More Than Love [Chapter 1]

More Than Love [Chapter 1]

Author  : Haretami (@HareTa_mi) a.k.a Park Hae Yeol

Main Casts:

  • EXO Park Chan Yeol
  • EXO Oh Se Hun
  • Park Hae Yeol (author ^_^v)
  • Han Ji Won (Oc)

Support Casts: Exo members

Genre   : Romance, Friendship, Brothership, Family,sad (?)

Disclaimer: STORY AND COVER PURE MINE. DO NOT PLAGIARISM AND COPY PASTE. And keep RCL.

A/N : FF ini sebenarnya udah lumutan saking udah lamanya. Kira- kira aku buat ini pas exo saat” debut kemarin, yah udah berbulan bulan lah, tapi karena aku lagi badmood ngedit poster makanya ga di post- post juga! U,u oke, sekarang tampaknya udah terbuka lagi nih ide, akhirnya ada ide rancu(?) juga buat poster ff ini, hehe :D

Oke, Enjoy Reading

Author Pov

Malam yang sangat dingin menerpa seluruh penjuru korea. Mereka yang ada di jalanan merasakan langsung hawa dingin yang merambat ke tubuh mereka, dan begitu juga untuk mereka yang tengah beraktivitas di dalam rumah.

“oppa pesawatku sudah landing!”

Seorang yeoja yang berperawakan indah dan tubuh yang tinggi semampai melangkah menuruni tangga untuk keluar dari pesawat. Ia menyandang sebuah ransel dengan aksen warna hijau yang sangat kentara dan ukurannya tidak terlalu besar sehingga tidak perlu masuk dalam daftar barang bagasi.

“haa geurae? Ne, aku akan segera menjemputmu! Tunggu disana!” jawab namja yang di telfonnya kemudian ia memasukkan handphonenya ke kantong mantelnya. Begitu ia turun dari pesawat dan menghirup udara segar ia langsung merasakan hawa dingin yang menerpa tubuhnya.

Yeoja yang tengah menunggu kekasihnya untuk datang menjemputnya itu duduk di Lobby bandara dan sesekali ia berdiri untuk melihat ke arah jalan. Cukup lama ia menunggu sehingga dari tadi ia terus melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

Dan sekarang sudah satu jam berlalu namun namja yang diharapkannya datang dengan cepat belum juga berdiri di depannya.

Haeyeol Pov

Oh Se Hun, kemana kau? Kau dimana? Ini sudah sangat malam! Ujar ku bertanya- tanya sendiri di dalam hati karena semakin malam lobby bandara di incheon semakin sepi. Hanya beberapa orang yang tertinggal dan itu membuatku cemas.

San Fransisco. Negara yang baru saja ku kunjungi dan sekarang aku sudah balik ke negara asalku. Dan tentu saja perjalanan dari negara itu menuju korea memakan waktu yang sangat lama bahkan tenagaku ikut termakan karena berjam- jam harus bertahan menghirup udara di dalam pesawat.

San Fransisco, aku datang kesana untuk menghadiri pesta pernikahan yang kedua kalinya bagi ibuku. Tapi hanya aku seorang dari anaknya yang bersedia pergi. Sedangkan kakakku, park chan yeol ia benar- benar enggan untuk pergi, bahkan mendengar ibuku menikah lagi saja ia sudah sangat muak dengan hal itu. Aku tau dia sangat benci dengan kedua orang tua kami terlebih karena appa yang juga sudah menikah lagi dan eomma yang juga menikah lagi dan parahnya mereka hanya meninggalkan kami berdua di korea. Meskipun mereka berdua mengirimkan uang yang banyak setiap bulannya tapi tetap saja semua itu tidak akan bisa membayar perbuatan mereka yang tega meninggalkan anaknya. Tapi aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, kakakku saja yang tampaknya terlalu berlebihan dan membenci appa dan eomma.

Aku kembali ke alam sadarku. Sekarang rasanya aku benar- benar lelah dan ingin sekali merebahkan tubuhku di kamar yang sangat ku rindukan. Tapi namja yang ku pinta untuk menjemputku tak kunjung datang hingga ku rasa aku sudah lelah untuk duduk dan terus menunggunya.

Awalnya aku terpikir untuk meminta kakakku saja yang menjemputku ke bandara tetapi teringat kalau chanyeol oppa akhir- akhir ini kesehatan tidak terlalu baik dan ia juga sering mengikuti kelas di sekolah sampai malam hari.

“mianhe,” tiba- tiba sebuah suara yang sangat akrab di telingaku terdengar mengucapkan satu patah kata kepadaku.

“oppa,” ujarku mengangkat kepalaku dan melihat namja yang ku tunggu- tunggu akhirnya datang.

“maaf aku terlambat!” ujarnya tapi aku tidak mempedulikan. Yang penting sekarang ia sudah menjemputku dan rasa kekhawatiranku sudah hilang. Dengan perasaan yang sudah lega aku langsung memeluknya dengan erat. Ia membalas pelukanku sambil melingkarkan tangannya di pinggangku.

“gwenchana,” balasku sambil tetap memeluknya dengan sangat erat. Satu minggu aku berada di Fransisco dan satu minggu juga aku tidak meraskan kehangatannya. Dan itu semua membuatku tidak ingin lagi berpisah dengannya.

Hm, memang Selain chanyeol oppa, namja yang sangat menyayangiku, sehun oppa juga tidak kalah dari chanyeol. Dua namja yang sangat berarti dalam hidupku dan tidak akan bisa terlepas dari bagian hidupku.

Tidak lama setelah aku kembali merasakan kehangatannya aku melepas pelukan dari tubuhnya yang berbalut jaket kulit berwarna hitam. Aku menatap mata hitamnya yang sangat indah, pipi tirusnya dan kulit putihnya yang membuatku merasa berada di hadapan malaikat.

Kemudian ia memegang kedua tanganku dan menggenggamnya erat dengan kedua tangannya yang lebih lebar dariku. Sentuhan tangannya terasa sangat dingin tapi aku merasakan kehangatan yang di pindahkan oleh sentuhan itu. ia juga menatapku dan berusaha tersenyum seindah mungkin sehingga aku tidak bosannya melempar senyuman kepadanya.

Tapi, adegan ini cukup lama. Aku tidak mengerti, biasanya kami hanya bertatapan 1 menit paling lama dan ini sudah 5 menit dari tadi. Dan anehnya aku juga tidak berhenti menatapnya.

“mianhe,” ia mengeluarkan kata- kata itu lagi dan aku semakin tidak mengerti.

“sudah ku katakan tidak apa- apa kau terlambat menjemputku. Yang penting sekarang aku sudah bisa melihatmu lagi!” ujarku merasa tenang dan mencoba tidak mempermasalahkan keterlambatannya.

Cup, tanpa ku sadari ia mengecup keningku lembut dan itu sangat hangat. Kenapa situasinya tiba- tiba seperti ini? Pikirku setelah beberapa detik ia menempelkan mulutnya di keningku yang tadinya tertutup oleh rambutku.

Dan setelah itu ia kembali memelukku dengan segala cintanya tapi aku malah tidak mengerti. Kenapa ia tidak langsung saja mengajakku pulang? Apa dia tidak tau aku sudah mati rasa sedari tadi saking rindunya dengan kamarku?

Pelukan kedua itu ia lepaskan kemudian kembali menatapku seperti tadi tetapi dengan sorot mata yang berbeda.

“kau tidak ingin menanyakan kenapa aku terlambat?” tanyanya dengan pandangan mata yang tidak ku pahami.

“hm, sebenarnya saat perjalanan kesini aku menemui seseorang yang kecelakaan di jalan. Aku melihatnya orang itu dan dia…” ujarnya menghentikan kalimatnya.

Dan refleks otakku langsung berjalan cepat untuk menterjemahkan apa arti dari tatapan dan ucapannya. Park Chan Yeol oppa?

Desisku dalam hati menyebut nama kakakku. Ah, ahni. Tidak mungkin. Ku rasa oppa-ku sedang belajar di rumah dan tidak mungkin itu terjadi padanya. Pikirku lagi berusaha tidak melantunkan pendapat negatif kemana- mana.

Tapi semakin ku tolak pemikiran itu membuatku berpikir semakin cepat. Di dunia ini tentu tidak ada yang tidak mungkin.

“nugu? Katakan siapa? Kenapa kau diam saja?” tanyaku tiba- tiba ketika ku rasakan perasaan  tidak enak yang  sudah singgah di hatiku. Aku menggoyang- goyangkan lengan sehun berusaha membuatnya segera menjawab.

“ne,” jawabnya perlahan. “chanyeol hyung!” jawabnya melemas dan aku lebih lemas lagi mendengar hal itu. Park Chan yeol. Oppa? Kenapa dia bisa kecelakaan? Apa yang terjadi? Apa yang ia lakukan di jalanan? Pikirku berusaha berusaha tidak menunjukkan kepanikanku. Dan jelas saja aku sama sekali tidak panik melain terdiam seribu bahasa.

Sehun menatapku iba dan kemudian barulah ia menarik tanganku untuk segera pergi.

~~**~~

Sehun Pov

“masuklah,” ujarku membukakan pintu mobil untuk haeyeol. Ia langsung masuk kemudian aku menutupkan pintu mobil untuknya. Lalu aku masuk dari pintu pengemudi dan langsung menyalakan mesin. Haeyeol, yeoja yang ku pacari 2 tahun ini dan sungguh baru kali ini aku melihatnya terdiam seribu bahasa dari raut wajah yang penuh dengan kesedihan.

Dan tentu saja semuanya karena perkataanku tadi. Aku tidak bisa menyembunyikannya. Aku terlambat menjemputnya ke bandara yang biasanya hanya di tempuh dengan 15 menit perjalanan, karena aku harus ikut mengantarkan chanyeol hyung ke rumah sakit. Aku sama sekali tidak tau apa penyebab kecelakaannya yang pasti di sekitar daerah kecelakaan tampak sebuah motor yang beberapa bagiannya sudah pecah karena terbentur dan satu mobil di sekitarnya yang juga tampak rusak parah di bagian depannya. Kemungkinan mereka bertabrakan tapi entah apa penyebabnya aku tidak tau.

Setelah tadinya aku mengantarkan chanyeol hyung ke rumah sakit aku langsung beralih menjemput haeyeol yang ku tau sudah menungguku sangat lama di bandara.

Dan ketika ku katakan kakaknya mengalami kecelakaan ia langsung terdiam dan sampai sekarang kondisinya masih sama. Ia tidak menangis dan juga tidak panik. Dan dari situ aku tau jika haeyeol sedih maka ia akan diam dan memendamnya sendiri di dalam hatinya. Itu sifat lamanya yang masih bertahan sampai sekarang.

Sekarang masalahnya aku sungguh tidak tega melihatnya seperti itu. ia seperti kehilangan suara atau tidak bisa bicara setelah aku mengatakan musibah yang menimpa kakaknya.

Aku terus memacu mobilku tapi aku tidak berani mengambil kecepatan di atas rata- rata karena haeyeol tidak suka naik mobil yang kencang. Dan aku menatapnya sekilas ternyata ia sudah berlinang air mata di tengah kediamannya.

“chagi, jangan menangis. Ia akan baik- baik saja. Kecelakaannya tidak parah seperti yang kau bayangkan!” ujarku membuk mulut dan menenangkannya. Tapi yang ada ia tetap menangis dan masih diam di sampingku.

“ku mohon jangan menangis, aku tidak tega melihatmu terus saja menangis sedari tadi. Yakinlah, ia akan baik- baik saja.” Ujarku lagi.

“bukan begitu,” aku langsung mengangkat alis ketika ia kembali berbicara. “aku hanya menangisi kenyataan ini! Chanyeol oppa tidak pernah baik kepadamu tapi kau malah menolongnya!” ujarnya sambil tetap terisak  dan aku langsung mengerutkan dahinya.

Kenapa ia berkata seperti itu? bukankah membantu orang apa lagi itu saudara kekasihku adalah suatu kewajiban?

“kenapa kau berbicara seperti itu dan menangisi hal itu?” tanyaku sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataan dan air matanya.

“chanyeol hyung tidak pernah suka padamu. Ia selalu marah jika melihatmu, selalu memandang sinis padamu. Tapi kau menolongnya setulus hatimu. Padahal oppa bisa dikatakan sangat jahat padamu!” ujarnya cepat dan sekarang aku baru mengerti.

Ia menangisi kebaikanku dan sikap kakaknya yang dari dulu selalu dingin terhadapku!

Selang beberapa menit haeyeol mengatakan alasannya menangis tadi aku memberhentikan mobilku dan memarkirkannya di basement rumah sakit. Ku tarik kunci mobil dan menatap haeyeol sebelum keluar. Kulihat wajahnya yang sangat sembab tapi beruntung ia sudah berhenti menangis sekarang.

Dari tatapan matanya aku benar- benar merasa sakit karena tidak kuat dengan kesedihan yang di deritanya. Andai kesedihan itu bisa di bagi aku ingin ia tidak pernah sedih dan biarkan aku yang menampung penderitaannya.

Kami keluar dari mobil dan “mianhe,” ujarnya sambil memelukku lagi. Dan sekarang ku rasakan air matanya kembali lagi mengalir dan ia semakin terisak di pelukanku. Aku terus menepuk- nepuk pundaknya.

“tidak ada yang perlu di tangisi! Membantu kakakmu itu kewajibanku. Jangan di pikirkan hal- hal yang sudah berlalu!” ujarku berusaha menerengkan kalau tidak ada gunanya menangis.

“ahni, dia sangat jahat dan tidak pernah menerimamu. Mungkin kah kau masih setulus itu membantunya dan mencintaiku?” tanyanya disela- sela tangisannya yang sekarang ku raskan bajuku basah oleh air matanya.

“aku membantunya setulus hatiku karena itu memang kewajiban sesama manusia. Dan sampai kapanpun, seperti apapun sikap kakakmu nanti aku akan tetap mencintaimu. Tenanglah. Ruang di hatiku sudah di penuhi oleh dirimu!” jelasku dan ku rasakan ia semakin mempererat pelukan dan mengencangkan ikatan tangannya di pinggangku.

~~**~~

Flashback

2 Years Ago

Sehun Pov

“bagaimana penampilanku?” tanyaku pada Luhan Hyung yang juga bercermin di sampingku.

“perfect,” pujinya singkat dan aku kembali menyemprotkan parfum di sekujur tubuhku.

“apa agendamu hari ini?” tanyanya yang juga sibuk menyemprotkan parfum di sampingku. Aku meliriknya dari kaca dan benar saja, aku lupa memberi tahu sepupuku kalau hari ini aku akan melamar Park Hae Yeol menjadi kekasihku.

“melamar Park Hae Yeol!” jawabku tegas sambil tersenyum manly ke arah kaca, melihat penampilanku yang kurasasa sudah melebihi kata sempurna.

“GYAAA, APA KAU GILA! KAU MENIKAH DI UMUR SEMUDA INI!” teriaknya tepat di depan telingaku dan aish.. kenapa ia berpikir ke arah itu. sekejap aku langsung menjitak kepalanya yang sebaiknya di terapi agar bisa berpikir lebih matching sesuai dengan trend zaman sekarang.

“tentu sekarang belum melamarnya untuk menikah. Aku akan memintanya menjadi kekasihku dulu!” jawabku sedikit kesal karena hyung-ku ini sering tidak nyambung jika diajak berbicara masalah cinta.

“Oh, seharusnya kau bilang dari tadi!” tanggapnya dan ia malah balas menjitak kepalaku.

“aish hyung, kau itu yang tidak nyambung!”

“eh tunggu, mana boleh kau berpacaran?”

….

~~**~~

Haeyeol Pov

“ATTENTION PLEASE!” ujar sebuah suara namja menggunakan toa dan astaga dia berdiri di meja makan kanti sekolah! Ku lirik namja yang sekarang menjadi pusat perhatian itu dan ternyata dia Oh Se Hun. OMO, apa yang dia lakukan?

Dia sudah gila? Tanyaku dalam hati dan seketika aku kembali teringat kalau sehun akhir- akhir ini sangat baik kepadaku bahkan kami terbilang sangat akrab dan selalu bersama akhir- akhir ini.

“yak oh se hun, kalau kau temanku jangan membuat malu seperti itu!” ujarku dari tempat dudukku kemudian aku langsung beralih ke tempat sehun berdiri. Sekarang sudah banyak siswa yang berkumpul bahkan jika ku hitung satu sekolah sudah mengelilingi meja sekitar sehun berdiri sekarang.

“ MOHON PERHATIANNYA. AKU OH SE HUN, DAN AKU BERDIRI DISINI UNTUK MELAMAR PARK HAE YEOL MENJADI KEKASIHKU!” ujarnya menggunakan pengeras suara dan terasa suaranya sangat lantang. Tapi, IGE MWOYA? DIA MELAMARKU? MENJADI KEKASIHNYA?

Pikirku dengan nada sangat terkejut dan ternyata semua orang sudah menatapku sekarang. OMO, sehun ini benar- benar memalukan. Kenapa bisa? Gerutuku dalam hati sambil tetap bertanya- tanya apakah yang ku dengar tadi sungguhan? Apa otakku tidak salah menterjemahkan?

“HAEYEOL AKU MENCINTAIMU. MAUKAH KAU MENJADI KEKASIHKU? JIKA KAU MENCINTAIKU NAIKLAH KE ATAS PANGGUNG PERNYATAAN INI. TERIMALAH JABATAN TANGANKU!” ujarnya sekali lagi dan rasanya aku ingin muntah. Panggung apaan? Bukankah itu hanya meja panjang di kantin yang tingginya hanya satu meter? Aish, sehun! Cara apa ini?

“haeyeol, kau mencintainya?” tanya sebuah suara di sampingku tapi aku tidak tau siapa. Sekarang banyak suara yang sangat ribut di sekitarku dan aku tidak bisa menangkapnya satu persatu.

“HAEYEOL NAIKLAH!”

“HAEYEOL, NAIK_ NAIK_ NAIK!” ujar orang- orang di sekitarku secara serempak dan aku langsung mengangkat kepala.

“wae?” ujarku pelan dan tentu saja tidak bisa di dengar siapapun.

Kemudian dari belakang aku meraskan ada beberapa orang menyeretku untuk segera maju menjabat tangan sehun yang baru saja melamarku dengan cara paling memalukan.

“CEPAT NAIK, PARK HAE YEOL!” ujar teman sekelasku tapi aku tidak bisa memikirkan suara siapa itu.

Detik berikutnya tanpa ku sadari aku sudah berjabat tangan dan aku saling berhadapan dengan sehun sekarang. Ya tuhan, siapa yang menaikkanku ke meja ini! Tanyaku dalam hati karena aku tidak sadar kalau kakiku sendiri yang melangkah naik ke atas meja melalui kursi beberapa saat yang lalu. Aku hanya menunduk dan tidak berani menatap wajah indah dan bahagia sehun. Dan yang paling tidak berani ku tatap adalah wajah penonton satu sekolah yang sekarang sibuk meneriaki aku dan sehun dari tempat bekerumun mereka.

“SEKARANG AKU DAN PARK HAE YEOL RESMI BERPACARAN!” teriak sehun di sampingku dengan suara yang masih di keraskannya meskipun ia sudah menggunakan pengeras suara, dan tentunya ia masih menggandeng tanganku.

~~**~~

Author Pov

“CHAGI,” seru seseorang yang berlalih ke arah chanyeol kemudian namja yang di panggil kekasihnya itu langsung menghentikan langkahnya.

“mwoya?” tanya chanyeol karena dari ekspresi yeojachingu-nya yang memanggilnya tampak sekali ada kabar tidak enak.

“hm itu, kau tidak dengar di kantin tadi?” tanyayeoja bernama Jiwon itu dan chanyeol langsung mengerutkan dahinya.

“memangnya ada apa?”

“oh sehun, melamar adikmu menjadi kekasihnya menggunakan pengeras suara dan ia juga berdiri di atas meja kantin!” jelas jiwon secara menyeluruh dan chanyeol langsung menegangkan matanya menatap jiwon.

“CHAGI, JEONGMALNEYO, jinjja?” tanya chanyeol terkejut karena bisa- bisanya namja itu memacari adiknya.

“nde, aku tidak berbohong! Haeyeol menerimanya dan itu benar- benar so sweet! Mereka berdiri di atas meja sambil berpegangan tangan dan di saksikan oleh seluruh warga sekolah kecuali kau tentunya, chagi!ahh~~ ” jelas jiwon lagi sambil tersenyum- senyum mengingat kejadian paling manis yang baru saja ia saksikan. Tetapi raut wajah jiwon langsung berubah ketika ia menyadari ekspresi namjachingu-nya yang sedikit aneh.

“waeyo? Ada apa denganmu? Apa kau tidak suka melihat adikmu berpacaran dengannya? Apa kau cemburu?” tanya jiwon asal karena namjachingu-nya tampak sangat aheh.

“ah,ahni… untuk apa aku cemburu. Aku sudah mendapatkan yang paling sempurna di dunia ini!” sergah chanyeol sambil tersenyum- senyum maut ke arah jiwon.

“ah kau bisa saja!” balas jiwon kemudian berjalan sambil bergandengan untuk menuju ke kelas mereka yang berada di lantai 3.

~~**~~

Sehun Pov

“jadi begitu cara namja sepertimu melamar adikku!”

“hyung,” Aku terkejut ketika aku keluar dari toilet dan langsung di hadapkan oleh park chan yeol hyung yang merupakan kakak dari park hae yeol. “apa maksudnya?” tanyaku lagi karena ucapannya tadi terasa masih samar di hatiku.

“entahlah aku tidak tau apa yang kau pikirkan, tapi aku jamin kau tidak akan bisa membahagiakan haeyeol sampai akhir!” ujar chanyeol dingin dan sehun sangat terkejut dengan penuturan itu.

“apa maksudmu hyung? Aku mencintainya dan dia juga mencintaiku dan aku aku juga sudah berjanji di depan semua orang kalau aku akan membuat haeyeol tersenyum setiap hari!” sanggahku karena dari awal park chan yeol memang tidak menyukaiku. Entah apa yang salah denganku aku tidak tau. Aku sekarang tidak akan peduli apa tanggapan kakaknya haeyeol. Yang berpacaran aku dan haeyeol jadi apa urusannya?

“kau hanya bisa berkata seperti itu sekarang. Tapi sebentar lagi kau akan benar- benar menyusahkan adikku. Dasar bajingan!” cerocosnya dengan nada sangat ketus dan aku hanya terpaku mendengarnya?

Dari awal- awal aku berkenalan dengannya ia tidak terlalu ramah padaku dan aku jelas tidak tau mengapa. Dan apa sebenarnya yang dia inginkan? Aku bukan playboy dan haeyeol cinta pertama dan terakhirku jadi kenapa ia begitu meragukanku? Dan kata terakhirnya, bajingan? Memangnya seperti apa aku dalam pandangannya?Sebegituburukkah?

Aku berusaha berfikir tentang kakak haeyeol yang mungkin sedikit mengganggu hubunganku dan aku terus bertanya kenapa ia seperti itu?

Kemudian namja itu keluar dengan tatapan terakhirnya terhadapku yang sangat malas dan membanting pintu toilet sebelum ia keluar.

Ah, Oh Se Hun. Sadar. Kau harus bisa. Biarkan saja Park Chan Yeol itu. Kau berpacaran dengan Park Hae Yeol jadi biarkan saja dia. Terserah dia merestuimu atau tidak, yang jelas kau dan haeyeol memang saling mencintai!

Ku rasakan sebuah bisikan yang menyuruhku untuk tetap perfikir positif dan menjalani hubungan dengan harmonis bersama haeyeol. Aku pun meninggalkan toilet dan berusaha melupakan sikap kakak haeyeol barusan.

~~**~~

Flash Back End

Author Pov

“dimana kamarnya?” tanya haeyeol kepada sehun karena tadinya namja itu yang mengantarkan kakaknya ke rumah sakit.

“hm, di sebelah sana!” tunjuk sehun ke sebuah kamar pasien dengan nomor 170 yang tertera di pintunya.

Sekarang haeyeol tidak lagi menangis seperti tadi. Ia berusaha berfikir positif dan berharap semuanya akan baik- baik saja.

“chagi, aku tunggu di luar saja.” Ujar sehun sambil mengambil langkah menuju kursi tunggu di samping pintu kamar tersebut.

Haeyeol tampak berfikir sejenak dan ia baru mengerti mengapa sehun tidak ingin masuk menjenguk kakaknya.

“haeyeol ah,” panggil sebuah suara dari belakang yeoja itu dan ia langsung memutar kepalanya.

Seorang yeoja yang memakai mantel seadanya, rambut yang kusut, dan ia jelas sekali sedang menangis.

“aaaa….apa yang terjadi?” tanya yeoja yang memanggil haeyeol itu ketika mereka sudah berdiri di depan pintu kamar tempat chanyeol di rawat.

“mmm, aku tidak tau. Aku baru saja pulang dari san fransisco!” jawab haeyeol apa adanya kepada yeoja yang masih terisak itu.

“chagiiii” raung yeoja itu sambil menyeka air matanya. Haeyeol hanya memperhatikan yeoja itu. ia tampak terpukul sekali dengan kecelakaan kakaknya. Padahal belum tentu kakaknya separah yang ia pikirkan.

“eonni, tenanglah. Dia akan baik- baik saja!” haeyeol kemudian memeluk jiwon yang merupakan kekasih kakaknya itu. yeoja yang sangat setia kepada kakaknya dan lebih pendek darinya.

“bagaimana aku bisa tenang!” ujar jiwon lagi sambil terisak dalam pelukan haeyeol.

Sehun yang masih berada di sekitar itu hanya memperhatikan mereka dan ia mencoba mengingat kembali situasi saat ia menemukan chanyeol tergeletak di jalanan tadi.

__TBC__

Hem, bagaimana guys, gals  udah bisa di tebak belum ceritanya? Konfliknya sebelah mana? Dan apakah ini menarik ?Layak dilanjutin?

Komen yak komen… saran dan kritik sangat membangun. Oh ya, komen juga ya di blog aku, www.haretami.wordpress.com

Biasanya itu tuh penyakitnya, kalo post disini lumayan dukungannya, tapi di blog aku, hah, agak mengecewakan! U,u

21 thoughts on “More Than Love [Chapter 1]

  1. sepertinya ku tahu konfliknya #soktaubngetkalosalahmalubangetpasti#

    chap-yg keduanya ditunggu ya eon :)

    btw kelanjutan sbs udah dipost blm eon ?

  2. Lanjutin ya author aka Haeyeol
    Penasaran jdnya ma kelanjutan ini.
    Ceritanya bagus kok.

    Ditunggu kelanjutannya segera ya.

    Thanks.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s