[Freelance Chapter] Let Me…. – Chapter 1

Title : Let Me….
Length : Chapter
Author : skyblue
Genre : Angst
Rating : Teen
Cast(s)
Sandeul as Junghwan
Gongchan as Gongchan
Support Cast(s)
The other member of B1A4

a/n: kind of yaoific. Don’t like yaoi, don’t read. Bash not allowed. Dedicated to ChanDeul shipper.

—-

~Foreword~

“just let me in, chan”

“hyung. Go. Now”

“chan”

“hyung. Please”

Junghwan menghela nafas.

“arraseo..aku pergi. Don’t give me that look again”

Gongchan memajukan bibirnya. “I thought you love my puppy face, hyung”

Junghwan tertawa. “aku pergi. Take care chanchan. Bye!”

Gongchan menatap Junghwan dan membalas lambaian tangannya.

“if you know…junghwan..”

August 11th 2012

“gaaaaahhhh….aku lelah~” Baro menghempaskan tubuhnya di sofa.

“keep your mouth shut, baro. Menganggu saja” Baro memajukan bibirnya mendengar kalimat dingin Jinyoung.

“ChanShik-yaa~” gongchan menoleh kearah baro. “nae hyung?”

“hyungmu kejam” baro memiringkan kepalanya ke arah jinyoung.

PLETAKK

“tuh kan kejam” Baro mem-pout-kan bibirnya sembari mengusap kepalanya yang terkena pukul pulpen Jinyoung.Jinyoung menatapnya tajam dan hendak memukulnya lagi.

“sudah jinyoungie hyung~” gongchan mendorong tubuh Jinyoung agar menjauh dari baro.

“dia duluan chan-ah” Jinyoung membeladiri. Baro menjulurkan lidahnya ke arah jinyoung dan memeluk gongchan

“yak, no one can touch channie. Take your hands off!” sandeul melepaskan ikatan tangan baro di tubuh gongchan.

“waeyo? Chanshik bukan milikmu”

PLETAKK

Baro meringis. Ia mendapat dua pukulan telak di satu tempat dari dua orang yang berbeda.

Gongchan tertawa kecil.

“Sakit tidak hyung?” gongchan mengelus kepala baro. “disebelah mana yang sakit?”

“disebelah sini channie~ saki tsekali~ huh”

“mendaramatisir..” junghwan mencibir.

“EHEM!Maaf mengganggu kesibukan kalian, tuan-tuan. Tapi waktu menunjukkan saatnya pulang”

CNU menutup bukunya dan melihat ke arah jam tangannnya.

“Kajja” Jinyoung berdiri dari tempat duduknya.

Sandeul berdiri dari tempat duduknya “channie, mau pulang sekarang?”

Gongchan mengangguk.

“aku saja yang simpan kuncinya hyung” Jinyoung melempar kuncinya ke arah gongchan.

~~~~~~~

“kuncinya kamu yang simpan?” Gongchan mengangguk. Sandeul tersenyum dan menggandeng tangan Gongchan.

Gongchan dan Sandeul memang sering pulang berdua. Selain karenarumah mereka berdekatan dan mereka berdua adalah saudara, Sandeul diberi kepercayaan oleh Ummanya untukmenjaga Gongchan.

Sebelum mereka pulang ke rumah, mereka selalu mampir ke tempat “tongkrongan” mereka, Jinyoung, CNU dan Baro.

Sebuah rumah kosong yang telah mereka tata ulang sedemikian rupa sehingga menyerupai studio musik.

Tempat itu telah seperti surga bagi mereka.

Gongchan berhenti dan menatap Sandeul. “Hyung, sampai disini saja”

“rumah mu masih jauh, Channie” Gongchan tersenyum. “tidak apa-apa hyung”

“benar?” gongchan mengangguk. “yasudah..” Sandeul melepaskan genggamannya dan berbalik arah.

“eh, tapi channie..bolehkah aku main ke rumah mu?”  Sandeul membalikkan tubuhnya lagi ke arah gongchan.

Gongchan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “tidak sekarang hyung…”

“waeyo Channie? Kamu sudah kesekian kalinya menolakku untuk berkunjung”

“maaf hyung…tapi benar-benar tidak bisa” Gongchan menunduk. Ia takut untuk menatap Sandeul.

Sandeul menghela nafas

“Arraso chanchan!Tidak perlu ketakutan, aku tidak marah kok.” Sandeul mengacak-acak rambut gongchan dan tersenyum. “aku pulang ne? take care channie! Bye!”

Gongchan membalas lambaian Sandeul dan menatap punggungnya yang mulai menjauh.

“huft..”

Gongchan pun berbalik arah,kembali berjalan menyusuri jalan yang sepi untuk pulang ke rumahnya.

Tidak, bukan rumah.Tapi neraka.Baginya itu neraka

Langkah Gongchan terhenti di depan pintu sebuah rumah yang cukup besar. Rumah yang diisi dengan cahaya lampu remang-remang. Rumah yang diisi oleh bau alcohol yang menyengat.

Gongchan memegang gagang pintu tersebut.Tangannya gemetar.

‘no need to worry chanshik. No ghost..nomonster..relax’

KLEKK

Gongchan pun membuka pintu tersebut. Aroma alcohol yang menyengat langsung menyambutnya

Gongchan melihat sekeliling.

Sepi, tidak ada siapapun. Gongchan berjalan dengan perlahan. Berharap langkah kakinya tidak terdengar.

“A-Aakkh!”

Perkiraannya salah.

Seorang wanita dengan sepuntung rokok bertengger di mulutnya menjambak rambut gongchan.

“a-akhh..u-umma..lepaskan..” Gongchan meringis kesakitan

Bukannya melepaskan, wanita tersebut malah memeperkuat tarikannya. Helai demi helai rambut gongchan berjatuhan.

“mau kemana kau bocah tengik? Mana setoran hari ini huh?” umma gongchan menatap gongchan dengan sinis.

“a-aku tidak bekerja hari ini um-AAKH!”

Umma gongchan justru memperkuat tarikannya pada rambut gongchan. “wae hmm? Wae?”

“besok ujian. Aku tidak bisa bekerja hari ini. Aku sudah izin kepada bos kal-“

“AKU TIDAK PEDULI BODOH. I DON’T CARE ABOUT YOUR F*CKING SCHOOL.  JUST GIVE ME MONEY, YOU ASSHOLE” mrs.gong mendorongnya hingga ia terjatuh di lantai.

“DIMANA UANGMU HUH?!” mrs. Gong menendang perut gongchan. Ia juga mengobrak-abrik isi tas gongchan.

“a-aku tidak punya umma..” Gongchan meringis. Ia juga mulai terisak

“JANGAN BERBOHONG. DIMANA KAU SEMBUNYIKAN UANG ITU HUH?! DIMANA?!” Mrs.Gong menjambak kembali rambut gongchan.

“a-aku tidak menyembunyikannya..”

Mrs. Gong melepaskan jambakannnya pada rambut gongchan dengan kasar hingga kepala belakang gongchan dengan bebas terantuk di lantai.

“cih..kau memang harus dengan kekerasan..” Mrs. Gong menendang tubuh gongchan beberapa kali tanpa ampun.

Gongchan tidak bisa melawan.Tubuhnya terlalu sakit untuk melawan.

“hiks..um-ARGGGHHH!!!” Gongchan menjerit saat umma-nya menyundut kakinya dengan puntung rokok yang barusan dihisapnya. Tidak hanya di kaki, umma-nya menyudutkannya di segala tempat di tubuh gongchan.

“huh..ada apa ini..?” seorang pria bertubuh besar dengan sebuah botol bir di tangannya datang dari arah dapur.

‘oh, tidak.’

“you see..this asshole..as usual..” Mrs.Gong menaruh kembali rokoknya di mulutnya saat ia melihat suaminya datang.

“u-umma..appa..aku tidak menyembunyikan apa-apa dari kalian, sungguh..” Lirih gongchan sambil memeluk kaki ummanya dan terisak.

“Shut up” Mrs.Gong menyingkirkan gongchan dari kakinya. “kau mau apakan dia huh?”

Mr.Gong menenggak birnya. “biarkanlah..lihat saja sampai dia berulah lagi..”

“kau membebaskannya huh?”

“tentu sajatidak” Mr.Gong kembali menenggak birnya dan berjalan terhuyung ke dapur.

Mrs.gong mengalihkan pandangannya ke arah gongchan yang meringis kesakitan.

Dengan paksa, ia menarik tangan gongchan agar berdiri. Gongchan yang tak berdaya hanya bisa mengikuti apa yang disuruh umma-nya. “ukh..”

“hei, dengar bocah tengik. Sekali lagi kau berulah, tak ada ampun bagimu. Kau hanya sedang beruntung saja hari ini..”

Mrs.Gong mendorong gongchan hingga membentur tembok dan melemparkan tas gongchan ke arahnya.

“pergilah. Muak aku melihat wajahmu” Mrs.gong menhembuskan asap dari mulutnya.

Dengan tertatih Gongchan berjalan menyusuri anak tangga untuk mencapai kamarnya.

Ia merebahkan dirinya di kasur dan memejamkan matanya. Berharap rasa sakit di sekujur tubuhnya akan hilang.

“ukh..”

##########

Annyeong, this is my first Fanfic of B1A4. Saya mencoba meniti karir (halah) menjadi author fanfic setelah sekian lama menjadi silent reader (ngaku).

Saya gak tau apa ada yang suka yaoi disini ._. atau suka ChanDeul couple ._.

Saya buat fic ini pas mood saya lagi jelek-jeleknya .__. Jadi maklum kalau ada kata-kata yang gak enak dilihat><maaf juga kalau fic ini terlalu keras ._.

Maaf juga kalau ada banyak typo atau alurnya gak jelas><

Karena itu, Kritik dan saran dibutuhkan~

Kamsahamnida!

6 thoughts on “[Freelance Chapter] Let Me…. – Chapter 1

  1. ini seru loh, sumpah hehe.___.
    lanjutannya ditunggu, terus kalau ngetik spasinya dipake ya biar adminnya langsung ngepost aja wkwk. Thanks before ‘w’)/

  2. Keren!!! Kacian chanie~,, cni chanie sma aq aja tinggal’a,, d’jmin tk akan trsiksa….
    Di tunggu next chapter ne…. Jangan lama2!! #maksa

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s