HONESTY chapter 3

honesty

HONESTY

Cast :

Choi Minho
Krystal Jung
Onew
Jonghyun
Victoria
Sulli
Amber
Luna
Key
Taemin

Other cast :

HyunA
Donghae
Seungri
Daesung
Thunder
Sandara Park
Goo Hara

Genre : Friendship, Fantasy

Author : Bayu Navanto

Length : Chapter

Rating : G

Desclaimer :
semua cast adalah orang yang berbakat, semua alur cerita dan cerita ini adalah hasil pemikiran 100% dari otak aku

Author Note :
hahai ini adalah Fanfics debut Shining-Effect’ku semoga dapat menghibur dan tidak mengecewakan oh iya nambah nih, ini fanfics aku buat terinspirasi dari lagu Shinee “HONESTY” kalau kalian menemukan ada tulisan dengan aligment “center” terus di “bold / di tebalkan” itu adalah cuilan #halah bahasanya *abaikan* dari lagu ”Honesty”, terus aku kembangin jadi sebuah alur cerita, tapi tidak semua chapter aku ambil dari lirik lagu ”Honesty” semoga gak membingungkan dan membosankan yah, Amin

정신 없이 시간이 흘러

(Jeonsin eobsi sigani heulleo)

Waktu telah lewat dan tak terkendali

두근대던 우리 감정이

(Dugeyndaedeon uri gamjeongi)

Mengalahkan perasaan kita

익속해져 당연하듯 느껴질까

(Iksokhaejyeo dangyeonhadeut neukkyeojilkka)

Kita akan merasakannya sebagai hal yang pasti?

괜한 걱정에 서러워

(Gwaenhan geokjeonge seoreowo)

Aku sedih atas hal ini

HONESTY chapter 3

All i’ll say this honestly

 

 

 

teeettt…………. Teeetttttt……….. Teeetttt, bunyi bel tanda masuk sekolahpun berbunyi

 

Seungri dan Donghae kembali masuk ke kelas

“Ya! Kira-kira kita akan mendapatkan nilai yang bagus tidak yah?” tanya Seungri

“heemm ngeledek nih, mentang-mentang yang dapet contekan, biasanya juga manyun kalo abis ulangan matematika” jawab Donghae

“hahaha, lho ngirikan, makannya harus pintar-pintar cari koneksi”

“isshh, terus gue harus koprol sambil bergangnam style dan bilang WAW gituh?”

“hahaha, ciyus miapah? Enelan? Coba aja kalo berani” ledek Seungri sambil melakukan aegyo

“iiisshhh” celetuk Donghae geregetan sambil menjitak kepala Seungri

“permisi” ucap HyunA yang tiba-tiba ingin masuk ke kelas mendahului mereka

“ooouuhh iya silakan” ucap Seungri menepi

 

*************************

 

Sementara itu di kelas satu, Onew dan Victoria sebagai pengurus osis masuk ke ruang kelas 1 A

 

“Ya! Kenapa Minha-ah dan Krystal-ah belum datang?” tanya Key

“entahlah” jawab Jonghyun

 

“ok, disini kita akan memberi tahukan kepada kalian bahwa sabtu minggu depan seluruh siswa kelas satu akan mengikuti kegiatan berkemah, jadi masing-masing ketua team mengkoordinir anggota-anggotanya dan mempersiapkan segala sesuatunya yang di butuhkan dalam berkemah” ucap Victoria

“bagaimana? Jelas?” tanya Onew

“jelas sonbae” ucap seluruh siswa

 

**************************

 

“nuna, kita mampir makan dulu yah, Thunder lapar” ucap Thunder

“tetapi eomma sudah menyiapkan makanan di rumah” jawab Sandara

“iya kah? Tapi aku sudah lapar”

“tahan yah, sebentar lagi juga hampir sampai”

 

akhirnya Thunder mengalah untuk tidak mampir untuk makan, diapun mengeluarkan tablet PCnya untuk menghilangkan rasa jenuh dan laparnya

 

*************************

 

Minho masih menyusuri setiap sudut sekolah untuk mencari Krystal, saat Minho sedang menyusuri koridor menuju toilet dia berpapasan dengan Krystal

 

“ehh, kamu tunggu” ucap Minho memanggil Krystal tetapi Krystal tidak menggubrisnya dia berjalan terus menuju kelas

“heey! Stop walking! Wait me!” teriak Minho, Krystalpun akhirnya menghentikan langkahnya, dan Minho berjalan menyusul Krystal

“cepat kembali ke kelas, tuh teman kamu mengkhawatirkan mu, mybe!” ucap Minho dengan nada lirih pada kata ‘mybe’

“terima kasih atas infonya” ucap Krystal singkat yang langsung pergi meninggalkan Minho sendirian di koridor sekolah

“iisshh, tuh yeoja, aku bilang dengan sopan dianya malah yang sekarang tidak bersikap sopan” gerutu Minho, “hey tunggu!” teriak Minho sambil berlari menyusul Krystal yang sudah jauh di depan

 

Sementara itu di kelas Taemin dan teman satu teamnya sedang mendiskusikan apa saja keperluan yang harus di bawa

“ngomong-ngomong kita sudah menjadi satu team, terus siapa yang menjadi ketua dari team kita? Kita harus perlu ketua untuk mengkoordinir ini semua” tanya Jonghyun

“Key oppa aja” usul Luna

“mwo? Aku ahh tidak-tidak aku tidak mau” timpal Key

“kalau gitu Amber aja” ucap Jonghyun

“ha? Aku? Seharusnya namja yang jadi ketua bukan Yeoja” timpal Amber

“kalau gitu yang mengusulkan aja yang jadi ketuanya” ucap Sulli

“aku maksudnya?” tanya Jonghyun, Sulli mengangguk kecil

“ne! Aku setuju dengan usulan Sulli” sambung Taemin menyetujui usulan Sulli

“tapikan…” ucapan Jonghyun di potong oleh Luna

“ya! Aku juga setuju, berani berbuat berani bertanggung jawab! Setuju aja yah, biar ini semua cepat selesai” ucap Luna memotong ucapan Jonghyun

“hah! Baiklah kalau begitu aku terima keputusan ini” ucap Jonghyun pasrah

 

tiba-tiba Krystal sudah berada di depan pintu kelas

“mianhaeyo sonbae, saya habis dari toilet” ucap Krystal

“ohh, ne gwaenchana, silakan bergabung dengan team kamu untuk membahas persiapan kemah” ucap Onew

“ne, gamsahamnida”

“cheonma”

 

“mian telat, habis dari toilet tadi” ucap Krystal

“ah Krystal, kamu sudah datang, mana Minho?” tanya Amber

“entah, mungkin masih di belakng”

“apa tadi kamu tidak bertemu dengan dia? Dia itu sedang mencari kamu” ucap Key

“tadi berpapasan waktu di koridor menuju Toilet” jawab Krystal sekenanya

“lalu kenapa kamu tidak bersama dia?” tanya Taemin

“aku tinggal, mungkin sebentar lagi datang” ucap Krystal santai

 

Minho masuk ke dalam ruang kelas dengan tersengal-sengal kelelahan karena berlari mengejar Krystal

 

“oh, kamu habis dari mana? Kenapa tersengal-sengal seperti itu?” tanya Victoria yang melihat Miho sedang mengatur nafasnya di depan pintu

“mianhe, aku habis dari belakang” ucap Minho tersengal-sengal

“ohh, kalau begitu cepat bergabung dengan kelompok mu” perintah Onew

 

“mian aku telat” ucap Minho sambil duduk di sebelah Taemin

“kamu kenapa Minho-ssi? Kenapa kecapean gitu kaya habis di kejar-kejar setan aja?” ucap Key sedikit mencibir

“bukan di kejar setan tapi ngejar setan, entah itu kuntilanak, wewe gombel atau apalah itu” ucap Minho sinis

 

Krystal yang merasa dirinya sedang di cibir oleh Minho menggenggan bolpen yang ia pegang dengan begitu eratnya, karena saking sebalnya akhirnya Krystal melempar bolpen itu tepat ke wajah Minho, dan sialnya bagi Minho bolpen itu tepat mengenai mata kirinya

 

“aawwsssss” rintih Minho sambil memegang mata kirinya

“gwaenchanayo Minho-ah?” tanay Jonghyun

“heh! Apa salahu kepada mu, kenapa kamu kelihatan begitu dendam dengan ku?” bentak Minho ke Krystal

“usstt sudahlah! Jangan ribut lagi seperti tadi” ucap Sulli berusaha mencairkan suasana

“ok, kalau begitu karena jumlah anggota kelompok kita sudah lengkap sekarang kita mulai bagi-bagi tugas untuk persiapan kemah nanti” ucap Amber berusaha mengalihkan pembicaraan

“ohh iya, ok pertama-tama kita…….” ucap Jonghyun panjang lebar untuk mengkoordinir segala sesuatunya.

 

******************************

 

“hah panasnya cuaca hari ini” ucap Daesung mengibas-ngibaskan (?) baju yang ia kenakan

 

Daesung yang sedang menunggu bus di halte itu merasa bosan dan kesal, karena bus yang ia tunggu sejak 30 menit yang lalu belum tiba-tiba juga di tambah cuaca kota Incheon yang masih panas walaupun seharusnya bulan ini sudah memasuki musim gugur.

 

Di tengah-tengah kekesalan dan kebosanan Daesung itu, dia melihat di kejauhan sana ada seorang yeoja yang kelihatannya sedang mencari sesuatu, lama-kelamaan yeoja itu semakin dekat dengan Daesung, rupanya dia sedang menuju halte bus tempat Daesung menunggu bus, yeoja itu duduk sedikit jauh dari Daesung, Daesung melirik wanita itu, dia melihat wanita berparas cantik itu sedang mengusap-usap dahinya yang berkeringat, Daesung yang merasa iba mengeluarkan sapu tangannya dari saku celananya dan memberikannya kepada yeoja itu

 

“nihh” ucap Daesung menjulurkan tangannya yang memegang sapu tangan

“ahh, terima kasih, tapi tidak usah” ucap Yeoja itu

“gwaenchana, nih kelihatannya keringat yang keluar begitu banyak” ucap Daesung

“ne, gomawoyeo” ucap yeoja itu menerima sapu tangan pemberian Daesung

“ah iya, sebelumnya perjenalkan, naneun Daesung imnida” ucap Daesung memperkenalkan dirinya

“naneun Hara imnida” jawab Hara

“ngomong-ngomong kamu juga mau naik bus jurusan Seoul?” tanya Daesung

“ne, apa busnya belum datang?” tanya Hara

“ya! Tumben-tumbennya, belum ada bus yang yang tiba, padahal seharusnya jam segini sudah ada bus yang datang”

“tapi masih adakan bus ke Seoul?” tanya Hara

“masih ada, jangan khawatir, bus ke Seoul yang terakhir itu tiba jam 8 malam” jelas Daesung

“syukurlah”

“nah itu dia busnya” ucap Daesung menunjuk bus yang berjalan mendekati mereka, “akhirnya penantianku berakhir juga” lanjutnya bergumam

 

*************************

 

“kami pulang” ucap Sandara masuk kedalam rumah

“mana Thunder? Eomma rindu dengan anak itu” ucap eomma sandara

“aku di sini” ucap Thunder masuk ke dalam rumah sambil membawa dua koper besar

“wah, adeul eomma sudah datang” ucap eomma sambil berjalan dan memeluk Thunder

“eommeoni, Thunder lapar” ucap Thunder memelas

“sudah lapar yah?” tanya eomma, Thunder menganggukkan kepalanya kecil sambil memperlihatkan aegyonya

“ayo, eomma sudah buatkan makan yang enak buat kamu” ucap eomma

“ayo!” ucap Thunder sambil tersenyum manis

 

**********************************

 

di kelas 12 IPA A saat ini sedang berlangsung pelajaran Kimia, salah satu dari sekian pelajaran yang Seungri benci

 

“asam amino esensial adalah asam amino yang sangat di perluka oleh tubuh namu tubuh tidak mampu menistesinya atau tidak dapat di produksi oleh tubuh, asam amino esensial sendiri…….” terang Park songsaengnim panjang lebar menerangkan materi protein jenis asam amino

 

ketika Park songsaeng sedang menerangkan materi tersebut Seungri yang sangat tidak suka dengan mata pelajaran itu akhirnya tiduran di meja, Park songsaeng yang melihatnya geram, akhirnya Park songsaeng memberi sebuah pertanyaan kepada Seungri

 

“Seungri! Sebutkan macam-macam asam amino jenis esensial” tanya Park songsaeng dengan keras yang membuat Seungri kaget

“ya! Seongsaengnim, eee… Itu, aduh apayah? Ah! Valin songsaengnim” jawab Seungri kalang-kabut

“itu baru satu dari sepuluh macam-macam asam amino esensial, sebutkan yang sisanya”

“mwo? Satu ajalah songsaengnim” tawar Seungri

“SEUNGRI!!!!!!” bentak Park songsaeng sangat keras

“ya!!! Ya!!!, ee~ , argini, isoleusin, lisin, ee~ apa lagi yah? Lupa Songsaengnim” celetus Seungri

“SEUNGRI!!!!” bentak Park Songsaeng sekali lagi

“yaaa.. Iya, ee~ histidin, leusin………” ucapan Seungri terputus oleh suara bel tanda pulang sekolah

 

teeettt……. Teeetttt….. Teeeetttt  bunyi bel pulang

“yeah, akhirnya pulang juga” ucap Seungri kegirangan, “itu bel tanda pulang, sisanya lanjutin pertemuan yang akan datang yah” ucap Seungri, Park songsaeng yang sudah kewalahan dengan tingkah laku Seungri akhirnya mengalah.

“Ok, pertemuan kali ini kita akhiri dulu, selamat sore”

“sore songsaengnim” ucap seluruh siswa.

 

“ya! Kamu itu tadi nekat yah, berani-beraninya ngelawan sama si harimau” ucap Donghae menghampiri Seungri yang sedang memasuk-masukkan buku pelajaran yang berserakan di meja ke dalam tas ranselnya

“buat apa takut? Dia emang galaknya minta ampun tapikan” ucapan Seungri menggantung

“tapi apa?” tanya Donghae penasaran

“dia itu pelupa” bisik Seungri

“hahahaha, jadi kamu memanfaatkan kekurangan dari Park songsaeng?” ucap Donghae, Seungri hanya mengangguk saja

“pandaikan aku!” ucap Seungri berdiri dari duduknya, “gaja kita pulang, sudah sore” lanjutnya

 

******************************

 

“ngomong-ngomong, tadi kelihatannya kamu sedang frustrasi, kalau boleh tahu memangnya ada apa?” tanya Daesung ke Hara yang duduk di sampingnya

“aku sedang mencari seseorang yang aku rindukan” jawab Hara singkat

“namja chingu?” tanya Daesung, Hara menagangguk kecil, “memangnya dia kemana?”

“dia pindah ke Seoul sekitar 1 tahun yang lalu, dia berjanji mau pulang kembali ke Incheon tapi dia belum kembali-kembali” jelas Hara

“terus sesampainya di Seoul kamu mau tinggal di mana? Apa ada saeudara kamu di Seoul?” tanya Daesung

“tidak ada, aku juga bingung memikirkan itu”

“kalau begitu tinggal saja di rumah aku!” tawar Daesung

“mwo? Tidak! Tidak usah”

“gwaenchana, di rumah aku ah bukan maksud aku di rumah aku dan teman-teman aku, disana kami tinggal berempat dua namja dan dua yeoja, jadi kamu gak usah khawatir aku tidak berniat buruk kepada mu”

“tetapi aku tidak enak hati dengan teman-teman mu, aku takut nanti bakalan ada masalah ketika aku tinggal di sana”

“tidak sudah khawatir, mereka itu asik-asik, gak bakalan ada masalah, jangan khawatir, jadi bagaimana? Kamu mau”

“kalau memang boleh, aku mau, tinggal di rumah kalian”

 

*************************

 

Taemin sedang berjalan pulang menuju rumahnya, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor menghampirinya

“Taemin-ssi, ayo ikut aku saja” tawar Onew

“ah hyung, tidak, terima kasih” ucap Taemin menolak secara halus

“rumahmu di daerah Hannamdong kan?”

“kok hyung tau?”

“aku juga tinggal di sana, gaja! Kita satu arah lagi pula aku iklash, jadi jangan menolak ya!”

“kalau emang begitu, baiklah, aku ikut” ucap Taemin

 

“Ya! Kenapa aku haru membawa tendanya?” tanya Key kepada Jonghyun

“lagi pula tadi saat koordinasi kamu setuju-setuju aja, kenapa sekarang berubah pikiran?”

“bukan seperti itu, tapikan aku…. Aku kira itu hanya bercanda”

“sudahlah Key, bersikaplah sedikit lebih sesuai dengan umurmu” nasihat Jonghyun

“kamu marah?”

“bukan seperti itu, ayolah, kita bukan anak SD lagi, berpikirlah lebih dewasa”

“mianhe kalau aku bersikap tidak sesuai dengan umurku”

“sudahlah, jangan di pikirkan ucapanku tadi, ayo cepat, hari sudah mau malam”

 

Taemin dan Onew sudah sampai di depan rumah Taemin

“gomawo Hyung, mari mampir” ucap Taemin

“tidak usah, hari sudah malam, lebih baik aku cepat pulang, sampai bertemu besok”

“ne, gomawo hyung sudah antar aku pulang”

“ne, cheonma”

 

*************************

 

HyunA sedang duduk-duduk di halte bus, dia duduk di halte tersebut bukan sedang menunggu bus, melainkan sedang menunggu jemputan.

 

Setelah beberapa menit HyunA menunggu, akhirnya ada sebuah sepeda motor sport berhenti di halte tempat HyunA menunggu

 

“oppa, kenapa oppa lama banget jemput aku” keluh HyunA, “aku sudah kedinginan menunggu oppa”

“mianhe, oppa tadi baru selesai beres-beres rumah” ucap GD

“sudahlah cepat kita pulang, aku sudah lapar” ucap HyunA yang sudah membonceng motor GD

“kita mampir terlebih dahulu? Buat beli makanan?” tanya GD

“tidak usah, bukankah masih ada mie instan di rumah”

“ahh, aku bosan makan mie instan, kita beli bulgogi yah, entah kenapa aku ingin makan itu”

“ok, kalau begitu belikan sekalian Daesung oppa dan Victoria eonni”

“mana uangnya?” tanya GD

“yah! Oppakan yang mengajak, kenapa jadi HyunA yang bayar”

“ahh, oppa belum dapat uang nih”

“sama, HyunA juga, ahh biar adil patungan aja deh”

“ok, oppa setuju”

lalu mereka berdua pergi menuju pedagang kaki lima untuk membeli apa yang mereka maksud tadi.

 

*************************

 

“Hara-ah kita sudah sampai, ayo turun” ucap Daesung

“ahh ne”

lalu mereka turun dari bus

 

“oh iya, sebelum kita ke rumah, kita beli ramyeon dulu yah! Pasti orang rumah belum makan jam segini” ucap Daesung

“ok, arraso” ucap Hara

 

setelah Daesung dan Hara membeli ramyeon di seberang jalan, merekapun berjalan menuju rumah

 

“emm, oppa, apa benar tidak apa-apa kalau aku menginap di rumah kalian?” tanya Hara

“kan sudah aku bilang tidak apa-apa”

 

tanpa mereka sadari, Daesung dan Hara sudah sampai di depan rumah, Daesung menekan tombol bel, untuk memberi tahukan orang di dalam rumah untuk membukakan gerbang rumah.

 

Victoria keluar dari rumah untuk membukakan gerbang rumah

 

“ahh, oppa sudah pulang” ucap Victoria

“yup, GD hyung dan HyunA belum pulang?” tanya Daesung

“belum, ehh dia siapa oppa?”

“Goo Hara, dia bolehkan tinggal di sini?” tanya Daesung

“ya bolehlah, kan jadi semakin rame” ucap Victoria, “ayo masuk Hara” lanjut Victoria

 

beberapa menit setelah kedatangan Daesung dan Hara, GD dan HyunA-pun sudah sampai.

 

“kami pulang” ucap HyunA, “ahh, ada tamu yah?” lanjutnya begitu melihat sepasang sepatu yang tidak di kenal oleh HyunA

“wahh, ada tamu ternyata” ucap GD masuk kedalam rumah

“ahh iya hyung, baru pulang?” tanya Daesung

“iya habis beli bulgogi untuk kalian”

“ohh iya Hyung aku mau bicara”

“ya! Bicara aja!” jawab GD sambil duduk di samping Victoria

“jadi gini, bolehkan Hara tinggal di rumah ini, dia pergi ke Seoul untuk mencari namja chingunya, dan Hara tidak ada keluarga yang tinggal di Seoul”

“ya boleh saja, kenapa tidak” jawab GD

“tuhkan apa aku bilang, mereka setuju semua” ucap Daesung kepada Hara

“gomawoyeo semuanya, telah menerima aku di rumah ini” ucap Hara berterima kasih

“ya! Sama, anggap saja rumah sendiri jangan sungkan-sungkan” balas GD

 

 

 

To Be Continued……………

 

 

Yup! Bayu is back, bagaimana dengan Honesty chapter 3 ini? Buruk kah? Ancur kah? Atau bagimana? Mian yah kalau gaje, habis ulangan jadi otak masih sedikit buram untuk mendapatkan feel yang kuat, seperti biasa, kelanjutan dari fanfict ini tergatung dari respon para readers, jadi untuk tetap dapat membaca kelanjutannya tolong tinggalkan komentarnya atau likekannya yah. Gomawo!

And See You Next time

9 thoughts on “HONESTY chapter 3

  1. Yey i’m the first. Sumpah ya gag tau kenapa setelah baca ff ini jadi demen sama pairing couple SHINee-f(x)

    author yg buat ff Protect My Girl bukan ?

  2. Wahh… Daebak!! Itu si Minho sama Krystal kapan damainya? Bikin penasaran aja deh..

    Aishh.. Bakalan gawat ini. Hara tinggal bareng Victoria. Ntar klo ketemu Onew gimana ya? =.=

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s