[Freelance – Chapter] It’s Okay Chap 2

Title:

It’s Okay Chap 2 : Chap 1

Length:

Ficlet

Rating:

T (Teenager)

Genre:

Romance

Author:

Nadiah Herzegovina Natakusumah / @nadhervinaa

Cast:

–          Kim Heechul

–          Jung Yong Hwa

–          Cho Kyu Hyun

–          Seo Joo Hyun

–          Kim Taeyeon

–          Park Jung Soo

–          Kim Hyoyeon, etc.

Author Note:

Fanfict ini pernah dipost di facebook pribadi dan di salah satu fanpage yang masih mencoba untuk eksis di dunia maya. Selamat menikmati ^^

 

“Aku hanya… tidak mengerti cinta”

***

-Seohyun POV

Aku kaget ketika mendengar pertanyaan Yonghwa. Aku tidak mengerti apa maksudnya. Aku tidak tau harus menjawab  apa. Sejujurnya aku tidak pernah menyukai satu orangpun. Aku pun tidak bisa membedakan antara suka dan cinta. Apa bedanya? Apa yang membedakan? Aku tidak mengerti. Ingin menjawab, tapi ketika melihat Taeyeon dan Heechul. Dia hanya terperangah dan terdiam. Untungnya Heechul membalikkan pertanyaan. Aku lega. Setidaknya suasana tidak kembali sepi dan canggung.

“Aniya. Kenapa kau tidak menjawabnya sebelum kami? Apa kau punya pacar? Apa kau menyukai seseorang?” Tanya Heechul.

“Baiklah. Aku memang sedang menyukai seseorang” jawab Yonghwa datar.

“Lalu apa maksudmu menanyakan hal itu pada kami? Kau bisa kan langsung bercerita kalau kau sedang jatuh cinta?” Tanya Taeyeon. Aku mengerti. Sepertinya dia tidak begitu nyaman dengan pertanyaan Taeyeon.

“Aku hanya ingin menanyakan suatu hal yang lebih detail” kata Yonghwa datar.

“Katakan saja. Tidak perlu berbelit Jung Yong Hwa” ketus Taeyeon.

“Apa kalian akan bertengkar apabila menyukai satu orang yang sama? Apa persahabatan ini akan berakhir apabila kalian menyukai satu orang yang sama? Apa persahabatan ini akan hancur?” Tanya Yonghwa dengan menundukkan kepalanya. Aku sungguh tidak mengerti apa maksudnya.

“Apa kau lupa Yonghwa-ssi? Apa kau sudah bodoh sekarang? Kita sudah berjanji tidak akan berpisah bukan? Apapun yang terjadi. Mungkin kita akan bertengkar tapi tidak akan berakhir. Kita sudah berjanji Yonghwa-ssi!” jawab Heechul dengan nada tingginya. Wae? Kenapa pertanyaan itu bisa memicu emosi seperti itu? Aku tidak mengerti cinta…

***

Pagi ini aku resmi menjadi mahasiswi di Seoul National University of Arts. Bahagia? Pasti. Aku sangat bahagia. Bukan hanya karena berkumpul dengan sahabat-sahabatku. Tapi juga karena aku sangat suka menyanyi. Menyanyi bagaikan nafas bagiku.

“Annyeong!”

“Annyeong Heechul~” jawabku ramah.

“Bagaimana dengan hari pertamamu? Semoga lancar ya” tanyanya yang menurutku mungkin itu hanya basa-basi saja.

“Ne. Semoga. Kau juga, Heechul. Semoga lancar” balasku.

“Bagaimana dengan pertanyaan Yonghwa saat di café itu menurutmu?” Tanya Heechul. Padahal itu sudah 2 hari yang lalu. Tapi sepertinya mereka masih tidak nyaman dengan pertanyaan yang dilontarkan Yonghwa pada saat itu.

“Gwenchana, Heechul-ssi. Aku tidak keberatan dengan pertanyaannya. Wae? Kenapa harus marah dan terpancing emosi? Jujur saja aku tidak mengerti kenapa kau dan Taeyeon begitu emosi mendengarnya? Kita kan sahabat. Wajar jika kita curhat satu sama lain” jawabku santai. Meskipun aku takut, Heechul adalah orang yang terkenal mudah terpancing emosi. Ya, kupikir aku telah mengutarakannya dengan hati-hati.

Mendengar penjelasanku, Heechul terdiam sesaat, menolehku dan berkata,

“Aku hanya tidak ingin persahabatan kita pecah hanya karena satu pertanyaan bodoh” tegas Heechul dan setelah itu pergi dengan cepat. Tanpaku. Dia meninggalkanku.

Kupikir aku bisa menjadi penengah bagi mereka. Lebih baik menjadi netral daripada mengikuti mereka. Langkah kakiku terus saja tertuju pada kelas baruku. Kau tau? Ada satu hal oh bukan. Tapi seseorang yang menarik perhatianku. Dia tidak tampan, hanya saja aku senang melihat raut mukanya yang tenang. Mungkin lebih tepatnya dingin. Karena lihat saja, tidak ada seorang pun yang berada di dekatnya. Hanya PSP putih yang berada di dekatnya.

Ya, aku juga tahu. Seperti Yonghwa, game tidak bisa begitu saja bisa mengalihkan pandangan. Game membuat semua orang yang memainkannya susah untuk mengalihkan pandangannya. Tapi tetap saja lebih mending Yonghwa dibanding orang itu. Setidaknya, Yonghwa masih menyapaku ketika dia tahu aku datang. Dia? Siapapun yang datang tidak ada yang bisa menarik perhatiannya. Bangku sebelahnya pun juga kosong. Aku sudah mengedarkan pandanganku dan tidak ada satupun bangku yang kosong. Sepertinya di hari pertama aku sekolah, aku bisa dibilang terlambat. Yasudahlah, mau bagaimana lagi? Aku harus duduk di sebelah dia. Berharap dia tidak memperhatikanku sama sekali.

***

“Ring… Ring…”

Akhirnya bel berbunyi dan pelajarannya selesai. Aku merasa lega karena pria disampingku ini tidak menyapaku sama sekali meskipun aku berada di sampingnya. Aku langkahkan kakiku, beranjak dari kursiku. Hanya 6 langkah, suara itu menghentikan langkahku…

“Hey!” serunya. Refleks aku membalikkan badanku. Mataku tertuju… bukan mataku kaget ketika menangkap seorang maniak game yang melihatku dengan mata dingin. Aku yakin kalian tahu. Dialah yang berteriak tadi. Aku pikir hari ini sudah ‘selesai’ tanpa dia. Tapi nyatanya? Tidak.

“Ya? Apa maumu?” tanyaku berusaha bersikap normal. Tidak kusangka dia beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekatiku.

“Kau Seo Joo Hyun kan?” tanyanya.

“Bagaimana kau tahu?” tanyaku tetap berusaha bersikap normal menutupi rasa kagetku.

“Jangan meremehkan aku, babo. Aku tahu. Aku pasti tahu” jawabnya dengan memukul keningku dengan jari tengahnya.

“Hey! Siapa kau ini? Aku saja tidak mengenalmu~” tanyaku sambil memegang keningku yang sebenarnya tidak terasa sakit.

“Cho Kyuhyun. Aku Cho Kyuhyun” jawabnya dan pergi begitu saja. Aku tidak mengerti apa maunya. Aku tidak mengerti maksudnya. Untung saja handphone-ku berdering. Telepon dari Taeyeon. Dia menanyakan apakah kuliahku sudah selesai atau belum. Lalu dia mengajakku bertemu di kantin setelah dia tahu kuliahku sudah selesai.

***

“Kau tahu kenapa aku merasa emosi ketika Yonghwa menanyakan hal itu?” Tanya Taeyeon sambil mengaduk-aduk milkshake ice cream strawberry-nya.

“Hmm. Aniya. Wae?” tanyaku datar.

“Aku merasa… hanya merasa…” jawabnya pelan.

“Wae Taeyeon-ssi?” tanyaku berharap dia menjawab dengan cepat setelah ini.

“Aku merasa Yonghwa seperti menuduh salah satu dari kita menyukai sahabatnya. Padahal…”

“Jika kau tidak merasa menyukai salah satu diantara Yonghwa dan Heechul. Kau tidak seharusnya emosi seperti itu” kataku.

“Ne. Aku mengerti Seohyun. Tapi aku memang menyukainya…”

“Mwo? Siapa? Siapa yang kau sukai?” tanyaku. Jujur saja aku agak kaget mendengarnya.

“Aku menyukai Yonghwa. Jung Yonghwa. Aku takut dia seperti itu karena… ah kau tidak mengerti perasaanku Seohyun” jelasnya dan aku? Hanya bisa terdiam dan kehabisan kata-kata. Sesak. Kau tahu? Rasanya sakit…

***

“Halo? Yonghwa? Ini aku Seohyun” sapaku. Aku menelponnya malam ini. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba saja jari-jari ini mencari nama Jung Yonghwa di contact dan menghubunginya.

“Ne. Ada apa Seohyun?” tanyanya ramah. Aku bisa mendengar nada yang lebih ceria.

“Hmm. Aku hanya ingin tahu. Siapa yang kau maksud? Ah maksudku. Kau bilang kemarin kau menyukai seseorang. Kalau boleh aku tahu. Siapa dia?” tanyaku. Lalu, kenapa hatiku…

“Ah! Akhirnya ada yang menanyakan padaku. Aku ingin cerita ini sudah lama sekali. Kau tahu? Ketika aku melihat pengumuman denganmu dan masuk ke keramaian untuk melihat hasilnya, aku bertemu dengan gadis manis sekali. Sejak saat itu aku rasa aku menyukainya dan menanyakannya pada kalian. Tapi tidak ku sangka responnya seperti itu…” jelasnya dengan nada yang berubah-ubah. Dari senang sekali lalu menjadi seperti menyesal.

“Gwenchana, Yonghwa. Tidak apa-apa. Mereka hanya sedang tidak bisa berpikir jernih saat itu. Lalu? Kau bertemu dengannya tadi?” tanyaku. Aku memaksakan diri untuk tahu. Entah kenapa…

“Ya! Aku bertemu dengannya. Dia sekelas denganku. Bayangkan betapa bahagianya aku. Lalu aku memberanikan diri bertanya siapa namanya. Dan kau tahu siapa namanya? Namanya Kim Hyoyeon. Nama yang indah kan?” Tanyanya dengan nada yang ceria sekali.

Deg! Wae? Ada apa denganku? Ah, tidak…

“Wah~ chukkae. Semoga kau bisa mendapatkannya Yonghwa. Ah iya aku baru ingat. Aku ada sesuatu yang harus ku kerjakan. Sudah dulu ya, Yonghwa. Bye~” kataku dengan lagi-lagi berusaha tenang.

Ku hempaskan tubuhku di kasur tempat tidurku. Ditemani bintang-bintang yang terbuat dari kertas yang digantung di langit-langit kamarku… air mataku jatuh mengalir tanpa ku ketahui sebabnya.

***

7 thoughts on “[Freelance – Chapter] It’s Okay Chap 2

  1. author ku mohon jgn sad ending buat yongseo buat mrka bersma dan jgn buat pershbtan merka hancur….
    next dong thor

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s