School Detective! [PART 5]

image

Title: School Detective!
Sub-title: Sohyun’s Missing!

Author: @YoojangmiB2uty

Genre: Teen-romance, Thriller, Mystery, School, Fantasy

Length: Chaptered

Rating: PG13

Cast:
– INFINITE ‘s L (Kim Myungsoo)
– Apink ‘s Son Naeun
– SHINee ‘s Lee Taemin
– EXO-K ‘s Oh Sehun
– f(x) ‘s Krystal (Jung Soojung)
– 4minute ‘s Kwon Sohyun

Disclaimer: all cast(s) not mine. storyline mine.

Note:
ini part 5 nya ‘-‘)/ sudah mendekati akhir wks #digampar ya udah deh ga banyak bacot semoga suka yaa, happy reading jan lupa komennya ‘-‘)/
———————————————————————————————————————————————————————————
Previous: °[1]° °[2]° °[3]° °[4]°

°[5]°


Sehun cukup kaget mendengar perkataan Soojung, tentang adanya nomor appa-nya Soojung di daftar nomor telepon itu. “aku curiga appa terlibat” ujar Soojung pelan, sembari mengatakan itu, suatu keahlian lamanya yang telah lama tak ia gunakan muncul. Stalking. Alias membuntuti orang dengan penyamaran sempurna. “apa yang akan kau lakukan?” tanya Sehun, “apapun untuk mengungkap kebenarannya” jawab Soojung, Sehun melihat ke dalam mata Soojung, dan ia rasa ia tahu apa yang sedang gadis itu pikirkan. “termasuk..kembali menjadi stalker?? aku ikut” kata Sehun. “jangan ikut, aku mau melakukan stalking kali ini sampai ke sarangnya(?)” kata Soojung serius. “berbahaya kalau kau sendirian” kata Sehun lagi.

“aku tidak sendirian. aku bersama Sohyun dan Naeun” kata Soojung sambil menaikan sedikit sudut bibirnya. Ia membuat gumpalan kertas kecil dan menimpuk Naeun yang duduk beberapa kursi di depannya. Naeun pun melihat ke arahnya.

“ya kan Naeun-a?” tanya Soojung, sementara Naeun hanya memasang ekspresi bingung. “mwoya..” katanya. “katakan saja iya” bisik Soojung. “iya._.” kata Naeun masih setengah bingung.

“nah kan, aku bersama Naeun dan Sohyun, kami perempuan tapi kami tidak lemah kok” kata Soojung.
“baiklah terserah. hati-hati” ujar Sehun lalu menghela napas.

“aku harus melakukannya siang ini”

:

:

:

:

:

[pulang sekolah]

“kita mau kemana sih?” tanya Naeun, saat ia dan Sohyun ditarik oleh Soojung keluar dari gerbang sekolah secepatnya.

“temani aku stalking” kata Soojung, ia melepaskan tangan kedua temannya, dan memakai topi hitamnya. “siapa yang mau kau ikuti??” tanya Sohyun. “uri appa” jawab Soojung singkat. “ini ada hubungannya dengan kasus yang sedang kita selidiki. mau kan menemaniku?” lanjutnya. Sohyun dan Naeun saling pandang lalu mengangguk.

“oke. hari ini appa pulang siang. Ia akan menjemputku ke sekolah. dan jika aku tidak ada di sekolah maka…ia pikir aku sudah pulang, dan ia tidak akan langsung pulang. aku tahu ia tidak pernah langsung pulang” kata Soojung menjelaskan. “kira-kira ia kemana” tanya Naeun penasaran.”nado molla” kata Soojung “dan aku curiga. itu sebabnya aku melakukan ini”

“kau bahkan menyelidiki gerak gerik appa-mu sendiri” kata Sohyun antara kagum dan heran. “yap. nah itu dia mobilnya, ayo sembunyi dulu” ajak Soojung. mereka pun berjalan ke semak belukar di dekat gerbang sekolah dan bersembunyi di sana.

Terlihat Mr. Jung turun dari mobil dan masuk ke area sekolah.

“Sohyun-a, curi sepeda atau motor seseorang” kata Soojung. “mwo?! aku tidak pernah mencuri kendaraan” kata Sohyun sambil manyun. “coba dulu. cepat sana kita butuh kendaraan” paksa Soojung sambil mempelototi Sohyun. “oke” ujar Sohyun pelan, lalu mencolek pundak Naeun. “bantu aku” pintanya pelan. Naeun mengangguk dan pergi bersama Sohyun.

.

.

Beberapa menit kemudian tepat ketika Mr.Jung kembali ke mobilnya, Sohyun dan Naeun datang membawa dua buah sepeda. yang satu berwarna putih dan yang satunya lagi berwarna biru dengan sedikit corak.

“sebentar…ini sepedanya Sehun” kata Soojung sambil menunjuk sepeda yang warna putih. “iya memang. anggap saja aku meminjam tanpa ijin” kata Sohyun sambil nyengir.

Soojung hanya tersenyum kecil, ia memilih untuk memakai sepeda yang putih. “baiklah ayo kita ikuti mobilnya” kata Soojung, segera setelah mobil appanya bergerak, ia naik ke sepeda dan mengayuh sekencang mungkin.

“ayo kita menyusul saja dibelakang” kata Naeun sambil naik ke sepeda. Sohyun mengangguk dan naik ke kursi boncengan. Naeun menarik napas dan mulai mengayuh, berusaha menyusul Soojung yang sudah jauh di depan.

—-

Mungkin terdengar mustahil menyusul mobil dengan sepeda, tapi Soojung berhasil mempertahankan jarak aman antara sepedanya dan mobil appanya.

“ayolah Soojung-a hwaiting!” batin Soojung. kakinya terus mengayuh pedal sepeda.

“aku lelah” gumam Soojung, keringatnya mulai bercucuran. Ia masih bisa melihat mobil appanya beberapa meter didepannya.

“Soojung-a!!!! gwaenchana?!!!” teriak Sohyun dari belakang. Soojung tidak menjawab. Ia hanya menganggukan kepalanya.
“ia baik-baik saja” kata Naeun pada Sohyun.

Setengah jam sudah. Dan sekarang kepala Soojung mulai pusing. Tapi ia tetap mengayuh pedal sepedanya.

Saat ini mereka (Soojung, Sohyun dan Naeun) memasuki jalan yang tidak mereka kenal, jalanan itu sepi. Terlihat mobil Mr.Jung berhenti di depan sebuah rumah, beberapa meter di depan.

Soojung pun menghentikan sepedanya, lalu turun dan melempar(?) sepeda itu. Selang beberapa menit kemudian Naeun dan Sohyun datang. Mereka juga turun dari sepeda.
“kalian tunggu di sini sebentar, aku mau ke sana” kata Soojung sambil menunjuk rumah tempat Appa-nya berhenti. “oke, hati-hati ya” kata Sohyun. “hwaiting!” tambah Naeun.

Soojung menyeka keringatnya dengan tangan, lalu mengatur napasnya, dan berjalan menuju rumah itu.

Sementara Naeun, duduk di pinggir jalan bersama Sohyun dan sepeda yang ia parkirkan di belakangnya.
“aku lelah, apa Soojung sama sekali tidak merasa lelah” kata Naeun sambil menyeka keringatnya yang mengalir ke pipi. “ia lelah, tapi pura-pura tidak merasakannya” kata Sohyun sambil manyun.

“ini jalanan sepi…” kata Naeun, tiba-tiba teringat cerita Yuri. “ada apa memangnya??” tanya Sohyun. “ani..kita waspada saja” ujar Naeun sambil meraih tangan Sohyun dan menggenggam tangan gadis itu erat-erat.

Dan kadang sesuatu yang tidak diharapkan, itulah yang terjadi.

Sebuah minivan putih memasuki jalan itu dan berhenti di depan mereka. Dari mobil itu turun orang-orang berpakaian hitam yang seram.

Perasaan tidak enak mulai menyelubungi(?) Naeun. Ia berdiri masih sambil memegang tangan Sohyun, sehingga gadis itu ikut berdiri.

“mau apa kalian?!” seru Naeun berusaha untuk berani. Ini adalah pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan “musuh” mereka.

Pria-pria itu tidak menjawab, mereka berjalan mendekati Sohyun dan berusaha menarik gadis itu, tapi Naeun menarik Sohyun ke balik punggungnya dan melindunginya.

“berikan gadis itu” kata salah satu pria yang paling seram. “shireo!” kata Naeun sambil merentangkan tangannya.

“Naeun-a, eotteohkhae??” tanya Sohyun pelan, tangannya bergetar karena ketakutan. “kau akan baik-baik saja, aku janji” kata Naeun, lalu menarik napas dalam-dalam.

“kalau kau mau mengambil Sohyun, silahkan lawan aku dulu” kata Naeun. “kau hanya bocah, perempuan lagi. memangnya kau bisa apa” kata salah satu pria yang berbadan besar sambil mendekati Naeun dan Sohyun

Naeun segera melayangkan tendangan keras tepat ke perut pria itu. “aku memang perempuan tapi aku bisa bela diri. sakit? kau mau lagi?” kata Naeun percaya diri.

Pria yang paling sangar (yang sepertinya adalah pimpinan mereka) memberikan kode dengan tangannya. Dan kelima anak buahnya, termasuk si badan besar, bersiap melawan Naeun.

“habisi bocah ini!”

—-

Soojung mengintip melalui jendela rumah itu. Appa-nya sedang berbicara dengan seseorang. Dan disana ada Ma sonsaeng juga.

“apa yang sedang mereka bicarakan?” pikir Soojung.

Sekarang terlihat Appa-nya memberikan sejumlah uang pada Ma sonsaeng dan orang misterius itu.
“uang apa itu?? apa-apaan semua ini??” tanya Soojung dalam hati. entah kenapa, ia merasa dikhianati oleh appa-nya sendiri.

Ia tidak pernah sedikitpun punya pikiran kalau appa-nya itu orang jahat. Tapi ini yang ia lihat. Sebuah kenyataan bahwa appa-nya terlibat dalam pekerjaan komplotan keji ini.

Ia shock. bahkan lebih shock dari kemarin. Sekarang rasanya ia ingin mati. Merasa sudah cukup melihat, Soojung berjalan dengan langkah gontai meninggalkan rumah itu.

Ia kembali ke tempat dimana Naeun dan Sohyun tadi menunggu. Dan sekarang apa yang ia lihat benar-benar membuatnya ingin berteriak(?)

Disana hanya ada Naeun, duduk di jalan dengan tatapan kosong dan bibir yang berdarah.
Soojung cepat-cepat menghampiri gadis itu dan memegang kedua bahu gadis itu.

“Naeun-a, dimana Sohyun??” tanya Soojung panik. “mereka membawanya. aku bodoh. aku membiarkan mereka membawa Sohyun” jawab Naeun, wajahnya pucat pasi. “ani bukan salahmu kau sudah berusaha melindungi Sohyun aku tahu” ujar Soojung sambil mengelap air mata Naeun yang mulai berjatuhan.

“sialan” umpat Soojung, lalu mengeluarkan ponselnya. Ia menekan speed dial nomor dua. Nomor Taemin.

“yah Lee Taemin! ajak Sehun dan Myungsoo ke Blue Lantern. Aku dan Naeun akan menemui kalian disana” kata Soojung, nada bicaranya sangat menunjukan ia sedang emosi.

“ok. eh tunggu…kau dan Naeun?? Sohyun?” tanya Taemin.

“ya ng..nanti kuceritakan semuanya bye” kata Soojung, lalu mematikan sambungan teleponnya.

“Naeun-a, ayo kuatkan dirimu, kita ke Blue Lantern” kata Soojung sambil berusaha membantu Naeun yang sedang blank untuk berdiri. “Soojung-a, Taemin akan membenciku seumur hidup kalau sampai Sohyun mati” kata Naeun lemas.

“yah i baboya!!” seru Soojung sambil menampar Naeun. “jangan menyalahkan dirimu sendiri terus, Sohyun tidak akan mati. kita akan menyelamatkannya.” kata Soojung, lalu mengangkat sepeda putihnya dan naik ke atasnya. “yah ayo cepat naik” kata Soojung, Naeun mengangguk pelan.

Setelah Naeun naik, Soojung menarik napas dalam dan mulai mengayuh sepedanya melaju cepat menuju Blue Lantern . . .

.

.

.

.

.

[Blue Lantern]

Taemin tidak bisa tenang. Ia terus saja mengetuk-ngetukan telunjuknya ke meja. “ada yang tidak beres kurasa” kata Taemin. “tenang hyung” kata Sehun datar. “berpikirlah positif hmm…” kata Myungsoo, padahal ia sendiri sudah menghabiskan sepuluh gelas lebih air putih karena panik(?). Sekarang adalah gelasnya yang ke-tiga belas.

“kau haus?” tanya Sehun pada Myungsoo yang sedang meneguk gelas ke empat belasnya. “tidak” jawab Myungsoo. “empat belas gelas air….itu kau sebut apa?” kata Sehun heran. “hah? empat belas? wah kupikir belum sebanyak itu” kata Myungsoo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “aku jadi ingin pipis-.-” kata Myungsoo lagi. “aish” gumam Sehun. Kalau bukan disaat serius begini, ia sudah tertawa dan berguling-guling di lantai sekarang.

“mereka datang, tapi..” kata Sehun sambil menunjuk Soojung dan Naeun yang berjalan memasuki Blue Lantern. “dimana Sohyun?” kata Myungsoo bingung.

Soojung dan Naeun menghampiri meja pojok tempat ketiga teman mereka yang lain duduk, wajah mereka berdua sama-sama pucat pasi.

“wae? ada apa? mana Sohyun?” tanya Taemin panik. “Taemin-a, So..Sohyun ia…mereka membawanya pergi. mereka menculiknya. baiklah ini salahku, bunuh aku” kata Naeun dengan suara bergetar. “ani…salahku meninggalkan kalian berdua, bunuh saja aku” kata Soojung pelan.

“tidak akan ada yang dibunuh” kata Taemin sambil menghela napas. “kalian tidak salah, lagipula sudah terjadi, yang harus kita lakukan sekarang adalah menyelamatkannya” lanjut Taemin. “aniyo, aku benar-benar bodoh, aku…” kata Naeun, “kau tidak bodoh, kau juga terluka. aku yakin kau sudah berusaha melawan mereka” kata Taemin lalu mengambil sapu tangan dari saku jaketnya dan memberikannya pada Naeun.

“ehmm jadi bagaimana??” kata Myungsoo sambil melipat tangan di dada. “entahlah yang jelas…appa-ku juga terlibat, tadi kulihat ia memberikan masing-masing seamplop uang pada Ma sonsaeng dan seorang pria misterius” kata Soojung. Mengingat wajah appa-nya membuatnya muak.

“jadi maksudmu…appa-mu semacam..penyedia dana? atau…” kata Sehun. Soojung mengangguk. “kurasa begitu”

“si pria misterius adalah salah satu dari kaki tangan Mr.X bersama dengan Ma sonsaeng. Appa-nya Soojung penyedia dana…baiklah semua makin jelas” kata Naeun pelan.

Tiba-tiba ada panggilan masuk ke ponsel Taemin. Dari nomor tak dikenal. Taemin mengangkat telpon itu dan diam saja. menunggu si penelpon bicara duluan.

“Lee hagsaeng, kau tau kan siapa aku? adik angkatmu yang cantik sekarang bersamaku. mau bicara dengannya?”

Mendengar suara Ma sonsaeng, berbagai macam perasaan campur aduk, dirasakan oleh Taemin. Sekarang rasanya ia mau muntah.

Ia pun menekan tombol loudspeaker dan meletakan ponselnya di meja.

“lepaskan Sohyun” kata Taemin berusaha tidak terdengar panik.

“hentikan dulu penyelidikan kalian tentang kami, hapus semua data-data dan barang bukti yang kalian punya” kata Ma sonsaeng dari seberang sana.

“tidak akan pernah. kalian orang-orang tidak berperikemanusiaan akan kami beri pelajaran” kata Soojung tajam.

“oh Jung Soojung, appa-mu ada di sini juga lho” balas Ma sonsaeng.

mendengar kata “Appa” Soojung terdiam dan menundukan kepalanya.

“pokoknya hentikan semua aktivitas kalian itu. Atau kami akan membunuh Kwon Sohyun dan mengulitinya seperti yang lain” ancam Ma sonsaeng. Dan sambungan pun putus.

“sialan” umpat Taemin lalu mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Sekarang ia membanting ponselnya lalu menghela napas panjang. “bagaimana pun caranya kita harus menyelamatkan Sohyun” kata Taemin.

“arasseo Taemin-a, tenanglah” kata Naeun. “aku tidak bisa tenang” kata Taemin, ia tampak benar-benar stress.

“semua oknumnya kan sudah jelas. yang belum jelas hanyalah bos psikopat dibalik semua ini” ujar Sehun tiba-tiba. “ah…” kata Soojung sambil menjentikan jarinya. “aku jadi dapat ide untuk menyelamatkan Sohyun sekaligus menangkap si psikopat itu beserta para oknumnya” kata Soojung.

“jinjja?! eottae??” tanya Myungsoo

Soojung tersenyum dan menjentikan jarinya lagi. “begini….”

.

.

.

.

.

[sementara itu]

Sohyun terbangun dari pingsannya yang cukup lama. Hal terakhir yang ia ingat adalah Naeun meneriakan namanya dengan panik.

Ia membuka matanya dan melihat ke sekitar. Ia berada di sebuah kamar. Di sebuah rumah tua yang usang. “ini dimana?? kenapa disini bau sekali…” gumam Sohyun, lalu menutupi hidungnya dengan tangan.

Setelah nyawanya terkumpul ia baru sadar ia berada di mana. “ini rumah yang….aku…korban penculikan” kata Sohyun pelan. Ia memeluk lututnya dan menggigiti bibir bawahnya. Ia takut.

ckrek…

Pintu tiba-tiba terbuka danh seorang berbaju hitam datang sambil menarik seorang gadis manis, ia lalu mendorong gadis itu masuk ke dalam ruangan itu. Sekarang pria berbaju hitam itu mengunci lagi pintunya.

“yah, kau juga diculik?” tanya Sohyun pada gadis itu. Gadis itu mengangguk. Sohyun teringat akan cerita Yuri tentang begitu banyak korban dari aksi penculikan ini.

“aku harus hentikan semua ini, aku harus berani. aku harus kabur” pikir Sohyun. Dan ia pun terpikir untuk melakukan hal yang nekat.

“ya aku harus lakukan itu….”

-TO BE CONTINUED-

mian kalo gaje yaa ‘-‘)/ tetep harus rcl yaaa nanti idenya Soojung di ceritain di chap berikutnya ~~~’-‘) tunggu yaaa #plak

46 thoughts on “School Detective! [PART 5]

  1. hwaaahhhh…. keren thor . hahaha aku udah curiga pas liat nomer mr.jung itu, appa soojung..
    lanjutannya yang cepet ya thooorrr…. :)

  2. Huwaa….
    Mian lama comentnya… Ketinggalan nih… Lg hiatus dulu dr dumay… *ko jd curhat*
    Mmm….
    Ya! Ma seonsaeng! Jd itu rencanamu..?? Aish, kau ini benar2 tdk berperikemanusiaan, kau benar2 looser*jungkirin jempol ke bawah*
    Mr Jung… Sebenarnya apa yg ingin kau dapatkan..?? Apakah kekayaanmu berasal dari uang haram itu…??*sok tau*
    Soojung eonni… Kau memang cerdas,, kau selalu mempunyai rencana… Sohyun eonni… Kau harus berani.. Aku yakin kau pasti bisa…!! Fighting…!! HunStal…. Makin kece dahh….
    Thor, kenapa ceritanya bsa semenarik ini…?? Kau benar2 berbakat… 1000 jempol buat author…. Oke deh thor, cukup sekian dan terimakasih…
    Bales ya komennya..
    Gomawo….

  3. sumpah, penasaran abis sm idenya soo.. >_< tp, aku pasti ikutan sedih kalau posisiku sebagai kle.. ayahnya merupakan salah satu komplotan jahat itu u,u
    tp, si sohyun pgn ngebuat apa ya? .__. kok kayaknya bikin deg-degan ya?
    Naeun polos ya disitu? kkeke~ tp, myungsoo.. aigo~~ 14 gelas? ckck.. #biglol..
    FFmu selalu keren chingu :D aku tunggu karyamu selanjutnya~~ :D hwaiting :D

  4. Kak author siapa gadis yang di culik selain sohyun eonni..?

    apakah itu soojung eonni yang menyamar..#sok tau badai loe win

    Lanjutanya ta’ tunggu ya kak..^~^

  5. baru ngeh cast perempuannya semua bias aku di grup masing-masing XD
    -kembali ke cerita
    setiap chapter nya bikin penasaran
    sohyun semoga bisa lolos yaa
    dan satu lagi, rencana soojung apaa ya? hmm
    *brb lagi ke chap selanjutnya

  6. Aaakkkhhh sohyuunnn -O-“!!!!
    Duhh penasarann
    Apa yng bakal dilakuin sma sohyun.. Apa ide nya soojung..

    Udah dehh penasaran tingkat akut thor! Hohohooo -o-

    Lanjuttt!!! Bagus thor!!
    Fighting! ^^9

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s