[Ficlet] I Miss You

burninganchovy’s

YONGSEO

” I MISS YOU “

Ficlet (> 1.700 words) || Love Story with a bit (failed) Comedy || YongSeo couple 

Disclaimer :

Ficlet ini terinspirasi dari beberapa fakta konser Blue Night yang saya dapat dari temen-temen Gogumas. I don’t own the casts.

Author Note :

Udah lama nggak bikin FF YongSeo. Dan tiba-tiba ide muncul gitu aja setelah saya nemuin postingan tentang YongSeo moments di Konsernya CNBLUE, Blue Night (lupa hari keberapa, kayanya sih hari pertama). Tapi ngga tau deh ide ini bisa terealisasikan dengan baik atau nggak, heheh. Ah iya, ficlet ini juga ada (sedikit) kaitannya sama FF YongSeo saya sebelumnya, White Box. Oke deh, tanpa banyak bacot lagi, HAPPY READING~~ ^^

WARNING :

MY BAD-WRITTING-SKILL!! :”<

xxx

I can’t count these as facts, but my heart said it’s facts :

  • Konser Blue Night Day-1, Seohyun datang bersama Taeyeon dan Tiffany setelah nge-MC di acara Music Core.
  • CNBLUE perform lagu Love Light secara akustik, beda dari konser sebelumnya yang selalu dibawakan rock. Dan sesaat sebelum perform, Yonghwa terdengar bilang ‘Love really come‘. Apakah itu maksudnya Seohyun? ;)
  • Saat CNBLUE perform Love Light, Seohyun nampak tersenyum sementara para unnie serta oppadeul (dari SuJu) terus ngeliatin dia sambil senyam-senyum gitu.
  • Yang mengajari Seohyun bermain gitar untuk pertama kali adalah Yonghwa.

xxx

Yonghwa memasuki kamar, lalu dengan tergesa-gesa melepaskan baju tebal yang sejak tadi telah melindungi dirinya dari cuaca dingin di bulan Desember ini. Tanpa pikir panjang lagi, Yonghwa langsung merebahkan badannya—yang telah kelelahan seharian ini—di atas tempat tidurnya. Ia merentangkan tangan, serta kakinya selebar mungkin—membiarkan seluruh otot pada tubuhnya mengalami proses relaksasi maksimal. Tak heran bunyi ‘kretak’ di beberapa persendiannya pun terdengar. Nyaman sekali rasanya masih bisa seperti ini—ya, masih bisa memiliki waktu istirahat setelah berjam-jam memfokuskan diri demi kesuksesan konser Blue Night.

Yonghwa menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih. Entah karena kelelahan, atau entah karena apa, tiba-tiba langit-langit kamar itu seolah berubah fungsi menjadi sebuah layar putih yang mempertontonkan sebuah kejadian yang tak dapat ia lupakan.

Apakah ia benar-benar datang ke konser tadi?

Apakah itu benar-benar dia?

Yonghwa beranjak dari tempat tidurnya, lalu berjalan pelan menghampiri jendela kamarnya. Pandangannya kosong, namun pikirannya telah dipenuhi oleh bayangan seorang perempuan yang dikenalnya sejak dua tahun lalu melalui sebuah variety show, We Got Married. Seo Joohyun, alias Seohyun. Perempuan yang telah berhasil membuat Yonghwa terpukau dengan keluguan serta kepribadiannya yang menarik. Perempuan yang seringnya menjadi inspirasi Yonghwa dalam menciptakan lagu-lagu romantis. Ya… Perempuan itu.

Tiba-tiba saja pandangan Yonghwa teralihkan. Sebuah benda kecil telah menarik perhatiannya. Ia pun meraih benda kecil yang tersimpan rapi pada kotak kaca berukuran kecil di meja kerjanya, lalu memandanginya. Senyuman nampak mulai menghiasi wajahnya sekarang. “Cincin ini, walaupun sudah berkarat, dan walaupun harganya murah, tetap menjadi cincin favoritku”

“Aah, memang selalu seperti ini jadinya. Tak ada habisnya jika aku terus mengingatmu, Hyun…” ucap Yonghwa yang sadar bahwa dirinya telah lama larut dalam lamunannya tentang Seohyun. Ia menaruh kembali couple ring yang pernah dibelinya bersama Seohyun dua tahun silam itu, lalu spontan mengambil dua buah buku dengan judul Yongseo Storybook dari rak bukunya—dengan harapan rasa rindunya dapat terobati.

Lembar demi lembar dari dua buah buku itu membuat Yonghwa terus menorehkan senyuman—bahkan sesekali tertawa kecil. Tiap lembar dalam buku itu menampilkan foto-foto dirinya bersama Seohyun saat masih menjalani variety show We Got Married. Tiap foto dalam lembaran buku itu memang menyimpan banyak kenangan; mulai dari pertemuannya dengan Seohyun yang begitu canggung, lalu saat ia mulai mengajari Seohyun untuk bermain gitar, saat mereka menikmati Goguma Latte pada sebuah cafe, pergi ke taman bermain…

“Sepertinya badanku cemburu denganmu, Hyun~ Dia bahkan tak mengijinkanku untuk berlama-lama melihat foto-fotomu, ahahaha. Nee, baiklah, sebaiknya aku tidur sekarang” ujar Yonghwa, saat rasa lelahnya sudah tak bisa ditoleransi lagi. Perlahan, matanya yang sayu terpejam. Sambil memegang buku yang menjadi hadiah ulang tahunnya dari Seohyun itu, Yonghwa pun mulai tertidur.

__________________________________________________________________________

Seohyun sibuk berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia nampak begitu gelisah. Apa… dia sudah tidur?, tanya Seohyun, sambil menggigit bagian bawah bibirnya.

“Love really come”

Lagi—kalimat itu lagi. Lagi—Seohyun lagi-lagi teringat kejadian lucu yang terjadi saat ia baru saja tiba di konser Blue Night. Konser CNBLUE—konsernya, Jung Yonghwa.

“Love really come”

Tawa kecil pun keluar dari mulut Seohyun, ketika sebuah kalimat—yang spontan keluar dari mulut Yonghwa saat ia datang ke konser Blue Night—itu terngiang lagi di telinganya. Benar-benar lucu, pikir Seohyun, sambil mencoba mengingat kembali betapa lucunya ekspresi Yonghwa saat itu–yang langsung membungkam mulutnya cepat, membalikkan badannya, lalu kembali memamerkan senyuman termanisnya kepada semua penonton yang tengah memenuhi ruangan besar tempat Blue Night diadakan. Tak berselang lama, lagu Love Light pun dibawakan secara akustik. Begitu merdu dan indah.

Seohyun menatap kotak putih berukuran sedang yang baru saja dikeluarkannya dari lemari saat ia pulang tadi. Melihat kembali sosok Yonghwa-lah yang mendorong dirinya untuk kembali membuka kotak itu. Membaca kembali beberapa surat yang ditulis oleh Yonghwa, serta membaca buku-buku yang sebenarnya menceritakan perasaan Yonghwa kepadanya.

Apakah Yonghwa-oppa benar-benar menyukaiku?

Apa yang dia maksud dengan ‘Love really come’ itu adalah…

Aigoo!” ucap Seohyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “A-Andwaeyo~ K-Kenapa harus malu? B-Bagaimana kau dapat menyimpulkan bahwa ucapannya tadi itu ditujukan untukmu? B-Bagaimana juga kau dapat tersipu malu saat Yonghwa-oppa menyanyikan lagu Love Light? Apa kau begitu yakin, dia masih menyukaimu, setelah kau bersikap canggung, terkesan seolah kau ingin menjauhinya?”

Seohyun menundukkan kepalanya yang mulai terasa berat. Ada sedikit rasa sesal bersarang di hatinya—Kenapa perasaan itu selalu ia abaikan? Apa yang sebenarnya sangat ia khawatirkan dengan perasaan itu? Bukankah sangat normal jika di umurnya sekarang ia mulai menyukai lawan jenis? Lalu apa yang harus ia takutkan? Kenapa tak jujur saja pada perasaannya?

Refleks, Seohyun mengambil ponselnya dan mulai mencari nama Yonghwa. Begitu nama Yonghwa menghiasi layar ponselnya, dengan gugup, ia menekan sebuah hijau—Calling Yonghwa-oppa…—begitulah tulisan yang tertera pada layar ponselnya sekarang. Bisa dirasakannya, saat itu juga, jantungnya berdegup berkali-kali lebih cepat. Berulang kali ia menyentuh rambutnya. Gugup, hanya kata itulah yang kini dapat mewakili perasaannya.

Yoboseyo

Suara itu.

“O-Oppa, acara akhir tahun, jam tujuh malam—bip!”

Rasa gugup mengalahkan semuanya. Seohyun tak sengaja memencet tombol merah, yang biasa digunakan untuk mengakhiri sebuah panggilan aktif. Dengan cepat ia mengambil bantal empuk kesayangannya, lalu membenamkan wajahnya yang sudah memerah dan juga memanas ke dalam bantal empuk itu.

Jjinja pabo! Arrghh, jeongmal!

______________________________________________________________

Beberapa minggu kemudian…

Yonghwa menggarukki kepalanya yang tak gatal. Sudah berulang kali ia menulis, lalu kembali menghapus tulisannya pada beberapa helaian kertas. Sesekali, ia mencoba memainkan gitar, lalu menulis kembali. Menghapusnya lagi. Bermain gitar lagi. Dan seperti itu seterusnya.

Inilah yang menjadi kerjaan utama seorang Jung Yonghwa, leader CNBLUE, saat jadwal istirahatnya telah bertambah karena salah satu projek terbesar CNBLUE, yaitu konser Blue Night telah terlaksana.

Menulis lagu.

Ring ring ring my bell… Saying you love me—ah, anniya~ Nadanya bukan seperti ini”

Karena mulai bosan dengan meng-compose sebuah lagu, Yonghwa pun keluar dari kamarnya dan mendapati kedua dongsaeng-nya tengah duduk di ruang televisi. Baik Jungshin ataupun Minhyuk, keduanya nampak begitu menikmati acara televisi yang tengah disiarkan. Yonghwa pun menghalangi televisi itu dengan separuh badannya, membuat Jungshin bangun dan memaksa Yonghwa untuk segera menyingkir.

Penasaran dengan apa yang sedang ditonton kedua dongsaeng-nya itu, Yonghwa pun membalikkan badannya. Begitu mendapati Yoona tengah menari lincah di layar televisi, Yonghwa pun tersenyum licik. “Aaah~ ara~ Im Yoona, partner MC-ku beberapa hari yang la—“

Ucapan Yonghwa terhenti begitu saja saat sebuah suara terdengar menyanyikan lagu Speak Now yang dipopulerkan oleh Taylor Swift. Yonghwa menolehkan kepalanya, lalu badannya terpaku untuk beberapa saat. S-Seohyun…? Bermain gitar?

“A-Acara apa ini?” ucap Yonghwa, kepada Jungshin dan Minhyuk.

Romantic Fantasy. Stage khusus untuk para personel SNSD” balas Minhyuk.

“Yah, dalam rangka menyambut comeback mereka Januari nanti—Woah! Aku baru sadar sekarang… Kita akan comeback di bulan yang sama dengan SNSD! Daebak~” tambah Jungshin, antusias.

Entah apa yang membuat Yonghwa seperti ini. Tubuhnya tiba-tiba bergerak menuju kamar, kemudian sibuk mencari ponselnya. Begitu dapat, walau dengan tangannya yang bergetar, ia menuliskan sebuah pesan singkat.

Aku melihat penampilanmu bermain gitar. Jungmo-oppa telah berhasil membuatmu menguasai gitar. Aku ikut senang, Hyun ^^

-Yong

________________________________________________________________________

“Dia melihatnya…” ujar Seohyun sambil mendekap ponselnya itu erat. Senyuman pun mulai terpancar dari wajahnya. Beberapa detik kemudian, ponselnya bergetar. Sebuah nama tertera pada layar ponselnya, dan itu membuatnya kaget bukan main. “O-Omo~ A-A-Apa y-yang harus kulakukan?”

Yobose…yo?” akhirnya Seohyun memutuskan untuk menerima panggilan itu.

“Hyu~n” panggil si penelepon, dalam sekejap membuat Seohyun tersipu malu.

“Ah, n-nee” balas Seohyun, gugup.

“Aku tak tahu kalau kau meneleponku seminggu yang lalu? Apakah ada hal yang ingin kau bicarakan?”

“Ng?” balas Seohyun.  Andwae. Seminggu yang lalu,itu adalah saat aku memberitahunya untuk menonton penampilanku hari ini. Untuk apa dia menanyakannya? Apa dia… sedang melakukan ‘mildang’ denganku?

“Ah, mungkin kau hanya tak sengaja menekan nomorku ya? Baiklah kalau begi—“

“—Oppa, apa kau benar-benar tidak ingat?” potong Seohyun cepat. “Lalu… bagaimana bisa kau menonton penampilanku hari ini kalau kau tidak ingat?”

“E-eh? Aku… Tak sengaja menontonnya?”

Seohyun mulai meratuki dirinya sendiri. Yah, Joohyun, apa kau dengar? Yonghwa-oppa hanya tak sengaja menonton penampilanmu! Aish, lalu seminggu kemarin, dan bahkan sampai detik ini… apa gunanya kau terus gugup, bahkan sampai tak tenang tidur?!

“Tapi penampilanmu hebat… Kau benar-benar hebat, kau bisa mempelajari hal baru dengan begitu cepat. Kim Jungmo-sunbaenim pasti sangat bangga padamu, Hyun..” lanjut Yonghwa, yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa berbicara dengan Seohyun seperti sekarang ini.

Seohyun terpaku. Ingin sekali rasanya ia membalas ucapan Yonghwa. Ingin sekali ia katakan sejujurnya bahwa… Oppa, kaulah yang membuatku tertarik pada gitar. Aku mempelajari cara bermain gitar dengan Jungmo-oppa supaya suatu saat, aku bisa memberikanmu kejutan seperti hari ini. Tapi sepertinya aku gagal…

“Baiklah, Hyun, hehe… Kukira seminggu yang lalu, kau merindukanku. Tapi ternyata bukan begitu ya? Hahah, baiklah, aku akan matikan telepon ini—“

Oppa neo jjinja!

“E-eh?! Hyun?”

“Kau tau? Seminggu yang lalu aku meneleponmu karena saat itu aku sangat merindukanmu! Tepat saat melihatmu di konser Blue Night, tepat saat melihatmu secara spontan mengatakan ‘Love really come’, tepat saat melihatmu menyanyikan Love Light secara akustik, saat itu… aku penasaran bukan main untuk siapa kau melakukan itu semua. Saat itu juga aku sadar kalau—“

“—Sst… Sudah, sebelum kau malu karena telah meluapkan semua perasaanmu tentangku, lebih baik aku saja yang mempermalukan diriku sendiri” ujar Yonghwa.

“…”

“Bersiaplah Hyu~n… hehehehe” lanjut Yonghwa, sambil terkekeh. “SEOHYUN-AAH, SARANGHANDAA!! BOGOSHIPDAAarrghh! YAAA!! Jungshin! Berani-beraninya kau mencubit pipi hyung-mu!”

“Habis kau berteriak seperti itu, hyung! Berisik!”

“Yah, kau tidak tahu? Ini adalah Busan style!”

Seohyun tersenyum. Sesekali, ia tertawa kecil mendengar pertengkaran kecil antara Yonghwa dan Jungshin, yang masih belum berakhir.

“Seohyun-aa, ayo saatnya kita perform bersama-sama!” ajak Hyoyeon, seketika membuat Seohyun panik.

Seohyun pun dengan tergesa-gesa bergegas mempersiapkan dirinya. Namun, ia masih menyempatkan untuk berbisik melalui ponselnya, “Nado, Oppa”, sebelum pergi—menyusul para eonni-nya yang telah bersiap di atas panggung.

-FIN-

4 thoughts on “[Ficlet] I Miss You

  1. aaaahhhh keren…. :) :) yongseo moment…
    aku baru tau kalau yong bilng “Love Really Come” aaaaahhhh sumpah seneng dengernya….. #walau terlambat….

    aduh thor di tunggu ff yongseonya…. :) :D

    • iya, yong blg gitu tapi ga tau maksudnya apa..
      ada fans yang sempet ngerekam yong oppa pas blg “Love Really Come” cuma aku lupa linknya ehehe .__.

      sipp, kalo ada ide, pasti buat ff yongseo lg ^^
      gomawo udh baca & komen ^^

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s