School Detective! [PART 3]

image

Title: School Detective!
Sub-Title: The First Mission

Author: Yoo Jangmi (@YooJangmiB2uty)

Genre: Teen-Romance, Thriller, Mystery, School, Fantasy

Length: Chaptered

Rating: PG13

Main Cast:
– INFINITE ‘s L (Kim Myungsoo)
– Apink ‘s Son Naeun
– SHINee ‘s Lee Taemin
– EXO-K ‘s Oh Sehun
– f(x) ‘s Krystal (Jung Soojung)
– 4minute ‘s Kwon Sohyun
Cameo:
– Girls’ Generation ‘s Kwon Yuri as the victim

image

Disclaimer: Cast(s) not mine storyline pure mine ‘-‘)b

Note:
Annyeong ~~’-‘)/ ini Chap.3 nya semoga makin seru dan bikin penasaran #plak XD okee happy reading all don’t forget to leave your comments and don’t be plagiator ._.

————————————————————————————————————————
Previous: °[1]° °[2]°

°[3]°


Soojung memegang kertas berisi pesan itu dengan tangan bergetar. Ia shock.

“waeyo Soojung-a?? apa itu?” tanya Sehun, karena gadis itu diam saja, Sehun mengambil kertas itu dari tangannya dan membaca pesannya dengan seksama.

“Sudahlah abaikan dulu saja, aku akan membawa ini ke Taemin hyung. sekarang sebaiknya kita ke sekolah” kata Sehun sambil memasukan kertas itu ke saku jaketnya. Soojung mengangguk pelan, dan naik ke sepeda.

“ya tuhan aku takut” batin Soojung sambil menggigit bibir bawahnya. Tanpa sadar tangannya sedang meremas jaket Sehun kuat-kuat.

“neo gwaenchana??” tanya Sehun, sambil mengayuh sepeda. “gwaenchana” jawab Soojung masih berusaha terdengar jutek, padahal sebenarnya ia takut. . .

.

.

.

.

[singkat cerita. . .]

Sohyun menatap kosong ke papan tulis di depan kelas sambil menggigiti pensilnya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dijelaskan oleh Shin sonsaeng, guru baru itu.

drrt.

Tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Sohyun pun tersadar dan diam-diam melihat ponselnya.

message from: 태민
hei, bagaimana sso?? kau melihat hal-hal mencurigakan pada Shin sonsaeng??

Sohyun menghela napas dan mulai mengetik balasan ke Taemin.

KwonSso
in Reply to: 태민
satu-satunya hal yang kutahu dari guru baru ini adalah, cara mengajarnya buruk, ia tampak bodoh, dan membuatku ngantuk -__-

Sohyun memasukan kembali ponselnya ke saku seragam, dan mulai memperhatikan Shin Sonsaeng lagi. Ia melihat ke arah saku celana pria itu dan tersenyum. “bingo! aku harus ambil dompetnya”

“jangan bilang kau akan melancarkan aksi pencopetan” kata Sehun yang duduk di sebelahnya sambil menyikutnya. Sohyun tersenyum dan balas menyikut. “yap, untuk melihat identitasnya, uangnya juga lumayan XD” kata Sohyun setengah berbisik. “dasar gadis pencopet” kata Sehun. “jangan berkata begitu” kata Sohyun kesal sambil manyun.

“baiklah, semuanya, aku rasa sampai sini dulu pelajaran kita” kata Shin Sonsaeng sambil mulai membereskan buku-bukunya.

“sonsaengnim” panggil Sohyun sambil berdiri dari kursinya, lalu menghampiri Shin Sonsaeng.

“ne Kwon hagsaeng?” sahut Shin Sonsaeng sambil tersenyum. “ng itu…tali sepatu anda” kata Sohyun sambil nyengir dan menunjuk ke bawah. “oh..” Shin Sonsaeng pun merunduk dan membetulkan sepatunya, saat itu dengan sigap tangan Sohyun mengambil dompet gurunya itu dari saku belakang celana. Setelah itu diselipkannya dompet itu di rompi seragamnya. Ia melakukan itu dengan cepat dan rapi.

“aku juga ingin menanyakan rumus nomor tiga” kata Sohyun beralasan. “oh oke ini begini caranya…”

Setelah menjelaskan panjang lebar pada Sohyun, Shin Sonsaeng tersenyum dan pergi meninggalkan kelas.

Sohyun pun ikut tersenyum, ia kembali ke tempat duduknya dan menepuk dompet di balik rompinya. “lihat, aku dapat!” kata Sohyun bangga sambil menjulurkan lidahnya. Sehun hanya tertawa dan mengacak rambut Sohyun. “mana sini aku mau lihat” kata Sehun.”nanti dulu, oh ya coba SMS Soojung atau Naeun. mereka sudah pergi dari sekolah belum??” ujar Sohyun.

Sehun mengangguk dan mengeluarkan ponselnya.

오세훈
Message to: 수정
Soojung-a, bagaimana keadaan kalian sekarang?? kalian ada dimana??

Setelah mengetik pesan itu, ia segera mengirimnya.

.

.

.

.

[sementara itu…]

Naeun terus saja cemberut selama ia, Soojung, dan Myungsoo berjalan menuju kawasan Mangridong (kalo ga salah-__-v) tempat apartemen-apartemen dan rumah-rumah kumuh berdiri. Disanalah orang yang sedang mereka cari tinggal.

“sekali lagi aku membolos kelas, bagus! bagaimana nasib nilai kelulusanku nanti?? apa isi kartu raporku nanti, apa yang…”

“hentikan omelanmu nenek Son Naeun” kata Myungsoo sambil melipat tangan di dada. “apa kata orang tuaku astaga…” Naeun tidak peduli dan melanjutkan omelannya. “yah geumanhae” kata Myungsoo setengah berseru, ia membekap mulut Naeun dengan tangannya. Akhirnya gadis itu diam.

“kalian berdua tenang sedikit!” kata Soojung jutek sambil mengambil ponselnya yang bergetar beberapa kali dari saku jaket.

Message from: 오세훈
Soojung-a, bagaimana keadaan kalian sekarang?? kalian ada dimana??

수정
In reply to: 오세훈
kami baik-baik saja. sekarang kami sudah ada di dekat rumah orang itu.

Soojung menekan “send” lalu memasukan kembali ponselnya. “nama gadis itu Kwon Yuri, usianya 23 tahun. Ia tinggal di rumah yang itu. Ia pernah menjadi korban penculikan dan hampir dijual ke Jepang” kata Soojung, sembari melangkahkan kakinya terus mendekati rumah kecil bercat putih yang usang dan tampak tak terawat. Dibelakangnya, Naeun dan Myungsoo mengikutinya sambil mendengarkan penjelasannya.

Sekarang mereka bertiga sudah ada di depan pintu rumah itu. Naeun menarik napas lalu mengangkat tangannya dan mengetuk pintu itu.

Beberapa saat kemudian pintu dibuka oleh seorang gadis cantik, dengan pakaian berantakan dan rambut yang diikat asal-asalan. Ia tampak depresi.

“nuguseyo?” tanyanya pelan.

“kami ng…Kwon Yuri-sshi, kami ingin menanyakan beberapa hal tentang kejadian yang menimpamu….” belum selesai Naeun bicara, Yuri membanting pintu rumahnya dan menguncinya rapat-rapat.

“kelihatannya ia tidak begitu suka kita menanyainya tentang hal itu” kata Soojung. “sebentar, biar kutanya soal dia pada tetangga-tetangganya” kata Myungsoo, lalu pergi meninggalkan kedua temannya, menuju sebuah toko kecil di dekat rumah Yuri.

“maaf ajumma, boleh saya tahu sedikit tentang Kwon Yuri, yeoja yang tinggal di rumah kecil itu. bagaimana kesehariannya??” tanya Myungsoo.

Ajumma pemilik toko menghela napas lalu mulai bicara “dia itu depresi, ia sudah sering mencoba bunuh diri, namun selalu gagal. Setahuku juga, setiap malam ia bekerja di klub malam, tapi aku tidak tahu klub malam yang mana”

Myungsoo mengangguk mengerti. Ia berterima kasih pada Ajumma itu, dan kembali pada teman-temannya.

“eottae??” tanya Naeun. Myungsoo pun memberitahu semua informasi yang ia dapat dari Ajumma tadi pada kedua temannya.

“itu artinya kita harus menunggu disini sampai ia keluar untuk bekerja di klub malam” kata Soojung. “dan kita harus masuk ke klub malam itu” lanjutnya.

“kau gila! kita murid SMU, kita pakai seragam, mana boleh masuk ke klub malam???!!!” protes Naeun sambil cemberut. “kita bisa menyamar, aku pintar dalam hal ini” kata Myungsoo sambil tersenyum. Soojung dan Naeun sontak melihat ke arahnya.

“yang kita butuhkan adalah uang yang cukup, dan mall untuk belanja” kata Myungsoo, Soojung tersenyum dan berkata “dan aku tahu bagaimana kita mendapatkannya”

.

.

.

.

[]

“belum kutemukan hal yang mencurigakan dari data-datanya” gumam Taemin sambil membalik halaman demi halaman buku catatan data guru.

Saat ini ia berada di dalam ruang guru. Semua guru sedang rapat, dan itu kesempatan bagus baginya untuk “melihat-lihat” dan sedikit mengobrak-abrik meja Ma sonsaeng. Tersangka awal yang harus ia selidiki.

Perlahan ia berjalan ke meja Ma sonsaeng, lalu berjongkok. Ia membuka salah satu laci, dan melihat isinya. Ada beberapa tumpukan materi pelajaran.

baiklah bukan laci yang ini yang ia cari. Ia pun berpindah ke laci dibawahnya. Disana ada sebuah jas hujan dengan noda darah. “oke ini mulai mencurigakan” pikir Taemin. Ia mengabaikan dulu jas hujan itu, dan berlanjut ke laci ke-tiga.

Di laci ke-tiga ia menemukan sebuah tas berwarna cokelat. Taemin pun mengeluarkan benda itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat seperangkat pisau.

“semakin aneh” pikir Taemin. Ia mengeluarkan ponselnya, dan memfoto jas hujan, juga seperangkat pisau itu.

tok …tok..tok

Terdengar suara highheels yang mengetuk lantai. Ada yang menuju ke ruang guru. Taemin segera membereskan meja Ma sonsaeng lalu bersembunyi di balik lemari seragam.

Itu Ma sonsaeng. Wanita itu masuk ke ruang guru, lalu duduk di mejanya. Wanita itu sekarang menelpon seseorang.

Taemin berusaha mendengarkan percakapan mereka dengan seksama. Dan ia pun tahu, Ma sonsaeng, dan entah siapa di balik telpon itu, sedang membicarakan soal “uang”

Selesai berbicara dengan orang itu. Ma sonsaeng membuka laci ke-tiga di meja kerjanya, lalu menutupnya lagi. Kelihatannya ia ingin memastikan “properti”-nya aman.

Ketika wanita itu berdiri, dan berjalan melewati lemari seragam, rasanya jantung Taemin mau copot(?). Ia tahu ada sesuatu yang mengerikan tentang gurunya itu, dan untuk memastikan, hari ini ia akan mengikuti wanita itu.

Ia pun mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Sohyun, setelah itu ia berusaha keluar dari ruang guru. Tapi Ma sonsaeng masih berada di sana.

“God, bagaimana caranya aku keluar dari sini” kata Taemin dalam hati.

Akhirnya ia memutuskan untuk melakukan cara Soojung. Merangkak.
Ia merangkak di sela-sela antara satu meja dan meja lainnya. Terus begitu sampai mendekati pintu. Ketika Ma sonsaeng sedang melihat ke arah lain, secepat kilat ia keluar melalui pintu.

“akhirnya fuh” katanya lega sambil mengelus dada.

“Lee Taemin, apa yang kau lakukan di sini??!! kau bolos kelas lagi??” Kepala sekolah Han, yang berdiri beberapa meter di depannya, berseru sambil menunjuknya.

“sialan” umpat Taemin, lalu berlari kabur. “hei tunggu mau kemana kau!!!” seru Kepsek Han kesal sambil berlari berusaha menyusul Taemin, yang sudah kabur entah ke bagian mana sekolah itu.

.

.

.

.
[singkat cerita; sorenya…]

Shin sonsaeng membereskan tas kerjanya, dan mengambil beberapa lembar data dari beberapa siswa.

Sementara itu, diluar ruang guru, Sehun dan Sohyun sedang mengawasinya. “ia mengumpulkan data murid perempuan” bisik Sehun, Sohyun mengangguk. “tadi kata Taemin, ia sudah menemukan beberapa hal mencurigakan tentang Ma sonsaeng” ujar Sohyun balas berbisik. “mmm kurasa manusia satu ini juga agak tampak mencurigakan sekarang” kata Sehun, dan Sohyun mengangguk setuju lagi.

Setelah urusannya beres, pria itu mengangkat tas kerjanya, dan berjalan keluar dari ruang guru, tanpa menyadari dua orang murid SMU sedang mengikutinya dari belakang.

Sehun dan Sohyun terus mengikuti pria itu, sampai ke sebuah taman kota yang sepi dan sudah agak jauh dari sekolah.

Disana, Sehun dan Sohyun menghadang pria itu.

“hai ajusshi tua” sapa Sohyun manis. Shin sonsaeng yang kaget langsung menjatuhkan tas kerjanya. “Sohyun-a, ambil tasnya!” seru Sehun sambil menendang kaki gurunya, hingga pria itu menjerit kesakitan.

Sohyun dengan cepat mengambil tas itu, dan melihat isinya. “untuk apa data-data ini??!! ayo cepat jawab” kata Sohyun sambil mengangkat beberapa lembar kertas.

“data-data itu, untuk pekerjaanku” jawab Shin sonsaeng. “ya pekerjaanmu yang busuk itu kan ayo mengaku” kata Sehun, sekarang ia membuat pria itu berlutut, dengan tangan dibelakang, yang dipegang kuat oleh Sehun.

“pekerjaan busuk apa, itu untuk membentuk kelompok praktek akhir semester” kata Shin sonsaeng, wajahnya menunjukan ia takut, kaget dan kesal.

“Sehun-a” panggil Sohyun sambil nyengir. “kurasa kita salah sasaran” kata Sohyun lagi. Sehun melirik gurunya yang tampak sangat bodoh, lalu melihat ke arah Sohyun dan mengangguk.
“eotteohkhae?” tanya Sehun bingung. Sohyun mengangkat bahu, lalu tersenyum setelah melihat tas kerja Shin sonsaeng yang ada di tangannya.

Ia menutup tas itu, lalu berjalan mendekati Shin Sonsaeng. Dengan sekuat tenaga ia memukulkan tas itu ke kepala pria malang(?) itu. Pria itu pun pingsan.

“astaga” kata Sehun kaget. “ini supaya kita aman” kata Sohyun sambil mengacungkan jempolnya. “kita harus membawanya pulang” kata Sehun “tapi bagaimana caranya?? dimana rumahnya??” lanjutnya.

“rumahnya lumayan jauh” kata Sohyun sambil membaca kartu identitas Shin Sonsaeng. “kita bisa mengikatnya dengan tali dan mengangkatnya” usul Sohyun asal. “tidak bisa begitu-.-” kata Sehun, matanya melihat ke sekitar, mencari benda yang mungkin bisa membantu mereka.

Dan ia menemukan gerobak mainan entah milik siapa, tergeletak di taman. Sehun pun mengambil benda itu, lalu dengan susah payah menaikan tubuh gurunya ke atas gerobak mainan kecil itu.

Ia dan Sohyun berjalan sambil mendorong gerobak itu berdua. untung daerah itu sepi. tak ada yang memperhatikan aksi gila mereka.

“aku tidak percaya kita baru saja membuat guru kita pingsan” kata Sehun. “buktinya kita melakukannya” kata Sohyun polos sambil nyengir. “itu ungkapan Sohyun-a” kata Sehun lalu menghela napas. “ungkapan…hmm seperti ‘ada mobil polisi!’ ” kata Sohyun sambil menunjuk ke depan.

“ani, itu bukan ungkapan” ujar Sehun, “bukan memang ada mobil polisi” kata Sohyun sambil menunjuk sebuah mobil polisi yang baru saja berlalu. “astaga” pekik Sehun kaget sampai-sampai ia melepaskan pegangannya pada gerobak, dan membuat Shin sonsaeng jatuh tergeletak di jalan. “ayo naikkan lagi”

[sesampainya di rumah Shin Sonsaeng]

Sesampainya di rumah guru itu, Sohyun menggeledah saku celana pria itu dan menemukan kunci pintu. Setelah berhasil masuk ke dalam, mereka meletakan Shin sonsaeng di atas sofa, lalu membuat keadaan rumah agak berantakan.

“baiklah sekarang ia akan menyangka semuanya hanya mimpi” kata Sohyun sambil menangkupkan kedua tangannya. “ia tampak damai” kata Sohyun lagi polos. “ia tampak bodoh-_-” kata Sehun, lalu mengajak Sohyun keluar dari rumah itu.

“jam berapa sekarang?” tanya Sehun setelah mereka berdua berada di luar rumah. “jam 19:00. hah? tidak disangka sudah masuk malam hari, pantas aku lapar” kata Sohyun, Sehun tersenyum lalu menggandeng tangan Sohyun. “ayo kita pergi makan, sambil menunggu berita dari Taemin hyung” ujar Sehun, Sohyun mengangguk dan menyadari ia mulai blushing. Sehun menganggapnya adik selama ini, tapi Sohyun tidak begitu….

.

.

.

.

[back to Soojung and friends]

“Soojung-a, aku benar-benar harus pakai baju seperti ini??” tanya Naeun sambil terus menarik-narik roknya ke bawah. “iya, kita mau masuk ke klub malam, bukan ke perpustakaan” kata Soojung. “ayo kita masuk” kata Myungsoo, Soojung dan Naeun mengangguk dan perlahan melangkahkan kaki mereka masuk ke klub malam itu. Sementara Myungsoo berjalan setelah mereka, menjaga kedua gadis itu dari belakang.

Tadi mereka mengikuti Yuri, dan gadis itu membawa mereka sampai ke klub ini.

Klub itu cukup ramai, padahal belum terlalu malam.

Naeun terus saja melihat ke kanan dan ke kiri dengan gelisah. ia belum pernah ke tempat seperti itu, dan ia tidak merasa aman.

“ada aku, tenang saja” kata Myungsoo pelan sambil menepuk bahu Naeun. “ne, gomawo…” ujar Naeun.

“yah, itu dia” kata Soojung, sambil menunjuk Yuri yang berdiri dibalik meja bar yang panjang. gadis itu sedang menuangkan minuman.

Mereka bertiga menghampiri gadis itu, dan duduk di kursi. “yah Kwon Yuri-sshi” panggil Soojung sambil menatap tajam ke arah Yuri. Yuri menghela napas dan berkata pelan. “yah kalian siswa SMU sedang apa disini??”

“kami butuh dirimu” kata Myungsoo lalu mengeluarkan alat rekaman dari saku celananya. “na?? buat apa?! kalian mau apa??” tanya Yuri ketus.

“kami ingin memecahkan kasus penculikan dan pembunuhan siswi SMU itu. kau salah satu korbannya kan??” kata Soojung. Mendengar kata-kata Soojung, wajah Yuri berubah pucat, ia duduk di kursinya dan menatap Soojung. “dari mana kau tahu??” tanyanya serius. “itu tidak penting, yang penting kami butuh cerita darimu” kata Naeun.

Yuri terdiam, ia menarik napas dalam lalu menghembuskannya sambil beberapa kali membetulkan rambutnya. “oke aku akan ceritakan semuanya”..

TO BE CONTINUED

haiii ‘-‘)/ di chap 4 nanti, bakal ada cerita dari Yuri, terus hasil penelitian Taemin dan lain-lainnya ‘-‘)/ penasaran?? tunggu yaaaaaaa  RCL nee #plakkkk duarrr

38 thoughts on “School Detective! [PART 3]

  1. Kwon yuri…??
    Huwwaa….*teriak gaje*
    suka bgt sma yuri….
    Sohyun maksudnya suka ya sma sehun, tp sehun suka sma krystal kan…?? HARUS…!! Soalnya aku suka HunStal couple…
    Soojung eonni hari ini hari ultahmu apa yg kau lakukan d klub malam itu…?? -.-
    yaudah deh thor cukup sekian dan terimakasih…
    Fighting thor….^^

  2. Astogeh Eonnie, PENASARANNN!!!!!!!! *guling2*

    Eonnieh, ternyata si guru baru itu ga ada hubungannya yah? Astogehhh *geleng2*

    Si Ma Sunjung itu serem banget Weeehhh *O*

    Sohyun suka sama Sehun? Tapi Sehunnya suka sama Krystal kan? Iya kan? Iya kaaan? *rada maksa* xD #digampar

    Udah deh Eon, yang jelas, PENASARAN *O*

    Keep Writing Eonnieh, Fighting! ^^

  3. Gilak! Aksi Sehun sama Sohyun berani banget sampe bikin Shin seonsaengnim kaya bgtu.ckckck.
    Tambah penasaran nih sama apa yang berikutnya terjadi.
    dan oh author, saran dari aku. Kayanya u/bagian Yuri yang tiba2 mau nyeritain kisahnya itu kecepetan deh. Mungkin bisa ditambahain sedikit scene dmna Yuri ogah2an dlu ksih keterangan, dan para detektif itu trus2an nguntit Yuri sampe akhirnya yuri kesel dn akhirnya mau jg nyeritain. Itu pendapat aku loh, mudah2an author-nya ga marah & sarannya membangun yah b^^d

  4. Daebak dah buat author yg bikin ff detektive.
    Aku sukaa bangeet!

    mungkin karna aku ketularan jeniusnya si Conan. Kyknya aku sudah nebak siapa pelakunya XD
    Kkkk~

  5. Waaaaa yuri salah stu korbannya??!
    Siapa yah pelakunya??
    Duhh author bikin penasaran ajaa -,-”

    Lanjut deh thor!! ^^

    Fighting! ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s