[Freelance – Oneshoot] Saranghae – Chagi,

Title: Saranghae, chagi

Author: @IcePrincessEXO

Length:

–          Oneshot

Title: Saranghae, chagi

Author: @IcePrincessEXO

Length:

–          Oneshot

Rating:

–          13 PG

Genre:

–          Romance

–          Sad

Main cast:

–          Kim SuHo

–          Jessica Jung SooJung

Other cast:

–          Kris Wu YiFan

–          Jessica & Kris Wu Family

–          SooYoung, Bora, Yesung, Luhan, Chanyeol, Sehun, & Chen (all a cameo)

Backsong (?):

–          F.I.X _ Don’t Say

–          T-ara & Supernova _ Time To Love

–          2NE1 _ It’s Hurt

–          Super Junior – Y

Author note:

Annyeong, author @IcePrincessEXO disini ^^

Kini membawakan sebuah kisah dua insang yang terpisah, bagaimana ceritanya ?

Mau tau ya? Mau aja atau mau banget ? xDD

*Untuk yang mau pesen FF atau mau kenalan sama author bisa langsung ke FB author http://www.facebook.com/IcePrincessEVIL atau ke twitter author https://twitter.com/IcePrincessEXO ya ^^

Sebelumnya ini pernah di publis dgn Cast Baekhyun dgn judul yang sama dan di publis disalah satu blog FF hehehe

LIKE = Author doaing bisa nonton konser dan ketemu BIAS secara dekat

COMMENT = Author doain bakalan bisa ketemu secara dengek dengan BIAS

GAK COMMENT = Author doain GAK AKAN KETEMU BIAS sampai kapanpun Xdd

Gomawo and Happy reading :)

Mungkin ini jalan terbaik untuk kita

Mungkin juga ini jalan yang salah untuk kita

Walau kita berpisah…

Namun, cinta kita akan abadi selamanya

“Saranghae, chagi”

^^^^^^^^^^

Author POV

Sore ini di sekolah yang cukup sepi, sepasang remaja sedang duduk di bangku santai di depan kelas. Mereka terlihat membisu satu sama lain, tak ada yang mau mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya ada suara hujan yang turun cukup deras dan beberapa kali suara petir yang menyambar. Mereka engan pulang, masih ingin di situ bersama. Mungkin ini hari terakhir mereka bersama di akhir bulan Juli itu.

Detik berganti, menitpun juga ikut berganti namun tak ada satupun dari mereka yang mau membuka mulut untuk bersuara. Mungkin mereka masih mencari – cari kata yang tepat untuk memulai kalimat itu, namun pada intinya akan sama saja. Hingga pada akhirnya salah satu diantara mereka memulai pembicaraan di sore yang hujan ini. Ya, namja di samping yeoja bertas ungu itu memulai pembicaraan ini.

“kenapa kau memutuskan ku? Apa salahku? Kalau kau ingin putus, kau harus memberiku alasan yang jelas” ucap namja itu memulai pembicaraan.

“apa yang harus di perjelas? Bukankah semua memang sudah jelas?” jawab sang yeoja tak mau kalah dalah berucap.

“tidak seharusnya kau mengakhiri hubungan kita ini tanpa alasan yang jelas” kata namja itu sambil menatap lirih sang yeoja di hadapannya.

“lantas, aku harus berucap apa biar kau mau berisah denganku? Aku tak mencintaimu lagi, aku bosan denganmu. Aku juga sudah terlalu capek berpacaran dengan kau” sela sang yeoja.

“apa itu alasan yang tepat ?” namja itu tak mau kalah dalam perdebatan ini.

“kita memulainya dengan kalimat Aku mencintaimu dan tak bisakah kita mengakhiri hubungan ini dengan kalimat Aku sudah tidak mencintaimu lagi ? kurasa itu alasan yang jelas” ujar sang yeoja sambil menerawang ke arah hujan yang turun,

“tapi…..” namja itu menggantungkan kalimatnya.

“sudahlah, aku pusing… aku mau pulang. Semoga kau mendapatkan yeoja penggantiku yang lebih baik dari ku” ucap sang yeoja sambil berlalu pergi.

“aku takan pernah mendapatkannya, karna kau lah yeoja itu untukku” lirih sang namja dengan suara kecil tertahan.

^^^^^^^^^^

Apakah ini akhir dari semuanya?

Apa yang kita lakukan selama ini telah sia-sia, hanya karna kata “putus”~

Sejujurnya ku tau, kita memang masih saling mencintai

^^^^^^^^^^^

SuHo POV

Sampai saat ini, aku masih tak bisa melupakanmu. Kau tahu? Betapa hancurnya hati ini saat kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita? Sakit rasanya, bahkan 1000 jarumpun belum terasa sakit, kau…. lebih sakit dari 1000 jarum itu.

Kau tau, setiap pagi aku selalu mencuri-curi pandang ke arahmu, aku senang saat mata kita saling tersenyum. Walau kau langsung membuang muka padaku, aku tahu saat itu kau masih malu padaku padahal kita sudah resmi bersama dan semua anak di sekolah kita pun tau. Aku tahu, mungkin aku tak pantas bersanding denganmu. Kau cantik, kau popular, banyak namja yang menyukaimu dan ingin mendekatimu tapi kau. Malah menjatuhkan pilihan itu padaku, seorang namja biasa. Mungkin kau menyukaiku karna kita memiliki hobi yang sama, yaitu menyanyi. Aku rindu dengan ocehanmu, omelanmu saat marah, makianmu saat kau kesal, sikap perhatianmu waktu ku sakit. Aku sangat rindu dengan semua itu, aku tak mau kita berpisah. Aku mau kita bersama lagi.

Hari ini, sekolahku kurang semangat tanpamu. Kau nampak menjauhiku, aku tahu kau tak mau melihatku lagi tapi jangan begitu caranya. Aku tak mau kita bermusuhan hanya karna kita sekarang sudah putus. Aku ingin kita menjadi teman.

^^^^^^^^^^

Jessica POV

Maaf karna aku telah mengabaikanmu, maaf pula karna aku telah membuatmu sakit, maaf karna aku telah membohongimu, Mianhae Suho-ah~

Hanya kalimat itu yang bisa ku ucapkan dalam hati, sejujurnya aku tak ingin kita berpisah. Ini terlalu sakit dan sulit, aku tak bisa tanpamu, aku sangat menyayangimu tapi bagaimana lagi. Nasi telah menjadi bubur, aku tak mungkin menarik perkataanku kembali dan mengajaknya memulai dari awal lagi. Sungguh aku ingin kita bersama, tapi di satu sisi aku tak sanggup untuk kita bersama. Mungkin kau tahu ini tapi ku yakin kau akan pura-pura tak tahu. Kau tak merasakannya karna aku pihak yang merasakan hal itu. Ya, aku sakit karna teman-temanmu, why? Karna mereka mendesakku, aku tau mereka tak suka kalau kita bersama lebih tepatnya mereka tak suka aku jadi pacarmu tapi bukankah ini adalah jalan kita. Mereka memang tidak berhak ikut andil dalam hal percintaan kita, tapi aku sadar diri dan menyerah pada akhirnya.

Maaf, mungkin ini terlalu bodoh. Tapi aku tak tahan dengan semua omongan mereka yang menusukku dan menjelek-jelekkan ku dari belakang. Aku tak ingin mempunyai musuh lebih baik kita akhiri saja hubungan ini.

^^^^^^^^^^

Author POV

Jam berganti, hari pun ikut berganti dan tanpa terasa sudah 20 hari mereka berpisah tanpa ada komunikasi sedikitpun hingga pada akhirnya namja itu mengirimkan pesan singkat pada yeoja tersebut. Namja itu mengajak berkeliling di malam minggu terakhir mereka, namja itu ingin mengenang malam minggu terakhir yang takan bisa iya dapatkan lagi karna mereka sudah resmi berpisah dan yeoja itu meng-Iyakan ajakan sang namja. Maka, besok malam waktunya mereka bersama kembali untuk yang terakhir kalinya.

^^^^^^^^^^^

SuHo  POV

Malam ini seperti malam minggu sebelumnya, dengan setelan jaket dan celana levis aku berangkat menjemput Jessica dengan motor merahku. Ahhhh senang sekali rasanya iya mau menerima ajakanku. Semoga hari ini berjalan lancar ^^

^^^^^^^^^^^^

Jessica POV

Malam ini seperti malam minggu sebelumnya, tapi bedanya aku dan dia akan berjalan untuk terakhir kalinya. Tak akan ada pelukan hangat yang kurasakan darinya. Sungguh aku ingin menyetop malam ini, i need a time machine~

^^^^^^^^^^^

Author POV

Malam ini mereka pergi bersama, tak ada yang special di malam ini. Hanya ada suara hembusan angin musim dingin di bulan itu. Yeoja itu mulai mengeratkan jaket yang iya kenakan begitu pula dengan manja di sampingnya, kini mereka telah berada di sebuah taman kecil yang tidak terlalu ramai.

“tumben, biasanya di sini sangat ramai” ucap sang yeoja memecahkan keheningan.

“ne, tapi aku suka tempat sepi seperti ini. Sangat tenang” lanjut sang namja sambil menyenderkan badannya di bangku taman.

Sepi, lagi-lagi sepi melanda mereka. Tak ada satupun yang bersuara, mereka sibuk dengan pikiranya masing-masing. Jessica lebih memilih untuk mendongakkan wajahnya ke atas untuk melihat bintang sedangkan Suho entah sepertinya iya sedang berfikir dan…

Chu~

Sebuah ciuman hangat mendarat di bibir sang yeoja sontak membuat yeoja itu gelagapan dan shock, namun seakan tau apa yang di maksut olah sang manja. Jessica pun hanya diam dan mengikuti ciuman itu. Sedikit lembut pertamanya, namun lama kelamaan sedikit berubah menjadi lumatan hingga yeoja itu susah untuk bernafas.

“ahhhh, aku tak bisa bernafas. Pabbo” kesal sang yeoja sambil merapihkan poninya yang sedikit berantakan akibat ciuman itu.

“mian, habis sudah lama ku merindukannya” jawab namja itu sambil senyunggingkan sebuah senyum kemenangan.

“kau, selalu seperti itu. Tak berubah”

“aku takan pernah berubah demi kau”

“terserah”

“jangan putus ya ya ya?”

“tidak mau, keputusanku telah bulat”

“arraseo”

Sedikit banyak mereka menghabiskan waktu di taman itu, malam ini adalah malam terakhir mereka. Tak ada satupun dari mereka yang mengucapkan kata “aku ingin pulang, sudah malam” tapi biar waktu terus berputar mereka ingin selalu bersama dan sekarang itu tak mungkin. Makannya mereka membiarkan waktu berjalan tanpa mereka sadari.

Setelah cukup lama terdiam yeoja itu memberi isyarat agar mereka pulang karna waktu sudah tak memungkinkan lagi, semakin larut malam ini.

Saat di perjalanan pulang, yeoja itu tak tahan memeluk punggung sang namja dan tiba-tiba saja tetesan butira bening keluar di peluh mata indahnya. Sorot matanya kabur karna air itu menghalangi penglihatannya. Namja itu tau bahwa yeoja di belakangnya menangis, hatinya sakit, perih, melihat yeoja yang sangat ia cintai menangis. Dia merutuki dirinya sendiri karna hanya mampu berdiam diri. Dengan sekuat tenaga dan juga menahan dirinyanya, namja itu sedikit mencoba menenangkan sang yeoja.

“kau menangis? Jangan menangis karna ini? Bukankah ini yang terbaik? Maaf telah membuatmu susah dan sedih”

“……” tak ada jawaban hanya isakan-isakan kecil yang terdengar.

“aku akan selalu ada di sisimu, aku akan selalu mencintaimu”

“…..” bukannya menjawab, yeoja itu malah menangis sejadi-jadinya. Pertahananya runtuh karna beberapa kata yang terdengar di telinganya terasa menyayat-nyayat hati kecilnya. Ingin rasanya dia berteriak dan mengatakan “saranghae” tapi ia tak bisa mengucapkan kalimat itu.

***

1 bulan kini berlalu setelah kejadian di malam minggu itu, kini mereka benar-benar berlaku seperti dulu saat mereka tak mengenal satu sama lain. Namun 90% murid di sekolah itu tau kalau mereka belum berpisah mengingat cara mereka pacaran cukup unik yaitu jarang mengobrol bersama bahkan menyapa juga enggan.

^^^^^^^^^^

Jessica POV

Apa ini yang namanya cinta???

Apa aku benar-benar mencintainya???

Aku, kehilangannya sekarang???

Dulu aku sangat menginginkan kita berpisah, namun sekarang?

Inilah titik jenuhku, dimana aku merasa kesepian tanpanya. Tak ada yang meneriaki namaku dan berteriak “Chagiiiii” sungguh suara itu sangat memalukan namun aku rindu saat seperti itu. Aku hampir gila dibuatnya. Mungkin bulan kemarin dialah yang gila dan sekarang dia telah merelakaku. Namun aku??? Berbanding terbalik dengannya, dulu aku yang merelakan dia pergi dan sekarang sangat sangat ingin dia kembali bersamaku…

Bodoh, aku memang bodoh Jessica Jung SooYeon ~

Malam ini ku coba untuk mengiriminya pesan singkat dan berniat untuk mengajaknya kembali namun apa???

Dia malah menolakku dengan alasan yang tak jelas. Apa ini rasanya 1 bulan yang lalu saat dia merasakan ini ????

Sakit? Tentu saja. Aku ditolak -_-

Kepalaku sakit saat itu dan entah pandanganku buarm dan semuanya gelap….

***

Saat aku terbangun, bau khas obat-obatan menyeruak masuk di dalam hidungku, ku yakin ini bukan kamarku karana kamarku ini bukanlah toko obat dengan tingkat aroma obat yang khas. Ini dimana??? Apa aku telah di surga??? Ahhhhhh, yeoja gila -_-

“Yeon, kau sudah bangun rupanya?” tanya suara itu. Siapa dia ??? SuHo kah???

“engggg, aku dimana?” tanyaku sambil melihat sekeliling ruanagan.

“kau di rumah sakit, ibumu menelfonku. Untung aku ada di rumah dan bisa langsung mengantarmu ke rumah sakit”

“kau~”

“Kris, anak teman ibumu”

“eo”

Aku sedikit mengingat-ngingat namja ini, oh dia Kris. Kris Wu YiFan tepatnya, dia anak teman ibuku dari china. Tampan dan sangat mahir dalam bahasa Inggris, dia itu termasuk anak yang pintar dan rajin buktinya dia bisa kuliah sambil berkerja. Benar-benar namja idaman.

^^^^^^^^^^

Kris Wu POV

Yeoja ini, masih sama seperti dulu. Hahaha aku jadi ingat saat dia masih berumur 3 tahun dan saat itu aku sudah TK ya kira kira umur 5 tahunnan. Aku dulu sering bermain dengannya karna Sooyeon kecil sangat lucu. Namun sekarang yeoja ini sudah tumbuh sangat cantik dan errrrr sedikit rapuh sepertinya. Aku mendengar cerita dari ibunya, Jessica baru saja putus dari pacarnya sekitar sebulan yang lau dan dari hari ke hari Jessica mulai kelihatan lesu. Saat aku bertemu dengan sahabatnay Bora dan Eunhyuk, mereka juga berkata bahwa Jessica sangat mencintai namjanya namun karna ada sesuatu mereka harus berpisah.

Ahhhh SOOYEON, aku bisa menjadi namja penggantinya. Aku akan berusaha membantumu melupakan namja itu dan membuatmu berpaling padaku…

^^^^^^^^^^

Author  POV

Sejak hari di mana Jessica di rawat, Kris & Jessica begitu dekat sekarang. Bahkan kini Kris sering mengantar-jemput Jessica ke sekolah, banyak murit di sekolah Jessica yang iri padanya karna mereka pikir yeoja manis itu berpacaran dengan Kris, namja yang tampan walau terlihat agak jutek. Disisi lain, Suho yang melihat kebersamaan mereka pun merasa sangat sakit, hatinya sakit seperti di tusuk-tusuk jarum.

“mungkin mereka lebih cocok” batin SuHo yang menyaksikan Jessica dan Kris di depan gerbang sekolah.

***

#dikelas

“Suho-ah, melamun saja. Masih memikirkan Jessica ???” tanya salah satu temannya yang berwajah sama cute-nya dengan dia.

“oh, anniya. Aku hanya sedang memikirkan lulus tidaknya diriku ini” jawab Suho yang sesungguhnya tak ingin berkata itu, karna benar kata temannya. Dia sedang melamunkan Jessica.

“mau ke kantin bersama?”

“ahhh anniya Luhan-ah, kau duluan saja. Itu, Krystal telah menunggumu hehe”

“haisss, ne… bye~”

***

“Suho, tolong berikan ini pada Sica dong. Aku tak tahu kelasnya, kau kan pacarnya? Ini buku yang di pinjam Bora” kata seorang yeoja bertubuh tinggi.

“oh, ne. Akan ku sampaikan Sooyoung noona” jawabSuho.

Bahkan, banyak yang masih mengira sampai saat ini mereka berdua (SuSic) masih berpacaran~

^^^^^^^^^^

Jessica POV

Kulangkahkan kakiku di sepanjang kolidor sekolah, ahhh hari ini kenapa aku harus bolak-balik ke perpustakaan sih. Padahal kelulusanku tinggal sebentar lagi tapi aku masih saja di sibukkan dengan tuga keperpustakaan ini, sekolah memang menyebalkan, lihatlah sekarang sekolah sudah sepi dan mau tutup & penderitaanku bertambah saat Kris menelfonku karna tak bisa menjemputku di sekolah, terpaksa aku pulang menggunakan angkutan umum. Tiba-tiba saat aku sedang berjalan di koridor yang sepi sebuah tangan menggenggamku, tangan ini…

“neo?” ujarku pada si pemilik tangan itu.

“ini, tadi Sooyoung noona menitipkan bukumu. Katanya si Bora temannya sudah selesai membacanya” jelas si pemilik tangan memberi tahu maksut kedatangannya.

“oh, gomomawo” ucap ku sambil berhenti dan memasukkan buku itu ke dalam tasnya.

“sendirian kah atau…?” belum sempat Suho berbicara aku sudah memutus omongannya.

“ya, hari ini aku pulang sendiri”

“benarkah? Mau pulang bersama?”

“……” aku berfikir agak lama.

“sudah lah, aku tau kau sangat tak suka naik angkutan umum”

“oke, aku mau”

^^^^^^^^^^

SuHo POV

Jessica, lagi lagi kau membuat jantungku berdetak lebih cepat dari yang sebelumnya ahhhh aku jadi kasihan pada diriku sendiri. Teganya aku menolak Jessica saat meminta memulai hubungan kami dari awal padahal jelas-jelas aku masih sangat menyayanginya.

Flashback

“Ayo kita mulai hubungan kita lagi” ujar Jessica sambil menatap mataku.

“maaf, kita sudah tak bisa bersama” jawabku sambil menunduk, jujur aku tak sanggup untuk mengatakan ini semua.

“kenapa?” tanyanya mendesak.

“mianhae, saranghae”

“jangan katakan itu bila kau tidak mau kembali padaku” kesal Jessica  sambil berlari dan meninggalkanku, ku lihat air mata di ujung mata indahnya napun tubuh ini tak mampu lagi untuk mengejarnya. Saranghae, chagi-ya~

Flasback end

Jessica tiba-tiba memeluk pinggangku sontak membuatku kaget karnanya, kau apa masih kau ingin menguji hatiku ? ahhhh tuhan, rasanya aku sudah tak sanggup lagi menahan sesak di dada. Jujur aku masih sangat mencintainyaa.

“dingin, pinjam tubuhmu” ucapnya tepat di telingaku.

Oh, God. Bahkan sampai saat ini pun suaranya masih yang menjadi favoritku. Aku merindukan yeoja-ku ya, yeojaku bukan yeoja orang lain, tapi~

I am Late ~

^^^^^^^^^^

Jessica POV

1 detik, 2 detik, 3 detik, 4 detik, 5 detik aku masih enggan untuk turun dari motornya dan melepaskan pelukannya namun dengan segera aku turun karna aku tak mau dia curiga karna aku masih memeluknya erat. Aku merindukannya, bau badannya, punggungnya, senyumnya, dan keramahannya padaku. Apa kami benar-benar tak bisa kembali??? Tuhan, aku sangat mencintainya. Aku mohon persatukan lah aku dengannya lagi. Aku mencintainya lebih dari nyawaku sendiri~

Akupun turun dan segera masuk ke rumah setelah mengucapkan terima kasih pada Suho tapi langkahku terhenti saat Suho mengucapkan sebuah kalimat yang aneh.

“Chukkahae, sepertinya kau lebih cepat dariku. Berbahagia lah” ucapnya, sejurus kemudian saat aku ingin berbalik dan menjelaskan semuanya dia sudah menggas motornya cepat dan pergi begitu saja. Ahhhhhhh itu tak seperti yang dia pikirkan >.<

Langkahku pun gontai, apa lagi saat aku melihat keluarga Kris oppa berada di rumahku sedang bercengkrama dengan appa & umma.

Apakah hari itu akan tiba??? Mengingat sebentar lagi aku akan lulus sekolah 4 minggu lagi….

^^^^^^^^^^

Suho POV

“Chukkahae, sepertinya kau lebih cepat dariku. Berbahagia lah” entah darimana keberaniannku mengucapkan kata itu, jujur air mataku ingin segera tumpah tapi ku tahan aku tak mau kelihatan cengeng di depan Jessica & aku juga tak mau terlihat seperti anak kecil di hadapannya. Aku tahu dia pasti akan berbalaik dan ingin mengucapkan sesuatu padaku tapi aku tak tahan untuk mendengar kenyataan itu, aku tak mau mendengar kalau mereka benar-benar memiliki hubungan yang special langsung saja aku mengGas motorku dengan cepat dan mencoba berusaha menghindar darinya.

#4 minggu kemudian

Sejak kejadian itu, aku dan Jessica saling menghindar satu sama lain. Mungkin ini memang benar-benar akhir dari segalanya dan benar saja hari-hariku tanpanya terasa hambar aku juga mulai sering uring-uringan sendiri karna dia. Ya, aku menyesal telah menolak ajakannya untuk kembali menjalain kisah baru tapi nasi telah menjadi bubur, semuanya telah terlambat. Kulihat juga Jessica dan namja itu makin hari semakin mesra saja, aku cemburu? Tentu saja iya >.<

Hari ini hari terakhirku berada di sekolah, besok sudah pengumuman lulus atau tidaknya aku di sekolah ini tapi aku yakin pasti aku lulus hehe. Dan itu berarti aku memang harus mulai terbiasa tanpa dia di sisiku. Entah lah apa dosaku di kehidupan kemarin sampai aku tak bisa menggapai cintaku, aku yakin Jessica adalah cinta sejatiku selamanya. Haaaah, entahlah aku pusing -_-

^^^^^^^^^^

Author  POV

Hari ini adalah hari dimna pengumuman lulus atau tidaknya para murit dan sekarang semua murit sibuk dengan kertasnya masing-masing yang sudah ada di tanggan mereka, ada yang meloncat-loncat, menangis, bersujut, dan beberapa ekspresi lain setelah membaca isi surat kelulusan tersebut semua murit di sini senang karan 100% siswa-siswi LULUS.

^^^^^^^^^^

Suho  POV

Ahhhhhh, puji tuhan. Aku akhirnya lega juga, umma pasti bangga karna kelulusanku dan nilai akademikku pun baik hehehe

Oya, aku sampai lupa tujuan keduaku datang ke sekolah hari ini selain untuk mengambil surat kelulusan dari sekolah juga ingin bertemu dengan yeoja yang selama ini ku inginkan & kurindukan.

Ini sudah ku fikirkan matang-matang tadi malam, dan hasilnya hari ini aku akan menemui Jessica untuk mengungkapkan isi hatiku selama ini yang telah menyiksa hatiku. Segera ku berlari dan mencari Jessica ke segala penjuru arah namun nihil yang ku dapatkan, tak terlihat sedikitpun Jessica di sekolah ini namun entah kenapa aku mempunyai insting untuk mencarinya ke taman belakang sekolah dan benar saja Jessica ada di sana dan dia sedang, menangis ??? kenapa? Apa dia tidak lulus ? #plak

“Sica-ah, kau kenapa?” tanyaku sambil memegang pundaknya. Dia menoleh dan memelukku erat, sangat erat sampai-sampai aku tak bisa bernafas.

“ada apa? Ceritalah” sambungku lagi.

“aku…..” dia menggantungkan kalimatnya.

“hemmm?”

“aku lulus”

“chukkae, jangan nangis dong”

“oh ne”

Aku masih memeluk tubuhnya, merasakan setiap senti tubuh kami bertemu. Aku rindu saat seperti ini, memeluknya hangat dan membelai rambut halusnya yang berwarna coklat. Ahhhhh bahkan detak jantung kami terasa menyatu. Aku sudah tak tahan lagi dan ingin segera mengatakan yang sejujurnya, aku menarik nafas dalam-dalam sebelum mengatakan hal tersebut dan mulai berbicara.

“Sic, maafkan aku yang telah menolakmu waktu itu. Maafkan aku yang mengabaikanmu. Mungkin kau tahu aku bukanlah namja yang puitis dan tak bisa menyusun perkataan jadi, maukah kau kembali padaku? Kita mulai dari awal. Saranghae” ucapku sambil menatap kedua bola matanya. Dia terdiam sejenak mungkin masih meresapi maksut perkataanku.

“mianhae, aku tak bisa. Aku….”

“ahhh, aku tahu jawabannya akan seperti ini. Kau sudah memiliki dia kan?”

“bahkan aku dan dia baru menjalani hubungan 4 minggu, kami di jodohkan”

“dijodohkan???”

“iya, kau ingat saat kau terakhir kali mengantarkanku pulang? Dan kau mengucapkan kalimat Chukkahae??ya, hari itu tepatnya keluarga Kris oppa dan aku menyetujui pertunangan ini. Aku tak mampu menolak karna ku tahu umma pasti akan marah kalau aku melakukan hal itu, lagi pula aku sudah tak punya pilihan lagi. Kau telah memutuskan untuk menolakku waktu itu. Mianhae”

“ahhhhh, aku terlambat”

“dan satu lagi, besok aku dan Kris oppa akan berangkat ke China tempat lahirnya dia. Dan rencananya aku akan melanjutkan sekolahku di sana dan menikah dengannya juga menetap selamanya di China” jelas Jessica panjang lebar, hatiku terasa hancur berkeping-keping. Mungkin kalau bisa di ibaratkan kini hatiku sudah seperti serpihan abu mayat yang terbakar. Jessica terus menangin menundukkan kepalanya, aku tak sanggup melihat dia menangis dan memeluk dia erat. Ahhhh, aku benar-benar bodoh~

Setelah beberapa lama akhirnya Jessica berhenti menangis, dan sebelum iya benar-benar meninggalkanku dia memberikanku sepucuk surat berwarna ungu padaku.

“maaf karna warnanya unggu hehehe, oya buka lah saat itu saat aku sudah berangkat ke China”

“ne”

Chu~ Kecupan kilat menandai kepergiannya hari itu. Aku terkesimah dengan ini semua, baru kali ini dia menciumku rasanya ingin sekali aku memeluknya dan membalas ciuman itu tapi aku tahu diri sekarang bahwa dia bukanlah milikku lagi.

#keesokan harinya

Astaga, jam berapa ini???

Hari ini aku ingin mengantar Jessica ke bandara, aku ingin melihat dia untuk yang terakhir kalinya. Ya, cinta pertama dan terakhirku Jessica Jung Sooyeon~

Untunglah jam 4 sore tepat aku sudah berada di bandara, dan itu dia. Cantik seperti biasanyanya dia melambaikan tangannya padaku, umma & appa Jessica tampak kaget melihat kedatangannku karna mereka tahu aku dan dia itu pernah menjalani hubungan special.

“ahhhhh, Suho-ah sudah lama umma tak melihatmu” peluk mrs.Jung.

“ne, aku juga” ucapku.

“ingin mengantarkan Jessica juga?” goda mr.Jung

“tentu saja” jawabku mantap, Jessica hanya tersenyum simpul sambil memandangku.

“umma, appa, Kris, bisakah aku berbicara pada Suho sebentar ? ada yang ingin ku bicarakan berdua saja dengannya” sela Jessica , ada apa lagi ?

“tentu saja” jawab mrs.Jung. Jessica langsung menggeretku menjauh dari kerumunan itu dan membawaku ke tempat sepi.

“waeyo Sica-ah???” tanyaku padanya.

“mungkin ini yang terakhir kalinya, maaf telah mengecewakanmu” katanya sambil menundukkan kepalanya.

“oh. Gwaenchana” jawabku.

“jangan lupa surat itu ne”

“tentu saja”

Hening . . . . .

“Sic~”

“ne?”

“saranghae” kataku sambil mendorong tubuhnya ke belakang dan sukses menabrak tembok, ku cium bibirnya dan melumatnya. Ahhhhh aku merindukan bibir mungil ini. Agak lama aku menciuminya dan tanpa penolakan darinya dan akhirnya kita akhiri ini semua karna tujuan pemberangkatan Jessica  telah di umumkan akan berangkat. 283AE45, itu nomer keberangkatan Jessica dan Kris hyung.

Setelah mengantar dia, akupun pulang ke rumah…

#Dirumah

Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi waktu Seol, ahhhhh astaga aku baru bangun. Sekolahku??? Ahhh pabbo, aku kan sudah lulu sekolah -_-

Segera aku mandi dan pergi ke ruang makan untuk sarapan, oya surat Jessica. Setelah selesai makan aku ambil surat itu dan membacanya di ruang TV sambil menyalakan TV dan menonton acara berita pagi tentunya. Aku memang suka menonton beerita pagi karna berita adalah gudanya ilmu, ya itu kata appaku hehe

Aku mulai membuka surat itu, dan ku mulai membacanya.

To: Suho my chagi ^^

Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tidak ada di sisimu lagi

Maaf aku meninggalkanmu sendirian

Maaf telah memutuskan hubungan kita

Maaf telah mengabaikanmu

Jujur aku masih sangat-sangat mencintaimu

Maaf karna alasanku yang aneh itu

Aku tak mau di tekan terus

Aku, sungguh masih mencintaimu

Saranghae, chagi

_Sica _

Oh, walau sedikit tapi aku bisa merasakan getaran saat membaca suratnya untukku ini. Aku juga masih sangat mencintaimu Jessica tapi jalan kita terlalu sulit untuk bersama dan bersatu. Ahhh tak ada cara lain, semua cara sudah habis di otakku. Aku pun tersadar dari lamunanku saat aku melihat layar Tvku yang memunculkan gambar kecelakaan pesawat. Ingin ku mengganti chanel TV itu tapi ku urungkan karna…

“kemarin malan, pesawat ***** tujuan China dengan kode penerbangan 283EA45 mengalami kecelakaan dan di duga kecelakaan tersebut akibat bom yang berada dalam pesawat. Semua penghuni pesawat di pastikan meninggal dunia”

KLIKK

Aku mematikan TV itu, apa ini ???

Aku bermimpikan ???

Tidak mungkin, itu bukan pesawan Jessica kan???

Aaaaaaaaahhhhhh, NO !!!

Tiba-tiba Hp-ku berbunyi dan itu telphone dari ibu Jessica. Ku angkat telfon itu dan apa yang ku dengar ??? Ibu Jessica menangis di ujung telephone sana dan mengabarkan kalau Jessica mengalami kecelakaan. Tanganku serasa lemas, sekujur tubuhku mengeluarkan keringat dingin dan pandanganku pun hitam.

^^^^^^^^^^

Author  POV

10 hari sejak kepergian Jessica, Suho menjadi seorang yang pemurung. Selalu mengurung dirinya di kamar tanpa mau lekuar. Banyak teman dan kerabatnya datang menjenguk untuk membujuknya supaya iya mau keluar. Suho masih tidak bisa menerima kepergian yeoja yang iya cintai.

“Sica-ah, aku masih mencintaimu…. kita harus bersama. Aku akan menemuimu sekarang juga” ucap Suho sambil meneteskan air mata di ujung mata indahnya.

#Keesokan harinya

BRAKKKK……

Seseorang jatuh dari lantai 50 di kawasan alpartemen elit Seoul, kepalanya retak dan banyak darah menghiasi tubuhnya. Di tangannya juga terdapat sayatan benda tajam di bagian pergelangan tangannya tepatnya di urat nadi tangan kirinya. Banyak orang mengerumuni seonggok tubuh manusia itu yang mulai banyak mengeluarkan darah dari kepala dan tangannya. Di tangan kiri sang namja terdapat sepucuk surat yang sudah menyatu dengan darah segar dari tubuhnya.

Jessica mianhae, mungkin aku bukan namja yang baik untukmu..

Mungkin aku bukan namja yang perfect untukmu

Aku tidak setampan Sehun yang mengagumimu

Aku juga tidak setinggi Chanyeol yang selalu mengejar cintamu

Dan aku juga tidak mempunyai suara sebagus Luhan & Chen yang selalu menyanyikan lagu cinta saat ingin menyatakan cinta padamu…

Namun perlu kau tau, aku mempunyai cinta yang tulus untukmu

Cintaku sangat suci dan abadi untukmu

Kau meninggalkan ku sekarang, dan aku siap untuk mengejarmu

Aku akan menyusulmu dan merebutmu dari namja lain

Saranghae Chagiya….

Semoga kita bisa bersatu di kehidupan yang baru nanti ~

-The End-

Ahhhhhh~ Akhirnya kelar juga ini FF, gak bikin nangisya??? Atau malah ini FF gaje???

Atau ada yang gak ngerti sama jalan ceritanya ??? #plak

Maaf kalo gak suka sama cats-nya ya ….

Ini FF emang rada pusing ngetiknya (apa dah ni author)

Udah dulu dah bacotannya XDD *gak bisa ngomong panjang lebar hehe*

Jangan lupa COMMENT & LIKE ya ^^

Di tunggu FF selanjutnya ^^

Sampai jumpa lain waktu, bye bye ^^

Akhirkata dari author………….

Jangan sia-siakan cinta yang ada dan berbahagia lah ^^

We Are ONE, We Are EXO

–          13 PG

Genre:

–          Romance, Sad

Main cast:

–          Kim SuHo

–          Jessica Jung SooJung

Other cast:

–          Kris Wu YiFan

–          Jessica & Kris Wu Family

–          SooYoung, Bora, Yesung, Luhan, Chanyeol, Sehun, & Chen (all a cameo)

Backsong (?):

–          F.I.X _ Don’t Say

–          T-ara & Supernova _ Time To Love

–          2NE1 _ It’s Hurt

–          Super Junior – Y

Author note:

Annyeong, author @IcePrincessEXO disini ^^

Kini membawakan sebuah kisah dua insang yang terpisah, bagaimana ceritanya ?

Mau tau ya? Mau aja atau mau banget ? xDD

*Untuk yang mau pesen FF atau mau kenalan sama author bisa langsung ke FB author http://www.facebook.com/IcePrincessEVIL atau ke twitter author https://twitter.com/IcePrincessEXO ya ^^

Sebelumnya ini pernah di publis dgn Cast Baekhyun dgn judul yang sama dan di publis disalah satu blog FF hehehe

 

LIKE = Author doaing bisa nonton konser dan ketemu BIAS secara dekat

COMMENT = Author doain bakalan bisa ketemu secara dengek dengan BIAS

GAK COMMENT = Author doain GAK AKAN KETEMU BIAS sampai kapanpun Xdd

Gomawo and Happy reading :)

Mungkin ini jalan terbaik untuk kita

Mungkin juga ini jalan yang salah untuk kita

Walau kita berpisah…

Namun, cinta kita akan abadi selamanya

“Saranghae, chagi”

^^^^^^^^^^

Author POV

Sore ini di sekolah yang cukup sepi, sepasang remaja sedang duduk di bangku santai di depan kelas. Mereka terlihat membisu satu sama lain, tak ada yang mau mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya ada suara hujan yang turun cukup deras dan beberapa kali suara petir yang menyambar. Mereka engan pulang, masih ingin di situ bersama. Mungkin ini hari terakhir mereka bersama di akhir bulan Juli itu.

Detik berganti, menitpun juga ikut berganti namun tak ada satupun dari mereka yang mau membuka mulut untuk bersuara. Mungkin mereka masih mencari – cari kata yang tepat untuk memulai kalimat itu, namun pada intinya akan sama saja. Hingga pada akhirnya salah satu diantara mereka memulai pembicaraan di sore yang hujan ini. Ya, namja di samping yeoja bertas ungu itu memulai pembicaraan ini.

“kenapa kau memutuskan ku? Apa salahku? Kalau kau ingin putus, kau harus memberiku alasan yang jelas” ucap namja itu memulai pembicaraan.

“apa yang harus di perjelas? Bukankah semua memang sudah jelas?” jawab sang yeoja tak mau kalah dalah berucap.

“tidak seharusnya kau mengakhiri hubungan kita ini tanpa alasan yang jelas” kata namja itu sambil menatap lirih sang yeoja di hadapannya.

“lantas, aku harus berucap apa biar kau mau berisah denganku? Aku tak mencintaimu lagi, aku bosan denganmu. Aku juga sudah terlalu capek berpacaran dengan kau” sela sang yeoja.

“apa itu alasan yang tepat ?” namja itu tak mau kalah dalam perdebatan ini.

“kita memulainya dengan kalimat Aku mencintaimu dan tak bisakah kita mengakhiri hubungan ini dengan kalimat Aku sudah tidak mencintaimu lagi ? kurasa itu alasan yang jelas” ujar sang yeoja sambil menerawang ke arah hujan yang turun,

“tapi…..” namja itu menggantungkan kalimatnya.

“sudahlah, aku pusing… aku mau pulang. Semoga kau mendapatkan yeoja penggantiku yang lebih baik dari ku” ucap sang yeoja sambil berlalu pergi.

“aku takan pernah mendapatkannya, karna kau lah yeoja itu untukku” lirih sang namja dengan suara kecil tertahan.

^^^^^^^^^^

Apakah ini akhir dari semuanya?

Apa yang kita lakukan selama ini telah sia-sia, hanya karna kata “putus”~

Sejujurnya ku tau, kita memang masih saling mencintai

^^^^^^^^^^^

SuHo POV

Sampai saat ini, aku masih tak bisa melupakanmu. Kau tahu? Betapa hancurnya hati ini saat kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita? Sakit rasanya, bahkan 1000 jarumpun belum terasa sakit, kau…. lebih sakit dari 1000 jarum itu.

Kau tau, setiap pagi aku selalu mencuri-curi pandang ke arahmu, aku senang saat mata kita saling tersenyum. Walau kau langsung membuang muka padaku, aku tahu saat itu kau masih malu padaku padahal kita sudah resmi bersama dan semua anak di sekolah kita pun tau. Aku tahu, mungkin aku tak pantas bersanding denganmu. Kau cantik, kau popular, banyak namja yang menyukaimu dan ingin mendekatimu tapi kau. Malah menjatuhkan pilihan itu padaku, seorang namja biasa. Mungkin kau menyukaiku karna kita memiliki hobi yang sama, yaitu menyanyi. Aku rindu dengan ocehanmu, omelanmu saat marah, makianmu saat kau kesal, sikap perhatianmu waktu ku sakit. Aku sangat rindu dengan semua itu, aku tak mau kita berpisah. Aku mau kita bersama lagi.

Hari ini, sekolahku kurang semangat tanpamu. Kau nampak menjauhiku, aku tahu kau tak mau melihatku lagi tapi jangan begitu caranya. Aku tak mau kita bermusuhan hanya karna kita sekarang sudah putus. Aku ingin kita menjadi teman.

^^^^^^^^^^

Jessica POV

Maaf karna aku telah mengabaikanmu, maaf pula karna aku telah membuatmu sakit, maaf karna aku telah membohongimu, Mianhae Suho-ah~

Hanya kalimat itu yang bisa ku ucapkan dalam hati, sejujurnya aku tak ingin kita berpisah. Ini terlalu sakit dan sulit, aku tak bisa tanpamu, aku sangat menyayangimu tapi bagaimana lagi. Nasi telah menjadi bubur, aku tak mungkin menarik perkataanku kembali dan mengajaknya memulai dari awal lagi. Sungguh aku ingin kita bersama, tapi di satu sisi aku tak sanggup untuk kita bersama. Mungkin kau tahu ini tapi ku yakin kau akan pura-pura tak tahu. Kau tak merasakannya karna aku pihak yang merasakan hal itu. Ya, aku sakit karna teman-temanmu, why? Karna mereka mendesakku, aku tau mereka tak suka kalau kita bersama lebih tepatnya mereka tak suka aku jadi pacarmu tapi bukankah ini adalah jalan kita. Mereka memang tidak berhak ikut andil dalam hal percintaan kita, tapi aku sadar diri dan menyerah pada akhirnya.

Maaf, mungkin ini terlalu bodoh. Tapi aku tak tahan dengan semua omongan mereka yang menusukku dan menjelek-jelekkan ku dari belakang. Aku tak ingin mempunyai musuh lebih baik kita akhiri saja hubungan ini.

^^^^^^^^^^

Author POV

Jam berganti, hari pun ikut berganti dan tanpa terasa sudah 20 hari mereka berpisah tanpa ada komunikasi sedikitpun hingga pada akhirnya namja itu mengirimkan pesan singkat pada yeoja tersebut. Namja itu mengajak berkeliling di malam minggu terakhir mereka, namja itu ingin mengenang malam minggu terakhir yang takan bisa iya dapatkan lagi karna mereka sudah resmi berpisah dan yeoja itu meng-Iyakan ajakan sang namja. Maka, besok malam waktunya mereka bersama kembali untuk yang terakhir kalinya.

^^^^^^^^^^^

SuHo  POV

Malam ini seperti malam minggu sebelumnya, dengan setelan jaket dan celana levis aku berangkat menjemput Jessica dengan motor merahku. Ahhhh senang sekali rasanya iya mau menerima ajakanku. Semoga hari ini berjalan lancar ^^

^^^^^^^^^^^^

Jessica POV

Malam ini seperti malam minggu sebelumnya, tapi bedanya aku dan dia akan berjalan untuk terakhir kalinya. Tak akan ada pelukan hangat yang kurasakan darinya. Sungguh aku ingin menyetop malam ini, i need a time machine~

^^^^^^^^^^^

Author POV

Malam ini mereka pergi bersama, tak ada yang special di malam ini. Hanya ada suara hembusan angin musim dingin di bulan itu. Yeoja itu mulai mengeratkan jaket yang iya kenakan begitu pula dengan manja di sampingnya, kini mereka telah berada di sebuah taman kecil yang tidak terlalu ramai.

“tumben, biasanya di sini sangat ramai” ucap sang yeoja memecahkan keheningan.

“ne, tapi aku suka tempat sepi seperti ini. Sangat tenang” lanjut sang namja sambil menyenderkan badannya di bangku taman.

Sepi, lagi-lagi sepi melanda mereka. Tak ada satupun yang bersuara, mereka sibuk dengan pikiranya masing-masing. Jessica lebih memilih untuk mendongakkan wajahnya ke atas untuk melihat bintang sedangkan Suho entah sepertinya iya sedang berfikir dan…

Chu~

Sebuah ciuman hangat mendarat di bibir sang yeoja sontak membuat yeoja itu gelagapan dan shock, namun seakan tau apa yang di maksut olah sang manja. Jessica pun hanya diam dan mengikuti ciuman itu. Sedikit lembut pertamanya, namun lama kelamaan sedikit berubah menjadi lumatan hingga yeoja itu susah untuk bernafas.

“ahhhh, aku tak bisa bernafas. Pabbo” kesal sang yeoja sambil merapihkan poninya yang sedikit berantakan akibat ciuman itu.

“mian, habis sudah lama ku merindukannya” jawab namja itu sambil senyunggingkan sebuah senyum kemenangan.

“kau, selalu seperti itu. Tak berubah”

“aku takan pernah berubah demi kau”

“terserah”

“jangan putus ya ya ya?”

“tidak mau, keputusanku telah bulat”

“arraseo”

Sedikit banyak mereka menghabiskan waktu di taman itu, malam ini adalah malam terakhir mereka. Tak ada satupun dari mereka yang mengucapkan kata “aku ingin pulang, sudah malam” tapi biar waktu terus berputar mereka ingin selalu bersama dan sekarang itu tak mungkin. Makannya mereka membiarkan waktu berjalan tanpa mereka sadari.

Setelah cukup lama terdiam yeoja itu memberi isyarat agar mereka pulang karna waktu sudah tak memungkinkan lagi, semakin larut malam ini.

Saat di perjalanan pulang, yeoja itu tak tahan memeluk punggung sang namja dan tiba-tiba saja tetesan butira bening keluar di peluh mata indahnya. Sorot matanya kabur karna air itu menghalangi penglihatannya. Namja itu tau bahwa yeoja di belakangnya menangis, hatinya sakit, perih, melihat yeoja yang sangat ia cintai menangis. Dia merutuki dirinya sendiri karna hanya mampu berdiam diri. Dengan sekuat tenaga dan juga menahan dirinyanya, namja itu sedikit mencoba menenangkan sang yeoja.

“kau menangis? Jangan menangis karna ini? Bukankah ini yang terbaik? Maaf telah membuatmu susah dan sedih”

“……” tak ada jawaban hanya isakan-isakan kecil yang terdengar.

“aku akan selalu ada di sisimu, aku akan selalu mencintaimu”

“…..” bukannya menjawab, yeoja itu malah menangis sejadi-jadinya. Pertahananya runtuh karna beberapa kata yang terdengar di telinganya terasa menyayat-nyayat hati kecilnya. Ingin rasanya dia berteriak dan mengatakan “saranghae” tapi ia tak bisa mengucapkan kalimat itu.

***

1 bulan kini berlalu setelah kejadian di malam minggu itu, kini mereka benar-benar berlaku seperti dulu saat mereka tak mengenal satu sama lain. Namun 90% murid di sekolah itu tau kalau mereka belum berpisah mengingat cara mereka pacaran cukup unik yaitu jarang mengobrol bersama bahkan menyapa juga enggan.

^^^^^^^^^^

Jessica POV

Apa ini yang namanya cinta???

Apa aku benar-benar mencintainya???

Aku, kehilangannya sekarang???

Dulu aku sangat menginginkan kita berpisah, namun sekarang?

Inilah titik jenuhku, dimana aku merasa kesepian tanpanya. Tak ada yang meneriaki namaku dan berteriak “Chagiiiii” sungguh suara itu sangat memalukan namun aku rindu saat seperti itu. Aku hampir gila dibuatnya. Mungkin bulan kemarin dialah yang gila dan sekarang dia telah merelakaku. Namun aku??? Berbanding terbalik dengannya, dulu aku yang merelakan dia pergi dan sekarang sangat sangat ingin dia kembali bersamaku…

Bodoh, aku memang bodoh Jessica Jung SooYeon ~

Malam ini ku coba untuk mengiriminya pesan singkat dan berniat untuk mengajaknya kembali namun apa???

Dia malah menolakku dengan alasan yang tak jelas. Apa ini rasanya 1 bulan yang lalu saat dia merasakan ini ????

Sakit? Tentu saja. Aku ditolak -_-

Kepalaku sakit saat itu dan entah pandanganku buarm dan semuanya gelap….

***

Saat aku terbangun, bau khas obat-obatan menyeruak masuk di dalam hidungku, ku yakin ini bukan kamarku karana kamarku ini bukanlah toko obat dengan tingkat aroma obat yang khas. Ini dimana??? Apa aku telah di surga??? Ahhhhhh, yeoja gila -_-

“Yeon, kau sudah bangun rupanya?” tanya suara itu. Siapa dia ??? SuHo kah???

“engggg, aku dimana?” tanyaku sambil melihat sekeliling ruanagan.

“kau di rumah sakit, ibumu menelfonku. Untung aku ada di rumah dan bisa langsung mengantarmu ke rumah sakit”

“kau~”

“Kris, anak teman ibumu”

“eo”

Aku sedikit mengingat-ngingat namja ini, oh dia Kris. Kris Wu YiFan tepatnya, dia anak teman ibuku dari china. Tampan dan sangat mahir dalam bahasa Inggris, dia itu termasuk anak yang pintar dan rajin buktinya dia bisa kuliah sambil berkerja. Benar-benar namja idaman.

^^^^^^^^^^

Kris Wu POV

Yeoja ini, masih sama seperti dulu. Hahaha aku jadi ingat saat dia masih berumur 3 tahun dan saat itu aku sudah TK ya kira kira umur 5 tahunnan. Aku dulu sering bermain dengannya karna Sooyeon kecil sangat lucu. Namun sekarang yeoja ini sudah tumbuh sangat cantik dan errrrr sedikit rapuh sepertinya. Aku mendengar cerita dari ibunya, Jessica baru saja putus dari pacarnya sekitar sebulan yang lau dan dari hari ke hari Jessica mulai kelihatan lesu. Saat aku bertemu dengan sahabatnay Bora dan Eunhyuk, mereka juga berkata bahwa Jessica sangat mencintai namjanya namun karna ada sesuatu mereka harus berpisah.

Ahhhh SOOYEON, aku bisa menjadi namja penggantinya. Aku akan berusaha membantumu melupakan namja itu dan membuatmu berpaling padaku…

^^^^^^^^^^

Author  POV

Sejak hari di mana Jessica di rawat, Kris & Jessica begitu dekat sekarang. Bahkan kini Kris sering mengantar-jemput Jessica ke sekolah, banyak murit di sekolah Jessica yang iri padanya karna mereka pikir yeoja manis itu berpacaran dengan Kris, namja yang tampan walau terlihat agak jutek. Disisi lain, Suho yang melihat kebersamaan mereka pun merasa sangat sakit, hatinya sakit seperti di tusuk-tusuk jarum.

“mungkin mereka lebih cocok” batin SuHo yang menyaksikan Jessica dan Kris di depan gerbang sekolah.

***

#dikelas

“Suho-ah, melamun saja. Masih memikirkan Jessica ???” tanya salah satu temannya yang berwajah sama cute-nya dengan dia.

“oh, anniya. Aku hanya sedang memikirkan lulus tidaknya diriku ini” jawab Suho yang sesungguhnya tak ingin berkata itu, karna benar kata temannya. Dia sedang melamunkan Jessica.

“mau ke kantin bersama?”

“ahhh anniya Luhan-ah, kau duluan saja. Itu, Krystal telah menunggumu hehe”

“haisss, ne… bye~”

***

“Suho, tolong berikan ini pada Sica dong. Aku tak tahu kelasnya, kau kan pacarnya? Ini buku yang di pinjam Bora” kata seorang yeoja bertubuh tinggi.

“oh, ne. Akan ku sampaikan Sooyoung noona” jawabSuho.

Bahkan, banyak yang masih mengira sampai saat ini mereka berdua (SuSic) masih berpacaran~

^^^^^^^^^^

Jessica POV

Kulangkahkan kakiku di sepanjang kolidor sekolah, ahhh hari ini kenapa aku harus bolak-balik ke perpustakaan sih. Padahal kelulusanku tinggal sebentar lagi tapi aku masih saja di sibukkan dengan tuga keperpustakaan ini, sekolah memang menyebalkan, lihatlah sekarang sekolah sudah sepi dan mau tutup & penderitaanku bertambah saat Kris menelfonku karna tak bisa menjemputku di sekolah, terpaksa aku pulang menggunakan angkutan umum. Tiba-tiba saat aku sedang berjalan di koridor yang sepi sebuah tangan menggenggamku, tangan ini…

“neo?” ujarku pada si pemilik tangan itu.

“ini, tadi Sooyoung noona menitipkan bukumu. Katanya si Bora temannya sudah selesai membacanya” jelas si pemilik tangan memberi tahu maksut kedatangannya.

“oh, gomomawo” ucap ku sambil berhenti dan memasukkan buku itu ke dalam tasnya.

“sendirian kah atau…?” belum sempat Suho berbicara aku sudah memutus omongannya.

“ya, hari ini aku pulang sendiri”

“benarkah? Mau pulang bersama?”

“……” aku berfikir agak lama.

“sudah lah, aku tau kau sangat tak suka naik angkutan umum”

“oke, aku mau”

^^^^^^^^^^

SuHo POV

Jessica, lagi lagi kau membuat jantungku berdetak lebih cepat dari yang sebelumnya ahhhh aku jadi kasihan pada diriku sendiri. Teganya aku menolak Jessica saat meminta memulai hubungan kami dari awal padahal jelas-jelas aku masih sangat menyayanginya.

Flashback

“Ayo kita mulai hubungan kita lagi” ujar Jessica sambil menatap mataku.

“maaf, kita sudah tak bisa bersama” jawabku sambil menunduk, jujur aku tak sanggup untuk mengatakan ini semua.

“kenapa?” tanyanya mendesak.

“mianhae, saranghae”

“jangan katakan itu bila kau tidak mau kembali padaku” kesal Jessica  sambil berlari dan meninggalkanku, ku lihat air mata di ujung mata indahnya napun tubuh ini tak mampu lagi untuk mengejarnya. Saranghae, chagi-ya~

Flasback end

Jessica tiba-tiba memeluk pinggangku sontak membuatku kaget karnanya, kau apa masih kau ingin menguji hatiku ? ahhhh tuhan, rasanya aku sudah tak sanggup lagi menahan sesak di dada. Jujur aku masih sangat mencintainyaa.

“dingin, pinjam tubuhmu” ucapnya tepat di telingaku.

Oh, God. Bahkan sampai saat ini pun suaranya masih yang menjadi favoritku. Aku merindukan yeoja-ku ya, yeojaku bukan yeoja orang lain, tapi~

I am Late ~

^^^^^^^^^^

Jessica POV

1 detik, 2 detik, 3 detik, 4 detik, 5 detik aku masih enggan untuk turun dari motornya dan melepaskan pelukannya namun dengan segera aku turun karna aku tak mau dia curiga karna aku masih memeluknya erat. Aku merindukannya, bau badannya, punggungnya, senyumnya, dan keramahannya padaku. Apa kami benar-benar tak bisa kembali??? Tuhan, aku sangat mencintainya. Aku mohon persatukan lah aku dengannya lagi. Aku mencintainya lebih dari nyawaku sendiri~

Akupun turun dan segera masuk ke rumah setelah mengucapkan terima kasih pada Suho tapi langkahku terhenti saat Suho mengucapkan sebuah kalimat yang aneh.

“Chukkahae, sepertinya kau lebih cepat dariku. Berbahagia lah” ucapnya, sejurus kemudian saat aku ingin berbalik dan menjelaskan semuanya dia sudah menggas motornya cepat dan pergi begitu saja. Ahhhhhhh itu tak seperti yang dia pikirkan >.<

Langkahku pun gontai, apa lagi saat aku melihat keluarga Kris oppa berada di rumahku sedang bercengkrama dengan appa & umma.

Apakah hari itu akan tiba??? Mengingat sebentar lagi aku akan lulus sekolah 4 minggu lagi….

^^^^^^^^^^

Suho POV

“Chukkahae, sepertinya kau lebih cepat dariku. Berbahagia lah” entah darimana keberaniannku mengucapkan kata itu, jujur air mataku ingin segera tumpah tapi ku tahan aku tak mau kelihatan cengeng di depan Jessica & aku juga tak mau terlihat seperti anak kecil di hadapannya. Aku tahu dia pasti akan berbalaik dan ingin mengucapkan sesuatu padaku tapi aku tak tahan untuk mendengar kenyataan itu, aku tak mau mendengar kalau mereka benar-benar memiliki hubungan yang special langsung saja aku mengGas motorku dengan cepat dan mencoba berusaha menghindar darinya.

#4 minggu kemudian

Sejak kejadian itu, aku dan Jessica saling menghindar satu sama lain. Mungkin ini memang benar-benar akhir dari segalanya dan benar saja hari-hariku tanpanya terasa hambar aku juga mulai sering uring-uringan sendiri karna dia. Ya, aku menyesal telah menolak ajakannya untuk kembali menjalain kisah baru tapi nasi telah menjadi bubur, semuanya telah terlambat. Kulihat juga Jessica dan namja itu makin hari semakin mesra saja, aku cemburu? Tentu saja iya >.<

Hari ini hari terakhirku berada di sekolah, besok sudah pengumuman lulus atau tidaknya aku di sekolah ini tapi aku yakin pasti aku lulus hehe. Dan itu berarti aku memang harus mulai terbiasa tanpa dia di sisiku. Entah lah apa dosaku di kehidupan kemarin sampai aku tak bisa menggapai cintaku, aku yakin Jessica adalah cinta sejatiku selamanya. Haaaah, entahlah aku pusing -_-

^^^^^^^^^^

Author  POV

Hari ini adalah hari dimna pengumuman lulus atau tidaknya para murit dan sekarang semua murit sibuk dengan kertasnya masing-masing yang sudah ada di tanggan mereka, ada yang meloncat-loncat, menangis, bersujut, dan beberapa ekspresi lain setelah membaca isi surat kelulusan tersebut semua murit di sini senang karan 100% siswa-siswi LULUS.

^^^^^^^^^^

Suho  POV

Ahhhhhh, puji tuhan. Aku akhirnya lega juga, umma pasti bangga karna kelulusanku dan nilai akademikku pun baik hehehe

Oya, aku sampai lupa tujuan keduaku datang ke sekolah hari ini selain untuk mengambil surat kelulusan dari sekolah juga ingin bertemu dengan yeoja yang selama ini ku inginkan & kurindukan.

Ini sudah ku fikirkan matang-matang tadi malam, dan hasilnya hari ini aku akan menemui Jessica untuk mengungkapkan isi hatiku selama ini yang telah menyiksa hatiku. Segera ku berlari dan mencari Jessica ke segala penjuru arah namun nihil yang ku dapatkan, tak terlihat sedikitpun Jessica di sekolah ini namun entah kenapa aku mempunyai insting untuk mencarinya ke taman belakang sekolah dan benar saja Jessica ada di sana dan dia sedang, menangis ??? kenapa? Apa dia tidak lulus ? #plak

“Sica-ah, kau kenapa?” tanyaku sambil memegang pundaknya. Dia menoleh dan memelukku erat, sangat erat sampai-sampai aku tak bisa bernafas.

“ada apa? Ceritalah” sambungku lagi.

“aku…..” dia menggantungkan kalimatnya.

“hemmm?”

“aku lulus”

“chukkae, jangan nangis dong”

“oh ne”

Aku masih memeluk tubuhnya, merasakan setiap senti tubuh kami bertemu. Aku rindu saat seperti ini, memeluknya hangat dan membelai rambut halusnya yang berwarna coklat. Ahhhhh bahkan detak jantung kami terasa menyatu. Aku sudah tak tahan lagi dan ingin segera mengatakan yang sejujurnya, aku menarik nafas dalam-dalam sebelum mengatakan hal tersebut dan mulai berbicara.

“Sic, maafkan aku yang telah menolakmu waktu itu. Maafkan aku yang mengabaikanmu. Mungkin kau tahu aku bukanlah namja yang puitis dan tak bisa menyusun perkataan jadi, maukah kau kembali padaku? Kita mulai dari awal. Saranghae” ucapku sambil menatap kedua bola matanya. Dia terdiam sejenak mungkin masih meresapi maksut perkataanku.

“mianhae, aku tak bisa. Aku….”

“ahhh, aku tahu jawabannya akan seperti ini. Kau sudah memiliki dia kan?”

“bahkan aku dan dia baru menjalani hubungan 4 minggu, kami di jodohkan”

“dijodohkan???”

“iya, kau ingat saat kau terakhir kali mengantarkanku pulang? Dan kau mengucapkan kalimat Chukkahae??ya, hari itu tepatnya keluarga Kris oppa dan aku menyetujui pertunangan ini. Aku tak mampu menolak karna ku tahu umma pasti akan marah kalau aku melakukan hal itu, lagi pula aku sudah tak punya pilihan lagi. Kau telah memutuskan untuk menolakku waktu itu. Mianhae”

“ahhhhh, aku terlambat”

“dan satu lagi, besok aku dan Kris oppa akan berangkat ke China tempat lahirnya dia. Dan rencananya aku akan melanjutkan sekolahku di sana dan menikah dengannya juga menetap selamanya di China” jelas Jessica panjang lebar, hatiku terasa hancur berkeping-keping. Mungkin kalau bisa di ibaratkan kini hatiku sudah seperti serpihan abu mayat yang terbakar. Jessica terus menangin menundukkan kepalanya, aku tak sanggup melihat dia menangis dan memeluk dia erat. Ahhhh, aku benar-benar bodoh~

Setelah beberapa lama akhirnya Jessica berhenti menangis, dan sebelum iya benar-benar meninggalkanku dia memberikanku sepucuk surat berwarna ungu padaku.

“maaf karna warnanya unggu hehehe, oya buka lah saat itu saat aku sudah berangkat ke China”

“ne”

Chu~ Kecupan kilat menandai kepergiannya hari itu. Aku terkesimah dengan ini semua, baru kali ini dia menciumku rasanya ingin sekali aku memeluknya dan membalas ciuman itu tapi aku tahu diri sekarang bahwa dia bukanlah milikku lagi.

#keesokan harinya

Astaga, jam berapa ini???

Hari ini aku ingin mengantar Jessica ke bandara, aku ingin melihat dia untuk yang terakhir kalinya. Ya, cinta pertama dan terakhirku Jessica Jung Sooyeon~

Untunglah jam 4 sore tepat aku sudah berada di bandara, dan itu dia. Cantik seperti biasanyanya dia melambaikan tangannya padaku, umma & appa Jessica tampak kaget melihat kedatangannku karna mereka tahu aku dan dia itu pernah menjalani hubungan special.

“ahhhhh, Suho-ah sudah lama umma tak melihatmu” peluk mrs.Jung.

“ne, aku juga” ucapku.

“ingin mengantarkan Jessica juga?” goda mr.Jung

“tentu saja” jawabku mantap, Jessica hanya tersenyum simpul sambil memandangku.

“umma, appa, Kris, bisakah aku berbicara pada Suho sebentar ? ada yang ingin ku bicarakan berdua saja dengannya” sela Jessica , ada apa lagi ?

“tentu saja” jawab mrs.Jung. Jessica langsung menggeretku menjauh dari kerumunan itu dan membawaku ke tempat sepi.

“waeyo Sica-ah???” tanyaku padanya.

“mungkin ini yang terakhir kalinya, maaf telah mengecewakanmu” katanya sambil menundukkan kepalanya.

“oh. Gwaenchana” jawabku.

“jangan lupa surat itu ne”

“tentu saja”

Hening . . . . .

“Sic~”

“ne?”

“saranghae” kataku sambil mendorong tubuhnya ke belakang dan sukses menabrak tembok, ku cium bibirnya dan melumatnya. Ahhhhh aku merindukan bibir mungil ini. Agak lama aku menciuminya dan tanpa penolakan darinya dan akhirnya kita akhiri ini semua karna tujuan pemberangkatan Jessica  telah di umumkan akan berangkat. 283AE45, itu nomer keberangkatan Jessica dan Kris hyung.

Setelah mengantar dia, akupun pulang ke rumah…

#Dirumah

Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi waktu Seol, ahhhhh astaga aku baru bangun. Sekolahku??? Ahhh pabbo, aku kan sudah lulu sekolah -_-

Segera aku mandi dan pergi ke ruang makan untuk sarapan, oya surat Jessica. Setelah selesai makan aku ambil surat itu dan membacanya di ruang TV sambil menyalakan TV dan menonton acara berita pagi tentunya. Aku memang suka menonton beerita pagi karna berita adalah gudanya ilmu, ya itu kata appaku hehe

Aku mulai membuka surat itu, dan ku mulai membacanya.

To: Suho my chagi ^^

Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tidak ada di sisimu lagi

Maaf aku meninggalkanmu sendirian

Maaf telah memutuskan hubungan kita

Maaf telah mengabaikanmu

Jujur aku masih sangat-sangat mencintaimu

Maaf karna alasanku yang aneh itu

Aku tak mau di tekan terus

Aku, sungguh masih mencintaimu

Saranghae, chagi

_Sica _

Oh, walau sedikit tapi aku bisa merasakan getaran saat membaca suratnya untukku ini. Aku juga masih sangat mencintaimu Jessica tapi jalan kita terlalu sulit untuk bersama dan bersatu. Ahhh tak ada cara lain, semua cara sudah habis di otakku. Aku pun tersadar dari lamunanku saat aku melihat layar Tvku yang memunculkan gambar kecelakaan pesawat. Ingin ku mengganti chanel TV itu tapi ku urungkan karna…

“kemarin malan, pesawat ***** tujuan China dengan kode penerbangan 283EA45 mengalami kecelakaan dan di duga kecelakaan tersebut akibat bom yang berada dalam pesawat. Semua penghuni pesawat di pastikan meninggal dunia”

KLIKK

Aku mematikan TV itu, apa ini ???

Aku bermimpikan ???

Tidak mungkin, itu bukan pesawan Jessica kan???

Aaaaaaaaahhhhhh, NO !!!

Tiba-tiba Hp-ku berbunyi dan itu telphone dari ibu Jessica. Ku angkat telfon itu dan apa yang ku dengar ??? Ibu Jessica menangis di ujung telephone sana dan mengabarkan kalau Jessica mengalami kecelakaan. Tanganku serasa lemas, sekujur tubuhku mengeluarkan keringat dingin dan pandanganku pun hitam.

^^^^^^^^^^

Author  POV

10 hari sejak kepergian Jessica, Suho menjadi seorang yang pemurung. Selalu mengurung dirinya di kamar tanpa mau lekuar. Banyak teman dan kerabatnya datang menjenguk untuk membujuknya supaya iya mau keluar. Suho masih tidak bisa menerima kepergian yeoja yang iya cintai.

“Sica-ah, aku masih mencintaimu…. kita harus bersama. Aku akan menemuimu sekarang juga” ucap Suho sambil meneteskan air mata di ujung mata indahnya.

#Keesokan harinya

BRAKKKK……

Seseorang jatuh dari lantai 50 di kawasan alpartemen elit Seoul, kepalanya retak dan banyak darah menghiasi tubuhnya. Di tangannya juga terdapat sayatan benda tajam di bagian pergelangan tangannya tepatnya di urat nadi tangan kirinya. Banyak orang mengerumuni seonggok tubuh manusia itu yang mulai banyak mengeluarkan darah dari kepala dan tangannya. Di tangan kiri sang namja terdapat sepucuk surat yang sudah menyatu dengan darah segar dari tubuhnya.

Jessica mianhae, mungkin aku bukan namja yang baik untukmu..

Mungkin aku bukan namja yang perfect untukmu

Aku tidak setampan Sehun yang mengagumimu

Aku juga tidak setinggi Chanyeol yang selalu mengejar cintamu

Dan aku juga tidak mempunyai suara sebagus Luhan & Chen yang selalu menyanyikan lagu cinta saat ingin menyatakan cinta padamu…

Namun perlu kau tau, aku mempunyai cinta yang tulus untukmu

Cintaku sangat suci dan abadi untukmu

Kau meninggalkan ku sekarang, dan aku siap untuk mengejarmu

Aku akan menyusulmu dan merebutmu dari namja lain

Saranghae Chagiya….

Semoga kita bisa bersatu di kehidupan yang baru nanti ~

-The End-

Ahhhhhh~ Akhirnya kelar juga ini FF, gak bikin nangisya??? Atau malah ini FF gaje???

Atau ada yang gak ngerti sama jalan ceritanya ??? #plak

Maaf kalo gak suka sama cats-nya ya ….

Ini FF emang rada pusing ngetiknya (apa dah ni author)

Udah dulu dah bacotannya XDD *gak bisa ngomong panjang lebar hehe*

Jangan lupa COMMENT & LIKE ya ^^

Di tunggu FF selanjutnya ^^

Sampai jumpa lain waktu, bye bye ^^

Akhirkata dari author………….

Jangan sia-siakan cinta yang ada dan berbahagia lah ^^

We Are ONE, We Are EXO

5 thoughts on “[Freelance – Oneshoot] Saranghae – Chagi,

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s