PART 1: Yellow House No.11

image

Title
Yellow House No.11
[School Detective 2 ]

Author
Yoo Jangmi

Genre
Teen-romance; Thriller; Mystery; School; Fantasy

Length
Short Story (3-5 Chapters )

Rating
PG13

Cast
INFINITE’s L; A-Pink’s Naeun; SHINee’s Taemin; EXO-K’s Sehun; f(x)’s Krystal; 4minute’s Sohyun; etc~

Disclaimer
I own this FF, but not the cast *wink*. After you read, please Comment, Like (if you like it), and feel free to ask anything to me (?) XD No plagiarism and silent readers -_-v

Note
Hi~ ga mau ngomong apa-apa, cuman mau bilang, FF ini adalah School Detective 2 ngehehe. Dan FFku yang satu lagi di cancel dulu :c selain karena kurangnya peminat, juga karena aku sibuk (menjelang UN heu ;__; ) *ini aja diem2 nulisnya-_-v* *plak XD so..Happy Reading!
———————————————————————————————————————————
On Going!
Part 1

Naeun melihat kartu rapornya dan menghela napas panjang. Ia menunjuk jumlah absensinya dengan jari telunjuknya yang bergetar. “astaga…” gumamnya frustasi.

“yah! bagaimana rapormu?” tanya Taemin sambil tersenyum pada Naeun yang terlihat lesu. “absensinya…buruk sekali. pfft nilaiku menurun” ujar Naeun.

Kalau murid lain yang memiliki kartu rapor seperti miliknya, pasti sudah meloncat kegirangan karena nilai yang hampir sempurna semua. Tapi bagi Naeun, ada penurunan. Terutama absensinya. Sejak bergabung dengan tim detektif Taemin, ia sering membolos. Ya, dia boleh menyalahkan Soojung atas absensinya itu. XD

“tapi kau masih peringkat satu, satu dari semua murid kelas 11, kau pintar” kata Taemin berusaha menyemangati Naeun. “ya tapi…nilaiku turun” kata Naeun, ia melihat Soojung dan teman-temannya yang lain berjalan menghampiri mereka berdua. “dan absensiku parah sekali” kata Naeun lagi, kali ini sambil menatap Soojung. Soojung balik menatapnya dengan tatapan seolah berkata “apa?!”

“haha, sudahlah, rapormu itu jauh lebih baik daripada raporku yang…” Myungsoo tidak meneruskan kata-katanya—dan memang tidak berniat meneruskannya lagi.

“pokoknya sekarang liburan!! ayo jalan-jalan!” seru Sohyun penuh semangat, memecah keheningan yang sempat terjadi.

“semuanya, ayo kita ke rumahku, lalu pesan pizza, aku yang bayar” kata Sehun sambil tersenyum senang. “Bodoh, aku tidak makan pizza, itu akan membuatku gendut” kata Soojung protes. “terserah kau saja Galak, yang lain mau pizza” balas Sehun.

“kalian aneh” kata Sohyun polos (?). “aneh bagaimana?” tanya Soojung heran. “maksudku…orang lain pacaran biasanya memanggil chagi atau semacamnya, tapi kalian…hmm ‘Bodoh’ dan ‘Galak’ semacam nickname yang aneh-_-” kata Sohyun menjelaskan.

“aku lebih suka memanggilnya Bodoh” kata Soojung lalu mengambil sebungkus permen karet dari saku rompinya dan sekarang ia mulai mengunyah. Ia kelihatan semakin jutek sekarang.

“ayo pergi” kata Naeun sambil tersenyum. Mereka pun berjalan menyusuri koridor bersama-sama sambil tertawa membicarakan rencana-rencana liburan.

Sesekali Naeun menoleh ke belakang. “ada apa?” tanya Myungsoo sambil ikut melihat ke arah yang sama dengan Naeun. Naeun menggelengkan kepalanya. “tidak ada apa-apa” katanya pelan.

Sekali lagi ia melihat ke belakang untuk memastikan. Ia merasa sesuatu mengikuti mereka…

.

.

.

.

.

.

Sepulang dari rumah Sehun, Naeun tidak sengaja mengambil jalan yang salah. Ia terpaksa memutar melewati jalan sepi. Sendirian. Padahal sebentar lagi petang.

Ia menarik napas dalam-dalam dan menyusuri jalan sepi itu. Langkah kakinya terdengar sangat jelas.

Ketika ia sampai di depan sebuah persimpangan kecil, seorang wanita tiba-tiba berjalan keluar dari salah satu jalan dan sekarang berjalan beberapa meter di depan Naeun.

Gadis itu terdiam sesaat, lalu entah kenapa ia memutuskan untuk mengikuti wanita misterius itu dalam jarak aman. Wanita itu tampak mencurigakan bagi Naeun karena penampilannya yang tidak biasa.

Wanita aneh itu memakai rok panjang berwarna hitam, mantel (yang kelihatannya mahal) berwarna hitam dengan bulu binatang asli di sekeliling leher dan pergelangan mantel itu. High-heels-nya juga berwarna hitam, ia memakai topi hitam yang aneh, dan membawa payung hitam di tangan kirinya, serta tas tangan hitam di tangan kanannya. Bibirnya dipoles lipstick warna merah darah (?).

Naeun terus mengikuti wanita itu sampai akhirnya mereka sampai di sebuah rumah. Di depan pagar rumah, ia membuka tas tangannya untuk mengambil kunci rumahnya, dan tanpa sengaja—atau mungkin sengaja—selembar kertas jatuh dari tas itu. Seolah tak menyadari hal itu, wanita itu langsung masuk ke pekarangan rumahnya. Ia membuka pintu rumahnya lalu masuk ke dalam.

Naeun yang mengintip dari balik pohon besar, merasakan keanehan. Seakan-akan wanita itu tahu Naeun sedang mengikutinya.

Setelah ia rasa cukup aman, Naeun keluar dari persembunyiannya dan berjalan perlahan ke depan pagar rumah, tempat lembaran kertas tadi jatuh. Ia berusaha tidak membuat sedikitpun suara.

Diambilnya kertas itu dan dilipat-lipatnya setelah itu ia masukan ke saku rompinya. Ia memperhatikan rumah itu sesaat.

Rumah kecil itu bercat kuning, tampak biasa. Di pintunya ada semacam plakat (?). ‘No 11’.
Rumah itu rumah no. 11

Naeun berjalan menjauhi rumah itu dan kembali ke jalan yang seharusnya ia tempuh untuk sampai ke rumah.

Sambil berjalan, ia terus berusaha meningat, karena ia  merasa pernah melihat sesuatu tentang rumah kuning dengan no. 11 itu.

“ah, benar sekali, surat itu. Surat yang terbang melalui jendela kelas waktu itu” batin Naeun, sekarang ia mencoba mengingat dimana ia meletakan surat itu.

Naeun sampai di depan rumahnya. Ia membuka pintu rumah dan cepat-cepat masuk ke dalam. Di rumahnya tidak ada orang, hari ini eomma-nya dan adiknya pergi ke rumah bibinya.

Naeun segera masuk ke kamarnya, ia menggantung tas dan rompi seragamnya. Setelah itu ia melempar dirinya ke tempat tidurnya yang empuk dan dilapisi seprai berwarna biru kehijauan.

“ah…aku harus telpon Taemin..atau Myungsoo…atau keduanya saja” gumam Naeun. Ia merogoh saku seragamnya dan mengambil ponselnya.

Sebenarnya ia juga ingin menghubungi Sohyun, Soojung, dan Sehun tapi nomor mereka tidak sengaja terhapus dari ponselnya beberapa hari yang lalu. Dan ia belum sempat minta lagi.

Setelah menghubungi Taemin dan Myungsoo, meminta mereka datang ke rumahnya, Naeun duduk di atas tempat tidurnya, menunggu bel rumah berbunyi.

“ayolah kenapa lama sekali sih” kata Naeun dalam hati. Sambil menunggu ia memutuskan untuk mencari surat yang dulu itu.

Ia turun dari tempat tidurnya, dan menggeledah seluruh laci, saku mantel bahkan lemari pakaian. Tapi tidak ada.

Sekarang ia beralih ke meja belajar dan ditemukannya surat itu terselip diantara buku fisikanya. Naeun mengambil surat usang itu, lalu berjalan ke gantungan tempat ia menggantung rompinya tadi.

Ia merogoh saku rompi itu dan mengambil surat kedua, yang baru saja ia temukan tadi.
Beberapa saat kemudian terdengar bunyi bel rumah.

“oh itu mereka” gumam Naeun, ia segera keluar dari kamarnya, menuju ke ruang tamu dan membukakan pintu depan rumah.

“annyeong…ng..masuklah” kata Naeun canggung. Myungsoo dan Taemin langsung masuk ke dalam. Naeun menyuruh mereka duduk di ruang tamu.

“mianhae, aku mendadak meminta kalian ke sini, ada sesuatu yang ingin ku tunjukan” kata Naeun sambil duduk di hadapan kedua temannya.

Ia meletakan kedua surat itu dengan posisi dibuka di atas meja.

“apa ini?” tanya Taemin. “ini, surat yang kutemukan di sekolah waktu itu, dan yang satu lagi aku baru saja menemukannya tadi sepulang dari rumah Sehun” kata Naeun sambil menunjuk kedua surat itu bergantian.

Taemin mengambil surat yang kedua dan membaca isinya.

untuk nona Lee

Terima kasih atas kirimannya. Ini lebih dari cukup. Oh ya, sebaiknya kau lebih berhati-hati lagi.

Ajuhsshi

Setelah itu, ia membaca ulang surat pertama (yang sudah pernah ia baca sebelumnya).
“ini seperti…surat kedua adalah balasan dari surat pertama” kata Taemin, tapi masih tersirat sedikit kebingungan di wajahnya.

“lalu ada apa dengan dua surat itu?” tanya Myungsoo. “begini, surat pertama menyebut-nyebut soal ‘Rumah Kuning no.11’ nah, aku menemukan surat kedua di depan sebuah rumah bercat kuning no.11 , surat itu jatuh dari tas milik seorang wanita aneh berpakaian serba hitam” cerita Naeun.

“jadi sudah pasti kedua surat itu saling berhubungan, tapi siapa wanita itu dan ‘ajuhsshi’ dalam surat ini? dan apa yang mereka lakukan?” kata Myungsoo.

“aku ingin tahu…” kata Taemin.
Mendengar kata-kata Taemin, mereka bertiga saling pandang, dan mengangguk pelan. Mereka tahu mereka sedang memikirkan hal yang sama.

“oke, kita bertemu lagi besok di Blue Lantern, jam 10 pagi”

.

.

.

.

.

.

[besoknya…]
10:00 A.M
-Blue Lantern Caffe-

Taemin, Soojung, dan yang lainnya sudah berkumpul di sana, di meja pojok tempat mereka biasa duduk.

“oke jadi ada apa ini?” tanya Soojung bingung. Naeun mengeluarkan dua lembar surat yang sudah ia analisa (?) bersama Taemin dan Myungsoo kemarin.

“wah ini surat yang waktu itu kan? dan ini…” kata Sohyun sambil menunjuk surat kedua. “apa maksudnya?” tanya Sehun.

“begini kedua surat itu berhubungan, surat kedua adalah jawaban dari surat pertama” kata Taemin.

“dan kedua surat itu berhubungan dengan sebuah rumah kuning no.11” tambah Myungsoo

“rumah itu dihuni oleh seorang wanita misterius yang aku yakin adalah nona Lee dalam surat itu” ujar Naeun.

“jadi? maksud kalian…kita punya kasus baru?!” kata Soojung, terdengar semangat dalam nada bicaranya. “yap begitulah” kata Naeun.

“bagus, ini menyenangkan! tapi…membingungkan” kata Sohyun sambil manyun, lalu melahap sepotong donat di piringnya (?)

“apa yang harus kita selidiki?” tanya Sehun—yang juga masih agak bingung.

“identitas kedua orang dalam surat, dan bisnis apa yang mereka lakukan. aku yakin pasti bisnis terlarang” kata Soojung, menjawab pertanyaan Sehun.

“yap kau benar, kita mulai misi ini besok” kata Taemin. Yang lainnya mengangguk setuju.

Sementara itu, di seberang jalan yang langsung menghadap ke Blue Lantern, seorang wanita berpakaian serba hitam berdiri sambil memayungi dirinya dengan payung hitamnya.

Evil smirk terbentuk di bibirnya yang dipoles lipstick warna merah darah.
“aku ingin lihat…seberapa mampu kalian memecahkan kasus ini, haha”

—TO BE CONTINUED—

*mian kalo kependekan-_-v* penasaran gak? hehe hope you like it XD this is School Detective 2 for you my readers kkk OuO keep RCL~ *ppyeong

36 thoughts on “PART 1: Yellow House No.11

  1. Huaa.. ^^ akhirnya School detective 2 ada ^^.
    awalnya, aku sempet nggak tertari buka cerita ini. tapi, begitu lihat ada tulisan School Detective 2 di bagian title, akhirnya aku buka juga. ^^
    bagus thor! cepet lanjutkan. penasaran ^^
    part 2 ditunggu!

  2. DAEBAKK!!!ada akhirnya ‘School Detective 2’, senang! ah ya, mian, school detective 1 part 8 ga sempet comment, jeongmal mianhaeeeeee :”

  3. Wahh kakak..
    Kirain ini bukan sequel’a ternyata ia..
    Gak jauh2 sama yang pertama..tetap misterius,
    Aku tunggu next chapternya ya kak author

  4. hya Yoo Jangmi-ssi!! daebakk! neomu2 daebakk! suka banget sama ff kamu yg satu ini! bener2 ff favorit saya :D
    ngga nyangka ya bakalan dibuat versi 2 nya. weheheh :D
    cepet dilanjutin ya. aku penasaraaaaaan banget! Jangmi-ssi, hwaiting!! ;)

  5. Each year management consultants in the Singapore receive more than
    $7 billion for their services. Much of this money pays for unsupported statistics and
    poorly prepared resource fo review services, local policies & procedure re-evaluation.

    Our business model is focusing in guarding and improves
    practice. We undertake a range of areas of activity,
    including SILP – our own unique framework of review.
    We, have greatly experienced and talented directors offer a wide variety of special
    consultation services to meet managers many needs.

    We together with you provides you with the research and mathematics tools to
    grow your share of the global market. We have integrated support that
    can help you get your business objectives through consulting
    on strategic issues, product development, marketing programs and channels for distribution.

    A common goal for a statistical research project is to identify causality, and in particular to draw a actionable conclusion on the effect
    of changes in the values of predictors or other variables on
    other variables or response. There are 2 major types of causal statistical
    studies: experimental study and observational study. In 2 types of studies,
    the effect of differences of an independent variable (or variables) on the behavior of the dependent variable are observed.

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s