernah merasakan yang namanya Galau, dan bagusnya lagi aku sudah seratus persen melupakan Nappeun namja itu. Berangkat sekolah, belajar bersama, memasak bersama dan lainnya aku lakukan berdua dengannya.
Hari ini aku janjian dengan junho ditaman biasa jam 3pm. Ku lihat disekitar taman. junho belum juga datang. Setelah 10menit kemudia dia datang, dia berlari kearah ku dan dengan nafas tersengal sengal.
“Huff, mian aku telat hehe. Nih untukmu….” Junho memberikan setangkai bunga mawar putih padaku. Mawar putih ini cantik sekali, hanya saja ada satu kelopaknya yang terlepas.
“Ahhh junho-ah, gomawo. Aku suka sekali” aku mengambil mawar itu dan mencium pipi junho.
“Hehe, nakal kau cium cium” serunya sambil menepuk bahuku. “Mwo? Cuma satu? Aku tadi beli 2 mawar putih” junho berusaha mencarinya. Ternyata mawar putih yang satunya ada di tengah jalan raya.
“Tunggu ya, aku akan ambil yang itu. Jangan kemana mana” ucap junho menunjuk bunga itu dan berlari kearah jalan raya. Dia mengambil mawar putih itu, melambai lambaikannya padaku dan berteriak “hyoji-ah, aku dapat! Hehe” sambil menunjukkan smiling eyesnya. Tapi tibatiba……. *titttttt titttt* aku lihat sebuah mobil minibus datang melaju cepat menuju tempat dimana junho berdiri. Aku segera berlari kearah jalan raya tetapi baru aku sampai trotoar *BRUUUUUKKKK JEDEERRRRRR* junho sudah terpental jauh dari tempat tadi.
“JUNHOOOOOOOOOOO” teriakku, aku berlari dengan cepat menuju tempat dimana junho sedang terbaring lemah, dia masih menggenggam kuat setangkai mawar putih yang sudah ternodai bercak darah di tangan junho.
“Junhoooo bangun, jangan tinggalin aku! Junhoooo!!!! Aku mohon!” Teriaku tanpa terkontrol dan air mataku tidak henti hentinya membanjiri pipiku. Para warga sekitar berkumpul untuk membantu. Darah terus mengalir dari kepala junho.
“Junho tolong buka matamu, junhooo!” Aku terus memaksa junho untuk bangun. Omo junho membuka matanya perlahan.
“Hyoji…. Ka….kau….men….menangis untuk….aku? Gomawo hyoji-ah, jeongmal saranghey….” Serunya sambil tersenyum tapi Junho belum sempat melanjutkan kata-katanya dia langsung menutup matanya. Aku rasakan urat nadi di leher dan pergelangan tangannya, junho sudah tidak ada.
Kkajima! Kkajima Junho-ah nado sarangheyo! junho-ah!!!!!

 

#END

Mau dibikin sequelnya, sejudul lagi tapi…..tunggu aja^^

7 thoughts on “[Freelance] Oneshoot – Shadow in Sorrow

  1. Saya suka ide cerita FF ini! Sayangnya, ada beberapa scene dimana saya (readers) ga bisa dapet feelnya.
    Dan untuk bagian “Junho-ah” terdengar agak aneh, karena jika nama seseorang diakhiri bunyi vokal, maka seharunya jadi “Junho-ya”.
    Tapi, overall FF ini keren kok!
    Keep writing thor! ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s