Far and Near [Drabble]

Author            : Park Sooyun

Title                 : Far and Near

Main cast        : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun

Genre              : Romance/Hurt/Comfort

Length            : Drabble

Rating             : General

 

 

(Backsound : Girls’ Generation – All My Love Is For You)

 

 

 

My reflection was in the window of the train I boarded in the new town

My eyes are uneasy

 

Tak terasa sudah enam tahun aku menetap di kota ini. Kota yang terasa amat asing bagiku. Los Angeles. Bukan kota impianku, sebenarnya. Namun karena berbagai hal yang terjadi, aku pindah ke kota ini.

Mataku menerawang jauh ke luar jendela. Kini aku sedang berada di dalam kereta. Kebetulan tempatku bekerja berada di sisi kota yang berseberangan dengan sisi tempat tinggalku berada.

Aku dapat melihat bayanganku sendiri yang terefleksi di kaca jendela. Dan bayangan penumpang-penumpang lain yang ada di dalam kereta. Aku tersenyum sendiri.

Meskipun sudah menetap di kota ini untuk beberapa tahun, mataku belum juga terbiasa dengan Los Angeles. Sepertinya aku sudah terlalu lama memandangi kota Seoul. Aku memang bukanlah orang yang mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Sedikit waktu adalah sesuatu yang kubutuhkan ketika datang ke tempat baru.

 

Don’t forget the lesson you taught me

I wonder if my whole body is jealous right now

 

Namun aku teringat akan perkataan seseorang. Dan perkataan itu kuanggap sebuah pelajaran berharga darinya. Saat aku masih duduk di bangku SMP, kawan lamaku—Cho Kyuhyun—pernah memarahiku karena aku tersesat di daerah Gangnam, dan aku tidak berani untuk bertanya jalan pulang kepada orang-orang di sana. Ia benar-benar memarahiku habis-habisan. Bahkan aku belum pernah melihatnya semarah itu. Kurasa ia khawatir.

Aku menggerakkan badanku sedikit—menggesernya supaya makin dekat dengan jendela. Mengenang masa lalu sesungguhnya adalah pekerjaan yang tidak ingin kulakukan. Itu membuatku larut dalam kenangan yang telah lalu. Bahkan, terkadang aku terjebak dalam angan-angan lama yang—kutahu—meskipun kuharapkan untuk terkabul, sebenarnya tidak akan terjadi.

Tapi aku mengacuhkan peringatan dari diriku sendiri. Dasar bodoh.

Perasaan itu pun kembali muncul. Padahal aku telah berusaha untuk menghilangkannya selama lima tahun terakhir ini. Tapi aku tidak bisa melakukannya. Terlalu banyak kenangan yang sayang untuk dilupakan.

Dalam hati aku berbisik. Kyuhyun-ah, kau masih ingat dengan diriku ‘kan? Kau tidak lupa saat kau memarahiku ‘kan? Aku harap kau masih mengingatnya.

 

The flowing scenery makes me suddenly take a deep breath

Looking up at the sky’s horizon

It’s that person’s voice

 

Tiba-tiba aku terperangkap dalam sebuah pemandangan. Ketika aku melihat sepasang remaja putri dan putra yang sedang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Si laki-laki menawarkan sebotol air putih kepada si gadis, dan si gadis menerimanya dengan senyum lebar sambil mengucapkan sederet kata terima kasih.

Mataku sempat tidak berkedip selama beberapa detik saat melihat hal itu. Hal kecil dan sering terjadi di kehidupan nyata. Namun hal itu membuatku kembali terngiang ke masa lalu.

Ingatanku kembali berputar dan terhenti saat dulu aku masih duduk di bangku SMA. Aku pergi ke luar kota bersama Kyuhyun untuk liburan saat libur musim panas. Waktu itu kami tidak mendapat tempat duduk dan terpaksa berdiri selama perjalanan. Lalu Kyuhyun menawariku sebotol minuman padaku. Tentu saja aku menerimanya dengan senang hati.

Aku menundukkan kepalaku dan menghela napas. Hal-hal kecil bisa membangkitkan kenangan masa lalu. Ingin aku blocking semua ingatan itu, tapi entah mengapa tidak mau terhapus dari otakku.

“Your ticket, please.”

Mataku mengerjap kaget ketika seseorang datang mendatangiku. Aku meliriknya sekilas, ternyata dia petugas yang biasa menarik tiket dari penumpang. Kurogoh saku kemejaku dan meraih tiket yang ada di sana, lalu memberikannya pada petugas itu.

Sekali lagi, aku terperosok dalam sekelebat ingatan yang mengarah kepada Kyuhyun. Aku tidak bercanda ketika aku berkata bahwa suara petugas tadi sangat mirip dengan suara Kyuhyun. Yah, tidak mirip sekali sih. Petugas tadi bersuara rendah dan agak nge-bass. Namun tidak selembut Kyuhyun ketika berbicara.

Aku tertawa kecil menanggapi pemikiran konyol itu. Lalu muncul pertanyaan dalam benakku: Kapan aku bisa melupakan segala hal yang berbau Kyuhyun?

 

Your love has lightened

Because of the slanted world, you rolled into me

You supported me

 

Sulit rasanya untuk melupakan Kyuhyun. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Kyuhyun padaku; aku tidak pernah tahu. Kuputuskan begitu saja setelah aku menerima beasiswa dan pergi ke Amerika tanpa mempertanyakan hal yang begitu fundamental bagiku.

Dasar bodoh. Seo Joohyun bodoh.

Tapi bagiku tidak masalah. Yang terpenting, aku telah merasakan cinta yang Kyuhyun berikan padaku—walaupun ia memberikannya secara tidak sadar.

Sebagai seorang sahabat, Kyuhyun telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Ia selalu menyemangatiku saat aku nyaris putus asa. Menjengukku ketika aku sakit, mentraktirku makan siang, memberikan jaketnya ketika aku kedinginan; hal-hal yang kecil namun terasa sangat manis.

Tak dapat kubayangkan jika aku tidak bertemu Kyuhyun. Mungkin aku tidak akan seperti ini. Aku hanya akan hidup sebagai seorang gadis forever broken home yang kesepian, selalu menangisi keadaan keluarganya, dan tidak ada satupun orang yang mau menerima.

Jika kalian ingin tahu, kehidupan masa laluku sangatlah miris. Aku terlahir di sebuah keluarga yang berkecukupan. Semuanya terlihat normal sampai aku berumur enam tahun. Ibuku meninggal karena sakit. Lalu semuanya menjadi kacau. Ayahku stress dan sering menghabiskan gajinya untuk minum-minum di bar. Kakak perempuanku banting tulang dengan bekerja freelance selama hampir sehari penuh. Tiga tahun kemudian, kakakku meninggal karena livernya rusak.

Seorang gadis berusia sembilan tahun akhirnya harus menghidupi keluarganya sendirian. Aku tidak pernah mengeluh tentang kelakuan ayah yang semakin memprihatinkan. Aku hanya berpikir, beliau adalah satu-satunya keluarga yang tersisa untukku, jadi aku harus merawatnya dengan baik.

Namun walaupun aku telah merawat ayahku sebaik mungkin, ayahku meninggal dua tahun kemudian karena ginjalnya pecah. Terlalu banyak minum alkohol memang membawa dampak yang buruk.

Setelah itu, aku hidup sendirian di bekas rumah orang tuaku. Sebelum berangkat sekolah, aku mengantarkan koran ke rumah-rumah supaya mendapatkan uang. Saat aku mengantarkan koran ke rumah nomor 17, seorang anak laki-laki seusiaku keluar dari rumah itu. Ia menyapaku dengan ramah dan bertanya mengapa aku yang masih kecil sudah bekerja mengantar koran.

Kalian pasti dapat menebak siapa anak laki-laki itu. Dia adalah Cho Kyuhyun. Sahabat terbaikku, sekaligus orang yang aku cintai.

Semenjak itu, aku berteman baik dengan Kyuhyun. Ia sering mengajakku main ke rumahnya. Orang tuanya dan kakaknya sangat baik kepadaku. Mereka mau mengerti keadaanku.

Terkadang aku bersyukur. Mungkin jika aku tidak memiliki kehidupan yang sulit, aku tidak akan bertemu Kyuhyun.

 

Even if you leave me far away

If I close my eyes, your heart will be near

 

Tiba-tiba rasa sedih muncul dihatiku. Ini bukan yang pertama kalinya, aku sering merasa seperti ini. Ketika mengingat memori tentang Kyuhyun, itu sama saja mengingatkanku bahwa dia sangat jauh dariku.

Namun aku tidak peduli dengan jarak antara aku dengan Kyuhyun. Karena aku selalu merasa Kyuhyun berada dekat denganku.

Perlahan aku menutup mataku. Dalam sekejap, aku merasa Kyuhyun ada di sini. Berada di sebelahku, sambil memelukku dan berbisik, “Jangan sedih, Seo-ah. Aku akan selalu menemanimu.”

Tanpa kusadari, air mata telah menetes dari mataku. Aku membuka mataku kembali, menyeka butiran-butiran itu dan tersenyum kecil.

 

All my love is for you

Nothing left to lose

Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

 

Jika aku dapat mengatakannya padamu, aku akan berkata sekeras-kerasnya bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun. Kuberikan seluruh cintaku untukmu, Kyuhyun-ah. Tidak ada satu hal pun yang dapat menyangkal kenyataan itu.

Karena kau telah mendekat padaku. Karena kau telah meniupkan api semangat ke dalam jiwaku. Karena kau telah mau menuntunku berjalan di kehidupanku yang kelam. Karena kau telah menemaniku disaat-saat tergelap dalam hidupku.

Dan karena aku tahu, cinta yang telah kau berikan diam-diam padaku lebih besar dari yang lainnya. Lebih tulus, lebih indah, tanpa memandang aku ini siapa.

Kau selalu tersenyum padaku, meskipun saat itu kau juga sedang sakit. Melontarkan candaan-candaan yang sebenarnya tidak lucu, namun aku tahu kau melakukannya untuk membuatku tertawa.

Aku percaya padamu, Kyuhyun-ah. Aku selalu percaya padamu.

 

Even if the world end, I will believe in your smiling face for eternity

I was deciding at that time

Even for the far and distant roads, you continue to shine for me

 

Bahkan jika kiamat melanda dunia ini, aku akan tetap percaya pada senyumanmu selamanya. Senyuman yang telah mengubah hidupku selamanya. Senyuman yang membuatku merasakan sebuah perasaan paling indah di dunia.

Aku tidak akan berubah pikiran. Aku akan selalu mempercayaimu. Aku telah memutuskannya sejak aku bertemu denganmu dulu.

Kau selalu menerangi hidupku. Walaupun jarak telah memisahkan kita, aku tidak kehilangan cahaya itu.

 

Because I know the meaning and strength of your love more than anybody else

 

Karena aku tahu bahwa perasaan ini adalah perasaan paling indah dan paling mulia di dunia. Dan aku akan terus menjaganya, sekalipun kau pergi jauh dariku.

“Can I sit here?”

Sebuah suara yang kedengarannya familiar di telingaku, membuatku tersadar. Tanpa pikir panjang, aku menolehkan kepalaku. Aku mengerjap kaget. Seorang lelaki tinggi berdiri di hadapanku, dan dia adalah Cho Kyuhyun. Lelaki yang aku cintai…

“Seo-ah? Kau… sedang apa di sini?” Kyuhyun bertanya padaku memakai bahasa Korea. Sebelum aku menjawab pertanyaannya sebelumnya, dia langsung duduk di hadapanku.

Aku tersenyum ganjil. “Aku… tinggal di Los Angeles.”

“Ah, begitu rupanya,” gumam Kyuhyun. “Aku sudah mendengar bahwa kau memutuskan untuk bekerja di Amerika setelah lulus kuliah. Kau sudah lama tidak menghubungiku.”

“Maaf, Kyu-ah. Aku tidak punya waktu. Pekerjaanku membuatku sangat sibuk. Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan di Los Angeles?”

“Aku sekarang bekerja di Bank of America. Aku pindah sekitar sebulan yang lalu.”

Tiba-tiba sebuah bunyi nyaring terdengar. Kulihat Kyuhyun buru-buru mengangkat handphone-nya dan ia mengisyaratkan minta waktu sebentar. Aku hanya tersenyum kecil.

Entah perasaan apa yang sedang kurasakan saat ini. Aku sangat senang bisa bertemu Kyuhyun—setidaknya itu membuat rasa rinduku terobati. Namun memikirkan perasaanku yang tak mampu untuk kuungkapkan, rasanya… sakit.

 

Your heart will be near…

 

“Seo-ah?”

Aku mengangkat kepalaku dan menatap Kyuhyun. Ia tersenyum lebar.

“Aku mencintaimu.”

Mendadak kalimat yang diucapkan Kyuhyun hilang dari daftar kosakata bahasa Korea yang selama ini aku pelajari. Mendadak aku tidak tahu artinya. Aku tidak mampu bernapas, berkedip pun aku tidak sanggup.

Lalu Kyuhyun kembali berkata, “Maaf aku baru mengatakannya. Aku hanya tidak ingin menyesal lagi.”

Tanpa kusadari bulir air mata turun dari sudut mataku. Bukan mengandung perasaan sedih, namun perasaan gembira yang hanya bisa diungkapkan melalui air mata. Jantungku berdebar keras, seluruh tubuhku rasanya kaku dan otakku tidak dapat berpikir.

“Aku… juga mencintaimu,” ucapku dengan terpatah-patah.

Kyuhyun mengganti posisi duduknya dan duduk di sampingku. Ia memelukku erat.

Aku menutup mataku, meresapi kehangatan yang menjalari tubuhku. Menghayati makna dari pelukan ini. Menyadari bahwa Kyuhyun benar-benar dekat denganku.

 

The End

 

 

Ahh… Gak tau kenapa, dari kemarin saya galau -_-

Bawaannya pengen dengerin lagu-lagu tentang cinta dan pengen bikin epep yang super romance. Apalagi lagunya SNSD yang All My Love Is For You, ibaratnya lagu itu cerminan hati saya sama seseorang.

Hahaha, biasalah… Remaja yang lagi fallin in love. Jiwanya masih labil. Kadang seneng, kadang galau.

Oke, lupakan curhatan saya. Yang penting pada komen ya :D

 

Anneyeong!~ ^^

15 thoughts on “Far and Near [Drabble]

  1. Kyuhyun yang selama ini jagain seohyun ya aigooo so sweet banget , huffft SeoKyu seenggaknya mereka dipertemukan lagi dan saling mengungkapkan perasaan masing2 ^^

  2. Hua daebak! Daebak demi apapun daebak banget , kata2nya pun pas banget aku suka banget . Aishh…kyuhyun so sweet banget ^^ . Terbayar sudah akhirnya SeoKyu saling menyatakan cinta dan juga saling ketemu ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s