(ficlet) SNOWFALL

snowfall cover

Title : Snowfall
Author : Bayu Navanto
Genre : Teen-romance, Friendship, Fantasy, Sad (mybe)
Length : Ficlet
Rating : T
Cast : Kevin Woo, Shin Soohyun, Kim Myungsoo, Jiyeon, Lee Hi
Disclaimer : This Ficlet fanfics it’s my mine BUT the cast are not my mine, they a good person
Note :
Annyeong readers, aku balik lagi dengan sebuah fanfics baru yang fress dari otak ku ini, ok ini fanfic ficlet perdana ku, aku buat ini sebagai other story dari fanfic Remember karena aku lumayan bingung untuk melanjutkan fanfic tersebut sehingga aku putuskan untuk membuat other story’a saja, sebenarnya sih udah kagak mau ngelanjutin tapi karena ada seorang reader yang meminta aku untuk membuat kelanjutannya, maka aku buatkan ficlet ini aja ok, kagak panjang lebar lagi ini dia ficlet perdana aku, semoga dapat menghibur readers semuana

Cuaca pagi hari di kota Seoul hari ini sangat cerah, orang-orang melakukan aktivitasnya masing-masing, tak terkeuali dua sahabat yang sudah bersahabat sejak mereka masih duduk di sekolah taman kanak-kanak siaa lagi kalu bukan Soohyun dan kevin, mereka sedang berjalan di trotoar untuk menuju ke sebuah gedung pertunjukan, ya’ pagi ini memang ada sebuah pertunjukan teater di Gymnastics Arena, taman olimpiade seoul

“ya! Kira-kira kita masih bisa mendapatkan tiketuntuk nonton teater itu tidak yah?” tanya Kein

“molla, kalau tidak dapat bagaimana? Apa yang akan kita lakukan?” tanya balik Soohyun

“kalau tidak dapat yah?………” ucap kevin sambil mencoba membayangkan apa yang akan dia lakukan, “emm mungkin tiduran saja lah di rumah, sambi main game ps” lanjutnya

Soohyun menghela nafas “apa kamu tidak memiliki acara gituh? Pergi bareng temen mungkin atau rekreasi kemana gituh? Begitu simple sekali hidup mu”
“tidak! Yah begitulah hidupku, simple sederhana”

Tanpa terasa mereka sudah sampai di Gymnastics Arena, mereka begitu terperanga melongo(?) ketika melihat antrean yang begitu panjang

“yah! Apa kita tidak salah lihat? Baru jam setengah tujuh antrean sudah sepanjang ini?” tanya kevin

“namanya juga teater yang di tunggu-tunggu oleh bangsa, ya beginilah kalau sudah di adakan seluruh bangsa akan berbondong-bondong untuk melihatnya”

“kalau gitu, kita harus cepat-cepat masuk antrean untuk mendapatkan tiketnya”

“gaja!” seru Soohyun

Di dalam antrean, Kevin melihat salah seorang yang pernah mengisi di hatinya, dia seorang yeoja berparas cantik, pandai, dan sopan, tetapi sayang, kisah cinta mereka harus kandas di tengah jalan karena ternyata yeoja yang Kevin cintai itu ternyata sudah di jodohkan dengan namja lain oleh kedua orang tuanya

“heeyy, cepat maju! Jangan melamun mulu” tegur Soohyun ke Kevin yang belum berjalan maju

“aahh iya, mian” celetuk Kevin yang buyar dari lamunannya

setelah beberapa lamanya kedua orang tersebut mengantre akhirnya keduanya berhasil mendapatkan tiket teater tersebut, merekapun segera langsung masuk ke dalam gedung

Di dalam gedung, ternyata tempat duduk Kevin bersebelahan dengan mantan kekasihnya itu
“Kevin-ah, kamu menonton juga?” sapa Jiyeon

“ehh, jiyeon iya nih, kamu tidak bersama tunangan mu?” tanya Kevin tersenyum menyembunyikan rasa perih di hatinya

“ani, Myungsoo oppa lagi ada acara dengan keluarganya jadi aku sendirian, mana Soohyun oppa? Biasanya dia bersama kamu?”

“dia? Dia sedang kebelakang, sebentar lagi juga dia datang”

( )
Pertunjukan telah usai, Kevin dan Soohyun keluar bersama dengan Jiyeon
“Jiyeon-ah kamu pulangnya bareng kita aja, biar rame” ajak Soohyun

“tidaklah, aku sudah di jemput sama Myungsoo oppa” ucap Jiyeon, lalu Jiyeon melambaikan tangan ke Myungsoo yang sedari tadi menunggu Jiyeon di pintu keluar, Myungsoo yang melihat Jiyeon ikut melambaikan tangannya lalu berjalan menghampiri Jiyeon

“kamu sudah selesai nontonnya?” tanya Myungsoo sambil membelai rambut Jiyeon

“sudah kok, oppa sudah lama yah nunggu aku?”

“ani, oppa baru aja datang” ucap Myungsoo tersenyum

“ahh ok, kalau begitu kita pulang duluan yah, sampai jumpa” ucap Kevin yang tidak kuat menahan perasaan sakit di hatinya, “gaja!” desis Kevin ke Soohyun

“kita pulang duluan yah, sampai jumpa” ucap Soohyun

“ne, hati-hati di jalan oppa!” timpal Jiyeon

“hemm yang lagi sakit hati jalannya cepet banget” ledek Soohyun yang berjalan membuntuti Kevin

“diam! Siapa juga yang sakit hati”

“hemm jangan di tutup-tutupi, aku sudah kenal kamu sejak kecil, aku tahu sifat kamu luar dalam”

“tidak! Aku hanya baru tahu kalau aku ada tugas rumah yang belum di selesaikan”

“masa sih? Perasaan kamu tidak pernah mendapatkan tugas pekerjaan rumah deh” ejek Soohyun yang masih berjalan membuntuti Kevin

Kevin mulai geram dengan tingkah Soohyun, diapun menghentikan langkahnya dan berbalik badan menghadap ke Soohyun, sontak Soohyunpun kaget

“Ya! Memangnya kenapa kalau aku sakit hati apa itu di larang, memangnya salah aku masih menyimpan perasaan ini kepada Jiyeon, apa itu salah, kau tidak tahu, karena kau belum pernah merasakannya, kamu tidak tahu rasanya! Itu sangat menyakitkan” ucap Kevin kesal

“yah! Arraso tapi tidak seperti itu juga, hidup itu memang harus berkorban dan relakanlah yang kamu korbankan, ayolah, jangan seperti ini, ini bukan Kevin yang aku kenal, ini bukan gaya Kevin, bangunlah, dan percayalah Tuhan mempunyai sebuah cerita yang indah untuk mu di masa mendatang, percayalah” ucap Soohyun menasihati Kevin dan berusaha menenangkan emosi Kevin

“tapi itu sulut, terlalu sulit untuk aku lakukan” ucap Kevin menundukan kepalanya

“sulit? Tidak ada yang namanya sulit, sulit akan di ucapkan oleh orang-orang yang malas, cobalah, berjalan dengan seiringnya waktu kamu juga akan bisa melupakannya, aku paham dengan perasaan mu, jadi jangan seperti ini, masih banyak orang yang menyayangimu, berhenti bersikap seperti ini, berdirilah dan tanamkan sifat optimis, aku yakin dengan demikian tidak akan sulit kamu untuk melupakannya” nasihat Soohyun sekali lagi, “percayalah” lanjutnya sambil menepuk bahu Kevin dengan kedua tangannya

“apa bisa aku melakukannya?” tanya Kevin sedikit pesimis

“yah, pasti bisa”
lalu kedua sahabat itupun melanjutkan perjalanannya

tiga hari kemudian
“yah! Ayolah cepat aku sudah tidak sabar nih!” ucap Kevin sambil berlari

“jangan lari kenapa?” ucap Soohyun tersengal-sengal tidak kuat lari lagi, “aku capek lari terus”

“yah gitu aja sudah capek” ucap Kevin menghampiri Soohyun

“Kevin, kamu mau membunuh aku apa? Di musim dingin ini kamu malah menyuruh aku untuk menemani mu membeli mainan baru”

“kan kamu tahu sendiri aku itukan gamers sejati, sudahlah cepat sebelum gamenya abis itukan limited edition, ayolah bantu temanmu ini yang sedang haus akan mainan baru”

“yalah” ucap Soohyun seditik malas

(singkat cerita)
“akhirnya dapet juga” ucap Kevin senang sambil berjalan keluar dari toko mainan

“ya! Aku kebelakang dulu yah, sudah kebelet nih dari tadi”

“isshh ya sudah sanah buruan, nanti keburu keluar” ledek Kevin

Kevinpun menunggu Soohyun di bangku depan toko mainan, saat dia sedang menunggu Soohyun kelar untuk urusan besernya itu, ada seorang yeoja muda berparas cantik duduk di sebelah Kevin sambil termengu sedih

“gwaenchanayo?” tanya Kevin

“ne, gwaenchana” balas yeoja itu sambil menyeka air matanya itu

“waeyo? Kenapa menangis?”

“gwaenchanayo”
“geojitmal”
yeoja itu melirik ke benda yang di pegang Kevin

“wahh, kamu dapet game itu ternyata, chukae” ucap yeoja itu tersenyum yang di balut oleh raut muka sayu sedih

“ahh ini, ya begitulah, tidak sia-sia aku lari dari Paju ke Ilsan”

“mwoya? Serius?”
Kevin hanya menganggukkan kepalanya, “oh iya perkenalkan Kevin imnida”

“Lee Hi imnida”

“kenapa kamu menangis? Jujur sajalah aku tahu kamu pasti menyembunyikan sesuatu, siapa tahu aku dapat membantu masalah yang sedang kamu hadapi”

“aku menangis karena aku gagal menetapi janji ku kepada namdongsaeng ku”

“gagal menepati janji? Janji apa?”

“aku membelikan game konsol itu sebagai hadiah ulang tahnunnya” ucap Lee Hi sambil menunjuk ke arah game konsol yang di pegang Kevin

“ini?” tanya Kevin menunjukkan gamenya, Lee Hi hanya menganggukkan kepalanya

“inih, buat kamu saja, mungkin kamu lebih membutuhkan ini ketimbang aku” ucap Kevin menyodorkan game konsol miliknya

“mwo? Ini kan game limited edition kenapa kamu serahkan ini kepada ku? Tidak inikan hak kamu untuk memilikinya, lagi pula aku tidak memintanya kan” ucap Lee Hi menolak

“gwaenchana, aku iklhas kok”

“serius?” tanya Lee Hi, Kevin hanya menganggukan kepalanya

“gamsahamnisa, jeongmal gamsahamnida” ucap Lee Hi girang kesenangan

(singkat cerita)
sejak pertemuannya denga Lee Hi, Kevin mulai merasakan suasana hati yang ceria, dia juga sering bertemu dengannya di tempat-tempat yang tidak terduga (?)
di hari minggu Kevin seperti biasa mengajak Soohyun untuk bermain ice skating

“ya! Ayo coba kejar aku!” tantang Kevin kepada Soohyun

“heemm nantangin nih, ok! Siap-siap menerima kekalahan ok!”
lalu mereka melai adu cepat di arena ice skate yang luas

“yeeaaahhuuu!!! Aku menang!!!” ucap Kevin girang, karena berhasil mengalahkan Soohyun

“mungkin dewi fortuna sedang berpihak kepada mu, lain kali juga aku pasti menang” ucap Soohyun

“hemm terimalah kekalahan ini Soohyun hahaha” ucap Kevin menertawai Soohyun

Soohyun mendesis, “tunggu saja pembalasan dari ku”

“uuhh takutt hahahaha”

“sudahlah, aku mau beli kopi, mau tidak?”

“mau dong, aku tunggu di sana yah” ucap Kevin sambil menunjuk ke arah bangku yang ada di seberang jalan

“heemm yahlah”

Kevin sedang menunggu Soohyun di tempat yang sudah di janjikan tetapi Soohyun tak kunjung terlihat batang hidungnya

di sisi lain Lee Hi sedang berjalan-jalan melihat pemandangan seba putih di tepi jalan, tanpa sengaja dia melihat Kevin sedang duduk di bangku tepi jalan, Lee Hi-pun menghampirinya

“hi oppa, sendirian?” sapa Lee Hi

“ohh Lee Hi, iya nih, kamu juga?”

“iya, oppa lagi ngapain duduk sendirian disini?” tanya Lee Hi lalu duduk di samping Kevin

“emm menikmati pemandangan saja” ucap Kevin sedikit grogi

“wahh sama dong, aku juga sedang menikmati pemandangan, yah walaupun aneh kedengarannya tapi ya inilah yang sedang aku lakukan menikmati pemandangan serba putih” ucap Lee Hi sambil tersenyum manis, “ohh iya oppa ketimbang kita duduk-duduk disini gak jelas mending kita bermain ice skating aja yuk”

“main ice skating lagi?” tanya Kevin

“main ice skating lagi? Apa maksudnya oppa? Apa opaa sudah main ice skating tadi?”

“ahh tidak maksud aku kita mau main ice skating gituh”

“oouhh, tapi maukan?”

“eeemm ok lah” ucap Kevin sedikit memaksakan diri

mereka sudah berada di area ice skate

“emm oppa…..” panggil Lee Hi

“yah ada apa?”

“aku tidak bisa main ice skating” ucap Lee Hi tertunduk malu

“mwo? Tadi kamu yang mengajak kita main ini, tapi ternyata kamu tidak bisa main ice skating?” tanya Kevin, Lee Hi hanya menganggukkan kepalanya kecil

“hah, ya sudah ayo oppa ajarin”

lalu Lee Hi mulai di ajari oleh Kevin, Lee Hi sangat antusias dengan segala sesuatu yang di ajarkan Kevin tentang bermain ice skating, sampai akhirnya dia dapat meluncur di lapisan es yang membeku itu tanpa terjatuh

“wahh aku sudah bisa oppa!” teriak Lee Hi ke girangan, Kevin hanya tersenyum mendengar perkataan Lee Hi

lalu Lee Hi berhenti mengitari area ice skate dan menuju ke arah Kevin berdiri melihat Lee Hi bermain ice skating

“kenapa berhenti mainnya?” tanya Kevin melihat Lee Hi di hadapannya

“oppa!”

“ya”

“gamsahamnida”

“berterima kasih untuk apa?”

“untuk segalanya”

“segalanya?”

“ya, terima kasih, aku senang bisa bertemu dengan oppa yang baik seperti kamu, gamsahamnida” ucap Lee Hi lalu memeluk Kevin

“ee….ee ne. Cheonmaneyo” ucap Kevin grogi dan membalas pelukan Lee Hi

salju ternyata mulai turun di daerah itu, membuat suasana semakin indah

“gamsahamnida oppa” ucap Lee Hi di dekapan Kevin

“cheonmaneyo Lee Hi” balas Kevin

lalu mereka berdua semakin mengeratkan pelukan keduanya, di luar arena ice Skate outdoor itu, Soohyun ikut bahagia melihat Kevin mulai melupakan kenangan masa lalunya itu dan mau memulai lembaran kehidupan yang baru di bawah salju yang turun begitu indah.

End………

Ok ini ficlet ato oneshot yah? Aku bingung tapi anggap aja ini ficlet yah kekekkee, ini ficlet perdana, jadi mian kalo gaje, banyak tipo, ato membingungkan, namanya juga masih dalam tahap belajar, maka dari itu, komentar dari para readers selalu aku tunggu untuk menilai fanfic ficlet perdana ku ini
oh iya kalo readers kagak suka pairing’a anggap saja castnya itu readers yah, dan kalau endingnya gaje gak jela gituh mian yah, agak bingung gara-gara banyak anak kecil yang ganggu konsentrasi ku, aku tunggu komentar dari kalian. Gomawo :)
oh iya nb. Ini post’a lewat hp jadi agak sulit u/ edit’a.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s