This Is My Way!! [Ch. 2]

 

Tittle: This Is My Way!! [Chap. 2]

Author: Im Soo-Ra

Main Cast:

–        Kim HyoNa (OC)

–        Choi Minho a.k.a SHINee Minho

Other Cast:

–        Cho Taeyon (OC)

–        Kim Key Bum a.k.a SHINee Key

Genre: Romance, Family, Thypo, Humor

Length: Continue / Chapter

Rate: PG-13/PG-15

PS: Annyeong haseo yeorobeun~ Selamat membaca, Ingat di RCL (Read, Comment, Vote) ya.. dan jangan jadi SILENT READERS!

~~~~~ooooo~~~~~

Choi Minho POV

Aku mengacak rambutku frustasi..

“Sebenarnya apa yang terjadi padaku hah? Apa yang hendak aku lakukan tadi?!”, aku terus bertanya-tanya, “Kenapa denganku? Apa yang aku hendak aku lakukan pada yeoja yang bahkan tak aku kenal namanya itu?”

“Tapi? Kenapa aku bisa sampai segitunya ya sama Yeoja itu? Aku hanya bisa berharap yeoja itu tak berpikiran macam-macam..”

TETT… TETT.. TETT…

Bunyi yang sedari tadi aku tunggu berbunyi juga, “Lebih baik aku pulang saja lebih cepat, dari pada harus bertemu dengan yeoja itu”, aku buru-buru keluar kelas dan berjalan melewati koridor yang tak begitu sesak dipenuhi murid-murid lain. Aku sempat memandang berkeliling koridor ini hingga mataku bertautan pada mata seseorang yang tengah memandangiku, “Yeoja itu…,”

Choi Minho POV End

~~Oo( > . < )oO~~

Kim HyoNa POV

Aku sedang asyik berbincang dengan Taeyon sahabatku, kami sedang sibuk menceritakan keluh kesahku tentang perasaanku pada Key Oppa..

“Taeyon-shi, apa menurutmu Key Oppa masih menyayangiku?”, tanyaku pada Taeyon, “Hmm, bagaimana ya.. Mungkin iya, mungkin juga tidak.. Sebenarnya aku tak begitu yakin HyoNa, hubungan kalian  berdua memang sedikit rumit”, jawabnya, “Ne.. hubunganku memang cukup rumit Yeon-shi..”, aku menundukkan kepalakku

“Hyo.. HyoNa, kau marah padaku? Bukan maksudku berkata seperti itu.. tapi,”, “Ayo jelaskan tapi apa.. Jangan putus perkataanmu ditengah jalan Taeyon..”, aku menatapnya memelas. “Gwenchana HyoNa, Ah.. Em.. hanya saja, bukankah kalian telah lama berpisah..”, Taeyon menjawab ragu, “Kau benar, aku telah lama berpisah dengannya..”, aku mengedarkan pandanganku agar Taeyon tak melihat air mata yang telah membendung di kedua mataku. Tapi tanpa sengaja aku malah melihat Namja yang tadi, Aish.. aku lupa lagi siapa namanya..,

Lho? Tapi tunggu dulu.. kenapa rasanya dia juga memperhatikanku ya?, “Kenapa dia malah mendekat?”, gumamku pelan.

Tap… Tap… Tap…

Langkah kaki Namja itu semakin terdengar jelas bahwa dia berjalan ke arahku, “Mwo? Apa yang dia mau lakukan? Jarak kamu semakin dekat saja… Bagaimana ini?”, pikirku, “HyoNa-shi, lebih baik aku pulang dulu ya Bye..”, Taeyon lekas pergi meninggalkanku.. Sekarang sekolah yang sepi ini hanya berisikan dua orang. Aku dan Namja yang sedang berjalan mendekat ke arahku..

Tap..

Langkah kakinya berhenti di depanku dan tiba-tiba Namja itu membungkuk mencoba mensejajarkan tingginya denganku.. “Hei, kau menangis. Ada apa?”, Tiba-tiba Namja itu bertanya seperti itu padaku.

“Bu, Bukan urasnmu Namja pabo!”, aku menjawab dengan ketusnya. Sebenarnya masih ada sedikit rasa kesal dihatiku atas sikapnya yang tadi.

Aku segera melangkahkan kakiku menjauh darinya ketika kata-kata terakhir itu terlontar begitu saja dari mulutku, tapi.. tanganku rasanya seperti ditarik oleh seseorang.

Kim HyoNa POV End

~~Oo( > . < )oO~~

Choi Minho POV

Entah apa yang menghipnotisku untuk melakukan ini, dengan sendirinya aku berjalan ke arah Yeoja ini. Awalnya aku lihat Yeoja ini sedang berdua bersama Yeoja yang aku anggap temannya itu, tapi tak beberapa lama Yeoja yang yang tadi bersamanya meninggalkannya. Aku berjalan semakin mendekatinya, hingga aku sadari ada yang salah dengan Yeoja itu sekarang..

“Hei, kau menangis. Ada apa?”, pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku, “Bu, bukan urusanmu Namja pabo!”, setelah menjawab dengan nada yang ketus dia membalikkan tubuhnya membelakangingu dan hendak berjalan pergi

“Hei, tunggu.. jawab dulu pertanyaanku”, aku menarik lengan yeoja itu, “Le.. lepaskan aku!!”, bentak yeoja itu, “Aku tak akan melepaskannya sebelum kau menjawabnya!”, sekarang malah aku yang membentak yeoja itu.

Suasana hening sesaat, hingga akhirnya Yeoja itu memberanikan untuk membuka mulutnya. “Aku.. Aku..,”, Yeoja itu kembali menangis. “Sudahlah jangan menagis lagi.. Jika tak mau menjawab juga tak apa..”, akhirnya aku juga yang mengalah. Kuhapus perlahan air mata yeoja itu dengan jariku, setelah itu aku mendekapnya erat.

“Tenanglah.. Jangan menangis lagi..”, aku mencoba menengangkannya dalam pelukanku, “Maafkan aku telah bertanya yang macam-macam, aku tak bermaksud untuk menyakitimu dengan pertanyaanku”

Telah beberapa menit berlalu. Aku masih mendekap erat tubuh Yeoja itu, “Emm, Mianhae.. Aku menangis di bajumu…”, Yeoja yang sudah mulai membaik keadaanya itu melepaskan pelukanku padanya, “Ne.. Gwencanayo,”, “Tapi aku merasa tak enak jika semudah itu aku dimaafkan, aku akan melakukan apa saja untukmu”, jelas Yeoja itu yakin

“Baiklah, sebenarnya ada satu hal yang aku mau..”, aku menatap Yeoja itu sebentar, “Apa? Apa yang kau mau?”, dia bertanya antusias, “Apa kau ada acara nanti  malam?”, tanyaku. Dia berfikir sebentar, “Tidak.. sepertinya aku tak ada acara, ada apa?”, “Maukah kau menemaniku pergi malam ini?”

“Ten.. Tentu aku mau. Ini adalah ucapan permintaan maafku, jadi aku akan lakuakan apa saja yang dapat membuatmu senang!!”, Yeoja itu berkata sambil tersenyum walaupun di  matanya masih tersirat rasa keraguan.

“Benar kau mau? Kau tidak akan menyesal jika mengikuti kemauanku?”, aku memastikan ucapan Yeoja itu, “This Is May Way, ini adalah jalan yang aku pilih. Tak ada seorangpun yang dapat mengubahnya, kecuali aku sendiri!”, Yeoja itu berkata mantap. Aku terkekeh pelan mendengar ucapannya itu, sepertinya aura semangatnya telah berkobar kembali

“Hei.. kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu denganku?”, tanyanya, “Ani, tak ada yang salah denganmu,. Hanya saja perkataanmu yang tadi itu lucu sekali..”, ujarku. Sekarang wajah Yeoja itu malah tertekuk, “Hei, jangan cemberut lagi dong.. boleh aku minta No HPmu?”, aku mengganti alur pembicaraan ini sebelum semakin tambah ngelantur, “Boleh saja, sini bawa HPmu,”, dia merampas HPku dari genggamanku, tak lama kemudian dia menyodorkan HPku kedepan mukaku, “Ini, aku sudah menyimpan nomerku”.

“Kim HyoNa, nama yang imut..,”, sebutku ketika menbaca nama kontak yang ia tulis, “Apa itu benar namamu? Kalau iya itu nama yang indah”, ucapku sambil menatap wajahnya yang sukses aku buat bersemu merah, “Ne.. itu nama asliku.. Awas saja kalau sampi hilang, aku tak akan member tahumu nomerku lagi!”, Jelas saja HyoNa mengucapkannya dengan nada mengancam. “Mana mungkin aku menghilangkannya.. Oh ya nanti aku jemput ya jam 7 p.m., alamatmu dimana?”, tanyaku padanya, “Sudah aku simpan di kontakku, lihat saja sendiri, Ne.. kalau begitu aku pulang dulu ya..”, HyoNa mengucapkannya sambil melambaikan tangannya padaku.

“Kim HyoNa, tunggu saja.. Aku pasti akan membuatmu melupakan rasa kesalmu mala mini juga”, aku mengucapkannya setelah HyoNa tidak kelihatan lagi didepanku, “HyoNa.. Kenapa aku jadi memikirkan namanya terus ya?”, aku berjalan menuju motor sport biruku yang terparkir mulus di bawah sebuah pihon yang cukup rindang.

Kim HyoNa, tunggulah nanti malam.. Aku akan mengajakmu kesebuah tempat yang aku yakin akan membuatmu tertawa dan tersenyum lepas. Aku akan membuat senyum kebahagiaan terkembang di wajahmu

Choi Minho POV End

~~Oo( > . < )oO~~

Kim HyoNa POV

Rasanya ada yang aneh dengan Namja tadi, kenapa dia sebegitu baiknya ya padaku?, “Aish.. Molla, Kim HyoNa.. mulai sekarang jangan pikirkan yang macam-macam dulu..”, aku mencoba menenangkan pikiranku yang sudah mulai kacau ini.

“Humpf.. sekarang jam berapa ya?”, aku menengok ke arah jam dinding yang berada di dalam apartemenku ini, “Wah, baru jam 5 p.m., tunggu dulu.. Apa Namja tadi benar-benar akan memjemputku?”, aku berpikir-pikir tentang perkataannya tadi, “Err, kenal juga tidak sudah berani mengajakku pergi.. Yah walau sebenarnya itu juga didasari persetujuanku sih -_-”.

Aku memasuki kamarku. Aku melihat lemari besar yang berdiri tegak di hadapanku. Aku membukanya dan memilah-milah pakaian yang ada disana. “Aku pakai baju apa ya?”, tanyaku mengobrak-abrik isi lemari ini.

“Warna ini bagus!”, aku mengambil baju kaos berwarna biru shapire dengan setelan blus berwarna putih.., “Hmm.. bawahannya apa ya? Ini dia yang ku cari!!”, aku mengangkat skiny jeans warna hitam ke hadapanku.. Aku mencocok-cocokkan semua pakaian itu, “Cocok sekali^^”, kataku bahagia.. “Lho? Kenapa aku keliahatan antusias gini ya? Aish, jinja. Ini kan cuma ketemuan biasa..”

“Kira-kira ini sudah jam berapa ya?”, lagi-lagi aku melirik kearah jam dinding, “MWO!!,”, aku tersentak, “OMO! Bagaimana ini? 15 menit lagi jam 7 p.m. aku harus cepat-cepat!”, aku sama sekali tak menyangka jam akan bergerak secepat ini

Aku memasuki kamar mandi, dan 5 menit kemudian keluar dari kamar mandi. Aku mengenakan baju yang tadi sudah aku siapkan terlebih dahulu. Aku memandangi diriku sendiri dicermin, “Neomu yeppo HyoNa..,”, komentarku pada diri sendiri. Aku membiarkan rambutku terurai hingga pinggangku. Aku tak begitu pintar untuk soal menata rias, jadi kuputuskan untuk menggunakan bedak dan lip glos saja di wajahku.

TING… TONG… TING… TONG…

Bel apartemenku berbunyi berulang kali, “Ne.. tunggu sebentar..”, ucapku lalu membukakan pintu, “Ka.. Kau..”, aku berdiri melihat Namja yang tengah menggunakan kaos berwarna biru shappire sama sepertiku. “HyoNa, ayo cepat!”, Namja itu menarik tanganku keluat apartemen. “Tunggu sebentar kenapa sih! Aku tutup pintu dulu!”, aku membentak Namja itu. Aku lupa namanya makanya dari tadi aku mengucapkan Namja -_-. “Ne, baiklah.. tapi cepat sedikit”, “Tentu.. dasar tak sabaran!”.

“Eh kau.. sebenarnya kita mau kemana?”, tanyaku, “Jangan panggil kau, aku ini punya nama tahu! Namaku Choi Minho! Apa sebegitu susahnya kamu mengingat nama itu?”, ucap Namja itu memperkenalkan dirinya ulang, “Minho-shi, sebenarnya kita mau kemana ya?”, kali ini aku menyebutkan namanya.

“Lihat saja nanti. Kau pasti akan senang disana!”, Namja itu tersenyum lebar. Beberapa lama di perjalanan, akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan.

“Heh? Taman bermain?”, tanyaku tak yakin, “Iya, tentu saja.. Kita akan mencoba seluruh wahana disana,”, Minho tersenyum manis padaku, “Apa kau senang?”, tanyanya. “Gimana ya?”, aku mengeluarkan tatapan tak tertarik. Padahal sebenarnya aku senang sekali, “Gimana apa?”, “Aku tak tahu apa aku senang atau tidak. Kitakan sama sekali belum mencoba wahana disini!”, ucapku lalu berlari kearah keramaian.

“Hei HyoNa! Tunggu!!”, teriak Namja itu lalu mengejarku. Orang-orang disekitar kami pada tertawa, mungkin dikiranya kami adalah pasangan yang sedang asyik bermain di taman ini.

“Hosh… Hosh.. Hosh…”, Namja itu berhasil mengejarku dan menangkapku. “Makanya kau jangan lari, lelah tau ngejar kamu!”, kata Minho, “Segitu aja udah capek.. Kau itu Namja Minho. Ayo kita main!!”, aku merengek seperti anak kecil pada Appanya.

‘Kau ini, kaya anak kecil saja.. Padahal tadi siang kau menangis, tapi kenapa sekarang malah manja seperti ini?”, tanyanya dengan nada sedikit menghinaku. Wajahku aku tekuk sedalam-dalamnya, “Ne.. jangan marah dong.. Ayo kita main”, bukannya karena dia aku menekuk wajahku. Tapi karena mengingat kejadian tadi, dan juga mengingat saat-saat Key Oppa mengajakku pergi ke taman hiburan seperti ini.

Kim HyoNa POV End

~~Oo( > . < )oO~~

>>>> To Be Continue <<<<

PS: Leave a Comment, Please..

5 thoughts on “This Is My Way!! [Ch. 2]

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s