[Freelance – Oneshoot] Love Story: Love In the Spring

Title

“Love Story: Love In the Spring”

Author

Nrfaa (@nrfaa)

Length

Oneshoot

Rating

PG-13

Genre

Romance, Angst maybe, School Life

Main Cast

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Han Ilra (OC)

Support Cast

Find out for yourself

Disclamer : Cerita milik author, dan Kyuhyun milik Tuhan! FF ini bener-bener murni dari otak saya tanpa ada unsur nyontek sana-sini dari FF para sunbae saya, dan bila ada kesamaan dalam nama tokoh, latar, dan peristiwa, itu hanya ketidaksengajaan Tuhan memberi inspirasi kepada saya (?)

Note : Annyeong, kyaa ini FF pertama saya yang berhasil melewati masa kritis stuck di tengah cerita. Ini pun karena saya masih penulis amatir, jadi banyak banget typo bertebaran atau apalah sejenisnya. FF ini, aku buat labil (?) Kalo ga ngerti, mending baca aja deh, hahaha^^ Dan saya ngebuat karakter perannya juga labil sama seperti yang nulis *abaikan*Oh ya FF ini juga penuh dengan ke gaje-an^^. Bisa mampir ke http://nrfaa.wordpress.com *If you wanna^^. Saya mohon kritik dan sarannya, sekian dan terima kasih. Semoga kalian suka^^

Happy reading…

“Percaya atau tidak, cinta itu cobaan terbesar dalam kisah hidupku.” – nrfaa

****
Musim panas kali ini terasa begitu panjang. Suhu dingin kota Seoul ternyata tak cukup mengalahkan panas teriknya matahari, membuat setiap orang takut terkena kontak langsung dengan sinar ultraviolet yang terkandung dalam cahaya sinar matahari.

Namun, musim panas tidak menjadikan gadis cantik berkacamata berdarah Korea-Prancis itu mengurungkan niatnya untuk berdiam duduk di atas bangku taman sekolahnya itu, bahkan duduk di bangku favorite-nya itu sudah menjadi rutinitas wajibnya satu tahun terakhir ini bila sudah memasuki waktu senggang ditengah padatnya jam pelajaran setiap harinya, kecuali saat turun hujan.

Di bangku itu, dia bukan hanya duduk lalu melamunkan hal yang tidak jelas, namun di atas bangku itu semua aktivitas diwaktu senggangnya terjadi, mulai dari sekedar membaca novel atau materi pelajaran hari itu, ataupun sekedar menghabiskan waktunya untuk mengabadikan pemandangan yang ada dihadapannya, yaitu memotret para siswa Yumkwang High School yang sedang berlalu lalang dikejauhan sana.

Ya, dia suka melihat keramaian dari jarak pandang yang jauh, dibanding harus melihat dari dekat keramaian tersebut dengan kata lain, dia tidak suka dengan keramaian. Tapi kali ini, pandangannya tengah terfokus pada novel yang baru dibelinya tempo hari.

“Han Il Ra,” panggil seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapannya, langsung membuat fokusnya berpindah ke arah orang itu.

“Wae?” balasnya sedikit datar kepada sahabatnya, Park Youngra.

“Jung songsaengnim mencarimu,” jawabnya sambil menduduki ruang kosong dibangku tersebut, “Sepertinya dia akan mengajakmu untuk mengikuti pentas drama tahun ini.” lanjutnya dengan tebakan.
“Jangan terlalu berharap nona Park, kurasa itu akan jauh lebih baik. Dimana Jung songsaengnim sekarang?” katanya sambil bangkit dari duduknya, “Di ruangannya,”

“Kalau tebakanmu itu betul, kurasa aku tidak akan menyetujui ajakannya.” ucapnya begitu saja sambil melempar senyum mengejek ke arah Youngra dan mulai melangkah menjauhi gadis itu. “Tch, dasar.” umpatnya yang hanya bisa didengar olehnya.

***

Baru saja Ilra ingin mengetuk pintu ruangan Park songsaengnim, tapi pintu itu sudah terbuka terlebih dahulu, menunjukan sesosok makhluk yang jauh dari kata cacat, makhluk itu begitu sempurna dengan wajah yang mampu membius para gadis seantreo sekolah ini, mengubah prinsip setiap orang yang berkata bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang sempurna, tentu saat melihatnya.

“Kyu sunbae,” desisnya keluar begitu saja dari mulutnya.

“Ne, cepatlah masuk! Park songsaengnim sudah menunggumu.” perintahnya sambil melenggang pergi meninggalkan Ilra yang masih termenggung di depan pintu.

***

‘tok..tok..’

“Songsaengnim,” panggilnya memenuhi ruang Park Songsaengnim.

“Nona Han, silahkan duduk!” sautnya lalu duduk dibangku kebesarannya, disusul Ilra yang duduk di kursi tepat dihadapan Park songsaengnim.

“Ada apa songsaengnim memanggilku?” gumamnya sedikit hati-hati.

“Kau tahukan kalau kita akan mengadakan pentas drama untuk tahun ini?” tanya dengan tajam sambil menelisik mata coklat susu Ilra.

“Ne, aku tahu. Lalu?” balasnya balik menatap ragu Park Songsaengnim.

“Banyak yang merekomendasikan-mu sebagai pemeran utama perempuan dari pentas drama tahun ini, dan kurasa kau cocok sebagai pemeran drama tahun ini.” jelas Park songsaengnim menunggu reaksi gadis yang ada dihadapannya.

“E..eh, kenapa harus aku? Bukankah ada Yonha sunbae yang lebih cocok sebagai pemeran drama itu? Dia jauh lebih cantik dan pintar, bahkan dia lebih populer di sekolah ini. Jadi aku merekomendasikan Yonha sunbae sebagai pemeran utama pentas drama itu.” jawabnya tanpa ragu lagi.

“Apa kau tidak berniat merubah nilai merahmu itu di pelajaran saya? Bukankah nilai merahmu itu yang akan menentukan kenaikan kelasmu nanti? Ya semua keputusan ada di tanganmu, nona Han.” katanya dengan nada menekan.

“Apa kau sadar Park Songsaengnim, kau sedang mengancamku? mm, apa kau bisa menjamin nilaiku akan sempurna dengan mengikuti drama itu?” tanyanya disusul kekehan kecil Park songsaengnim.

“Tentu, tapi kau juga harus bisa menjamin drama ini akan sukses. Bagaimana?” tawarnya lagi.

“Mm, baiklah. Saya setuju.” jawabnya sambil menganggukan kepalanya pelan.

“Sepulang sekolah datanglah ke ruang seni, saya akan memberi pengarahan lebih lanjut untuk drama itu. Sekarang kau bisa kembali ke kelasmu.” jelasnya tanpa memandang gadis dihadapannya.

“Baik, saya permisi dulu.” pamitnya lalu bangkit dari kursi yang tadi di dudukinya dan melangkah menjauhi meja Park songsaengnim menuju pintu diruangan tersebut.

Gadis itu tidak tahu apa yang harus dia rasakan setelah ajakan dari Park songsaengnim, bahkan gadis itu terlalu bodoh untuk mengekspresikan perasaannya, sangat berbeda ketika ia sedang berakting. Kata teman-temannya yang melihat aktingnya, karakter yang dibawa Ilra begitu hidup, begitu pula komentar dari Shin songsaengnim selaku guru sastra di sekolah itu.

***
Sudah hampir 20 menit ia terlambat datang ke ruang seni sekolah, mengingat bagaimana saat pelajaran terakhir tadi terlalu mengulur waktu untuk mengakhiri mata pelajaran tersebut. Terlebih gadis itu sudah direcoki dengan segala pertanyaan dari Youngra, saat keluar kelas tadi tentang ‘Siapa pemeran utama lelaki pentas drama tahun ini?’. Ilra juga tak bisa menjawab dengan pasti siapa orangnya, karena ia pun turut tidak mengatahuinya.

“Maaf telat,” ucapnya sepontan setelah memasuki ruang seni yang terbilang luas dengan cara berlari, sontak membuat semua siswa yang ada disitu mengarahkan pandangannya ke gadis itu.

Ilra yang tidak mau membuang waktu lebih lama lagi segera menghadap Park songsaengnim yang sudah menggeleng-gelengkan kepalanya.

Setelah semakin mendekat, Park songsaengnim pun mulai mengeluarkan suara yang dipikir Ilra akan memarahinya.

“Dia Han Ilra dari tingkatan kedua. Dia yang akan memerankan karakter Juliet di pentas drama tahun ini.” jelas Park songsaengnim kepada siswa yang ikut berperan dalam project ini.

Ya, pentas drama tahun ini mengusung tentang kisah dari Romeo & Juliet. Ilra sudah memerankan karakter Juliet, lalu Romeo?

“M..mian songsaengnim,” ucapnya sedikit ragu, “Siapa yang akan memerankan karakter Romeo?” lanjutnya yang sudah tak ragu lagi.

“Ah ye, kyu kesini kau!” panggilnya mengarah ke Kyuhyun dengan melambaikan tangannya.

Deg..

‘Siapa tadi? Kyu? Kyuhyun sunbae? Kyu sunbae ada disini?’ desis Ilra dalam hati.

“Wae songsaengnim?” jawabnya ketika sudah berdiri tepat di samping Ilra.

Ilra pun menatap Kyuhyun lewat ekor matanya, menelisik tajam dan ragu.

“Nona Han, selama sebulan penuh kau akan berlatih dengan Kyuhyun, dia yang akan menjadi lawan mainmu 1 bulan kemudian. Dan besok, latihan kalian akan dimulai dari berlatih dansa. Nae arraseo?” jelasnya tanpa jeda, membuat Ilra sendiri sontak tak percaya, kenapa? Karena lawan mainnya nanti adalah sunbae terpopuler di sekolahnya itu. Banyak gadis yang berusaha mencoba mendekati Kyuhyun, namun tak ada satu pun yang membuat Kyuhyun merespon setiap usaha para gadis di sekolahan itu.  Tetapi, untuk Ilra sendiri, tanpa berusaha pun dia sudah menjadi pairing Kyuhyun di pentas drama tersebut.

Sepertinya besok akan ada berita heboh mengisi seantreo sekolah tersebut. Kemungkinan terbesar, Ilra harus menyiapkan tameng besar untuk menghadapi serangan terbesar dari para pengagum sunbae-nya tersebut.

Walau mereka sudah tahu, Ilra akan dekat dengan sunbae-nya satu bulan ke depan dalam project drama tahun ini.

Tapi serangan sebesar apapun, Ilra pasti tidak akan mengubris mereka. Karena menurutnya, mengubris sama saja mengajak mereka untuk berperang dingin dengan gadis itu.

***
1st day
Hampir setiap sudut sekolah tidak ada yang tidak berhenti membicarakan pentas drama tahun ini. Ah tidak, lebih tepatnya membicarakan Ilra yang akan menjadi lawan main namja yang diagumkan para gadis di sekolah itu.

Namun, untuk Ilra yang berkepribadian cuek pun tak ambil pusing tentang hal yang tengah terjadi di sekitarnya.

Hari ini pula, hari pertama Ilra dan Kyuhyun akan berlatih, berlatih untuk memperpadukan gerakan dansa mereka untuk pentas drama tahun ini.
Dansa yang mereka pelajari mulai dari tingkatan pemula, karena Ilra maupun Kyuhyun pun sama-sama belum mengusai tarian tersebut.

Mereka berdua pun sudah memulai berlatih. Perlahan mereka melangkahkan kaki mereka,

“Aww,” jerit Kyuhyun saat kakinya terinjak oleh Ilra.

“M..mian sunbae,” balasnya langsung menundukan kepalanya.

Mereka pun kembali berlatih setelah mendapat intruksi dari Jung songsaengnim. Namun beberapa menit kemudian, Jung songsaengnim menghentikan latihan mereka lagi.

“Nona Han, bisakah kau merapatkan jarakmu lagi dari lawanmu? Kurasa itu akan mempermudah gerakan kalian.” perintahnya sambil menelisik ke sepasang pemain itu.

“N..ne,” sahutnya sambil merapatkan jaraknya dan menatap ragu ke arah Kyuhyun.

Deg..

Bagai ada ribuan kupu-kupu berhamburan dalam seketika, seakan gejolak besar yang tak bisa dipungkiri lagi muncul begitu saja dihati gadis itu.

Kaki mereka mulai bergerak mengikuti alunan musik dengan pengarahan dari Jung songsaengnim,
‘Seperti inikah rasanya memandang orang yang kita sukai dari dekat? Dia nyata,’ gumamnya dalam hati sambil terus menatap lekat wajah Kyuhyun, seakan hari esok tidak akan pernah terjadi lagi.

Ya, Ilra menyukai pria yang ada dihadapannya itu, bahkan Ilra kini telah mencintai sunbae-nya. Mungkin selama ini, ia hanya bisa memandang Kyuhyun dari jarak jauh ketika Kyuhyun sedang berada di lapangan sekolah, alasan itu juga yang menjadikannya menyendiri di bangku taman.

Entahlah menurut Ilra sendiri, terlalu banyak hal menarik dari pria itu untuk hatinya sendiri.

2nd days

Cinta yang sudah menuntunnya saat dia terpejam, membawanya ke sisi terangnya dunia ini, hingga pada akhirnya ia bisa menatap indahnya alam semesta ini.

Begitu pula dengan yang dialami Ilra. Baru sehari kemarin ia berlatih dansa. Tapi dihari kedua ini, seakan semua pengarahan Jung songsaengnim terlalu mudah diserap oleh setiap anggota tubuhnya.

“Mm, sepertinya perkembangan berdansa-mu sudah semakin besar,” ujar Kyuhyun saat break latihan.

“Oe, apakah aku terlihat seperti itu?” balasnya menatap Kyuhyun yang duduk tepat di sampingnya.

“Ne, kurasa aku harus lebih banyak lagi berlatih, karena kutahu masih banyak yang harus kita pelajari untuk drama ini sukses. Dan kurasa kau harus mengurangi intensitas-mu untuk menjadi hitam dibawah terik matahari.” ucapnya sambil melenggang pergi.

Ilra yang awalnya terlihat menimbang-nimbang pernyataan Kyuhyun pun menyadari maksud perkataan Kyuhyun.

“Mwo? Bagaimana bisa namja sepintar itu tidak bisa membedakan mana orang yang berjemur dan mana orang yang sedang menyendiri. Cih, apa mungkin predikat siswa terbaik itu hanya permainannya saja. Aish!!” gumamnya tak kalah kesal sambil memandang punggung Kyuhyun yang mulai hilang dibalik pintu.
9th Days
‘Kapan semua ini akan berakhir? Aish, kumohon semua ini jangan berakhir.’
Entah sudah keberapa kalinya kalimat itu menggerayangi otak Ilra saat lagi-lagi ia berlatih bersama Kyuhyun.

Fokusnya sudah terbagi saat Jung songsaengnim memberikan pengarahan untuk Ilra dan Kyuhyun yang tepat berdiri di sampingnya.

Sejak ia berlatih dansa saat itu, ia sudah lupa bagaimana cara bernafas dengan benar. Sungguh besar akibatnya bila terlalu lama berdekatan dengan namja itu.

18th Days
Hari ini Ilra sangat terlihat pucat ketika ia memasuki ruang seni. Membuat Jung songsaengnim mengkerutkan dahinya akibat khawatir dengan keadaan murid didikannya itu saat mulai mendekatinya.

“Kau sakit?” tanyanya sambil memegang pundak Ilra.

“Ania songsaengnim, aku hanya sedikit kecapekan.” sautnya sambil menahan cairan kental keluar dari kedua lubang pernafasannya itu dengan mendekap hidungnya.

“Kyu, kurasa kau dan nona Han perlu beristirahat untuk hari ini. Berhubung saya tidak mau para pemain saya jatuh sakit hanya karena pentas drama ini, saya izinkan kalian untuk absen dari latihan hari ini.” jelas Jung songsaengnim masih dengan gurat khawatir.

“Ah Kyu! Antarkan nona Han pulang ke rumahnya dan pastikan dia selamat hingga masuk ke dalam rumahnya.” sambungnya dan berjalan menjauhi mereka berdua untuk mencek para tim yang sedang bekerja.

“Kajja, ppaliwa!” perintah Kyu yang sudah berjalan menuju pintu keluar, disusul Ilra yang berjalan setengah berlari.

***

Hampir 15 menit mereka diam. Sikap mereka terpecah hanya karena akhirnya mereka telah sampai di halaman rumah keluarga Han.

“Cepatlah masuk, aku akan pergi setelah kau benar-benar masuk dalam keadaan selamat.” Ucapnya dengan berdiri santai sambil menyandar pada sisi mobilnya.

“N..ne,” sautnya terdengar pelan, “M..mm sunbae, gomawo sudah mengantarku pulang.” lanjutnya lagi lalu membungkukan tubuhnya hingga 30º dan segera pergi meninggalkan Kyuhyun karena ia sudah tidak tahu harus melakukan apa lagi dihadapan Kyuhyun, mengingat bagaimana dia benar-benar lupa cara bernafas yang benar, terlebih tempat ia berdiri tadi sudah memasuki halaman rumahnya.

***

Ketika baru beberapa langkah ia memasuki rumah, Ilra sudah disambut hangat dengan berentetan pertanyaan yang dilontarkan oemma-nya.

“Sayang, apa itu namjachingu-mu? Siapa namanya? Apakah kalian satu sekolah? Aish, kenapa tak kau ajak masuk saja?”

“Ya oemma, dia bukan namjachinguku, dia sunbae yang akan menjadi lawan mainku nanti di pentas drama sekolah. Sudahlah, aku mau ke kamar.” katanya sedikit kesal dan berjalan menjauhi oemma-nya.

“Tunggu dulu sayang, wajahmu pucat. Apa kau sakit?” tanyanya terdengar sangat khawatir melihat kondisi anaknya.

“Ania oemma, aku hanya kecapekan.” balasnya dengan malas.

“Yasudah, kau ke kamar. Nanti oemma bawakan makanan ke kamarmu.” perintahnya sambil melenggang pergi ke dapur.

26th Days
Pentas drama sudah tinggal menghitung hari lagi. Semua pemain kini tengah gladi bersih untuk latihan hari ini.

Semua perlengkapan panggung sudah sangat terlihat tertata rapih di tempat yang seharusnya, dan para pemain juga sudah terlihat jauh lebih siap dibanding tempo hari.

Scene berlanjut dimana Ilra sebagai Juliet sedikit bertengkar pada orangtuanya.

Tapi saat background sudah berhasil dirubah. Papan background sedikit goyang, dan

Braakkkk…

Semua tim mengerubungi papan background yang menindih 2 pemain. Namun tuhan berkehendak lain, Ilra berhasil menuruni panggung yang mengakibatkan ia jatuh tersungkur.

“Ahh..” jeritnya pelan masih dalam posisi tersungkur.

“Gwenchana?” tanya Kyuhyun yang tadi refleks berlari saat melihat Ilra jatuh tersungkur.

“Gwenchanayo,” angguknya pelan sambil berusaha berdiri dengan dibantu Kyuhyun dan salah seorang dari pihak tim.

Dua pemain yang tadi tertindih sudah berhasil dikeluarkan. Namun background yang merupakan salah satu dari properti drama, terlihat rusak dengan patahan-patahan setelah menghantam properti lainnya yang ada di atas panggung.

Dua pemain tadi terlihat jelas tengah diobati luka-lukanya yang cukup parah, kemungkinan besar kedua pemain tersebut tidak bisa mengikuti drama ini, mengingat keadaannya lemah.

Jung songsaengnim bak menjerit frustasi, mengingat pentas drama tinggal menghitung hari, tapi nyatanya tidak ada satu kata amarah yang keluar dari mulutnya.

“PERHATIAN SEMUA!!” teriaknya lantang mengisi atmosfer ruang seni.

“Baik, saya sudah putuskan. Berhubung 2 pemain kita terluka cukup parah, kita akan menggunakan pemain cadangan untuk menggantikan pemain kita yang cidera. Lee Seokmin dan Shin Sera yang akan menggantikannya.” jelasnya lalu berhenti sebentar,

“Dan masalah background, kita akan membuat ulang. Berhubung waktu kita tinggal menghitung hari lagi. Tim design, dan tim properti akan dibantu tim penata panggung dalam waktu cepat, saya harap kalian bisa mengatasi masalah ini. Dan saya rasa, latihan cukup sampai disini.” bebernya dengan santai namun terlihat jelas tatapannya yang gelisah.

Itulah sosok sebenarnya Jung songsaengnim yang sebenarnya. Walau keadaan disekitarnya sedang genting, namun dia bisa berfikir lebih dingin lagi.
30th Days
Hari ini hari terakhir berlatih untuk para pemain. Semua masalah yang terjadi beberapa hari yang lalu sudah cepat diselesaikan. Background panggung yang awalnya diperkirakan akan selesai 5 hari kemudian, ternyata background sudah selasai dalam waktu 4 hari.

Besok para pemain akan menunjukan aksinya dengan diiringi properti yang dibuat para tim. Tentu besok hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh para tim dan pemain.

“Ambil!” sergah Kyuhyun sambil menggantungkan softdrink kalengan dihadapan Ilra.

“Ne?” sautnya memandang heran ke sunbae-nya itu.

“Ambil!” sergahnya lagi, lalu minuman itu telah raib dari tangan Kyuhyun.

“Gomawo,” katanya sambil mengembangkan senyumnya.

“Apa kau suka dengan cerita yang diambil untuk drama ini? Sepertinya dari caramu berlatih, kau suka bukan dengan ceritanya.” ungkapnya ketika sudah menjatuhkan tubuhnya di samping Ilra.

“Mm, sepertinya kau tidak berbakat untuk menebak, sunbae!” sahutnya sambil mengeluarkan smirk.

“Wae? Kau tidak suka? Bukankah hampir semua yeoja suka dengan kisah Romeo dan Juliet?” tanyanya sedikit heran sambil menatap hoobae-nya itu.

“Ne, aku memang tidak suka. Kisah itu terlalu bodoh, emm atau memang mereka yang suka kisah itu yang bodoh? Ha’h,” helanya setelah mencela kisah tersebut.

“Romeo mati bukan karena cinta tapi dia mati karena nafsunya yang hanya ingin bersama Juliet. Nafsunya yang membuat Romeo menjadi bodoh.” jelasnya sambil menata kosong ke depan tanpa objek.

“Sudahlah sunbae, otakmu yang hanya bisa mencerna angka-angka kalkulus, jangan dipaksa untuk mencerna kalimat. Kurasa otakmu akan terbakar,” ledeknya sambil tertawa kecil dan melemparkan tatapan mengejek kepada Kyuhyun.

Kyuhyun pun mengacak rambut halus Ilra dengan gemas tanpa menjawab.

***

Hari yang ditunggu telah tiba, ruang seni yang kemarin dijadikan tim pentas drama untuk berlatih, kini sudah dipenuhi ratusan penonton.

Suasana di kursi penonton begitu riuh, berbanding terbalik dengan suasana di balik panggung. Rasa tegang, cemas dan khawatir bercampur jadi satu dalam diri setiap pemain.

“Tenanglah! Aku yakin pasti kita akan berhasil.” ucap Kyuhyun refleks menggenggam tangan Ilra.
Menambah frekuensi degup jantung Ilra yang kian meletup-letup, saat orang yang dia sadari bahwa dia mencintainya, menyentuh tangannya dengan hangat. Entahlah, saat kemarin-kemarin hatinya yang sudah terbiasa dengan sosok Kyuhyun, dengan menetralisirkan perasaannya yang kian bergejolak.

Namun, dalam sedetik ini, gejolak itu kian mengguncang.

“Ayo kalian cepat bersiap, sebentar lagi akan dimulai.” perintah seorang tim nampak tidak membuat Kyuhyun bergeming untuk melepaskan genggamannya. Ia semakin mengeratkan genggamannya dan menarik pelan gadis itu ke arah samping panggung yang sudah ada beberapa pemain untuk naik ke atas panggung sebagai opening stage.

“Ayo kalian naik.” perintah Jung songsaengnim sambil memberi senyum untuk menyemangati mereka.

***
Dunia Ilra sudah kembali seperti semula, ia mulai bergelut di atas bangku favorite-nya di taman, ditemanin dengan sebuah novel yang sebelumnya pernah ia baca.

Dunianya sedikit berubah setelah drama itu sukses besar. Membawa namanya sedikit terangkat disetiap topik pembicaraan setiap siswa Yumkwang High School.

Bahkan terendus kabar, bahwa Ilra dan Kyuhyun berpacaran.
Sudah hampir setengah bulan gosip itu merabak tanpa menyusut setelah pentas drama berakhir.

“Senyaman itukah duduk disitu hingga berhari-hari?” tanya seseorang dari belakang Ilra, sontak membuat Ilra menengok ke arah sumber suara.

“Sunbae?” sautnya sedikit mengkerutkan dahinya.

Kyuhyun pun menempati ruang kosong disamping Ilra, dan melepaskan helaan nafas yang sempat ia tahan tadi.

“Kau tahu, hari ini musim panas akan berakhir.” ungkapnya sedikit tak jelas.

“He’h, bukan seperti itu cara memulai percakapan. Kurasa aku perlu memulainya terlebih dahulu.” katanya sambil melempar senyum meledek, “Sunbae, apa kabar? Kurasa kau tidak dalam kabar baik, Benar? Aish, biar kutebak, apa kau mulai muak dengan segala gosip yang dilontarkan siswa seantreo sekolah? Ya pasti itu benar!” sambungnya dengan brondongan pertanyaan untuk Kyuhyun dan dijawab oleh dirinya sendiri.

Kekehan kecil pun mulai keluar dari mulut Kyuhyun, “Kurasa semua pertanyaan dan tebakanmu itu seharusnya untuk dirimu sendiri. Kau muak mendengar mereka bergosip tentang hubungan kita? Wae? Bukankah kau beruntung digosipkan berpacaran dengan siswa tertampan seantreo Korea? Ani, lebih tepatnya seantreo dunia, kekeke.” ujarnya dengan percaya diri.

“Tsk, narsis sekali kau. Pergi sana, aku tidak mau menambah daftar untuk jadi bahan gosip lagi.” usirnya sambil mendorong pelan bahu Kyuhyun.

Namun sedetik kemudian, Ilra bangkit dari tempatnya dan pergi berlari meninggalkan Kyuhyun.
“Hei, kau! Mau kemana?” tanya Kyuhyun dengan kekehan meledek melihat kelakuan tidak jelas Ilra.

***

Hari pun kian berlalu, mengganti setiap nama bulan hingga melewati pergantian tahun. Menyusuri waktu yang terasa begitu cepat.

Malam ini ada pesta ulang tahun kecil di rumah Youngra, 30 menit yang lalu baru saja pesta itu berakhir.

Ilra dan beberapa teman dekat mereka dipaksa untuk menginap di rumahnya untuk malam ini.
Setelah pesta berakhir, Youngra mengajak teman-temannya untuk bermain truth or dare, yang langsung di anggukan oleh yang lain.

Sebuah botol sudah berada ditengah meja. Perdebatan merebut ‘Siapa yang pertama memutar?’ tengah berlangsung, namun Youngra selaku empunya rumah membuka permainannya tersebut.

Botol sudah diputar, dan… botol berhenti mengarah tepat di Ilra.

“Truth or dare?” tanya Youngra dengan antusias.

“Truth,” sautnya dengan cepat.

“Mm, siapa orang yang kau suka sekarang di sekolah?” tanya pada Ilra, karena Youngra dan beberapa teman yang disana sudah tahu bahwa hubungan Ilra dan Kyuhyun hanya gosip belaka.

Ya, bayangkan saja, sudah hampir berbulan-bulan gosip itu tak kunjung surut, teman-teman sekolahnya terlalu suka mencari fakta untuk dirubah menjadi gossip lalu menjadi bahan pembicaraan mereka di sekolah. Padahal nyatanya mereka hanya terlihat sedang berbicara, namun lagi-lagi itu menjadi gosip.

Ilra sedikit berfikir, “M..mm, Kyu sunbae.” ucapnya langsung menundukan kepala-nya sambil menahan semburat merah yang akan meratai pipinya.

Alih-alih teman-temannya bersorak, “Yak! Benarkan dugaanku.” cetus salah satu diantara mereka yang bernama Kim Hwangmi.

“Huahahaha, kurasa Kyu sunbae harus melihat wajahmu sekarang. Seperti kepiting rebus, hahaha.” sahut Shin Chaeri yang ada di sebelah Youngra.

“Yak kalian!” jeritnya kesal memuncrat keluar.

“Bukankah besok pesta pelepasan sekaligus perpisahan untuk para sunbae kita?” tanya seorang teman yang lain.

“Ne, kurasa besok kau harus mengungkapkan perasaanmu pada Kyu sunbae sebelum dia benar-benar keluar.” cetus Youngra dan disetujui oleh teman-teman yang lain.

Dengan rona merah yang mendasari pipi putih Ilra, ia sedikit berfikir, menimbang dengan pasti perkataan teman-temannya.

‘Baik, sepertinya memendam perasaan terlalu lama akan menimbulkan penyakit tersendiri untuk diriku. See it tommorow, hwaiting Han Ilra!’ gumamnya dalam hati tanpa ragu.

***

Musim telah berganti, butiran-butiran salju mulai mencair berganti dengan bunga-bunga yang bermekaran. Namun suhu dingin masih terus menghinggapi kota Seoul.

Hari ini masih di sekolah lebih tepatnya lagi di gedung seni akan dimulai acara pelepasan sekaligus perpisahan kelas 3.

Terlihat jelas halaman sekolah mulai dipenuhi para siswa yang telah lulus beserta para undangan yang lainnya. Ilra yang sudah 10 menit lalu berada di sekolah, menunggu Kyuhyun datang kini masih dihantui rasa takut, takut bila perasaannya hanya sepihak saja, bukankah masalah itu sudah sering di dengar? Ya gadis itu tidak mau hal itu terjadi pada dirinya.

Suara riuh terdengar memekak telinga ketika semua sorot mata menatap satu fokus ke arah seseorang yang baru beberapa langkah memasuki halaman sekolah. Ya, itu Kyuhyun.

Ilra yang melihat Kyuhyun dari jarak pandang yang lumayan jauh, mulai mengembangkan senyumnya yang terlihat samar, dan mulai melangkahkan kakinya menuju sosok yang ia pandangi tanpa henti.
Jantungnya benar-benar berdegup kencang, seolah jantungnya ingin memberontak dari tempat pengasingan dalam tubuh gadis itu.

“Apa kau sudah dengar, Kyu sunbae berpacaran dengan Yonha sunbae?” bisik seseorang siswi namun masih bisa didengar orang lain dalam radius 1 meter.

Ilra yang jaraknya hanya 1 meter pun mendengar. Ia menghentikan langkahnya untuk mendengar penuturan dari gadis yang berbicara itu untuk lebih jelas lagi.

Saat mendengarnya tadi, jantungnya seakan berhenti berdetak, memberikan sedikit perih tercoreh dalam hatinya.

“Ne aku sudah dengar. Dan katanya mereka akan satu kampus, kau tahu itu? Aish beruntung sekali Yonha sunbae,” katanya membuat Ilra memegang dadanya yang begitu sesak.

‘Apa ini benar? Bahkan tanpa aku mengungkapkannya pun aku sudah memiliki jawabnyakan?’ desisnya dalam hati dengan hati yang begitu hancur, seakan semua harapannya akan berakhir sampai disini.

Ilra berjalan membelok dari arah yang ia tuju sebelumnya.

Berlari menuju sisi belakang sekolah, tempat paling sepi yang tentunya jarang dilewati para siswa.
Entah sudah keberapa kalinya, air mata gadis itu menelesak menuruni pipi putihnya itu.

Hatinya masih begitu sesak mengingat percakapan tadi. Sekarang ia begitu rapuh.

***
Youngra dan beberapa teman yang lainnya juga baru mendengar berita tersebut. Berita itu bukan sekedar gosip tapi memang nyata. Segera mereka mencari Ilra di tengah kerumunan oranh di halaman sekolah.

“Lebih baik kita tanya Kyu sunbae saja, mungkin tadi Ilra sudah berbicara.” Kata Youngra langsung diangguki oleh teman-temannya.

Saat langkah mereka sudah semakin dekat, salah satu diantara mereka meneriaki nama Kyuhyun, sontak membuat Kyuhyun menengok kearah mereka.

“Ne?” tanyanya heran melihat para gadis dihadapannya memasang wajah khawatir.

“Apa sunbae tadi bertemu dengan Ilra?” tanya Hwangmi dengan cepat.

“Ania, wae?” sautnya balik,

“Gadis bodoh itu menghilang. Aish!” pekik Youngra dengan frustasi.

“Mwo? Buat apa kalian mencarinya? Gadis itu sudah besar, jangan khawatirkan dia, dia akan baik-baik saja.” saut Kyuhyun dengan tenang.

“Yak! Dia baik-baik saja tapi hatinya dalam keadaan tidak baik! Kajja, cari gadis itu lagi.” kecam Chaeri yang ada di samping Youngra lalu bergulir pergi meninggalkan Kyuhyun yang terpatung mendengar kecaman dari seorang gadis sekaligus berfikir, ‘Apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu?’

***

Tangisannya masih terpecah di belakang sekolah, entahlah gadis itu sudah benar-benar berada diujung pengharapannya. Namun, beberapa menit kemudian tangisannya pun kian mereda setelah pergelutan antara perasaan dan fikirannya.

“Ini akan menjadi musim semi terakhir.” gumamnya dengan semangat sambil menghapus air matanya dengan punggung tangannya dan bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah halaman, berniat untuk pulang.

***
Mata sembab Ilra menjadi pusat perhatian setiap orang yang ada di halaman sekolah, melemparkan tatapan seolah bertanya -ada-apa-dengannya-.

“Ilra, ada apa denganmu? Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun setelah menarik tangan Ilra.
Ilra menatap Kyuhyun tatapan sedikit mengejek dan tajam, “Aku tidak dalam keadaan baik dan karena hatiku sudah hilang. Bisakah kau melepaskan tanganmu, aku ingin pulang.” katanya dengan nada tajam, sontak membuat Kyuhyun melepaskan genggamannya.

Ilra pun berjalan menjauh dari Kyuhyun dan kerumunan yang tak hentinya membicarakan dirinya.

‘Mungkin aku akan menjadi orang paling bodoh yang berprinsip bahwa cinta tak perlu diungkapkan. Pada akhirnya diungkap ataupun tidak, itu hanya akan membuatku tambah merasakan sakit. Setidaknya aku jauh lebih bersyukur, bahwa orang yang aku suka tidak tahu bagaimana perasaanku disaat dia bahagia bersama kekasihnya.’

TBC or FIN?

 

 

6 thoughts on “[Freelance – Oneshoot] Love Story: Love In the Spring

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s