Do Man Cry? [Chapter 3]

Do Man Cry

Tittle        : Do Man Cry?

Author    : Mayha Kang

Main Cast :
Choi Sulli f(x)
Oh Sehun (EXO-K)

Support Cast :
Jung Jessica (SNSD)
Hwang Miyoung/Tiffany (SNSD)
Park Chanyeol (EXO-K)
and others

Length    : Chapter

Genre      : Sad, Angst

Inspirated by Davichi’s Song “Do Man Cry”

Happy Reading!

“Apakah laki-laki juga menangis?”

“Apakah mereka juga merasa sakit ketika mereka putus cinta?”

“Apakah mereka menangis ketika mereka sangat merindukan seseorang?”

>>> Do Man Cry? <<<

Choi Sulli berhenti! Jangan lakukan hal yang bodoh!

Andai saja Sehun bisa menghentikan waktu maka akan ia lakukan saat ini juga. Dia tidak akan membiarkan Sulli mati konyol seperti itu. Ia pun mengerahkan seluruh tenaganya untuk berlari menghentikannya.

Pip . . . pip . . . pip . . .piiiiiiiiiiippppp!!!

Suara klakson salah satu mobil menggema. Membuat jantung Sulli semakin berdetak kencang. Namun, semakin memantapkan niatnya untuk segera mengakhiri hidup dan segala penderitaannya. Dia semakin percaya diri melangkahkan kakinya ke tengah jalan, dan . . .

“Choi Sulli!!!”

. . . . .

Angin musim gugur bertiup membelai lembut tubuh Sulli. Menerbangkan helai-helai rambut indahnya. Kehangatan menyelimuti tubuh dinginnya. Apakah dia sudah meninggal? Apakah tubuhnya telah bermandikan darah? Tetapi, yang jelas Sulli tidak merasakan sakit sedikit pun di sekujur tubuhnya.

“Yaa! Michosso! Kalau mau mati jangan disini!” pekik seorang paman yang mobilnya hampir saja menggilas tubuh Sulli.

Sehun berhasil menghentikan aksi Sulli. Dia menarik tangan Sulli sekuat mungkin sebelum mobil itu menggilasnya. Di dekapnya erat tubuh Sulli.

“Yaa, paboya! Apa kau pikir mati dapat menyelesaikan semuanya?” erang Sehun masih memeluk Sulli.

Kini Sulli tersadar. Dirinya belum mati. Saat ini dirinya tengah berada dipelukan Sehun. Ia lalu melingkarkan kedua tangannya dipinggang Sehun. Mengeratkan pelukannya pada seorang lelaki yang telah menyakitinya, namun telah berhasil menghentikan aksinya untuk mengakhiri hidup.

“Jangan lakukan hal seperti ini lagi! Hajima!” gumam Sehun.

Sulli hanya menganggukkan kepalanya yang masih tersandar di dada Sehun. Sedang Sehun bisa merasakan bajunya yang basah akibat air mata Sulli yang kembali menetes.

Sehun terus memeluk erat Sulli hingga membuatnya lupa akan Jessica yang sejak tadi menyaksikan mereka diseberang jalan. Jessica menatap sendu pada dua insan yang kini saling memberi kehangatan pada setiap detik pelukan mereka. Hatinya sakit melihat orang yang ia cintai memeluk gadis lain yang terlebih merupakan mantan kekasih Sehun. Tetapi, ada seberkas perasaan lega mengisi ruang hatinya ketika menyaksikan Sehun yang berhasil menghentikan aksi nekat Sulli.

Setidaknya, di usianya saat ini Jessica harus bisa berpikir lebih dewasa. Dia berpikir bahwa Sehun dan Sulli membutuhkan sedikit waktu untuk menyelesaikan hubungan mereka secara baik-baik. Dia pun menjalankan mobilnya dan meninggalkan Sehun bersama Sulli.

***

Sehun dan Sulli melangkahkan kaki bersama melewati lorong-lorong yang tampak sepi. Selepas kejadian yang hampir saja merenggut nyawa Sulli secara sia-sia, Sehun menjadi khawatir padanya. Dia pun menawarkan diri untuk mengantar Sulli pulang dan kali ini Sulli tidak menolak penawarannya itu.

Disepanjang perjalanan, mereka hanya terdiam satu sama lain. Hanya suara derap langkah kaki yang menyertai mereka. Tidak begitu jauh mereka melangkah, mereka pun sampai di depan rumah Sulli.

“Masuklah! Aku akan pergi setelah memastikanmu masuk ke dalam rumah.” kata Sehun.

Sulli hanya berdiri mematung menatap sendu pada Sehun.

“Berjanjilah padaku untuk tidak melakukan hal seperti tadi lagi!” gumam Sehun.

Sulli mengangguk pelan. Ingin rasanya ia kembali mendekap Sehun, namun ia merasa takut. Dia takut jika Sehun akan menepis pelukannya.

Sehun menatap Sulli. Tidak ada satupun reaksi yang ditunjukkan oleh Sulli. Sulli hanya menatap datar padanya. Mungkin Sulli sudah mulai membecinya. Ia pun memutar badannya dan bergegas pergi. Tiba-tiba sebuah tangan terulur untuk menarik lembut tangannya, menahannya agar berhenti melangkah.

“Nan…nan jeongmal saranghae.” ucap Sulli dengan suara yang sedikit bergetar.

Sehun tertegun. Dia terdiam cukup lama dengan posisi yang masih membelakangi Sulli. Bisa ia rasakan tangan Sulli yang gemetaran ketika memegang tangannya. Dia kemudian berbalik menghadap Sulli. Ditatapnya kedua mata Sulli dengan lekat.

“Se…sehuan’ah tetaplah mencintaiku. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu, jebalyo.” kata Sulli. Kedua mata indahnya kembali menitikkan butiran air.

“Jeongmal mianhae Sulli’ah. Aku sama sekali tidak berniat memutuskan hubungan ini. Tapi, hanya ini yang bisa ku lakukan. Aku tidak ingin kau merasakan sakit yang lebih parah lagi.” jelas Sehun.

Sehun mulai menjelaskan alasan mengapa ia tiba-tiba ingin mengakhiri hubungannya dengan Sulli.

Jessica adalah cinta pertama Sehun. Sehun dan Jessica dulunya saling mencintai. Tetapi, mereka belum sempat menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih karena Jessica yang tiba-tiba memutuskan kuliah di luar negeri. Sehun sangat terpukul dengan keputusan Jessica. Namun, ia berusaha untuk tetap tegar dan bangkit hingga akhirnya ia bertemu dengan Sulli. Saat bersama Sulli, Sehun merasa nyaman dan perlahan mulai melupakan Jessica. Sejak saat itulah dia sadar bahwa dirinya telah jatuh hati pada Sulli.

Sebulan yang lalu Sehun mendapat kabar bahwa Jessica kembali ke Korea. Dan atas usaha Jessica mereka berdua kembali bertemu. Awalnya Sehun mencoba menghindar, namun entah mengapa dirinya tidak bisa menolak keberadaan Jessica. Dia bahkan merasa lebih nyaman ketika bersama Jessica dibandingkan dengan Sulli. Meski sulit untuk mengakuinya, namun ia tahu bahwa dirinya ternyata belum bisa melupakan Jessica. Rasa cintanya pada Jessica terlanjur berakar hingga ke dasar hatinya.

“Mianhaeyo, Sulli.” kata Sehun sedikit menundukkan kepalanya.

“Gwaen…chana…” balas Sulli dengan isak tangis yang mulai pecah.

Ditengah-tengah keheningan yang hanya terdengar isak tangis Sulli, tiba-tiba pagar rumah Sulli terbuka. Sosok Tiffany muncul dari balik pagar itu. Dia menatap tajam pada Sehun dan berjalan ke arahnya.

Plak!

Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Sehun. Tiffany mengeluarkan seluruh kemarahannya dalam sebuah tamparan yang berhasil meninggalkan bekas kemerahan di pipi putih Sehun.

Tiffany tidak sengaja mendengar pembicaraan Sehun dan Sulli. Dia langsung naik pitam setelah mendengar penjelasan Sehun yang ternyata memutuskan Sulli karena wanita lain.

“Neo nappuen namja! Aku pikir kau namja yang baik. Aku sudah melakukan kesalahan besar karena mengizinkanmu memacari adikku.” erang Tiffany.

Sehun hanya terdiam menunduk dihadapan Tiffany. Dia memang salah, dia memang orang yang sangat jahat. Dia memang pantas mendapatkan tamparan dari Tiffany. Bahkan tamparan itu belum cukup untuk menebus dosanya pada Sulli.

Isak tangis Sulli semakin pecah menyaksikan Tiffany yang menampar Sehun. Tetapi, dia tidak bisa memarahi kakaknya itu karena apa yang ia lakukan memang sudah benar. Air mata pun jatuh semakin deras membasahi wajahnya.

“Geumanhae! Sampai kapan kau mau membuang-buang air matamu hanya demi namja brengsek seperti dia hah?” bentak Tiffany.

Tiffany tidak akan membiarkan adik semata wayangnya itu semakin terlihat lemah di mata Sehun. Dia pun menarik Sulli masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Sehun.

“Jangan pernah lagi kau datang dalam kehidupan Sulli!” erang Tiffany pada Sehun sebelum masuk ke dalam rumah.

Pagar pun tertutup dengan kasar. Kini sosok Sulli benar-benar telah menghilang dari pandangan Sehun. Sehun menghela nafas panjang. Salah satu ujung bibirnya tertarik hingga memancarkan senyuman pahit diwajahnya.

“Geurae, Oh Sehun. Kau tidak perlu lagi bertemu dengannya. Semuanya sudah berakhir.” batinnya menguatkan diri.

***

Sulli melangkahkan kakinya lemas menuju pintu utama rumahnya. Terlihat Tiffany yang turut berjalan dibelakangnya. Chanyeol telah menunggunya sejak beberapa menit yang lalu. Mereka hendak pergi ke sekolah.

“Nuna kami pergi dulu.” pamit Chanyeol ramah dengan tingkahnya yang riang. Dia memang selalu terlihat ceria sepanjang hari.

“Eoh, hati-hati di jalan! Nuna titip Sulli padamu.” kata Tiffany.

“Ne agashi.” balas Chanyeol seraya memberi hormat layaknya seorang pengawal yang patuh terhadap ratunya.

Sulli terus berjalan tanpa memperdulikan Chanyeol. Bahkan ia tidak berpamitan pada kakak yang sudah sangat baik padanya.

Menyaksikan sikap Sulli yang bagaikan mayat hidup itu, Chanyeol langsung merangkulnya. Mencoba mengajaknya bercanda agar kembali ceria seperti Sulli yang ia kenal.

“Yaa! Hari ini wajahmu sungguh menyeramkan. Tersenyumlah sedikit!” ledek Chanyeol.

Sulli menatap malas pada Chanyeol. Dia segera menyingkirkan tangan Chanyeol dari bahunya. Chanyeol yang kesal karena tidak dihiraukan oleh Sulli langsung menghadang jalan Sulli. Kedua tangannya spontan mencubit pipi Sulli yang empuk.

“Aaa!!! Sakit! Yaa! Kau mau ku hajar!” erang Sulli seraya mengibaskan tangan Chanyeol dari wajahnya.

“Melrroong!”

Chanyeol menjulurkan lidahnya dihadapan Sulli untuk mengolok-oloknya kemudian berlari sekencang mungkin.

“Yaa! Awas kau! Aku akan menelanmu hidup-hidup!” pekik Sulli kemudian berlari mengejar Chanyeol.

Cukup jauh mereka berlari dan saling mengejar. Sulli nampak belum patah semangat mengejar Chanyeol. Dia memang cukup baik dalam hal berlari. Sedang Chanyeol mulai merasa lelah. Kedua kakinya yang cukup panjang tidak mampu lagi berlari lebih jauh. Dia pun berhenti dan mengatur kembali nafanya yang terengah-engah.

“Assah! Kau tertangkap! Jangan harap kau bisa lepas dariku!” seru Sulli yang meraih lengan Chanyeol. Dia merasa senang dan puas telah berhasil menangkapnya.

Saking senangnya tanpa Sulli sadari  seulas senyum terukir indah diwajahnya. Hal ini membuat Chanyeol merasa lega. Ternyata senyuman manis milik Sulli belum hilang.

“Aku senang melihatmu tersenyum kembali, meskipun aku harus berlari-lari seperti ini dulu baru bisa melihatnya lagi.” gumam Chanyeol.

Sulli tertegun. Perlahan ia lepaskan tangannya yang membelenggu lengan Chanyeol. Dia lalu berjalan di depan Chanyeol. Chanyeol pun mengikutinya dari belakang

“Wae? Apa kau takut telah berhasil melupakan Sehun?” tanya Chanyeol yang tetap berjalan dibelakang Sulli.

“Ani, aku belum bisa melupakan Sehun dan mungkin tidak akan pernah bisa melupakannya.” kata Sulli.
Sulli terdiam sejenak.

“Geundae, setelah mendengar penjelasannya aku pikir dia tidak sepenuhnya salah. Aku sadar aku bukanlah yeoja yang terbaik bagi Sehun, makanya dia lebih memilih yeoja lain yang lebih baik dariku.” sambungnya.

Chanyeol menatap sendu pada Sulli. Ditatapnya punggung Sulli yang terus melangkah dengan tegar dihadapannya. Dia sangat ingin memeluknya dari belakang seraya memberinya kehangatan dan kenyamanan. Namun, ia sadar pelukannya tidak akan bisa menggantikan pelukan Sehun yang dapat memberi segalanya pada Sulli.

“Itu mungkin menurut Sehun. Tapi bagiku kau adalah yeoja terbaik yang pernah kutemui di dunia ini.” kata Chanyeol yang tahu-tahu sudah berjalan sejajar dengan Sulli.

Sulli tersenyum ke arah Chanyeol. “Gomawo Chanyeol’ah.” ucapnya.

***

Angin sore membelai lembut tubuh Sehun yang terduduk di sudut taman. Berpayungi pohon yang rindang, ia menikmati segarnya udara disekitar tempat itu. Sepasang matanya memandangi beberapa anak seumurannya yang tengah bermain basket. Biasanya dia akan ikut bermain bersama mereka. Tetapi, tidak untuk hari ini. Dia kehilangan seluruh gairah semangatnya.

Sepanjang hari ini Sehun tidak bertemu dengan Sulli dan itu membuatnya merasa aneh, seperti ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Mereka memang tidak bersekolah di sekolah yang sama. Biasanya mereka akan bertemu selepas jam sekolah. Tetapi, tampaknya mulai hari ini Sehun harus menghilangkan rutinitasnya yang satu itu.

“Oh Sehun berhentilah memikirkannya! Kau sudah melakukan hal yang benar.” batinnya.

Sosok namja bertubuh tinggi tanpa sengaja melintas didepan Sehun. Namja itu tidak lain adalah Chanyeol. Awalnya dia terlihat santai, namun ketika melihat sosok Sehun matanya langsung terbelalak. Dia lalu menatap sinis ke arah Sehun.

“Cih! Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini.” gumam Chanyeol.

Sehun menatap malas Chanyeol. “Aku sedang malas berbicara denganmu. Bersikaplah seperti kau tidak mengenalku!” balas Sehun.

“Kau pikir aku senang mengenal namja brengsek sepertimu? Aku bahkan menyesal telah mengenalmu.” balas Chanyeol dingin.

“Terserah kau saja.” ucap Sehun.

Chanyeol semakin kesal melihat sikap Sehun yang acuh tak acuh. Ingin rasanya ia melayangkan kepalan tinjuannya diwajah Sehun.

“Yaa, apa kau bangga telah mempermainkan perasaan Sulli? Apa kau bangga karena telah memutuskannya? Kau pikir gayamu itu keren hah!” erang Chanyeol yang emosinya mulai lepas kendali.

Sehun menghela nafas. Dia sungguh malas meladeni Chanyeol. Tetapi, jika ia hanya diam mengunci bibir maka Chanyeol akan hadir dengan berbagai celotehannya yang panjang lebar.

“Kau pikir kau tampan? Kau bahkan datang mengemis pada Sulli agar dia mau menerima cintamu.” celoteh Chanyeol.

“Geumanhae.” kata Sehun malas.

Sehun menatap Chanyeol. Chanyeol pun balas menatapnya dengan tatapan tajam. Sehun terdiam sejenak. Dia menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan.

“Aku bukan ingin membanggakan diri. Memangnya apa yang bisa dibanggakan dariku?” ujar Sehun.

Chanyeol menatap bingung pada Sehun atas perkataannya barusan. Dia hanya terdiam menunggu perkataan selanjutnya yang akan terlontar dari bibir Sehun.

“Sebenarnya aku …”

Sehun terdiam tidak melanjutkan perkataannya. Matanya melirik sosok yeoja yang tiba-tiba muncul dari belakang Chanyeol, namun Chanyeol sendiri tidak menyadarinya. Sehun lalu kembali menatap Chanyeol. Dia mencoba mengukir evil-smile diwajahnya untuk dipamerkan pada Chanyeol.

“Sebenarnya aku hanya kasihan pada Sulli. Sejak awal aku memang hanya ingin bermain-main dengannya. Aku memacarinya karena dia cantik. Tapi, kelihatannya dia sangat mencintaiku dan berpikir aku adalah namja yang ditakdirkan untuknya. Makanya aku segera memutuskannya karena tidak ingin membuatnya lebih sakit.” jelas Sehun.

Sehun sungguh keterlaluan. Penjelasannya telah membuat Chanyeol naik darah. Dia mengepalkan tangannya dan bersiap untuk melayangkannya diwajah Sehun.

Plak!

To Be Continued . . .

A/N :
Annyeonghaseyo ~ Chapter 3 sudah publish ^^ adakh yg mnunggu’y? Aku hrap sih ada :D hehe …
Apa msih kurang pnjang? >,< mianhae ~ soal’y aku berusaha nyari adegan yg bgus buat d’selipin ‘tbc’ :D *plak*
Buat chingudeul yg mrasa baik hati, tlong dong kalo udh bca niggalin spatah dua kata biar aku’y g’ ptus semangat nulis klanjutan ff ini :( Buat readers baik hati yg udh komen jeongmal jeongmal gomawo, semoga Tuhan mmblas kebaikan klian smua ^^

For my lovely readers keep RCL, no bashing and plagiarism! Okay ^_~

27 thoughts on “Do Man Cry? [Chapter 3]

  1. Aaaaaaaaaaaa EONNIIIII…..Knp hrus tbc di adegan itu?? :'(
    Huuuaaaaa eonni ini suka bgt dehh ya bikin org penasaran.. Ya ampunn sumpah tuu Sehun oppa nappeun bgt yah disini apalagi pas di adegan terakhir kayak’ny dia sengaja bgt bilang kayak gitu, ckckckck.. Tapi aku penasaran deh eonni yg nampar Sehun oppa itu siapa sih?? Sulli yahh atau chanyeol atau ada org lain?? Hedehh i’m so curious yeah~~
    Tapi ya sudah lah eonni lanjutin yahh chapter slnjutnya.. Jngn lama2 yah aku tunggu chapter slnjutnya :D ^^

    • Mian saaaeeenngg!!! abis kalo g’ d’tbc’in d’situ readers nnti’y g’ pnasaran :D *plak*
      yup! dia emg sengaja bilang kyk gitu, diakn jhat -_- waduh, aku kyk antis’y sehun aja yah :D Oh no! saranghae sehunie :p khekhe

      Yg nmpar sehun? kalo chanyeol lucu deh, masa cwok nampar sih, g’ gentle bgt -_- wkwkwk
      ne, akn d’update scepat’y saeng ^^ d’tunggu yah saeng yg baik hati :)
      gomawo ~

      • Betul juga sih eonni klo gak ditbc’in disitu ntar gak bkin penasaran para reader dehh, hehe ^^
        Ya ampun segitu’ny bgt yah Sehun oppa sengaja bilang kayak gitu, ckckck -_- Jngn eonni !!!!! Eonni gak boleh jdi antis’ny Sehun oppa, eonni hrus jdi fans’ny Sehun oppa ajahh kayak AKU !!! 8-)
        Iya yahh mana mngkin chanyeol, klo itu chanyeol psti Sehun oppa bakalan di tonjok bkan ditampar lgi nama’ny :- l
        Okedeh eonni jgn lama2 yahh :D Cheonmanyo~~ :-D

    • hehe, gomawo saeng ^^
      waduh! jgn nangis d’skolah, ntr d’kira abis ptus cinta loh ._. kkhekhe …
      ne, akn d’update scepat’y saeng ^^ d’tunggu yah saeng yg baik hati :)
      gomawo ~

  2. Hwoahhh…. Sayangnya kurang tepat tuh thor! Hahahahhaha

    Sebenarnya apa sih alasannya si Sehun? Apa karena dia mengidap suatu penyakit serius? Makanya dia ga mau membuat sulli lebih sedih jika sulli tahu alasan sebenarnya… ?? Makanya dia bersikap begitu?? Hmmm… Ditunggu kelanjutannya… #TBC nya jgn klamaan ya thor! Hweehehhe =) #

    • Tbc’y kurang tepat yah chingu? :o mianhae T.T

      Alasan’y sehun? kalo d’chap sbelum’y sih alasan’y krn dia lebih milih jessica d’banding sulli ^^ sehun kejam yah? :D hehe
      Penyakit? Entahlah chingu ._.
      Next chap udh aku publish koq chingu ^^ silahkn d’cek … Happy reading yah chingu baik hati ~

      Mianhae, komen km bru aku blas, soal’y bru smpet buka blog :(

    • Saaaeeeennnggg … miiiaaaannnhhhaaeee :'( :'( :'( :'(
      I’m too late!!! Jeongmal mianhae, next chap’y bru bs aku publish skrg, soal’y kmren2 aku lg pra-un, jd g’ smpet buka blog T.T huhu ~

      Udh aku publish koq saeng, d’cek yah ^^ Happy reading saeng yg baik hati ^^
      gomawo udh nungguin ^^

  3. YESS! akhirnya sulli bissa move on juga. udah sama Chanyeol aja, sehunnya ngeselin -_-
    part ini udah lumayan panjang kok, tapi aku maunya lebih panjang lagi *ngelunjak*
    aku udah komen ya, mau capcus ke next part XD

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s