[Special] New Year’s Miracle

Tittle: New Year’s Miracle

Author&Artworker: I’am Vivi Elf

Cast:  Lee Chaerin(CL 2NE1), Kwon Jiyong (GD Big Bang)

Support Cast: Sandara Park(Dara 2NE1), Choi Seunghyun (Top Big Bang) as CL’s surgeon,etc.

Genre: Fluff,Romance

Length: Ficlet

***

newyearsmiracle

 

Dip !

Dip !

Bunyi alat bantu pernafasan, menjadi pemecah keheningan. Seorang yeoja terbaring lemas diatas kasur.Wajahnya yang tenang, pucat dan sedikit berkeringat, mengisyaratkan sakit fisik yang teramat dalam.

Lee Chaerin. Begitulah orang menyapanya. Kecelakaan 5 tahun lalu membuatnya terbaring di tempat ini.

*Flashback*

“Oppa ! malhaebwa ! oppa punya hubungan apa dengan Sandara ? oppa, malhaebwa ! hikss..hikss”pekik Chaerin terisak. Namun namja disampingnya masih terus melihat kedepan, berkonsentrasi menyetir dengan benar.

“Berapa kali harus aku jelaskan, Chaerin ya ? trust me, chagi.. just trust me !”balas namja yang tak lain adalah namjachingu Chaerin. Jiyong. Namanya Kwon Jiyong.

“How ? how can I trust you ? you hug her, oppa.. I saw it by my self !”teriak Chaerin sengit. Jiyong mulai marah.

“You are my girlfriend ! so, you have to trust me ! aku tidak pernah punya hubungan apa apa dengan Dara. Harus berapa kali aku katakan hal itu ?”pekik Jiyong tak kalah sengit. Perlu dicatat, ini pertama kali Jiyong mengeluarkan suara tinggi pada yeojachingunya.

Mata Chaerin berkaca kaca. Chaerin paling benci  jika Jiyong marah seperti ini. Pundaknya bergetar, tandanya Chaerin sedang menahan tangis. Jiyong yang melihat hal ini mulai merasa bersalah. Tapi sekarang, emosinya lebih berkuasa.

“Turunkan aku..”

“What the..”

“Turunkan aku !!”pekik Chaerin. Jiyong berusaha mengabaikan permintaan Chaerin, dan terus memacu mobilnya.

“Yaak ! turunkan aku, nappeun namja ! hentikan mobilmu !”kali ini suara Chaerin benar benar keras

“Shireo !”balas Jiyong. Merasa ditantang, Chaerin mulai membuka pintu mobil disebelahnya

“What are you doing, Chaerin ya ? please stop, it’s dangerous !”bujuk Jiyong. Meski terdengar tenang, tapi sesungguhnya ia benar benar panik

“Chaerin ! stop ! Chaerin ! kau bisa cel..AAaaaaa !”

Tiba tiba saja, sebuah truk datang menyambar. Kecelakaan yang tidak dapat dihindari !  Jiyong terlempar keluar mobil, sedangkan Chaerin ? tubuh atasnya memang tidak terluka terlalu parah. Tapi kakinya tertusuk pecahan pecahan kaca. Darah terus mengalir.

“Chaerin ? arghh ! Chae..rin..”Jiyo berusaha bangkit. Meski mengeluarkan darah cukup banyak, tapi lukanya tidak terlalu parah dibandingkan yeojachingunya.

Kini Jiyong sudah berdiri tegak. Berjalan terseok seok untuk menghampiri yeojachingunya. Sesekali Jiyong terjatuh karena keram pada tubuhnya. Merasa tidak mampu lagi berjalan, Jiyong terjatuh dan pingsan.

Samar samar Chaerin melihat namjachingunya terjatuh. Orang orang mulai berdatangan. Chaerin terus menangis, hingga semuanya benar benar gelap

*Flashback Off*

Tes

Tes

Keluar cairan cairan bening dari mata tertutup Chaerin. Tentu saja, sakit Chaerin bukan hanya pada fisik. Tapi juga terletak di hatinya.  Ia ingin bangun dan memeluk Jiyong, setiap kali Jiyong menjenguknya.

Dia mendengar Jiyong bercerita. Bahkan saat Jiyong bernyanyi untuknya. Dia merasakan kehangatan saat Jiyong mencium pipinya, mencium tangannya. Tapi matanya sangat berat untuk dibuka. Ini menyiksanya ! semua ini menyiksanya.

***

*Jiyong Pov*

“Aaarrghh !!”aku membanting laptop yang ada dihadapanku.

Sial ! lagi lagi eomma membicarakan masalah perjodohan. Tega sekali mereka melakukan ini padaku dan Chaerin. Mereka tahu aku sangat mencintai  Chaerin. Tapi mereka selalu memaksaku menikahi Dara.

Aku benci semua ini ! aku mengutuk hidupku sejak kecelakaan itu ! kenapa Chaerin harus koma begitu lama ? wae ? aku tersiksa !

“Jiyong ah ! open the door ! mom want to talk !”terdengar teriakan seorang yeoja dari luar. Tentu saja eomma. Ani ! aku tidak sedang ingin berbicara, sekarang.

***

Pagi ini matahari bersinar seperti biasanya. Dengan bunga ditanganku, aku berjalan di selasar rumah sakit. Sudah 2 hari aku tidak menjenguk Chaerin. Aku benar benar merindukannya.

Orang orang tersenyum kearahku. Ya, kebanyakan dari mereka sudah mengenalku. Tentu saja karena seringnya aku menjenguk Chaerin.

Ah, tak terasa aku sudah berada di depan pintu ruang rawat Chaerin. Aku masuk perlahan, dan berjalan mendekat kearahnya. Chaerin tersenyum dalam lelapnya. Seolah tahu kehadiranku.

Aku kemudian mengelus rambutnya. Kebiasaan lama, susah dihilangkan, hehehehe.

“Chagi, aku datang. Apa kau masih belum puas tidur ? ireona ! kau sudah tidur selama 5 tahun ! ireona, chagi ya.. kau tidak kasihan padaku ? aku tahu aku menyebalkan. Tapi, aku menyayangimu..”ujarku lembut. Tapi mata Chaerin masih setia tertutup. Mulutnya pun terkunci rapat. Sesekali bibirnya bergerak halus. Tapi tidak terdengar suara yang keluar.

“Mwo ? nado ? nado saranghae ? hahaha.. gomawo, chagi ya..”aku lalu mencium pipi Chaerin.

“Chagi, aku harus bekerja. Aku ingin berlama lama denganmu. Keundae, orang orang jahat  berdasi yang memanggilku sajangnim itu memintaku untuk melupakanmu sejenak. Tapi kau jangan khawatir.. aku tidak akan melupakanmu barang sedetikpun. Ara ?”

“Chagi.. I have to go, now.. see you..”

***

“Huahh..capek sekali”ujarku sembari menutup laptopku. Pekerjaan hari ini selesai. Tapi, badanku serasa remuk. Huhh..

Kulirik sekitar. Sudah sepi. Hanya tinggal beberapa karyawan yang lembur. Kulirik kearah jendela. Sudah gelap. Ah, rupanya sudah malam. Rasanya cepat sekali siang berganti malam. Ani, mungkin aku saja yang tidak menyadarinya.

Aku berjalan keluar dari kantor.  Di mobil, aku tidur sejenak. Kemudian segera memacu mobil menuju rumah.

***

“Oh, Jiyong ? sudah pulang ?”tanya eomma.

“Ne”balasku singkat, lalu duduk di sofa, di dekat eomma.

“Pertemuan dengan keluarga Park sudah diatur. Kita akan bertemu pada malam tahun baru”

“Eomma ! bukankah sudah aku bilang aku tidak mau ?”

“Ani ! kau harus menikah dengan Dara ! sampai kapan kau akan menunggu Chaerin ? sampai kapan, huh ? eomma hanya ingin kau bahagia, Jiyong ah ! untuk kali ini dengarkan eomma !”pekik eomma. Geureh, aku tahu niat eomma baik. Keundae, aku tidak ingin mengkhianati cintaku dan Chaerin. Tapi, melihat eomma seperti ini, aku jadi bingung harus melakukan apa.

“Eomma..”

“Geureh.. eomma beri kau kesempatan. Meskipun ini mustahil, tapi.. kau bisa tidak menikahi Dara, asalkan kau bawa Chaerin ke hadapan eomma pada malam tahun baru. Hanya hal itu yang bisa membatalkan pernikahanmu dan Dara..”

“Eomma ! it’s impossible !”

“Do it with your love, Jiyong !”

***

Ini sudah tanggal 29, keundae.. belum ada perkembangan dengan Chaerin. Oh tuhan ! apa yang harus aku lakukan ? aku tidak ingin mengkhianati Chaerin dengan menikahi Dara.

“Oh, Tn.Kwon ? kenapa tidak masuk ?”aku menole ke samping. Ah, rupanya Choi surgeon. Perlu kalian ketahui, Choi surgeon sebenarnya menyukai Chaerin. Dia dulu adalah sunbaeku dan Chaerin di SMA. Ketika aku dan Chaerin naik ke tingkat 2, dia pindah ke America. Kenapa aku memilihnya sebagai dokter untuk Chaerin ? aku punya 2 alasan. Pertama, karena ia lulusan America. Tentu saja, dia memiliki bakat yang tidak dapat diremehkan.  Kedua, karena..dia mencintai Chaerin. Bahkan hingga saat ini masih mencintai Chaerin. Oleh karena itu, artinya ia akan merawat Chaerin dengan sangat baik. Begitulah caraku berfikir.

“Kau..mau menanyakan keadaan Chaerin ssi  ?”tanya Choi surgeon dengan hati hati. Aku mengangguk cepat. Berharap berita baik meluncur dari bibir dokter hebat dihadapanku ini.

Namun wajahnya perlahan berubah. Aku melihat kekecewaan disana. Ah, andwae ! aku tidak ingin menebak nebak. Aku terlalu takut untuk kecewa lebih dulu.

“Keadaannya..tidak terlalu baik. Ani, maksudku tidak ada perkembangan yang berarti. Aku menangani banyak pasien, tapi Chaerin benar benar membuatku putus asa. Ara, tidak seharusnya seorang dokter berkata putus asa. Tapi aku hanya ingin jujur, Chaerin sudah seperti mayat hidup”ungkapnya. Aku mengerti, sudah lebih dari seratus kali aku mendengar kalimat ini.

Tes

Tes

Ah, memalukan ! kenapa aku menangis di depan Choi surgeon ?

“Kau menangis, Tn.Kwon ?”tiba tiba saja ia bertanya. Ah, aku malu sekali. Apa yang harus kulakukan

Lihat itu ! sekarang dia tertawa. Ish ! ingin kutendang wajahnya itu !

“Anio ! aku tidak menangis !”pekikku membela diri. Suasana hening seketika

“Lap dulu ingusmu itu !”

***

Aku sedang memandangi kalender kesayanganku. Ah ! rupanya sudah tanggal 31. Malam ini, aku harus makan malam dengan keluarga Park, sesuai titah eomma. Apa lagi yang bisa kulakukan ? Chaerin hingga kini belum memberikan harapan postitif. Mungkin, semua memang harus berakhir seperti ini.

“Oppa..”

“Ne ? Oh, Dara ah ! sedang apa disini ?”tanyaku. Dara mendudukkan dirinya disampingku. Ia lalu mengambil kalender yang ada ditanganku.

“Tumben oppa memperhatikan tanggal”komentar Dara, lalu menatapku penuh tanya. Aku hanya memalingkan wajah

“Lupakan saja, hehe.. oppa, mau temani aku berjalan jalan ?”sambungnya. Aku masih diam, hingga Dara menarik lenganku. Aku pasrah mengikutinya dari belakang.

***

Author Pov

AT KWON FAMILY’s HOUSE (DINNER)

Kedua keluarga sedang larut dalam pembicaraan mereka. Sesekali terdengar gelak tawa. Tentu saja, membicarakan hal hal ringan seperti urusan bisnis, pengalaman menarik, dan lain lain. Salah seorang namja yang berkemeja kotak kotak, dilapisi blazer putih yang membuatnya terlihat sempurna, hanya memandang nanar makanan di hadapannya. Pikirannya terus melayang layang.‘Aku tidak mau begini. Aku ingin Chaerin’batinnya

“Ah, bagaimana jika pernikahannya 2 minggu kedepan saja ?”usul  Mrs.Park

“Sure, lebih cepat lebih bagus”komentar namja paruh baya disampingnya

“Jiyong ah, kau sakit ? dari tadi diam saja”tanya Mr.Park, yang hanya dibalas gelengan dari Jiyong

“Jiyong, Dara.. kalian memang benar benar terlihat serasi. Baju kalian pun selaras. Whoa ! ini pertanda jodoh !”komentar Mrs.Kwon

Pembicaraan pun kembali berjalan serius. Jiyong sesekali menghela nafas berat. Ini semua memang tidak seperti yang dia harpkan. Hatinya sakit sekali ketika pembicaraan semakin dalam kea rah pernikahan. Rasanya Jiyong ingin berlari meninggalkan tempat ini. Ya, berlari menghampiri Chaerin yang sedang membeku ditempatnya. Namun otak Jiyong melarangnya untuk melakukan hal gila itu.

***

Oppa, kenapa rasanya sakit sekali ?

Hatiku tidak pernah sesakit ini..

Jelaskan apa yang terjadi ! jebal..

Hatiku sangat gelisah malam ini. Oppa..jeongmal..appo..

***

“Umma..”ujar Jiyong tiba tiba. Jelas semua mata tertuju padanya. Eommanya menatapnya bingung. Sedari tadi Jiyong terus diam. Tapi tiba tiba saja..

“Shireoyo, umma !  I can’t, and I don’t wanna do it !”ujar Jiyong lantang. Semua masih menatapnya bingung.

“Apa maksudmu, Jiyong ?”tanya ummanya

“Aku tidak ingin menikah dengan Dara. Aku tidak mencintai Da..”

Plak !

Sebelum  Jiyong menyelesaikan kalimatnya, tamparan sudah mendarat mulus di pipinya. Semua shock dengan kejadian barusan.

“Apa yang kau lakukan ? apa lagi alasanmu ?”pekik umma Jiyong emosi. Mr.Kwon sedang berusaha menenangkan isterinya, tapi gagal.

“Nan..Chaerin saranghamnida”

“Mwo ? umma sudah beri kau kesempatan membawanya kemari. Tapi kau tidak mampu. Dengan kata lain, kau harus menikahi Dara ! Ara ??”

“Belum.. aku belum gagal, umma.. malam ini belum berakhir. Aku akan bawa Chaerin kemari. Aku akan tunjukkan pada umma, pada kalian semua !”pekik Jiyong. Mrs.Kwon ingin mencegah saat Jiyong berlalu pergi. Namun, Jiyong terlalu cepat menghilang di balik pintu keluar.  Kemana Jiyong ? tentu kalian sudah tahu.

***

Tap

Tap

Langkah itu mulai mendekat. Semakin dekat, dan benar benar dekat. Namja yang disapa Jiyong itu mulai menggenggam tangan yeoja dihadapannya. Yeoja yang sedang terbaring lemas.

“Chagi.. oppa datang. Kau tidak mau memeluk oppa ?”ujar Jiyong. Dia masih berharap Chaerin akan membuka matanya. Harapan yang tidak pernah pupus selama 5 tahun ini. Choi surgeon ikut sedih melihat keadaan Jiyong saat ini. Rambut acak acakan dengan wajah kusut. Hati kecil Choi surgeon ikut berdoa agar Chaerin membuka matanya.

“Chagi.. bangun chagi ! kau membuatku kesal !”pekik Jiyong.

Senyap. Masih senyap. Chaerin tak kunjung membuka matanya, yang sudah tertutup selama 5 tahun. Seolah tak pernah bosan, Jiyong terus memaksa Chaerin membuka matanya.

Tes

Jiyong kaget. Tangannya basah. Setelah menatap kearah Chaerin, ia sadar darimana datangnya tetesan bening ini. Chaerin menangis, seolah tahu perasaan Jiyong saat ini.

Diipppp..diiip..

Choi surgeon berjinjit kaget. Diliriknya alat bantu Chaerin. Garis garis yang awalnya bergelombang itu mulai menjadi sebuah garis lurus. ‘Oh tuhan ! Chaerin..’

“Tn.Kwon..”Choi surgeon mencoba menyampaikan yang terjadi

“Andwae ! andwae ! Chaerin !!! ireona !!!”pekik Jiyong bercampur airmata. Ternyata ia sudah mengetahui yang tejadi. Jiyong terus mengguncang guncangkan tubuh pucat Chaerin.

“Ireona !!!  nappeun yeoja !!! aku menunggumu 5 tahun !!! ireona !!!”sambungnya. Lututnya melemas, hingga tubuhnya terduduk dilantai. Choi surgeon mencoba membantunya berdiri. Tapi Jiyong menepis tangannya.

“Obati dia !”

“Tn.Kwon.. dia sudah..”

“Obati dia, bodoh ! sialan kau ! obati dia !”Jiyong mencoba memukul Choi surgeon

“Aku tidak bisa mengobati orang yang sudah meninggal ! hentikan semua ini, dan biarkan dia pergi dengan tenang !”bentak Choi surgeon. Jujur saja, bukan hanya Jiyong yang bersedih. Tapi Choi surgeon juga merasakan sakit yang mendalam. Ia pun mencintai Chaerin.

Jiyong terdiam. Sekelebat bayangan muncul diotaknya. Saat dia dan Chaerin berpelukan, saat mereka berjalan bersama di musim salju. Bahkan saat mereka pertama bertemu.

‘Inikah akhirnya ? baiklah, aku akan pergi bersamamu’

Jiyong lantas berlari keluar ruangan, dengan keadaan yang menyedihkan. Choi surgeon mencoba mencegahnya, tapi lagi lagi Jiyong terlalu cepat.

***

“Kenapa kau mengambil Chaerin ? wae ? apa aku orang yang jahat, sampai kau mengambilnya dari hidupku ? aku bahkan menunggu selama 5 tahun untuk bersamanya. Tapi, sekarang kau malah mengambilnya ?”teriak Jiyong. Perlu diketahui, ia saat ini sedang berdiri di atap rumah sakit, dan dapat melompat kapan saja dia mau.

“Tuhan memang tidak adil”lirihnya.

Ia melihat kearah langit. Banyak bintang yang menghiasi, seolah melarangnya untuk meninggalkan dunia yang indah ini. Tapi apalah artinya dunia yang indah ini, jika tanpa kehadiran Chaerin ?

“Umma..abeoji.. mian. Aku bukan putra yang baik”

Jiyong menarik nafas panjang. Menatap lurus kedepan. Tidak ! dia tidak ingin melihat kebawah. Dia tidak ingin melihat dan terpengaruh untuk mengurungkan niatnya.

“Chaerin ah ! SARANGHAEYO !!”pekik Jiyong dan bersiap meloncat

“Nado Saranghaeyo, Kwon Jiyong !!”balas seseorang. Jiyong merasa tak asing dengan suara itu. Jiyong mencoba berteriak sekali lagi.

“Chaerin ! Saranghaeyo !!”

“Nado Saranghaeyo, oppa !!”suara yang sama. Kali ini semakin mendekat. Jiyong merinding. Sekali lagi dia berteriak.

“Chaerin ! Saranghaeyo !!”pekik Jiyong untuk ketiga kalinya

“Ish ! apa waktu 5 tahun membuatmu tuli ? aku bilang, aku juga mencintaimu !!!”omel orang yang sama. Jiyong menoleh kebelakang.  Matanya membulat sempurna. Jiyong turun dan mendekati yeoja yang sedang duduk di kursi roda itu.

Jiyong mengamati dengan sangat teliti. Memastikan bahwa penglihatannya kali ini memang baik baik saja.

“Chae..Chaerin ah ?”tanya Jiyong hati hati. Yeoja dihadapannya mengangguk cepat, sambil tersenyum lebar. Jiyong masih mengamati Chaerin lekat. Jiyong menyentuh kening Chaerin. Lalu berpindah ke hidung mancung Chaerin. Tak cukup, Jiyong lalu menyentuh rambut Chaerin.

“Apa aku secantik itu ? sampai sampai kau seperti melihat hantu, oppa..”goda Chaerin.

“Kau.. benar benar Chaerin ?”tanya Jiyong

“Ne !”jawab Chaerin tegas. Lama lama dia juga mulai kesal dengan tingkah Jiyong, yang tidak ingin cepat percaya bahwa ia adalah Chaerin.

“Chaerin ?”

“Ne ! annyeonghaseyo, joneun Lee Chaerin imnida !”Chaerin berusaha tersenyum ramah, meskipun sudah sangat kesal. Bukan hal lucu kalau Chaerin emosi, dan melempar Jiyong dari atap gedung bertingkat ini. Itu akan menjadi tragedi yang sangat aneh.

Mata Jiyong berbinar. Tanpa basa basi, ia langsung menggendong Chaerin meninggalkan atap.

“Apa yang mau kau lakukan ? turunkan aku !”

“Ani, kita harus cepat menemui umma.. kita harus menemui  umma, chagi..”jelas Jiyong masih tetap berjalan.

Chaerin terus memandang wajah Jiyong. ‘Tidak ada yang berubah’batinnya

Dada Jiyong naik turun karena beban berat(?) yang digendongnya. Keringatnya terus bercucuran. Chaerin merasa kasihan dengan Jiyong. Ia lalu mengelap keringat namjachingunya yang masih terus bercucuran. Jiyong tersenyum dan masih tetap berjalan. Bahkan….sedikit berlari.

“Aku berat, ya ?”tanya Chaerin. Jiyong menggeleng

“Kau tidak berat. Tapi sangat berat”ejek Jiyong. Chaerin mengumpat kesal

***

“Umma !”teriak Jiyong dari luar rumah. Tepatnya, di taman depan rumahnya. Beberapa detik kemudian, bermunculan orang orang dari dalam rumah.

“Umma, lihat ! aku membawa Chaerin !”

“Dan dalam keadaan sadar !”pekik Jiyong

Semua mata tertuju pada Jiyong dan Chaerin. Tak dapat dipungkiri raut kaget dari semua orang yang melihat kedatangan mereka. Umma Jiyong berjalan mendekat.

“Kau..sudah sadar ?”tanya eomma Jiyong langsung

“Ne, ahjumma..”jawab Chaerin lantas tersenyum manis

“Bagaimana, eomma ? aku menang ?”tanya Jiyong. Eommanya meneteskan air mata, lantas memeluk Jiyong dan Chaerin

“Mian, mian.. eomma selalu memaksamu. Mian..”

“Kau boleh memilih jalan yang kau mau.. kau.. boleh menikahi orang yang memang kau cintai”

Mereka kembali berpelukan. Keluarga Park hanya diam. Tanpa ekspresi.  Di satu sisi, mereka merasa terharu. Tapi di sisi lain, mereka merasa sedih. Perlahan Dara berjalan mendekati Jiyong.

“Oppa, berbahagialah.. aku akan selalu mendoakanmu”ujarnya tulus. Jiyong hanya tersenyum lalu mengangguk pelan

***

Sudah 5 menit kedua insan ini terpaku dalam diam. Kini tinggal mereka berdua yang ada di taman. Yang lainnya sudah pergi sejak 30 menit yang lalu.

“Aku tidak menyangka..kau sadar..”ujar Jiyong

“Nado..seperti ada sesuatu yang memaksaku untung sadar, oppa.. dan aku..tidak mengerti dengan hal itu”jelas Chaerin. Mereka kembali diam. Tenggelam dengan pikiran masing masing.

“Ah ! tapi.. jelaskan dulu ! bagaimana kau bisa naik ke kursi roda, dan menghampiriku di atap !”tany Jiyong tak sabaran

“Seunghyun oppa..dia membantuku”ujar Chaerin singkat

“Membantumu ? bagaimana caranya ?”tanya Jiyong lagi

“Aku tiba tiba saja sadar. Lalu aku meminta kursi roda. Dia langsung berlari keliling rumah sakit untuk mencari kursi roda. Begitu dapat, dia membantuku naik ke kursi roda, dan mengantarku sampai ke atap”jelas Chaerin

“Seunghyun oppa sangat baik, kan ?”ujar Chaerin

“Chankam..sejak kapan kau memanggilnya oppa ?”tanya Jiyong sinis. Ciri ciri orang cemburu XD

Chaerin melirik namjachingunya, yang sedang melancarkan aksi ngambeknya. Chaerin tersenyum jahil.

“Kau cemburu, ya ?”tanya Chaerin

“Ani. Biasa saja”bohong  Jiyong. Tiba tiba saja petasan meluncur bebas di langit hitam. Menjadikan langit sangat indah dan menarik. Chaerin berlari ke depan untuk melihat petasan lebih jelas. Chaerin melompat lompat senang.

“Oppa ! kemarilah ! ayo kita lihat petasan bersama. Sudah 5 tahun aku tidak melihat ini !”pekik Chaerin. Mata Jiyong melotot sempurna. Ia berjalan mendekati Chaerin.

“Chagi, kau..kakimu..kau bisa..berdiri ?”ujar Jiyong tak percaya. Chaerin berhenti melompat. Ia lalu melirik ke bawah. Ekspresi kaget tergambar jelas dari wajahnya.

“Aku.. kyaaaa ! aku bisa berdiri !”teriak Chaerin lalu berhambur ke pelukan namjachingunya. Untuk sekian menit, mereka masih setia dengan posisi itu. Keduanya sama sama meneteskan air mata. Tapi segera menghapusnya. Maklum, ingin terlihat cool  (?)

“Aku sekarang percaya dengan keajaiban tahun baru”lirih Chaerin. Perlu dicatat, Chaerin tidak pernah percaya dengan keajaiban tahun baru. Setiap teman temannya membicarakan keajaiban tahun baru, ia selalu bersikap acuh. Ini pertama kalinya dia mengatakan percaya keajaiban tahun baru.

Jiyong memandangi wajah kagum Chaerin. Melihat Chaerin tersenyum kearah langit, Jiyong ikut tersenyum. Merasa diperhatkan, Chaerin melihat ke arah Jiyong.

“Chagi.. poppo..”pinta Jiyong. Chaerin tertawa

“Hahahaha..shireo !”ia lalu memeletkan lidahnya..

“Kau tidak rindu aku ? ayolah, cium sekali saja. Di pipi, ne ?”sambung Jiyong. Chaerin mendekat, semakin dekat..hingga nafasnya mengenai kulit Jiyong. Jiyong menutup matanya. Lalu Chaerin berhenti sejenak, dan berkata..

“Lap dulu ingusmu itu !”

***

END

***

Whuaaa ! gimana ? ancur ? gak memuaskan ? itulah karanganku..hehe..

Mian for typo. And… HAPPY NEW YEAR !!!

19 thoughts on “[Special] New Year’s Miracle

  1. kereen!! plus aku suka pairingnya… yaa..walaupun aku lebih ngefans sm couple sugen tapi 21bang juga keren :D *nama couple 2ne1 sm big bangnya bener ga sih?

  2. wahh keren :D hehe suka sama ff-nya hehe, kirain cl ga bakal bangun, ehh tau2nya bangun :D hehe lucu dah sih GD disuruh lap ingus dulu -.- wkwk
    Nice ff thor heheh, mngkin perlu diperhatikan lagi cara penulisan ff yg benar hehe ..

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s