13 [Prologue: To the Next People on the List]

credit poster goes to: Kihyukha :3

13 

Prologue: To the Next People on the List

author: lightless_star | fandom: BIG BANG, 2NE1 | pairing(s): G-Dragon/CL (Skydragon) | genre: Romance, a little bit suspense, Angst, Hurt | length: multichapter | rated: PG-13

author’s note: fic adaptasi dari novel terjemahan yang judulnya 13 Reasons Why. jadi plot-nya bukan punya saya ^^;

xxx


“Mm… Kwon Jiyong-ssi, kapan anda ingin paket ini tiba di tujuan?” pegawai pos berseragam biru itu bertanya padaku.

“Dua atau tiga hari juga tidak masalah,” ucapku tanpa menatapnya. Kedua mataku masih aku pejamkan sementara dua jari menekan pelipisku yang daritadi masih saja berdenyut-denyut.

Pegawai pos tadi mengambil paket itu lalu mencatatkan sesuatu pada notes yang ada dimejanya. 24 jam yang lalu, kotak sepatu itu tergeletak diteras rumahku tanpa nama pengirim. dan sekarang sudah kembali dibungkus rapi dan disegel dengan selotip bening. Tapi kini dialamatkan kepada nama baru, nama selanjutnya yang ada setelah kisahku dalam daftar itu.

“Akhirnya…” gumamku pelan. Namun ternyata pegawai pos itu mendengarnya.

“Maaf?”

“Ah, tidak apa-apa.”

Pegawai pos tadi kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menimbang paket itu. Setelah ia menyebutkan harganya, aku mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam ranselku dan bermaksud membayarnya.

Aku mengucek mataku sendiri, berusaha menahan kantuk. Semalaman aku tidak tidur hanya untuk mendengarkan kaset-kaset mengerikan itu. Dan mungkin aku akan sulit memejamkan mataku setelah ini, karena suara Lee Chaerin terus menggema dalam kepalaku. Dan aku tak bisa mengusirnya.

“Paket ini akan tiba kira-kira hari kamis. Atau paling lambat jum’at,” ucap pria paruh baya itu. Lalu kemudian ia menjatuhkan paket tadi ke kereta dorong dibelakangnya, bergabung dengan setumpuk paket-paket lain yang menunggu untuk diantar sampai ke tujuan.

Aku jadi membayangkan bagaimana ekspresi orang itu nanti, orang yang kukirimi paket ini. Hari kamis besok, ia akan menemukan sebuah paket dalam kotak sepatu tanpa nama pengirim tergeletak diteras depan rumahnya, persis seperti apa yang aku alami sepulang sekolah kemarin. Mungkin ia akan terkejut sekaligus senang karena mengira ia mempunyai penggemar rahasia yang mengirimi hadiah untuknya. Soalnya, kemarin aku juga sempat berpikir seperti itu. Tapi setelah aku mengetahui apa yang sebenarnya ada didalam kotak sepatu itu, rasa sesal, takut dan kecewa itu seketika merangkulku.

“Apa anda butuh bukti pembayarannya?” Tanya pria itu lagi, membuatku tersadar dari lamunanku. Aku menggelengkan kepala.

Saat bukti pembayarannya keluar dari printer dot matriks itu, ia langsung melemparkannya ke keranjang sampah.

Aku tidak butuh bukti pembayarannya. Itu hanya akan semakin mengingatkanku pada kejadian-kejadian mengerikan yang baru saja aku ketahui malam tadi. Suara Lee Chaerin yang tak akan kulupa dan tempat-tempat yang aku lalui semalaman kemarin berdasarkan petunjuknya dalam rekaman itu sudah cukup jadi pengingat buatku.

Pegawai pos tadi beranjak dari tempatnya, mengerjakan pekerjaannya yang lain. Dan itu artinya aku harus segera pergi dari sini. Langkahku terasa berat sekali, kaki-kakiku sulit untuk digerakkan hingga aku rasanya harus menyeret mereka paksa. Dibalik pelipisku aku masih bisa merasakan denyutan yang sama seperti beberapa saat yang lalu.

Mungkin sebaiknya hari ini aku tidak masuk sekolah dulu. Dengan kondisi seperti ini, mustahil aku bisa konsentrasi saat mengikuti pelajaran nanti. Lagipula, aku tak akan sanggup untuk menghadiri kelas hari ini.

Menghadiri kelas yang dulu juga dihadiri Lee Chaerin. Kelas dimana aku selalu memerhatikannya yang duduk dipojok kanan dibarisan ketiga dari depan, didekat jendela. Dulu, aku selalu senang memperhatikan tiap gerak-geriknya. Aku selalu ikut tersenyum saat kudapati ia juga tersenyum. Aku selalu bertanya-tanya apa yang sedang terjadi padanya ketika wajahnya tampak murung.

Dan setelah aku tahu semua fakta yang ia perdengarkan dalam rekaman itu, aku tak sanggup membayangkan Lee Chaerin duduk disana dan mengikuti pelajaran dikelas yang sama denganku.

Ada rasa sesal yang tak bisa pergi dari dalam hatiku. Tapi semuanya sudah terlambat, aku tak bisa memutar waktu.

 

Bangku Lee Chaerin kini telah kosong.

 

-to be continue.

 

author’s note:

halo .__.)/ bingung gak? kalo bingung berarti saya berhasil hahaha. /digeplakin/

btw, ini pertama kalinya bikin fanfic multichapter, biasanya bikin oneshot mulu hehehe XD pernah sih bikin multichap sebelum ini, tapi udah discontinued -_-a semoga kali ini ga bakal discontinued lagi huehehe. chapter satunya udah dikerjain, tapi belum selesai. rencananya bakal dipublish satu atau dua minggu lagi :D

mohon kritik dan sarannya ya, thanks for reading :)

12 thoughts on “13 [Prologue: To the Next People on the List]

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s