[Freelance – Oneshoot] Don’t Love Me Likes That

Title:

Don’t Love Me Likes That

Length:

One Shoot

Rating:

PG-13

Genre:

Romance, Sad

Main casts:

Choi Yoen Ni, Choi Young Ni (imaginated)

Yesung as Kim Jong Won

Support casts:

 Key as Kim Kibum

Yoona as Im Yoon Ah

Kris as Kris … etc

 

Summary: Aku memang seperti dia. Tetapi tolong, jangan cintai aku karena aku seperti dia. Cintailah aku karena aku adalah diriku sendiri.

 

Choi Young Ni sudah menjalin hubungan selama 3 tahun dengan Kim Jong Won. Keluarga dari kedua belah pihak sudah sangat menyetujui hubungan mereka. Tepat 4 bulan yang lalu mereka bertunangan dan 2 bulan lagi mereka akan menikah. Keduanya sangat sibuk mengurusi persiapan pernikahan mereka. mereka sudah jarang makan bersama, ataupun berkencan seperti dulu. Keduanya sibuk dengan urusan masing-masing.

 

“oppa!” Young Ni menyambut Jong Won dipintu masuk.

 

“ne…chagiya? Aku capek sekali.”

 

Young Ni membantu melepaskan jas Jong Won. “sampai kapan oppa mau sibuk? Sebentar lagi kita mau menikah kan?” Young Ni manja

 

“ara… oppa juga tetap mengurusi semuanya. Tetapi pekerjaan kantor juga tidak bisa ditinggalkan” Jong Won merebahkan diri di sofa.

 

Young Ni menaruh jas Jong Won di kamar. “ hari minggu besok oppa sibuk? Temani memilih gaun pernikahan dong? Oppa juga harus memilih setelan jas kan?”

 

“mianhae…oppa akan ke luar kota akhir pekan ini. Kamu saja yang pilih, oppa menurut saja” jong won memejamkan mata.

 

“tidak bisa diwakili saja ke luar kotanya?” Young ni cemberut. “aku harus meminta pendapat siapa kalau begitu? Oemma  tidak mungkin bisa. Tidak mungkin ia meninggalkan bakery. Aku tidak punya siapa-siapa lagi yang bisa diajak.”

 

Jong won duduk. “ chagiya… nanti oppa meminta kibum yang menemani. Dia kan paling kritis masalah gaun dan sejenisnya”

 

“shiroe… yang mau menikah denganku siapa sih? Oppa apa kibum?” Young Ni masuk ke kamarnya dan membanting pintu.

 

“Young Ni-a… dengarkan oppa sekali saja”  jong won mengetuk pintu.

 

“shiroe… oppa pergi saja sana! Biar aku yang urus semua!” marah

 

“Young Ni-a….mianhae!” jong won menghela napas.

 

Jong won sangat lelah malam ini.  Pekerjaan di kantor membuatnya pusing.  Ia berharap Young Ni bisa membuatnya lebih baik. Sayangnya, Young ni malah semakin membuat ia pusing. Dengan lunglai jong won masuk ke kamarnya. Ia dan Young ni tinggal di apartement yang sama sejak 6 bulan yang lalu. Namun mereka tidur dikamar yang terpisah. Ini semua ide oemma jong won, katanya dengan tinggal serumah hubungan mereka akan semakin dekat.

 

@@@

 

Sudah 2 hari Young ni uring-uringan di rumah. Ia selalu sendiri karena jong won sedang keluar kota. Jong won tidak pernah menghubunginya sejak ia keluar kota, dan itu membuat Young ni kesal. Beberapa kali kibum, adik jong won, datang dan menawarkan diri untuk menemaninya. Tetapi tetap saja Young ni kesal.

 

“young ni-a…” kibum datang dengan pizza di tangannya

 

“ne?” jawab Young ni ogah-ogahan

 

Kibum menaruh pizza di meja. “young ni-a kenapa? Kesal sama hyung?”

 

“ania!” Young ni pura-pura membaca majalah

 

“hyung belum mengabarimu? Jangan-jangan….” Kibum menutup mulutnya sendiri

 

Young ni segera menutup majalahnya. “apa? Jangan-jangan apa?”

 

“ania…ania” kibum nyengir. “oebsoeyoe… young ni-a sabar saja. Hyung pasti pulang kok. Hyung terlalu sibuk sehingga tidak mengabarimu”

 

“sudahlah… jangan membicarakan dia. Bikin sakit hati”

 

“betul young ni-a..emmm, aku pulang dulu. Young ni-a makan ini saja tidak apa-apa?”

 

“ne…gomawo”

 

@@@

 

#tluittt# terdengar ada yang membuka pintu. Young ni mencoba acuh tak acuh. Ia ingin melihat bagaimana reaksi jong won.

 

“aku pulang!”

 

“ne”  Young ni tidak bergerak dari posisinya

 

“kamu tidak mau menyambut oppa dengan pelukan?” jong won merentangkan tangannya

 

“shiroe… buat apa?”

 

“ya sudah… oppa mau istirhat dulu ya?” jong won berjalan ke  kamarnya.

 

Young ni kesal sendiri diruang tamu. Bantal sofa yang tidak bersalah  ia pukuli. Ia mengomel sendiri dengan suara pelan. Sesekali ia sengaja melempar bantal sofa ke lantai dan menginjak-injaknya, sedikit menimbukkan suara. Harap-harap cemas, Young ni berharap jong won keluar dari kamar dan  membujuknya. Sayangnya nihil. Tidak ada respon.

 

“oppa!” Young ni masuk ke kamar jong won

 

“emmm…”

 

“bisa bangun sebentar?” Young ni berdiri di samping tempat tidur jong won. “otthe? Bagus tidak?” Young ni memamerkan gaun pengantinya.

 

“ne…” jawab jong won tanpa membuka mata

 

“yaaa…kim jong won. Mau kamu apa sih? Kamu sudah tidak  cinta lagi denganku?”

 

Jong won bangun. “jangan  panggil  oppa seperti itu. Oppa capek! kamu tahu? proposal oppa ditolak. Oppa bingung harus bagaimana sekarang”

 

“oooo…jadi pekerjaanmu lebih penting dari aku? Ya sudah… nikah sama pekerjaanmu saja sana” Young ni marah

 

Jong won berdiri berhadapan dengan Young ni. “jangan panggil oppa seperti itu. Itu tidak sopan” jong won memegang kedua pundak Young ni. “ kita bicara lagi besok ya,chagi? Oppa butuh istirahat”

 

“shiroe… kamu memang tidak mencintaiku lagi. Kamu pasti selingkuh kan?” Young ni berlari keluar kamar.

 

Jong won memagang tengkuknya. Young ni benar-benar menguji kesabarannya. Ia tidak berniat mengejar Young ni. Untuk malam ini, ia akan membiarkan Young ni tenang dulu.

 

@@@

 

Jong won pagi-pagi sudah ada didapur. Ia  berencana membuat Young ni senang hari ini. Ia akan membuat makanan kesukaan Young ni dan mengajaknya kencan. Jong won tersenyum sendiri membayangkan bagaimana senangnya Young ni nanti. Bagaimana Young ni akan sangat manja padanya. Memikirkan itu semua membuat stressnya hilang.

 

#klek# Young ni keluar dari kamarnya dengan mata sembab. Jalannya sedikit sempoyongan karena ia belum terbangun betul. Jong won segera menghampiri dan menuntunnya menuju meja makan.

 

“mau  makan apa, chagiya?” kata jong won halus.

 

Young ni menjawab ketus. “aku tidak lapar!”

 

“jangan begitu… oppa sudah memasak makanan kesukaanmu”

 

“ aku bilang aku tidak lapar. Oppa jangan memaksa begitu!” bentak Young ni

 

“jebal…mianhae! Oppa janji tidak akan seperti itu lagi. Tidak  ada yang lebih penting didunia ini selain kamu. Oppa sangat mencintaimu. Lihat, kamu pasti menangis tadi malam. Melihat kamu seperti ini hati  oppa sakit”

 

“oppa pikir  hatiku juga tidak sakit? Oppa lebih memilih pekerjaan dari pada aku. Oppa tidak seperti ini dulu” Young ni mulai menangis. “ aku tidak mau oppa melupakan aku. Aku tidak mau oppa mengacuhkan aku.”

 

Jong won segera memeluk Young ni. “mianhae… mianhae! Uljima, jebal…. Oppa memang salah. Oppa tidak akan melupakanmu atau mengacuhkanmu. Uljima…”

 

“oppa…” Young ni terisak dalam pelukan jong won. “apakah oppa tidak mencintaiku lagi? Apa karena aku ini jelek makanya oppa mau meninggalkan aku?”

 

“saranghae… tidak ada yoeja secantik dirimu dimata oppa. Oppa tidak akan meninggalkanmu. Kamu adalah  nyawa oppa. Saranghae”

 

“gomawo oppa… saranghae!” Young ni memeluk erat jong won.

 

@@@

 

“yumseo?” Young ni menelepon jong won. “oppa! Aku sudah sampai. Oppa dimana?”

 

“oppa di tempat biasa. Oppa tunggu… apa oppa jemput? Kamu dimana?”

 

“emmm…ania oppa. Oppa tunggu saja.”

 

“ne…” menutup telepon.

 

Young ni berdandan dengan rapi sore ini. Jong won mengajaknya untuk makan malam. Mereka memang tidak berangkat bersama  karena jong won ada urusan dulu tadi. Young ni mengenakan gaun putih pemberian jong won saat ulang tahunnya setahun yang lalu. Gaun putih selutut ini adalah favoritenya. Jong won selalu memujinya jika menggunakan gaun ini.

 

Sementara itu, jong won sedang menunggu tak sabar di sebuah taman. Ia sudah menyiapkan kejutan ditempat lain untuk Young ni. Hari ini ia harus mengembalikan imagenya.  Ia tidak mau selamanya Young ni memandang dia dengan tatapan benci dan curiga.

 

“oppa?” panggil seseorang

 

Jong won mencari asal suara. “ siapa ya?”

 

“oppa lupa padaku? tega sekali… ini aku  Im Yoon Ah. Ingat?” yoeja itu tersenyum manis

 

“oh… ne!  kamu kan anak kecil cengeng sebelah rumah kan?”

 

Yoon ah memukul jong won pelan. “ eyyy… aku bukan anak kecil lagi sekarang oppa. Aku sering menangis karena oppa yang mengangguku.” Ia memanyunkan bibirnya.

 

“ ada apa kamu disini? Aku dengar waktu itu kamu pindah ke Paris”

 

“ne… aku kangen haraoemma (nenek), jadi aku liburan kesini.” Yoon ah memerhatikan jong won dari ujung kaki sampai ujung kepala. “wahh…oppa sudah jadi sekeren ini sekarang. Emmm.. aku suka. Oppa sudah punya yoejachingu? Kalau tidak, aku mau dong”

 

“mwo?” jong won kaget setengah mati.

 

“hahahah….mianhae! aku hanya bercanda. Akhirnya aku bisa membalas oppa. Oppa menunggu seseorang?”

 

“ne” jong won tersenyum malu.

 

“okelah… aku pergi dulu oppa. Senang bertemu lagi.”

 

Jong won berpikir sejenak. “ tunggu… sudah lama kita tidak bertemu. Ini, sebagai salam karena bertemu lagi.”  Jong won memberikan bunga yang ia persiapkan untuk young ni.

 

“gomawo oppa. Aku suka tulip! Tetapi, ini untuk yoejachingu oppa kan?”

 

“itu gampang! Ia tidak terlalu suka dengan  bunga”

 

“gomawo oppa!” yoon ah menyium pipi jong won. “oh..mianhae! aku lupa ini bukan Paris” yoon ah segera meminta maaf.

 

“kwaenchana!” jong won juga kaget

 

“annyeong oppa!” yoon ah pergi.

 

Disisi lain, young ni  melihat semuanya. Begitu hancur hatinya melihat jong won dicium yoeja lain. Apa lagi jong won memberikan bunga kesukaannya pada yoeja lain. Young ni menguatkan diri untuk berbicara dengan jong won.

 

“oppa!” ia terisak. Tepat berada di belakang jong won

 

“Young ni-a…” jong won membalik badan dan langsung memeluk young ni

 

Young ni menolak. “ oppa…kita akhiri saja semuanya” tangisnya menjadi. “aku sudah melihat semuanya. Oppa memang ingin menunjukkannya kan? Aku sudah lihat”

 

“lihat apa?” jong won bingung.

 

“aku memang tidak secantik dia. Aku tidak sebaik dia. Tetapi bisakah oppa mengatakannya saja padaku?” kata young ni terbata

 

“maksudmu apa? Uljima…”

 

“ oppa mencintai orang lain kan?”

 

“ania..”

 

“jangan bohong padaku!” young ni melepaskan cincin pertunangannya. “ini….” Young ni memenaruh cincin itu di tangan jong won. “ aku rasa sebaiknya kita sudahi. Aku benci oppa!”

 

Young in berlari begitu saja meninggalkan jong won. Sedangkan jong won masih terpaku, ia belum mengerti  apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah kado tergeletak di  tanah. Jong won memungutnya. Isinya sebuah dasi dan kartu ucapan dari young ni. Butuh waktu 15 menit untuk jong won mencerna semua kejadian tadi.

 

“Young ni marah padaku karena ia melihat yoon ah? Omo…” jong won segera berlari mengejar young ni.

 

@@@

 

Langit sudah gelap. Lampu-lampu yang menyala dibumi berubah menjadi bintang untuk permukaan bumi. Sedangkan dilangit, 1 bintang pun tidak terlihat. Petir mulai menggelegar, kilatan  cahaya saling sahut dilangit. Sebagian besar orang berusaha untuk segera sampai rumah sebelum hujan datang.

 

Young ni berjalan gontai. Airmatanya tidak berhenti mengalir. Dadanya terasa perih, sesak, sangat menyakitkan. Semua kenangannya dengan jong won tiba-tiba berputar kembali  diotaknya. Semuanya terlihat sangat menyenangkan. Tetapi  kenapa sekarang berbeda? Kenapa disaat ia sangat mencintai jong won, ia harus kehilangan dia?

 

Langit seperti  memahaminya. Langit ikut menangis bersamanya. Young ni terus berjalan tanpa mempedulikan dirinya yang basah kuyup.  Ia terus saja berjalan. Tidak peduli kakinya mulai lecet. Semakin deras hujan, ia merasa semakin sendirian berjalan menelisuri trotoar jalan. Tidak ada satu orang pun yang mempedulikannya.

 

Jong won terus mencari. Ia sudah sampai di apartemen sebelum hujan turun. Tetapi ia tidak menemukan young ni disana. Security apartment juga tidak melihatnya. Jong won memutuskan untuk keluar mencari young ni ditengah hujan yang deras.

 

Jalanan cukup sepi. Hanya beberapa kendaraan yang melintas. Young ni menunggu diseberang jalan dengan basah kuyup dan badan yang kedinginan. Tatapan matanya kosong. Entah kemana pikirannya melayang sekarang. Semuanya terjadi begitu cepat, dan itu pukulan keras baginya.

 

Young ni mulai menuruni trotoar dan hendak menyebrang. Tidak ada kendaraan yang melintas. Young ni berjalan perlahan karena kakinya lecet dan  perih terkena air hujan. #klekkk# heal high healsnya patah di tengah jalan. Young ni berusaha melepaskan sepatunya. Di kejauhan jong won melihat young ni ditengah jalan.

 

“Young ni-a!” ia segera berlari menuju young ni

 

Young ni yang tidak mengetahui jong won memanggilnya masih berusaha melepaskan high healsnya. Ia masih terisak.

 

“Young ni-a…. menepi!” teriak jong won. Masih terlalu jauh dari young ni

 

Akhirnya young ni berhasil melepaskannya. Namun sayang kakinya terkilir. Susah payah ia berjalan menuju seberang. #tiiiitttt# terdengar suara klakson mobil. Young ni berusaha berjalan lebih cepat, tetapi ia malah jatuh. Ketika ia berhasil berdiri lagi, mobil itu sudah menabraknya.

 

“Young ni-a!!!” teriak jong won berusaha menyelamatkan young ni tetapi terlambat.

 

Mobil yang menabrak young ni segera kabur. Jong won tidak peduli lagi dengan mobil yang menabrak young ni. Ia segera berlari ke arah  Young ni.

 

“chagia…. Kwaenchanayoe? Bertahanlah…kita akan ke rumah sakit” jong won mencoba untuk tidak panik dan menelepon ambulance.

 

“oppa!” terdengar young ni memanggil. “oppa” katanya dengan tenaga yang tersisa.

 

“ne… bersabarlah. Kamu harus bertahan” jong won mulai menangis. “kamu harus bertahan demi oppa. Jebal…bertahanlah”

 

“oppa…..mian….hae!”  young ni batuk dan darah keluar dari mulutnya.

 

“ania… oppa yang salah. Jangan berkata seperti itu. Kamu akan baik-baik saja. Kuatlah!!!”

 

“op…pa….sa….ra….r…rang…hae…”

 

“sarangahaeyoe! jebal….bertahanlah” jong won melihat sekeliling. Tidak ada tanda ambulance yang datang. “ semua akan baik-baik saja.bertahanlah, kamu tidak akan meninggalkan oppa kan? Kamu sudah janji pada oppa.”

 

Young ni tersenyum lirih. “go….ma…wo……..oppa! sa….rang…hae!” Young ni lemas

 

“ chagia… young ni-a! bangunlah, ini tidak lucu. Young ni-ah….ironaaaa” teriak jong won. “irona….jebal!” jong won  menangis sejadi-jadinya.

 

@@@

 

#bukkk# sesuatu mengenai kepala Choi Yoen Ni. Sebuah album foto yang terlihat tua. Ia sedang membersihkan gudang atas permintaan neneknya. Yoen Ni penasaran dengan isi album foto itu. Ada yang membuat ia kaget. Didalam album itu terdapat fotonya sewaktu kecil dengan seorang anak perempuan yang mirip dengannya. Ia segera berlari mencari neneknya.

 

“haraoemma! Odisoe? (dimana)” Yoen Ni mencoba mencari.

 

“yoegi…(disini)”

 

“aku menemukan ini. Siapa ini?” yoen ni menunjukkan album foto itu.

 

“ini…..ini…” nenek bingung harus menjawab apa.

 

“siapa ini haraoemma? Kenapa  persis denganku? Apa aku punya saudara kembar?”

 

“soal itu, tanya pada appamu”

 

“ada apa?” appa datang dengan sekotak coklat. “ini… appa belikan coklat pesananmu”

 

“appa…ini siapa? Dan yoeja ini siapa? Apa dia oemmaku? Jawab appa! Selama ini appa selalu bilang kalau oemma meninggal dalam kebakaran dan tidak ada satupun foto yang tersisa. Lalu siapa ini? Kenapa dia mengandengku dengan seorang anak perempuan yang sangat mirip denganku? ” yoen ni sangat penasaran.

 

“ini cuma masa lalu. Makan saja coklatnya!”

 

“appa… aku sudah 20 tahun. Jangan perlakukan aku seperti anak kecil. Apa ini semua? Aku butuh penjelasan. Apa appa menyembunyikan sesuatu dariku?”

 

“masuklah…appa akan menceritakannya” ia menyerah

 

Yoen ni mendengar semua kebenaran dari mulut appanya. Kebenaran yang telah lama dirahasiakan. Yoen ni lahir didunia ini tidak seorang diri, ia memiliki saudara kembar identik. Saat ia berusia 3 tahun, appa dan oemmanya bercerai. Mereka berpisah dan berjanji tidak akan saling menghubungi untuk selamanya. Mereka tidak akan meceritakan kepada anak mereka cerita yang sebenarnya.

 

“ jadi appa menyembunyikan ini semua selama 17 tahun?” yoen ni kesal.

 

“ini semua keinginan oemmamu!”

 

“weo? Kenapa oemma tidak mau tahu tentang aku? Atau memberi tahu appa tetang saudara kembarku?”

 

“aku rasa karena oemmamu sangat membenci appa. Jangan salahkan oemmamu. Ia mungkin mencarimu, tetapi appa tidak ingin ia menemukanmu”

 

“weo?” yoen ni tidak habis pikir.

 

“appa takut, ia akan mengambilmu dan menjauhkanku darimu seperti appa dijauhkan dari Young ni”

 

“young ni eonnie?” yoen ni mencoba tenang. “ sekarang appa tahu dimana oemma dan eonnie?”

 

“ne… appa selalu mengirim orang suruhan untuk memantau mereka.”

 

“aku mau menemui oemma!”

 

“ne… itu terserah kamu. Kamu sudah dewasa. Appa serahkan semua padamu”

 

 

@@@

 

Yoen ni berdiri terpaku didepan gerbang rumah  oemma. Pakaiannya serba hitam, begitu juga orang yang keluar masuk rumah itu. Yoen ni melangkah dengan lunglai memasuki rumah itu. Sebuah karangan bunga besar dengan foto wajahnya terpampang disitu. Yoen ni meneteskan airmata sambil berjalan memasuki rumah.

 

Ia melihat oemma menangis meronta di depan mayat yang menyerupai dirinya. seorang namja juga terlihat menangis tidak jauh dari peti mayat itu. Yoen ni melihat sekeliling. Orang-orang terlihat kaget melihatnya. Mereka seperti melihat hantu.

 

“oemma…” suara yoen ni tertahan. “oemma”

 

Ibunya menoleh. Ia seperti melihat hantu juga. “Young ni?”

 

“ania oemma… negae yoen ni imnida?”

 

“ Yoen ni-a” ia memeluk yoen ni. “anakku… anakku”

 

“oemma…mianhae! Aku baru menemui oemma sekarang. Apa yang terjadi dengan eonnie?”

 

“eonniemu sudah tidak ada… ia sudah meninggalkan kita” oemma lemas seketika.

 

“oemma….oemma… bantu aku cepat”

 

“ah…ne!” jong won yang sedari tadi juga merasa melihat hantu segera sadar dan membantu yoen ni.

 

@@@

 

Upacara pemakaman telah selesai. Yoen ni dan kibum sedang sibuk membereskan sisa-sisa upacara. Oemma sekarang sedang berbaring dikamar. Ia sedang tidak enak badan. Selama upacara pemakaman tadi ia tidak henti-hentinya menangis dan jatuh pingsan. ada sedikit perasaan bersalah di hati Yoen ni. Ia seperti memperburuk  keadaan. Apalagi beberapa tamu terlihat keget melihatnya. Ia harus menjelaskan beberapa  kali kalau ia bukan hantu.

 

“hey… young ni -a?”

 

“nde?” lamunan yoen ni buyar. “ania… negae choi yoen ni imnida”

 

“syukurlah…  aku kira hantu. Persisi sekali sih… aku hanya bercanda”

 

“kita kan kembar identik. Kamu siapa?”

 

Kibum mengulurkan tangan. “ kim kibum imnida!”

 

“oh…ne!  kamu temannya eonnie?”

 

“ania… tapi bisa dibilang begitu. Aku saengnya jong won hyung, tunangannya  young ni”

 

“tunangan?” yoen ni kaget. “ eonnie sudah bertunangan?”

 

Kibum mengangguk. “ kurang dari 2 bulan mereka akan menikah. Tetapi sayang, young ni malah pergi untuk selamanya.”

 

“aku juga belum sempat mengenalkan diriku padanya. Dia tidak akan pernah tahu kalau ia mempunyai saeng. Ia tidak akan pernah tahu kalau aku sangat mencintainya.” Tanpa sadar airmata yoen ni menetes.

 

“kibum-ah… hyung akan menginap disini. Kamu pulang saja” jong won yang tiba-tiba datang langsung bicara.

 

“yoen ni-ssi… ini hyungku. Tunangan young ni!”

 

“ choi yoen ni imnida…” yoen ni memberi salam

 

“ne… kim jong won imnida. Aku tidak pernah tahu kalau young ni punya saudara kembar”

 

“ aku juga baru tahu. namun sayang, eonnie sudah tidak ada.” Ia menghela napas. “gomapsumnida… kalian pasti selalu membawa kebahagiaan bagi eonnie. Jongmael gamsahamnida” yoen ni membungkuk 90 derajat.

 

Jong won pergi begitu saja. “ kamu tidak perlu melakukan itu. Young ni tidak pernah bahagia bersamaku”

 

“hyung…” kibum nyengir kuda. “mianhae… hyung sedang tidak baik saat ini.”

 

“oh…kwaenchana! Ia pasti merasa sangat kehilangan. Mereka berdua pasti sudah saling memahami satu sama lain.  Eonnie pasti sangat mencintainya. Ia namja yang baik. Aku yakin itu”

 

“hahaha…yoen ni-ssi pandai menilai orang. Kalau yoen ni-ssi butuh bantuan hubungi saja aku.”

 

“ne…gomawo!”

 

Mereka bertukar nomor telepon.

 

@@@

 

“ selamat pagi oemma!” yoen ni menyambut oemmanya dengan pelukan hangat.

 

“aku senang kamu ada disini” oemma terlihat sangat lemah. Ini hari pertama ia keluar dari kamar setelah 4 hari jatuh sakit. “ mianhae… oemma malah merepotkanmu. Seharusnya oemma yang mengurusimu. Kamu telah berpisah lama dengan oemma. Kamu pasti tidak pernah merasakan kasih sayang dari oemma.”

 

“ania oemma…” mempersilahkan duduk. “ aku sudah merasakan kasih sayang yang banyak dari oemma, walalupun aku baru beberapa hari disini.”

 

“kamu memang sangat baik. Sama seperti young ni!”

 

“ kita bersaudara,saudara kembar lagi. Ikatan  batin kita sama!  jadi kita pasti sama”  memberikan sarapan ke oemma. “ aku dengar dari kibum, eonnie  sering membuatkan ini untuk oemma. Mungkin rasanya akan beda. Tetapi semoga oemma suka”

 

“hahhh…  sudah lama oemma tidak makan waffle. Sejak young ni tinggal dengan jong won, tidak setiap hari  oemma memakan waffle buatan young ni”

 

“ oemma… maukah oemma menceritakan bagaimana eonnie? Eonnie itu seperti apa?”

 

“ia sangat manja.  Ia tidak pernah mau jauh dari oemma. Ia hanya bisa membuat waffle dan omelet. Ia sangat periang, selalu bisa mencairkan suasana. Tetapi ia juga sangat keras kepala dan mudah terpengaruh. Ia juga ceroboh. Young ni sangat suka coklat dan bunga tulip hitam. Ia akan kesal kalau kita mengacuhkannya. Ia haus akan perhatian. Kamu pasti sudah tahu kalau ia besar tanpa kasih sayang dari appa kalian. Dan  jong won memberikan itu semua.  Young ni sangat mencintai jong won. Jong won adalah segalanya bagi young ni.”

 

“oemma… aku memang berbeda dengan eonnie. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin agar aku bisa seperti eonnie” yoen ni tersenyum

 

Oemma mencubit pipinya. “ania… jadilah dirimu sendiri. Walaupun kalian memiliki  wajah dan fisik yang sama, kalian sebenarnya berbeda. Oemma tidak mau kamu menjadi young ni. Jadilah yoen ni, dirimu sendiri. Oemma akan lebih bahagia.”

 

“gomawo oemma…sarangahe!” yoen ni memeluk oemmanya.

 

“saranghae! Oemma hanya mau satu, janganlah kamu pergi lagi dari sisi oemma”

 

“ne…”

 

@@@

 

#tingtong# ada seseorang yang datang. Jong won yakin itu bukan kibum, karena dia tidak perlu memencet bel.

 

#klek# jong won membuka pintu. “ young ni…ah ania, yoen ni! Silahkan masuk”

 

“gomawo jong won-ssi.. mianhae, aku pasti menganggu”

 

“ania… ada perlu apa?”

 

“oemma memintaku untuk membereskan barang-barang eonnie”

 

“begitukah?” jong won terlihat sedih

 

“oemma bilang jong won-ssi mungkin tidak sempat. Jadi aku disuruh membereskannya”

 

“tidak bisakah barang-barang itu dibiarkan disini?” jong won memohon.

 

“nde?”

 

Jong won terlihat sangat berantakan saat ini. “ hanya ini yang aku miliki tentang dia. Tidak bisakah aku memilikinya?”

 

“kalau itu mau jong won-ssi.. baiklah. Aku akan bilang pada oemma” yoen ni tersenyum

 

Sontak jong won kaget. Senyum itu mengingatkannya pada young ni. “ gomawo!”

 

“kalau begitu aku permisi pulang! Annyeong…”

 

“tunggu… mau mengobrol sedikit denganku?”

 

“emmmm…baiklah!”

 

Akhirnya mereka berdua mengobrol. Jong won menceritakan semua yang ia tahu, ia rasakan tentang young ni. Yoen ni dengan sangat senang mendengarkan.  Bukankah ia bisa mengenal young ni lebih dekat lagi? Hingga akhirnya jong won menceritakan kejadian yang menyebabkan young ni tiada.

 

“itu bukan salah oppa!” yoen  ni sudah mulai akrab dengan jong won. “aku yakin eonnie tidak menyalahkan oppa. Eonnie saat itu sedang kalut. Ia pasti sudah menyadari kalau apa yang ia lakukan salah. Eonnie tidak membenci oppa. Jadi oppa jangan menyalahkan diri oppa terus”

 

“apa benar young ni berpikiran sama denganmu?”

 

“oppa… apa yang dirasakan eonnie, aku juga merasakannya. Aku yakin, eonnie selalu mencintai oppa” Yoen ni tersenyum persis sama dengan young ni.

 

“ah…..ne!” jong won tidak berani menatap   yoen ni lebih lama.

 

@@@

 

Yoen ni sedang berbaring dikamarnya, tentu  saja sebelumnya itu kamar young ni. Semuanya tampak berbeda dengan kamarnya dirumah appa. Kamar ini dipenuhi  dengan warna merah muda, warna kesukaan young ni. Sedangkan ia sangat menyukai warna biru. Barang-barang young ni juga sangat berbeda dengan yang ia miliki, sangat feminim. Sekarang ia baru menyadari kalau ia berbeda dengan young ni, jauh berbeda. Kesamaan mereka hanya fisik saja. Selebihnya berbeda.

 

Oemma sudah mengizinkannya untuk memiliki semuan barang milik young  ni. Bukan ia yang meminta,  tetapi itu inisiatif oemmanya sendiri. Sudah lama ia ingin membongkar barang-barang young ni, tetapi  ia tidak berani. Namun hari ini ia akan melakukannya, ada banyak hal yang ingin ia ketahui tentang kembarannya itu.

 

Ketika yoen ni sedang membuka lemari young ni, ia menemukan sesuatu.  Sebuah laci kecil yang tidak terkunci. Ia penasaran ingin mengetahui isinya.  Sebuah album foto mini ia temukan disitu. Yoen ni kaget melihat isinya. Album itu berisi foto-fotonya. Ia sangat tahu kalau itu fotonya dari bagaimana gaya ia berpakaian. Ia tidak sefeminim young ni.

 

Foto pertama dihalaman pertama albumfotoitu ada dirinya  dengan seragam SMPnya.  Ia ingat, foto itu diambil oleh appanya ketika ia pertama kali masuk SMP. Ada foto dengan ukuran yang lebih kecil dijejerkan dengan fotonya.  Itu foto  young ni yang juga menggunakan seragam SMP. Terdapat beberapa kalimat dibawah foto itu.

 

Tada… ^_^

Hari ini hari pertama kita menjadi siswi SMP.wahhh…senangnya! bagaimana dengan dirimu saengi?  Seandainya kita bisa sekolah ditempat yang sama. Mari kita berusaha,FIGHTING!!!!  \(^.^)/

Yoen Ni-a…saranghae

 

Yoen ni tersenyum sendiri sambil meneteskan airmata.  Ia tidak menyangka young ni sudah tahu tetang dia.  Dan selama ini young ni selalu memperhatikannya. Apakah appa yang memberi tahu young ni? Dada yoen ni terasa sesak. Yoen ni membuka halaman terakhir. Sekali lagi ia menemukan fotonya dan foto young ni dengan beberapa note dibawahnya.

 

Yoen Ni-ah… saengil chukka hamnida

Mianhae, eonni lebih dulu akan meninggalkanmu. Lihat jari manis eonnie! Yappp… oenni akan menikah dengan Jong Won oppa. Oennie janji, setelah oennie menikah oennie  akan menemuimu. Oennie ingin lihat bagaimana ekspresimu. Pasti lucu…xixixixi. Kita selalu melakukan semuanya bersama, tetapi untuk yang satu ini oennie mendahuluimu. Oennie janji ini yang terakhir, setelah ini kita akan melakukan apapun bersama. Satu lagi, Oennie harap kamu bisa menemukan namja yang baik seperti Jong Won oppa. Kapan-kapan kita double date ya? Pyong… q(^.^)p

 

“eonnie… oennie sama sekali tidak  ada usaha untuk menepati janji. Aku terima oennie menikah lebih dulu, tetapi kenapa oennie juga harus meninggalkan dunia ini lebih dulu?” yoen ni menangis tanpa suara di kamar.

 

@@@

 

“ommoni!” panggil jong won

 

Yoen ni Oemma segera melepaskan peralatan berkebunya. “ Jong won-ah…. Akhirnya kamu kesini lagi. ommoni sangat kangen padamu. Aku kira kamu tidak akan mengunjungi  ommoni setelah young ni tidak ada”

 

“mianhae ommoni…. Belakangan ini aku sibuk. Bagaimana kabar ommoni?”

 

“baik… sangat baik.  Ayo masuk… ommoni  buatkan minuman hangat”

 

“gomawo…”

 

Jong won dan  yoen ni  oemma masuk kedalam rumah. Jong won dipersilahkan duduk di ruang tamu sedangkan yoen ni oemma membuatkan minuman di dapur.

 

“oemma…” yoen ni  berlari kecil menurunu anak tangga. “oemma…lihat!”

 

“yoen ni?” kata jong won

 

“ah… annyeong oppa!” pipinya merah  karena malu sudah berlari-lari  seperti anak kecil. “ oppa, apa kabar?”

 

“baik…. Kamu?”

 

“ne…” yoen ni merasa percakapan mereka sedikit kaku. “mian…oemma mana?”

 

“di  dapur!!”

 

“gomawo” yoen ni kembali berlari kecil.

 

Jong won senyum sendiri. Kelakuan yoen ni tadi sangat lucu. Jong won juga sempat terkesima melihat penampilan yoen ni. Biasanya yoeja itu berpenampilang  sedikit tomboy, tetapi tadi ia terlihat berbeda. jong won mengenali dress krem selutut yang digunakan yoen ni. Itu milik young  ni, favorite young ni.

 

“oemma…” panggil yoen ni dengan sedikit berbisik

 

“ne…”

 

“ kenapa jong won oppa ada disini?”

 

“memangnya tidak boleh? Ia kan mau mengunjungi oemma… atau mungkin mau bertemu kamu”

 

“mwo? Eyyyy… tidak lucu oemma!”

 

Oemma melihat ke arah yoen ni. “omo… yeppodae! Kamu sangat cocok berpenampilan seperti ini.”

 

“oemma… kalau jelek bilang saja. Jangan terpaksa memuji begitu”

 

“aigoo… anak oemma  ini. Yeppo… seterusnya kamu begini saja” oemma mencubit pipi yoen ni

 

“ bolehkah oemma? Apa aku mirip dengan eonnie?”

 

“nde?” oemma mengerutkan kening

 

“aku ingin seperti eonnie. Apa dengan begini aku akan mirip eonnie?”

 

“ania… kalau begitu kamu jelek.” Oemma  masih sibuk menyiapakan minuman untuk jong won

 

“weo? Tadi katanya yeppo?”

 

“ oemma lebih suka kamu menjadi dirimu sendiri. Jangan pernah mau menjadi young ni. Kamu adalah kamu. Oemma  mencintaimu karena kamu adalah yoen ni. Kamu tahu? young ni akan marah kamu menirunya”

 

“arayoe oemma! Tetapi aku tetap boleh menggunakan benda-benda oennie kan?”

 

“ne… asalkan kamu jangan berubah menjadi young ni. Ara”

 

“O.K oemma!”

 

@@@

 

Beruntungnya seluruh warga seoul hari ini. Weekend yang cerah, tidak boleh disia-siakan.

 

“oppa! Kita coba yang itu yukk?” yoen ni menunjuk sebuah roller coster

 

“kamu berani?” tanya jong won

 

“oppa meremehkanku? Tentu saja aku berani… kaja” yoen ni menarik paksa jong won

 

Yoen ni yang kegirangan memilih duduk di deretan paling depan. Jong won beberapa kali menolak, tetapi   yoen ni selalu bisa membujuknya. Sepanjang permainan jong won hanya terdiam.  Ia sebenarnya sangat takut menaiki permainan ini, ia tidak  berani membuka matanya. Sedangkan yoen ni tertawa saking senangnya.

 

“bagaimana oppa?seru? lagi yukkk”

 

“andwae…shiroe! Kita ke permainan yang lain saja”

 

“baiklah”

 

Setelah  hampir seharian bermain mereka memutuskan untuk pulang. Yoen ni yang kelelahan tertidur dengan pulas  di kursi penumpang. Jong won yang menyetir sesekali melirik ke arah yoen ni. Yoen ni dan young ni, keduanya sama, tidak ada yang berbeda diantara mereka. senyum mereka, cara mereka berbicara, cara mereka membuat orang lain tertawa, semuanya sama. entah kenapa jong won merasa  kalau young ni berada didekatnya sekarang. Dalam wujud yang nyata.

 

“oemma….oemma!” yoen ni mengigau. “oemma… jangan pergi oemma”

 

Jong won membelai rambut yoen ni  pelan untuk membuatnya tenang. Tiba-tiba jantung jong won berdetak lebih cepat. Napasnya tidak teratur. Ia segera menaruh kembali kedua tangannya di setir mobil.

 

“perasaan apa ini? Ania…ania” gumamnya.

 

“oppa…ada apa?” yoen ni terbangun

 

“animmida… kwaenchana”

 

“oppa…. Aku lapar. Kita bisa  makan dulu tidak?” yoen ni nyengir.

 

@@@

 

Yoen ni berjalan sedikit sempoyongan memasuki sebuah restaurant. Jong won ada dibelakangnya sedikit khawatir. Yoen ni melihat sekeliling, mencari tempat duduk yang nyaman.

 

“oh…disebelah sana oppa!”

 

#bukkk# seseorang menyenggol yoen ni. Sontak yoen ni  yang sedari tadi sempoyongan, hendak jatuh. Jong won dengan sigap menahan yoen ni sebelum jatuh.

 

“kwaenchana?”

 

“oh… ne oppa! Gomawo” yoen ni segera berdiri lagi.

 

“kamu kurang enak badan?” jong won tetap memegangi yoen ni dan menuntunnya ke tempat duduk mereka.

 

“ania…” #dug dug dug# jantung yoen ni berdetak cepat.

 

“ kamu mau makan apa?” tanya jong won perhatian.

 

“emmm….” Yoen ni yang sedari tadi melamun, kaget. “apa ya? Emmmm…” ia membolak balik menu.

 

“tolong… Black paper schrimp pasta 2” kata jong won pada pelayan

 

“mwo?” yoen ni bingung

 

“ young ni sangat menyukainya. Apa kamu tidak mau?’

 

“ania… aku akan mencobanya. Kalau oennie menyukainya, aku pasti suka.” Yoen ni tersenyum. “ tolong manggoberry soda juga” katanya pada  pelayan

 

“ania… jangan manggoberry soda. Kamu sedang kurang enak badan kan? manggoberry juice dan  cappuccino!”

 

“mohon ditunggu sebentar” kata pelayan

 

“gomawo oppa!”

 

“ara” jong melihat ke arah luar restaurant.

 

Restaurant ini memang  mendesain tempatnya dengan kaca super besar di bagian depat restaurant. Jadi hampir separuh restaurant ini menggunakan kaca sebagai dindingnya. Yoen ni sedang asik mengutak- atik ponselnya.

 

“  wah… sudah tanggal 3 oktober!” katanya.

 

“ne..” jawab jong won datar.  Tatapannya masih ke luar restaurant.

 

Yoen ni penasaran dengan yang dilihat jong won. “ baju pengantin di butik seberang bagus sekali, yeppo”

 

“hahhh…” jong won menghela napas.

 

“emmm… tunggu!” yoen ni berpikir sejenak. “ahhh… hari ini kan?”

 

“ne… seharusnya hari ini pernikahanku dan young ni.”

 

“mianhae oppa…”

 

“ini bukan salahmu” kata  jong won lesu. “ini semua salahku”

 

“ania oppa… oppa jangan bilang begitu. Emmm…. Oppa mau mengantarku ke suatu tempat setelah ini?”

 

“kemana?”

 

“ikut saja… oke? Aku janji akan membuat oppa tersenyum lagi. Senyum yah?” yoen ni tersenyum

 

@@@

 

Jong won merebahkan dirinya di kasur putih miliknya. Segala rasa penatnya seketika hilang, yang ada di otaknya hanya wajah young ni atau yoen ni (?). Jong won mengambil foto young ni yang ia simpan didalam laci. Ia menatapnya lekat-lekat, timbul rasa bersalah itu lagi dihati jong won.

 

“young ni-a… mianhae! Oppa sedang kacau sekarang. Oppa melihat dirimu didalam diri yoen ni, apakah oppa salah? Kenapa kamu mengirim yoen ni pada oppa, apa karena sebenarnya yoen ni adalah kamu? Jawab oppa young  ni-a! oppa tidak mau melupakanmu. Oppa ingin terus mncintaimu. Salahkah oppa jika oppa mencintaimu melalui yoen ni?”

 

@@@

 

“oemma…” teriak yoen ni sambil berlari kecil menuju oemmanya yang sedang menyiram bunga.

 

“ada apa? Kelihatannya senang sekali?”

 

“urie chingu mau datang hari ini. Bolehkan oemma?”

 

“boleh! Yoeja atau namja?”

 

“namja…  tidak boleh?”

 

“boleh…” oemma tersenyum. “belakangan ini oemma sering melihatmu dengan jong won. Apa kalian pacaran?”

 

“ania…  mana  mungkin aku pacaran dengan tunangan  eonnie. Oemma jangan aneh-aneh.”

 

“oemma  tidak keberatan kamu bersama jong won. Young ni  juga pasti mengizinkan. Jong won namja yang baik. Oemma lihat dia sangat perhatian padamu”

 

“shiroe… aku tidak akan menghianati eonnie.”

 

“ tetapi bagaimana kalau young ni mengizinkan”

 

“tidak mungkin… eonnie sangat mencintai oppa, eonnie tidak akan melepaskan oppa untuk siapapun.” Yoen ni mulai tidak sabaran.

 

“bagaimana kalau…” oemma senang menggoda. “ bagaimana kalau jong won mencintaimu?”

 

“oemma…. Aku dan eonnie berbeda.  oppa hanya mencintai eonnie. Itu tidak akan berubah. Sudah deh oemma, jangan berpikir yang aneh-aneh”

 

“arayoe…mianhae. Tetapi oemma akan senang melihatmu bisa bersama jong won.”

 

“aishhh…” yoen ni meninggalkan oemmanya. Ia tidak mau mendengar kata-kata itu lagi.

 

@@@

 

Yoen ni sedang santai di beranda rumah. Sore ini temannya berjanji akan datang. Sudah lama ia tidak bertemu dengannya. Sambil menunggu yoen ni kembali membuka album foto mini milik young ni. Ia membuka sembarang album itu. Ia menemukan halaman dengan fotonya yang sedang sakit. Ia ingat foto itu diambil 1 tahun yang lalu. Saat ia  pertama kali dirawat dirumah sakit. Disebelahnya ada foto young ni dengan kompresan dikepalanya.

 

My lovely sister… T.T

Mianhae eonni tidak bisa menjengukmu. Oennie juga sedang demam. Sepertinya apa yang kamu rasaka, eonnie juga merasaknnya. Apa ini namanya ikatan batin anak kembar? tetapi, seandainya eonnie meninggal lebih dulu, kamu jangan ikut ya? tolong jaga oemma, appa dan jong won oppa. Tolong gantikan posisi eonnie disamping jong won oppa. Eonnie kok ngomong ngelantur ya? Heheheh ^.^ bercanda… kita akan hidup bersama selamanya.

 

Pyong…cepat sembuh

 

“eonnie babo… maksudnya apa berbicara seperti itu? Ia seperti tahu saja kalau ia akan meninggalkanku lebih dulu. Tuh kan…akibatnya sekarang benar terjadi” yeon ni kesal sendiri.

 

“what wrong?” suara namja mengagetkanku.

 

“omo… kris oppa?” aku memeluk kris

 

“How are you? Are you yoen ni? You look so different.” Kris melihat kearah yoen ni teliti

 

“andwae… oppa ini aneh. Aku tidak mengerti  oppa berbicara apa. Jadi hentikan!”

 

“hahahaha….mianhae! lumayan  susah menemukan  rumahmu. Oppa kaget ketika tahu kamu sudah tidak tinggal dengan ajushi”

 

“oemma lebih membutuhkanku… kaja!” yoen ni menarik tangan kris dan mengajaknya masuk ke rumah. “oemma..”

 

“ne…”

 

“oemma… ini kris oppa! Dia ini bodyguardku” yoen ni tertawa kecil.

 

“annyeong haseyo ajumma!” kris memberi salam

 

“ah…ne!”

 

@@@

 

“oppa mau kemana? Aku siap mengantar!”

 

“kemana saja, oppa menurut!” kris mengacak-acak rambut yoen ni

 

“ihhh…oppa!”

 

Mereka berdua bercanda dihalte  bis sambil menunggu bis datang. Dikejauhan jong won melihat mereka berdua. Ia memelankan mobilnya dan memarkirkannya tidak jauh dari halte bis

 

“yoen  ni-a” panggilnya sedikit berteriak. ia turun dari mobil.

 

“siapa  itu?” tanya kris

 

“mana?” yoen ni  melihat ke arah yang ditunjuk kris. “ooo…. Oppa!” yoen ni melambaikan tangannya.

 

“annyeong haseyo…” kris memberi salam

 

“ne…” jong won mengabaikan kris. “yoen ni-a, mau kemana? Oppa baru saja mau ke rumahmu”

 

“ aku mau jalan-jalan dengan kris oppa. Oh iya, perkenalkan ini kris  oppa.”

 

“kim jong won imnida”

 

“kris imnida” kris menoleh ke arah yoen ni.

 

“jong won oppa adalah tunangan eonnie!” yoen ni menjelasakan

 

“aaaah…ara!” kris tersenyum

 

“emmm… bagaimana kalau kalian aku antar. Aku juga berniat mengajak yoen ni jalan-jalan. Kebetulan sekali kan?

 

“chinca oppa? Kaja” yoen ni menggandeng kris.

 

Raut wajah jong won berubah. Ia kesal melihat yoen ni akrab dengan kris. Yoen ni dan kris duduk dikursi belakang. Yoen ni menolak untuk duduk disamping jong won. Jong won hanya bisa menerima, walaupun hatinya sangat kesal. Kenapa ia  seperti supir saja?

 

Setelah sekian jam berjalan-jalan, mereka memutuskan untuk memasuki café ice cream. Jong won masih saja kesal. Sedari tadi ia diacuhkan oleh yoen ni. Yoen ni tidak pernah melepaskan gandengan tangannya dari lengan kris. Kris juga memperlakukan yoen ni dengan sangat istimewa.

 

“ oppa….coba yang ini.” Yoen ni menyuapi kris dengan satu sendok penuh ice cream coklat. “otthe?”

 

“tidak enak… coba yang ini” kris melakukan hal yang sama.

 

“tidak enak juga” mereka berdua tertawa dengan lelucon garing mereka.

 

Jong won hanya diam melipat tangan didada. Yoen ni tidak menganggapnya ada. Pemandangan didepan matanya sekarang membuatnya gerah. Ia memang berbeda dengan kris. Kris terlihat tampan dengan kemeja coklat dan jeans. Sedangkan ia menggunakan setelan jas hitam dengan kemeja berwarna biru tua. Ia mau jalan-jalan apa ke kantor?

 

“ oppa tidak mau coba?” tanya yoen ni kepada  jong won.

 

“ania…gomawo”

 

“ayolah oppa… enak tahu.”

 

“shiroe”

 

“ih oppa… dimana-mana kalau ke café ice cream itu untuk makan ice cream bukanya minum kopi” yoen ni melirik ke gelas kecil moccacino di depan jong won

 

“baiklah…” setelah berpikir panjang jong won mengiyakan.

 

“ini…” yoen ni memberikan mangkuk ice creamnya.

 

Jong won menatap bingung. “nde?”

 

“ini…silahkan dicoba”

 

“baiklah!” jong won nampak kecewa. Ia berharap yoen ni akan menyuapinya seperti kris.

 

@@@

 

“yahhh…oppa harus kembali sekarang juga?” rengek yoen ni pada kris

 

“mianhae… I must go right now!”

 

“ania oppa… aku masih kangen sama oppa”

 

Jong won mengomel dalam hati melihat adegan perpisahan romantic didepannya. “biarkan saja dia balik!” gumamnya dengan suara kecil, sangat kecil.

 

“sorry, I will missing you! Oppa janji akan kembali lagi”

 

“baiklah…” yoen ni mengalah. Ia memeluk kris erat. “oppa janji ya?”

 

“ne…”

 

“yoen ni-ah… sudahlah, kris mau pulang. Jangan lama-lama meluk deh, nanti kris malah ketinggalan pesawat” kata jong won jutek.

 

“morago?” yoen ni menangkap maksud lain dari perkataan jong won.

 

“he is jealous! I think he like you.”

 

“oppa sok tahu”

 

“Really… look at his eyes. He wants to eat me. Do you like him?”

 

“ania…” yoen ni meminta kris menunduk. “dia tunangannya eonnie” bisikku

 

“ooo… but your sister die”

 

“sudah deh oppa…pulang dah sana! Pesawatnya ninggalin tuh!”

 

“arayoe… kamu ini masih suka ngambek.” Kris mencium kening yoen ni. “good bye”

 

“annyeong!” yoen ni melambaikan tangan hingga kris tidak terlihat lagi.

 

Jong won menarik tangan yoen ni.  Yoen ni yang kaget hanya melongo.

 

“oppa… pelan-pelan”

 

“kaja pulang!” nada suaranya masih jutek

 

“ara…”

 

Yoen ni duduk di samping jong won. Jong won masih saja cemberut. Yoen ni yang tidak mengerti  juga acuh tak acuh. Setelah sekian lama diam, jong won angkat bicara.

 

“kamu dekat dengan kris”

 

“ne… sangat dekat!”

 

“apa hubunganmu dengan dia?”

 

“kris oppa adalah angel-ku!” jawab yoen ni santai

 

“kalian ngomongin apa saja tadi? Gaya sekali bahasa inggris.”

 

“mianhae… tidak penting kok!  Kris oppa memang sudah lama tinggal di Canada. Jadi sedikit susah berbicara bahasa korea. Lagian dia asli china”

 

“terus apa maksudnya dia mencium keningmu? Malu tahu dilihatin orang” jong won terdengar makin jutek

 

“weo? Salah memangnya?”

 

“jelas salah…  oppa mengerti kalian pacaran. Tetapi lihat-lihat dong”

 

Tawa yoen ni langsung meledak. “oppa… ania! Aku tidak pacaran dengan kris oppa. Dia sepupuku, dia sudah kakak kandungku. Oppa aneh sekali”

 

“mwo?” pipi jong won berubah merah. “jadi kris sepupumu? Emmmmm…mianhae”

 

“oppa kenapa juga harus marah? Kan cuma nyium kening” kata yoen ni polos.

 

“hanya saja….emmmm…hanya saja…” jong wob melirik ke arah yoen ni

 

“apa oppa?” yoen ni menekan

 

“ania…ania… jangan dibahas lagi”

 

Yoen ni tertawa kecil. “oppa aneh! Tapi…gomawo sudah mau mengantar kita jalan-jalan”

 

@@@

 

“ehem…ehem…” oemma membuyarkan lamunan yoen ni

 

“oemma?” yoen ni segera menyembunyikan sesuatu

 

“kenapa senyum-senyum sendiri? Sejak 2 hari lalu senyum terus.”

 

“ania oemma…tidak ada apa-apa” yoen ni berbohong

 

Oemma mencubit pipi yoen ni. “jangan bohong… oemma tahu kamu bohong. Kamu sedang jatuh cinta kan?”

 

“ania…”

 

“sama jong won kan?”

 

“nde?” yoen ni kaget mendengar kata-kata oemma

 

“oemma mendukung kok… young ni pasti senang”

 

“oemma…” rengek yoen ni manja. “ aku tidak sedang jatuh cinta….oemma”

 

“sudahlah… jong won ada dibwah tuh!” kata oemma sambil berlalu dari kamar yoen ni

 

“mwo?”

 

Yoen ni lupa kalau ia ada janji dengan jong won untuk makan malam. Ia segera berlari ke arah lemari. Mengubrak-abrik isi lemari, mencoba satu persatu bajunya. Tetapi tidak ada yang terlihat bagus dan cocok untuk ia kenakan. Yoen ni uring-uringan dikamar. Tiba-tiba terlintas dibenaknya untuk menggunakan baju milik young ni.

 

“eonnie… aku pinjam bajunya ya?”

 

Ia kembali mencoba satu persatu baju young ni. Semuanya tampak bagus dan cocok untuknya. Ia akhirnya memutuskan menggunakan salah satu diantara baju-baju itu.

 

@@@

 

Jong won membukaan pintu mobil untuk yoen ni. Yoen ni turun dengan perlahan. Ia terlihat sangat cantik malam ini dengan dress biru langit milik young ni. Ia juga pandai merias diri, walalupun sedikit dibantu oleh oemma.

 

“tumben sekali kamu berdandan kalau aku ajak makan malam?” tanya jong won setelah mempersilahkannya duduk.

 

“oppa tida suka? Hehe mianhae… tidak cocok ya? Oemma yang memaksa… lagian ini punya eonnie. Aku cuma pinjam” pipi yoen ni memerah.

 

“kamu demam?” jong won memegang kedua pipi yoen ni.

 

Yoen ni hanya bengong. “ oppa…”

 

“pipimu semakin merah..” jong won mendekatkan wajahnya pada  yoen ni. “kwaenchana?” tangan jong won berpindah ke kening yoen ni.

 

“ania oppa! Kwaenchana” yoen ni segera memalingkan wajahnya

 

“ah…mianhae!”

 

Pelayang datang dengan daftar menu. “silahkan, tuan kim!”

 

“tolong makanan biasa ya?” kata jong won

 

“baiklah” pelayan pergi.

 

Yoen ni masih termenung. Ia mengatur napasnya dan mencoba tenang. “oppa sering makan disini?”

 

“ne…ini restaurant favorite young ni. Aku rasa kamu juga akan suka.”

 

“oh… aku rasa aku mulai suka” senyum yoen  ni seperti terpaksa.

 

Beberapa menit kemudian, pelayan datang. “silahkan..” kata pelayan

 

“gomawo!” jawab jong won.

 

“ini apa?” tanya yoen ni melihat makanan didepannya

 

“kamu tidak suka? Oh….mianhae. young ni biasanya memesan itu… jadi aku kira kamu akan suka”

 

“oh…. Aku suka kok oppa!” bohongnya

 

“baguslah kalau begitu. Aku senang kamu menyukai apa yang young ni suka”

 

“ne…” yoen ni tersenyum lirih.

 

@@@

 

Yoen ni uring-uringan di kamar. Ia kesal karena acara makan malam tadi. Jong won selalu menyamainya dengan young ni. Padahal sebenarnya mereka berbeda. yoen ni memang sempat mencoba apa yang disukai young ni, itu pun hanya untuk mengenal lebih dekat dengan young ni. Tetapi kenapa jong won seperti berusaha untuk merubahnya menjadi young ni.

 

“oennie” kata yoen ni pada foto young ni. “ jujur… aku mulai menyukai jong won oppa. Dia orang yang baik, perhatian, dewasa dan memang sedikit aneh persis seperti yang eonnie ceritakan. Tetapi aku merasa oppa melihatku sebagai eonnie, bukan diriku. Aku tidak berharap oppa akan memiliki perasaan yang sama denganku. Karena aku tahu, oppa sangat mencintai eonnie. Oennie…mainhae karena aku  memiliki perasaan pada oppa. Mianhae… kalau eonnie tidak setuju, aku harap oennie bisa memjauhkan oppa dariku”

 

@@@

 

Semakin hari jong won semakin perhatian pada yoen ni. Yoen ni menyukai itu, hanya saja ada rasa kecewa. Jong won memperlakukan yoen ni seperti young ni. Yoen ni penasaran, apakah perhatian jong won selama ini padanya hanya karena ia adalah saudara kembar young ni? Atau karena jong won mencintainya?

 

“oppa…” panggil yoen ni.

 

“’nde?”

 

“kenapa oppa membawa aku kesini?”

 

Mereka berdua sedang berada dipinggir sungai Han.

 

“ada sesuatu yang ingin oppa katakana padamu”

 

“ apa?” kata yoen ni polos.

 

Jong won memeluknya erat. “saranghae”

 

“mwo?” yoen ni kaget. Ia pasrah saja dipeluk jong won tanpa balas memeluk.

 

“saranghamnida, yoen ni-ah.”

 

“tetapi kenapa oppa?” yoen ni melepaskan pelukan jong won pelan.

 

“ apakah harus ada alasan untuk mencintai seseorang?”

 

“memang tidak… tetapi aku butuh.”

 

“aku mencintaimu karena hatiku menginginkannya. Kamu hadir setelah young ni pergi, dan aku sangat bersyukur. Aku bersyukur bisa mencintaimu”

 

Yoen ni meneteskan air mata. “ oppa mencintaiku karena oennie? Karena aku adalah saudara kembar oennie?”

 

“ania…bukan begitu” jong won bingung.

 

“ aku tahu oppa, aku merasakannya. Setiap tatapan oppa padaku hanya untuk eonnie. Perhatian oppa untukku ditujuan untuk oennie. Dimata oppa, aku adalah choi young ni bukan choi yoen ni. Cinta oppa untuk oennie dan oppa melampiaskannya padaku.”

 

“ania yoen ni-ah… dengarkan oppa!”

 

Yoen ni mengusap airmatanya. “ mianhae oppa… aku  tidak mencintai oppa. Aku melihat oppa sebagai calon suami oennie. Tidak lebih.”

 

“jangan berbohong padaku…oppa tahu kamu berbohong”

 

“apa yang oppa tahu tentang aku?” tangis yoen ni meledak. “selama ini oppa hanya mengajarkan aku untuk menjadi oennie. Aku berbeda dengan oennie. Tidak semua hal yang oennie suka, aku juga akan menyukainya.”

 

“mianhae… aku mencintaimu bukan karena kamu kembaran young ni” jong won mencoba menenangkan yoen ni.

 

“lepas kan oppa!” yoen ni menjauhkan diirnya dari jong won. “ oppa tahu, aku benci berada dipinggir sungai sedangkan oennie menyukainya. Disungai ini pertama kali oppa menyatakan cinta pada oennie.” Yoen ni tertawa mengejek. “terus sekarang, oppa melakukannya padaku. oppa, aku tidak bodoh”

 

“baik…oppa tahu oppa salah. Oppa berjanji akan melihatmu sebagai yoen ni bukan young ni. Tetapi oppa benar-benar mencintaimu”

 

“mianhae oppa… tetapi aku tidak” yoen ni pergi meninggalkan jong won yang berdiri terpaku.

 

@@@

 

Yoen ni berjalan gontai meninggalkan jong won. Entah kenapa  peristiwa yang terjadi pada young ni dan  jong won terulang padanya. Udara cukup dingin, dan yoen ni tidak menggunakan jaket. Ia berjalan sambil menggosokkan tangannya satu sama lain. Ia mencoba tenang, jangan sampai ia menangis. Ia terus berjalan tidak tentu arah. Lebih tepatnya ia tersesat. Ia tidak bisa menemukan halte bis.

 

“ah… itu halte bisnya!” yoen ni melihat  halte bis diseberang jalan.

 

Yoen ni melihat ke kiri dan ke kanan memastikan keadaan sepi untuk menyebrang. Tempat penyebrangan terlalu jauh. Ia malas harus menyembrang ke sana. Setelah memastikan semuanya aman ia menyebrang. Ketika baru separuh menyebrang. Sebuah mobil dengan kecepat penuh menuju ke arahnya. Yoen ni segera berlari, sebelum ia tertabrak.

 

#tinitinnnn# orang yang mengemudi itu mengumpat kesal. Yoen ni hanya bisa mengelus dada. Yoen ni duduk menunggu bis. Ia melihat sekeliling untuk mengurangi bosa.  Tepat di tempatnya menyebrang tadi, ia melihat sebuah benda  yang berkilau.

 

“itu kan?” Yoen ni menyadari kalau jepitan rambut milik young ni yang ia pinjam terjatuh. “omo… itu jepitan rambut favorite eonnie”

 

Sekali lagi yoen ni melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada kendaraan seperti tadi. Di kejauhan ia melihat sebuah mobil. Mobil itu tepat mengarah pada jepitan rambut itu. Yoen ni panik, jangan sampai mobil itu menggilas jepitan itu. Yoen ni segera berlari menyelamatkan jepitan rambut itu.

 

#tinnnn…tin…tin…tinnn# mobil itu  memberi isyarat untuk yoen ni agar menyingkir. Yoen ni tidak bisa menemukan jepitan rambut itu. Kenapa ketika dicari lebih dekat malah tidak terlihat?

 

“yoen ni-ah… menepi” teriak jong won yang baru berhasil menemukan yoen ni

 

Mobil yang berkecepatan tinggi itu berusaha untuk mengerem, tetapi gagal. Yoen ni tertabrak, dan tidak sadarkan diri. Pemilik mobil segera membantu yoen ni dan membawanya ke rumah sakit.

 

“ajushi… aku mengenalnya. Aku ikut” kata jong won terengah-engah

 

@@@

 

Jong won berjalan pasti menuju kamar tempat yoen ni dirawat. Satu bucket bunga mawar berada di genggaman tangannya. Senyum jong won merekah.

 

“yoen ni-a” panggilnya sambil membuak pintu. “yoen ni?” ia tidak menemukan siapapun di kamar kecuali perawat yang sedang membereskan kamar.

 

“miannata…” kata perawat

 

“pasien  yang ada disini kemana?”

 

“ nona choi sudah pulang tadi pagi.”

 

“mwo? Gomawo!” yoen ni segera berlari menuju basemen rumah sakit.

 

30 menit kemudian ia sampai dirumah yoen ni. Tanpa mengulur waktu ia segera masuk ke dalam rumah.

 

“ommoni!” panggilnya.

 

“oh… jong won!” oemma yoen ni kaget.

 

“yoen ni mana?” jong won  melihat di sekeliling rumah.

 

Oemma yoen ni bingung harus menjelaskan seperti apa. “mianhae… appa yoen  ni datang menjemptnya untuk dibawa ke Canada”

 

“ke Canada?”

 

“ne… kris merekomendasikan yoen ni untuk dirawat disana demi kesembuhan kakinya. Kamu tahu sendiri kana pa akibat kecelakaan tersebut?’

 

“ah…ne”

 

Sejak kecelakaan itu yoen ni selalu berada dirumah sakit untuk menjalani perawatan. Akibat kecelakaan itu, kedua kaki yoen ni tidak bisa berfungsi lagi.

 

“kapan yoen ni akan  kembali?” tanya jong won lesu

 

“ommoni tidak tahu. sebenarnya ommoni juga akan menyusul ke sana. Tetapi ommoni harus menyelesaikan semua urusan dulu disini”

 

“jadi… bisa saja  yoen ni dan ommoni akan menetap disana?”

 

“ommoni tidak tahu… mungkin bisa seperti itu. Kaki yoen ni tidak bisa disembuhkan dengan cepat”

 

Jong won melihat ke arah jam. “ pesawat yoen ni berangkat jam berapa?”

 

“jam 9 pagi katanya…”

 

“aku permisi ommoni!”

 

@@@

 

Yoen ni hanya bisa duduk dikursi roda. Appanya sedang mengurus untuk persiapan keberangkatnnya. Kris berdiri dibelakangnya.

 

“kamu kenapa melamun?” tanya kris

 

“ania oppa… aku hanya capek”

 

“jong won tidak datang? Apa kamu tidak memberi tahunya?”

 

“ania… ia tidak perlu tahu” kata yoen ni lesu.

 

Kris berpindah ke hadapan yoen ni dan berlutut agar bisa melihat yoen ni jelas. “ lihat mata oppa… apa kamu mencintainya?”

 

“ania…” yoen ni masih tertunduk

 

“lihat oppa”

 

“ jong won oppa hanya mencinta eonnie… aku tidak pantas mencintainya.”

 

“baiklah” kris menyentil kening yoen ni. “  oppa harap ini pilihan terbaikmu”

 

Appa yoen ni datang dengan tiket dan passport mereka. “kaja… kta harus masuk sekarang”

 

“kaja oppa!”

 

Kris mendorong kursi roda yoen ni pelan memasuki ruang tunggu penumpang.

 

@@@

 

Jong won berlari sekuat tenaga untuk mencapai lobby bandara. Sebuah pesawat terbang baru saja lepas landas. Jong won berharap itu bukan pesawat yang ditumpangi yoen ni. Jong won mencoba dapat kepastian dengan melihat notification board.

 

“Canada… Canada” jong won mencoba menemukan jadwal penerbangan. “ take off?” jong won sangat kecewa.

 

Ia belum sempat menjelaskan semuanya pada yoen ni. Ia belum bisa menunjukkan kalau ia mencintai yoen ni karena ia melihat yoen ni sebagain yoen ni bukan young ni.  Jong won menyalahkan dirinya sendiri. Ini untuk kedua kalinya ia menyakiti seseorang.

 

~THE END~

 

Bagaimana? Bagusnya dibuatin sekuel gag? Ato cukup sampai disini? Minta saran ya?

 

13 thoughts on “[Freelance – Oneshoot] Don’t Love Me Likes That

  1. SEQUEL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    SEQUEL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    SEQUEL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    *maaf baru comment langsung ngerusuh..*
    *bungkuk beberapa kali*
    Thor.. Maaf ya ngerusuh :b sama setelah baca ff-ff author baru sekarang muncul.. Gk tau harus comment apa soalnya.. >//<
    Mian!!! :"(
    Btw, tolong sequelnya ya thor.. ^^
    FIGHTING!! (:

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s