PART 2: Yellow House No. 11

image

Title
Yellow House No. 11
[ School Detective 2 ]

Author
Yoo Jangmi

Genre
Teen-romance; Thriller; Mystery; School; Fantasy

Length
Short Story ( 5 Chapters )

Rating
PG13

Cast
INFINITE’s L; A-Pink’s Naeun; SHINee’s Taemin; EXO-K’s Sehun; f(x)’s Krystal; 4minute’s Sohyun
New Cast
SHINee’s Minho; Teen Top’s L.Joe

Disclaimer
I own this FF and the storyline, except for the cast(s). I just borrow their name ^^~

Note
hi! Part 2 is coming XD
Happy Reading!
NO SILENT READERS
NO COPYCATZ WITHOUT MY PERMISSION~!

=================================================================================
On Going!
Part 1
Part 2

Ini adalah hari pertama penyelidikan mereka. Pertama-tama Soojung membagi mereka menjadi dua kelompok.
“Seperti biasa. Taemin, Sohyun, dan Sehun, kalian bagian menyelidiki surat-surat itu. Aku, Naeun, dan Myungsoo, pergi ke rumah kuning itu” kata Soojung.

“baiklah, setelah selesai berkumpul di Blue Lantern seperti biasa” tambah Taemin. Semuanya mengangguk mengerti dan mulai mejalankan tugas masing-masing.

“ok, Naeun-ah, kau tahu dimana rumah itu kan?” kata Soojung. “ne, sebenarnya tidak begitu jauh dari rumahku” kata Naeun. “kita akan melakukan apa di sana?” tanya Myungsoo, ia masih agak tidak mengerti dengan rencana Soojung.

“kita masuk ke dalam tentu saja. Dengar baik-baik, setelah kita berhasil masuk ke dalam, kita cek semua benda yang ada di dalam rumah itu, kita juga harus melihat semua ruangan. Catat hal-hal yang mencurigakan, kalau buktinya tidak bisa diambil, foto saja” jelas Soojung.

Mereka pergi menuju ke rumah kuning itu dengan berjalan kaki, karena menurut Naeun, tempatnya tidak begitu jauh. Tapi tetap saja melelahkan. Naeun yang menjadi penunjuk jalan mereka.

“yah Son Naeun, kau bilang tidak terlalu jauh” kata Soojung sambil manyun. Kakinya sakit. Terlebih lagi ia salah memakai sepatu. “ng…ya begitulah, tidak terlalu jauh bukan berarti tidak jauh” ujar Naeun sambil nyengir.

Mereka sampai di depan pagar rumah kuning itu. Soojung membuka pagar yang ternyata tidak di kunci itu. Ia, Naeun, dan Myungsoo melangkahkan kaki mereka memasuki pekarangan rumah yang dipenuhi tanaman mawar merah.

Sampai di depan pintu rumah, Soojung mencoba membuka pintu itu, namun pintu itu dikunci.
“sial” umpat Soojung pelan. “ada apa?” tanya Myungsoo. “pintunya dikunci” kata Soojung.

Myungsoo memeriksa(?) pintu rumah itu, lalu melihat ke arah Soojung dan Naeun. “ada yang punya jepit rambut? atau sebatang kawat” kata Myungsoo.

Soojung dan Naeun saling pandang, lalu Soojung merogoh saku celana jeans-nya dan mendapatkan sebuah jepit rambut berwarna hitam.

“ini” kata Soojung sambil memberikan jepit rambutnya pada Myungsoo.
“oke ini bisa” ujar Myungsoo sambil mulai mengotak-atik lubang kunci pintu itu dengan jepit rambut milik Soojung, dan…

click!

Pintunya terbuka. Soojung menatap Myungsoo terheran-heran dan kagum. “whoa, aku baru tahu kau punya skill semacam itu” katanya. Myungsoo meniup jepit rambut di tangannya seolah habis melakukan sesuatu yang hebat. “yap tentu saja” katanya bangga.

Mereka melihat ke sekeliling ruangan itu dan semuanya tampak biasa. Rumah itu seperti rumah wanita tua yang biasa-biasa saja. Perabotan antik di seluruh rumah, lukisan-lukisan tua dan buku-buku tersusun rapi di rak-rak tinggi, seperti perpustakaan.

Semua terlihat biasa, bahkan kamar tidurnya juga tidak tampak mencurigakan. Ya, semuanya biasa saja sampai Naeun menemukan sebuah pintu kayu kecil berbentuk persegi di lantai dapur. Tepatnya di bawah meja makan.

“Soojung-ah! Myungsoo-yah! lihat apa yang kutemukan” kata Naeun sedikit berseru. Kedua temannya itu segera ke dapur dan menghampirinya.

“pintu apa itu?” tanya Soojung penasaran. “entahlah ini mencurigakan, ayo kita periksa” kata Naeun. Ia berjongkok dan membuka pintu itu, sambil berhati-hati agar kepalanya tidak menabrak meja.

Pintu itu berhasil terbuka. Tidak terlihat apa-apa. Hanya gelap, sepertinya ada ruangan lain di bawah sana. Semacam gudang atau ruang bawah tanah mungkin.

“siapa duluan yang turun?” tanya Soojung. “kau saja! kau kan laki-laki, ayo cepat” kata Naeun sambil menatap ke arah Myungsoo. “kenapa harus aku? kau saja duluan, kau yang menemukan pintunya” balas Myungsoo sambil menunjuk pintu kayu itu.

“sudah jangan banyak omong, cepat turun!” kata Soojung sambil menginjak kaki Myungsoo. Kalau Soojung yang menyuruh, ia tidak bisa membantah. Jujur saja, ia agak ngeri melihat sorot mata Soojung setiap gadis itu berada dalam misi. Sorot matanya berbeda dengan kalau ia sedang tidak dalam misi.

Myungsoo menarik napas dalam, lalu dengan hati-hati masuk ke kolong meja, dan menurunkan kakinya ke dalam pintu kecil itu. Kakinya menginjak sebuah anak tangga. Dengan hati-hati ia turun terus ke bawah.

“yah! ini tidak apa-apa, ayo cepat turun” seru Myungsoo dari bawah sana.

Naeun menghela napas, dan ikut turun ke bawah, setelah itu Soojung mengikutinya.

Ruangan bawah tanah itu sangat gelap. Dan dinding-dindingnya benar-benar tanah. Langit-langitnya juga. Lantainya juga.

Soojung mengeluarkan ponselnya dan menyalakannya untuk penerangan. Sekarang mereka bisa melihat, tapi masih kurang terang. “apa tidak ada obor, atau lentera minyak atau senter, apalah itu” kata Soojung sambil mengarahkan ponselnya ke dinding-dinding ruangan itu.

“pasti ada, coba cari terus” kata Naeun. “ini aku dapat senter” kata Soojung. Ia menemukan senter itu tergeletak di bawah. Seolah memang sengaja diletakan di sana.

Ia menyimpan kembali ponselnya, dan menyalakan senter itu. Sekarang mereka bisa melihat lebih jelas.

Ruang bawah tanah itu sebenarnya adalah lorong bawah tanah. Lorong itu terbagi-bagi lagi menjadi tiga cabang.

“berpencar?” tanya Soojung. “ide buruk” kata Myungsoo. “kita tidak tahu ada berapa cabang lorong lagi setelah yang tiga itu. Selain itu kita tidak tahu kemana lorong-lorong itu berakhir. Kita bisa saja  tersesat” lanjutnya.

“kau benar” kata Soojung setuju. Jadi mereka memutuskan untuk memeriksa setiap cabang lorong bersama-sama.

Memasuki lorong pertama. Di sana tidak ada apa-apa. Hanya lorong panjang yang gelap dan berujung buntu. Belum lagi banyak tikus di situ.
“ayo coba lorong kedua” kata Naeun sambil menghindarkan kakinya dari seekor tikus hitam besar.

Soojung mengangguk setuju. Mereka keluar dari lorong pertama, lalu berjalan menyusuri lorong kedua. Saat itu, Soojung merasakan kehadiran yang lain selain mereka. Ia melihat ke belakang, dan tidak melihat apapun. Tapi ia tahu ada seseorang atau sesuatu di situ.

Di lorong kedua, mereka menemukan pintu-pintu kayu. Dua diantara pintu-pintu itu menuju ke ruangan kosong. Sementara yang satunya, menuju ke sebuah ruangan yang dipenuhi tumpukan kardus.

Naeun dan Myungsoo menghampiri kardus-kardus itu dan membukanya. Di dalam kardus-kardus itu ada puluhan botol cairan aneh yang diberi label “Devil’s Tears”

“merek yang aneh, apa ini? minuman?” kata Myungsoo sambil memeriksa salah satu botol itu.

“ayo kita bawa satu” kata Naeun sambil mengambil satu botol, dan mengantonginya.

Soojung berdiri di ambang pintu, sambil berjaga dan menerangi ruangan untuk kedua temannya menggunakan senter. Ia masih merasakan kehadiran seseorang.

“hei sudah selesai kan? ayo kita pergi dari sini” kata Soojung, sedikit terdengar ketakutan atau mungkin kepanikan dalam nada suaranya. “tapi kita belum memeriksa lorong ketiga” kata Naeun. “kita bisa kembali nanti” kata Soojung.

Naeun dan Myungsoo mengangguk. Mereka berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan dan lorong itu bersama Soojung.

Di luar lorong itu, berdiri seorang laki-laki muda yang tinggi. Ia memakai masker hitam dan ada pedang di tangannya.

“sudah kuduga ada orang lain disini” gumam Soojung.

Laki-laki itu menatap mereka dengan tatapan yang tajam dan membunuh. “apa yang kalian lakukan di sini? dasar penyusup” kata laki-laki itu.

“Naeun-ah, Myungsoo-yah, kalian keluar dari sini. Aku akan mengurusnya dulu” kata Soojung dengan suara yang bergetar.

“tapi…” Naeun mencoba untuk membantah tapi Soojung memelototinya. “baiklah” ujar Naeun pelan.

“kajja” kata Myungsoo sambil meraih tangan gadis itu dan menariknya lari ke lorong ketiga. Awalnya Naeun agak bingung kenapa Myungsoo malah membawanya ke lorong ketiga, tapi akhirnya ia tahu kalau laki-laki itu punya rencana sendiri untuk kabur dari situ.

Soojung meniup poninya, dan menarik napas dalam-dalam.
“siapa kau?” tanya Soojung, laki-laki itu menarik pedangnya keluar. Soojung bisa melihat ada ukiran nama di pedang itu. ‘Choi Minho

“harusnya aku yang tanya siapa kau” katanya sambil menebaskan pedangnya. Tapi Soojung berhasil menghindar dengan cepat.

“kau tidak perlu tahu” jawab Soojung sambil menendang kaki Minho. Laki-laki itu tidak bereaksi dengan tendangan Soojung, walau sebenarnya sakit.

“aku perlu tahu, kau masuk ke wilayah yang tidak semestinya” kata Minho tenang sambil lagi-lagi berusaha menusuk Soojung.

“lalu kau mau apa? membunuhku? cobalah..kalau bisa” kata Soojung agak menantang.
Ia melompat-lompat kesana kemari dengan lincah menghindari tebasan pedang Minho.

“oh ya ngomong-ngomong, sekarang jamannya pistol, dan kau masih pakai pedang. So last season” kata Soojung sambil memberikan pandangan mengejek pada Minho.

“kau akan menyesal nona” kata Minho sambil menebaskan pedangnya lagi. Pedang itu hanya berhasil memotong ujung rambut Soojung. Sekarang rambut gadis itu jadi pendek sebelah.

“oh oh kau merusak model rambutku! sekarang kau yang akan menyesal” kata Soojung dengan nada bicara yang dibuat-buat (?)

Ia menendang Minho sampai jatuh ke tanah. Sebelum laki-laki itu sempat melawan, ia menginjak tangan Minho dengan sepatunya yang ber-heels .

“sakitkah? oh mian ini namanya pembelaan diri” kata Soojung. Ia kemudian memukul kepala laki-laki itu hingga pingsan.
Setelah itu ia segera pergi dari situ menyusul Naeun dan Myungsoo.

.

.

.

.

.

.

.

~Blue Lantern~

Naeun terus-terusan melihat ke pintu cafe dengan sorot khawatir di matanya. Soojung belum juga datang.

“bagaimana kalau ia mati?!” tanya Naeun panik. “ia tidak akan mati, tenanglah” kata Taemin yakin. Ia tahu Soojung tidak akan semudah itu membiarkan dirinya sendiri mati.

Beberapa menit kemudian, bel di pintu cafe berbunyi. Soojung masuk ke dalam Blue Lantern, dan langsung menghampiri mereka. Ia tampak ‘hancur’ dengan rambut yang pendek sebelah dan pakaian yang penuh bercak tanah.

“mian aku terlambat” katanya sambil duduk di sebelah Naeun.

Hening beberapa saat, lalu Taemin mulai bicara. “baiklah, bagaimana rumah kuning itu? mencurigakan? ada apa di sana?”

“kami akan cerita, tapi kau cerita duluan” kata Myungsoo. Taemin memutar matanya dan mendengus kesal. “geurae, Sehun-ah, kau saja yang cerita” katanya sambil menyikut Sehun.

“oh oke, jadi begini ceritanya…”

*flashback*

Taemin, Sehun, dan Sohyun kini berdiri di depan bangunan kantor pos. Mereka akan berusaha mencari tahu sumber surat itu.

Mereka masuk ke kantor pos itu dan menuju ke meja utama. Tapi tiba-tiba Sohyun teringat sesuatu dan menghentikan Taemin dan Sehun.

“tunggu dulu” kata Sohyun. Sehun dan Taemin memandangi Sohyun. “kantor pos pasti punya peraturan pengiriman surat, maksudku, surat yang mau dikirim harus lengkap detailnya. Seperti harus memakai amplop, ada alamat, nama pengirim, nama penerima dan sebagainya. Sementara surat-surat ini, hanya selembar kertas. Tanpa amplop dan keterangan, kantor pos tidak akan mengirim surat-surat ini kecuali…” Sohyun berhenti sejenak.

“kecuali salah satu petugas kantor pos adalah kaki tangan mereka” kata Sehun seolah bisa membaca pikiran Sohyun. “yap, kau benar” ujar Sohyun. Kali ini ia merasa dugaannya benar.

“jadi, mungkin saja salah satu orang di bagian pengiriman atau mungkin kurirnya adalah kaki tangan mereka…cukup masuk akal” kata Taemin.

Mereka melihat ke sekitar untuk memperhatikan kalau ada hal yang mencurigakan. Taemin menangkap pemandangan aneh di salah satu sudut(?) kantor pos.

Dua orang pria Jepang, yang satu memakai seragam kantor pos, dan yang satu lagi memakai jaket kulit dengan kerah dinaikan dan kaca mata hitam. Mereka membicarakan sesuatu dalam bahasa Jepang.

“Sohyun, ambil dompet pria yang pakai jaket kulit. Sehun kau pergi bersama Sohyun, dengarkan pembicaraan mereka.” kata Taemin. Sementara ia sendiri berjaga di pintu kantor pos kalau-kalau nanti keadaan tidak berjalan sesuai rencana.

Sehun berjalan ke meja etalase yang menjual kartu pos, yang terletak di dekat tempat kedua pria itu berdiri. Ia pura-pura sibuk memilih kartu pos, sambil menguping pembicaraan kedua pria itu. Pelajaran bahasa Jepang dari sekolah sudah lumayan cukup untuk membuatnya mengerti percakapan mereka.

Mereka berbicara tentang pengiriman paket.
“apapun paket itu, pasti bukan sesuatu yang baik. Dan petugas ini, pasti anak buahnya” pikir Sehun.

Sementara itu Sohyun bergerak seperti kucing. Sangat sigap dan rapi. Ia berjalan tanpa suara (?) dibelakang pria berjaket kulit dan menyambar dompet pria itu. Gerakannya sangat lembut dan sigap, sehingga pria itu tidak merasakan dompetnya telah diambil oleh Sohyun. Atau setidaknya begitulah yang Sohyun pikir.

Tapi pria itu tahu. Ia tersenyum jahat dan tiba-tiba berseru. “Gadis itu pencopet! tangkap dia!”

“astaga” gumam Sohyun kesal. Ia menyambar tangan Sehun dan menariknya. “ayo lari” katanya. “iya aku tahu kita harus lari, kau tidak perlu menarikku” kata Sehun sambil menarik lepas tangannya dari pegangan Sohyun.

“hyung! ayo lari” seru Sehun pada Taemin yang masih berdiri di dekat pintu. Taemin mengangguk dan segera berlari keluar dari kantor pos bersama Sehun dan Sohyun. Kedua pria Jepang dan beberapa satpam kantor pos mengejar mereka, tidak jauh di belakang mereka bertiga.

“kita harus lari kemana?” seru Sohyun dengan napas terengah-engah. “mollayo” kata Taemin. Mereka masih dikejar.

Taemin, Sehun, dan Sohyun berlari keluar masuk restoran, dan menyusuri gang-gang kecil untuk kabur dari kejaran pria Jepang dan satpam. Beruntung mereka malah sampai di Blue Lantern. Jadi mereka cepat-cepat masuk ke cafe langganan mereka itu dan bersembunyi di balik meja counter.

*flashback end*

“astaga” kata Soojung sambil geleng-geleng kepala. “jadi, kami dapat informasi. Pria Jepang itu bernama, Ryu Tanaka. Ia…baiklah aku belum tahu siapa dia, tapi kita akan tahu dan aku yakin dia adalah ‘ajuhsshi’ dalam surat” kata Taemin.

“baiklah, bagaimana kalau cari tentang dia di internet?” kata Naeun. “tidak akan bisa, kalau ia dan nona Lee itu melakukan bisnis terlarang, maka organisasi mereka pasti rahasia” kata Sehun. Naeun manyun dan mengangguk mengerti.

“oh ya, aku akan menceritakan kejadian di rumah kuning no.11 itu” kata Soojung.

Ia berdehem, dan menceritakan semuanya mulai dari pintu di dapur, sampai lorong-lorong di bawah rumah itu, cairan aneh ‘Devil’s Tears’ itu juga, dan tidak lupa tentang laki-laki bernama Choi Minho.

“Choi Minho ini, aku yakin ia adalah anak buah wanita aneh itu” kata Soojung, lalu menunjuk rambutnya yang pendek sebelah. “ini pekerjaannya huft”

“oh ya, dan lorong ketiga memiliki banyak cabang, ada beberapa pintu keluar yang berujung di tempat-tempat penting” kata Myungsoo.

“hmm, salah satu pintunya berujung ke dalam Bank. Itu gila, mereka bisa saja menyusup lewat bawah tanah, lalu keluar dari bawah lantai Bank dan merampok” kata Naeun melanjutkan.

Taemin berusaha menyerap (?) semua info yang diberikan teman-temannya lalu mengangguk. “ng…jadi..seperti apa yang namanya Devil’s Tears itu?” tanya Sohyun.

Naeun merogoh saku celananya dan mengeluarkan botol kecil yang berlabel ‘Devil’s Tears’, ia meletakan botol itu di meja supaya semua bisa lihat. Cairan di dalam botol bening itu berwarna pink.

“apa itu? minuman?” tanya Sehun. “entahlah…mungkinkah ini produk yang mereka bisniskan?” kata Myungsoo. “itu beracun?” tanya Sohyun penasaran.

“mungkin harus dicoba, kalau memang ingin tahu” kata Naeun, ia membuka tutup botol itu. Cairan itu tidak berbau. Ia memandangi botol itu beberapa saat lalu dengan nekat meminum isinya.

“yah Son Naeun! neon michyeoseo?! (kau gila?!)” kata Soojung, mulutnya membuka membentuk ‘O’ karena terkejut. Yang lain menatap Naeun dengan tatapan shock.

Naeun meletakan kembali botol itu di meja. Tidak terjadi apa-apa pada gadis itu. “ini cuma…” kata Naeun pelan, dan sekarang tiba-tiba ia tertawa seperti orang gila.

“ahahahaha, ada apa dengan kalian? kenapa kalian kaget begitu..hahahaha” kata Naeun, tingkahnya seperti orang mabuk. Ia terus tertawa dan mengoceh.

“ia tidak beres” kata Sohyun panik. “efek dari cairan itu, yah ayolah seseorang bawa dia ke rumah sakit” kata Sehun. “kenapa rumah sakit?” tanya Soojung bingung. “bisa saja cairan itu berefek buruk pada tubuhnya atau organ dalamnya…ya mungkin saja” kata Sehun sambil menunjuk Naeun yang semakin tidak waras(?).

Setelah mengoceh dan tertawa-tawa, Naeun pingsan dan jatuh dari kursinya. Sekarang ia tergeletak di lantai. Untung cafe itu sepi pengunjung.

“aku akan membawanya ke rumah sakit” kata Myungsoo. Ia berlutut di samping Naeun dan  mengangkat tubuh gadis itu.

Taemin terus memperhatikan Myungsoo yang menggendong Naeun sampai mereka(?) keluar dari cafe.

Soojung menendang kaki Taemin. Taemin menoleh padanya dan menatapnya seolah berkata “mwoya?!” Soojung manyun dan berbisik. “Move on! ara?”
Taemin tidak mempedulikan kata-kata Soojung. Ia tidak peduli, ia masih menyukai Naeun, dan akan selalu begitu (?)

“yah! jadi sekarang bagaimana?” tanya Sohyun memecah keheningan(?) “sebenarnya cairan apa itu? apa itu semacam minuman beralkohol?” kata Sehun sambil meraih botol Devil’s Tears dan memperhatikan labelnya.

“bukan” kata Soojung, ia mendapat sebuah dugaan. “kurasa itu adalah…”

TO BE CONTINUED

Keep RCL~~~ *ppyeoong ‘-‘)/

50 thoughts on “PART 2: Yellow House No. 11

  1. Waaa, ketjeh Eon *^*
    Maaf aku baru baca (_ _)v
    Dan maaf juga aku komennya sekalian, soalnya jaringan lagi ngajak tawuran TT)v
    Bikin penasaran *^*
    Itu si Naeun kenapa? ><
    Itu minuman apa? Doh penasaran *^*
    Eh, harusnya si Minho dibikin naksir dong sama Krystal (?) #ditampol lol XD
    Good job Eon! Keep Writing ^^
    Oiya, eonnie main ask.fm nggak? x)

    • aw thankseu <3
      mihihi ga apa2 saeng kapan aja boleh kok bacanya -'3')b
      kenapa ya…apa ya…ulala #plak (-'0')a bagus deh kalo pnasaran #dueng
      waks boleh juga tuh XD
      thankseu lagi yaw kkkk OuO<3

      ask.fm aku punya -'3') tapi dihubungin sama akun RP (?)
      nih» ask.fm/ApinkBm13 -'0')?

  2. SERRUUUUUUUU PARAAAAAAAAAAAAH😄
    Tapi…..ITU APA THOR ITU APAAAAAAA-_- wkwkwk
    ADUH PENASARAN THOR AYO DITUNGGU CHAPTER 3nya9′-‘)9

  3. wahhh.. story.x makin seru nihh.. :)
    jujur sihh.. aq gak suka couple myungeun.. males sebenrrnya baca fic mereka disini.. tapii.. karna ada couple hunstal.. aq suka dehhh :D
    btw.. koq bissa minho ?? yahh.. sayang bgtt.. harusnya minho jd gimanaaaa gitu ama kryss XD
    Lanjutannya cepett yaa ,, anyeong :D

  4. Kira2 itu cairan apa yaa..? Duuhh penasaran nih XD
    Thor, banyakin dikit yaa moment SeStal nya..heheh XD
    ff nya keren bgt, aku suka! =D
    Jangan lama2 yaa..lanjutinnya! Fighting!! :D

  5. Aiiihh minstal moment ! =D kekekeke biarpun waktu itu akhirnya harus rambut soojung ilang sebelah =D tapi terus, kenapa berhenti disitu ? Ayo publish =D

  6. aish knp udh bersambung -.- AUTHOR TIDAK ADDDIIIILLLLL *nangis sujud bareng minho*/?
    knp minhonya harus di bkin jahat? pacar aye noh,tar lagi mau kawin #plak
    kepribadiannya krystal krenn,bahahahahahha xD/?
    di tunggu next chap ^^
    PAIIIITTTIIIIIIIINNNHGGGGGGG!!!!!! -‘O’)oOo9

  7. Thor, udh ada lanjutannya blom?
    Penasaran nihh x3
    Cepat dilanjutin yah, udh gak sabar nunggu(?)
    Trus, itu Taemin ntar kira2 sama siapa? Sama aku boleh kali ya(?) #plakk

  8. Author.. ini dibuat saat aku ulang tahun tahun lalu..mungkin hadiah darimu..
    Tapi kenapa hadiah tahun ini belum kau berikan untukku?
    Hahaha aku memintanya dengan sangat loh..

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s