[Fanfiction Chapter] King Of Flat – Chapter 1

 

Title: King Of Flat
Author: Jenny Park :P
Length: Sequel
Rating: General
Genre: Romance, Friendship
Cast
~ You (Reader) as Choi Hyoya
~  Oh Sehun as sehun
~ Choi Minho as Minho
~ Im Yoona as Choi Yoona (your sister)
~ All EXO and SM TOWN FAMILY *\(^o^)/*
~ Jung Baekyoung ( Just Cameo ) but, still make something happens in this story (?) xD kkk~
~ and you will see ;))
NOTE: Hehe, setelah lama gak pernah buat fanfic. Ini akhirnya aku buat fanfic lagi, maaf kalo aneh atau gak sesuai harapan (?) cekidot (?)

——

Author’s POV
Hari awal turunnya salju yang sangat di tunggu-tunggu orang lain, tidak begitu dengan hyoya. Ia sangat membenci hari itu, tepat pada hari ini dan membuatnya mengingat kenangan masa lalunya bersama choi minho. Ia hanya berdiri di balkon depan kelasnya sambil mendengarkan lagu mengunakan headset. Setiap pagi ia datang lebih awal di antara yang lain, menghabiskan waktu sendirian untuk melamun dan mendengarkan lagu. Sebenarnya, di dalam hatinya tidak ada rasa kebencian pada salju tapi melainkan rasa benci pada ingatan masa lalu.
Walaupun itu sudah berlalu, kadang masih terbersit di pikirannya. Gadis berwajah jutek itu mulai menggosok-gosokkan tangannya agar lebih hangat. Ia melihat kearah bawah, jung baekyoung melompat-lompat kegirangan di bawah bersama teman-teman yeojanya. Jung baekyoung adalah salah seorang namja yang menyukai hyoya sejak lama,bertubuh gendut dan bersifat seperti perempuan. Hyoya tidak tahu, karena menganggap baekyoung memang selalu bertindak ramah kepada perempuan.
Di sisi lain, Oh sehun. Namja dengan sebutan king of flat itu sedang memikirkan jadwal tambahan. Dia bingung akan melanjutkan kegiatan fotography atau akan keluar dan mengikuti tambahan basket karena jadwal yang bertubrukan. Ia berjalan ke lantai 3, memandang segalanya dengan flat. Saat di lantai 3, ia melihat hyoya salah satu fansnya itu sedang memejamkan matanya. Rambutnya yang terurai tertiup angin. Sekilas sehun tersenyum tipis.
Your POV
“hahaha! Jerawatmu terlihat lucu, ada persis di depan hidungmu yang mancung itu!” hina (?) amber sambil menoel-noel jerawatku dan menjadikannya tombol ‘On-Off’
“ah kamu mber! Aku tahu kamu nggak berjerawat. Aduh, gimana ini” aku mencoba untuk memencet (?) jerawat ini tapi sayangnya ini adalah jerawat batu. “aih, dibilang lucu gamau. Eh eh, kalo aku pencet lagi kamu harus berakting pingsan ya! Kalo aku pencet lagi sambil bilang on, kamu harus hidup lagi!” Amber membuat wajahnya menjadi serius. “OFF!” aku hanya menatapnya datar, “ON!” aku tersenyum lebar. Entahlah, semacam diperbudak amber. “kenapa malah gitu sih, ih aku kan mintanya gak kayak gitu” omel amber. “Jerawat-jerawat siapa hah? Masalah buat lo?” ucapku jutek bagaikan syahrini (?) eh salah bagaikan showimah(‘-‘?)
Aku dan amber berjalan keluar kamar mandi, ada sehun! Dia berjalan kearah yang berlawanan denganku. “oke, aku tahu kau mau apa” ucap amber dengan wajah datar kemudian berdiri di depanku dan membelakangiku sambil menunjuk bahunya. Ya, inilah tradisi (?).  setiap bertemu langsung atau berpapasan dengan sehun, aku harus memiliki teman untuk aku sentuh. Muahahaha. Semacam salah tingkah, aku akan memegang bahu temanku dan jika sehun sudah melewatiku aku akan mencengkram bahunya lebih keras. Aku tidak peduli sehun akan tau atau bagaimana, yang pasti itu gerak reflek. Dan aku sudah biasa. Sekarang aku mencengkram bahu amber, sehun selalu memalingkan wajahnya tapi itu membuatku lebih tenang.
“Hyoya!” Luhan menyapaku, aku tersenyum. “Hai!” sapaku balik lalu langsung kembali menunduk karena ya secara pasti luhan bersama sehun. Dan seperti biasa sehun tidak melihatku dan berjalan begitu saja. “aih, malah sahabatnya yang nyapa” ucap amber. “sudahlah mber, daripada bahumu akan lebih sakit dari ini” ucapku lalu melepas tanganku dan berdiri di samping amber. “ah, benar juga..” jawab amber sambil memukul pelan pipiku. “Hyoya! Amber!” Minho menyapaku dan amber, tapi hanya amber yang menjawab.
“hei, masih marah?” Tanya minho sambil memegang pergelangan tanganku.
“nggak, nggak tau dan nggak juga” ucapku sambil melepaskan tangannya. Aku dan amber cepat-cepat pergi dari tempat itu. Pergi dari kawasan minho. Dia selalu seperti itu, berwajah polos dan innocent saat bertemu denganku. Tapi jika aku melihatnya dari lantai 3, dia terlihat bahagia bersama krystal. Sudahlah, apa-apaan aku ini mikirin hal itu lagi
Minho’s POV
#flashback

Saat itu hari pertama kali salju turun, aku melihat ke jendela. Key menepuk bahuku.. aku mohon aku tidak mau bertindak sejahat itu.
——-
Semua berteriak pada saat itu, aku menatap hyoya. Sekilas aku bertanya pada diriku, aku tahu sebenarnya ini salah. Tapi aku melihat ke arah jonghyun,onew,taemin,dan key. Mereka sudah tersenyum meremehkan, aih! Maaf hyoya…
“Hyoya, aku .. suka kamu. Would you be my girlfriend?” aku tersenyum menenangkan diri. Sekilas ada harapan untuk dia menjawabnya, aku ingin ia menjawab iya. Semua anak yang mendukungku di sana sangat banyak. Aku melihat krystal, dia hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ada perasaan bersalah pada keduanya, hyoya tersenyum. Kemudian Victoria berbisik kepada hyoya, setelah itu hyoya langsung berwajah datar dan jutek. Ya, dia berwajah jutek. Tapi sebenarnya dia tidak seperti itu.
Kemudian dia menatapku sedikit tajam, semua disitu memaksa hyoya menerimaku. Tapi kemudian jonghyun datang di tengah keramaian tersebut. Saat jonghyun datang, dan bertepuk tangan. “Ini sungguh dramatic bukan? Sungguh, aku ingin tertawa. Lebih baik kalian bubar, karena hyoya tidak menjawab dan karena minho melakukan ini karena kita yang menyuruhnya sebagai dare!” jonghyun dan key melakukan highfive disitu, taemin masih dengan wajah polosnya, dan onew berada di sampingku sekarang dan menepuk bahuku. Mengajakku untuk kembali. Aku melihat suatu tatapan kecewa disana. Maaf..
#Flashback Off
Aku duduk di samping krystal yang sedang membaca novel. Aku memainkan rambutnya, “minho-ya, hentikan” ucap krystal. “waeyo? Aku kan namjachingumu” ucapku. “aih, jangan ganggu aku lagi baca novel” ucap krystal ketus. Aku hanya diam sambil melihatnya terus, “minho ya. Jangan ngeliatin begitu” omel krystal lagi. “kamu kenapa sih?” tanyaku. “gak tau, urus aja masalahmu sama hyoya” sindirnya. “Aih, cemburu yaa” aku mencubit pipinya. “AAA sakit babo!” dia memukul lenganku dan sekilas ia tersenyum lagi, nah begitu lebih baik.
Sehun’s POV
Hahaha. Aku masih tersenyum senyum sendiri di ruang ganti. “kau tahu? Kadang aku merasa takut denganmu” ucap luhan melihatku dari atas sampai bawah. “selama ini, aku jarang melihatmu tersenyum. Tapi jika ada di tempat sepi, atau tidak banyak orang kau bisa tersenyum. Dan sekarang kau tersenyum senyum di ruang ganti laki-laki…… jangan-jangan kau” Luhan membuka mulutnya lebar-lebar dan matanya menjadi bulat sempurna.
“berhentilah, aku tidak seperti itu.” Jawabku kembali datar. “oh, baguslah kalau kau jadi jutek. Itu membuatku lebih tenang” aku melototkan mataku “errgh, aku ikin memakanmu. Kadang di suatu saat  yang bersamaan kau menjadi lucu dan menyebalkan” ucapku. “aku tahu, aku tahu. Aku tahu bahwa aku lucu dan menggemaskan” luhan tersenyum lebar. “forget it” ucapku sambil menutup lokerku.
“Lihatlah, itu baekyoung” bisik luhan. Baekyoung sedang menyemprotkan isi ruangan kamar ganti ini dengan parfumnya. HOEK. Rasanya ingin muntah, baunya terlalu menyengat. “Hei, bisakah kau berhenti. Bau parfummu begitu menyengat” ucapku sambil menutup hidungku. “Kau tidak tahu, hari ini adalah hari special. Jadi aku harus wangi semerbak hari ini” ucapnya dengan wajah sumringah. Babo. “lo kira baju, semerbak” gerutu luhan sambil menutup hidungnya dan cepat-cepat pergi dari sini. Aku mengitkuti luhan.
Your POV
“Kasih tau aku!” aku memukul meja guru. Semua anak terdiam di kelasku, kecuali anak namja yang sedang sibuk bermain game. “sulli, cepet jawab” aku menunjuk sulli dengan penggaris. “ani, anak itu bilang kamu gak boleh tahu” jawab sulli polos. Aku mendengus. “Oke, Sekarang. Tolong jawab aku, siapa orangnya!” aku membentak semua anak perempuan di kelasku. Tidak ada yang berani menjawab, bahkan dari tadi aku bicara amber terus menggeleng-gelengkan kepalanya terus menerus tanpa berhenti, aku tidak tahu itu pusing atau tidak. Aku emosi, jika aku emosi… benar, aku akan menangis. Aku berjongkok di sebelah meja guru. “Hei, ada pertandingan basket diluar!” Teriak Kai membuat semuanya pergi berlari ke balkon sambil melihat basket, aku mendangakkan kepalaku sambil sesenggukan. Sulli mendekatiku, “sudahlah, bukannya anak-anak tidak peduli atau bagaimana. Mereka berjanji tidak akan memberitahumu sebelum anak itu sendiri yang bilang padamu” hibur sulli padaku.
“Sull, apa kamu mau kasih tau aku?” tanyaku, ia menggelengkan kepala. “kau sudah tau cluenya, jadi tebak saja” jawab sulli ikut duduk di bawah. “Awalnya aku berharap ini sehun” ucapku, dia menggelengkan kepala. Huh, nyebelin. “siapa? Luhan?” tanyaku lagi, dia menggelengkan kepala. Satu-satunya namja kelas sebelah yang aku kenal tersisa tinggal baekyoung. Aku menelan ludahku. “b-baekyoung?” tanyaku, sulli hanya diam. “aku rasa aku tidak menjawabmu, tapi aku berharap kamu sudah tahu” ucap sulli. Aku langsung memegang bahu sulli sambil menarik lagi air mataku (‘-‘?) sroot (?)
“Sull, bantu aku….untuk…” sulli melihat ke belakangku. “Terlambat”
*****
Sehun’s POV
“HUAHAHAHAHA” aku tertawa terbahak-bahak saat keluar dari kelas. “hei, ternyata hal-hal yang bisa buat kamu tertawa adalah seperti ini…” ucap luhan sambil mengelap air matanya yang keluar karena lelah tertawa. “sudahlah, sebentar lagi kita harus serius. Pertandingan berikutnya bakalan di mulai” aku mengambil minumku, aku melihat di pinggir lapangan di kursi penonton melihat hyoya dengan wajah juteknya duduk sendirian sambil melihat kearah lapangan tak menghiraukan beberapa namja yang meledeknya.
Author’s POV
#Back
Sehun masuk ke kelas bersama luhan untuk mengambil minum. Ia melihat baekyoung sedang dikelilingi anak-anak kelasnya. Sehun dan luhan sedikit bingung, mereka mencoba untuk masuk di kalangan gerumbulan tersebut. Mereka sedikit kaget, ternyata mereka hanya mengelilingi baekyoung yang sedang menangis. Sehun merasa tidak kaget dan biasa saja, lalu keluar kelas. Tapi Hyoya berjalan melewatinya tanpa ada teman yang biasa hyoya ajak untuk dicengkram bahunya, sedikit merasa aneh. Sehun terus memperhatikan hyoya, setiap ia lewat semua langsung berbisik dan lalu tertawa. Sehun melihat kai dan DO, mereka bicara dengan hyoya dan kemudian hyoya mengamuk lalu turun.
Sehun mendatangi Kai dan DO, “hei” panggil sehun. “Ada masalah apa?” Tanya sehun kebingungan. “soal apa?” Tanya DO. “ah, sesuatu yang sedang dibicarakan sama anak-anak sekarang” jelas sehun. “Kau tidak tahu masa, jung baekyoung.. anak kelasmu. Ah, dia kan namja yang paling aneh di sekolah ini. Dia baru saja mengatakan perasaannya pada hyoya, bahkan dengan cara seperti yeoja! HAHAHA.. nah karena itu, hyoya mengamuk. Sebenarnya hyoya mengamuk karena anak-anak terus meledeknya. Dan semakin marah ketika dia tahu baekyoung tidak bisa bersifat normal” kai menjelaskan panjang lebar sambil sesekali berhenti bicara karena menahan tawa. “HAHAHA.. itu sungguh, aneh” sehun tertawa lepas membuat kai diam dan DO membulatkan matanya seperti ini – O,O
“Apa? Ada apa?” Tanya sehun. “sejak.. kapan kau tertawa” Tanya DO sambil tetap seperti “ O,O “ ini.
#Flashback Off
*******
Hyoya’s POV
Huh, dasar anak alay semua. BeT3 Dech -_,- waks. Capek tau di ledekin kayak gituan. Aku merasa aneh sekarang. Semuanya sudah pulang, tinggal aku disini. Duduk di pinggir, mencari vitamin. Itu dia… Vitaminku. Ia berjalan membawa tas ransel di punggungnya tapi hanya membawa dengan satu tangan dan tangan yang satunya sedang mengelap keringatnya. Aku diam, aku mengutak-atik hpku berusaha untuk tidak berteriak.
“Hyoya…” DEG.
Aku mendongakkan kepalaku sambil menatapnya datar, “Apa?” tanyaku.
“masalah buat kelompok fotografi aku sekelompok denganmu” Ucap sehun datar. Ini menjadi awkward karena kita sama-sama mengeluarkan ekspresi datar. “Ohh, baiklah” jawabku singkat. Dia duduk di bangku sebelahku. “ngomong-ngomong, kenapa kamu nolak baekyoung?” Tanya sehun tanpa melihat ke arahku. “kenapa? Ehm.. karna aku gak suka dia” jawabku.
Sehun tersenyum, “kenapa? Dia kan seksi” ucapnya sambil menahan  tawa membuatku shock. O,O
“a-apa? Kamu gak salah bilang gitu?” aku heran, dia kan king of flat.
“Nggak, kamu gak tau ya. Dia seksi, dia kan one pack” ucap sehun lagi.
“Hahaha, ada-ada aja. Dia itu ngerusak hari baikku” ucapku
“hari apa?” Tanya sehun menoleh ke arahku
“ulang tahunku” aku melihat kearah lapangan.
“jinjja? Chukkae hamnida, maaf aku nggak tau” ucap sehun
“gomawo” ucapku sambil tersenyum tipis.
“Kenapa gak pulang, ini udah sore” Tanya sehun
“kakakku masih dalam perjalanan” jawabku sambil menggerakkan kakiku. Sungguh, hari ini hari pertama kalinya aku…. bicara panjang lebar dengannya.. KYAAAAA!!!! Aku terus menjerit di dalam hati. Keadaan menjadi hening, dia sama sekali tidak bicara dan wajahnya selalu flat. Sedangkan aku berwajah jutek tapi selalu ingin tersenyum karena hal ini. Ini seperti… di surga.

——-
# Sunny And Luna – Its Me ~
CKLEK. Aku membuka pintu kamarku. “KYAAAA!!” aku menjerit lalu melompat lompat diatas kasur memeluk gulingku. Aah, aku memandang langit-langit kamarku. Tapi masih terlintas dipikiranku soal baekyoung. Menyebalkan. Tapi yasudahlah, aku harus pergi lagi habis ini. Aku bergegas mandi lalu memakai kaos dan celana jinsku. Aku membawa ransel yang berisi seragam kerjaku.
“Hyoya-ya, apa kau mau berangkat?” Tanya eomma
“Ne eomma, aku pamit dulu ya. Annyeong!” Ucap hyoya takut terlambat.
“Eh tunggu, apa gak sebaiknya kamu berhenti? Kamu sudah kelas 3 SMA, lebih baik fokuslah pada sekolahmu saja.. uhuk uhuk” ucap eomma sambil terbatuk-batuk, aku tidak tega melihatnya. “Aku gak mau merepotkan umma sama yoona eonnie” Ucapku, “Setidaknya umma, dukung aku biar aku dapat jadi orang yang lebih dewasa”  lanjutku.
“Aniyo, umma yang salah. Harusnya umma bisa menghidupi kalian berdua” ucap umma membuatku bersalah. “jangan begitu, aku harus berangkat umma.. Annyeong!” aku melambaikan tanganku dan umma hanya tersenyum melihatku. Aku melihat kearah yoona eonnie yang sedang menyiram tanaman. Ia terlihat pucat, “eonnie-ya, kau sakit?” tannyaku sambil memegang dahinya. “anii” jawabnya sambil tersenyum. Apa dia sedang ada masalah. “kau berangkatlah” ucap eonnie sambil menyipratkan air padaku. “Aah, unnie! Yaudah, annyeong” aku pergi sambil mengayuh sepedaku, aku bekerja untuk membantu orang tua ku. Umma sakit-sakitan semenjak appa menghilang, entahlah tidak ada kabar. Sudah bertahun-tahun lamanya, aku dan unnie menganggap appa memang sudah tak ada.
Sekarang, aku dan unnie berusaha untuk membantu umma. Aku bekerja part time di sebuah restoran ramen dan yoona eonnie setelah pulang kuliah ia akan mengajar. Restoran ramen tersebut tidak jauh dari rumahku.
Yoona’s POV
Aku melihat umma sudah tidur setelah minum obat, aku membuatkannya teh  dan bubur yang aku taruh di meja samping tempat tidurnya. Aku melihat kearah cermin, apakah aku masih pantas dianggap anaknya, pantaskah aku menjadi panutan adikku. Tak terasa air mataku mengalir lagi, badanku sudah terasa lemas. Tapi aku sudah memantapkan tujuanku.
Aku mengambil mantelku, udara di luar dingin karena salju. Aku mengambil sepatuku dan keluar sebentar. Aku sudah menelpon Kyuhyun saudara sepupuku itu untuk datang ke rumahku. Aku memintanya untuk menginap hari ini saja untuk menjaga umma selama aku pergi. Aku berjalan terus, melewati sebuah toko mainan anak-anak. Di sampingnya ada sebuah rumah besar, aku menekan tombol belnya. Tidak ada tanda-tanda orang di rumah ini. Tapi aku yakin dia ada di dalam. Aku menekannya sekali lagi. Aku terus menatap pagar besar ini. Tak ada yang membukakan, tapi aku tetap menunggu.
“Yoona?”

TBC

Hoho, mohon readers di comment ya ^^ gomawo udah baca

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s