[Freelance Chapter] One Year – Chapter 1

O N E    Y E A R

Length: Multi-chapter fic

Rating:  T

Genre: Romance, Drama

Author: dragonsbreath

Main Cast + Pairing: Kris EXO-M & Amber f(x)

Summary:

[AU] Ia selalu merasa berbeda. Ia dingin, kaku, dan sangat tertutup, sampai seorang penyusup memberinya tantangan tak masuk akal dengan batas waktu: satu tahun.

[PLEASE READ THIS!] A/N:

Cerita ini berlatar tempatkan di LA, USA. Jadi wajar jika para karakternya memakai sedikit English. Selain itu, kalimat yang di italic berarti merupakan apa yang ada di pikiran para tokoh. Ini fic pertama saya untuk kategori fic Korea, biasanya nulis fic anime dan manga. Jadi mohon bimbingannya /bows/

—–

Chapter 1:   n o v e m b e r   2 0 1 2

Ia tidak terlalu menyukai pesta. Terutama, pesta yang dibuat untuknya sendiri. Di pesta yang mewah seperti ini, ia akan bertemu dengan orang-orang yang munafik yang ia tidak sukai; para CEO perusahaan terkemuka, maupun orang-orang kaya dari seluruh penjuru dunia. Dan lebih buruknya lagi, ia harus meladeni semua orang-orang ini.

Orang-orang itu, memasang senyum termanisnya yang menurut mereka ‘meyakinkan dan bersahabat’, sambil menggenggam erat tangannya saat jabat tangan (yang sekadar ia lakukan untuk mempertahankan ‘citra CEO-nya’) atau sambil menepuk pundaknya dengan terlalu keras demi menekankan maksud ‘saya teman anda dalam hal bisnis.’

Munafik. Orang-orang ini baik saat meraka butuh sesuatu dariku.

Ia termasuk orang yang pesimis. Ia memandang dunia sebagai suatu tempat yang rusak, penuh dengan kepalsuan. Ia memandang dunia sebagai tempat yang kejam, dimana manusia saling menjatuhkan sesamanya demi menjadi yang teratas.  Ia memandang dunia sebagai tempat yang sepi; yah, itu sih karena dia yang selalu merasa kesepian.

Unwanted. Lonely. Born into this cruel world only to be a full-time working machine for that sick, old, stepfather of mine.

Kris’ POV

“Hey, Kris, the birthday boy! Ayo, bergabunglah bersamaku disini! Kami baru saja mulai pesta sebenarnya! Yixing-gege menerima tantangan minum 15 gelas vodka dari Kai!”

“Berhentilah menjadi seperti bocah, Tao. Ini bukan seperti di dorm kita dulu.” Kataku dengan dingin. Hft, Tao memang selalu bertingkah tidak pada tempat dan waktunya. Apakah ia tidak berpikir bahwa kelakuannya ini bisa merusak citranya sebagai pewaris satu-satunya dari pemilik sekolah martial arts terkenal di dunia ini?

“Ayolah Kris! Kau jarang sekali bersenang-senang belakangan ini, terutama bersama kami. Lagipula, ini kan pesta ulangtahun-mu! Nikmatilah sedikit! So please, come here and enjoy the drinks!” Chanyeol melambaikan tangannya padaku.

Aku memalingkan tubuhku, menjauhi kumpulan ‘teman-teman terdekatku’ yang dengan bodohnya menyebut hal yang mereka lakukan sebagai ‘kegiatan bersenang-senang’. Aku tidak berniat menghabiskan malam ulang tahunku yang sudah suram karena harus menghadapi orang-orang kaya bodoh tadi dengan minum-minum bersama teman-teman bodohku. Belum ada tiga langkah aku berjalan, seseorang sudah menyeretku kembali ke belakang. Aku berusaha melepaskan diriku dari tangan yang ada di sekeliling leherku, tetapi sia-sia. Aku melihat senyuman BaekHyun yang kelewat lebar, mendengar sorakan dari teman-temanku di meja bar, dan suara tertawa Chanyeol di telingaku. Mereka benar-benar tidak akan membiarkanku lolos dari pesta minum-minum malam ini.

Sial.

Kejadian setelah itu berlangsung cepat. Tanpa kusadari, aku sudah berada di depan pintu kamarku. Ya, aku mabuk, tapi tidak semabuk yang kalian kira. Aku hanya minum 3 gelas, dan aku punya kadar toleran alkohol yang cukup tinggi. Intinya, jika saat aku masuk ke kamar dan ada pencuri yang sedang merajami kamarku, aku pasti bisa membekuknya dengan cepat, dan mungkin akan sedikit bermain-main dengannya sebelum akhirnya kulepas sendiri tanpa melapor polisi (aku tidak suka hal-hal merepotkan yang berurusan dengan pihak berwajib).

Kuputar kenop pintu kamarku dan masuk ke dalam. Kulonggarkan dasi dan kulepas jas Andre Laurent ku. Lalu kurebahkan tubuhku di tempat tidur. Haaaaa, enak sekali rasanya. Tak kusangka, berpesta itu ternyata benar-benar menghabiskan energi.

Hachim!

Suara bersin seseorang terdengar dengan jelas olehku. Hey, aku memang mabuk, tapi aku yakin sekali kalau aku tidak sedang berhalusinasi. Tadi itu benar-benar ada seseorang yang bersin. Di kamarku, sekarang. Badanku seketika langsung refleks waspada. Aku berdiri dengan hati-hati dan mulai memeriksa kamarku. Karena suaranya terdengar cukup dekat, maka orang ini tidak mungkin sedang ada di kamar mandi. Aku melihat sekeliling.

Di dalam lemari.

Aku menghampiri lemari bajuku dengan hati-hati, tanpa membuat suara sedikitpun. Kupegang pegangan kedua pintu, lalu kubuka dengan cepat.

.

Dalam waktu kurang dari sedetik, sebilah pisau sudah menempel di leherku. Besinya yang dingin menyentuh kulit leherku, membuatku bulu kudukku berdiri untuk beberapa saat.

“Mundur pelan-pelan, atau kugorok lehermu.”

Suara wanita! Shit, orang yang mengancamku sekarang ini adalah wanita?!

Tidak ada pilihan lain selain menurutinya, aku mundur selangkah demi selangkah –penuh dengan kehati-hatian- sambil berusaha mengamati wajah dan penampilan orang tak tahu diri di depan mukaku ini.

“Berhenti disitu” suaranya tegas, seperti lelaki, tetapi aku tetap dapat menangkap aura perempuannya dari suara itu.

Aku berhenti tepat ditengah-tengah kamar. Di saat inilah aku menyadari, bahwa penyusup wanita ini memakai pakaian serba hitam –yang membuatnya makin susah dikenali karena kamarku gelap- dan topi hitam yang menutupi rambutnya. Aku hanya bisa melihat sebagian dari wajahnya. Cantik.

Apa yang kau pikirkan, Wu Fan? Kau sedang diancam oleh seorang WANITA dengan pisau yang siap menggorok lehermu dan kau malah memuji wanita ini cantik?!

Aku tetap menjaga ekspresi mukaku yang datar. Berusaha mengeluarkan aura bahwa aku tidak takut. Ternyata, dalam keadaan mabuk atau tidak mabuk pun, jika kau sudah diancam oleh seorang penyusup dengan senjata, tidak ada hal yang bisa kau lakukan selain berdoa dan menjaga ketenangan. Lupakan hal membekuk dan ‘bermain’ dengan pencuri seperti yang kupikirkan tadi.

“Apa maumu?” kataku dengan tetap tenang, akhirnya mengeluarkan suara.

“Bukan urusanmu.” jawabnya lugas.

“Tentu saja menjadi urusanku. Ini kamarku. INI MANSIONKU.”

“Lalu, apa hal itu bisa membantumu lolos dariku?”

Aku terdiam. Pintar juga wanita ini.

“Apa yang kau ambil?” kataku mencoba menanyakan hal lain.

“Kucoba cari barang yang menarik untuk diambil. Tapi ternyata tidak ada. Sungguh mengecewakan.”

“Ya sudahlah. Kalau gitu, pergi sana.”

Sang penyusup terdiam.

“Kau kira aku bakal tertipu, hah? Tidak mungkin orang kaya munafik sepertimu mau melepas seorang penyusup begitu saja. Apalagi jika penyusup ini sudah menodongkan pisau ke lehernya. Dan ditambah lagi fakta bahwa sang penyusup adalah wanita.”

“Ternyata kau cukup cerdas. Aku tidak suka repot-repot dengan polisi. Lagipula, kau kan tidak mengambil apa-apa juga. Sudah sana pergi, sebelum aku berubah pikiran.” ujarku dengan nada sedikit mengusir. Huh. Membosankan. Ternyata penyusup ini tidak menarik sama sekali.

Sepertinya ia tertegun karena perkataanku.

Ia menjauhkan pisaunya dari leherku. Aku mengangkat tanganku lalu menurunkannya, tanda bahwa aku tidak akan menyakitinya.

“Kau tidak seperti orang-orang lainnya.”

Giliran aku yang tertegun. Apa maksudnya? Apa ia membicarakan orang-orang kaya munafik itu?

“Aku memang berbeda.”

Aku bisa melihat ia mengernyitkan dahinya. Ia menyilangkan tangannya di depan dadanya.

“Baiklah. Terserah kau saja. Kalau begitu aku pergi dulu.”

Oke, suasananya sangat aneh sekali. Seorang penyusup berkata “aku pergi dulu” kepada pemilik kamar yang ia susupi seolah-olah ia habis mengunjungi seorang teman lama. Walau begitu, aku tidak lagi merasakan aura berbahaya darinya. Aku justru merasakan…….aura yang sangat jauh berbeda..

“Kau bilang, aku berbeda dari orang-orang lainnya. Maksudmu itu, orang-orang kaya lainnya? Berapa banyak rumah orang lain yang sudah kau masuki?” kataku sambil berbalik. Penyusup wanita itu sudah membuka jendela kamarku.

Ia masuk dari situ rupanya, dan ia berencana keluar dari situ juga. Aku harus lebih hati-hati sebelum meninggalkan kamarku.

“Cukup banyak. Aku sudah lama melakukan ini.”

“Hmm. Menarik.”

Kami terdiam beberapa saat.

“Hey. Let’s play a game.”

“Huh?” ujarku bingung.

“Jika kau berhasil tahu siapa aku sebenarnya dan menangkapku, aku akan menyerahkan diriku ke polisi. Waktumu, setahun dari sekarang”

“Uhm, hello? Aku bisa langsung menangkapmu langsung di sini.” balasku dengan as-the-matter-of-fact tone.

“Ckck, tidak bisa. Peraturannya, kau bongkar identitasku dulu, lalu tangkap aku.”

“Kenapa jadi kau yang buat peraturan? Lagipula, ini tidak adil. Aku tidak punya petunjuk apapun tentangmu.” Kenapa aku mau dipermainkan penyusup ini?

“Intinya, jika kau menang, aku akan masuk penjara. Jika kau kalah, serahkan semua kekayaanmu padaku.” katanya tegas sambil mengambil ancang-ancang untuk melompat. “See you next time, Kris Wu. Jangan lupa, hanya satu tahun. Btw, happy birthday.”

“Hey, tunggu-“

BRUK!

Aku berlari ke arah jendela dan melihat kebawah. Si penyusup wanita kurang ajar itu sudah berlari ke arah gerbang.

“Sial!” umpatku sambil mengacak-acak rambut pirang-kecoklatanku.

Saat itulah, aku melihat sebuah kartu –seperti kartu nama- yang hanya bertuliskan tiga kata yang dicetak dengan warna emas: House of Sparrow.

Aku tersenyum.

Challenge accepted, you damn woman intruder.

A/N:

Terlalu panjangkah? Hehe. Maap biasa nulis fic panjang-panjang ._.v Kira-kira, siapakah penyusup wanita itu? Apakah Kris berhasil menangkapnya? Apakah akan muncul hal menarik lainnya antar Kris dan sang penyusup?

Silakan comment dan jika ada pertanyaan, silakan ditanyakan. Saran dan kritik yang membangun sangat diterima. Terima kasih telah membaca karya saya! /bows once again/
– dragonsbreath

26 thoughts on “[Freelance Chapter] One Year – Chapter 1

  1. aahh.. bagus banget >__<
    diksi yg dipakai bagus :) aku lihat juga ngga ada typo :D #mungkin.. #slapped..
    I like Amber's character here XD she's so mysterious girl..
    Kris? cool-cool gimana gitu~~ wks..
    I like your write-style :D
    hm.. house of sparrow? clue-nya seru..
    I hope the next chapter will be ASAP..

  2. AAAAAAAKKKK SUKAAAA!!!!!
    Kenalan dong, aku patidong :D *ga ada yg ngajakin kenalan hih*
    Apa? Panjang? KURAAAAAAANG!!! *ditampar
    Lagi doooooong! Banyakin doooong!
    Authornya udah biasa nulis FF ya? Cara penulisannya + cara ngejelasin latar tempatnya dapet banget, kita yang baca juga jadi nikmatin banget. Hehe.
    Sukaaaa banget sama karakternya Amber. Pas banget! Kapan update nih? Ditunggu update nyaaa! :3

  3. wah.. cucox bngetz..
    amber sama kris , q sma”ngefans sma mreka wah kren udah lma bngetz q cri” FF ynx kyax gniy.!! yanx da amber sma kris n’a..
    so cool dtunvgu lnjutann’a thor..

  4. yea yea yea
    akhirnya dpt fic krisber lagi *pelukjong

    ih wow
    pnasaran gmn cara si kris ktmu tu org lagi xD

  5. gila! sungguh gila! benar-benar gila! ff ini AMAZING! untaian kata yg menyusun setiap kalimat benar2 seperti nyata. sayangnya bru chap pertama. lanjut ya! i’ll waiting for this great fanfiction! and I love the maincast! Krisber! <3

  6. AAAAAA INI DILANJUT DONG PENASARAN ;^;
    Itu ceweknya Amber Liu kan iya kan iyakaannnn?? *A* /namanya juga FF Krisber -_-a
    Lanjutin kek kak yaa ;-;

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s