[Freelance – Oneshoot] Just The Way You Are

 

Title : Just The Way You Are

Length : Oneshoot

Rating : G

Genre : Romance/AU

Author : ChristineLie

Cast :

Lee Seok Hoon (SG Wannabe)

Kim Joo Ri (Miss Korea 2009)

Key (SHINee)

Disclaimers : The casts of this story is not mine but the story is original by me. So , please don’t claim this story is yours

Note :

Annyeonghaseo , aku author baru disini. Gomaweo buat admin @SeiraAiren yang udah bersedia aku Tanya-tanya via twitter hehe.

Ga mau banyak bacot , happy reading and please leave comments ya ^^ kritik , saran , permintaan sequel dll sangat diterima.

Maaf kalo banyak typo :)

 

STORY’s START

 

Joo Ri menapakkan kakinya di Incheon International Airport.

Ia menatap ke sekelilingnya dan menemukan sosok yang dicarinya disana.

“Key-ah !” teriaknya pada seorang namja blonde yang baru saja memasukkan ponselnya ke saku celananya.

Namja bernama Key itu menoleh dan tersenyum lebar melihat Kim Joo Ri berlari dan langsung memeluknya.

“Noona ! Bagaimana kabarmu ?”tanya Key sambil membalas memeluk noona-nya.

“kau bertambah keren Key.. Noona baik-baik saja. Kau sendiri bagai..”

Omongan Joo Ri terputus karena seseorang memotongnya.

“Agassi , jangan menghalangi jalan orang lain..”ucapnya datar.

Joo Ri menatap namja itu dengan kesal dan mendengus.

Namja itu pun segera berjalan meninggalkan Joo Ri dan Key bersama rombongannya dan seorang yeoja yang sedari tadi menggandeng lengan namja itu.

“Noona , kau tidak apa-apa ?”tanya Key.

“Gwaenchanayo Key. Kajja , kita pulang saja..”

Key mengangguk dan berjalan keluar ke parkiran sambil menarik koper Joo Ri.

Dalam perjalanan , mereka berbincang mengenai diri mereka selama 4 tahun terakhir.

Kim Joo Ri , seorang mahasiswi jurusan desain interior , baru saja menyelesaikan kuliahnya di London.

Yeoja muda ini juga merupakan seorang model senior. Ketika lulus SMA ia memutuskan melanjutkan karir model dan studi kuliahnya di London.

Eomma dan appa nya sebetulnya tidak ingin putrid sulung mereka menghabiskan waktu di London tanpa pengawasan namun apa daya , Joo Ri tetap nekat berangkat ke London sendirian.

Kim Ki Bum atau Key , adik dari yeoja cantik Kim Joo Ri. Mahasiswa fakultas kedokteran ini lebih memilih untuk kuliah di Korea saja dan tidak mau mencoba mengikuti noona-nya ke luar negeri.

“Noona , kau sudah punya namja chingu ?”tanya Key sambil tetap fokus menyetir.

Joo Ri hanya tertawa mendengar ucapan adiknya.

“aku ke London untuk kuliah Key. Bukan untuk mencoba-coba mencari pasangan. Hal itu akan kupikirkan nanti. Setidaknya sampai aku menemukan namja yang benar-benar bisa merebut hatiku..”kata Joo Ri.

Key hanya diam sambil mencerna kata-kata noona-nya.

“Key-ah , mampir sebentar ke toko kue itu..”

Key mengangguk dan memarkirkan mobilnya di halaman toko kue yang ditunjuk kakaknya.

“kau tak mau turun ?”

“aku tunggu disini saja noona..”

“baiklah..kau mau kue apa ?”

“tiramisu saja..”

Joo Ri pun turun dan masuk ke dalam toko itu.

“Annyeonghaseo. Ada yang bisa kami bantu ?”

“tolong ambilkan 2 chocolate cheesecake , 2 strawberry cheesecake dan 1 tiramisu..”

“baiklah. Tunggu sebentar Agassi..”

Joo Ri tetap berdiri di depan meja kasir menunggu pelayan tadi mengambilkan pesanannya.

“Kau lagi.. apa kau selalu menghalangi jalan orang lain ?”ucap sebuah suara.

Joo Ri menoleh dan mendapati namja menyebalkan di airport tadi sedang memegang sebuah nampan berisi roti-roti yang dibelinya.

Joo Ri menatap sebal namja itu dan sedikit bergeser agar namja tadi dapat meletakkan roti-rotinya di meja kasir.

“Gomaweo. Kuharap lain kali jangan menghalangi jalan orang lain..”ucapnya datar.

“mianhae , kurasa kau berlebihan. Aku tidak sengaja menghalangi jalanmu. Lagipula apa kau tak bisa bicara atau memohon agar aku pindah dengan sopan ? tak bisa kau cukup mengatakan permisi ? kurasa tak perlu sampai mengataiku menghalangi jalan orang lain..”ucap Joo Ri sebal.

Namja itu hanya diam dan tidak peduli.

“Agassi , ini pesanan anda. Semuanya $20..”

Joo Ri mengeluarkan selembar uang $50 dan pelayan mengembalikan uangnya.

Ia keluar tanpa melihat namja menyebalkan tadi.

Wajahnya cemberut dan ketika ia masuk kemobil , Key bingung melihat noona-nya cemberut seperti itu.

“Noona , waeyo ?”

“aku bertemu namja menyebalkan tadi. Dan kau tau , ia menatapku seolah aku adalah pembawa bencana.”

“hahaha. Jangan berlebihan Noona. Appa sudah menelponku..”kata Key sambil menjalankan mobilnya.

 

**Joo Ri’s Home**

 

“Appa..eomma…”ucap Joo Ri sambil memeluk appa dan eomma nya bergantian.

“bagaimana kuliahmu ?”

“sudah selesai. Aku tinggal menunggu hasil kelulusan dan aku akan segera diwisuda. Kalian semua harus datang London. Tentu saja aku juga sangat berharap kalian pergi..”

“bicara apa kau chaggi ? tentu eomma , appa dan Key akan pergi. Kami juga butuh liburan. Haha..”ucap eomma.

“Noona , ini kopermu. Sebenarnya dari tadi aku heran , apa yang kau bawa sampai seberat ini..”kata Key yang masuk rumah sambil menarik koper Joo Ri.

“aku membawa oleh-oleh untuk kalian semua. Dan ini untuk eomma , appa , cake kesukaan kalian. Aku membelinya didekat airport..”

“lebih baik kau istirahat dulu Joo Ri. Eomma akan siapkan makanan kesukaanmu.”kata eomma.

Joo Ri mengangguk dan naik ke lantai 2 rumahnya. Ia masuk ke kamarnya dan sedikit terharu melihat kamarnya masih sama pada saat ia meninggalkannya.

Ia berjalan ke meja belajarnya , melihat foto-foto aku bersama sahabatnya , bersama Key juga foto keluarganya.

Ia merebahkan diri ke tempat tidurnya dan tertidur.

 

Pukul 4 sore , Joo Ri terbangun dan tersenyum mengingat ia sekarang berada di Seoul.

Ia masuk ke kamar mandi dan keluar setelah selesai.

“Joo Ri-ah.. kemarilah , temani eomma..”kata eomma yang duduk di gazebo halaman belakang sambil menikmati teh..”

Joo Ri berjalan menghampiri eomma nya.

“Joo Ri , kau sudah punya namja chingu ?”tanya eomma.

Joo Ri terkejut dan mengerutkan dahi mendengar pertanyaan eomma nya.

Ia menggeleng..

“waeyo ?”

“ania.. jam 6 nanti , sahabat lama eomma akan datang. Ia berniat memperkenalkan anak laki-lakinya padamu. Ia berharap bisa menjodohkan putranya denganmu. Tapi eomma tak akan memaksa bila kau tidak mau. Eomma hanya minta kau mau bertemu dan setidaknya berkenalan dengan putra sahabat eomma itu..”

JDEERR !! serasa ada petir menyambar perasaan Joo Ri.

Perjodohan ? tidak !

Tapi ia tidak mungkin menolak keinginan eomma nya.

Baiklah , tidak masalah untuk berkenalan tapi tidak untuk menerima..

“Arraseo eomma. Aku akan bertemu dengan mereka tapi aku tidak bisa berjanji akan menerima perjodohan ini..”

“baiklah. Bersiaplah , eomma juga mau bersiap-siap..”kata eomma sambil beranjak masuk kedalam rumah.

Beberapa saat kemudian ia mendengar suara-suara berisik di depan.

Joo Ri beranjak keluar melihat apa yang terjadi.

Ternyata catering pesanan eommanya datang dan mulai menyiapkan makanan sementara beberapa orang tampak mendekorasi halaman depan yang merupakan tempat acara.

Joo Ri yang merupakan mahasiswa desain interior cukup senang dengan dekorasi itu. Cukup cantik.

Ia naik ke kamarnya dan bersiap.

Pukul 6 tepat , Joo Ri keluar dan beberapa tamu yang menyadarinya mendongak melihat kecantikan yang terpancar dari gadis itu.

Ia mengenakan sebuah dress panjang berwarna putih tanpa lengan (bustier) dan rambut panjang ikalnya digeraikan begitu saja dengan sebuah bando mahkota kecil menghiasinya.

Decak kagum keluar dari mulut orang yang melihatnya.

Sebenarnya acara apa yang akan dilangsungkan ? bukankah hanya acara perkenalan antar keluarga ?batin Joo Ri

Joo Ri mengabaikan tatapan mata itu dan sibuk mencari eomma nya.

Sebuah tangan menahan lengan Joo Ri membuat yeoja cantik itu menoleh.

“Noona kau mencari eomma ?”tanya Key

“ne. kau melihatnya Key ?”

“ia meminta kau menemuinya di depan. Kajja..”ucap Key sambil menggandeng tangan noonanya.

“Eomma !”panggil Joo Ri pada eommanya.

Tepat saat itu , sebuah BMW hitam memasuki halaman rumah. Seseorang yang tidak dikenal membukakan pintu bagian belakang dan keluar lah seorang pria dan wanita berpakaian formal keluar dari bagian dalam mobil diikuti seorang namja tampan.

Joo Ri tercekat melihat namja yang keluar dengan wajah yang mengartikan bahwa ia juga tidak setuju dengan perjodohan ini.

Ah , belum tentu juga mereka lah keluarga sahabat eommaku.. pikir Joo Ri.

Tapi melihat cara eomma dan appa menyambut mereka sepertinya inilah keluarga yang anaknya akan dijodohkan dengan Joo Ri.

“Jangan bilang kalau namja itu adalah orang yang akan dijodohkan denganku..”gumam Joo Ri.

“Ha ? Apa Noona ?”tanya Key.

“Ani..ani.. aku tidak bicara apa-apa..”

“Joo Ri-ah , Key-ah , kemarilah..”kata eomma memanggil kami agar mendekat.

Dengan langkah dipaksakan aku melangkah sambil menggamit lengan adikku sambil menunduk.

“Noona kau kenapa ?”tanya Key khawatir.

“Gwaenchana..”

“Tuan Lee ,Nyonya Lee , ini putri dan putra kami. Kim Joo Rid an Kim Ki Bum..”kata eomma sambil memperkenalkan kami dengan wanita yang dipanggil Nyonya Lee tadi.

“Annyeonghaseo , Lee ahjumma , ahjussi..”sapa Joo Rid an Key bersama sambil membungkuk.

“Annyeonghaseo Kim Joo Ri-ssi , Kim Ki Bum-ssi. Ini putra sekaligus anak tunggal kami , Lee Seok Hoon..”

Oh , jadi nama namja menyebalkan ini Lee Seok Hoon.. batin Joo Ri.

“Annyeonghaseo Kim ahjumma , ahjussi. Geuligo Kim Joo Ri-ssi , Kim Ki Bum-ssi..”sapa Seok Hoon sambil membungkuk.

Mereka pun duduk di bangku dan meja yang terdapat di tengah halaman.

Beberapa pelayan menghidangkan beberapa macam makanan di atas meja itu.

“Para hadirin sekalian , kami persilahkan terlebih dahulu untuk mencicipi hidangan yang kami sajikan. Setelah itu , acara utama akan dimulai..” ucap appa.

Keluarga Lee dan Kim berbincang sambil menikmati makanan di atas meja tapi sepertinya hal itu hanya terjadi antara para orang tua. Key sesekali ikut berbincang tapi Joo Ri dan Seok Hoon tampak sibuk dengan pikiran masing-masing tanpa berbicara sepatah katapun.

“Jadi Joo Ri-ssi baru menyelesaikan studi desain interior di London ?”tanya nyonya Lee.

Joo Ri tersadar dari lamunannya karena senggolan Key pada lengannya.

“eh ? Ne , ahjumma. Tinggal menunggu hasil dan tanggal wisuda.”ucap Joo Ri.

“wah , hebat sekali calon menantu kita..”ucap nyonya Lee pada tuan Lee yang membuat Joo Ri dan Seok Hoon melotot mendengarnya.

Key tertawa kecil melihat ekspresi noonanya.

“haha.. sepertinya terlalu cepat membahas masalah menantu. Oh ya , Seok Hoon-ssi sendiri sudah menyelesaikan studi nya ?”tanya appa Joo Ri.

“Ne , ahjussi. Bulan depan aku akan wisuda di Amerika..”

Joo Ri mendengus pelan.

“dasar pamer..”gumamnya pelan

“kau kuliah jurusan apa ?”

“kedokteran. Sementara aku membantu appa di perusahaannya..”ucap Seok Hoon sambil tersenyum singkat.

“wah , calon menantuku ternyata calon dokter..”

Key semakin tertawa melihat noona-nya melotot ke arah appa.

Joo Ri menginjak kaki adiknya yang tertawa.

“Joo Ri-ssi , bisakah aku bicara denganmu ?”tanya sebuah suara yang ternyata suara Seok Hoon.

Joo Ri mengernyitkan dahinya dan mengangguk lalu bangkit dari bangkunya.

Key bersiul menggoda noonanya yang langsung dibalas dengan jitakan di kepalanya.

“lihatlah , mereka berusaha saling mengenal satu sama lain..”ucap eomma Joo Ri.

Kedua pasang orang tua itu menatap Seok Hoon dan Joo Ri yang berjalan kehalaman belakang rumah.

“waeyo ?”tanya Joo Ri dingin.

“berhenti berpura-pura. Kau pasti yang menginginkan perjodohan ini bukan ?”tuduh Seok Hoon tiba-tiba.

“Ya ! apa maksudmu ? mengenalmu saja tidak bagaimana bisa aku menginginkan perjodohan ini. aku bahkan baru tau tadi sore dan aku bahkan baru bertemu denganmu tadi pagi di airport..”

“benarkah ? kalau kau keberatan kenapa kau sepertinya menerima saja perjodohan ini ?”

“dengarkan Lee Seok Hoon-ssi , eomma ku mengatakan ini hanya acara perkenalan biasa walau memang mereka berniat menjodohkan kita. Eomma ku juga mengatakan kalau aku harus menghadiri acara ini dan bisa saja menolak. Jadi kau tak perlu berpikir aku akan menerima perjodohan ini. terlebih yang dijodohkan adalah namja menyebalkan dan sombong serta tukang pamer seperti dirimu..”ucap Joo Ri lalu membuang muka.

“acara perkenalan ? asal kau tau Kim Joo Ri-ssi , hari ini , saat ini dengan tamu yang hadir disini , adalah saat dimana aku akan dijodohkan denganmu. Ini bukan acara perkenalan saja , tapi kita akan dijodohkan setelah ini.. asal kau tau , aku tidak suka dijodohkan karena aku masih ingin fokus dengan masa depanku..”

Joo Ri terkejut mendengar ucapan Seok Hoon yang meninggi itu.

Apakah benar yang dikatakan namja ini ? tapi sepertinya benar karena tidak mungkin jika hanya acara perkenalan sampai mengundang tamu-tamu yang lain.

“Mianhae aku berbicara seperti tadi. Tapi kau harus tau kalau kita akan dijodohkan. Ntahlah , aku juga bingung. Aku tidak bisa menerima perjodohan ini karena aku bahkan tidak mengenal dirimu apalagi mencintaimu , aku juga ingin meneruskan cita-citaku dulu..”ucap Seok Hoon agak pelan.

Joo Ri menyetujui ucapan Seok Hoon dalam hati.

“Seok Hoon-ssi , aku juga memiliki pemikiran yang sama denganmu , tapi eomma pasti kecewa jika aku menolak perjodohan ini ditambah eomma mu adalah sahabatnya..”

“aku mengerti , tapi kita juga tidak mungkin menerima perjodohan ini..”

Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing. Saling berpikir bagaimana caranya agar perjodohan ini tidak terjadi dan bagaimana agar keputusan mereka bisa diterima oleh orang tua mereka.

“Noona , Hyung , kalian dipanggil keluar. Acara akan segera dimulai..”ucap Key yang datang memanggil noonanya dan Seok Hoon.

Mereka mengangguk dan melangkah keluar dengan langkah tak rela mengikuti Key.

“Joo Ri , Seok Hoon kemarilah. Appa akan mengumumkan sesuatu..”panggil appa Joo Ri ketika melihat mereka muncul bersama Key.

Mereka pun mendekat dan berdiri disamping Tuan Kim (appa Joo Ri)

“Para hadirin yang terhormat , terima kasih telah berkenan hadir malam hari ini. Sebagian besar dari hadirin disini merupakan rekan atau partner kerja juga keluarga kami jadi bagi yang lupa atau belum mengenal putri kami , maka sekarang kami perkenalkan putri kami , Kim Joo Ri..”

Joo Ri maju selangkah sambil membungkukkan badannya yang disambut tepuk tangan dari tamu yang hadir.

“Kemudian , kami juga ingin memperkenalkan rekan kerja sekaligus sahabat kami , Keluarga Lee dimana putra mereka Lee Seok Hoon adalah calon menantu kami. Kami , keluarga Lee dan Kim berniat menjodohkan putra dan putri kami Lee Seok Hoon dan Kim Joo Ri. Untuk itulah malam ini kami mengundang anda semua untuk datang dalam acara perkenalan putra putri kami geuligo untuk menjadi saksi sahnya kontrak kerja sama antara keluarga Lee dan Kim. Gamsahamnida..”lanjut appa.

Joo Ri merasa tubuhnya lemas dan akhirnya pandangannya gelap , Joo Ri pingsan.

Seok Hoon yang berdiri dibelakang gadis itu menangkap tubuhnya sebelum jatuh di tanah.

“Joo Ri-ssi..Joo Ri-ssi.. Irreona..”kata Seok Hoon yang berlutut dengan kepala Joo Ri menyandar dipahanya sambil menepuk-nepuk pelan pipi yeoja itu.

Setelah beberapa saat Joo Ri belum sadar , akhirnya Seok Hoon menggendong Joo Ri masuk kedalam rumahnya dan langsung membawa Joo Ri ke kamarnya.

Seok Hoon membaringkan Joo Ri dengan hati-hati dan mencari minyak aroma terapi lalu mendekatkannya pada hidung Joo Ri.

Joo Ri tersadar dan mengerjapkan matanya beberapa kali sampai ia dapat melihat sekitarnya dengan jelas.

Ia terkejut mendapati Seok Hoon duduk di pinggir tempat tidurnya , menatapnya.

“Seok Hoon-ssi ?” “kau tidak apa-apa ? Istirahatlah. Kau pasti agak pusing.. aku keluar dulu.”ucap Seok Hoon sambil berdiri lalu melangkah keluar.

“Gomapseumnida Seok Hoon-ssi..”ucap Joo Ri sambil menatap punggung Seok Hoon yang hampir mencapai pintu kamarnya.

“Cheonmaneyo Joo Ri..”ucapnya sambil tersenyum tipis.

“Seok Hoon oppa..”panggil Joo Ri lagi.

Seok Hoon tertegun mendengar Joo Ri memanggilnya oppa dan jujur saja ia tidak mau mengakui kalau sebenarnya ia agak senang mendengar Joo Ri memanggilnya begitu.

“Ne ?”

“sekali lagi , gomaweo dan maaf telah merepotkanmu..”

“Gwaenchana..”

 

Sejak peristiwa itu , Joo Ri sedikit marah pada eomma dan appanya.

Sebenarnya ia pulang ke Korea selain karena merindukan orang tua juga adiknya , ia juga sudah mendapat pekerjaan sebagai main desainer di sebuah perusahaan property terbesar di Korea dan di percaya untuk mempromosikan perusahaan ini.

Joo Ri telah bekerja untuk perusahaan ini sejak ia kuliah semester 3 di London untuk mengisi waktu , ia merupakan desainer termuda yang masuk dalam kru utama karena ide-idenya yang unik dan mengagumkan.

Saat ia mengundurkan diri beberapa minggu lalu karena kuliahnya hampir selesai dan akan pulang Korea , direktur perusahaan memintanya untuk bekerja di perusahaan cabang di Korea dan menjanjikan departemen utama serta gaji yang tinggi terlebih sebentar lagi Joo Ri sudah sarjana.

Joo Ri akhirnya mengambil tawaran itu.

Jadi , beberapa hari ini ia langsung bekerja sambil berusaha melupakan acara konyol pada malam itu.

Dia menjadi sangat pendiam di rumah terutama terhadap orang tua nya , tentu saja karena acara perjodohan itu.

Ia kadang lembur mengerjakan tugas yang harusnya menjadi pekerjaan besok pagi.

Seperti malam ini , hari Jumat dan besok perusahaan tutup karena akhir minggu.

Karyawan lain sudah pulang sejak 1 jam yang lalu tapi tidak dirinya. Ia masih sibuk di dalam ruangan kerja pribadinya , berkutat dengan kertas gambar , penggaris , pensil dan alat-alat lainnya yang digunakan untuk menggambar rancangan suatu bangunan.

Ketika jam menunjukkan pukul 11 malam , ia sudah menyelesaikan sebuah sketsa gambar bangunan yang sangat bagus dan dipastikan , gambarnya ini akan dilihat masyarakat Korea dalam bentuk sebuah gedung megah.

Ia mengambil jaket dan tasnya lalu keluar dari dalam kantor dan menghela napas.

Ia harus memikirkan apa yang akan dilakukannya besok pagi karena ia tidak mau berada dirumah.

“Lebih baik besok aku lari pagi bersama Chae Rin dan mungkin aku bisa mencari objek-objek wisata untuk fotografi..”gumam Joo Ri

“ide bagus Nona.. perlu sopir pribadi ?”tanya sebuah suara yang mengagetkan Joo Ri.

Joo Ri menoleh ke arah suara dan mendapati orang itu adalah LEE SEOK HOON.

“S..s..Seok Hoon oppa ?”tanya Joo Ri dengan ekspresi tak percaya.

“Ne. ini aku , waeyo ? Mianhae aku mengejutkanmu , aku tidak seperti hantu bukan ?”tanya Seok Hoon dengan ekspresi lucu yang membuat Joo Ri sedikit tersenyum.

“Gwaenchanayo. Kenapa kau bisa disini ?”

“aku tadi sedang berkeliling , sudah lama aku tidak pulang Seoul dan aku melihatmu baru keluar dari gedung ini. kudengar kau sangat sibuk sampai harus pulang semalam ini setiap harinya..”ucap Seok Hoon sambil memasukkan tangannya ke saku celana panjangnya.

“kau tau dari mana ?”

“kemarin eomma ku memintaku untuk mengantarkan kue buatannya ke rumahmu dan eomma mu menceritakannya padaku..”

“Oh.. arraseo.. kalau begitu aku pulang dulu. Annyeonghi jumuseyo..”

“Jamkkaman..”ucap Seok Hoon seraya menahan lengan Joo Ri.

Joo Ri menoleh menatap Seok Hoon.

“temani aku berkeliling sekitar sini. Kau mau ? aku akan mengantarkanmu pulang nanti dan besok aku akan menemanimu seharian..”ucap Seok Hoon.

Amankah jika aku pergi dengan namja ini ? tanya Joo Ri dalam hati.

Joo Ri mengutuk dirinya sendiri , tidak mungkin namja ini akan melakukan hal sembarangan padanya jika eomma nya sudah memilih Seok Hoon sebagai calon suaminya.

Calon suami ? Joo Ri baru mengingat hal itu.

Ia menolak perjodohan itu dari awal dan sekarang ia akan berkeliling dengan namja yang telah ditolaknya ?

Tapi hati kecil Joo Ri tidak setuju jika Joo Ri menolak ajakan Seok Hoon.

Sejak malam itu , malam dimana Seok Hoon duduk menatapnya , ada perasaan lain dalam hatinya tapi Joo Ri mengabaikan perasaan itu dan sekarang perasaan itu datang lagi.

“Baiklah. Kau mau kemana ?”

“Duduk sambil menikmati makanan di pinggir sungai Han.. bagaimana ?”

“boleh juga..”

Seok Hoon pun mengajak Joo Ri ke tempat ia memarkir mobilnya lalu menuju taman di dekat sungai Han.

Sesampainya disana mereka melihat banyak sekali orang yang datang kesana. Mengobrol , dan menikmati pemandangan sungai Han dan musical fountain dari Banpo Bridge.

Seok Hoon dan Joo Ri duduk disalah satu bangku taman yang menghadap sungai Han. Joo Ri mengeluarkan kamera digitalnya dan memotret pemandangan disana.

Seok Hoon hanya duduk diam sambil menatap sungai Han dan sesekali menatap Joo Ri yang kelihatan senang memotret suasana disini.

Setelah puas memotret objek dan pemandangan sekitar , Joo Ri duduk di samping Seok Hoon.

“Joo Ri-ah , kau tau , perasaanku sangat tenang ketika aku menatap sungai Han yang tenang ini..”

“Jinjja ? aku juga. Pemandangan yang indah disini juga membuat aku merasa senang dan melupakan bebanku..”

“Joo Ri-ah , apakah kau melakukan semua ini ada hubungannya dengan perjodohan itu ?”

Joo Ri terdiam. Bagaimana namja ini bisa tau ? “Ne , oppa. Waeyo ?”

“kau merasa tertekan dengan perjodohan ini ? jujurlah..”

“Ne oppa…”jawab Joo Ri setelah terdiam agak lama.

“sudah kuduga..”ucap Seok Hoon sambil menghela napas.

Melihat itu , Joo Ri agak merasa bersalah. Apa ucapannya salah ? tapi bukankah namja ini juga tidak setuju dengan perjodohan ini ?

 

**The Next Day**

 

Joo Ri terbangun dengan kepala sedikit pusing.

Sisa malam semalam dihabiskan Seok Hoon dalam diam membuat Joo Ri serba salah. Untunglah namja itu masih mau mengantarnya pulang.

Bunyi ponsel Joo Ri mengejutkannya sehingga yeoja itu buru-buru mengangkat telponnya.

“yeoboseyo ?”

“yeoboseyo , Joo Ri-ssi. Ini aku Seok Hoon. Mianhae aku tidak bisa menemanimu hari ini..”

“oh , gwaenchanayo Oppa..”

“ne. sampai jumpa..”

KLIK ! sambungan terputus.

Joo Ri menggerutu. Ada apa sebenarnya dengan namja ini ? nada bicaranya tadi sangat berbeda dengan semalam.

Cara bicaranya kali ini sama seperti ketika pertama kali kami bertemu di airport dan toko kue.

Aku bangun dari tempat tidurku dan bersiap untuk keluar.

Menghabiskan waktu sendirian hari ini….

 

Malamnya ketika Joo Ri selesai mandi , terdengar suara ketukan pintu.

“Noona..”panggil Key

“Ne , masuklah..”

“Noona kau mau kemana ? eomma ingin bicara denganmu..”tanya Key ketika ia masuk kamarku.

“Eomma ? baiklah. Tunggu sebentar..”

Key bersiul lalu keluar dari kamarku.

Aku memakai blazer hitamku dan mengambil tasku lalu turun.

“Joo Ri-ah , kau mau kemana ?”

“jalan-jalan .. eomma memanggilku ?”tanyaku dingin.

“ne. sampai kapan kau tidak mau bicara dengan eomma dan menghindari perjodohan ini ?”tanya eomma Joo Ri.

Joo Ri terdiam sambil menyantap bubur didepannya.

“Joo Ri-ah , perjodohan kalian dibatalkan. Eomma juga tidak tau alasannya apa. Kau bebas sekarang Joo Ri..”

Joo Ri terkejut dan menahan napas.

Perjodohannya dibatalkan ? Tapi kenapa ? Ah , tapi bukankah itu yang kuinginkan ? kenapa sekarang aku malah harus memikirkannya ? batin Joo Ri.

Ia berdeham pelan.

“Jinjjayo ? Baguslah. Aku tidak perlu repot-repot memikirkan masalah ini. aku pergi dulu..”

“Hati-hati..”kata eomma Joo Ri.

“perjodohan dibatalkan ? lalu kenapa ? biasa saja bukan ?”gumam Joo Ri tidak jelas.

Ucapan eommanya tadi terdengar berulang-ulang di telinga Joo Ri membuat ia tidak bisa berpikir ingin kemana.

Tanpa ia sadari , ternyata ia mengemudikan mobilnya ke Namsan Tower.

Ia masuk ke dalam gedung , dan masuk cable car.

Mungkin suasana tenang seperti ini dapat sedikit menenangkan pikiran , perasaan juga..hatinya yang tidak karuan ini.

Ia hanya melamun selama cable car berjalan.

Sibuk dengan pikirannya sendiri.

Ketika cable car berhenti dan kembali ke tempat semula , Joo Ri turun dan kembali mengemudikan mobilnya.

Pikirannya kosong selama menyetir. Ntah apa yang membuatnya seperti itu.

Ia berhenti di suatu tempat dan Joo Ri melihat keadaan sekitar ternyata di sungai Han.

Hatinya resah dan tak seperti biasanya.

Ia turun dan berjalan menuju bangku itu , bangku dimana semalam ia duduk bersama Seok Hoon.

Ia duduk dan menatap kosong sungai Han didepannya.

Pikirannya kembali melayang..

“Joo Ri-ah , apakah kau melakukan semua ini ada hubungannya dengan perjodohan itu ?….sudah kuduga.” Ucapan Seok Hoon semalam beserta ekspresi kekecewaannya terlintas di benak Joo Ri.

“Joo Ri-ah , perjodohan kalian dibatalkan. Eomma juga tidak tau alasannya apa. Kau bebas sekarang Joo Ri..” sekarang ucapan eommanya beberapa jam lalu yang menyelinap di pikiran Joo Ri.

Joo Ri menghela napas.

Apa yang terjadi pada diriku ? batin Joo Ri.

Mungkinkah aku menyukainya ? tapi bahkan aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu dan sekarang aku menyukainya ? mungkinkah ?

Joo Ri tidak menyadari seseorang duduk di sampingnya , memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya.

“Joo Ri-ssi..”panggil orang itu.

“Joo Ri-ssi..”panggilnya lagi melihat Joo Ri tidak bergerak.

“Joo Ri-ssi !”panggilnya sekali lagi sedikit berteriak sambil menepuk bahu Joo Ri.

Joo Ri tersentak dan terkejut lalu menoleh kearah orang tadi.

“Seok Hoon oppa ?”tanyanya tak percaya.

Ia mengerjapkan matanya seolah memastikan kalau penglihatannya tidak salah..

“Ini aku..”ucap Seok Hoon seolah meyakinkan kalau itu adalah dirinya.

“kau sedang apa disini ?”tanyanya.

“aku tidak tau. Saat kusadari aku sudah disini..”

“benarkah ? aku juga. Aku keluar dengan naik bus dan saat kusadari aku sudah disini. Tapi kau membuatku terkejut karena telah duduk disini..”ucap Seok Hoon sambil memandang sungai Han.

Joo Ri menoleh dan melihat wajah Seok Hoon.

Ia mengakui ketampanan yang terlukis diwajah namja itu.

“kenapa perjodohan kita dibatalkan ?”

“bukankah kau tidak menginginkannya ? untuk apa dilanjutkan jika hanya aku yang menginginkan perjodohan ini ?”ucapnya pelan.

“MWO ?”

“Ne.. kalau boleh jujur sebenarnya akulah yang menginginkan perjodohan ini. kebetulan sekali eomma dan appaku adalah sahabat orangtua mu dan mereka juga pada awalnya berniat menjodohkan kita.. aku sudah menyukaimu sejak lama Joo Ri-ah. Awalnya aku terkejut bisa bertemu denganmu pada hari itu di bandara. Aku kira kau berada di Korea , tidak disangka ternyata kau juga baru pulang pada hari itu. Mianhae untuk perkataanku waktu itu. Mungkin kau marah atau kesal padaku..”jelas Seok Hoon.

“kau..menyukaiku sejak lama ?”

“ne. apa kau ingat seorang namja yang pernah menabrakmu saat kau masih SMA ?”

“namja yang menabrakku ?”

“geurae. Namja yang menabrakmu dulu saat kau baru masuk SMA sekaligus namja yang membuat kepala mu sakit karena terkena lemparan bola basket , dia adalah aku. Sejak saat itu aku jatuh cinta padamu. Awalnya kupikir hanya cinta monyet biasa tapi ternyata ketika aku lulus aku menyadari aku jatuh cinta sungguhan kepadamu. Bahkan aku belum sempat menyatakannya padamu..”ucap Seok Hoon sambil menoleh menghadap Joo Ri dan tersenyum.

Joo Ri tersenyum dan langsung menghambur ke pelukan Seok Hoon..

 

** A Month Later **

“Oppa kau dimana ? ini sudah jam 9 !” omel Joo Ri di telpon.

“Mianhae chaggi.. aku sudah hampir sampai , tadi macet..”

“Pphaliwa !”

Sambungan telpon terputus.

Joo Ri mengerucutkan bibirnya tanda ia sudah bosan menunggu.

Hari ini mereka akan mengambil baju untuk pertunangan mereka minggu depan setelah itu mereka akan foto pre wedding dan mereka akan ke Lotte World untuk bermain.

Sebuah audi hitam berhenti di halaman rumah Joo Ri.

Seok Hoon keluar dan senyum cerah perlahan mengembang di wajah Joo Ri tapi yeoja itu berniat mengerjai namja itu.

Seok Hoon menghampiri Joo Ri yang memasang tampang cemberut.

“kupikir kau tak akan datang..”ucap Joo Ri datar.

“aigo.. chaggiya , mianhae.. jalanan sungguh macet tadi. Jangan cemberut begitu , nanti kau tak akan cantik lagi..”

“huh !”

“Kajja.. nanti kutraktir makan eskrim..”

“dasar penyogok..kajja..”

Mereka berangkat ke butik desainer yang membuat baju mereka.

Pukul 2 siang , mereka sampai di Lotte World.

“kau mau makan siang dulu ?”tanya Seok Hoon.

Joo Ri mengangguk dan mereka masuk ke salah satu restoran disana.

Seok Hoon melihat sebuah grand piano hitam di atas panggung dekat meja mereka.

Pengunjung restoran hari itu tidak terlalu banyak sehingga mereka bisa duduk di dekat panggung.

Sambil menunggu pesanan , Seok Hoon naik ke atas panggung dan duduk di depan grand piano itu.

“Oppa , apa yang kau lakukan ?”tanya Joo Ri.

“Annyeonghaseo yeoreobun , aku akan menyanyikan lagu untuk seseorang yang sangat special , calon tunangan , calon istri sekaligus calon pendamping hidupku selamanya , Kim Joo Ri..”

 

Oh, her eyes, her eyes, make the stars look like they’re not shining Her hair, her hair, falls perfectly without her trying  She’s so beautiful, and I tell her every day

 

Yeah, I know, I know, when I compliment her she won’t believe me And it’s so, it’s so, sad to think that she don’t see what I see But every time she asks me do I look ok, I say

 

When I see your face, there’s not a thing that I would change Cause you’re amazing, just the way you are And when you smile, the whole world stops and stares for a while Because girl you’re amazing, just the way you are(yeah)

 

Her lips, her lips, I could kiss them all day if she let me Her laugh, her laugh, she hates but I think it’s so sexy She’s so beautiful, and I tell her every day

 

Oh, you know, you know, you know, I’d never ask you to change If perfect’s what you’re searching for then just stay the same So, don’t even bother asking if you look ok You know I’ll say

 

When I see your face, there’s not a thing that I would change Cause you’re amazing, just the way you are And when you smile, the whole world stops and stares for a while Because girl you’re amazing, just the way you are The way you are, the way you are Girl you’re amazing, just the way you are

 

When I see your face, there’s not a thing that I would change Cause you’re amazing, just the way you are And when you smile, the whole world stops and stares for a while Cause girl you’re amazing, just the way you are. Yeah

(Just The Way You Are – Bruno Mars)

 

Lagu selesai dan para pengunjung restoran disana bertepuk tangan. Joo Ri tersenyum senang mendengar lagu itu.

“Gomaweo.. dan untuk kekasihku , Kim Joo Ri , ini lagu yang kukarang sendiri untukmu. Kuharap kau suka..”

Sing me a lullaby with your beautiful voice Tonite in my dream, come & live with me again You smiled, looking at me, with your smile like a child I’m so happy cause it’s you

When I’m having a hard time or I’m so hurt, calmly wiping my tears away from me You, how should I say in words

First, your heart, like a tree that give me rest Second, your smile, like the sunshine glow brightly upon me Third, your hand, who keeps me in your arms every time it’s get difficult, I love you

When I’m sad or lonely, warmly staying by my side You, how should I say in words

Fourth, your warmth, make my heart warm Fifth, your tears, I’ve to work harder Sixth, your prayers, strengthen my drooping shoulder, I love you

My dear no more tears, don’t shed anymore I’ll protect you forever

When I looked at you, whom I love, I’m happy just to look at you

Seventh, your expressions, make the sulky me laugh Eighth, your voice, because you’re giving me strength Ninth, your steps, everyday come to find the pitiful me. Tenth is the gift that is you I’m really happy cause it’s you

(10 Reasons To Love You-Lee Seok Hoon SG Wannabe)

 

~The End~

 

^^

Gimana ?? gimana ??

Baguskahh ?? gajekahh ?? maaf kalo kecepetan , ngebut dsb..

Maaf kalo banyak kurangnya.

Ini FF oneshoot pertama ku.

Ternyata buat FF oneshoot itu lebih susah dari pada FF chapter

X.X

RCL PLEASEEEE ^^

 

One thought on “[Freelance – Oneshoot] Just The Way You Are

  1. Ceritanya bagus thor,,,,,,

    sweeet abisssss,,,,,
    empat jempol deeeeeh buat author,,,,

    lagunya juga baguuuuuuzzzzzzccc,,,,,,

    daebak thor,,,

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s