I’m Tired to Loving You (Chapter 3)

Title : I’m tired to loving you

Author : KimSaeNa a.k.a Devi

Rating : PG13/straight/Mini Drama

Genre : Romance/Friendship/Angst/a little bit comedy

Cast    : Boyfriend- Minwoo

B1a4  – Jinyoung

Kim Saena(OC)

Kim Yoonmi(OC)

Disclaimer :Minwoo boyfriend are belong to Starship entertaiment and his parents

Jinyoung B1A4 are belong to WM entertainment and his parents

I don’t make money from this fanfic. It’s just for fun.Please don’t sue me.

Don’t take this Fanfic without permission from me. If you want to take this.

Please take with full credit.

A/N : Annyeong :D masih adakah yang ingat dengan FF aku yang ini? Huft.. mudah2an masih deh. Maaf aku ngepost lanjutannya lama banget,itu dikarenakan aku sempet ilang feel waktu ngetiknya ditambah lagi peminatnya yang main lama makin kurang T.T.. Aku juga mau minta maaf soal bahasa ff aku yang masih berantakan di ff ini,soalnya ff ini aku bikin udah lama banget dan baru aku lanjutin kemarin2 ini,soalnya utang ff aku numpuk >.< Nah daripada aku makin lama cuap2 mending langsung aja deh

Enjoy this fic ^___^

Prev chap :  Chapter 1  │ Chapter 2

#NP 

FT Island- Love Sick 

FT Island – After love

2NE1 – Go away

Beast – Fiction

 

Chapter 3

You always ask me,
how come you never say I love you?
do you really love me?
But you know
I wanted something more sweeter,
I want to confess to you just like those lovers from movies, so that you wont forget

(Wonder girls – saying I love you)

I’m Tired to Loving You │©2011-2012 by Ksaena

Chapter 3- Are you really love me? Why you not telling me the truth?

ALL RIGHT RESERVED

Saena pov

            Lagi-lagi berakhir seperti ini. Apa memang ini sudah menjadi takdirku? Akan dibenci oleh orang yang kucintai? Aku terduduk lemas di kursiku. Jinyoung baru saja meninggalkanku di sini. Sendirian. Perih rasanya.. Aku tidak kuasa lagi menahan air mataku yang perlahan turun membasahi pipiku. Aku memang cengeng,tapi aku tidak peduli. Tidak ada yang bisa merasakan apa yang aku rasakan saat ini..

Aku mengambil tissue dari tasku,aku mengusap air mataku,aku berusaha tegar,aku berusaha tidak menangis lagi. Aku memanggil pelayandan meminta billnya,setelah meletakkan uang. Aku berjalan keluar dari café ini.. berusaha melupakan betapa perihnya hatiku saat ini.

End of the pov

 Jinyoung pov

            Apa aku terlalu kasar padanya? Sungguh aku tidak bermaksud begitu,aku hanya tidak suka privasiku diganggu orang luar. Aku yakin semua orang pun begitu. Apa aku salah?

Lagipula aku sedang tidak bisa mengontrol hatiku saat ini,aku tidak tahu apa yang menyerangku. Tetapi jujur saja,setelah reunian itu,aku merasakan perasaan yang berbeda setiap kali aku melihat Yoonmi. Dia tampak lebih cantik dari terakhir kali aku melihatnya waktu SMA dulu. Padahal baru setahun kami tidak bertemu,tetapi aku sudah merasakan perubahan yang besar dari dirinya.

Aku suka dia tidak berubah. Ia tetap ceria,cuek,dan mengasyikan untuk diajak ngobrol. Hanya fisiknya ang berubah,ia tampak lebih modis,rambut panjangnya telah dipotong menjadi pendek sebahu,ia tampak lebih mais daripada waktu rambutnya masih panjang daulu.

Aku menyukainya,ia tampak seperti wanita idamanku,tapi aku tidak tahu apa aku mencintainya atau tidak.. Lagipula sudah ada namja yang mengisi hatinya.

Aku harus bisa membuat Yoonmi mengatakan siapa namja itu..

 End of the pov

***

Sae na Pov

 Yoon mi tiba-tiba muncul di rumahku dengan mata bengkak. Kalau saja saat ini aku sedang tidak patah hati,pasti aku akan menertawainya habis-habisan. Tapi berhubung aku lagi patah hati,aku hanya berdiam diri saja,sedang tidak mood untuk tertawa.

“ Yaa! Ternyata wajahmu lebih kusut daripada aku..” Yoonmi berkata setelah ia duduk di tempat tidurku.

“ Aku sedang patah hati.. Uuhh,rasanya aneh.”

“ Memang kau tidak pernah patah hati sebelumnya?”

“ Pernahlah..memang aku tidak pernah jatuh cinta apa,hanya saja dulu itu rasanya sakit,kalau ini rasanya aneh,entah di mana letak perbedaannya.”

“ Aku juga sedang patah hati..”

“ Kenapa si Minwoo? Dia sudah mempunyai yeojachingu?”

“ Aniya,tapi ada yeoja yang disukainya..”

“ Hwaitingggg!! Yoonmi kau harus bisa membuat Minwoo tertarik padamu,sebelum ia mempunyai yeojachingu aku rasa sah-sah saja kalau kau mau mendekatinya.”

“Ne,tapi aku sudah terlanjur sakit hati nih..”

Aku tidak mengerti,selama ini aku mengenal Yoonmi ,dia dalah pribadi yang kuat,tidak sepertiku,aku cengeng,aku mudah menangis. Tetapi hanya karena seorang Minwoo,Yoonmi sampai seperti ini,menangis sampai matanya nyaris copot begitu.

“ Sudahlah,kalau kau tulus padanya aku yakin dia pasti bisa melihat.. Kalu kau cinta dia apa adanya,aku yakin dia akan berpaling padamu..”

“ Aku sebenarnya tidak tulus sih cinta dengannya..”

“ Mwo??? Ahh kau ini.. kenapa tidak tulus?”

“ Awalnya memang aku jatuh cinta dengannya karena ia baik,tapi lama-lama aku berpikir realistis saja,kalau ia hanya mempunyai cinta untukmu dan tidak ada materi. Apa kau akan terus bersamanya?”

“ Jadi kau mencintainya hanya karena materi?” Aku mebelalakkan mataku tidak percaya.

“ Tidak sepenuhnya sih.. tapi sebagian ia.” Yoonmi memainkan kuku jarinya.

“ Aku tidak menyangka pikiranmu sesempit itu.”

“ Aishhh,sudahlah jangan membahas hal itu lagi. Kau sendiri kenapa patah hati?”

Perlahan rasa aneh itu menjalari hatiku. Masih teringat jelas dalam ingatanku bagaimana perilaku Jinyoung terhadapku. Tidakk… Aku tidak boleh menangis lagi.

“ Dia mengatakan kalau dia tidak suka aku berkomentar aneh tentangnya karena ia belum mengenalku..”

“ Mwo? Memangnya kau bilang apa padanya?”

“ Sikapnya terlalu dingin.”

“ Aku rasa wajar dia berkata seperti itu. Siapa pun tidak akan suka.”

“ Yaa! Kok kau malah membelanya sih?” Aku merasa marah,karena aku disalahkan.

“ Sekarang coba kau pikir baik-baik. Apa ada orang yang suka dikatai seperti itu. Aku yakin kau pun tidak akan suka.”

“ Aku tidak menjelek-jelekkannya ya. Aku hanya mengkritik. Aku rasa semua orang bebas mengkritik,kalau masih dalam tata karma dan lagipula ia bebas mengkritik apapun tentangku. Walaupun aku tidak suka,aku akan menerimanya. Yang membuatku sakit hati adalah kenyataan bahwa ia mengatakan kalau ia tidak mengenalku.”

“ Mungkin memang ia belum mengenalmu.”

“ Kau kenapa sih? Kau terus saja membelanya. Aku jadi bingung..”

“ Memang mungkin kesalahannya terletak padamu,Sae na,aku membela Jinyoung karena aku yakin dia benar.”

***

Yoonmi Pov

 ‘Jinyoung calling’

Aku melihat nama Jinyoung di display Handphoneku. Ada apa ya dia menghubungiku?

“ Yeoboseyo,Jinyoung-ah..”

“ Yoonmi,Lusa akan ada reuni lagi,kau mau ikut tidak?”

“ Mwo?? Masa baru saja sebulan yang lalu reuni,sekarang reuni lagi..”

“ Mungkin ini untuk yang kemarin belum bisa hadir. Datang ya.. nanti mungkin namja yang kau sukai akan datang. Hahahaha..”

“ Aishh,ne,aku akan datang,kau ini hobi sekali mengejekku.”

“ Yaa! Aku tidak mengejekmu loh..”

“ Sudah ah,aku mau tidur..Annyeong.”

Klikk!

Aku mematikan sambungan teleponku,aishh,kenapa Jinyoung yang memberi kabar ya? Apa Minwoo tidak tahu? Apa aku SMS saja ya untuk memberitahunya?

To : Minwoo

From : Yoonmi

Kau ikut reunian lusa nanti?

Aku menunggu balasan dari Minwoo dengan perasaan tidak karuan.. Hmm kira-kira dia ikut tidak ya? Ayolah semoga saja dia ikut.

Biipp Biipp

Bunya tanda ada SMS masuk.. Ahaaa semoga saja Minwoo yang membalas pesanku.Aku membukanya.

To : Yoonmi

From : Minwoo

Tentu saja. Ayo kau ikut juga..

Yeahhh!! Aku akan ikut lusa nanti,karena aku bisa bertemu dengan Minwooo!! Hahahahha.. aku tidak sabar menantikan hari itu tiba.

Aku melangkahkan kakiku menuju sekolah SMA kebanggaanku dulu. Aku tidak sabar bertemu dengan teman-teman yang pada reuni yang lalu mungkin belum hadir.

“ Annyeong,kau Yoonmi ya?” seorang yeoja dengan bola mata berwarna biru,karena soflens,menyapaku. Aku memperhatikannya dengan seksama. Sepertinya aku pernah kenal dengannya. Ingatanku berputar aku ingin mencari tahu,wajah ini cukup asing bagiku,mungki di reuni yang lalu ia tidak datang.

“ Ne,Nuguseyo?”

“ Masa kau tidak ingat aku?”

Aku menyipitkan mataku,berusaha mengingat-ingat,apa aku pernah sekelas dengannya dulu?

“ Aku Hae rin..”

“ Ahhh,kau berbeda sekali,waktu kau SMA badanmu lebih gendut loh.”

“ Ne,aku diet habis-habisan untuk kuliah ini.Aku mau berubah.” Aku memandang takjub yeoja ini.Dulu waktu SMA ia terkenal pendiam dan tidak bnyak teman,mungkin ia minder,tapi sekarang,coba lihat dia? Cantik,menarik,dan senyummnya manis..Ia memakai dress mini berwarna putih dan panjangnya hanya mencapai 10 cm diatas lutut dan boot high heelsnya itu. Astaga haknya bisa mencapai 12 cm. Pantas saja aku kalah tinggi dengannya. Ia tampak seperti artis.

“ Wahh,kau sempurna.”

“ Jelas sekarang aku sedang mengikuti trainee untuk menjadi salah satu personel g-band,penampilan jelas nomer satu.”

“ Hebat sekali kau..” Aku berdecak kagum.

“ Hahahaha,biasa saja,aku ke sana dulu ya.” Ia menunjuk beberapa anak yang sedang membentuk kerumunan kecil.

“ Yaa! Kau bengong saja.” Tiba-tiba Jinyoung sudah duduk di sebelahku. Aku tersenyum getir. Acara ini terasa membosankan tanpa Minwoo,aku mendegar kabar bahwa tadi ia sudah pulang sebelum aku datang. Aishh aku sedih mendengarnya,kenapa ia tidak menungguku ya?

“ Aku bosan..”

“ Aishh,aku juga,aku sudah berbicara hampir dengan semua anak di sini. Ternyata yang datang sebagian besar sama seperti waktu itu.”

Aku terdiam beberapa saat,aku juga tidak tahu haurs berkata apa. Satu per satu mereka pulang dan tinggalah aku bersama Jinyoung. Aku malas pulang,nanti di rumah juga aku bosan.

“ Kau harus jawab pertanyaanku sekarang.” Jinyoung menatap lusrus-lurus ke mataku. Membuatku sedikit risih dipandangi seperti itu.

“ Yaa! Wajahmu serius sekali,pertanyaan apa?”

“ Siapa namja itu?”

“ Namja? Namja siapa?”

“ Yang kau sukai itu?”

“ Ahh itu privasi..”

“ Aigoo… jawab aku aku penasaran sekali.”

“ Aniya,aku tidak akan menjawab.”

“ Ayolah..”

“ Ani……Kau memohon sampai kapanpun aku tidak akan mau berbicara..”

“ Kalau begitu,kau kutinggal ya? Kau tidak bisa menebeng mobilku.Hari sudah malam loh..Kalau kau diculik,akulah yang paling bahagia membaca beritanya di Koran. Hahahahaha.” Jinyoung tertawa sambil melangkahkan kakinya ke gerbang depan.Aku segera meraih tangannya dan menyuruhnya kembali duduk. Jujur saja aku takut pulang malam,dan aku tadi sudah bilang sama omma akan pulang sendiri atau bersama teman. Aneh sekali jika aku meminta omma menjemputku.

“ Ishhh,kau aneh,masa kau mengancam yang seperti itu sih.Baiklah aku beritahu,tapi kalau sampai mulut embermu itu bocor ke mana-mana,akan aku kejar kau sampai ke ujung dunia sekalipun..”

“ Tidak akan,Kau bisa percaya padaku..”

“ Sebenarnya namja yang aku sukai itu Minwoo..”

End of the pov

Jinyoung pov

“ Sebenarnya namja yang aku sukai itu Minwoo..” Yoonmi berkata sambil menunduk. Dapat kulihat perlahan wajahnya yang putih bersih itu bersemu merah.

Aku sudah bisa menduga hal itu sebelumnya. Namja itu.. adalah Minwoo,sahabatku sendiri. Entah mengapa begitu sakit rasanya saat mengetahui yeoja yang kau cintai ternyata mencintai orang lain.Aku berusaha tersenyum,tanda aku menyutujuinya,tapi hatiku tidak,hatiku terlalu sakit untuk mengakui semua kenyataan yang terhampar di hadapanku saat ini.

“ Jadi dia..hhahhhahaha..kau menyukai namja seperti dia sampai empat tahun.. Ya Yoonmi,paboo..”

“Waeyo? Dia itu namja juga,aku masih normal yang aku suka itu namja mas aku menyukai sesama yeoja kan tidak mungkin.” Ia cemberut,aku tertawa melihat ekspresi yang terpancar di wajahnya.

“ Maksudku,kenapa kau tidak bilang padanya? Mau sampai kapan kau memendam semua itu?”

“ Molla,aku sudah terbiasa menjadi temannya,mungkin akan sulit jika aku tiba-tiba mengatakan aku mencintainya.”

“ Tapi itu akan menyakiti dirimu sendiri.”

“ Mungkin,tapi aku tidak akan kehilangan dia sebagai sahabatku. Aku mau memintamu melakukan satu hal untukku.Aku tahu,aku tidak berhak meminta darimu,tapi kumohon..”

“ Apa yang bisa kulakukan untukmu?”

“ Jangan bersikap kasar pada Sae na,bersikaplah manis terhadapnya,

Berbuatlah baik padanya.”

Aku tertegun mendengar permintaannya. Kenapa harus? Aku tidak begitu mengenal Sae na,yeoja itu tidak menarik perhatianku sedikit pun,tapi kenapa aku harus baik di hadapannya?

“ Waeyo?”

“ Aku hanya tidak ingin dia sakit. Dia sahabatku yang terbaik,aku ingin kau menjaganya,sama seperti kau menjagaku,perlakukan ia sama seperti kau memperlakukanku.”

“ Hmmm,tapi aku tidak janji aku bisa melakukannya..”

“ Jinyoung,kumohon…” Yoonmi menatapku dengan tatapan memelas. Aku paling tidak tahan dengan tatapannya yang seperti itu.

“ Ne,tap aku akan melakukan dengan carku sendiri.”

“ Jinyoung jangan sakiti dia ya..”

“ Ne,aku akan berusaha sebisaku.”

End of the pov

Sae na pov

‘Jinyoung calling’

Aku mengusap-usap mataku, apa mataku ada masalah? Aku menatap layar ponselku dengan tatapan nanar. Jinyoung menelponku? Ada apa ya?

“ Yeoboseyo? Waeyo Jinyoung-ssi?” Aku memutuskan memakai bhaa formal lagi setelah kejadian kemarin. Aku baru saja merenungkannya lagi.Mungkin memang aku yang salah.

“ Euhmm aku mau meminta maaf. Mungkin perkataanku hari itu terlalu kasar..”

Mwo?? Aku tidak salah dengar?

“ Kau tidak perlu meminta maaf,akulah yang bersalah karena mengganggu privasimu.”

“ Sebenarnya perkataanku terlalu kasar padamu. Bisakah kita bertemu lagi lain waktu?”

Apakah aku harus ke dokter THT? Ia mengajakku bertemu? Tidak salah? Aku rasa pendengaranku sedang tidak baik.

“ Sae na? Kau masih di situ?”

Aishh memalukan. Apa aku terlihat terpesona padanya?

“ Ahh baiklah,kapan?”

“ Kapan kau bisa?”

“ Minggu depan..hari Jumat..”

“ Baiklah tunggu aku di rose garden café pukul 7 malam..”

“ Ne.”

“ Sudah lama menunggu?” aku menoleh dan mendapati Jinyoung sedang berdiri di hadapanku. Omooo…dia semakin mempesona saja.

“ Ahh belum,baru saja aku datang..” ucapku berbohong. Sebenarnya sudah hampir satu jam aku di sini. Saking bersemangatnya aku untuk bertemu dia,aku jadi datang kepagian.

Setelah memesan makanan,aku dan dia mengobrol,tentang banyak hal. Aku masih merasa kalau dia itu dingin,tapi ya setidaknya tidak sedingin dulu saat aku baru mengenalnya. Aku merasa aneh,kenapa tiba-tiba..? Dia jadi begitu baik padaku. Apa ini hanya perasaanku saja,ataukah memang ini sifat aslinya? Aku tidak tahu sama sekali,yang jelas aku senang karena dia sudah mulai mencair.

Setelah mengenalnya selama satu bulan aku mencatat beberapa hal tentang Jinyoung:

  1. Dia orang yang ramah dan menyenangkan,walaupun terkadang sifatnya itu tertutupi oleh sifat angkuhnya.
  2. Dia masih jomblo. Yuhuuuu…. Aku bisa pendekatan dengannya tanpa takut kekasihnya cemburu. Ku senang mengetahui hal itu.
  3. Dia tidak suka membicarakan keluarganya. Entah mengapa dia melakukan ini,aku hanya bisa menjaga privasinya,tentu saja,aku tidak mau kejadian yang lalu terulang lagi,bukankah lucu jika tiba-tiba saja dia meninggalkanku sendirian karena aku salah bicara? Aishhh…
  4. Saat bersamaku,sikapnya terlihat kaku dan seperti terpaksa. Saat bersama Yoonmi,ia terlihat lebih bebas dan sifat aslinya yang menyenangkan bisa muncul. Aku tidak tahu pasti,apakah ini hanya perasaanku saja,atau memang benar adanya. Kalaupun benar hal yang dapat kusimpulkan adalah,karena ia belum terlalu mengenalku,sedangkan ia sudah bertahun-tahun mengenal Yoonmi,pastilah ia akan lebih nyaman berbicara dengan Yoonmi.

End of the pov         

Yoonmi pov  

Sejak Minwoo mengatakan kalau ia mencintai seorang yeoja bernama Hye rim,entah mengapa aku malah semakin dekat dengannya. Aku tahu aku sakit karena ternyata sudah ada orang lain di hatinya,tapi.. tidak pernah sekalipun aku mendengar ia menyebut nama Hye rim lagi sejak dia mengatakan kalau ia mencintai yeoja itu.

Mungkinkah Minwoo sudah melupakan yeoja itu? Jika memang iya,aku senang karena itu artinya ia masih memberikan harapan padku. Aku akan senantiasa berada di sampingnya,sampai ia melupakan yeoja itu sepenuhnya. Tapi sampai kapan? Aku hanyalah manusia biasa,kuakui aku menyukai fisiknya dan hartanya,bukan hatinya.

Memang awalnya seperti itu,tapi lama kelamaan hatiku mulai bisa merasakan cinta sesungguhnya. Apakah rasa sukaku terhadap harta dan fisiknya sudah memudar digantikan oleh rasa cinta yang murni? Jujur aku btakut tersakiti,bagaimana jika ia tidak mencintaiku sama seperti aku mencintainya? Apakah aku akan menunggunya lagi?

Tidak cukupkah waktu yang kubuang selama ini hanya untuk mengubur kenanganku bersamanya? Mengapa ia harus hadir lagi di dalam hidupku? Kehadirannya membuat hidupku lebih berwarna..Benarkah? Ataukah ia hanya akan menorehkan warna kelam dalam hatiku?

End of the pov

***

_To Be Continued_

2 thoughts on “I’m Tired to Loving You (Chapter 3)

  1. Tlg dilanjutin ya author, keren bgt ceritax walau cerita ini kalo di kehidupan nyata pasti menyakitkan (untuk cewek). G sabar utk baca slnjutx.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s