Might and Magic

Title: Might And Magic

Author: SeiraAiren

Cast:

  • Bae Su Ji [Suzy MissA]
  • Kim Soo Hyun [Actor]

Other Cast:

  • Serri [Dalshabet] – Suzy Best Friend
  • Yuri [SNSD] – Suzy Eomma
  • Juhyun [Spica] – Kim Soohyun Eomma
  • Yunho [TVXQ] – Suzy Appa
  • Myungsoo [Infinite] – Suzy Crush

Genre : Romance, Comedy

Rating: T

Length: Flash Fics-Series [Complete]

Word Count: +/- 4,700 Word.

Disclaimer: All the cast is Bellong to the God, and Him/She. And the Story Line is Mine! Say No To Plagiarsm, and Allowed Re-Share ^^ **just write Full credits** [saya bukan orang pelit kog, heheh^^]

Note : Fict ini adalah Fict yang panjang jadi siap siap, minuman-makanan- dan tangan pegal-pegal(?) untuk scrooling :) hahaha, karena Part-nya gue gabungin. Okay banyak perubahan di sana-sini dan di pastikan NO TIPO(?) jadi yang udah baca Part 1, 2, 3 harap baca lagi ya.. tapi intinya ceritanya sama :3 hahaha.. Okay gak banyak omong lagi >< Lest check it ouT..

 

September, 24-2018

Angin tidak terlalu berhembus kencang, aku sedang berdiri di depan jendela kamarku,  mengamati daun-daun berguguran dari lantai dua rumahku. Musim panas kali ini aku hanya tinggal dirumah.

“Asssshh..” Aku membanting tubuhku ke kasur, aku sedang berfikir untuk pergi jalan-jalan saja ke taman kota. Namun tiba-tiba aku teringat dengan Serri, bukankah dia sekarang juga berada di rumah? Ya dia bilang dia sangat bosan karena akhir pekan ini dia tidak kemana-mana. Kuraih ponselku yang terletak di atas meja, kutekan-tekan beberapa tombol di layarnya, dan kutemukan nama Serri di layar ponselku. Kemudian tanpa ragu ku tekan tombol call.  Setelah selang beberapa saat terdengar bunyi tuuuuuuut, tuuuuuuut.. terdengar suara seorang yeoja yang sangat kukenal.

Yoboseo?” suara yeoja di seberang

“Ah, yeoboseo? Serri-ah?” Jawabku kemudian.

“Eiy, Hai Suzy!! Wae??”

“Kau sibuk Serri-ah?? Aku mau main ketempatmu bisa??” Ucapku to the point

“Ahh, miane Suzy-ah. Aku ini sudah mau pergi bersama eomma. Otte?” Terdengar suara Serri yang sedang meminta maaf padaku..

“Hmmm, It’s okay Serri-ah, gwenchanayo~” kemudian selang beberapa saat aku mematikan sambungan teleponku.

 

Okay, Suzy kau sekarang benar-benar sendiri!!  Gumamku, kemudian aku beranjak dari tempat tidurku, mengambil jaket dan mantel yang tadinya kuletakkan begitu saja di samping tempat tidur, kurasa udara di luar pastilah sangat dingin. Aku berjalan ke arah taman kota. Telah kuputuskan untuk pergi keluar mencari udara segar dan cuci mata.

Setelah hampir setengah jam berjalan-jalan akhirnya sampai juga ke tempat tujuan, namun tiba-tiba aku terjatuh karena tersandung sesuatu di tepi jalan raya. “Aisshh..” gumamku. Aku belum sempat bangkit dari duduk ku, tiba-tiba..

 

Craaaaaaaaassssshh, Bruaaaaaaaaaakkk, Ckiiiiiiiiiiiiiiit..

Aku masih sempat merasakan seseorang yang tiba-tiba memelukku sebelum benda itu menghantam tepat tubuh di hadapankuku, kemudian aku pingsan dan gelap.

 

Oktober, 2-2018

 

Aku membuka mataku, semua terlihat putih di sekitarku. Akupun mulai berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi padaku? Dimana aku sekarang? Namun aku hanya dapat mengingat kemarin aku terjatuh ketika sedang berjalan menuju taman kota. Kemudian, semua menghitam. Hanya sebatas itu yang ku ingat. Ehmm.. aku menengok ke arah samping kananku, kulihat seorang wanita paruh baya sedang tidur memengang tanganku yang di infus. Aku jadi semakin bingung?! Ada apa denganku? Kenapa tanganku di infus? Segala macam pertanyaan berkecamuk di benakku. Ku coba menggerakkan tangan kiriku, dan kurasakan sakit yang teramat di sekujur tubuhku. Kurasa kepalaku pasti habis terbentur, karena aku sangat pusing sekarang. Dan ketika kusentuh, kepalaku telah di perban. Daebak!! Apa yang terjadi padaku?? Akupun memanggil wanita paruh baya di sebelahku tadi, ya aku mengenalinya sebagai eomma-ku.

E…e…e…eom..mmaaa..” panggilku. “Eom…mmmmma..” kemudian wanita paruh baya yang kupanggil dengan sebutan eomma ini terbangun, dan terkejut melihatku.

“Suzzzyyyy-ahh!! Gwenchana??” Eomma mengguncang tubuhku, memelukku serta menciumi seluruh wajahku. “Suzyy syukurlah kau siuman nak, pasti appa mu sangat senang melihatmu sudah sadar, dia tidak bisa melakukan apa-apa seminggu ini, dia sangat menyesal dan mengutuki dirinya sendiri karenamu. Ah changkaman. ” kulihat eomma sedang menelepon seseorang di seberang, ia berbicara dengan nada serius dan meneteskan air mata.

 

“Suzzzyy!!” Appa datang dengan tergesa-gesa beliau berlari menghambur kearahku, memelukku dan mencium keningku.

Appa? Wae?” Aku masih bingung. Apa yang terjadi dengan kedua orang tuaku, kenapa mereka aneh? Aku kan hanya jatuh dan kenapa mesti di bawa ke rumah sakit? Mereka terlihat seperti baru pertama kali melihatku berbicara.

“Suzy-ah, kamu baik-baik saja sayang?”

“Eum,, ” Aku mengangguk mantap.

Appa akan berikan apapun padamu, appa janji akan mengabulkan semua keinginanmu” Kemuadian appa memelukku.

Euh?? Okay ini aneh! Apa yang terjadi padaku? Kenapa kedua orang tuaku yang awalnya cuek dan tidak memperdulikanku ini menjadi sangat perhatian?

“A.. appa, aku lapar, bolehkah aku..” aku menatapnya dengan nada manja ke arah beliau.

“Ah, Ne,, nee,, kau mau makan apa sayang? Akan appa belikan apapun yang ingin kau makan!” Wao, ini ajaib!! Aku hanya tinggal sebut kan? Ini tidak mungkin terjadi untuk kedua kalinya.

Appa aku ingin makan bulgogi, kimbab dan kimchi jjiggae” Okay ini tiga menu aneh, yang terlintas begitu saja di otakku.

“Sudah itu saja? Baiklah appa akan menyuruh pak kim membawakannya kemari secepatnya.” Chinchaa?? Waaaaw, sejak kapan aku menjadi putri yang sangat di sayang??

 

 

Oktober, 3-2018

 

Aku terkejut ketika melihat kalender yang tergeletak di meja dekat tempat tidurku. Seingatku aku hanya pingsan satu hari? Dan ini kenapa sudah bulan Oktober?? Tiba-tiba kepalaku terasa pusing tanpa sebab. Aku ingat dokter yang merawatku berkata, bahwa aku koma selama seminggu karena kepala belakang tepatnya bagian otak-ku terbentur benda keras ketika kecelakaan itu terjadi, ini merupakan mukjizat bila sekarang  aku masih selamat dan hidup sampai saat ini.

Kala itu, aku di bawa ke rumah sakit ini dengan keadaan berdarah-darah (?) sangat parah dan di bawa bersama dengan seorang lelaki. Tapi aku tidak bertanya namja itu siapa, karena apa urusanku? Buat apa aku mencari tahu tentang siapa namja itu. Setelah masa koma seminggu akhirnya aku sadar dan hari ini aku sudah di perbolehkan pulang. Ku lihat eomma masih mengemas barang-barangku. Ku putuskan untuk berjalan keluar kamar duluan.

Aku ingin berjalan-jalan sebentar di rumah sakit ini sebelum aku pulang, kurasa sedikit aneh karena ketika aku keluar, waoww apa ini?? Kenapa rumah sakit ini banyak orang yang berlalu lalang?? Aku mengamati mereka satu persatu, dan ku lihat ada seorang pemuda aneh yang menunduk dan terduduk di depan sebuah ruangan.

Aku mengamatinya secara seksama, kurasa aku mengenalnya pikirku. Namun aku pun berjalan terus melewatinya dan “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” Aku berteriak karena refleks, tubuhku di tembus oleh seorang wanita paruh baya yang berjalan melamun!!

Aaa…aaaandweyy!! ” Aku menggelengkan kepala tanda tidak percaya kepada apa yang terjadi barusan! Aku? kenapa bisa? Aku membungkam mulutku. Kulihat pemuda yang sedari tadi kulihat berjongkok melamun itu mendongakkan kepalanya dan menatapku heran. Aku pun tidak jadi pergi ke taman, aku kembali berlari menuju bangsal ku.

 

“Suzy-ah, gwenchana??” Eomma menyentuh wajahku cemas,

E,,eeeoo,,,maaa.. aku aku,, aku ingin pulang” Aku masih shock dan mencengkeram tangan eomma-ku ketakutan. A..a..appppa yang terjadi dengaku?? Aku masih hidup kan, tapi kenapa tadi?? Apakah aku bertemu hantu?? –C-

 

 

 

 

Part 2.

 

Oktober, 7-2018

 

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Aku berteriak sekeras-kerasnya, pagi ini.

 

“Yakk, siapa kamu!! Kenapa? Kenapa kamu ada di kamarku huh??” Aku bingung, kenapa tiba-tiba aku bangun tidur dan menemukan namja yang ku temui di rumah sakit itu ada di kamarku.  Apa yang di lakukan namja ini, di kamarku? Apalagi.. kulirik jam weeker di atas meja samping ranjangku masih menunjukkan pukul 05.10 AM KST.

“Kau? Kau benar bisa melihatku?” Aissssshh namja ini sudah gila ya? Kenapa dia tiba-tiba bertanya aku bisa melihat dia atau tidak? Ya jelaslah aku bisa melihatnya!! Kecuali kalau dia hantu pikirku.

“Eh..” Akupun tersadar akan ucapanku. “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” aku berteriak untuk kedua kalinya, dan namja di depanku itu terlihat sangat bingung dan ketakutan, dia berusaha menutup mulutku namun gagal, karena dia tidak bisa menyentuhku. Teriakanku pun semakin menjadi setiap dia gagal menyentuhku dan malah menembus tubuhku.

 

“Suzyy-ah,, Waeyooo??” Terdengar suara teriakan Eomma dari arah bawah yang bergegas naik tangga. “Dok..dok..dokk..” Kudengar sayup-sayup pintu kamarku di ketok, aku antara sadar dan tidak masih menggigit bantal di bawah selimut karena ketakutan, kemudian terdengar suara Eomma yang menyuruh Appa untuk men-dobrak pintu kamarku. Selang berikutnya kurasakan Eomma memelukku, “Suzy-ah gwenchana?

 

Eomm,eommaaaaa.. kaaaaaaa,,,” akupun menangis dan memeluk Eomma-ku erat, “Eommmaaa.. Mianee.. Hiks.. Hikss.. Aku takutt, eoommaaaaa

 

“Suzy-ahh, Gwenchana.Eomma disini, eomma tidak akan pergi kemana-mana lagi sayang” Aku pun tersenyum melihat eomma dan mengusap air mata-ku, namun ketika aku menengok kesamping, “Damn!!” Rutukku dalam hati, namja itu malah duduk berjongkok di depanku!! Aku hanya bisa melotot terkejut! Karena ku kira dia telah pergi, namun dugaanku salah!

 

“Kamu, sudah tidak apa-apa kan sayang??”

“Ah,, nee eomma.. tadi aku hanya mimpi buruk, sangat buruk hehehe” Aku mencoba tertawa, tapi ku rasa tawaku sangat garing.

“Ah, baiklah kalo begitu eomma dan appa akan turun lagi ke bawah, jika kamu butuh apa-apa bilang saja dear, Okay?”

“Ye, eomma. Aku akan segera menyusul”

 

 

Aku melihat ke-arah namja yang sedari tadi membuatku ketakutan, dan aku memberanikan diri bertanya padanya, dia kelihatannya tidak jahat. Jangan panggil aku Suzy kalo aku tidak berani mengusirnya dari kamarku.

Aku berjalan mendekatinya di sudut kamarku, kelihatannya dia sedang mengamati jalanan lewat jendela kamarku.

“Hei..” Aku memanggilnya, tapi dia tidak bergeming. “Hei.. kau!!” Ku coa kunaikkan intensitas nada suaraku, namun namja itu masih tidak bergeming. Aku kehabisan akal, kulihat sendal tidurku tergeletak di samping kakiku. Aku memiliki inisiatif untuk melemparkannya ke cendela dan “Buk” sukses! Dia berbalik setelah melihat sebuah sendal melayang melintasi tubuhnya dan menghantam kaca cendela di depannya.

Daebak!! Yess..” Aku bersorak kecil, karena telah dapat mengalihkan perhatiannya.

 

“Hei, wanita gila! Kau sedang apa? Berteriak-teriak, dan sekarang kau mulai melempar barang-barang se-enak jidat mu huh?”

“Yaa!! Seharusnya aku yang tanya kepadamu!! Apa yang kau lakukan sepagi ini di kamarku!! Dan kau?? Kau?? Kau bukan manusia kan?” Aku sedikit takut-takut mengucapkannya.

“Aku? Aku mengikutimu sejak kemarin kau melihatku.”

“Yaak!! Kenapa kau mengikutiku?? Aku bukan cenayang!!”

 

“Aku tau, kau bukan cenayang! Aura-mu berbeda, dan lagi pula aku mengikutimu karena aku tahu kau bisa melihat-ku, dan aku membutuhkan bantuanmu”

“Aku? A..a..a..aku tidak bisa melihatmu!! Dan aku tidak bisa membantumu”

“Bae Suzy!! Dengarkan aku!!”

“Yaaaaaaaaaaaa,, yaaaa dari mana kau tahu namaku??” Aku mulai semakin takut! Aku belum pernah bertemu hantu, dan ketika aku harus bertemu hantu, malah hantu seperti ini?? Andweyy!!

 

“Kau memang bodoh ya, jelas-jelas di pintu kamarmu tertulis “BAE SUE ZY ROOM” pasti lah aku melihatnya dengan jelas! Perlu ku lihat lagi agar kau bisa percaya?”

“Kenapa kau mengikutiku, kalau begitu???” Aku masih bertanya dengan nada was-was.

“Seperti yang telah aku jelaskan kepadamu tadi, aku membutuhkan bantuanmu.” Jawabnya singkat.

 

“Iya, aku tahu dan aku dengar. Tapi kau membutuhkan bantuanku untuk apa??”

“Temani aku, aku seminggu ini tidak ada teman ngobrol”

“Yakk!! Kau sudah gila? Dunia kita berbeda tuan, dan mana mungkin manusia normal yang masih hidup sepertiku bisa menemanimu yang sudah mati?? Aishh kau benar-benar sudah tidak waras. Aku baru tahu kalo ada juga hantu gila”

“Maksudmu?? Yaaaa!! Aku belum mati. Aku masih hidup dan koma, aku melihat tubuhku terbaring dengan banyak perban dan infus, tapi aku sendiri lupa siapa aku? Mengapa aku sampai bisa koma dan semua tentang diriku?”

“Jadi?”

“Aku ingin kau menjenguk tubuhku dan bertemu ibuku. Untuk menanyakan kondisiku, serta bertanya kapan aku akan sadar?”

 

“Ya, orang bodoh dari mana yang bertanya kepada seorang ibu tentang kapan anaknya akan siuman dari koma? Huh?”

“Aku memohon padamu, aku sangat memohon” Astaga!! Dia menunduk di hadapanku.

 

“Kau, kau kenapa?? Jangan menunduk, aku kurang enak.. meskipun kau hantu a..ak..aku…”

“Jadi kau akan membantuku??”

“Aishh, Mollasseo

 

@Seoul National Hospital

Oktober, 12-2018

 

“Suzy-ah, kenapa aku juga harus ikut menyamar dan bersembunyi?? Aku kan tidak terlihat oleh manusia awam?”

“Astaga!! *tepok jidat* Aku sudah mulai melupakanmu kalau kau adalah hantu. Baiklah kau boleh berjalan di dekatku” Aku berjalan menuju ke arah resepsionis dan bertanya kamar Kim Soohyun dimana agar lebih formal, Oh ya.. aku hanya tahu namanya Kim Soohyun, karena hantu itu ah maaf, Soohyun lupa tentang semuanya dan hanya mengingat pernah membaca namanya di depan pintu kamar rumah sakitnya. Aku berjalan menuju kamar 203. Kamar yang letaknya satu deretan dari bangsalku kemarin. Kulihat dia masih mengikutiku, dia berjalan dengan sangat sedih. Hmm.. Kulihat papan nama “Kim Soo Hyun” di samping pintu bernomor 203, aku yakin ini pastilah kamarnya. Akupun memberanikan diri untuk mengetuk pintu.

 

“Ah, Annyeonghaseyoo~” Aku membungkuk memberikan salam kepada wanita paruh baya di depanku.

“An..n..nyeong~ Suzy!! Kau datang dear, aku selalu menantikanmu!! Aku takut kamu terjadi apa-apa!! Karena hari itu, saat Soohyun pamit dia pamit akan menemuimu. Kamu tidak apa-apa?” What the?? Siapa Ahjumma ini?? Kenapa dia tiba-tiba memelukku, apakah dia mengenalku?? Dan omong kosong apa dia tadi?? Aku ?? dan Soohyun?? Aku menatap curiga kepada namja di depanku. Namun dia hanya mengangkat tangan tanda tidak tahu.

 

“Ah, eommonim annyeonghasimika.. naneun Bae Sueji imnika bangaupseumida

“Ahh, gadis pintar.. aku sangat sedih ketika mendapat telefon dari pihak rumah sakit yang mengabarkan Soohyun dan kamu kecelakaan, aku takut aku tidak bisa melihatmu. Kau gadis yang amat cantik dan baik Suzy-ah”

“Ah, nee” Ini omong kosong apa lagi?? Aku sangat bingung, dan yang lebih anehnya di samping ranjang Soohyun ada fotoku!! Ini tidak masuk di akal ketika aku sama sekali tidak ingat pernah berfoto apalagi dengan namja itu, terlebih lagi aku tidak mengenal siapa namja yang ter-baring di sampingku!! Aisshh chincha!! Kepalaku semakin pusing memikirkan ini!!

 

“Eommonin, saya ijin pulang dulu.. Kurasa Soohyun oppa akan segera sehat. Ku 

Eommonim, saya ijin pulang dulu.. Kurasa Soohyun oppa akan segera sehat. Ku dengar oppa juga sudah melalui masa kritisnya. Jadi nanti kalau ada apa-apa silahkan hubungi saya ne?”

“Ne, kau juga hati-hati, jaga kesehatan dear,, sering-seringlah mengunjungi Soohyun”

“Ah-nee.. saya pulang *bow*”

 

 

“Suzy-ah, gomawo.. Aku senang kau bersikap baik terhadap ibuku.”

“Grrrrrrrrrrr.. Kau?? Kau benar-benar penipu!!” Aku masih berjalan meninggalkannya di belakang. “Apa maumu? Kau pasti sudah mengenalk bukan?? Walaupun kau lupa ingatan tapi “FOTO” di samping ranjang itu telah membongkar semua kebohonganmu!!” Aku bergegas menaiki lift.

 

“Suzy, aku juga tidak tahu siapa wanita di foto itu waktu pertama kali melihatnya, dan sejak aku bertemu denganmu pada hari itu aku merasa pernah melihatmu. Makanya aku mengikutimu! Aku kira kau mengenalku”

“Tidak! Aku tidak mengenalmu, siapapun kamu pergi dariku!!” Aku masih tidak mau memperdulikanya, bahkan tidak menatapnya,

“Percayalah Suzy.. aku tidak akan berbohong. Aku hanya ingin tahu, siapa aku dan mengapa aku koma tidak lebih”

“Tapi kenapa harus kau dan aku yang terlibat? Kau minta tolong pada cenayang saja pasti beres. Atau kau bisa menunggu sampai kau siuman! Walaupun itu entah kapan..” Aku keluar dari lift dan masih berjalan tanpa menghiraukan-nya. Aku berniat memanggil taksi dan..

“Aku mana mungkin bisa… ”

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Sebuah tangan menarikku dan aku rasa aku terjatuh.

 

 

Part 3.

  

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Sebuah tangan menarikku dan aku rasa sekarang aku terjatuh, karena kaki dan tanganku sangat sakit terbentur trotoar. Namun, aku seperti merasa de javu, aku pernah mengalami hal ini di mana ya? Aku mulai membuka mata dan kulihat, dia memelukku! Ya aku tak salah lihat, dia memeluku.. Rasa ini.. ya rasa ini yang ku rasakan ketika aku teringat peristiwa seminggu lalu.

 

“Ka..ka.kau memelukku? Kau bisa menyentuhku?” Tanpa sadar suaraku keluar beriringan dengan air mataku, kemudian keadaan di sekelilingku mulai ramai.. banyak orang yang mengerubungiku. Kulihat ia masih terpaku tak bergerak di tengah-tengah keruman itu ketika aku di bawa pergi.

 

Oktober, 20-2018

 

Seminggu berlalu setelah kejadian itu, entah mengapa aku merasa kehilangan dirinya. Apakah ada yang salah dengan diriku? Mengapa aku selalu teringat bayangannya..

“Aishh.. chincha!!” Aku menutup gordyn jendela kamarku dengan kesal, aku kembali menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidurku dan memeluk boneka kesayanganku. Ah, tiba-tiba aku teringat seseorang yang memberikan ku boneka tedy bear ini. Kira-kira kemana ya dia? Hemm, sudah lama aku tidak menerima suratnya. Mungkin sejak aku kecelakaan dan berada di rumah sakit, si pengirim boneka ini tidak muncul memberikan kado lagi. Dan kenapa aku jadi khawatir? Apakah dia sudah mempunyai kekasih sehingga tidak mengirimi ku hadiah lagi?

“My head hurts like it’s about to crack open
But I just had to take you out of my mind and think about you
The memories I tried to erase are once again nailed into my head and are not leaving

Why why why why am I doing this – whenever I try to get over you
You come to me, to me, to me, to me
And you torture me again and you follow me”

 

“Ahhhhh, Molla! Apa peduliku!!” gerutu ku sambil meninju boneka yang tidak bersalah tersebut, kemudian aku bangkit menghampiri meja di samping tempat tidurku. Ku buka locker meja tersebut, dan disanalah kumpulan surat serta kado-kado pemberian-nya aku simpan.

“Kamu? Kemana? Aku… sebenarnya rindu juga,, *sigh* ” Aku menghela nafas mengeluarkan sepucuk surat dari dalam locker, dan membacanya.

 

“Hai,, Emm.. Kamu suka gak boneka nya??

Aku bingung mau ngasih apa, karena ini tepat 100 hari aku menyukaimu suzy-ssi.

Mungkin menurutmu aku aneh ya? Haha, Iya emang aku aneh. Semua temanku pun bilang aku aneh, aku hanya bisa menyukaimu dalam bayangan. Menyapamu pun aku tak berani, hehe mianhaeyo~ aku tidak bermaksud menjadi “Stalker-mu” atau apa, tapi aku benar-benar telah jatuh hati padamu! Aish dengan memikirkanmu saja aku sudah merindukan-mu!!

Aku meminta maaf lagi karena kelancangan ku mengirimimu hadiah, dan semoga kau senang. Aku akan mengirimkanmu surat lagi kalau sudah hari ke 110, 120,130,, selama kelipatan sepuluh, karena aku mencintaimu tepat di jam sepuluh..

Annyeong~

Jangan takut!! Aku bukan orang jahat, karena kejahatanku adalah mencintaimu dalam diam

Always beside you-ksy

 

“Kau bohong, ini sudah 100 hari sejak kau mengirimkanku bonekah ini.. ” Aku melihat kalender dan melihat hari ini ku beri tanda khusus, dan sebuah note yang bertuliskan. “I’ll find you!!”

I barely erased you and difficultly got over you but in the end
Over and over again over and over again
It still remains with me over and over again
I close my eyes but I keep thinking of you again
Over and over again over and over again
When I open my eyes, it repeats, over and over again..

 

Pintu kamarku di ketuk, aku melihat eomma-ku masuk dengan senyum-nya yang menenangkan seperti biasa :)

Waeyo, Eomma?” Tanyaku penasaran.

“Turunlah, teman eomma ingin bertemu denganmu suzy-ah”

Teman eomma? Nuguseyo?” Aku bertanya dengan dahi yang berkerut lipat tiga,

“Kau lihatlah sendiri, turunlah.. Kajja~” Aku berfikir sejenak merapikan rambut juga pita-ku, eomma sudah turun duluan. Dan aku berfikir siapa wanita paruh baya yang mencariku? Setelah kurasa aku sudah cukup rapi, aku berjalan turun dari tangga.. dan ku lihat dari belakang. Aku seperti mengenalnya?

 

“Ah~ Annyeonghaseyo Kim-Eommonim??” Aku membungkuk menyapanya ragu-ragu,

“Nee, suzy-ah ” Wanita paruh baya itu tanpa ragu memelukku, dan mengusap rambutku. Aku heran, apa hubunganku dengannya?? Kenapa aku tidak ingat?

“Eh? A..ad..a apa mencariku Eommonim?”

“Eyy,, kenapa masih memanggilku dengan sangat formal? Panggil aku Eomma saja ” dan DEG!! Nafasku seakan berhenti. Apa ini?? Aku tidak tahu kemana arah pembicaraan ini akan berakhir, kemudian beliau menanyakan kabarku dan memberi tahu kalo Kim Soohyun sudah mulai membaik. Ya, aku kembali teringat beberapa hari yang lalu dia menemaniku sekaligus menjadi partnerku berantem. Ah, bukan dia sebenarnya akan tetapi hantunya –eh maksudku Soul-nya.

“Aku membawakanmu sesuatu” Eommonin kemudian mengeluarkan kotak putih kecil berukuran sedang dan memberikannya padaku?

“Eh apa ini?” Aku bertanya sekaligus terkejut melihat isi kotak tersebut, ya.. sepasang sepatu pink yang ku inginkan ketika aku melihatnya di sebuah etalase di kawasan myeong-dong. Aku tidak bisa membelinya karena memang uang sakuku tidak cukup untuk membelinya. Aku bukan seorang gadis manja yang akan dengan senang hati menghabiskan uang dari Appa-Eommaku sehingga akhirnya ku putuskan untuk menyisihkan sebagian uang sakuku dan kutabung. Kemudian kutemukan sebuah surat lagi,

 

“Eh, maaf kalo aku mengirimimu sepatu ini. Aku tahu kau sangat menginginkannya dan menyisihkan uang jajanmu tiap hari suzy-ssi, Aku sangat tidak tega melihat semua temanmu membeli barang-barang bagus dengan menggunakan uang orang tuanya sedangkan dirimu sangat keras kepala dan tidak mau menggunakan kartu kredit milik orangtua-mu. Jadi maafkan aku karena telah lancang membelikannya untukmu sebagai hadiah persahabatan kita. Maaf kalo kamu tidak suka kamu bisa memukulku di hari ke 200, aku akan menemuimu, –ksy

 

“A..apa ini??” Aku bukan hanya shock karena tahu siapa yang selama ini menjadi stalker-ku dan mengirimiku hadiah-hadiah, akan tetapi aku juga shock karena kenyataan bahwa orang yang selama ini ku tunggu adalah DIA, DIA,, yang selama seminggu ini menemani hari-hari ku, sampai kejadian itu terjadi.

When I open my eyes, you grow faint but when I close my eyes again, the memories become clearer
No matter how deeply I hide you, I keep thinking of you repeatedly
I guess I can never get over you
All the songs that you sang seem like you were singing in case I would hear
Everywhere I go, I hear your voice – anywhere that you’re not there, I only think of your memories.. (4minutes – Over and Over)

 

“Ini tidak benar kan? Soohyun bukan?” Aku bertanya pada Eommonim dan dia dengan yakin malah menjawabnya dengan mantap. Sesuatu yang membuatku lebih dari pada Shock karena kecelakaan atau apa-pun di dunia ini.

“Ya, suzy-ah.. tentu saja dia Soohyun. Tunanganmu. ”

JDERRR… seperti ada petir yang menyambarku, hatiku berdetak tidak karuan dan air mataku tiba-tiba meluncur.

“Ini tidak benar kan? E.. o..mma.. Eomma!!” Aku berteriak memanggil eommaku. Eomma yang terkejut berlari dari arah belakang,

“Suzy-ah waeyoo?? Juhyunie?? Wae??”

 

“Yuri-ah nado molla, suzy tiba-tiba menangis.. aku bingung!” Juhyun-Eommonim menatapku bengung sambil memelukku.

“Suzy-yah gwenchana??” Eomma bertanya padaku sambil membelai rambutku. Aku yang masih sedikit shock mencoba mengingat-ingat beberapa potongan memory. Aku memang merasa setiap aku pulang sekolah, pergi ke mall, jalan-jalan dan kemana saja.. Aku rasa ada yang mengikutiku. Aku mulai teringat semua kejadian dimana aku terjatuh, di ganggu kakak kelas, pasti ada saja orang yang menolong. Namun bodohku aku tidak pernah melihat kalo itu dia!! Dan aku baru sadar semuanya. Kumpulan serpihan memoryku pun menyatu.. menggabungkan siluet-siluet kenangan masa lalu yang telah ku lupakan. Ya!! Itu dia.

 

I hear your voice from somewhere
And again like a fool, I draw you out in my head (again)
An inexplicable, strong force embraces me
And there are only faded memories deeply nailed into my life
..

 

Aku berlari menuju ke bangsalnya, bangsal dimana dia tertidur selama beberapa minggu ini, kamu pasti sendirian disana? Kamu tidak menemuiku selama beberapa hari, dan aku sadar kalo aku membutuhkanmu!! Aku merindukanmu :(

Kubuka pintu kamarnya, ku cari sesosok yang sangat familiar denganku. Namun seberapa keras aku mencari, tak kutemukan sosok itu.. kemana dia batinku. Ku alihan pandanganku  ke arah ranjangnya, dia masih terlelap di ranjangnya dengan segala macam alat bantuan kehidupan. Aku tahu sekarang, aku ingat kamu… kamu..

 

“Kamu terlalu baik, kau tau.. higs..higss..” Aku berbicara padanya yang masih tak sadarkan diri. Mungkin memang aku sudah gila, tapi aku ingin berterimakasih, karena dia aku tidak berada di posisinya. “Kau bodoh!!” Teriakku, “Kau bodoh, bodoh, bodoh!!”

“Ya,, siapa yang kau panggil bodoh??” Aku mengangkat wajahku, kulihat dia bangun dan menatap ke arahku.

“Mwoo?? Kau.. Kau sudah sadar??” Aku segera menyeka sisa Air mata dan ingusku.

“Yaa.. Kau berisik!! Kau tidak tahu aku sedang tidur apa??”

“Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. Soohyunnn!!” Aku dengan spontan memeluknya, memeluknya sampai ia sesak nafas.

“Aisssssshh, lepaskan! Dasar wanita aneh! Kau mau membunuhku??” Aku teringat, dan segera melepaskan dekapanku.

“Kau benar-benar sadar Soohyun-ah??” Aku tersenyum dengan senyum terindahku.

“Aku kan sudah sadar dari seminggu yang lalu?? Dan ngomong-ngomong kau siapa?? Temanku di Dongguk kah??”

“APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA??”

 

I heard that you were doing well
But I’m trapped alone in this stopped time

What you want is not me
I know this but I still held onto you
But that fool isn’t here anymore
And I feel like we can’t go on anymore
Anymore oh oh oh anymore oh oh oh anymore oh oh oh
Don’t wanna cry anymore

A day without you isn’t so bad
So I think it’s all for the best, you know
You may have wanted me to cry and beg
But that’s just your selfish thought – it’s too late

Even memories become wilted flowers in front of time
Like falling stars in the night sky, they lose the light

Please be happier than when you were with me
Cause I know that you will think of me sometimes too.. (Seo In Young-Anymore)

 

Aku terkejut!! Apakah dia Amnesia????

 

 

Part 4.

 

“Aisssssshh, lepaskan! Dasar wanita aneh! Kau mau membunuhku??” Aku teringat, dan segera melepaskan dekapanku.

“Kau benar-benar sadar Soohyun-ah??” Aku tersenyum dengan senyum terindahku.

“Aku kan sudah sadar dari seminggu yang lalu?? Dan ngomong-ngomong kau siapa?? Temanku di Dongguk kah??”

“APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA??” Aku terkejut memandangnya. Apa dia amnesia?? Namun dia berubah tersenyum, aku bingung. Dia memelukku.

 

“Terimakasih, terimakasih karena telah menemaniku, terimakasih karena kau telah datang kemari menemuiku, terimakasih karena kamu.. kamu tidak marah dan berteriak-teriak lagi hehehe”

“Yaaaaaa!! Kau, kau mengingatku??”

“Tentu saja aku mengingatmu, mana mungkin aku melupakan gadis secantik dirimu. Apalagi kau calon istriku”

DEG, okay kurasakan mukaku memerah aku tidak tahu lagi aku harus bagaimana, dia memelukku sangat erat dan kurasa kami sudah diam dalam posisi ini selama,,, lima menit.. sepuluh menit.. lima belas menit… pundakku kurasakan sangat berat dan aku kecape’an karena dia memelukku dari tadi, ketika aku berusaha melepaskannya.

 

“Yaaaaaaaaa,, Kau TERTIDUR?????” bentakku.

 

 

 

 

 

 

September, 1st-2018

 

            Pagi ini, tampak cerah. Hari ini hari pertamaku masuk sekolah lagi setelah liburan musim panas usai. Ya, aku bahagia sekarang. Setiap pagi aku bangun dan menemukan ucapan selamat pagi dari ponselku. Aku dan Soohyun oppa resmi berpacaran, aku sangat bahagia karena saat ini aku sedang duduk di sampngnya menuju ke arah sekolahku.

“Oppa, aku berangkat dulu ne,” Aku tersenyum dan menciumnya di pipi seperti biasa, setelah dia mengantarku, dia akan kembali menuju kampusnya.

“Bae Suzy!!” Kudengar seseorang memanggilku aku pun menoleh ke arah datangnya suara itu.

Nae?

“Kau?? Kau kemana saja? Kenapa tidak memberiku kabar? ”

“Aku? Memberimu kabar? Untuk apa?” Dan beberapa detik kemudian aku tersadar kalau dia memelukku.

 

“KIM MYUNGSOO APA YANG KAU LAKUKAN!!!” Aku terkejut dan membentaknya karena dia tiba-tiba memelukku. Semua siswa memandang kami penasaran.

“Kau, kau, bukankah kau bilang kau menyukaiku? Kenapa kau berteriak? Aku salah?”

“Ige Mwoyaaaa?? Aku menyukaimu?? Kapan??”

“Kau mengirimkan ini” dia mengeluarkan sepucuk surat berwarna pink pudar dari saku bajunya. Aku sedikit memincingkan mata untuk seper-sekian-detik mengenali benda apa itu. Astaga!!

 

“Kamu ? ” tiba-tiba aku tertawa melihat wajah myungsoo yang tidak-sangat-lucu-dan-cenderung-asem.

Wae?” dia masih sangat polos, sudah ku duga. Aku memang menyukainya karena ke polosannya dan ah mungkin ke bodohannya lebih tepat. Aku berjalan ke arahnya dan mengambil kertas itu kemudian membacanya.

 

 

 

Dear: Kim Myungsoo

 

Hei, Myungsoo Annyeong~ Ini suzy!!

Aku malu untuk mengajakmu secara langsung! Tapi aku ingin kau tahu aku menyukaimu!!

Datanglah di pesta bunga 15 sept nanti, akan sangat menyenangkan jika kita bisa pergi bersama. Annyeong~~

 

“Nah kau sudah mendengarnya aku membacanya?”

“I..i..ya, jadi?” aku tersenyum memandangnya,

“Ya, Kim Myungsoo. Kau benar benar babo!! Kau lupa kita grade berapa?? Pesta bunga itu terjadi pada grade berapa?? Hmm aku pasti mengira kau baru menemukannya di tumpukkan buku di lockermu bukan? Kartu ini sudah 3th yang lalu dan sekarang sudah expired” Aku tersenyum dan mengembalikan kertas itu kepadanya. Dan berjalan menuju kelasku.

My reflection was in the window of the train I boarded in the new town.
My eyes seemed uneasy.
You taught me not to forget my true self
I wonder if you’re even shining now

The flowing scenery made me take a deep breath.
And looking up the sky’s horizon
I hear your voice

 

Ya, aku dulu menyukainya, menyukai Kim Myungsoo di saat kami masih freshman di sekolah ini.

 

Even if you leave me far away, if I close my eyes, your heart will be near
All my love is for you
Nothing left to lose
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

 

Namun aku tidak pernah berani menyatakannya, akhirnya aku menulis surat itu.

 

Because I know its strength

Your love has lightened
Because of the slanted world, it seems like I’m tumbling down
You supported me
Even standing on a shaking train
Your simple smile is the best

Even if the world ends, I will believe in your smiling face for eternity.
I decided at that time.

 

Hari itu aku masih ingat dengan jelas bahwa hari itu aku menunggunya, menunggunya datang sampai malam.

 

Even if you leave me far away, if I close my eyes, your heart will be near.
All my love is for you
Nothing left to lose
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

 

Namun, yaaahh memang takdir berkata lain. Kemarin aku menangis dan sekarang aku tersenyum.

All my love is for you
Eyy yeah Eyy yeah Eyy yeah
Whatever the future holds, I will open it with these hands

Even from the far and distant roads, you continue to shine for me so
You can start to run with fear (not for you)
Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

 

Aku telah menemukan seorang calon pendamping yang perfect. Dan aku mencintainya. Okay, kututup kisahku ini dengan senyum bahagia. Who knows next time? Annyeong~

 

-END

 

 

14 thoughts on “Might and Magic

  1. author, aku masih bingung dengan kalimat ini “Musim panas kali ini aku hanya tinggal dirumah” dan ini “mengambil jaket dan mantel yang tadinya kuletakkan begitu saja di samping tempat tidur, kurasa udara di luar pastilah sangat dingin” (kalimat awal-awalan)
    itu terjadi dalam satu hari kan? kok bisa musimnya berganti hanya dalam waktu satu hari? itu musim apa thor? panas atau dingin? hehe :D

    • untuk penjelasannya “author, aku masih bingung dengan kalimat ini “Musim panas kali ini aku hanya tinggal dirumah” mian ini maksudnya liburan musim panas, author lupa menuliskan, krn Waktunya mengacu pada “Angin tidak terlalu berhembus kencang, aku sedang berdiri di depan jendela kamarku, mengamati daun-daun berguguran dari lantai dua rumahku. libur usim panas kali ini aku hanya tinggal dirumah.” terus

      “mengambil jaket dan mantel yang tadinya kuletakkan begitu saja di samping tempat tidur, kurasa udara di luar pastilah sangat dingin” aku blg kan di awal, bahwa banyak angin, di dalam imajinasiku karena peristiwa terjadi pada september, waktu peralihan musim panas ke gugur,jadi pasti dingin dan berangin, mian kalo salah,

      Oh iya note lg, seharusnya tglnya aku tls 1st november, bukan sept lg.. Nanti akan author perbaiki, terimakasih atas komen yg membangunnya :) nanti pasti akan diperbaiki lg.. Terimakasih..

      • oh gitu ya, iya author sama-sama
        aku gak terlalu paham sih dengan yang namanya 4 musim hehe
        FFnya bagus thor tapi konfliknya kurang, jd kalau bisa konfliknya ditambahin lagi supaya greget gitu :) jd feelnya lebih kerasa lagi dan juga lebih rame gitu mbacanya. :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s