[Special EXO-Pink Series] Oneshot: Only Memory

image

[Previous Series: Suho-Chorong]

Title: Only Memory

Author: Yoo Jangmi

Genre: Teen Romance, Drama

Length: Oneshot

Rating: PG13

Cast:
– EXO-K ‘s Byun Baekhyun
– Apink ‘s Jung Eunji
– AOA ‘s Kim Seolhyun
– INFINITE ‘s Hoya (Lee Howon)
-etc-

Disclaimer:
This FF’s mine. The casts not mine :3

Note:
helloo ini dia EXO-Pink series yg ke dua. Baekhyun-Eunji. Tadinya ga mau sedih ceritanya ._. tapi terinspirasi…jadi ya udah deh…Happy Reading yaa (based on true story in RPWorld lol -.-)
.
.

.

.

.

   Eunji memandangi gedung sekolah asrama campuran yang ada di hadapannya. Ia sangat keberatan sebenarnya untuk memasuki asrama di masa SMU, akan sangat membatasi kebebasannya. Tapi akhirnya ia pikir ulang “sepertinya aku akan dapat pengalaman baru di sini” dan ia pun memutuskan untuk menuruti kata-kata orang tuanya.

“oke Jung Eunji, ini dia sekolah barumu. percayalah…ini tidak akan buruk” batin Eunji, gadis itu menarik napas panjang, dan mulai melangkah memasuki gedung sekolah.

Selangkah melalui pintu depan ia menarik napas lagi dan tersenyum. “lihat ini ok. semua akan baik-baik saja” gumam Eunji. . .dan tiba-tiba. . .

pluk!

sebuah kulit pisang mendarat tepat di atas kepalanya.

“selamat datang murid baru!!” seru Lee Sungyeol, salah satu murid dari lantai atas, diikuti tawa dari murid-murid lainnya.

“mwoya…ini hari pertama?!” pekik Eunji dalam hati. Bahkan ini belum hari pertama tapi masih menit pertama ia menginjakkan kakinya di gedung sekolah ini, dan seperti ini sambutannya?!

“hey Busan Girl!!” seru seseorang lagi masih dari lantai atas, dan mereka tertawa lagi.

“menyebalkan” gumam Eunji kesal. Ia menyingkirkan kulit pisang itu dari kepalanya, dan melanjutkan perjalanannya ke ruang guru untuk meminta nomor kamar beserta kunci loker.

Setelah mendapatkan kedua hal itu, Eunji berlanjut ke lokernya, yang terletak di lantai dua.

Ia menaiki anak tangga satu persatu sambil menggumamkan lagu kesukaannya. Sesampainya di atas, ia langsung menghampiri lokernya.

Loker itu berwarna kuning. Standar, ya sama seperti loker lainnya. Tapi yang membuatnya berbeda bagi Eunji adalah, seorang senior yang sedang berjalan menuju ke loker di sebelah lokernya.

“Entahlah…apa ini yang disebut love at the first sight? atau hanya rasa terpesona…dan kagum??” batin Eunji tanpa mengalihkan pandangannya dari sonbae-nya yang bahkan ia tidak tahu namanya.

Laki-laki itu mengambil sesuatu dari lokernya, lalu menutup pintu loker dan segera pergi.

Eunji menepuk pipinya perlahan, “sadarlah Jung Eunji, kau bahkan tidak mengenalnya”
Gadis itu berjalan ke lokernya, dengan hati-hati ia membuka pintu loker, di pandangnya sesaat loker kecil itu.

Setiap loker memiliki tempat meletakan pakaian, dan tempat buku beserta barang-barang lainnya. Setelah selesai melihat lokernya, ia melanjutkan pencarian kamarnya.

“asrama perempuan belok kanan, asrama laki-laki belok kiri, oke” gumam Eunji, ia melangkahkan kakinya menelusuri koridor sambil melihat ke kanan dan ke kiri, mencari lorong asrama yang dimaksud.

Eunji adalah pindahan dari Busan, Ia pindah ke Seoul karena pekerjaan appa-nya yang memang selalu berpindah-pindah. Itulah yang membuatnya tidak pernah nyaman berada dimanapun, dan tidak pernah punya sahabat.

Kini ia berdiri di depan sebuah pintu berwarna putih dengan sebuah papan nomor tergantung di pintu itu. Eunji, mengetuk pintu itu, lalu masuk ke dalam.

Di kamar itu seperti tidak ada siapa-siapa. “apa aku tidak punya teman sekamar?” pikir Eunji. Baru saja ia berpikiran begitu, seorang gadis keluar dari kamar mandi.

Gadis itu tersenyum padanya. “annyeong, kau teman sekamarku?” tanyanya. “ng..ne..ah Jung Eunji imnida” kata Eunji sambil balas tersenyum. “Kim Seolhyun imnida” kata Seolhyun.

“kau bisa meletakkan barang-barangmu disana, oh ya kita berbagi lemari ok?” kata Seolhyun sambil menunjuk sebuah rak kayu di pojok ruangan. “ne” ujar Eunji.

Eunji meletakan kopernya, ia mulai membongkar barang-barangnya dan menatanya di rak kayu itu. “ng..Seolhyun-a” panggil Eunji, ia ingin menanyakan sesuatu. “hmm apa?” sahut Seolhyun. “nanti aku ingin menanyakan sesuatu” kata Eunji sambil tersenyum salah tingkah. “oh ok” kata Seolhyun.

“ini harus jadi awal yang baik, fuh, lagipula aku tidak akan lama di sini”

.

.

.

.

.

[tomorrow]

Eunji menyedot jus jeruknya sedikit demi sedikit sambil mendengar Seolhyun mengoceh panjang lebar. Gadis itu orang yang menyenangkan, baru sehari mengenalnya Eunji sudah merasa nyaman.

“eh Seolhyun-a” panggil Eunji sambil menepuk tangan Seolhyun. Seolhyun menghentikan ceritanya tentang mengangkut beras di desa, “apa?” tanya Seolhyun.

“itu siapa, siapa namanya” kata Eunji bersemangat, sambil melihat ke arah sonbae yang ia lihat kemarin di dekat loker.

Laki-laki itu masuk ke kantin sekolah bersama seorang temannya . mereka sedang membicarakan sesuatu sambil sesekali tertawa.

“ah itu, dia sonbae paling populer di sini, namanya Byun Baekhyun, dan itu temannya, kepala asrama Lee Howon, lebih sering dipanggil Hoya” kata Seolhyun, Eunji menganggukan kepalanya lalu tersenyum.

“yah, kau naksir dia? kalau begitu sainganmu satu asrama yeoja” kata Seolhyun sambil cekikikan. “aniyo…aku…bukan begitu” bantah Eunji.

“jadi namanya Byun Baekhyun. hmm…jujur saja ia sangat menarik” batin Eunji sambil menyedot jus jeruknya lagi. “ah Jung Eunji, apa yang sedang kau pikirkan? toh kau tidak akan lama di sini, lebih baik tidak usah jatuh cinta” Eunji menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“yah, ada apa Eunji-ya??” tanya Seolhyun sambil mencolek-colek tangan Eunji. “ani…kajja Seolhyun-a” kata Eunji sambil berdiri dari kursinya. Seolhyun ikut berdiri, dan keduanya pun berjalan bersama-sama ke perpustakaan.

[]

Seolhyun sibuk membaca buku biologi, sementara Eunji sibuk dengan selembar kertas, dan bolpoin di tangannya. Ia sedang menulis surat “Secret Admirer”-nya yang pertama, untuk siapa lagi kalau bukan untuk Baekhyun.

“ok, apa yang harus ku katakan? hmm baiklah kita awali dengan menyapa” gumam Eunji. Ia menuliskan beberapa kalimat di kertas itu, lalu melipatnya dengan rapi. “Seolhyun-a, aku pergi sebentar ya” kata Eunji.

ia berdiri dari kursinya, lalu berlari ke luar dari perpustakaan.

[]

Baekhyun berjalan menuju lokernya bersama Hoya, sambil membicarakan kejadian pesta ulang tahun sekolah tahun lalu.

“hmm..apa ini?” kata Baekhyun sambil mengambil selembar kertas yang tertempel di pintu lokernya. Ia membuka lipatan-lipatan kertas itu, sekarang ia mulai membaca tulisannya.

annyeong sonbae, kau tahu? sekarang kau punya secret admirer. yaitu aku, nice to know you. -from: girl

“secret admirer? whoa daebak, aku saja tidak punya secret admirer” kata Hoya setelah ikut membaca surat itu. “haha, paling-paling ini dari seseorang yang jahil dari asrama yeoja, sudahlah lupakan saja” kata Baekhyun sambil tersenyum, tapi ia melipat lagi surat itu dengan rapi dan menyimpannya baik-baik di dalam lokernya.

“yah jangan begitu, kalau memang ada yeoja yang menyukaimu bagaimana” kata Hoya sambil menepuk bahu sahabatnya. “kuharap itu tidak terjadi” kata Baekhyun. “wae? bukannya bagus?” tanya Hoya heran. “tidak. itu tidak bagus” jawab Baekhyun lagi. “aish kau ini aneh sekali” kata Hoya. “aku memang aneh-_- sudahlah kubilang lupakan saja” kata Baekhyun.

Eunji yang sedang bersembunyi dibalik loker(?) tidak jauh dari mereka mendengar percakapan itu. “mwoya, dia aneh sekali” gumam Eunji. Sekarang perasaannya campur aduk. Apa ia sudah melakukan sesuatu yang sia-sia dan memalukan?
“tidak salah kan aku menyukainya?” . . .

.

.

.

.

.

Tidak terasa hari-hari Eunji di sekolah barunya, diisi dengan mengirim surat rahasia pada Baekhyun. Dan setiap laki-laki itu membuka loker dan menemukan surat darinya, jantungnya berdebar cepat seperti akan meloncat keluar.

Padahal ia tidak pernah sama sekali bicara pada Baekhyun. Mengatakan “annyeong” secara langsung saja tidak pernah. Tapi entah kenapa ia bisa begitu menyukai sonbae-nya itu.

“aku penasaran, kapan aku akan ketahuan olehnya?” batin Eunji sambil menggigiti pensilnya.

“Jung Eunji-ssi” seru Kim sonsaeng dari depan kelas. Eunji tersadar dari lamunannya dan menjawab panggilan gurunya. “ne saem”

“kenapa melamun terus?! perhatikan pelajarannya!” tegur Kim sonsaeng. “ne saem, jwesonghamnida” kata Eunji pelan sambil menunduk.

“apa sih yang kau pikirkan?” tanya Seolhyun, “aku tidak memikirkan apa-apa kok” kata Eunji, sambil tersenyum.

Eunji mengambil secarik kertas, dan mulai menulis surat rahasia lagi.

[]

“baiklah ada surat lagi, aku benar-benar penasaran siapa pengirimnya” gumam Baekhyun sambil membaca isi surat “rahasia” itu.

sonbae, aku ingin mengaku, tapi aku takut. lagipula aku tahu kau tidak punya perasaan yang sama denganku -from: the same girl

Setelah membaca surat yang itu, ia menemukan selembar lagi di belakangnya.

tapi kalau sonbae benar-benar ingin tahu siapa aku, baiklah, ayo bertemu di perpustakaan nanti sore.

Baekhyun tersenyum dan menyimpan surat-surat itu di dalam lokernya. Sudah ada 20 lembar surat kira-kira.

“sonbaenim” terdengar seseorang menyapanya. Baekhyun berbalik dan mendapati seorang Kim Seolhyun yang kebetulan lewat.

“kau dapat surat penggemar” kata Seolhyun sambil tersenyum. “hmm sepertinya begitu, kau tahu siapa pengirimnya?” tanya Baekhyun.

“tentu saja pengirimnya Eunji” batin Seolhyun. “ani aku tidak tahu haha” kata Seolhyun santai. “kalau kau tahu beritahu aku ok?” kata Baekhyun. “haha tentu saja sonbae. eh sonbaenim, boleh aku minta tanda tanganmu?” kata Seolhyun sambil menyodorkan bolpoin dan kertas.

“mwo? buat apa?” tanya Baekhyun heran, tapi ia tetap memberikan tanda tangannya pada Seolhyun. “untuk seorang temanku hehe” kata Seolhyun sambil nyengir. “umm siapa namanya?” tanya Baekhyun, tangannya yang memegang bolpoin menggantung menunggu jawaban Seolhyun.

“namanya Jung Eunji” kata Seolhyun. Baekhyun mengangguk dan menuliskan nama Eunji di ujung bawah kertas. “ok ini berikan padanya” kata Baekhyun sambil menyerahkan kertas itu pada Seolhyun. “kamsahamnida sonbaenim” kata Seolhyun sambil membungkuk sedikit. “ne, cheonmaneyo” kata Baekhyun.

“seolah aku ini artis” gumam Baekhyun sambil tertawa kecil. “Jung Eunji….nama yang menarik” pikir Baekhyun, entah kenapa tiba-tiba nama Jung Eunji terlintas di kepalanya. Sekarang ia membayang-bayangkan seperti apa kira-kira seorang Jung Eunji. “hmm…kalau dia itu secret admirer-ku bagaimana ya?” . . .

[]

~singkat cerita~

Sorenya. . .

Eunji tidak bisa berhenti menggoyang-goyangkan kakinya. Ia gelisah, takut, entahlah. Perasaannya campur aduk, ia akan bertemu langsung dengan Byun Baekhyun dan mengaku padanya. Rasanya ia bisa mati karena malu.

“ini dia datang, hoft..Jung Eunji bersiaplah…” batin Eunji sambil menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Ia menundukan kepalanya dan berdoa.

Terdengar langkah kaki Baekhyun yang memasuki perpustakaan dan menghampiri kursi tempat ia duduk. Ya, sekarang laki-laki itu duduk di sebelahnya.

“hmm jadi…” sebelum Baekhyun selesai bicara, Eunji mengangkat kepalanya dan memotong.

“ng..annyeong, aku Jung Eunji. dan hmmm….ya aku penggemar rahasia itu. Aku ingin mengaku pada sonbae, tapi aku takut, dan ng…entahlah. mianhaeyo sonbae. mianhaeyo….johahae…..ani lupakan” kata Eunji agak terbata-bata.

Baekhyun diam sesaat setelah mendengar perkataan Eunji, begitu juga Eunji. Sekarang hening.

“hmm, baiklah. padahal sebenarnya kau tidak perlu takut, it’s okay to love someone” ujar Baekhyun sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut Eunji.

Saat itu juga Eunji merasa ditolak. Ingin rasanya ia menangis karena kecewa, tapi mau bagaimana lagi? Lagipula ia tahu, Baekhyun memang tidak punya perasaan yang sama dengannya, ia tahu pengakuannya hanya sia-sia, hanya akan menyakiti hatinya sendiri. Tapi sudah terlanjur, setidaknya sonbaenya itu tahu perasaannya.

“sekali lagi mianhae sonbae, mian kalau surat-suratku itu mengganggumu. Kau boleh membuangnya” ujar Eunji pelan sambil menahan diri supaya tidak menangis.

“aniyo, itu tidak mengganggu, aku juga tidak akan membuangnya” kata Baekhyun.

“oke…ng..aku harus pergi, ng..permisi” kata Eunji gugup, lalu berdiri dari kursi perpustakaan, dan berlari keluar dari tempat itu.

Sesampainya di luar perpustakaan ia membiarkan air matanya menetes. “hah..Eunji-ya buat apa menangis” gumam Eunji sambil tertawa hambar. Ia menghapus air matanya, dan terus berjalan ke kamarnya.

“hentikan Eunji-ya, namja bukan cuma dia. uljima” gumam Eunji, namun air matanya tetap mengalir. Baginya, penolakan secara halus seperti tadi sudah cukup untuk menjadi alasan untuk menangis. “ah dasar cengeng” kata Eunji pada dirinya sendiri sambil tersenyum.

Ia membuka pintu kamarnya, dilihatnya, Seolhyun sedang sibuk membaca buku.

“Seolhyun-a” panggil Eunji sambil menutup kembali pintu dibelakangnya.

“ne, omo…kenapa menangis??” tanya Seolhyun kaget, ia menutup bukunya, dan menghampiri Eunji yang sedang berdiri mematung.

“wae? cerita padaku” kata Seolhyun sambil mengusap air mata Eunji. “aku baru saja mengaku pada Baekhyun sonbae” kata Eunji pelan. “lalu? kau ditolak?” tanya Seolhyun sambil manyun. “hmm” Eunji mengangguk.

“sudah jangan menangis, aku yakin kau akan menemukan yang lebih baik” kata Seolhyun sambil memeluk Eunji erat-erat. “ne Seolhyun-a, kau benar. Gomawo” ujar Eunji, membalas pelukan Seolhyun.

Mulai hari ini, Eunji bersumpah, ia akan menjauh dari Baekhyun, dan berhenti mengiriminya surat rahasia…

.

.

.

.

.
[besoknya….]

“sulit sekali hoft” keluh Eunji ketika melihat Baekhyun memasuki perpustakaan. Ketika melihat sonbae-nya itu, rasanya ia ingin mendekat dan menyapanya, namun ia sudah berjanji akan mulai menjauh. “baiklah Eunji, sibukan dirimu! baca sesuatu” gumam Eunji. Ia meraih buku asal dari atas meja dan membuka buku itu untuk menutupi wajahnya.

Ia mengintip sedikit dari balik buku itu, dilihatnya Baekhyun duduk di depannya dengan wajah kusut. Sepertinya sedang stress. Laki-laki itu tidak benar-benar membaca buku di hadapannya.

“masa bodo dengan janji itu” batin Eunji. Ia meletakkan bukunya di meja, dan menyapa Baekhyun.

“sonbae, kau kenapa?” tanya Eunji. “hmm?..anii gwaenchana. hanya ada sedikit masalah” jawab Baekhyun. “hmm kau butuh mood booster??” tanya Eunji lagi. “haha..tentu saja” kata Baekhyun sambil tertawa datar.(?)

Eunji tersenyum dan berdiri dari kursinya. “ayo ikut aku” kata Eunji semangat(?). “kemana?” tanya Baekhyun. “ayo ikut saja sonbae” pinta Eunji. “baiklah, Jung Eunji” kata Baekhyun, lalu berdiri dari kursinya, dan mengikuti Eunji.

[]

Eunji membawa sonbae-nya itu ke kedai es krim dekat sekolah. Mereka duduk di pojokan, dan memesan dua mangkuk es krim.

“es krim dan cokelat adalah mood booster paling ampuh” kata Eunji sambil tersenyum dan menepuk tangannya sekali. “karena itu, sonbae harus makan es krim” kata Eunji lalu tertawa pelan.

Baekhyun hanya tersenyum dan memakan es krimnya sesendok demi sesendok. Eunji juga memakan es krimnya, sambil sesekali melihat ke arah Baekhyun.

“kau benar, es krim memang mood booster. Aku merasa agak baikan” kata Baekhyun lalu tertawa “aku merasa seperti anak kecil sekarang”

“eiy sonbae, remaja juga berhak makan es krim” kata Eunji sambil manyun. “eoh eoh kalau aku bilang tidak boleh kau pasti akan demo di depan pabrik es krim” kata Baekhyun lalu tertawa “aish sonbae jangan tertawa” protes Eunji masih sambil manyun. Melihat Eunji manyun, Baekhyun malah semakin ingin tertawa.

“sonbae, sekarang ayo kita kembali ke sekolah” ajak Eunji sambil tersenyum. Baekhyun mengangguk dan mengikuti Eunji keluar dari kedai es krim.

[]

Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Eunji tak henti-hentinya mengoceh, berusaha menghibur Baekhyun. Dan ia memang selalu berhasil membuat laki-laki itu tertawa dengan cerita-ceritanya dan lelucon-lelucon anehnya.

Tidak jauh dari situ Eunji melihat sebuah stand yang menjual jepit dan aksesoris murah lainnya. Ia tersenyum, tanpa sadar ia memegang tangan Baekhyun dan menariknya berjalan ke stand jepit itu.

“kau mau satu?” tanya Baekhyun, ia bisa melihat mata Eunji begitu berbinar dan terlihat sangat ingin membawa pulang salah satu dari jepit-jepit itu. “mm aku mau tapi…”
“tapi apa?” tanya Baekhyun.

Eunji meremas-remas ujung jaketnya lalu berdehem “ehm itu jatah uang jajan harianku sudah habis untuk beli es krim tadi, sisanya tidak akan cukup untuk membeli satu jepit” ujar Eunji lalu ia tersenyum kecil “tidak usah deh tidak apa-apa” katanya lagi.

“kalau kau mau, pilih saja satu yang kau suka, aku yang beli” Baekhyun merogoh saku celananya dan mengeluarkan dompetnya. “eh..aniya tidak usah” tolak Eunji sambil menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “yah ppali, pilih satu” kata Baekhyun memaksa. “oke” kata Eunji pelan.

Eunji menatap jepit-jepit di meja itu dan mulai memilih yang menurutnya paling bagus.

“Eunji, dia sangat manis, menyenangkan, baik, hmm apa ini aku sedang memujinya” pikir Baekhyun sambil memperhatikan Eunji.

Setelah Eunji memilih satu, Baekhyun membayar jepit itu pada ajumma penjual jepit. “eh ajumma, ini dijual?” tanya Baekhyun sambil menunjuk sebuah bola salju yang sangat lucu, dengan dua beruang yang bisa diputar di dalamnya.

“tentu saja itu dijual, mau beli? untuk pacarmu ya?” kata Ajumma itu sambil melirik Eunji yang sedang sibuk dengan ponselnya.

“dia bukan pacarku, ya aku mau beli” kata Baekhyun sambil tersenyum. Ajumma penjual itu pun memasukan bola salju itu ke dalam kotak pembungkusnya dan menyerahkannya pada Baekhyun. “akui saja” katanya sambil terkekeh. “memang bukan kok haha. Ajumma, kami permisi dulu” kata Baekhyun, sambil membayar.

“sonbae beli apa?” tanya Eunji polos. “bukan apa-apa. ayo kita ke sekolah. sebentar lagi aku ada kelas” kata Baekhyun sambil melirik jam tangannya. Eunji mengangguk, dan mulai melangkahkan kakinya.

Bagi seorang Jung Eunji, ini adalah 45 menit paling menyenangkan semenjak ia pindah ke Seoul. Ia bisa mengobrol dengan Baekhyun, menghiburnya, melihatnya tertawa.
Ketika Baekhyun bahagia, rasanya ia juga bahagia.
Sepanjang jalan, Eunji terus tersenyum senang, ya tanpa sadar tentunya.

“kenapa tersenyum terus?” tanya Baekhyun. Eunji segera tersadar dari alam hayalnya(?) dan menundukan kepalanya. Pipinya merah semerah tomat saking malunya. “ah…aku….tidak ada apa-apa sonbae, hanya ingin tersenyum saja” jawab Eunji.

Baekhyun memasukan tangannya ke dalam saku jaket lalu melihat ke langit. “kau tersenyum pasti ada alasannya” katanya.

“ng….ya tentu saja. Aku kan bukan orang gila yang tersenyum tanpa alasan” kata Eunji masih sambil menatap ke sepatunya.

Tidak terasa mereka sudah sampai di gerbang sekolah. Gerbang itu baru saja hendak di tutup oleh satpam sekolah. Di sebelah satpam itu berdiri Jang sonsaeng, guru piket hari ini.

“yah kalian berdua dari mana saja?!” seru Jang sonsaeng pada Baekhyun dan Eunji yang sedang berjalan mendekati gerbang.

“sonsaengnim, izinkan kami masuk” pinta Eunji sambil manyun. “tidak boleh” kata Jung sonsaeng sok tegas. “aaaaa sonsaengniiiiim” Eunji terus memohon bahkan berusaha aegyo(?)

“oke kalian boleh masuk, tapi tetap ada hukumannya” kata Jung sonsaeng, pria itu melirik si satpam. Satpam itu mengangguk dan membukakan gerbang sekolah untuk Eunji dan Baekhyun.

Setelah keduanya masuk, Jung sonsaeng menjentikan jarinya dan memerintahkan kedua muridnya itu untuk mengikutinya.

Jung sonsaeng menuntun mereka ke koridor sekolah, di sana ia menyuruh mereka berlutut dan mengangkat kedua tangan mereka.

“tetap seperti ini sampai jam terakhir” kata Jung sonsaeng, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Eunji menghela napas, dan mulai merengut lagi. Tapi Baekhyun malah tersenyum. Dihukum seperti ini adalah pengalaman baru baginya, ia tidak pernah dihukum sebelumnya, ia malah menganggap itu seru(?).

“yah Jung Eunji” kata Baekhyun. “hmm apa?” sahut Eunji masih sambil manyun. “jangan manyun begitu, kau sangat jelek kalau manyun begitu” goda Baekhyun. “biar saja. aku benci dihukum seperti ini, ini memalukan. lihat mereka semua memandangi kita seperti melihat alien-_-” kata Eunji.

Beberapa murid yang lalu lalang di koridor, memang ada yang mentertawakan mereka. Ada juga yang berhenti sejenak, memandang mereka lalu tertawa. Bahkan ada yang mengejek.

“biarkan saja” ujar Baekhyun, lalu meraih tangan Eunji. Entah apa yang membuatnya melakukannya, tapi ia spontan melakukannya. Eunji hanya diam dan tidak berkomentar sama sekali. Yang jelas hari ini, ia merasa sedikit lebih dekat dengan Baekhyun dan sedikit lebih mengenalnya….

.

.

.

.

.

.
[one week later]

“yah Jung Eunji!! cepat ambil baju olahragamu” seru Shinmi, teman sekelasnya. “iya, aku akan ambil sekarang” jawab Eunji, lalu pergi ke lokernya.

Ia membuka pintu lokernya dan menemukan sesuatu. Sebuah bola salju, dan selembar surat.

Eunji-ya, sabar sebentar lagi. aku sedang dalam persiapan untuk menyatakan perasaanku padamu. -from: sonbae

“sonbae? apakah….Baekhyun sonbae?” Eunji bertanya-tanya dalam hati. Dibacanya surat singkat itu berulang-ulang. Ia tersenyum kecil, lalu meraih bola saljunya.

Ia memutar sekrupnya sehingga dua beruang di dalamnya berputar seolah sedang berdansa. “ah lucu sekali” gumam Eunji. Sampai-sampai ia lupa tujuan awalnya untuk mengambil baju olahraga.

“Eunji-ya” panggil Seolhyun sambil berlari menghampirinya dan menepuk bahunya. “kau sedang apa? ppalli wa” kata Seolhyun lagi.

Eunji menyimpan kembali surat dan bola salju itu di dalam lokernya dan menyambar baju olahraganya. “ani, tidak apa-apa. kajja!” kata Eunji sambil tersenyum, lalu ikut bersama Seolhyun….

[]

Perpustakaan yang begitu sepi dan tenang, memang tempat paling pas untuk tidur(?). Perpustakaan sekolah memang salah satu tempat favorit Baekhyun untuk tidur saat ia bosan dengan pelajaran di kelas.

Baru saja ia memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya diatas buku mitologi tebal, ia mendengar langkah kaki masuk ke perpustakaan. Baekhyun mengangkat kepalanya lagi dan melihat siapa yang datang.

Itu Eunji. sambil merengut. Gadis itu dengan santainya mendatangi bangku tempat ia duduk dan duduk di hadapannya.

“kau kenapa?” tanya Baekhyun. “aku kabur dari pelajaran olahraga, aku tidak bisa main voli” kata Eunji pelan. Baekhyun hanya mengangguk tanda mengerti.

“oh sonbae, surat yang ada di lokerku itu….kau yang kirim? ah maaf kalau aku salah, aku hanya ingin tahu” kata Eunji lagi, “ne, aku yang kirim” aku Baekhyun sambil tersenyum.

“Eunji-ya, johahae” kata Baekhyun lagi. Eunji hanya diam mematung dengan mulut terkunci rapat. ia tidak tahu harus merespon apa (?). “na…nado joha” ujar Eunji pelan, lalu ia menginjak kakinya sendiri keras-keras. “aw…baiklah ini bukan mimpi” kata Eunji dalam hati.

“yah, kesini sebentar” kata Baekhyun sambil menepuk bangku disebelahnya, bermaksud menyuruh Eunji duduk di sebelahnya.

Eunji pun berdiri lalu pindah duduk di sebelah Baekhyun. “ne sonbae, ada apa?” tanya Eunji gugup. “yah berhentilah memanggil sonbae, coba panggil oppa” kata Baekhyun. Sekarang Eunji memasang ekspresi yang sulit dijelaskan. “ne…ne? oppa? ah wae?” tanya Eunji kaget.

“aku tidak nyaman kalau yeochin-ku sendiri memanggilku sonbae” ujar Baekhyun santai. “mwo? yeochin? naega?” pekik Eunji semakin tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi sekarang. “iya, kenapa? kau tidak mau? ya sudah” kata Baekhyun dengan ekspresi jahil. “eh…mwoya! mana bisa begitu…iya aku mau…” kata Eunji, pipinya mulai memerah, sebentar lagi pasti semerah tomat. “nah sekarang coba panggil oppa”

Eunji terdiam sejenak lalu menarik napas. “ng…oppa….aigoo rasanya benar-benar aneh” kata Eunji sambil menepuk-nepuk pipinya. “haha biasakanlah” kata Baekhyun sambil tertawa pelan. Eunji hanya tersenyum, lalu mencubit pipinya sendiri.

“ini mimpi? ah bukan ini bukan mimpi” . . .
***

.

.

.

.

.

Gosip selalu tersebar cepat. Ya ini baru beberapa hari mereka dating, dan hampir satu sekolah sudah tahu. Padahal mereka berencana menyimpan dulu hubungan mereka sampai sebulan ke depan.

“ok ini buruk. semua yeoja disini menatapku seperti melihat…alien atau semacamnya” kata Eunji sambil manyun. “siapa peduli memangnya, ayo duduk di sana” kata Baekhyun sambil menggandeng tangan Eunji dan menarik gadis itu ke meja pojok di kantin.

“aku peduli, aku tidak suka diperlakukan seperti ini” keluh Eunji masih sambil manyun. “lalu kau mau apa?” tanya Baekhyun sambil duduk di salah satu kursi. Eunji duduk di hadapannya lalu berkata. “entahlah-.-”

“hei kalian berdua” seru Hoya sambil menghampiri Baekhyun dan Eunji. Laki-laki itu duduk di sebelah Baekhyun lalu memukul lengan sahabatnya itu. “yah kau benar-benar menyebalkan. kenapa tidak memberitahuku?” protes Hoya.

“memang kenapa kau harus tahu?” kata Baekhyun sambil memasang ekspresi sok cuek(?). “dasar” kata Hoya, lalu beralih pada Eunji. “kau Jung Eunji kan?” katanya.

“ne sonbaenim” jawab Eunji sambil tersenyum. “chukhahae” kata Hoya, membalas senyuman Eunji. “haha, ne gomawo” kata Eunji pelan.

“ok kalian berdua lanjutkan saja, aku mau ke kelas” kata Hoya, lalu melambai dengan gaya yang aneh(?).

“dasar Lee Howon” gumam Baekhyun. “umm oppa” panggil Eunji. “ne?” sahut Baekhyun.

“aku tidak bermaksud ng…mengganggu privasimu atau apa, tapi..kemarin di kelas kau meninggalkan ponselmu di meja, dan ng…ada telpon dari dokter. oppa…sakit?” kata Eunji panjang lebar.

Satu alasan kenapa Baekhyun tidak ingin ada seseorang yang menyukainya adalah ini. Disaat seperti ini, ia benar-benar bingung bagaimana harus menjelaskan pada Eunji.

“haft..bagaimana aku mengatakan ini padanya” batin Baekhyun.

“aniya, aku tidak sakit…hanya sedikit masalah lambung. Tidak parah kok” kata Baekhyun sambil tersenyum, lalu ia cepat-cepat melanjutkan, “Eunji-ya, jangan bicarakan masalah ini lagi ya. Sebentar lagi bel masuk, ayo kuantar ke kelasmu”

Eunji menghela napas, dan mengangguk pelan. Tapi ia masih penasaran. Perasaannya mengatakan ada yang tidak beres.

[]

Sepanjang pelajaran Bahasa Jepang, Eunji melamun dan memikirkan masalah “sakit” itu. “apa benar ia baik-baik saja?” Eunji bertanya-tanya dalam hati. “tapi perasaanku benar-benar tidak enak, huh…aku yakin ada yang ia sembunyikan”

“Eunji-ya” bisik Seolhyun sambil mencolek Eunji yang duduk di depannya dengan bolpoin. Eunji tersadar dari lamunannya, ia membalikkan badannya dan melihat ke arah Seolhyun. “ne Seolhyun-a?” katanya.

“kau ada masalah?” tanya Seolhyun terlihat khawatir. Eunji tersenyum kecil dan menggeleng “tidak ada, aku baik-baik saja” kata Eunji. Seolhyun memanyunkan bibirnya dan berkata “kau bohong. apa yang kau pikirkan?”

Lagi-lagi Eunji menggeleng “tidak ada Seolhyun-a, aku tidak memikirkan apa-apa” kata Eunji berusaha meyakinkan sahabatnya bahwa ia baik-baik saja. “kalau ada masalah, kau harus cerita padaku ok?” kata Seolhyun. “ne” kata Eunji sambil tersenyum. “ya sudah, perhatikan pelajarannya” kata Seolhyun sambil menunjuk ke depan dengan dagunya.

Eunji kembali melihat ke depan dan mencatat pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Meskipun sebenarnya ia masih merasa tidak enak. . .

~~~

[malamnya…]

tok..tok..tok

Terdengar ketukan di pintu kamar Eunji. Ketukan itu langsung membangunkannya. “siapa malam-malam begini? mengerikan…” gumam Eunji.

Ia beranjak dari tempat tidurnya dan menuju pintu. Dengan hati-hati ia buka pintu itu, dan bukan seperti perkiraannya, ia mendapati Baekhyun berdiri di depan pintu.

“Eunji-ya..ehmm…hai” kata Baekhyun sambil tersenyum. “oh…hai oppa, ada apa?” kata Eunji agak bingung. “tidak ada apa-apa, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja” ujar Baekhyun, yang kelihatannya bingung sendiri dengan apa yang sedang ia lakukan.

Eunji terdiam sesaat lalu tertawa pelan. “oh haha, nan gwaenchana” kata Eunji, ga dis itu maju satu langkah dan memeluk Baekhyun. “hmm oppa, saranghae” ujar Eunji pelan.

“nado Eunji-ya, tapi…” kata Baekhyun terdengar ada keraguan di dalam kata-katanya. “tapi apa?” tanya Eunji penasaran sekaligus heran.

“bukan apa-apa, tidurlah sudah malam” ujar Baekhyun. Eunji melepas pelukannya, lalu tersenyum dan membuat pose menghormat(?). “oke sir” katanya. “Good” kata Baekhyun.

Eunji pun masuk ke kamarnya dan menutup pintunya.

“aku tidak tega kalau harus mengatakan kenyataan pahit itu. aish babo…Eunji..bagaimanapun juga ia harus tahu” kata Baekhyun dalam hati sambil melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya sendiri.

Ia bingung. Harusnya tadi ia memberitahu Eunji kalau mungkin ia akan meninggalkan gadis itu tidak lama lagi. Tapi entah kenapa ia tidak punya keberanian sedikitpun untuk mengatakannya.

Lebih tepatnya ia tidak ingin Eunji sedih karena ia akan pergi…mungkin selamanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Sudah berapa hari ia tidak sekolah?” gumam Eunji sambil menatap langit-langit kelasnya. Malam hari, sekitar 5 hari yang lalu itu terakhir kali ia bertemu langsung dengan Baekhyun, yang bersikap agak aneh.

“siapa yang tidak sekolah?” tanya Seolhyun sambil menyikut Eunji. “Baekhyun oppa, sudah sekitar 5 hari ia tidak kelihatan di sekolah. Hoya sonbae bilang ia ada urusan penting, tapi aku tidak tahu apa itu” kata Eunji, lalu menghela napas dan mengerucutkan bibirnya.

“yah, jangan manyun. tunggu saja mungkin ia akan telpon atau sms” kata Seolhyun sambil merangkul sahabatnya itu. Dan benar saja, segera setelah Seolhyun mengatakan itu, ponsel Eunji bergetar. Tanda SMS masuk.

Cepat-cepat Eunji mengambil ponselnya dari saku rompi dan membuka SMS dari Baekhyun.

from:백현 오빠
Eunji-ya, wish me luck today okay?

“hmm…” Eunji menggumam. Ia berpikir sejenak lalu mengetik balasan.

to: 백현 오빠
okay :3 tapi…memangnya ada apa? oppa kemana? bogoshipeo

Setelah menekan “send” jantung Eunji berdegup cepat sekali seperti habis lari marathon. “ia bilang apa?” tanya Seolhyun. “ia hanya bilang “wish me luck” ” kata Eunji. “aneh” komentar Seolhyun.

Setelah cukup lama, akhirnya datang lagi balasan dari Baekhyun. Dengan hati-hati(?) Eunji membuka SMS itu. Dan ia cukup kaget melihat isinya. Cukup menjadi alasan baginya untuk pingsan.

from: 백현 오빠
Gomawo Eunji-ya :]. ah..aku akan menjalani operasi…ini cukup berbahaya. mianhae aku baru memberitahumu, aku tidak mau kau sedih itu saja. Eunji-ya, berdoalah ini bukan SMS terakhir yang bisa kukirim padamu, saranghae Eunji-ya, nado bogoshipeo…

“ia sakit apa?” ujar Eunji pelan. Ia meletakan ponselnya di meja. Wajahnya pucat sekali. “siapa yang sakit….?? eh jangan bilang…Baekhyun Sonbae sakit?!” kata Seolhyun setengah memekik. Eunji hanya mengangguk lemah.

Seolhyun tidak bisa membayangkan perasaan Eunji saat ini. Ia yang bukan siapa-siapa saja begitu kaget mendengar kabar itu. Apalagi Eunji …

“aku harus tanya seseorang” kata Eunji. Gadis itu berdiri dari tempat duduknya lalu berlari keluar dari kelas.

Ia pergi ke kelasnya Baekhyun. Untuk mencari Hoya tentunya.
“ah permisi…aku ingin menemui Hoya sonbae” kata Eunji dengan nada bicara yang terdengar panik. “yah Lee Howon, ada yang mencarimu” seru Yuri yang sedang membersihkan kelas. Hoya segera menemui Eunji yang sedang berdiri di depan pintu kelas.

“ah Jung Eunji, ada apa?” tanya Hoya. “Baekhyun oppa….apa yang terjadi padanya??” tanya Eunji panik. Hoya diam saja tidak menjawab pertanyaan hoobae-nya itu. “sonbae..jebal…aku mohon jawab! beritahu aku” desak Eunji. Mata gadis itu sudah mulai digenangi air mata. “Baekhyun dia…dia sedang operasi sekarang. Ia mengidap kanker. Bukan hal baru sebenarnya dan aku juga tidak tahu pasti kanker apa yang ia derita tapi sepertinya cukup parah. Ia minta padaku untuk tidak membocorkannya pada siapapun. Ia menyayangimu Jung Eunji, ia hanya tidak ingin kau sedih”

Mendengar kata-kata Hoya, Eunji hanya bisa mematung dengan wajah pucat pasi. Sebentar lagi ia pasti menangis. “ka…kapan operasinya selesai?” tanya Eunji terbata-bata. “entahlah mungkin 1 atau 2 jam lagi. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan” ujar Hoya, lalu menepuk bahu Eunji. “kita tunggu saja, semoga operasinya berhasil” kata Hoya lagi. Eunji mengangguk lalu dengan langkah gontai meninggalkan kelas itu.

“pokoknya operasi itu harus berhasil” Eunji terus mengulang-ulang kalimat itu dalam hati. Ia tidak berhenti berharap dan berdoa. Setiap jam ia mengecek ponselnya siapa tahu ada telpon. Menunggu sesuatu seperti ini seolah menunggu bom waktu yang akan segera meledak.

Eunji, sejak berjam-jam yang lalu ia menyendiri di balkon sekolah dengan ponselnya tergeletak di lantai. Ia duduk memeluk lututnya sambil melamun.

Tiba-tiba ringtone ponselnya berbunyi. Eunji segera tersadar dari lamunannya dan menerima telpon masuk itu.
“oh Hoya sonbae, bagaimana?” kata Eunji, sekarang jantungnya seolah berlari karena menunggu jawaban dari Hoya.

“Eunji-ya…berjanjilah kau tidak akan histeris atau pingsan oke? hoft..operasinya gagal”

Deg…

Bom waktu itu seolah meledak sekarang. Hal yang ia sangat takutkan terjadi. Operasinya gagal. “m..mwo? tapi…tapi Baekhyun oppa tidak meninggalkanku kan?” tanya Eunji panik.

“Eunji-ya mianhae…ia harus meninggalkanmu”

Eunji menjatuhkan ponselnya lalu menangis. “kenapa aku tidak bisa bersamanya di saat-saat terakhirnya. kenapa rasanya begitu menyedihkan? kenapa ia datang dan pergi begitu saja….”

Eunji tidak tahu harus berbuat apa. Satu hal yang ia tahu cinta selalu datang dan pergi tanpa kata. Kini semuanya tinggal sekeping kecil memori untuk ia kenang…

Without a word, love comes.
Without a word, love leaves me…

-END-

noooooo gajeeee ;–; mianhaeeee kalo ga suka ceritanya dan mian kelamaan. aku sibuk sekolah u.u School Detective Part 6 dalam proses u.u ditunggu yaa. oh ya next mau siapa dulu? ._.
D.O – Yookyung / Chanyeol – Bomi ??
please leave your comments gomawooooo XD

38 thoughts on “[Special EXO-Pink Series] Oneshot: Only Memory

  1. huaaahh :( kenapa jadi sad ending thorr :( ??? Huaaah kenapa baekhyun musti gagal operasinya :( ?? Aishh nih ff baguss tau :D hehe ._.v
    Suka sama ff-nya hehe, ehh btw, chanyeol-bomi dlu hehe .. Bias soalnya ._.v
    Nice ff thor :D

  2. BAGUUUSSS!!!!!! >.<
    Aku mau ijin cipok (?) authornya #mooaahh :*
    *abaikan*

    Bagus lho, thoorr..
    Tapi aku mau ngasih koreksian. Kalo awal kalimat jangan lupa pakai huruf besar, ne? ;)

  3. Eonnieee, maaf baru baca, dan aku tertegun bacanya.
    Kok mirip -hampir sama persis- sama cerita di rpw aku Eon??? U,u
    Namjanya sama lagi. Baekhyun u,u
    Tapi akunya gk nge-rp-in Eunji, tapi Naeun, dan temen deket Baekhyun itu L bukan Hoya.
    Dooh, ngena banget, sampe nangis2 bacanya.
    Padahal aku bacanya pas tengah malem, adikku sampe nangis, dan aku hampir digampar eonnie-ku -__-
    Sedangkan ortu-ku hanya bisa menggelengkan kepala (?) lol
    Maaf aku malah jadi Curcol -__-
    Keep Writing ^^
    Oiya, Chanyeol Bomi dulu ya Eonnie! XD

    • hehe gpp :3
      hah? jinjja? =_= ini cerita temen RPku, kopelnya meninggal gara2 kanker. Dan klo di RP itu kan dia suka ngirim menfess disini aku ganti surat hehe =_= aduh kirain kurang menyentuh soalnya sumbernya dari RP rada absurd(?) ternyata sampe nangis u.u
      kkkk~ gomawo udah baca ya saeng :3
      sip deh ‘-‘)b

  4. ceritanya hampir mirip sama pengalaman pribadi aku sendiri ;( bedanya cuman namchin-ku ini bukan namja populer disekolahnya trus dia juga meninggal karena kecelakaan bukan karena kanker *jadicurhatgua* ;(

  5. Ahh gomawo unnie udah ngabulin permintaanku (?)
    akhirnya baekhyun sm eunji tapi knapa sad ending hiks:(
    tapi keren kok eon!! Meskipun gak dpat feelnyaa.. Tp tetap keren karya,a! Jjang

  6. FF nya baguss, tapi kalo agak lebih panjang dibagian ending nya bakal kerasa banget feel nya dan mungkin aku bakal nangiss.
    Tapi bagus lohh FF nyaaa, sukaa. Bikin EXOPINK lagi yaaa;)

  7. FF nya baguss, sedihh..terharu bacanyaa, tapi kalo agak lebih panjang dibagian ending nya bakal kerasa banget feel nya dan mungkin aku bakal nangiss.
    Tapi bagus lohh FF nyaaa, sukaa. Bikin EXOPINK lagi yaaa;)

  8. suka banget sama cast nya!! kebetulan aku fans nya eunji dan seolhyun..aaak disini mereka temenan :D i love that story kkkk~

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s