[Freelance-Chapter] Dugeun Dugeun First Love Story! – Chapter 1

Title : Dugeun Dugeun, First Love Story!

Length : Chaptered

Rating : 15+

Genre : Romance, Teenage Love

Author : Hwang Energy

Main Cast : Kang Jiyoung & Byun Baekhyun

Other Cast : Bae Suzy, Kim Dasom, Choi Sulli, Lee Taemin, Kim Jong In (Kai), & Oh Se Hoon (Sehun)

Disclaimer : Fanfic ini pure punya gue. Tapi kalo tokoh-tokohnya punya Tuhan.

Author Note : Alohaaaaaa…. Kenalin gue author manis nan unyu #plak. Lo bisa panggil gue Energy-chan ‘-‘)b Yap, ini fanfic pertama gue disini. Sok baca atuh ^o^

.Summary : Jiyoung si cewek lucu nan supel ini punya musuh bebuyutan yang bernama Byun Baekhyun. Tapi gimana jadinya kalo Baekhyun tiba-tiba mengatakan sesuatu hal yang bikin Jiyoung ga ngerti apa maksud dari kalimat itu. Penasaran ga penasaran pokoknya baca! #maksa

——

This is
Hwang Energy
Present

Himawarii High School.
Yap, sebuah sekolah yang khas dengan bunga mataharinya ini adalah sekolah yang cukup bagus dan terkenal di Seoul. Sekolah dengan fasilitas yang memadai ini banyak diincar oleh para anak-anak yang ingin bersekolah disitu.
Didalam sekolah tersebut, ada sebuah genk atau lebih tepatnya grup yang beranggotakan empat orang yeoja. Kang Jiyoung, Bae Suzy, Choi Sulli, dan Kim Dasom. Mereka adalah yeoja terheboh di sekolah atau bahkan di sekolah. Mereka benar-benar terkenal akan kehebohan dan Kesupelan mereka. Kang Jiyoung adalah yeoja yang paling supel diantara teman-temannya. Dia bisa kenal dengan hampir seluruh murid disekolahnya.
Sayangnya, hanya ada satu orang yang sangat dia tidak sukai di sekolahnya. Ia adalah musuh bebuyutannya. Dia adalah Byun Baekhyun.

— Dugeun Dugeun, First Love Story! —

Arrgh. Mimpi apa aku semalam? Kenapa aku bisa bertemu dengan namja itu lagi? Dia musuh bebuyutanku. Byun Baekhyun.
Apa dia suka atau mengidolakanku? Aku pindah dari kota Gangnam ke Seoul karena ayahku ada pekerjaan menetap di Seoul. Dan aku sangat senang bisa berpisah dengan namja itu.
Tapi kenapa sekarang aku bertemu dengannya lagi?
“Aish,” ucapku sambil menggaruk kepalaku dengan sebal. Dia lagi dia lagi. Apa aku memang ditakdirkan untuk bertemu dengannya? Sudah hampir sepuluh tahun aku tidak bertemu dengannya. Dan hidupku juga tenang tanpa ocehan mulut bebeknya. Tapi kenapa aku harus bertemu dan sekelas dengannya?
Eh, Tunggu dulu. Sekelas kataku?
Setahuku, Baekhyun berbeda dua tahun denganku. Seharusnya dia sudah kuliah sekarang. Tapi kok satu kelas denganku? Apa jangan-jangan dia….
…. tidak naik kelas?
“Hai nona jelek. Akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lamanya,” ucap Baekhyun tiba-tiba yang membuatku terkejut.
“Kenapa aku harus bertemu denganmu lagi sih, mulut bebek?” kataku dengan nada jutek.
Baekhyun malah tertawa melihatku. Tapi, itu tawa mengejek. “Rupanya kau belum berubah. Kau masih bodoh dan jelek seperti dulu.” Kata Baekhyun.
“Apa maksudmu babo?!” aku benar-benar sebal dengannya. Dia juga sama sekali belum berubah. Masih saja menyebutku jelek. Aku ini kan cantik.
“Yayaya, terserah apa katamu,” kata Baekhyun sambil memutar kedua bola matanya. “Dan asal kau tau. Aku kesini bukan karena aku ingin mengejarmu!” lanjut Baekhyun sambil menyentil dahiku.
“Yak! Sakit Byun Baekhyun namja ter-babo sedunia!” pekikku dengan suara yang keras. “Memangnya kenapa kau pindah kesini? Sekelas denganku pula,” tanyaku agak penasaran juga.
Baekhyun sedikit mendekat padaku. “Aku kesini karena aku harus mengulangnya dari awal,” ucap Baekhyun pelan dan ia pergi kebelakang meninggalkanku.
Tunggu. Mengulanya dari awal? Maksudnya ia tidak naik kelas?
Aku menatap kebelakang melihat Baekhyun yang sudah akrab dengan teman-teman barunya. Kuakui Baekhyun memang anak yang supel juga. Aku melihat Baekhyun dengan tatapan yang benar-benar tidak aku percaya.
Baekhyun tidak naik kelas.

— Dugeun Dugeun, First Love Story! —

“Jiyoung,” panggil seorang yeoja berpipi chubby dan berwajah cantik yang menghampiriku. Di belakangnya ada dua yeoja manis yang mengikutinya. Mereka adalah sahabat-sahabatku: Bae Suzy, Choi Sulli, dan Kim Dasom.
“Ne. Waeyo?” tanyaku pada Suzy.
Suzy menggelang pelan. “Ani. Hanya saja…. kau terlihat tak bersemangat hari ini,” katanya yang menatapku dengan tatapan khawatir.
“Ada apa denganmu, eh? tidak biasanya kau begini,” tanya Sulli juga yang sedang duduk di meja yang ada di samping mejaku.
Aku menggeleng sambil tersenyum. “Tidak. Aku baik-baik saja. Kalian ini perhatian sekali. Aku jadi malu. Hahaha,” tawaku melihat ekspresi khawatir mereka.
“Ayolah Jiyoung. Sebenarnya kau kenapa? Ceritalah!” pinta Dasom yang sepertinya tau kalau aku berbohong. Aneh atau tidak, Dasom memang tidak bisa dibohongi.
“Ne,” ucapku pasrah. “Sebenarnya aku sedang kesal dan bingung,” jawabku sambil menopang kepalaku dengan kedua tanganku.
“Kesal kenapa?” tanya Suzy heboh.
“Dan bingung kenapa?” lanjut Sulli yang ikutan heboh.
Hadeeeeh. Teman-temanku memang heboh sekali. “Kesal karena namja baru itu loh. Dan bingung karena namja itu juga,” jawabku pelan.
“Maksudmu Byun Baekhyun? Kau suka padanya?” tanya Dasom heboh.
Aku pun langsung menjitak kepala Dasom. “Yak! Jangan keras-keras Dasom,” ucapku kesal.
“Berarti Jiyoung memang benar-benar suka Byun Baekhyun. Wah, akuhirnya Jiyoung dewasa juga,” ucap Suzy lalu tertawa bersama Sulli.
“Ani. Aku tidak menyukainya!” kataku sedikit membentak mereka. “Dia itu musuhku dari kecil. Aku kesal kenapa aku harus bertemu dengannya lagi. Dan aku juga bingung kenapa aku bisa satu kelas dengannya? Padahal dia lebih tua dua tahun dariku,” jelasku panjang lebar.
“Mungkin dia tidak naik kelas,” jawab Sulli.
“Berarti dia tidak pintar ya? Tapi kenapa bisa masuk sekolah ini?” Suzy terlihat heran.
“Dia itu kaya raya. Mungkin saja Appa-nya menyogok sekolah kita,” jawabku asal. Tapi, Baekhyun memang kaya, kok. Bisa jadi kan?
“Ehem,” Kami berempat refleks menoleh ke sumber suara itu. Ternyata dia Baekhyun. Huh, untuk apa dia datang kesini? Dan…. Taemin, Kai, dan Sehun pun ada bersamanya. Jangan-jangan…. Ah, pokoknya aku tidak akan mau.
“Annyeong, girls.” sapa Taemin pada kami berempat.
“Annyeong, Taemin-oppa,” jawab kami berempat.
“Wah, kita tidak disapa. Lebih baik kita pergi saja, Sehun.” ucap Kai pura-pura kesal.
“Kau saja,” jawab Sehun singkat dan datar. Kami semua pun menertawai kemalangan Kai. Hahaha, dia memang selalu di bully.
“Kalau maksud kedatangan kalian untuk mengajak kami ke kantin, aku tidak ikut ya. Aku bawa bekal,” ucap Dasom sambil menunjukan bekalnya.
“Ani. Bukan itu maksud kedatangan kami,” kata Taemin sambil menggeleng dan terkekeh.
“Jadi apa maksud kalian?” tanyaku penasaran. Soalnya, mereka kemari sambil membawa Baekhyun sih. Entah kenapa aku punya firasat buruk.
“Kai, beritahu mereka.” pinta Taemin seenaknya pada Kai.
“Aku? Hah…. kau ini,” ucap Kai malas. Lalu, Kai menyegol lengan Sehun. “Kau saja,” katanya.
“Yang disuruh aku atau kau?” ucap Sehun dengan nada datar bercampur masal dan kesal. Akhirnya, Kai pun pasrah. Sehun memang begitu.
“Maksud kedatangan kita kesini untuk memberitahu bawa Byun Baekhyun resmi masuk kedalam grup kami,” ucap Kai sambil tersenyum senang.
APA????? Aish, mereka bertiga memang bodoh, bodoh, bodooooh!!!
“Ternyata hanya itu,” ucap Sulli lalu terkekeh garing.
“Wah, chukkae Byun Baekhyun,” ucap Suzy sambil menepuk bahu Baekhyun.
“Ne. Gomawoyo,” jawab Baekhyun sambil tersenyum pada Suzy.
“Hah, orang seperti dia kau masukkan dalam grupmu? Benar-benar bodoh,” ucapku kesal sambil menunjuk Baekhyun.
“Memangnya kenapa?” tanya Baekhyun yang terlihat kesal.
“Aku tidak suka,” jawabku ketus sambil menatapnya dengan tatapan sinis.
“Cih,” Baekhyun mendesis pelah. “Aku bingung, kenapa orang seperti dia juga bisa masuk kedalam grup kalian?” tanya Baekhyun pada Suzy, Sulli, dan Dasom sambil menunjukku. “Dia kan bodoh dan jelek,” lanjut Baekhyun.
Brak.
Aku pun memukul mejaku dan bediri. Banyak orang yang melihatku. Tapi aku sama sekali tidak peduli. “Itu sesuka mereka mau memasukkanku kedalam grup atau tidak,” jawabku dengan suara lantang.
“Kalau begitu sesuka Taemin, Kai, dan Sehun dong untuk memasukkanku kedalam grup. Dasar bodoh!” ucap Baekhyun tak kalah lantangnya.
“Kau yang bodoh!”
“Jelas-jelas kau yang bodoh!”
“Kau tidak naik kelas, kan? Berarti kau yang bodoh!”
“Yak! Itu bukan urusanmu nona jelek!”
“Apa? Jelek? Dasar mulut bebek!”
“Nona jelek!”
“Mulut bebek!”
“Nona jelek!”
“Mulut bebek!”
“Nona jelek!”
“Mulut bebek!”
“CUKUUUUUUP!” Aku dan Baekhyun pun menghentikan pertengkaran kami. Terlihat seorang pemuda berbadan tinggi yang tadi menghentika pertengkaran kami. Dia adalah mahasiswa dari Himawarii University. Namanya Yunho.
“Kalian bisa diam tidak? Aku sedang mempromosikan agent travel milik pamanku. Tapi suara kalian sangat mengganggu sekali. Aku mohon ketertibannya,” ucap Yunho-sunbae yang lalu pergi. Mungkin dia ingin melanjutkan promosinya.
Aku pun kembali duduk. Aku dan Baekhyun saling melirik dengan tatapan membunuh. Huh, kali ini kita akhiri dulu pertengkaran kita. Tapi aku tidak akan kalah darimu, mulut bebek.
“Sudahlah kalian jangan bertengkar lagi. Aku pusing melihatnya,” ucap Taemin sambil mengurut dahinya.
“DIA YANG MULAI,” kataku dan Baekhyun sambil saling menunjuk.
“Diam. Lebih baik kita ke kantin. Aku lapar,” ucap Sehun datar lalu berjalan keluar yang diikuti oleh Kai, Suzy, Sulli, dan Baekhyun.
“Aku tidak itu ya,” ucap Dasom sambil menggoyangkan bekal makanannya.
“Aku juga malas,” ucapku ketus sambil menusuk-nusukkan mejaku dengan pulpen dengan kesal.
“Ayolah. Jiyoung, tak seru kalau tidak ada kau. Dan Dasom, kau bisa makan bekalmu di kantin kan? Ayolah,” pinta Taemin dengan wajah memelasnya.
Aku pun tertawa melihat wajah Taemin yang lucu. “Ne. Aku akan ikut tapi aku tidak mau berdekatan dengan Baekhyun,” ucapku lalu berdiri dan berjalan keluar kelas. Taemin dan Dasom pun menyusul di belakang.

— Dugeun Dugeun, First Love Story! —

Teng…. Teng…. Teng….
“Baiklah. Kita akhiri pelajaran kita hari ini,” ucap Kim-somsaengmin. Semua murid termaksud aku pun bersorak senang. Ya, mendengar bunyi bell pulang merupakan hal indah bagi para murid, bukan?
Semua murid pun berkeliaran keluar kelas. Seperti biasa, kami bertujuh memang suka pulang bersama. Tapi sekarang ada Baekhyun. Huh, aku benar-benar malas.
“Kami duluan ya,” ucap Kai pada kami semua. Lalu, Kai dan Sehun pun berjalan masuk menuju stasiun. Mereka berdua rumahnya memang jauh makanya mereka naik kereta.
“Aku duluan ya,” ucap Sulli dan Suzy bersamaan. Lalu, mereka memasuki gang yang berbeda. Rumah Sulli dan Suzy memang cukup dekat.
Dan sekarang tinggal aku, Dasom, Taemin, dan Baekhyun. Sebentar lagi kita akan berpisah di perempatan sebelah sana. Tapi aku bingung, rumah Baekhyun dimana? Apa dia mau main ke rumah Taemin. Ah, itu urusannya lah.
“Kita berpisah disini. Aku duluan ya,” ucap Taemin sambil melambaikan tangannya pada kami.
“Aku juga duluan ya. Hati-hati Jiyoung, Baekhyun. Jangan bertengkar lagi,” ucap Dasom yang juga melambaikan tangannya pada kami sambil tertawa kecil.
Tinggal aku dan Baekhyun disini. Kenapa Baekhyun mengikutiku? Bukankah dia ingin main ke rumah Taemin? Apa jangan-jangan dia ingin mengerjaiku?
“Hei, kenapa kau mengikutiku?” tanyaku pada Baekhyun. Kami masih terus berjalan berdampingan.
“Siapa yang mengikutimu? Kau pede sekali,” jawab Baekhyun dengan nada meledekku. Huh, dia itu menyebalkan sekali.
“Lalu kenapa kau ikut denganku? Maksudku, kenapa kau ada disini denganku?” tanyaku dengan nada ketus.
“Karena aku ingin pulang kerumahku,” ucap Baekhyun santai.
“Memangnya rumahmu dimana?” tanyaku penasaran sambil menoleh kepada Baekhyun
“Di se…”, “Wah ada mangsa baru nih,”.
Aku dan Baekhyun berhenti melihat lima orang lelaki berbadan besar yang menatap kami dengan tatapan seolah-olah kami berdua adalah mangsa mereka. Jujur, aku takut pada mereka. Aku mendekat pada Baekhyun.
“Mau apa kalian?” tanya Baekhyun dengan nada ketus. Aku dapat melihat wajahnya yang terlihat kesal.
“Santai saja,” ucap seorang diantara mereka yang memakai baju yang berbeda diantara mereka. Mungkin, dia ketuanya. Orang itu mendekat kepadaku dan menarik lenganku dengan paksa sehingga aku terbawa olehnya dan terpisah dari Baekhyun.
“Aku hanya ingin kau menyerahkan yeoja manis ini,” ucap ketua itu sambil mencolek daguku. Arrgh, rasanya aku ingin kabur tapi ketua itu memegang tanganku dengan kuat.
“Kalau kau serahkan dia padaku, kau boleh pergi. Bagaimana, eh?” tawar ketua itu membuatku ketakutan. Aku tau Baekhyun memang musuhku, tapi tolong jangan serahkan aku padanya. Wajahku terlihat sangat takut.
Baekhyun mendekati ketua itu dan tersenyum senang. Tunggu, jangan bilang kau benar-benar mau menyerahkanku pada mereka. “Ambil saja dia,” ucap Baekhyun. Yak! Kau memang kejam sekali padaku Byun Baekhyun.
“Kau tak akan menyesal kan?” tanya si ketua pada Baekhyun lalu tertawa.
Baekhyun tertawa garing. “Justru kau yang akan menyesal!” dan Baekhyun pun langsung menonjok wajah si ketua itu dengan keras.
Ternyata Baekhyun tidak menyerahkanku pada mereka. Aku tersenyum lega sambil menatapnya. Tiba-tiba keempat anak buah si ketua itu menyerang Baekhyun. Aku takut Baekhyun terluka. “Baekhyun, sudahlah!” teriakku pada Baekhyun yang ternyata berhasil mengalahkan keempat anak buah itu dengan cara yang…. err, konyol.
Jadi, Baekhyun menang karena dia menendang ‘anu’-nya keempat anak buah itu dengan kencang. Dia pintar juga sih. Baekhyun menghampiri kami dan tersenyum puas kepada si ketua itu.
“Sekarang serahkan dia padaku,” ucap Baekhyun sambil mengulurkan tangannya.
Ketua itu terlihat sangat kesal. “Memangnya kau siapa dia? Kalau kau kekasihnya, aku akan memberikannya padamu,” ucap si ketua itu.
“Aku memang kekasihnya,” ucap Baekhyun sambil terkekeh. Kau memang pintar berbohong Byun Baekhyun.
Ketua itu lalu tertawa. “Kalau kalian adalah sepasang kekasih, kenapa tadi aku melihat kalian saling menatap sinis? Aku tau kau berbohong,” kata si Ketua. Bagaimana ini? si ketua itu sepertinya tidak bisa dibohongi. Tamatlah sudah hidupku.
“Kita tadi sedang bertangkar,” ucap Baekhyun dengan wajah meyakinkan. Aku benci mengakui ini, tapi dia memang pintar.
“Bertengkar? Sudahlah lebih baik kalian putus sekalian,” ucap si ketua.
Baekhyun menggeleng. “Tidak akan. Karena aku sangat mencintainya,” ucap Baekhyun dengan wajah serius.
Entah kenapa, kata-kata Baekhyun barusan membuatku deg-deg-an. memang sih itu hanya pura-pura. Tapi aku dapatmmelihat keseriusan di matanya. Apa jangan-jangan dia suka padaku? Ah, tidak mungkin. Kita ini sudah menjadi musuh abadi.
Tiba-tiba, si ketua itu melepaskan gengaman tangannya. Langsung saja aku berlari mendekati Baekhyun dan berakting menjadi kekasihnya. “Coba buktikan kalau kalian benar-benar sepasang kekasih,” tantang si ketua.
“Baiklah,” lalu Baekhyun menggenggam tanganku dengan kuat. Tangan Baekhyun berkeringat, bergetar, dan dingin. Aku pun menundukkan kepalaku karena malu. Aku memang tidak terbiasa bergandengan dengan namja.
“Hanya seperti itu?” tanya si ketua. Dan Baekhyun pun menganguk. “Hahaha,” tawa si ketua makin menjadi-jadi. “Bodoh. Kalau seperti itu mana ada yang percaya,” ucapnya lagi dan tertawa.
“Lalu aku harus bagaimana?” ucap Baekhyun agak terbata-bata.
Si ketua pun berhenti tertawa. “Yang kau perlu lakukan gampang. Cium saja bibirnya,” ucap si ketua membuatku dan Baekhyun membulatkan mata kami.
“A-apa?” kata Baekhyun tergagap.
“Berarti kau bukan kekasihnya, kan? Sudah kuduga,” ucap si ketua sambil melipat tangannya di dadanya.
Baekhyun terdiam. Bagaimana ini? Sepertinya memang sudah takdirnya kalau hari ini hidupku akan hancur. Tidak mungkin Baekhyun akan menciumku. Ketua itu memang benar-benar menyebalkan. Aku menghentakkan kakiku dengan kesal.
Tiba-tiba, Baekhyun melepaskan genggamannya dan meletakan kedua tangannya di bahuku. Dia menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan. Perlahan Baekhyun mendekatkan wajahnya kepadaku dan memejamkan matanya hingga akhirnya aku melakukan hal yang belum pernah kulakukan selama hidupku. Baekhyun benar-benar menciumku.
Baekhyun melepaskan ciumannya. Wajahku dan wajahnya sama-sama terlihat merah seperti tomat. “Su-sudah k-kan? Sekarang ka-kami bisa pergi,” ucap Baekhyun terbata-bata.
Si ketua menatap Baekhyun dengan tatapan marah. “Kau benar-benar…. Arrgh!” lalu si ketua itu menonjok Baekhyun hingga Baekhyun terjatuh.
“Kyaaaa Baekhyun!” jeritku melihat Baekhyun yang kembali di tonjok. Dan lagi-lagi Baekhyun menendang ‘anu’ si ketua dengan kencang yang membuatku sweatdrop.
Baekhyun pun segera berdiri. “Ayo kita pergi!” katanya lalu menarik tanganku dan kami berdua segera berlari menjauh dari tempat itu.

— Dugeun Dugeun, First Love Story! —

“Ah, sakit!” Aku pun berhenti mengobati luka yang ada di wajah Baekhyun.
“Tahan sebentar saja,” kataku kembali mengobati Baekhyun dan dia pun kembali berteriak. Setelah itu, aku menempelkan plaster untuk menutup lukanya. “Nah sudah selesai,” kataku lalu tersenyum padanya.
“Ya, ya. Gomawoyo!” ucapnya lalu membetulkan posisi duduknya.
Aku membereskan kotak P3K-ku. “Sudah agak mendingan, kan?” tanyaku lalu berdiri.
Baekhyun mengangguk. “Ne. Walaupun masih sakit sedikit,” ucapnya sedikit mengusap lukanya.
“Kalau begitu, aku akan membuatkanmu teh ya.” Baekhyun mengangguk setuju dan aku pun pergi kedalam dapur.
Aku membuatkan teh untuk Baekhyun. Tapi, aku jadi ingat kejadian waktu Baekhyun menciumku. Jujur, itu adalah ciuman pertamaku. Kurasakan wajahku mulai memanas dan memerah. Dadaku juga berdebar tidak karuan.
‘Karena aku sangat mencintainya,’ kata-kata itu terulang dikepalaku. Aku tersenyum malu mengingat kata-kata itu. Detik berikutnya aku menggeleng. Tapi kata-kata itu kan hanya sandiwara. Tidak mungkin Baekhyun menyukaiku.
“Hufftt….” desahku malas. Lalu, aku membawa cangkir yang berisikan teh itu kepada Baekhyun.
Aku meletakkan cangkir itu di meja. “Baekhyun, ini teh mu.” kataku sambil menatap Baekhyun yang ternyata sedang tertidur pulas dengan posisi duduk. Aku pun berjalan menuju kamarku untuk mengambil selimut. Setelah itu, aku keluar dari kamarku dan kembali ke ruang tamu dimana Baekhyun berada.
Aku menyelimutinya dengan pelan. “Tidurlah yang nyenyak Tuan Byun. Gomawo.” ucapku setengah berbisik sambil menatap wajahnya. Dia terlihat sangat tampan ya?
Sepertinya, aku punya rasa yang tak dapat kuartikan kepadanya.

.

.

.

To Be Continued

Tinggalkan jejak di comment ya? :D
Please don’t be a silent reader. Hehehe….

19 thoughts on “[Freelance-Chapter] Dugeun Dugeun First Love Story! – Chapter 1

  1. waduhh, penasaran sama kelanjutannya :D hehe ff-nya seru, critanya seru, tpi emang stuju sma komennya fafajung klo alurnya agak cepet hehe ._.v
    But, nice ff :D di tunggu kelanjutannya ya :D

  2. alurnya jgn cpt2 donk thor supaya kesannya gk gaje.. Ceritanya udh bagus nih… Rata2 para readers suka cerita2 kaya gini .. Keep fighting dan next chapt nya segera.. ;D

  3. kyaaa itu first kiss mreka thor?
    critanya bgus thor, aku lagi suka sma baekyoung dan akhirnya nemu jga ff ttg mreka. bkin yg byk baekyoungnya yah thor,hehehe
    di tunggu kelanjutannya. jgn lma2 ya thor, hehehe :D

  4. Annyeong aku reader baru nih…
    Cerita’ny menarik thor aku suka bnget sama cerita’ny wlapun mnrut ku cerita’ny trllu kecepatan tpi gak papa kok, hehe.
    Good ff thor :D

  5. yaahh,, lagi seru2 baca juga,,,)
    eh baekki oppa beneran gg naik???,,,, yg bener??,,,ini,,ini,,,ini,,,ni gg mungkinkan bagamana ungkin ini terjadi ANDWAE*lebeh
    epep.a keren abiiiaaassss

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s