[FICLET] Because The Rain Reminds Me Of You

image

Title: Because the Rain Reminds Me of You
Sequel of: Beautiful Goodbye

Author: Yoo Jangmi

Genre: Teen Romance

Length: Ficlet (?)

Rating: T

Cast:
– EXO-K ‘s Oh Sehun
– Kim Seolmin (OC/you)

=Support Casts=
– f(x) ‘s Krystal Jung / Jung Soojung
– EXO-K ‘s Suho / Kim Joonmyeon

Disclaim: casts not mine, ocs mine ofc. and the storyline mine B)

Note: hey hey ini lanjutan dari Beautiful Goodbye, yang sekarang jadinya diceritain pake POV author aja ._. karena rada panjang okesip. Happy reading yaw.
————————————————————————————————————————————————

I thought it would be easy to forget you, but…..the rain keep reminds me of you...

[]

“hujan…hmm..” Gumam Sehun sambil memandangi hujan. Saat ini ia sedang berdiri di halte yang sama dengan yang semalam, tempat ia dan Kim Seolmin, yeoja chingunya putus. dan sekarang hujan.

Ia sedang menunggu bus seperti biasa. Dan matanya menangkap sosok seorang gadis. Gadis itu berlari menembus hujan, tanpa membawa payung, sambil menenteng ransel. Itu Seolmin. Ia menuju ke halte.

Sehun diam saja, ia tetap memandang hujan, berusaha untuk tidak peduli dengan keberadaan Seolmin, yang sekarang sudah berdiri di sebelahnya.

Seolmin-a, apa kau baik-baik saja? tanpaku…kau baik-baik saja kan?” batin Sehun.

kalau kau pikir aku baik-baik saja, kau salah. aku tidak baik-baik saja Sehun-a” batin Seolmin, sambil memainkan tetesan air hujan dengan jari-jarinya.

Hening. Hanya suara hujan yang terdengar. Seolmin tidak suka situasi ini. Ia merasa…aneh, dengan keheningan seperti ini diantara mereka.

“lebih baik aku pergi” pikir Seolmin, ia pun melangkahkan kakinya, sudah siap menembus hujan lagi, dan tiba-tiba Sehun memegang tangannya.

“eodiga?” tanya Sehun, “pulang tentunya” jawab Seolmin. “nanti dulu sekarang hujan….kalau kau pulang sekarang, nanti kau sakit” kata Sehun.

Seolmin menatap Sehun dengan tatapan…antara heran dan bingung (?). Mereka sudah putus kan? untuk apalagi Sehun peduli padanya??

“gwaenchana, aku sudah biasa hujan-hujanan” kata Seolmin sambil menarik tangannya dari pegangan Sehun.

“Seolmin-a” panggil Sehun. “ne?” ujar Seolmin. Sehun tersenyum dan menggelengkan kepalanya “ani..” katanya pelan. “aku pulang ya” kata Seolmin, ia mengangkat tangannya dan melambai pelan pada “mantan” namja chingunya itu, lalu pergi menembus hujan.

“dasar babo yeoja, dari dulu dia begitu” gumam Sehun pelan sambil memperhatikan Seolmin yang sudah semakin jauh sekarang.

“hmm…tiba-tiba aku…merindukannya” batin Sehun, dan otomatis memorinya bersama Seolmin dulu terputar seperti film di otaknya. “kemarin ia menangis, apa mungkin aku mengambil keputusan yang salah? mungkin seharusnya aku tidak meninggalkannya, kelihatannya ia tidak baik-baik saja” batin Sehun sambil menghela napas panjang.

Sebenarnya perasaannya untuk Seolmin sama sekali tidak berubah. Ia meninggalkan gadis itu karena ia merasa ia sering menyakitinya. Tapi…sekarang ia merasa keputusannya malah memperburuk keadaan.

aish sudahlah, kita lihat saja nanti” pikir Sehun. Ia menghela napas, lalu naik ke bus yang baru saja berhenti di depan halte.

Ia berusaha melupakan Seolmin, melupakan perasaannya pada gadis itu…tapi kenyataannya ia tidak bisa…

[]

Besoknya…

-Rumah Seolmin-

Kim Seolmin memakan roti keju kesukaannya sambil memandang keluar melalui jendela rumah. Pagi ini hujan deras kembali mengguyur bumi.

“sekarang bagaimana caranya aku ke sekolah?? aku tidak mungkin hujan-hujanan” kata Seolmin dalam hati sambil melahap gigitan terakhir rotinya.

“aish sudahlah, tidak masalah hujan-hujanan” gumam Seolmin, lalu mengambil tasnya dan pergi ke pintu depan rumahnya untuk memakai sepatu. Setelah itu ia keluar dari rumahnya, lalu berlari menembus hujan.

Hal ini mengingatkannya pada Sehun. Dulu laki-laki itu selalu menjemputnya sambil membawa payung merah.
Hujan memang penuh kenangan bagi mereka…

Tiba-tiba saja Seolmin merasa ada yang memayunginya. Ia tersenyum, yang ada dalam pikirannya tentu saja Sehun. Tapi ketika ia berbalik, yang ia lihat bukanlah yang ia harapkan.

“oh…Joonmyeon sonbae kukira siapa.., annyeong” kata Seolmin sambil tersenyum. “annyeong Seolmin-a, kau kira siapa memangnya?? Sehun??” kata Joonmyeon sambil menatap Seolmin.

“eh? aniyo hehe, kaja” kata Seolmin sambil tersenyum salah tingkah, lalu lanjut melangkah, bersama Joonmyeon di sebelahnya, dengan payung putih melindungi mereka dari hujan.

“masih belum bisa melupakannya?? masih belum bisa membuka hatimu??” tanya Joonmyeon. Seolmin terdiam sejenak, lalu menganggukan kepalanya.

“tidak semudah itu. Dua tahun bukan waktu yang sebentar….” kata Seolmin pelan, sambil menahan air matanya supaya tidak menetes.

“geurae, gwaenchana. sudahlah jangan sedih” kata Joonmyeon sambil tersenyum. Seolmin ikut tersenyum. “aku tidak sedih, hehe nan gwaenchana”

“gwaenchanayo Seolmin-a, uljima”…

***

-di sekolah-

“dia pasti hujan-hujanan” pikir Sehun. Ia sedang berdiri di gerbang sekolah sekarang. Menunggu Seolmin tentunya.

“yah! Oh Sehun! apa yang kau lakukan di sana??!!” Tiba-tiba terdengar seseorang berseru memanggilnya. Jung Soojung, teman sekelasnya, gadis itu menghampirinya sambil tersenyum ceria.

“yah, aku pinjam PR Matematika-mu ya?? boleh ya??” kata Soojung sambil berusaha aegyo (?). “eoh, ambil saja” jawab Sehun datar. “jinjja???!! aaa gomawo” kata Soojung sambil melompat-lompat.

“ngomong-ngomong sedang apa kau di sini??” tanya Soojung heran. “menunggu” jawab Sehun singkat. “menunggu….Seolmin??” tebak Soojung. Sehun menghela napas dan mengangguk.

“kau masih menyukainya ya?” tanya Soojung sambil cemberut. “hmm…ne” kata Sehun. “huh..dasar aneh…kalau kau masih menyukainya, kenapa putus??” tanya Soojung lagi. “bukan urusanmu” kata Sehun lagi.

Dan ini dia. Seolmin datang, bersama Joonmyeon, dengan satu payung bersama.

Sehun diam saja melihat pemandangan itu. “baiklah, kurasa Joonmyeon sonbae lebih baik dariku” katanya dalam hati.

“Sehun-a, lupakan saja Kim Seolmin” kata Soojung “sudahlah, Soojung-a, ayo ke kelas” kata Sehun sambil tersenyum, lalu mendorong gadis itu.

padahal aku berniat untuk kembali padamu tapi kelihatannya aku terlambat”

[] [] []

Hari demi hari berlalu, dan keduanya, baik Sehun maupun Seolmin, masih saja memakai topeng. Membuat senyuman palsu, seolah mereka tidak saling membutuhkan, padahal sebenarnya sebaliknya…

Siang ini mendung seperti biasa. Seolmin pulang bersama Joonmyeon lagi. Dan yang ada di pikirannya sekarang, kenapa seharian ini ia tidak melihat Sehun.

“masih memikirkannya??” tanya Joonmyeon. Seolmin tersenyum kecil dan mengangguk pelan. “ne. aku…cuma heran kenapa …seharian aku tidak melihatnya” jawab Seolmin.

Setibanya di halte, Joonmyeon menyerahkan payung miliknya pada Seolmin. “ini, siapa tahu nanti hujan, aku masih ada urusan di sekolah. tidak apa-apa kan kutinggalkan sendiri??” kata Joonmyeon sambil tersenyum. Seolmin menerima payung itu dan mengangguk.

Setelah sonbae-nya itu pergi, Seolmin menghela napas lalu menatap langit yang mendung. lagi-lagi ia teringat pada Sehun. “ini gila, semua hal mengingatkanku padanya..” batin Seolmin, lalu mengacak-acak rambutnya sendiri.

“oke, Kim Seolmin, alihkan pikiranmu” ujarnya pelan sambil mengalihkan pandangannya ke seberang jalan. Sekarang ia terdiam melihat apa yang ada di depan matanya. Sehun bersama Soojung, berdiri berdua di seberang jalan sana.

“jadi…baiklah…arasseo” batin Seolmin, ia menundukan kepalanya dan segera naik ke bus yang baru saja berhenti di depan halte.

aku tahu kau memang sudah melupakanku, harusnya aku berhenti berharap” batin Seolmin sambil menangis.

Tiba-tiba saja bus yang dinaikinya berhenti mendadak. Kepala Seolmin pun membentur jendela bus. “eh ada apa?” gumamnya sambil mengusap kepalanya.

Seseorang naik ke dalam bus. Itu Sehun, dengan napas terengah-engah, laki-laki itu menghampiri kursi tempat Seolmin duduk lalu duduk di sebelahnya.

“yah, kenapa kau pergi setelah melihatku?” tanya Sehun. “ne? a..aku..” kata Seolmin terbata-bata. “sudahlah lupakan” kata Sehun sambil mengatur napasnya. Seolmin memandangi Sehun sejenak, lalu memalingkan wajahnya ke jendela. Sekarang diluar hujan.

“Seolmin-a, aku ingin mengatakan sesuatu” kata Sehun pelan. “katakanlah” ujar Seolmin.

Sekarang jantungnya berdebar cepat, menunggu Sehun bicara lagi. “apa yang akan ia katakan?? soal Soojung kah? baiklah aku harus siap” batin Seolmin sambil menggigit bibir bawahnya.

“would you be mine…again??” kata Sehun sambil memegang tangan Seolmin.

would you be mine…again??

“aku tidak salah dengar kan?” tanya Seolmin. Sehun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “aniyo, aku serius” katanya.

Seolmin hanya menganggukan kepalanya. ia tidak bisa berkata apa-apa saking senangnya. “gomawo Seolmin-a” kata Sehun, lagi-lagi Seolmin hanya tersenyum.

“pada akhirnya, kami berpisah disaat hujan, dan bersatu kembali disaat hujan. Saranghae, Kim Seolmin”…

-END-

___________________________________________________________________________

gajeeeeeeee -_- *ditampol readers* ;–; maaf yaaa hueeeeee tetep RCL yaaa ditungguuu *plak ._.

37 thoughts on “[FICLET] Because The Rain Reminds Me Of You

  1. Waw!daebak, and so sweeeeeet!i like it like it like it*ala b1a4*awalny ak keinget ama ff yg ad disini juga, tpi lupa judulny, in ff ny ngelanjuttin ff lain ap gk sih?kayak nyambung gini, hhe

    Bikin lanjutanny dong thorrrr, jgn end, pleaseeee!

  2. Waw!daebak, and so sweeeeeet!i like it like it like it*ala b1a4*awalny ak keinget ama ff yg ad disini juga, tpi lupa judulny, in ff ny ngelanjuttin ff lain ap gk sih?kayak nyambung gini, hhe

    Bikin lanjutanny dong thorrrr, jgn end, pleaseeee!jebaaal, thor, jebaaaaaaalll

  3. What the….?! Just it??
    Why so short??? Not like what I expected!

    #I’m not Rude. I’m Honest#

    Well… I like the story…. And u got that happy end… By the way. *that’s relief

    Thanks for your hardwork eonni 4 this FF….. Daebak!
    I appreciate it!  ♉(^⌣^)♉

    See u on Next Part!!!
    Wait for another FF.

  4. Jaaaaaaanggggggggmiiiiii annyeong…^^
    waaaah ceritanya yg ini keren hampir bikin orang nangis… T~T
    tapi nyatu baliknya gampang bangeeet… >< dan pas putus problemnya kurang jelas..
    meski begitu keren deh hehehe dua jempol…^^
    daebak daebak daebak!!
    SUUUUIIIIIIIIIIIINNNGGGG!!!!! *kabur*

  5. Sudah baca yang beautiful goodbye dan kesannya ‘Kok Dikit amat ya?’
    Sekarang kesannya ‘Kok Sehun manis amat ya?’
    Ceritanya bagus amat. Trus bagaimana si Joommyun (?) aka SUHO ?
    Heh?

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s