Life Can Change [Ch. 1]

Life Can Change

Title : Life Can Change

Author:

–        Im Soora

Main Cast:

–        Choi Jinri

–        Choi Minho

Other Cast:

–        Onew a.k.a SHINee

–        Etc. (find it by your self -_-)

Genre: Romance, Friendship, Typo..

Rate: PG-13

__________

Choi Jinri POV

DOR!! DOR!! DOR!!

Huwaa!!! Appa~ Eomma~!!! BANGUN!!! Appa, Eomma~ hiks… hiks..

Ukh… tidak… mimpi itu lagi… Masa laluku kembali terulang dibenakku, rasanya seperti ditusuk dari dalam hati yang terdalam. Seorang gadis kecil yang sedang asyik merayakan hari ulang tahunnya bersama keluarga kecilnya itu berakhir tragis.

Eomma dan Appanya dibantai didepan mata gadis kecil itu, gadis yang tidak tahu apa-apa itu hanya bisa menangis sejadi-jadinya melihat orang tuanya yang kini telah tewas dengan cara yang menggenaskan berlumuran darah. Tubuh gadis itu bergetar hebat tidak bisa menahan rasa sedihnya lagi, ingin rasanya ia melampiaskan semua kesedihannya tapi tidak bisa.. ia tidak bisa mengatakannya secara langsung. Kini dalam benak gadis kecil itu hanya ada rasa dendam dan pedih yang mendalam.  Dia ingin sekali memberontak, tapi tidak bisa karena kejadian ini telah terukir jelas di garis kehidupannya…

“Hiks.. Hiks.. Appa Eomma.. bogoshipoyo…”, aku menangis kembali..

Padahal sudah 11 tahun kejadian itu berlalu, tapi tetap saja yang namanya masa kelam tak bisa aku lupakan. Kalian bisa mengganggapku gadis yang cengeng, kalian juga bisa mengganggapku gadis yang egois karena tidak bisa melepaskan kepergian kedua orang tuaku. Tapi apakah kalian pernah merasakan ditinggal dengan cara yang tragis seperti ini?

KRING… KRING… KRING…

Jam wekerku berbunyi, “Hmm.. kau telat lagi jam..”, Gumamku mematikan jam itu. Aku segera menghapus sisa air mataku dan bergegas ke kamar mandi.

Sepi, itulah hal pertama yang ada dalam pikiranku. Rumah sebesar ini hanya dihuni satu orang yaitu aku Choi Jinri. Semua hal aku lewati dirumah ini dengan sendirinya, andaikan Appa dan Eomma masih disampingku aku pastikan disini akan sangat ramai atau jika tidak mungkin saja ada suasana hangat dari keluarga kecil yang menghiasi rumah ini.

“Err.. aku sudah bosan sarapan sendiri seperti ini. Rumah ini  sama sekali tak memiliki hawa kehidupan di dalamnya..”, geramku emosi. Aku melirik jam dinding di ruang makan ini, “OMONA!! Sudah jam 06.30, lebih baik aku berangkat sekarang!”, Yah.. walaupun sebenarnya aku tidak akan telat, tapi sengaja aku berangkat sepagi ini. Karena menurutku ini akan membuatku terbebas dari rumah besar yang kelam ini, lebih baik berada di antara kerumunan orang walau tak diperhatikan sama sekali dari pada harus diam di rumah itu

***

Sesampaiku di sekolah aku duduk dibangkuku, disini aku duduk sendiri di pojok belakang kelas. Aku sama sekali tak memiliki teman disini, atau lebih tepatnya akunya saja yang tidak dapat bergaul dengan mereka. Dan mungkin saja mereka sama sekali tak memperhatikan keberadaankku, aku sudah trauma untuk mulai berteman lagi.. Ini semua terjadi ketika aku masih SD, ketika itu aku sering sekali di Bully oleh teman-temanku terlebih lagi ketika aku masuk ke SMP. Semakin menjadi-jadinya bully itu terhadapku, mereka semua beralasan karena aku tidak memiliki orang tua jadi aku pantas saja di bully.

Mulai dari saat itu aku putuskan untuk tidak berteman lagi, kecuali dengan satu orang dia adalah Lee Jinki. Dia satu-satunya orang yang aku anggap sebagai orang yang terbaik yang pernah ada. Tapi sayang dia juga harus pergi meninggalkanku, bukan sejauh Appa dan Eomma sih sebenarnya.. hanya saja dia pergi ke America mengikuti orang tuanya ketika kami masih duduk di bangku SMP.

“Jinki Oppa.. kapan kau pulang? Aku merindukanmu..”, tak kusadari ternyata cairan bening keluar dari mataku dan mengalir dipipiku lagi. Satu jam pelajaran hanya aku lewati dengan melamun-lamun ria memikirkan kenangan masa laluku yang selalu saja berhasil membuatku menangis. Aku merasa bersyukur aku duduk dipojokan, itu berarti tidak ada orang yang akan memperhatikan tinggkahku sekarang..

Choi Jinri POV End

***

Choi Minho POV

“Err… Apa-apaan ini, Kim Seonsangnim selalu saja mengajarkan hal yang tidak penting seperti ini”

 Rasanya aku sudah mulai bosan lagi nih.. E-Eh salah, bukan ‘rasanya’ tapi aku benar-benar sudah bosan. Aku mengedarkan pandanganku keseluruh tempat di dalam kelas ini. Aku menghibur pikiran dan mataku dengan melihat-lihat pemandangan yang ada di dalam sudut kelas.

Pandanganku terhenti ketika melihat seorang yeoja yang kukira sama sekali belum pernah aku lihat, padahal selama ini kelas ini tak ada tambahan murid baru. Tunggu dulu.. kenapa yeoja itu kelihatan sedang menangis ya? Tak kusadari aku memandanginya selama satu jam pelajaran.

Aku baru menyadari sedang memandanginya saat mata yeoja yang merah sembab itu bertemu dengan mataku, sepertinya dia takut sekali aku menyadarinya menangis dan segera saja dia hapus sisa air mata yang masih mengalir dipipinya. Yeoja yang sama sekali tak aku kenali itu memalingkan mukanya agar aku tak dapat melihat wajahnya

“Kenapa dia? Apa aku berbuat sesuatu yang salah padanya? Kenapa dia  memandangku setajam itu?”, aku bertanya-tanya sendiri.

Untung saja aku duduk sendiri, yah benar.. bukan hanya aku yang duduk sendiri di kelas ini. Kelas ini memang termasuk kelas yang sepi, makanya banyak murid yang lebih memilih duduk sendiri ketimbang duduk berdua. Kalau saja aku duduk berdua pasti aku akan segera dikira orang gila… Hiii, mau di taruh dimana muka seorang Choi Minho yang tampan ini?

TING… TONG… TING… TONG..

Akhirnya suara bel yang aku tunggu-tunggu datang juga, yes! Akhirnya aku bisa pulang.. Segera kukemas buku-bukuku yang berserakan di atas meja, bukan berarti aku membaca buku yang berserakan itu lho.. aku hanya menggunakan mereka untuk alas tidurku.

Drret~Drret~

HPku bergetar, segera ku rogoh saku bajuku dan mengambil IPHONE 4 ku

“Tumben Ayah sms.. ada apa ya?”, aku segera membaca pesan singkat itu

To: Choi Minho

From: Appa

Minho.. datanglah ke restourant Spring hari ini jam 15.00 . Penting!! Akan  ada acara keluarga, kau harus datang atau tidak kau akan tahu akibatnya!

“Aisshh.. Apa apaan ini! Orang tua itu seenaknya saja menyuruhku seperti ini! Mana dengan nada mengancam lagi!!”

Aku mengacak rambutku frustasi, sedangkan yeoja yang tadi aku perhatikan sedang menatap lesu layar IPHONEnya dengan lesu. Dia sedikit bergumam, aku sama sekali tidak dapat mendengar gumaman yeoja itu sebelum dia akhirnya berlalu keluar kelas

***

“Aku pulang…”

Kubuka pintu apartmenku, disini rasanya sepi sekali. Aku merebahkan diriku diatas sofa lalu menghidupkan TV

“Akh.. Apa seperti ini rasanya hidup sendiri? Mana si Jjong itu? Kenapa dia belum datang juga.., apa mungkin dia sedang bersama yeoja chingunya yang entah yang mana itu. Dasar playboy cap dyno,, bisa bisanya dia melupakan sahabatnya sendiri seperti ini”, dumelku sambil terus mamperhatikan layar televisi lekat

“Sudah jam berapa ini ya,”, aku mengarahkan pandangan mataku pada satu titik.

“MWO!! Sudah jam 14.56, bisa bisa aku diomeli orang tua cerewet itu lagi. Dan lebih parahnya lagi uang bulananku akan dipotong olehnya.. ANDWE!!!”

Aku bergegas mengganti bajuku dengan yang lebih pantas tapi tak begitu formal untuk sebuah acara keluarga. Cepat-cepat aku memasuki mobil sport biruku yang terlettak mulus didepan taman apartemen ku. Aku melajunya dengan kecepatan yang tinggi. Tak sampai 5 menit aku sudah sampai di depan restourant itu. Aku memasuki pintu itu dan mencari-cari dimana appa dan eomma berada, dan aku temukan mereka sedang mengobrol dengan seorang ahjusshi dan ahjumma yang duduk didepan mereka bersama seorang gadis yang seperinya lumayan familiar buatku hari ini, tapi dimana aku pernah mengenalnya ya?

“ehem.. mianhae appa aku telat” ucapku lalu menyeret kursi tempatku duduk

“Minho, akhirnya kau datang juga.. Eomma sudah menunggumu dari tadi, oh iya ini adalah keluarga dari teman Appa dan Eomma dulu. Dan kenalkan ini putri dari almarhum teman kami”, jelas Eomma panjang lebar

“Ah ne, annyeonghasseo.. naneun Choi Minho imnida..”, aku menjabat tangan ketiga orang itu. Dan tatapanku berhenti ketika aku menjabat tangan yeoja itu

Tak salah lagi! Dia kan yeoja yang tadi dikelas dan duduk dipojokan itu!! Pantas saja wajahnya begitu familiar. Selama beberapa saat aku bertatapan dengan mata yeoja itu, dan keadaan sempat hening hingga akhinya dia memperkenalkan dirinya

“Senang berkenalan denganmu namaku Choi Jinri”, jelasnya lalu  melepas jabatan tangan kami berdua

“Sebenarnya apa maksud kalian menyuruhku datang kesini?”, tanyaku to the  point

TBC…

13 thoughts on “Life Can Change [Ch. 1]

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s