-Ficlet- Don’t Say Yes

Don't Say Yes_2

Title

Don’t Say Yes

Author

Park Yoo An

Length

Ficlet

Rating

T

Genre

Romance

Main Cast

Im Yoona

Kim Jong In

Supporting Cast

Park Jiyeon

Disclaimer

Don’t say yes and let’s run away now…

¤ Park Yoo An a.k.a Ega Arista ¤

“Proudly dedicated this story for all EXOShiDae’s Fans, especially for YoonKai Shipper”

Don’t Say Yes

Tisu-tisu itu teronggok mengenaskan di sekitar tempat tidur yeoja bernama Im Yoona itu. Isakan tangis terdengar sudah sejak tadi malam. Isakan tangis yang keluar dari pemilik kamar itu.

”Jahat kau!” gumam Yoona. Wajah cantiknya basah oleh air matanya yang sedari tadi malam terus keluar tanpa henti.

Tangannya meraba sesuatu dibalik selimutnya. Setelah menemukan apa yang dicarinya, yeoja itu menariknya dari balik selimut. Sebuah foto. Dirinya dan kekasihnya, Kim Jong In, atau yang biasa disebut Kai.

Ditatapnya foto itu lama. Hingga beberapa saat kemudian, air mata mulai membanjiri wajahnya lagi.

”OPPA! KENAPA KITA TIDAK BISA BERSAMAAAAA????!!!!” tangisan Yoona akhirnya meledak. Yeoja itu terus meraung-raung (?) di atas ranjangnya.

Kasihan~ Sudah sedari 4 tahun, dirinya menjalin hubungan dengan seorang namja perfect bernama Kim Jong In, Kai. Namun, cinta mereka telah kandas 3 hari yang lalu…

Flashback

Yoona menyesap kopinya. Ekspresinya terlihat sangat bahagia karena sekarang dirinya sedang bersama kekasih tercinta. Namun, tidak dengan Kai. Namja itu hanya memandang Yoona dengan tatapan miris (?).

Yoona yang menyadari mimik Kai itu mengernyitkan dahinya.

‘Aneh, biasanya aku dan Kai Oppa selalu terlihat bahagia jika sedang berkencan. Tapi kenapa kali ini Kai Oppa terlihat tidak bahagia?’ tanya Yoona dalam benaknya.

”Oppa…” panggil Yoona.

”Ne?” balas Kai.

”Kenapa kau terlihat tidak senang seperti itu?” cibir Yoona.

”Oh tidak. Aku senang.” ujar Kai.

Yoona mengangguk. ”Oppa! Kenapa kau mengajakku berkencan siang-siang begini? Aku kan tadi sudah bilang kalau aku sedang ada presentasi untuk tugas kampusku. Ahhh kau ini! Bagaimana jika nanti dosen memarahiku? Aiisshhhh…” gerutu Yoona panjang lebar.

Kai tersenyum kecil.

”Mianhae…” kata Kai singkat.

”Ada apa kau mengajakku siang-siang begini?” tanya Yoona.

”Aku hanya ingin memberikan sesuatu kepadamu sekaligus mengatakan sesuatu kepadamu. Ini…sangat penting.” Yoona diam mendengar jawaban dari namjanya.

”Huh…” Kai menghembuskan nafasnya sebelum memulai kata-katanya.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

6 detik

7 detik

Kai menyodorkan sesuatu kepada Yoona. Tampak seperti, kartu. Undangan? Yoona menatap kartu undangan itu sejenak. Entah kenapa perasaannya campur aduk saat ini.

Kemudian, tangan-tangan lentiknya bergerak perlahan mengambil undangan itu.

Kai menatap ke bawah tak berani melihat ekspresi Yoona saat membukanya.

Yoona membuka kartu undangan itu. Sedetik kemudian, matanya berair. ”A-aapa maksudnya ini, Oppa?” tanya Yoona. Jelas sekali terdengar suaranya yang bergetar.

Kai diam. Tetap melihat kebawah.

Yoona mengerjapkan matanya. Kemudian membaca lagi undangan itu. Lebih tepatnya undangan pernikahan. Disana tertulis ‘Kim Jong In & Park Ji Yeon’.

”Oppa! Katakan padaku!” bentak Yoona. ”Apa kau selingkuh? Apa kau akan menikah?” tanya Yoona memandang tajam Kai dengan mata berairnya.

Sementara Kai masih melihat kebawah. ”Mianhae…” ucap Kai. Namja itu meluruskan pandangannya kearah Yoona.

Sungguh, hatinya miris sekali melihat air mata sang yeoja yang dicintainya itu jatuh bergulir menuruni pipinya.

”Jadi tujuanku untuk memberikan itu padamu. Dan aku harap kau mengerti maksudku. Aku…………….” Kai menggantungkan kata-katanya. Tak rela melanjutkannya. ”Aku ingin kita mengakhiri hubungan ini.”

Mata Yoona membesar begitu mendengar kalimat Kai barusan.

”Tap-tapi Oppa, bukankah…………” suara Yoona seakan tercekat. Kemudian tangisannya meledak. ”BUKANKAH KAU BILANG KAU AKAN SELALU MENCINTAIKU?” jerit Yoona.

”Aku memang bilang begi-” perkataan Kai terpotong oleh Yoona.

”LALU KENAPA KAU MENIKAH DENGAN YEOJA LAIN? HUH?” Yoona berdiri. Menangis. Menatap tajam Kai dengan matanya yang sudah memerah.

Kai berdiri, berjalan kearah Yoona dan mendekap tubuh kurusnya. ”Mianhae. Tapi sungguh, ini bukan kehendakku.” Yoona meronta-ronta dalam pelukkan Kai. ”Aku tidak pernah mengharapkan takdir ini. Aku tidak mencintai Ji Yeon. Aku hanya mencintaimu. Kuharap kau mengerti Yoona. Kita tidak bisa bersama bukan karena aku tidak mencintaimu.”

Flashback END

Dan sejak saat itulah hubungan mereka berakhir. Pertemuan terakhir mereka.

***

Yoona menatap pantulan dirinya dalam cermin kamarnya yang sederhana. Dirinya tampak cantik dalam cermin itu. Tapi, lebih cantik lagi apabila matanya tidak terlihat bengkak.

Dirinya mengenakan gaun berwarna merah muda selutut. Rambut ikalnya hanya digerai. Kaki jenjangnya semakin terlihat indah dan cantik dengan sepatu Converse. Maklum saja, Yoona bukan berasal dari keluarga kaya yang cukup mampu untuk membeli high heels. Dirinya hanya seorang yeoja berkehidupan serba sederhana yang telah ditinggal kedua orangtuanya yang sekarang sudah berada di atas sana.

”Apapun yang terjadi. Aku harus tetap menghadiri pernikahan Kai Oppa dan Jiyeon-ssi.”

Ya, hari itu 26 Juli 2012, hari dimana Kai akan menikah dengan yeoja lain.

”FIGHTING!” gumam Yoona sambil mengepalkan kedua tangannya.

***

Di ruang serba putih itu, Kai terus memandangi arloji Casio miliknya. Waktu berjalan membuat Kai semakin takut menghadapi hari itu.

Tampan. Namja itu tampak sempurna hari ini. Dirinya menggunakan tuksedo hitam. Rambutnya ditata sedemikian rapi.

”1 jam lagi dan harapanku untuk bersama Yoona sirna sudah. Huh…” gumam Kai.

”ARGHHH!” Kai berteriak frustasi. Ditendangnya sebuah meja yang terletak didekatnya.

TOK TOK TOK

”Masuklah…” ucap Kai.

”Tuan, nona Park sudah menunggumu.” kata seorang pelayan wanita.

Kai menghembuskan nafasnya. Mencoba untuk menahan diri agar tidak emosi dengan perkataan pelayan itu.

***

Kai berdiri di altar itu. Sambil menunggu Jiyeon datang. Kai mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Matanya berhenti di satu arah. Yoona. Dialah yang Kai pandang.

Yoona balik memandang Kai dari kursi paling belakang dekat pintu.

Tatapan Yoona seolah-oleh berkata ”Selamat Oppa! Kau akan segera berbahagia.” namun tetap saja raut kesedihan masih tersirat dalam wajahnya.

Kai memandang Yoona dengan tatapan sedih. Seolah-olah mengatakan banyak hal. ”Apa kau baik-baik saja?”, ”Aku tidak mau menikah dengan yeoja lain selain dirimu.”, ”Aku tidak akan bahagia jika yang kunikahi bukan dirimu.”, ”Aku benci dengan semua ini.” dan ”Aku mencintaimu Yoong.”.

Kai terus memandang Yoona. Tatapan Kai terlihat sangat sedih, tapi juga pilu, tapi juga tersirat banyak cinta disana.

Tapi sayangnya seseorang merusak momen mereka. Park Jiyeon sudah berdiri disamping Kai.

Yoona menahan dirinya agar tidak menangis.

Sementara itu, Kai dan Jiyeon berjalan menuju altar.

”Apa kau Park Ji Yeon-ssi, bersedia menerima Kim Jong In sebagai suamimu? Mencintainya dengan sepenuh hati. Selalu bersama dalam senang maupun sedih. Suka dan duka. Sampai maut memisahkan kalian?” tanya sang pastur kepada sang mempelai wanita.

”Ne, saya bersedia.” jawab Jiyeon mantap.

Kai menghembuskan nafasnya.

”Apa kau Kim Jong In-ssi, bersedia menerima Park Ji Yeon sebagai istrimu? Mencintainya dengan sepenuh hati? Selalu bersama dalam senang maupun sedih. Suka dan duka. Sampai maut memisahkan kalian?” tanya sang pastur kepada Kai.

Kai diam tak berbicara. Namja itu mengalihkan matanya dari pastur ke arah kedua orangtuanya. Kedua orangtuanya berbisik sesuatu kepada Kai ”Katakan ‘ya’ ”.

Kemudian beralih menatap sahabatnya, D.O, Sehun, dan Tao. Ketiganya mengangguk.

Lalu matanya menatap Yoona. Yeoja itu menatap Kai dengan tatapan sedih. Seolah tatapan itu berkata ”Kumohon jangan katakan ‘ya’, Oppa.”.Sudah jelas sekali matanya berair sekarang. Bahkan sebulir air mata telah jatuh dari pipinya.

”Kim Jong In-ssi…” sang pastur memanggil Kai. Kai menatap sang pastur.

”Saya…” Kai menggantungkan kata-katanya. Dilihatnya kursi tempat Yoona tadi. Tapi, Yoona tidak ada. Matanya menelisik lagi mencari Yoona.

Nah! Itu dia! Yeoja itu keluar dari gereja.

”Maaf, saya tidak bersedia.” ucap Kai. Melepaskan tangan Jiyeon dari tangannya.

Seluruh orang di gereja kaget. Kai, turun dari altar dan keluar dari gereja itu.

Namja itu mencari Yoona. Dia yakin yeoja itu pasti masih disekitar gereja. Akhirnya namja itu berlari.

Pencariannya berhenti didekat gerbang gereja. Yeoja itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Yoona?

”Yoona!” panggil Kai.

Yoona berhenti berjalan dan membalikkan badannya. Dilihatnya sekarang, Kai sedang berlari ke arahnya.

Semakin dekat. Dan Kai memeluk yeoja itu. Oh tidak, lebih tepatnya memeluk dan mencium bibir manis yeoja itu.

Yoona kaget bukan main.

Sementara itu Kai mencium Yoona dalam-dalam hingga pada akhirnya Yoona kehabisan nafas. Kai melepas ciuman mereka dan menatap Yoona.

”Oppa, bagaimana kau? Oppa! Kembalilah!” pinta Yoona kepada Kai.

”Tidak! Aku tidak akan kembali.” kata Kai.

”Tapi Oppa, bukankah kau-” ucapan Yoona terpotong dengan ucapan Kai.

”Mwoya? Kau pikir aku bersedia menikahi yeoja matre itu?” mata Yoona membulat mendengar kata-kata Kai.

”Kau tahu, Jiyeon tidak benar-benar tulus mencintaiku. Dia hanya menginginkan harta keluargaku. Lagipula aku juga tidak mencintainya.”

Yoona diam mendengar perkataan Kai.

”Jadi, aku bilang ‘Maaf tapi aku tidak bersedia’ saat pastur itu bertanya kepadaku.”

Mata Yoona semakin membesar mendengar kata-kata Kai.

”Kim Jong In! Kim Jong In!” sayup-sayup terdengar suara orangtua Kai. Kai tidak ingin keberadaannya ditemukan oleh kedua orangtuanya.

”Aish! Gawat.” gerutu Kai. Tanpa pikir panjang, Kai mengecup dahi Yoona yang masih membeku karena kata-katanya tadi. Kemudian, cepat-cepat menarik tangan Yoona dan mengajaknya kabur dari tempat itu.

”Oppa! Bagaimana jika mereka menemukanmu??” tanya Yoona sambil berlari.

”Tidak akan! Karena aku akan pergi dari kota ini!” kata Kai sambil terus berlari dan setia menggenggam tangan Yoona.

”MWO? Kau GILA???” pekik Yoona.

”Ya! Aku memang gila! Tapi akan lebih gila jika aku meninggalkanmu!”

”MWO? STOP STOP STOP!” Yoona dan Kai berhenti dari pelarian mereka. Mereka berhenti di sebuah taman.

”Apa maksudmu dengan pergi dari kota ini?” tanya Yoona. Nafasnya tersengal-sengal.

”Maksudku, kita akan pergi dari kota ini. Entah itu di Mokpo, Incheon atau Goyang.”

”Apa maksudmu Oppa?”

”Kita akan pergi dari kota ini. Dan kita akan memulai kehidupan baru di sana.” ucap Kai.

”Tap tapi. Bagaimana dengan orangtu-” Kai menempelkan jari telunjuknya di bibir Yoona.

”Aku tidak peduli. Aku hanya ingin hidup denganmu. Menikah denganmu dan berbahagia denganmu. Aku hanya mencintaimu. Aku tidak peduli dengan mereka merestui pernikahan kita atau tidak.”

”Apa kau yakin??” tanya Yoona.

”Sangat yakin.” ucap Kai mantap. Kai menatap manik mata Yoona dalam. ”Jadi apakah kau mau hidup bahagia bersamaku? Kita akan membuka lembaran baru disana. Kita akan menikah dan berbahagia disana. Maukah kau?” tanya Kai.

Yoona diam.

Sesaat kemudian, yeoja itu menjawab ”Aku mau Oppa.” jawab Yoona mantap.

Kai senang mendengar jawaban Yoona. Keduanya saling bertatapan. Tatapan cinta yang sangat dalam.

Perlahan keduanya saling mendekatkan wajah, dan ciuman indahlah yang terjadi.

”Jadi, kau siap untuk hidup bahagia bersamaku?” tanya Kai saat ciuman mereka sudah selesai (?).

”Aku siap!”

”Baiklah sayangku. Ayo kita memulainya!” ajak Kai.

Keduanya melanjutkan pelarian mereka.

‘Tidak peduli mereka akan merestuinya atau tidak. Yang kuinginkan hanya hidup bersamamu.’

Kai & Yoona

THE END

Akhirnya selesai sudah FF ini. Huh -,-

Gimana? Gaje kah? Aduh saya sih ngrasanya FF ini beda kayak FF saya yang sebelumnya. Bedanya, nggak tau kenapa kok buatnya susah banget rasanya. Padahal, di FF saya yang sebelumnya ini, kalo bikin gampang banget rasanya. Tapi, ini rasanya susah banget. Nggak tau kenapa. Apa karena saya udah hiatus 3 minggu nggak nulis FF atau apa.

Hehe, tapi biarinlah. Nanti kalo udah terbiasa lagi juga gampang.

Komen-komen! Jangan lupa ya? Kalo nggak komen, saya kutuk nanti jadi batu! Hahaha bercanda~

Kalau gak sempet komen, tinggal di klik tombol like aja OKE?

Oiya tambahan nih, ada yang mau sequel buat FF ini gak? Udah jadi setengah lhoh sequelnya ^^

Hehe yang mau sequelnya, di komen ya?

13 thoughts on “-Ficlet- Don’t Say Yes

  1. Kirain aq castny yeye oppa kekeke mtip y nmany..kim jong in kim jong won but msih ttap keren kok^^
    lbih kren klu castny YoonHae hehe
    daebak ><

    • Hehe :)

      Saya sih rencana emang buat YoonHae, karena saya juga suka YoonHae.

      Tapi, yang saya pikirin waktu buat itu YoonKai, dan berhubung saya juga suka YoonKai, yaudah saya buat keduanya :)

      Makasih udah baca! ^^

  2. Jujur,aku gak suka pairingnya thor..
    Tapi ceritanya suka..
    Aku exo-shidae shipper
    Kai biasku , bias nomer 1 but aku gak seberapa nyaman sm Yoona
    aku agak gimana gtu ..

    But ceritamya bagus..beneran!

  3. Jujur,aku gak suka pairingnya thor..
    Tapi ceritanya suka..
    Aku exo-shidae shipper
    Kai biasku , bias nomer 1 but aku gak seberapa nyaman sm Yoona
    aku agak gimana gtu ..

    But ceritanya bagus..beneran!

  4. hiihhihi kirain bakal sad ending hehe tau2nya happy ending :D asikk kai akhirnya ga jdi nikah sma jiyeon :D hehe, tpi knapa musti lari sih kai-yoona ? -.- jdi kawin lari kan ? ._.v hehe
    But, nice ficlet ff :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s