PROTECT MY GIRL chapter 10

Main cast :

Nickhun
Victoria
Leeteuk
Seohyun
Kang Sora
Jung Yong Hwa

Other Cast :

Donghae
Yang Yeosob
Lee Gikwang
Kevin Woo
D.O (EXO-K)
Chanyeol (EXO-K)
L (Kim Myeongsoo)
Taecyeon
Yoona
IU
Suzy
Kyuhyun
Choi Minho
Krystal

Genre : Fantasy, Romance, Friendship

Author : Bayu Navanto

Length : Chapter

Rating : PG-15

Desclaimer :
semua cast yang ada di sini adalah orang – orang yang memiliki kemampuan lebih, mereka milik Tuhan Kuasa yang Tuhan titipkan kepada orang tua masing – masing cast.

Author note :
yeaw aku hadir kembali, hah fanfics ini muncul ketika aku lagi gak ada kerjaan nih di rumah untuk mencari kesibukan, maka aku buat aja nih fanfics, semoga aja gak gaje yah dan semoga saja laku. Amin.

 

Suzy sedang berjalan di trotoar jalan menuju rumahnya

“hah, capeknya hari, paling enak kalau sudah sampai mandi pake air hangat ah, enaknya” ucap Suzy sambil membentangkan tangannya, tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang membekap mulut Suzy, seketika Suzy langsung menyingkirkan tangan orang yang membekap mulut Suzy dengan sekuat tenaga, dia lalu membalikkan badannya dan ketika Suzy sudah membalikkan badannya begitu kagetnya dia ketika dia melihat orang yang membuat perasaan hatinya campur aduk.

 

“Taecyeon?” ucap Suzy kaget

“ya! Apa kamu ada waktu?”

“apa yang kamu lakukan barusan?”

“apa kamu ada waktu?”

“Taecyeon!” bentak Suzy, “kamu belum menjawab pertanyaan ku, apa yang kamu lakukan barusan?”

“ah! Itu? Tadinya aku mau memanggil kamu saja, tetapi kamu tidak dengar sampai akhirnya aku berbuat seperti itu, wae?” jawab Taecyeon

“aku sungguh tidak suka!” ucap Suzy lalu berbalik dan melanjutkan perjalanan pulangnya menuju rumahnya

“Bae Suzy!” ucap Taecyeon, tetapi tidak ada tanggapan dari Suzy, sampai akhirnya Taecyeon menyusul Bae Suzy, saat dia sudah dekat dengan Suzy, Taecyeon meraih tangan Suzy dan membalikkan badannya menghadap Taecyeon karena Taecyeon masih dalam sikap berlari kecil dan dia mendorong Suzy dengan membalikkan badannya, sehingga gerakan yang terjadi adalah bibir Taecyeon dan Suzy bersentuhan satu sama lain, setelah kejadian tersebut keduanya terdiam sejenak beberapa menit, sampai akhirnya Taecyeon membuka percakapan

 

“kau begitu jahat, sangat jahat!” ucap Taecyeon, Suzy yang mendengarnya bengung, “kau telah mengaduk-aduk perasaan hati ku ini, kau jahat” lanjutnya

“kau juga jahat!” jawab Suzy, Taecyeon kaget, dia mengerutkan dahinya

“Ya! Kamu itu jahat, kamu juga telah mengaduk-adukkan perasaan ini, kamu sungguh jahat” lanjut Suzy

Taecyeon menundukan kepalanya dan berkata “mianhe”, “mianhe, kalau aku telah membuat mu begitu, aku tidak bermaksud seperti itu, aku sungguh tidak tahu perasaan apa ini, tetapi aku akan berkata jujur kepada kamu”

“apa maksud kamu?” tanya Suzy

“Suzy-ah, hah! Sejak aku bertemu dengan mu, mungkin pertemuan kita selau diwarnai dengan kejengkelan, kemarahan, tetapi dari situ aku dapat mengenal kamu lebih, entah sejak kapan perasaan ini tumbuh, aku sendiri tidak tahu, tapi kalau aku tidak mengatakan ini, ini akan membuat ku jadi gila, Bae Suzy saranghaeyo!” ucap Taecyeon

Suzy kaget mendengar apa yang barusan Taecyeon katakan

“Taecyeon? Apa kamu bercanda?”

“tidak, aku begitu serius! Apa kamu mau menjadi yeoja chinggu aku?”

“Taecyeon, aku belum bisa menjawabnya sekarang, mianhe”

“hah! Gwaenchana”, “hah! Apa kamu sudah makan malam?” tanya Taecyeon

“belum!”

“ayo kita makan malam bersama” ajak Taecyeon

“sekali lagi maaf Taecyeon, aku tidak bisa, aku harus segera pulang ke rumah”

“kalau begitu apa mau aku antar kamu pulang?”

“ah, tidak usah, tidak usah repot-repot, aku bisa sendiri”

“tapi ini sudah malam!” paksa Taecyeon

“Taecyeon, aku sudah sering melalui jalan ini, jadi tidak perlu kawathir”, “bukannya sekarang sudah malam, kenapa kamu tidak pulang?”

“ah baik, aku akan pulang, sampai jumpa besok”, lalu Taecyeon pergi meninggalkan Suzy sambil menundukan kepalanya

“mianhe Taecyeon, kalau aku membuat kamu seperti ini” gumam Suzy

 

********************

 

Ke esokan harinya di BN company sedang ada rapat antara investor dan team work untuk membahas tentang proyek yang akan di kerjakan, rapat berjalan begitu lancar, rapat itu berjalan sekitar 5 jam, dan sekitar pukul 12 siang rapatpun usai

 

“Nichkhun sajangnim” panggil seseorang, Nichkhunpun menoleh kearah sumber suara

“ah! Presdir Song, ada apa, presdir memanggil saya?”

“apa siang ini kamu bisa makan bersama dengan aku?”

“oh, maaf presdir, sepertinya saya tidak bisa”

“kenapa? Apa kamu sudah ada janji dengan orang lain?”

“ah, aniya, saya tidak ada janji dengan orang lain, tetapi saya masih ada banyak pekerjaan yang belum saya selesaikan”

“Nichkhun pasti bisa, makan siang bersama” ucap appa Nichkhun menyambung percakapan Nichkhun dan presdir Song

“ah! Kawan lama, sudah lama tidak bertemu” ucap Presdir Song menghampiri appa Nichkhun dan mereka saling berpelukan

“iyayah, bagaimana keadaan mu, sepertinya kamu terlihat gemukan?” ucap appa Nichkhun

“iyakah? Tetapi kelihatannya justru kamu yang terlihat gemukan”

“ah, berarti kita samakin tua semakin gemuk”, lalu mereka berdua tertawa bersama

“oh iya tadi kamu mau mengajak Nichkhun untuk makan siang? Dia pasti bisa”

“tapi tadi dia menolak untuk ikut”

“ah tidak kalau aku yang memintanya, iyakan Nichkhun”

“maah Presdir, tetapi saya benar-benar tidak bisa, saya harus segera menyelesaikan pekerjaan saya, selamat siang” ucap Nichkhun sambil menunduk hormat dan pergi berjalan menuju ruang kerjanya

“ah, anak itu benar-benar mirip dengan ayahnya memiliki etos kerja yang sangat tinggi”

“ah! Kamu bisa saja, tapi aku minta maafyah kalau tadi anakku menolak ajakan makan siang dari mu”

“ah gwaenchana, kalau begitu aku pamit dulu yah, sampai bertemu lagi”

“ya! Hati-hati di jalan”

 

********************

 

“Leeteuk sajangnim” panggil Nichkhun

“ah, Nichkhun sajangnim, ada apa?” ucap Leeteuk membalikkan badannya

“bisakah saya meminta tolong kepada kamu?”

“minta tolong apa?”

“Bisakah kamu menjadi penasihat dalam proyek ku kali ini?”

“penasihat? Buat apa kamu butuh penasihat?”

“kamu boleh dikatakan sebagai senior aku, kamu juga sering menangani banyak proyek besar, pasti kamu sudah berpengalaman, jadi aku meminta kamu untuk menjadi penasihat aku supaya proyek yang aku kerjakan kali ini dapat berjalan dengan lancar”

“emm, ok”

“gomawo”

 

********************

 

D.O dan Chanyeol sudah datang di restoran

“annyeong haseyo” sapa Chanyeol

“ah, kalian sudah datang cepat ganti baju kalian, kita sedang banyak costumer” ucap Donghae

“baik” ucap mereka berdua secara bersamaan

“Donghae-ah” celetuk Seohyun

“ya! Ada apa?”

“dimana Suzy, kenapa seharian ini aku tidak melihatnya bekerja?”

“aku tidak tahu, dia hari ini tidak masuk kerja, memang ada apa?”

“ini, dia seharusnya mengantarkan pesanan ini” ucap Seohyun sambil menunjukan bungkusan isi kotak makan.

“oh, suruh saja mereka pegawai baru”

“oh, ok”, “D.O-ah, kemari sebentar” panggil Seohyun

“ya! Ada apa?” jawab D.O

“tolong antarkan ini ke rumah di seberang sana”

“ok, baik akan aku antarkan”

 

D.O-pun akhirnya yang mengantarkan pesanan yang di pesan oleh Taecyeon, saat D.O sudah sampai di rumah Taecyeon, dia mendapati Taecyeon sedang duduk di teras rumah, dan Taecyeon kaget ketika melihat kehadiran D.O

 

“mwo? Kenapa kamu yang mengantar pesanan ku? Kemana Suzy?”

“Ya! Aku di suruh oleh Seohyun nuna untuk mengantarkan pesanan ini” ucap D.O sambil menjulurkan tangannya yang memegang bungkusan pesanan Taecyeon ke arah Taecyeon

“Suzy kenapa? Apa dia tidak masuk kerja?” tanya Taecyeon mengambil pesanannya

“mollayo! Mungkin Suzy nuna sedang sakit”

“ah ok, ini uangnya gomawo!”

 

********************

 

Sora sedang berjalan di sekitar pusat keramaian sambil sesekali melihat ke kanan dan ke kiri, tiba-tiba ponsel Sora berdering menandakan ada pesan baru

 

“Sora-ah bisa kita bertemu?” isi pesan dari Leeteuk

“Bertemu? Ada apa?” balas Sora

“aku rindu kamu”

Sora terperanjat kaget melihat balasan pesan dari Leeteuk

“rindu?”

“Ya! Aku rindu, jadi temui aku sekarang di Angle White Coffe”, Sora lalu segera menuju tempat yang telah di beritahukan oleh Leeteuk

 

sementara itu Leeteuk ternyata dia sudah ada di Angle White Coffe, dia sedang duduk di tepi kaca. Beberapa menit kemudian Sorapun datang menghampiri Leeteuk

 

“ada apa?” tanya Sora

“ah! Kamu sudah datang, sini duduk di samping aku!”

“jawab dulu pertanyaan aku”

“ayolah duduk dulu, nanti aku jelaskan”, akhirnya Sorapun duduk di samping Leeteuk

“nah sekarang aku sudah duduk cepat jawab pertanyaan ku!”, tetapi tidak ada kata yang terucap dari Leeteuk, dia mendapati Leeteuk sedang memandanginya

“Leeteuk oppa, jangan membuat ku risih” ucap Sora, tiba-tiba Leeteuk menyandarkan kepalanya di bahu Sora, Sorapun mengangkat kepala Leeteuk menjauhi bahunya, tetapi Leeteuk malah melakukannya lagi

“oppa!” rengek Sora

“wae?”

“oppa jangan seperti ini, seperti anak kecil saja”

“Sora, aku ini sedang mabuk”, Sora kaget

“mabuk? Tapi tidak bau alkohol?” ucap Sora sambil mencium-cium bau di sekitar muka Leeteuk, saat bibir Sora dekat dengan bibir Leeteuk, Leetuk mengambil kesempatan itu, dia mencium bibir Sora dengan mesranya lalu dia berkata, “aku ini beneran mabuk”

“oppa!” ucap Sora kaget dengan hal yang barusan Leeteuk lakukan

“oppa ini tidak mabuk!”

“Sora, Kang Sora, aku ini memang sedang mabuk, mabuk cinta kamu chagi”

 

Sora terdiam membeku, Leeteuk keheranan karena tidak ada tanggapan dari Sora, sampai akhirnya dia menatap wajah Sora

“Sora?” celetuk Leeteuk lirih, “Kang Sora?”

tiba-tiba Sora melakukan gerakan yang tidak Leeteuk duga, dia mencium bibir Leeteuk, sampai akhirnya bibir mereka berpautan satu-sama lain

“kk…..kaa….kang Sora?” ucap Leeteuk terbata-bata karena kaget

“oppa ini tidak adil!”

“mwo? Tidak adil?”

“Ya! Sekarang giliran aku”

“maksud kamu apa?”

“oppa sekarang benar-benar menjadi milik ku, jadi awas kalau oppa berani-berani memandang yeoja lain!” ancam Sora

“ya! Arraso!” ucap Leeteuk sambil tersenyum manis

 

********************

 

“sajangnim!” celetuk Yong Hwa

“ya! Ada apa?” jawab Nichkhun sambil membaca dokumen

“sekarang sudah pukul 3 sore, tetapi kita belum makan siang”, Nichkhun menghentikan membaca dokumennya dan menaruh bolpennya, lalu menatap Yong Hwa

“mianheyo kalau saya lancang” ucap Yong Hwa sambil menunduk minta maaf

“buat apa minta maaf? Ok kita beli makanan untuk kita berdua”

“jadi sajangnim tidak marah?”

“marah? Marah buat apa? Lagi pula aku juga sudah lapar”

“baik sajangnim, akan segera saya belikan makanan”

“ah, aniya, mari kita makan di luar, aku bosan makan di kantor terus”

“makan di luar? Gwenchanayo?”

“ya! Gwenchana, buat apa khawatir memangnya aku ini anak kecil? Gaja!” ucap Nichkhun sambil berjalan keluar

 

********************

 

“terima kasih sudah datang ke sini, lain kali mampir lagi yah” ucap Chanyeol kepada pelanggan yang sudah selesai makan

“Chanyeol-ah, kemari!” celetuk Donghae

“Ya! Ada apa hyung?” tanya Chanyeol sambil berjalan menuju tempat Donghae berdiri

“apa kamu lihat Bae Suzy hari ini?”

“aniya? Wae?” jawab Chanyeol

“ah gwenchana, sudah sana kerjakan lagi tugas mu”

“ne!” ucap Chanyeol singkat lalu melanjutkan ppekerjaannya

“kemana Suzy seharian ini, kenapa dia tidak masuk kerja?” gumam Donghae dalam hati

“ada apa hyung? Apa ada yang hyung pikirkan?” tanya D.O yang baru saja selesai melayani pelanggan yang memesan makanan

“ah, aniya”

 

********************

 

Victoria masih terkurung di rumahnya yang begitu besar dan luas

“hah! Aku bosan di rumah terus, aku rindu teman-teman” gumam Victoria

“apa aku harus kabur dari rumah? Ah babo, kalau aku lakukan itu mungkin appa akan mencabut investasinya, hah biarlah, mungkin ini memang yang terbaik”

 

********************

 

“kita akan makan di mana sajangnim?” tanya Yong Hwa

“kita makan di restoran dekat kantor saja”

“ah, kalau begitu kita makan di restoran di seberang jalan sana, itu restoran teman aku”

“emm, ide yang bagus ok, kita ke sana”

“baik kalau begitu aku akan siapkan mobil terlebih dahulu”

“ah, andwae! Kita jalan kaki saja”

“mwo? Jalan kaki? Tetapi tempatnya sedikit jauh sekitar dua blok dari kantor, sajangnim”

“gwenchana, hitung-hitung sekalian olah raga sore, bagaimana?”

“ah, ya baiklah”

“bagus, gaja!”

 

********************

 

“oppa, kita sudah menghabiskan waktu kita di Angle White Coffe, apa nanti oppa tidak dimarahi oleh presdir gara-gara mangkir dari bekerja?” tanya Sora yang masih mengusap-usap kepala Leeteuk yang masih berpangku pada paha Sora

“gwenchana, jangan khawatir, aku sudah berpesan kepada sekretaris untuk mengosongkan jadwal ku sore sampai malam ini”

“memangnya kenapa?, kenapa oppa mengosongkan jadwal dari sore sampai malam?”, Leeteuk bangkit dari posisi tidurnya itu

“aku ingin menghabiskan malam ini bersama kamu”

“mwo? Oppa, itu tidak boleh oppa, kita belum menikah”

“ishh” gerutu Leeteuk sambil menjitak kepala Sora

“aww, sakit Oppa!” ucap Sora yang kesakitan

“pikiran mu begitu kotor, maksud aku aku ingin berjalan-jalan, minum, nonton film bersama kamu sampai nanti malam”

“oppa” rengek Sora lembut

“ya! Ada apa?”

“aku kebelakang sebentar yah”

“hah! Kamu ini, ya, silakan”

 

********************

 

IU sedang duduk-duduk di salah satu tempat di sudut taman, tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang menghampirinya

“boleh aku duduk di sini?” tanya wanita tersebut

“Ya! Ne, silakan” ucap IU sambil bergeser ke kiri sedikit

“gomawo” ucap wanita tersebut, IU hanya tersenyum

“oh iya perkenalkan Yoona imnida” ucap Yoona

“IU imnida”

“sedang ngapain kamu di sini sendirian?”

“aku? Aku sedang melihat-lihat saja”

“emmm?” Yoona mengerutkan jidadnya, “hanya melihat-lihat?” lanjutnya

“ya!” timpal IU sekedarnya

“memangnya kamu tidak ajak teman mu?”

“aku di Seoul baru beberapa hari, jadi belum banyak teman di Seoul”

“mwo? Berarti kita sama”

“mwo? Jadi eonni juga pendatang baru?”

“ya! Kalau begitu kita jalan-jalan yuk, aku juga tidak ada teman di Seoul”

“emm, ok” ucap IU menganggukan kepala sambil tersenyum

“bagus, gaja!”

lalu kedua wanita yang cantik nan jelita itu berjalan-jalan untuk mengenal lebih lanjut kota Seoul

 

*************************

 

sementara itu Nichkhun dan Yong Hwa sedang berjalan di trotoar menuju restoran yang di maksud oleh Yong Hwa tadi.

“Sajangnim, apa sajangnim tidak capek?” tanya Yong Hwa

“emm! Aniya, aku dulu, selama persembunyian ku sering bekerja keras!”

“mwo!” Yong Hwa kaget dan menghentikan langkahnya, Nichkhun juga menghentikan langkahnya lalu menghadap ke arah Yong Hwa

“gwenchana?” tanya Nichkhun

“ah, ne gwenchanayo, tapi saya tidak percaya kalau sajangnim melakukan pekerjaan berat”

“aku pernah menjadi, tukang loundry, tukang cuci mobil, kuli angkat di pasar, dan masih banyak lagi”

“mwo? Sajangnim serius?”

“Ya! Makannya lihat nih bisep trisep ku jadi seperti ini kan, cool!” ucap Nichkhun sambil memamerkan lengan ototnya

“ah, sajangnim membuat aku iri saja”

“hah, buat apa iri, aku dan kamu sama kok, jadi jangan iri, gaja, cepat ke restoran teman kamu aku sudah lapar nih!”

“oh, ok Sajangnim”

 

********************

 

di restoran D.O dan Chanyeol meminta izin untuk pulang lebih cepat karena ada jadwal ekstrakulikuler yang di ikuti oleh mereka berdua

“Seohyun-ah, kalau begitu tinggal aku dong yang bekerja hari ini!”

“yupp! Memangnya ada apa?”

“capek kali kerja sendirian”

“tenang, aku bantu”

“emm!” Donghae memanyunkan bibirnya, “paling cuman ngeliatin doang”

“yang penting kan sudah ikut membantu”

“emm, yalah, terserah”

 

sementara itu di luar Nichkhun dan Yong Hwa masih bercengkrama

“nah ini dia sajangnim tempatnya”

“Seohyun?”

“sajangnim tau siapa pemilik restoran ini”

“Ya, aku tahu”, “ayo kita masuk”

Lalu Nichkhun dan Jung Yong Hwapun masuk kedalam restoran milik Seohyun

“Ayo cepat sekretaris Jung” ucap Nichkhun sedikit keras, membuat Donghae dan Seohyun melihat ke arah asal suara

“Nichkhun-ah” teriak Donghae, lalu berjalan mendekati Nichkhun

“wah, wah, wah keren sekali kamu Nichkhun pakai jas segala” ucap Donghae tertegun

“sajangnim kenapa waiter ini kenal dengan sajangnim?” tanya Yong Hwa

“eh, eh, eh, tunggu dulu Nichkhun kenapa orang ini panggil kamu dengan sebutan ‘sajangnim’ apa ini maksudnya?” tanya Donghae penasaran

“ahh, duduk dulu ayo, nanti aku jelasin” ucap Nichkhun

 

********************

 

Yoona dan IU masih berjalan-jalan di taman kota sambil menikmati pemandangan di taman tersebut

“eonni, kalau boleh tahu, apa yang membuat eonni pergi ke Seoul?” tanya IU

“aku? Aku datang ke Seoul untuk mencari pekerjaan yang layak, yah seperti kamu ketahui sendiri kalau kerja di desa itu hasilnya kurang, kamu sendiri apa yang membuat mu pergi ke Seoul?”

“aku datang ke Seoul untuk melanjutkan sekolah ku”

lalu mereka melanjutkan jalan-jalan mereka di taman tersebut

 

********************

 

Nichkhun selesai menjelaskan yang sebenarnya terjadi, Seohyun dan Donghae akhirnya mengerti

“oouh, jadi seperti itu, kamu itu aneh, sudah di beri fasilitas yang ‘WAH’ tapi kamu malah menolaknya” ucap Seohyun

“akukan ingin tahu bagaimana cara mencari kerja dengan profesi lain, supaya aku lebih bisa bijak menggunakan fasilitas yang telas aku punya”

“emmm, aku setuju, dengerin tuhh Donghae, jangan ngeluh terus”

“isshh, iya-iya aku tahu” ucap Donghae

“ngomong-ngomong di mana Suzy?” tanya Nichkhun

“dia hari ini tidak masuk kerja” jawab Donghae

“ouh, iya Yon Hwa-ah jadi kamu sekretarisnya Nichkhun, pasti berat jadi sekretaris orang ……..” Seohyun sedikit menggantungkan perkataannya

“orang seperti apa aku?” tanya Nichkhun

“emm, nothing!” ucap Seohyun sambil menjulurkan lidah, “bagai mana susah tidak jadi sekretaris nih orang?” tanya

“emm lumayan!” jawab Yong Hwa

“aaiisshh udah kenapa jadi ngomongin aku, mana makanannya aku sudah lapar nih”

“iya tunggu!” ucap Seohyun.

 

********************

 

Tanpa terasa hari sudah malam, Leeteuk dan Kang Sora sedang berdiri di tepi sungai Han dengan posisi Leeteuk memeluk Sora

“Sora? Kamu tahu tidak?” tanya Leeteuk

“tahu apa oppa?” tanya Sora

“8 huruf, 3 kata, 1 arti buat kamu”

“apa itu oppa?”

“I LOVE YOU” ucap Leeteuk sambil tersenyum manis

“iiih, oppa ngegombal nih, Sora juga punya kali”

“masa? Apa coba? Oppa pingin tahu, apakah Sora bisa ngegombal atau tidak”

“matahari aku mencintaimu di siang hari, rembulan aku mencintaimu di malam hari, tetapi aku akan mencintai oppa di siang dan malam ku, karena oppa lebih berharga dari matahari dan rembulan yang terangi siang dan malam ku”

“ahh so sweat, hati oppa jadi melting nih”

“saranghae oppa”

“nado…. Saranghaeyo”, merekapun saling berpelukan lebih erat lagi

 

********************

 

Nichkhun masih menyelesaikan pekerjaannya di kantor, di saat Nichkhun sedang membaca-baca dokumen, tiba-tiba ada suara pintu di ketuk

“nuguseyo?” tanya Nichkhun

“saya sajangnim, sekretaris Jung”

“ooh, silakan masuk”

 

lalu Yong Hwa masuk ke ruangan Nichkhun

“ada apa?”

“tadi saya telah menerima telepon dari presdir”

“telepon dari presdir? Bilang apa dia?”

“beliau berpesan kalau sajangnim di suruh datang ke restoran Angle coffe dengan mengenakan pakaian rapi”

“kapan?”

“sekarang sajangnim”

“kenapa harus menggunakan pakaian rapi?” tanya Nichkhun

“saya kurang tahu sajangnim”

“ok, kalau begitu kita pergi kesana”

“tapi presdir berpesan kalau hanya Sajangnim saja yang datang ke sana”

“ada apa sebenarnya?” gumam Nichkhun, “ah, ok kalau begitu kamu boleh pulang sekarang”

“terima kasih sajangnim”

“emm, cheonma”

 

********************

 

Nichkhun sudah mengenakan pakaian rapi dan dia sedang dalam perjalanan menuju restoran yang di maksud, beberapa menit kemudian, Nichkhun akhirnya sudah sampai di restoran yang di maksud, dia masuk kedalam restoran tersebut dan menengok ke kanan dan ke kiri mencari ayahnya duduk, setelah beberapa kali menengak-nengok akhirnya Nichkhun menemukan tempat duduk ayahnya dan begitu kagetnya dia melihat orang yang sedang bersama ayahnya.

 

 

 

To Be Continued……….

 

 

Hheeemm, kita ketemu lagi di Protect My Girl ep 10, gimana, mian yah sedikit lama postingnya, sibuk nih, ngerjain latihan soal UN ketambah banyak tugas lagi, jadi keputus-putus deh nulis nih fanfic, jangan lupa RCL yah, ouh iya mungkin PMG ep 11 aku post sedikit lebih lama karena bentar lagi ada MID SEMESTER, and dikit promo nih kalau ada yang mau kontak-kontakan dengan author lewat social media bisa nih lewat twitter di ===> @BayuNavanto

 

Gomawo

5 thoughts on “PROTECT MY GIRL chapter 10

  1. wahhhhh udh ada lanjutannya ternyata telat ….
    ya ampun teukso bener2 yah so sweet bnget… kkekkekke leeteuk oppa gombal banget sih….
    ya ampun seo perhatiannya ma yong :) ampe nanya gx capek jdi sekretaris khun…. hhehhehhe
    yg ktemu ma khun nugu???

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s