[FF Request] Ficlet: Stupid Love Story

image

Title
Stupid Love Story

Author
Yoo Jangmi

Genre
Teen-romance; Drama

Length
Ficlet

Rating
PG13

Cast
Lee Sungrin (OCs); EXO-K’s Baekhyun; Girl’s Day’s Minah; A-Pink’s Yookyung

Disclaimer
I DO NOT OWN THE CAST(S) I JUST BORROW THEIR NAME. STORYLINE PURE MINE. I DO NOT OWN THE PHOTOS, I JUST EDITED THEM TO MAKE A COVER

Note
FF Request for: IloveAJ > EXOtics (Song Ahnmi > Lee Sungrin) XD. Hope you like it! *mian judulnya aneh-.-* Happy Reading.
No plagiarism and Silent readers!」
=================================================================================

“Sungrin-ah” panggil Yookyung sambil mencolek-colek bahu sahabatnya yang sedang sibuk membaca buku fisika. “wae?” tanya Sungrin tetap dengan mata terfokus pada buku fisika.

“aniyo, aku hanya khawatir melihatmu. Ini jam istirahat dan kau masih saja membaca buku fisika. Itu akan menyakiti otakmu” kata Yookyung, lalu menyambar buku itu dari Sungrin. Sungrin diam saja dan menatap sahabatnya dengan tatapan heran bercampur kaget.

“Yookyung-ah~ kembalikan bukunya” pinta Sungrin sambil manyun. “tidak akan pernah” kata Yookyung. “baiklah terserah” kata Sungrin menyerah.

“hei, mau lihat MV terbaru?” tanya Yookyung. Sungrin diam saja menunjukan bahwa ia tidak berminat. “yah Lee Sungrin! Jangan dingin begitu” kata Yookyung lagi.

“aku memang begini, tidak bisa diubah” kata Sungrin dingin.

Lee Sungrin memang dijuluki ‘Ice Princess’ di sekolah karena sikapnya yang begitu dingin. Bukan berarti ia sombong. Ia baik, tapi dingin. Hong Yookyung adalah satu-satunya sahabat yang ia miliki. Hanya Yookyung yang bisa mengerti dirinya.

“Sungrin-ah, bagaimana hubunganmu dengan Baekhyun sunbae itu?” tanya Yookyung. Sungrin memainkan rambutnya dengan pensil dan tersenyum samar (?)

“tidak ada hubungan apa-apa. Aku cuma salah satu diantara ratusan penggemarnya di sekolah ini. Kebetulan saja ia mau berteman denganku dan kami jadi dekat. Jelas kan?” kata Sungrin.

Yookyung menganggukan kepalanya. “tapi bisa saja ia suka padamu, ya kan?” ujar Yookyung, “maldo andwae” kata Sungrin membantah. “tapi kau suka dia kan?” tanya Yookyung dengan mata penuh binar harapan (?). Ia akan sangat senang kalau balok es seperti sahabatnya bisa memiliki pacar.

“hmm…” Sungrin tidak menjawab. Ia hanya menggumamkan kata ‘hmm’ tapi bagi Yookyung itu artinya ‘Ya’. Dan memang iya.

[][][][][]

Sepulang sekolah…

Seperti biasa, Sungrin pulang bersama Yookyung dan Baekhyun. Seniornya yang tadi siang ia bicarakan dengan Yookyung.

“Sungrin-ah, hari ini kau akan langsung pulang atau…” kata Baekhyun, “ah aniyo sunbae, aku akan mengerjakan tugas dulu di rumah Yookyung” jawab Sungrin datar.

Yookyung mulai merasa ia akan mengganggu keduanya. Jadi ia pura-pura ingin beli minum dan meminta mereka menunggu.

“kenapa Yookyung malah meninggalkanku? Aku jadi canggung begini-_-” batin Sungrin sambil menunduk dan menatap sepatunya.

“kenapa sepatumu?” tanya Baekhyun sambil memperhatikan Sungrin yang terus memandangi sepatunya sendiri.

“pertanyaan bodoh. Gwaenchana, ini cuma intro(?)” pikir Baekhyun

“hah? Oh tidak ada” jawab Sungrin singkat sambil mengangkat kepalanya. Dalam hati ia mengumpat (?) Yookyung karena meninggalkannya dan membuatnya jadi salah tingkah.

Baekhyun tersenyum, ia merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan secarik kertas kecil. Di selipkannya kertas itu ke tangan Sungrin.

Gadis itu menatap Baekhyun dengan tatapan tak mengerti, seolah bertanya “kertas apa ini?”. Baekhyun hanya memberinya isyarat untuk membuka kertas itu.

Sungrin yang masih agak bingung menurut dan membuka kertas itu. Tulisannya hanya:

Would you be my girlfriend? Saranghae, Lee Sungrin.

Sungrin membelalakan matanya karena kaget. Ia tidak sadar pipinya sedang memerah. Ia menatap ke arah Baekhyun yang sekarang tersenyum padanya. Ia tidak tahu harus melakukan apa selain menganggukan kepalanya tanda setuju.

Sungguh cara confessing yang aneh.

Beberapa menit kemudian, Yookyung kembali membawa sekaleng soda. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.

[]

~Yookyung’s house~

Sungrin tidak bisa konsentrasi mengerjakan PR. Ia terus terbayang-bayang kejadian tadi. 15 menit paling berkesan dalam hidupnya meskipun tidak romantis sama sekali.
Pipinya memerah lagi.

“yah! Apa yang kau lakukan? Kau aneh” kata Yookyung sambil mengetuk kepala Sungrin dengan pensil. “gwaenchana” ujar Sungrin pelan, ia mengusap kepalanya lalu kembali pada PR-nya.

“apa yang terjadi saat aku tinggalkan kalian berdua tadi? Ayo ceritakan!” kata Yookyung penasaran.

Sungrin meletakan pensilnya dan memandangi Yookyung dengan tatapan serius.

“Yookyung-ah, aku…dan Baekhyun sunbae….kami..” kata Sungrin terbata. “apa?! Apa?!” kata Yookyung penuh semangat. “ia memintaku menjadi Yeochin-nya tadi” lanjut Sungrin.

“mwo?!!! Aaaa lalu kau terima?!” tanya Yookyung histeris(?). Sungrin berusaha tetap bersikap tenang dan mengangguk pelan. “waaaa chukhahae Lee Sungrin!! Daebak” kata Yookyung lalu memeluk sahabatnya.

“biasa saja. Sudahlah ayo kita kerjakan PR-nya” kata Sungrin. Yookyung melepaskan pelukannya dan manyun. “dasar dingin”

.

.

.

.

.

.

[singkat cerita]

Sudah sekitar dua minggu status Sungrin sebagai yeojachingu-nya Baekhyun. Mereka baik-baik saja. Ya atau setidaknya begitu yang dipikirkan dan dirasakan oleh Sungrin. Ia tidak pernah berprasangka buruk pada Baekhyun. Meskipun akhir-akhir ini Baekhyun sering terlambat saat Sungrin mengajaknya bertemu, atau malah sibuk dengan ponselnya sendiri saat Sungrin mengajaknya bicara. Tapi Sungrin tidak pernah mempermasalahkan semua itu.

Hari ini hari sabtu. Sungrin berdiri di depan sebuah Bakery tempat ia dan Baekhyun biasa bertemu. Hujan sedang turun lumayan deras dan ia tidak membawa payung.

Ia melihat jam di ponselnya dan menghela napas. Sudah pukul setengah delapan. Mereka janji akan bertemu jam tujuh.

Ia pun memutuskan untuk menelpon Baekhyun. Tapi tidak diangkat. “oppa, kau dimana? Huft” gumam Sungrin. Sekarang ia mencoba mengirim pesan padanya.

‘Oppa, kau tidak lupa kan? Kita janji bertemu di depan Bakery seperti biasa. Eumm…atau kau terjebak macet? Atau terjebak hujan? Kalau begitu akan tetap kutunggu, hati-hati. Saranghaeyo’

Setelah menekan ‘send’ Sungrin menyimpan ponselnya, lalu memandangi hujan yang sepertinya semakin deras. Ia berjanji akan tetap menunggu di situ.

Menunggu dan menunggu. Ia berdiri di sana sendirian. Tak ada kabar sama sekali dari Baekhyun.

Terus menunggu. Tanpa sadar sudah dua jam berlalu. Sekarang pukul setengah sepuluh dan ia masih berdiri di depan Bakery yang sebentar lagi akan segera tutup.

Hujan sudah berhenti, Sungrin memutuskan untuk pulang. Ia menarik napas dalam-dalam supaya bisa menahan air mata yang sudah hampir keluar. Ia lelah menunggu. Kakinya sakit karena terlalu lama berdiri.

Ia melangkah gontai ke halte bus. Untung ia tidak perlu lama-lama menunggu busnya datang.

Sungrin naik ke atas bus dan memilih tempat paling belakang pojok dekat jendela. Ia menghela napas panjang lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

Tepat tiga kursi di depannya. Byun Baekhyun dan seorang gadis di sekolahnya yang ia ketahui bernama Bang Minah sedang duduk berdua sambil mengobrol dan tertawa. Mereka kelihatan seperti orang pacaran.

Sungrin diam saja melihat kejadian itu. Ia terlalu shock untuk berkomentar atau melabrak Baekhyun dan Minah. Ia memperhatikan Minah. Gadis itu begitu ceria penuh tawa dan kelihatan menyenangkan. Berbeda dengan dirinya yang dingin.

“oke…mungkin ia bosan…tapi kenapa harus seperti ini caranya…ia kan tinggal bilang padaku kalau ia bosan” batin Sungrin, air mata mulai berjatuhan dari matanya. Ia cepat-cepat menghapus air matanya dan menarik napas dalam-dalam lagi.

“Lee Sungrin…kau kuat. Kau pasti kuat”

[]

“mwo?! Putus?!” pekik Yookyung tak percaya. Sungrin mengangguk lemah. “aku akan melupakannya, tenang saja Yookyung-ah. Aku akan mulai menjauh darinya” ujar Sungrin.

“ah sayang sekali, memangnya ada masalah apa??” kata Yookyung sambil manyun. Sungrin tersenyum “ia…punya yang lain, kau tahu Bang Minah kan?”

“mwo?! Maksudmu Baekhyun sunbae selingkuh? Dengan Bang Minah si kapten cheers itu? Omona” kata Yookyung sambil mengipasi wajahnya. (?) Sungrin hanya mengangguk “sudahlah lupakan saja” …

[]

*jam istirahat*

Sungrin mencuci mukanya, setelah itu ia menatap pantulan wajahnya sendiri di depan kaca. Matanya agak sembab. Semalam ia terus menangis sampai pagi.

Pintu toilet perempuan tiba-tiba terbuka. Itu Bang Minah. Gadis itu sekarang berdiri di sebelah Sungrin sambil merapihkan rambutnya.

“Sungrin-ssi” kata Minah. Sungrin agak terkejut mendengar Minah memanggilnya. Ia tidak tahu kalau gadis itu mengenalnya.

“ne?” sahut Sungrin pelan. “mianhae, aku tidak pernah bermaksud merebut apapun darimu” ujar Minah sambil memasang jepit kupu-kupu berwarna perak di rambutnya.

Sungrin sendiri mengakui kalau gadis itu sangat cantik, menarik dan ya, populer.

“kau mengerti kan maksudku?” tanya Minah lagi. Sungrin mengangguk. “aku juga tidak pernah merasa kau merebut apapun dariku. Kau pantas mendapatkannya” ujar Sungrin cool tanpa emosi.

Setelah mengatakan itu ia segera pergi dari toilet menuju ke balkon sekolah tempat ia bisa menyendiri…

.

.

.

.

.

Sebulan berlalu. Baekhyun masih bersama Minah tapi ia masih merasakan perasaan aneh setiap melihat Sungrin. Semacam perasaan yang bisa membuatnya menangis(?).

Hari ini ia melihat Sungrin duduk sendirian di perpustakaan. Perpustakaan hari itu benar-benar kosong. Ia menghampiri Sungrin dan duduk di sebelahnya.

“annyeong, Sungrin-ah” sapa Baekhyun sambil tersenyum. Sungrin tidak balas tersenyum. Ia hanya balik menyapa tanpa sedikitpun melihat ke arahnya. “annyeong sunbae”

“kau memanggilku sunbae lagi. Aku tidak suka mendengarnya entah kenapa terasa aneh” batin Baekhyun sambil memandangi Sungrin yang sedang sibuk membaca.

“bagaimana kabarmu?” tanya Baekhyun lagi. “tidak baik” jawab Sungrin singkat sambil menutup bukunya dan berdiri. “aku harus ke kelas” katanya lagi.

Baekhyun ikut berdiri dan meraih tangannya, mencegahnya pergi. “kajima” katanya. Sungrin diam saja, ia menarik tangannya tapi Baekhyun segera memeluknya dari belakang.

“mianhae Sungrin-ah” ujarnya pelan. Sungrin seolah membeku (?) tapi ia berusaha tetap bersikap dingin.

“mian? Untuk apa? Sunbae tidak punya salah, aku sudah lupa semuanya” kata Sungrin, berbohong tentu saja.

“untuk semuanya. Mianhae” kata Baekhyun lagi, Sungrin melepaskan dirinya dari pelukan Baekhyun dan berkata “tidak perlu minta maaf”

Ia menarik napas dalam-dalam dan pergi meninggalkan Baekhyun sendirian di perpustakaan.

“baboya” gumam Baekhyun. Ia kesal pada dirinya sendiri yang begitu bodoh mencampakan seorang Lee Sungrin. Sekarang ketika Sungrin sudah menjauh darinya, barulah ia merasa betapa ia sangat membutuhkan gadis itu.

Ia merasa Sungrin tidak akan pernah memaafkannya. Tapi di dalam hatinya Sungrin masih ada. Ia sebenarnya masih sangat menyayangi Sungrin, meskipun ia bersama Minah sekarang. Gadis dingin itu benar-benar tidak tergantikan.

“aku brengsek” kata Baekhyun dalam hati, ia menghela napas panjang lalu duduk di kursi perpustakaan. Ia menyandarkan kepalanya di atas buku yang dibaca Sungrin tadi. Ia mengingat semua hal yang pernah ia lakukan bersama Sungrin. Sekarang ia yakin ia benar-benar membutuhkan gadis itu….

[]

*singkat cerita; malamnya*

“hujan lagi” batin Sungrin sambil memainkan tetes air hujan dengan tangannya. Ia disuruh membeli roti di bakery langganan eomma-nya. Kebetulan bakery itu tempat ia dan Baekhyun biasa bertemu dulu.

Sekarang ia berdiri di depan bakery itu, di saat hujan. Persis seperti waktu itu, ketika ia menunggu Baekhyun datang.

Ia jadi teringat lagi semua kenangannya bersama Baekhyun. Tidak banyak memang yang mereka lakukan selama dua minggu berpacaran, tapi hal-hal itu sangat berkesan bagi Sungrin.

Ia belum melupakan semuanya seperti yang ia katakan. Ia masih ingat dengan sangat jelas dan perasaan itu masih ada dalam hatinya. Meskipun ia sudah berusaha menjauh dari Baekhyun.

Ia menutup matanya dan mendengarkan suara hujan. Ia mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Tapi ia tetap menutup matanya.

Tiba-tiba seseorang memakaikan jaket padanya. Sungrin membuka matanya dan berbalik. Ia mendapati Byun Baekhyun berdiri di situ.

“opp…ani..sunbae…” ujar Sungrin. “kau sedang apa di sini?” tanya Baekhyun. “aku…aku habis membeli roti” jawab Sungrin pelan.
Baekhyun mengangguk mengerti.

Sekarang keheningan terjadi diantara mereka. Suara hujan yang semakin deras dan langkah kaki orang-orang yang memecah keheningan itu.

Sungrin berdehem dan memulai percakapan. “sunbae…kau dan Minah…ehm bagaimana hubungan kalian?” tanya Sungrin. Ia tidak tahu kenapa ia bertamya begitu.

“kami sudah putus. Aku…mencintai orang lain” jawab Baekhyun.

“sunbae…apa kau memang seperti itu? Maksudku…kenapa kau begitu jahat dan menyebalkan? Kupikir kau baik, tapi…kenapa kau menyakiti hati perempuan lagi? Apa aku saja tidak cukup? Kenapa kau menyakiti Minah juga? Kau…kupikir kau bukan playboy! Maksudku…” belum selesai Sungrin marah panjang lebar, Baekhyun segera memotong kata-katanya.

“orang lain itu kau Lee Sungrin. Mian aku menyakitimu, aku memang bodoh. Tapi setelah kau menjauh, aku baru sadar aku sangat menyayangimu. Mungkin kau tidak akan pernah memaafkanku lagi tapi…aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Saranghae Lee Sungrin”

Sungrin tidak bisa berkata apa-apa. Ia membeku untuk sesaat. Ia hanya menatap Baekhyun dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak percaya Baekhyun masih punya perasaan itu untuknya.

“nado…saranghaeyo…oppa” kata Sungrin pelan. “dan…aku memaafkanmu” lanjutnya.
“jinjja?” tanya Baekhyun memastikan. Sungrin mengangguk pelan sambil tersenyum kecil, dan meneteskan sebutir air mata.

“uljima” kata Baekhyun sambil memeluk Sungrin. Ia tidak peduli itu di pinggir jalan. “aku tidak menangis” bantah Sungrin.

“terserahlah” kata Baekhyun sambil mengelus kepala gadis itu. “Sungrin-ah, gomawo” ujar Baekhyun lagi. Sungrin hanya tersenyum lalu memejamkan matanya lagi.

Sekarang rasanya ia percaya dengan happy ending.

-END-
————————————————————————————–

Mian kalo ancur atau ga sesuai keinginan beb (˘_˘ง)ง *lirik yang request* hwhw. Semoga suka dan ga kecewa ya (˘_˘ง)ง buat reader semua terima kasih yang mau baca (˘_˘ง)ง maaf klo banyak typo dan lain sebagainya. RCL beb~

5 thoughts on “[FF Request] Ficlet: Stupid Love Story

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s