School Detective! [PART 6]

image

Title: School Detective!
Sub-Title: Naeun’s Investigation

Author: Yoo Jangmi

Genre: Teen-Romance, Thriller, Mystery, School, Fantasy

Length: Chaptered

Rating: PG13

Cast:
– INFINITE ‘s L (Kim Myungsoo)
– Apink ‘s Son Naeun
– SHINee ‘s Lee Taemin
– EXO-K ‘s Oh Sehun
– f(x) ‘s Krystal (Jung Soojung)
– 4minute ‘s Kwon Sohyun

Disclaimer: cast(s) not mine :] i only own the FF and original characters XD

Note: hellooo ;__; long time no see my readers huhuhu *lebay* i come back after such a long time with the 6th chapter of School Detective. Hope you like it. Sorry for being so late ;–; i’m busy with school stuff -__-“)
oke deh happy reading yaw jangan lupa komen \(-‘0’-)/
___________________________________________________________________________________________________________
Previous: °[1]° °[2]° °[3]° °[4]° °[5]°

°[6]°

Soojung memandangi wajah teman-temannya satu persatu lalu mulai bicara. “okay, jadi ini ideku. Kita biarkan saja dulu mereka menahan Sohyun selama beberapa hari seolah kita tidak peduli, lalu…” belum selesai Soojung bicara, Taemin memotong. “apa maksudmu? Kau ingin membunuh dongsaengku atau apa?! mana bisa kita biarkan dia di sana?!”

“yah Lee Taemin! dengarkan dulu sampai selesai!” seru Soojung kesal. Taemin menghela napas panjang, dan membiarkan Soojung melanjutkan. “lalu kita susun rencana. Aku sudah terpikir sebuah rencana, tapi membutuhkan seseorang untuk berkorban….ng maksudku begini, seseorang akan diculik dan dibawa ke tempat dimana Sohyun berada. lalu sisanya dibagi dua kelompok, satu kelompok menghubungi polisi sambil membawa bukti-bukti dan satu kelompok lagi mengikuti si penculik ke tempat itu. Kita harus saling menghubungi supaya kita bisa menangkap mereka. Mengerti maksudku?”

Semuanya mengangguk mengerti mendengar penjelasan Soojung.

“oke. Berapa lama kita biarkan Sohyun di sana?” tanya Myungsoo. “kurasa 3 hari cukup. Mereka mungkin akan mengira kita menyerah atas kasus ini” kata Naeun. “yap 3 hari cukup” ujar Soojung menyetujui pernyataan Naeun. “bagaimana dengan pembagian tugas?” tanya Sehun. “ah…biar aku yang diculik” kata Soojung. “ani Soojung-a, kurasa aku lebih tepat untuk tugas itu” kata Naeun sambil tersenyum.

“yah Son Naeun! jangan gila” protes Taemin. “yah, kau serius?” tanya Myungsoo. Naeun mengangguk. “Naeun-a, ini berbahaya, kau akan dibawa ke sarang penjahat…” kata Soojung. Tapi Naeun bersikeras untuk menjadi umpan. Akhirnya yang lain mengiyakan saja.

“oke..Naeun akan menjadi umpan. Taemin dan Myungsoo temui polisi, aku dan Sehun mengikuti si penculik” kata Soojung lagi.

“deal” kata Taemin sambil mengangguk.

[perjalanan pulang]

“kau yakin kau akan baik-baik saja?” tanya Taemin pada Naeun. Kebetulan mereka mengambil arah pulang yang sama. “hmm aku akan baik-baik saja, aku janji Sohyun akan selamat” kata Naeun sambil tersenyum. Sesungguhnya dalam hatinya ia juga takut. Tapi ia berusaha memberanikan dirinya, ini demi semua.

“hmm kalau sampai terjadi sesuatu padamu…aku akan sangat membenci diriku sendiri” kata Taemin. “eung? kenapa bicara begitu?” tanya Naeun bingung. Taemin menatap langit lalu tersenyum kecil. “johahae, Son Naeun” katanya.

Keheningan terjadi diantara mereka. Hanya suara langkah kaki mereka yang terdengar.

“jinjja? mianhae tapi aku…” ujar Naeun pelan, entah kenapa ia agak ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Ia belum yakin kalau ia sedang menyukai seseorang. “kau menyukai orang lain. aku tahu itu. aku bahkan tahu siapa orangnya” kata Taemin, sambil memberikan seulas senyum pada Naeun. “ah…kau tahu?” tanya Naeun, Taemin menjawab dengan anggukan. “aku benar-benar minta maaf, bukan bermaksud menolakmu tapi….”

“aku tidak pernah memaksa. Karena aku tidak akan pernah bisa memaksa perasaanmu” kata Taemin lalu menghela napas panjang. “ne..kau benar perasaan memang tak bisa dipaksa” ujar Naeun setuju.

15 menit berikutnya mereka lalui dalam diam. Menciptakan suasana aneh yang Naeun sangat tidak suka. Tapi untungnya ia sudah sampai ke rumahnya.

“masuklah, sampai bertemu besok di sekolah” kata Taemin sambil mengangkat tangannya dan melambai. “yep. Jalgayo Taemin-a~” kata Naeun sambil tersenyum dan balas melambai.

Taemin melanjutkan perjalanan pulangnya, sementara Naeun masih berdiri di depan pintu, memandangi laki-laki itu sampai ia benar-benar hilang dari pandangannya.

Lee Taemin, kau laki-laki yang baik…akan ada seorang perempuan beruntung yang akan berada di sisimu. Tapi bukan aku

.

.

.

.

3 hari berlalu. Sohyun masih terjebak di gudang kecil di rumah tua itu tanpa makanan dan minuman yang layak. Percobaan kaburnya yang pertama gagal. Sekarang ia benar-benar lemah, ia tak pernah memakan makanan yang diberikan padanya, kakinya dirantai, tangannya diikat. Tapi ia tidak terluka.

“Taemin oppa…ia tidak melupakanku kan? aku yakin ia akan menyelamatkanku…bersama yang lainnya….” gumam Sohyun pelan. Gadis yang waktu itu dimasukan ke ruangan yang sama dengannya sudah tiada. Dan itu cukup membuatnya ngeri dan ketakutan. Sekarang ia sendirian.

Terdengar langkah kaki mendekati ruangan itu. Pintu yang terkunci dibuka, tampak seorang pria bertubuh besar bersama seorang gadis seusia Sohyun. Pria itu mendorong gadis itu masuk, dan kembali mengunci pintu.

“Sohyun-a” kata gadis itu. Sohyun yang sudah setengah sadar dan tidak, bisa mengenali suara siapa itu. “Naeun-a, kau sedang apa disini?” kata Sohyun setengah berbisik. “aku sedang dalam misi Sohyun-a, misi menyelamatkanmu dan menangkap mereka para penjahat” ujar Naeun sambil tersenyum namun menangis, melihat Sohyun yang terkulai lemas. “apa yang mereka lakukan padamu?” tanya Naeun khawatir, Sohyun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lemah. “mereka tidak melakukan apa-apa padaku…aku baik-baik saja hanya sedikit lemas”

Naeun melihat ke sekeliling dan menemukan pecahan kaca di ruangan itu. Dengan tangan terikat ia berusaha meraih pecahan kaca itu. “dapat!” katanya.

“kau mau apa?” tanya Sohyun. “melepaskan diri” ujar Naeun santai.

Ia menggesekan pecahan itu ke tali yang mengikat tangannya. Susah memang, tapi akhirnya ia berhasil melepaskan tali itu dari tangannya.
“astaga…” kata Naeun kaget saat melihat tangannya berdarah terkena kaca tadi. Tapi ia berusaha untuk melupakan rasa sakit pada tangannya dan melepaskan ikatan di tangan Sohyun. “bagaimana cara melepas rantainya?? haft” kata Naeun bingung. Ia membutuhkan kuncinya, atau menggunakan kapak. Tapi resikonya kaki Sohyun bisa terkena kapak. “Naeun-a, kau punya jepit rambut?” tanya Sohyun. Naeun mengangguk dan mencopot sebuah jepit rambut dari rambutnya. Sohyun mengambil benda itu dan mulai menggunakan skillnya sebagai pencuri. Dengan sisa tenaga yang ada, ia duduk dan mengotak-atik gembok di kakinya.

“terbuka..” ujar Sohyun pelan, cepat-cepat membebaskan kakinya dari rantai itu. “bagus. sekarang kita tinggal menunggu” kata Naeun. “menunggu apa?” tanya Sohyun. “diluar, di sekitar tempat ini, sudah ada Sehun dan Soojung, mereka akan menghubungi Taemin dan…lihat saja nanti” kata Naeun. Sohyun mengangguk mengerti. Ia tahu teman-temannya pasti akan datang untuk menolongnya…
***

[Kantor Polisi]

Taemin dan Myungsoo sudah berdiri di depan kantor polisi, sambil membawa sebuah tas berisi berbagai macam barang bukti untuk meyakinkan polisi, agar mau membantu mereka. Tapi mereka belum yakin polisi akan percaya pada mereka.

“kau yakin bukti yang kita punya sudah cukup? mereka akan mengatai kita anak-anak yang sedang bermain detektif-detektifan.” kata Myungsoo lalu menghela napas sambil memandangi bangunan kantor polisi.

“aku yakin. Ayo masuk” kata Taemin. Ia dan Myungsoo pun melangkah masuk ke kantor polisi. Kemarin Taemin sudah membuat janji, dan untungnya diizinkan.

“kamu ini Lee Taemin hagsaeng, yang membuat janji kemarin kan? silahkan duduk” kata tuan Han, sambil menunjuk dua kursi di hadapan meja kerjanya.
Keduanya, Taemin dan Myungsoo duduk di kursi masing-masing. Sekarang Taemin mulai bicara.

“Anda tahu kasus ini kan?” tanya Taemin sambil menunjuk selembar artikel yang diambil dari mading sekolah dulu. Tuan Han mengangguk. “ya tentu saja. sampai sekarang kami masih berusaha menangkap komplotan ini” katanya.

“oke. Kami sudah menyelidiki dan ada guru kami yang terlibat. Kami punya banyak bukti yang bisa anda periksa sendiri. Kami sudah hampir mengungkap siapa pelaku utama dan dimana markas mereka. Tinggal menunggu telpon dari salah satu teman kami” kata Taemin lagi. Tuan Han mengangguk dan memeriksa bukti-bukti yang dibawa Taemin. Kelihatannya mereka berhasil meyakinkan pria itu.

“tapi kami butuh bantuan anda dan pihak kepolisian untuk menangkap mereka. Kami tidak akan bisa menangkap dan memberantas mereka semua tanpa anda” tambah Myungsoo.

“baiklah baiklah, bukti-bukti dari kalian sangat bisa dipercaya. Tapi tetap saja kami tidak bisa seenaknya membantu kalian. harus ada….” Belum selesai Tuan Han bicara, tiba-tiba Taemin berdiri dari kursinya dan berlutut.
“aku mohon. jebal…demi adikku dan seseorang yang kusayangi, yang sedang terperangkap disana. Aku harus menyelamatkan mereka. Dan demi seluruh Siswi SMU di Korea Selatan” kata Taemin, sekarang ia berharap permohonannya mampu membuat Tuan Han luluh(?).

“seseorang yang ia sayangi? siapa? Naeun?” pikir Myungsoo heran, melihat Taemin berlutut dan memohon ia semakin heran.

Tuan Han menghela napas dan mengangguk. “geurae, akan kami bantu” kata Tuan Han lalu menyuruh anak buahnya menyiapkan pasukan. “kamsahamnida” kata Taemin lega.
“hmm…Soojung sudah mengirim alamatnya, ayo kita pergi sekarang” kata Myungsoo sambil menunjukan SMS dari Soojung. Taemin berdiri lalu mengangguk. “kajja, kita berangkat”

.

.

.

[back to the old house]

Soojung memasukan ponselnya ke saku celana, setelah itu kembali mengintai ke dalam rumah tua itu. “kau sudah beritahu mereka?” bisik Sehun, “sudah, mereka beserta pasukan polisi akan berada di sini dalam….20 menit” ujar Soojung sambil mengacungkan jempolnya. “oke, sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya Sehun. “kita tidak mungkin hanya menunggu….jadi bagaimana kalau kita ajak main para penjahat” kata Soojung sambil tersenyum jahil. “jangan aneh-aneh” kata Sehun sambil menahan Soojung yang hendak masuk ke dalam rumah itu. “kau ini kenapa sih? ini seru…seperti di film. Bebaskan tawanan dan lumpuhkan penjahat” kata Soojung yang malah kelihatan senang. “kau terlalu banyak nonton film action” kata Sehun sambil menoyor Soojung. Soojung memanyunkan bibirnya dan tetap berjalan menuju pintu depan rumah tua itu, diikuti Sehun di belakangnya.

“siapa kalian?!” tiba-tiba dua orang berpakaian hitam muncul dan menghalangi pintu. Soojung hanya tersenyum dan menjawab santai “aku? Jung Soojung” Ia lalu melayangkan beberapa jurus taekwondo. Sekarang kedua orang tadi tergeletak pingsan.

“woah, aku tidak ingat kau belajar Taekwondo” kata Sehun kaget. “kau hanya belum pernah lihat aku menggunakan jurus-jurus itu” kata Soojung sambil memainkan kukunya.
“ayo masuk. Kau bilang ingin “bermain” dengan penjahat kan?” kata Sehun sambil membuka pintu rumah. Soojung tersenyum dan melangkah masuk ke dalam.

[]

“Naeun-a, kau sedang apa?” tanya Sohyun sambil memandangi Naeun yang sedang meneliti setiap inci ruangan kecil itu. “aku sedang meneliti sesuatu” ujar Naeun. “meneliti apa?” tanya Sohyun lagi. “kalau ada sesuatu yang mencurigakan, seperti selang gas tersembunyi(?), atau kamera CCTV” kata Naeun sambil melihat ke langit-langit ruangan.

Pintu ruangan kecil itu tiba-tiba terbuka. Naeun cepat-cepat kembali duduk di posisi asalnya. Tapi ternyata yang datang Soojung dan Sehun.

“hai kalian” kata Soojung sambil tersenyum. “Soojung-a” kata Naeun senang. “bagaimana kalian bisa masuk ke sini?” tanya Naeun bingung. “Soojung dan jurus Taekwondo-nya yang sudah melumpuhkan beberapa pria berbadan besar. Tapi mereka tahu ada penyusup. Ayo cepat” kata Sehun lalu beralih pada Sohyun yang sudah setengah sadar.

“yah, gwaenchana??” tanya Sehun sambil menepuk-nepuk pipi Sohyun yang pucat. “baboya, jelas-jelas ia sudah hampir pingsan” kata Soojung. “ayo cepat keluar dari sini” lanjutnya.
Naeun dan Sehun mengangguk mengerti.

“Sohyun-a, aku harus menggendongmu kurasa…” kata Sehun. “aniya, kau tidak perlu” kata Sohyun pelan sambil berusaha berdiri, tapi tidak bisa. Ia terlalu lemah. Akhirnya ia membiarkan Sehun menggendongnya di punggung.

“hei ayolah, Sohyun sudah hampir pingsan wajar saja ia menggendongnya….tapi aku…” batin Soojung sambil memandangi Sehun dan Sohyun. “oke ini bukan saat yang tepat untuk envy

Mereka berempat keluar dari ruangan kecil itu dan menyusuri rumah yang ternyata lumayan besar itu. Mereka sudah hampir mencapai pintu keluar ketika orang-orang berbaju hitam berdatangan dan mengepung mereka.

“kalian pikir semudah itu untuk keluar dari sini?” Sebuah suara yang sangat mereka kenal, dan selalu terdengar saat kelas Bahasa Inggris. Ma sonsaeng, wanita itu melangkah dari balik gerombolan pria berpakaian hitam dengan pakaian merah yang membuatnya tampak sadis.
“Kau wanita jahat” kata Naeun sambil menatap wanita itu. “Son Naeun, tidak baik mengatai gurumu sendiri” kata Ma sonsaeng sambil tersenyum menyebalkan. Sekarang rasanya Naeun ingin muntah.

“sebaiknya kau serahkan dirimu ke polisi beserta bos busukmu dan komplotan yang lainnya. Sebelum polisi yang menjemput kalian” kata Soojung.
“ah Jung Soojung maksudmu appa-mu juga? kau ingin ia dipenjara?” tanya Ma sonsaeng. Soojung menarik napas dan mengangguk. “ya termasuk appa-ku”

Ma sonsaeng memandangi mereka lalu tertawa. “kurasa kalian harus bertemu seseorang” katanya. Setelah wanita itu bicara, dari balik gerombolan datang lagi seorang pria. Dengan masker hitam menyembunyikan sebagian wajahnya. Dia si bos psikopat yang mendalangi semua ini.

Pria itu menghampiri mereka berempat, sambil membawa sebilah pisau. “kalian semua mundurlah, aku punya rencana yang lebih bagus untuk bocah-bocah pemberani ini” kata pria itu menyuruh anak-anak buahnya untuk mundur. Suaranya begitu berat.

“satu diantara kalian, ayo main denganku” kata pria itu. Naeun maju selangkah dan mengumpulkan keberaniannya. “aku saja” katanya nekat. Pria itu menatapnya tajam lalu berkata. “taruhannya kalau aku kalah, aku akan menyerahkan diri. kalau aku menang, kau mati”
Naeun mengangguk. “ok. deal” katanya mantap.

“pikirkanlah Son Naeun, orang sepertinya tidak akan jujur. Ia kalah ataupun menang aku tetaplah kalah…aku tetap mati. Ia akan curang. Aku harus pintar” pikir Naeun. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

“ini permainan simpel” kata pria itu sambil merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan dua sobekan kertas. Pria itu menggenggam kedua kertas itu dan menyodorkan kedua tangannya pada Naeun. “pilih satu. kalau kau ambil yang bertuliskan mati, maka kau kalah, dan sebaliknya” kata pria itu.

Naeun menggigit bibir bawahnya dan berpikir sejenak. “mana kira-kira yang tulisannya hidup?…eh tunggu sebentar…keduanya pasti tulisannya mati! aku harus menipunya”

“aku pilih yang ini” kata Naeun sambil mengambil salah satu kertas di tangan pria itu. “sekarang bukalah” katanya. Naeun menggeleng dan tersenyum. “kau yang buka duluan” kata Naeun. “tidak bisa begitu” kata pria itu menolak. “baiklah kalau begitu” ujar Naeun, dan entah apa yang ia pikirkan ia memasukan kertas itu ke mulutnya dan berusaha menelannya.

Pria itu tampak terkejut dari sorot matanya. “ehmm…sekarang aku sudah menelan kertasku, jadi yang menentukan adalah kertasmu. Jika milikmu tulisannya mati maka milikku tulisannya hidup” kata Naeun.

Tentu saja ketika kertas di tangan pria itu dibuka tulisannya mati. Segera setelah itu terdengar polisi datang dan menyerbu rumah itu.
“jadi? kurasa aku menang” kata Naeun sambil tersenyum puas. “gadis pintar…dan licik” gumam pria itu.

Pasukan polisi menyerbu masuk ke rumah itu dan menahan semua anggota komplotan penculikan itu. Termasuk si bos bermasker yang identitasnya masih misterius. Mereka juga menggeledah rumah itu dan menemukan banyak barang bukti. Tuan Han sebagai kepala kepolisian berkata mereka akan melanjutkan kasus itu lagi, dan ia juga berterimakasih pada Taemin dan kelima temannya.

“jadi kasus ini selesai?” tanya Soojung. “Belum. kita harus melakukan sesuatu dengan uang milik para penjahat itu” kata Myungsoo sambil menunjuk isi brangkas yang habis dibongkar polisi. “yah, tentu saja polisi akan membawanya untuk barang bukti” kata Naeun. “ah iya, kupikir kita akan melakukan sesuatu Robin Hood” kata Myungsoo sambil nyengir. “maksudmu, membagikan uang itu pada masyarakat Korea? gila” kata Taemin.

“hei ayo ke rumah sakit” kata Sehun. Sekarang Sohyun sudah benar-benar tidak sadarkan diri, dan ia mulai kelelahan menggendong gadis itu. “ah aku sampai lupa pada Sohyun” kata Naeun polos(?). “ayo ke rumah sakit sekarang” katanya lagi.

Mereka pun meninggalkan rumah itu. Kini kasus itu sudah selesai dan polisi sudah menanganinya. Tapi bukan berarti mereka tidak akan menemukan kasus lainnya lagi…

.

.

.

.

[A few days later]

Sohyun membuka matanya perlahan. Hal yang ia lihat adalah langit-langit rumah sakit. Yang ia rasakan kepalanya sangat pusing, dan badannya begitu sakit di setiap sisi(?).

“ng…aku masih di rumah sakit?” tanya Sohyun dengan suara serak. “yap kau masih dirumah sakit” Terdengar suara Sehun yang menjawab pertanyaannya. Sehun duduk di sebelah ranjangnya. Ia baru saja datang pagi ini untuk menjenguk Sohyun.

“ah bagaimana kasus itu?” tanya Sohyun. “semuanya sudah selesai. Ma sonsaeng dipecat dan dipenjara. Semua anggota komplotan itu sudah diamankan” kata Sehun sambil tersenyum. “benarkah? ah baguslah” ujar Sohyun pelan.
“ehm Sehun-a, dimana Soojung? kau tidak menemaninya? ia pasti sedang sedih karena appa-nya harus di penjara” katanya lagi.

“ia tadi ada di taman rumah sakit. Untuk apa aku menemaninya” kata Sehun sambil menghela napas. “kau menyukainya. Aku tahu kau menyukai Soojung sejak lama” kata Sohyun sambil memandangi langit-langit rumah sakit.

“Sehun-a, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku dan Taemin adalah anak yatim piatu, ketika kami memasuki masa sekolah tak ada yang mau berteman dengan kami. mereka bilang kami aneh. Tapi kau dan Soojung datang dan dengan tulus mau berteman dengan kami. Kita sangat dekat sekarang, ditambah lagi dengan Naeun dan Myungsoo yang begitu baik juga. Karena kita dekat, aku bisa….seperti mengetahui apa yang kalian rasakan. Aku tahu bagaimana perasaanmu pada Soojung, begitu juga perasaan Soojung padamu. Karena itu kadang aku merasa bersalah, aku menyayangi Soojung seperti saudara perempuanku sendiri, jadi aku tidak boleh egois dan mementingkan perasaanku sendiri”

Sohyun, entah kenapa gadis itu merasa sesak sekarang. Seperti akan menangis.

“jadi aku tahu aku harus mengalah pada Soojung, lagipula kau juga menyukainya. Sehun-a, mianhae…nan..neol johahae”

-TO BE CONTINUED-

noo gaje yaa -___,- ah mian…..ini tinggal dua chap lagi sampe chap 8 XD. mian juga kelamaan karena aku sibuk sekolah dan bentar lagi mau UAS. u.u jangan lupa leave coment yaa maap gaje dan ga seruuu u.u

37 thoughts on “School Detective! [PART 6]

  1. Yeeeeeaaaayyyy! School Detective ada lagi! ^^ waktu baca ini aku jadi deg-degan banget.. Cepet lanjutin ya thor.. ^^ aku penasaran banget..! next chapter ditunggu.. ^^

  2. Waaoow kereen,,,,,,
    soojung jago bangeet,,,,,
    naeun jugga pintarr… Teruus oppanya soojung gimana ???*penasaran bangeet,,,
    soojung sama sehun,,,
    myungso sama naeun,,,,
    *kasihan adik-kakak itu cintanya bertepuk sebelah tangann,,,

    taemin oppa sama aq ajhaa yaa,,,
    heheheh
    cepat yaa thor lanjutannya nggak sabar soalnya,,,, hehehehe
    faighting thor #

  3. waaaa.. yeaaay :D akhirnya keluar juga :D
    hmm.. kisah cintanya rumit dan penuh dengan pengorbanan ya?
    Soojung.. dikau pinter ih :3 Naeun juga hebat >__< tapi, kasusnya udah selesai kan?
    nah, endingnya dua chapter lg ya? XD ayoook, author semangat ^^
    Poor Soojungie u___u Appanya dipenjara..
    tp, jujur disini ak agak 'burem' sama perannya Appa Soo disini .__.
    kenapa tiba2 dipenjara gt ._. ak tahu sih appanya soo itu merupakan supply uang bg komplotan disitu.. tp, ga asik ah kalau peranny disini ga terlalu menonjol.. #tendang..

  4. aaaaa>< AUTHORR!!! :'( Hiksss T_T
    aku udh nunggu ni Chap lama bgt u,u

    aku udh cek ni wp berkali2 setiap hari, tpi gak muncul ni ff dan ini FF baru nongol pas aku gak sengaja buka ni wp u.u

    lanjutannya di cepetin yaahh ^^ seru sih :p
    awas kalo telat ~~ xP

  5. Kya…tinggal 2 chapter lagi kak,ya udah ga papa deh..

    Son naeun eonni cerdas bnget :-D

    Wah kisah cinta akhirnya mulai tumbuh..
    Jujur ni ff setiap chapternya bikin aku penasaran terus..

    Okelah jangan panjang2 ngomongnya,ku tunggu chapter selanjutnya ya kak author..;-)

  6. Akhirnya muncul lgi School Detective setelah sekian lama aku menunggu~~~ *plak* :D
    :D
    Ehem ehem bang Taemin cie cie suka ma Na Neun cie cie :)

    kira” gimana nasib Soojung jika appanya di penjara ?? Apakah Sehun juga suka ama Sohyun ato malah suka Soojung, penasaran thor ditunggu next chapter :) :)

  7. Huwwaaa…
    Soojung memang cerdas….
    100000000000 jempol untukmu eon… Maksudnya apa…??? Masa taemin suka sma naeun,,??? Aigooo…
    Sehun lagi,, beraninya bikin soojung envy… Awas kau… Thor,, pokonya sehun gk boleh sma sohyun. Titttiikkk*maksa*
    kalau bisa tambahin aja minho.. Kan jd minstal tuh,, nah terus sehun cemburu.. Wooaahh lebih bagus tuh thor… *gaje*.
    Ih.. Ma seonsaeng… Kau sangat menyebalkan…!!!
    Ok thor… Fighting…!!!

  8. Gaje apaan???!!!!
    INI TUH KE TO THE REN BANGET!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    OH MY GOD OH MY NO OH MY WOWW!!!!! FF DETEKTIF TERKEREN!!!!!!

  9. Arrkkhhh thorrr geregettt(?)
    Duhh aduhh thor,,, ini loveline nya aku bingung… ._.

    Bersegi2 dahh :v
    Naeun sma myungsoo saling ska kan?? HohohohoO -o-”

    Lanjut dah ahh penasarannn banget!
    Fighting thor! ^^9

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s