Do Man Cry? [Chapter 4]

Do Man Cry

Tittle        : Do Man Cry?

Author    : Mayha Kang

Main Cast :
Choi Sulli f(x)
Oh Sehun (EXO-K)

Support Cast :
Jung Jessica (SNSD)
Hwang Miyoung/Tiffany (SNSD)
Park Chanyeol (EXO-K)
and others

Length    : Chapter

Genre      : Sad, Angst

Inspirated by Davichi’s Song “Do Man Cry”

Happy Reading!

“Apakah laki-laki juga menangis?”

“Apakah mereka juga merasa sakit ketika mereka putus cinta?”

“Apakah mereka menangis ketika mereka sangat merindukan seseorang?”

>>> Do Man Cry? <<<

“Sebenarnya aku hanya kasihan pada Sulli. Sejak awal aku memang hanya ingin bermain-main dengannya. Aku memacarinya karena dia cantik. Tapi, kelihatannya dia sangat mencintaiku dan berpikir aku adalah namja yang ditakdirkan untuknya. Makanya aku segera memutuskannya karena tidak ingin membuatnya lebih sakit.” jelas Sehun.

Plak!

Chanyeol terkejut menyaksikan sosok Sulli yang tiba-tiba muncul dari arah belakang dan langsung menampar Sehun. Baru saja ia hendak memukul Sehun, tetapi Sulli telah mendahuluinya.

“Apa kau puas sudah berhasil mempermainkanku? Neo jeongmal nappuen namja! Aku sangat menyesal telah mencintaimu setulus hatiku. Aku sangat membencimu!” erang Sulli mulai meneteskan air mata.

Sehun terdiam menundukkan kepala. Meski tamparan Sulli cukup meninggalkan rasa perih di pipinya, namun ia tidak kaget mendapatkan tamparan itu. Dia sudah lebih dulu melihat Sulli berjalan mendekati Chanyeol sebelum melontarkan pernyataan sadis dari bibirnya.

“Chukkae! Chukkae karena sudah berhasil mempermainkanku!” gumam Sulli.

Sulli menatap tajam pada Sehun dengan kedua mata yang kini berlinang air mata. Dengan cepat dia menyeka air matanya dan pergi meninggalkan Sehun. Dia sangat benci dan kecewa pada Sehun. Dirinya memang bisa menerima jika Sehun memutuskannya karena ia kurang baik dibandingkan dengan Jessica. Tetapi, dia sangat kecewa dan marah karena Sehun ternyata hanya ingin mempermainkannya.

“Oh Sehun, neo jeongmal nappuen namja. Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu di depan Sulli.” desah Chanyeol.

“Cih!” gumam Sehun sinis.

“Geundae ada bagusnya juga kau mengatakannya. Dengan begitu Sulli akan membencimu dan dengan mudah melupakanmu.” kata Chanyeol sinis.

Chanyeol sangat kesal pada Sehun. Tetapi, ia cukup puas melihat Sulli yang memberanikan diri menampar Sehun yang menandakan dia bukanlah sosok gadis yang lemah. Chanyeol pun berjalan menjauhi Sehun. Dia hendak menyusul Sulli dan menghiburnya meskipun nampaknya akan sulit membuatnya tertawa.

“Aku harap aku tidak akan bertemu dengan nappuen namja sepertimu lagi, Oh Sehun.” ujar Chanyeol sebelum melangkahkan kakinya.

Sehun tetap mengunci bibirnya rapat-rapat. Setelah memastikan Chanyeol benar-benar telah pergi dia langsung menghela nafas panjang. Ia kemudian meraih ponsel dari saku celananya. Diaktifkannya layar ponsel itu. Wajah cantik Sulli terpampang indah dilayar ponselnya. Sehun menatap sendu pada foto itu.

“Jeongmal mianhaeyo Sulli’ah.”

***

2 bulan kemudian . . .

“Chagiya!” sapa seorang namja pada kekasihnya.

Sulli yang merupakan kekasih dari lelaki itu hanya menoleh dengan malas. Dia tengah menikmati semangkuk ramyeon di kantin sekolah ketika Taemin datang menghampirinya.

“Waeyo?” tanya Sulli ketus.

“Siapa namja yang mengantarmu ke sekolah tadi?” Taemin balik bertanya dengan penuh selidik.

“Aaahh … Minho oppa?” kata Sulli santai.

“Mwo? Oppa? Siapa namja itu? Ada hubungan apa kau dengannya?” desak Taemin.

“Mmmm … hubungan kami cukup dekat. Wae? Apa kau cemburu?” tanya Sulli.

“Ne, aku cemburu.” jawab Taemin kesal.

Sulli tersenyum getir kemudian menatap malas pada Taemin.

“Kalau begitu kita putus saja!” ucap Sulli.

“Mwo? Wae? Kita baru saja jadian dua minggu yang lalu.” pekik Taemin yang kaget mendengar perkataan yang terlontar dari bibir Sulli.

“Cih! Apa kau pikir aku benar-benar mencintaimu? Sebenarnya aku hanya ingin bermain-main denganmu, karena kau tampan makanya aku mau jadi pacarmu.” tutur Sulli.

Taemin kini menajamkan tatapannya pada Sulli. Sulli memang cukup terkenal sebagai seorang playgirl di sekolahnya. Tetapi, ia tidak menyangka Sulli akan bersikap keterlaluan seperti itu.

“Aku pikir Minho oppa lebih baik darimu. Aku juga sudah bosan denganmu, makanya kita putus saja! Okay!” ujar Sulli seraya menatap malas pada Taemin.

Sulli lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Taemin tanpa merasa berdosa sedikit pun. Dia merasa cukup puas dengan perkataan-perkataan yang terlontar dari bibirnya barusan. Untuk kesekian kalinya dia memutuskan lelaki tampan dengan cara yang terbilang cukup sadis.

Begitulah sosok Sulli saat ini. Seorang primadona sekolah yang memiliki banyak koleksi mantan pacar tampan dan kebanyakan berasal dari kalangan populer. Dia memacari mereka semua hanya untuk bermain-main dan sekadar mengusir rasa bosannya saja.

Yah, setelah kejadian dua bulan yang lalu Sulli telah berubah total. Dia bukanlah gadis lemah dan polos seperti dirinya yang dulu. Dia telah berubah menjadi gadis super cantik yang selalu mempermainkan perasaan para lelaki yang mencintainya. Dirinya tidak percaya lagi pada lelaki dan cinta. Baginya kedua hal itu hanyalah bullshit belaka.

***

Mobil audi hitam mengkilap berhenti tepat di depan rumah Sulli. Selang beberapa menit Sulli pun turun dari mobil mewah itu.

“Gomawo chagi.” kata Sulli sembari tersenyum manis pada namja tampan yang duduk dibagian pengemudi mobil itu.

“Eoh, cheonmaneyo chagi. Besok aku akan mengantarmu ke sekolah lagi, arraseo.” kata namja itu.

“Ne, jeongmal gomawo Minho oppa.” ujar Sulli.

Sulli melambaikan tangannya sambil menyunggingkan senyuman manis pada Minho. Minho kemudian menjalankan mobilnya dan melesat pergi hingga akhirnya menghilang dari pandangan Sulli.

“Siapa lagi namja itu?” sahut seseorang.

Sulli terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara. Dia lalu menghela nafas setelah mendapati Chanyeol yang ternyata mengamatinya sejak tadi.

“Dia namjachinguku yang baru.” jawab Sulli malas sambil berjalan melewati Chanyeol. Dia hendak masuk ke dalam rumah.

Tangan Chanyeol seketika terulur untuk menahan Sulli agar berhenti melangkah. Ditatapnya lekat kedua mata Sulli, namun yang ditatap tidak membalas tatapannya. Dia malah mengalihkan tatapannya pada tempat lain.

“Sampai kapan kau mau seperti ini? Apa kau mau mempermainkan semua namja yang ada di dunia ini?” erang Chanyeol.

Sulli menepis genggaman tangan Chanyeol.

“Chanyeol’ah aku lelah, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu.” ucapnya lalu melenggang pergi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol segera memblokir jalan Sulli dengan tubuhnya yang jauh lebih tinggi dari Sulli.

“Jadi kau ingin mempermainkan semua namja yang ingin mendekatimu. Geurae, kalau begitu jadikan juga aku namjachingumu. Kalau memang itu bisa menghapus rasa sakit dihatimu maka kau juga bisa melakukannya padaku.” erang Chanyeol.

Sulli terdiam menunduk. Perlahan ia angkat kepalanya untuk menatap Chanyeol. Ditatapnya Chanyeol yang tengah menatapnya tajam.

“Mianhae Chanyeol’ah. Aku tidak bisa melakukannya padamu. Di dunia ini hanya ada satu namja yang sangat baik padaku dan itu adalah kau. Aku tidak ingin menyakitimu. Kau sudah sangat baik padaku. Mianhae.” jelas Sulli.

Sulli mulai melangkah memasuki rumahnya. Dengan kepala yang kembali menunduk ia berusaha menahan air matanya agar tidak terlihat oleh sahabatnya itu. Sedang Chanyeol hanya terdiam. Kini ia tak lagi menahan langkah Sulli. Dia hanya membiarkannya terus berjalan dan menatap sendu padanya.

***

Tiffany tengah menghabiskan waktu luangnya dengan berjalan-jalan disalah satu pusat perbelanjaan. Dia memang hobi berbelanja. Semua beban pikirannya akan menghilang ketika melakukan hobinya itu.

Tiffany terus berjalan sambil menatap layar ponselnya. Sebuah pesan telah masuk dan ia hendak membalasnya. Tatapannya hanya ia fokuskan pada layar ponselnya sehingga ia tidak menyadari seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.

Brruuukkk …

Tiffany sukses menabrak seorang gadis yang terlihat membawa barang belanjaan yang cukup banyak. Alhasil gadis itu terjatuh dan belanjaannya berserakan dimana-mana. Tiffany segera meminta maaf dan membantunya untuk kembali berdiri.

“Jeosonghamnida, jeongmal jeosonghamnida.” kata Tiffany panik.

“Eoh, Tiffany?” gumam gadis itu.

“Jessica!” seru Tiffany.

Keduanya saling menatap kemudian melempar senyuman ramah satu sama lain. Mereka lalu berpelukan dan berseru riang. Kegembiran dan rasa rindu menyelimuti keduanya.

“Yaa, kapan kau kembali? Kenapa tidak menghubungiku?” tanya Tiffany.

“Aku kembali sebulan yang lalu. Mianhae aku tidak mengabarimu karena ponselku rusak dan aku kehilangan semua kontak yang ada didalamnya.” jawab Jessica.

“Nan jeongmal bogoshipo nappeun chingu.” seru Tiffany.

“Nado, nappeun chingu.” balas Jessica.

Mereka kemudian tertawa satu sama lain seraya melepas rindu. Jessica dan Tiffany adalah teman dekat sewaktu masih duduk dibangku sekolah menengah. Karena Jessica melanjutkan studinya ke luar negeri makanya mereka berpisah dan akhirnya kehilangan kontak. Mereka sangat senang bisa dipertemukan kembali.

Sudah lama mereka tidak bertemu. Mereka pun memilih untuk berbincang-bincang lebih panjang di sebuah cafe yang cukup ramai dikunjungi. Mereka memilih duduk disalah satu sudut cafe dan memesan minuman kesukaan mereka.

“Yaa, apa kau masih menikmati kesendirianmu sampai saat ini?” tanya Jessica memulai pembicaraan. Dia menatap Tiffany dengan sedikit mengejek.

“Yaa, kau mengejekku? Asal kau tahu banyak namja yang menginginkanku, geundae aku merasa malas melibatkan diri dalam percintaan. Nanti saja kalau kalau usiaku sudah pantas untuk menikah.” jelas Tiffany.

“Kau pikir usiamu itu masih muda? Kau itu sudah hampir menjadi seorang ajhumma.” ledek Jessica.

“Aiissh … Whatever!” Tiffany memutar bola matanya lalu menuguk jus apel pesananya. “Lalu bagaimana denganmu?” tanyanya.

“Yaa, bagaimana dengan adik kecil yang selalu mengejarmu? Kau pasti sudah bertemu dengannya.” celoteh Tiffany tanpa memberikan kesempatan pada Jessica untuk menjawab pertanyaan sebelumnya.

Tiffany teringat pada seorang adik kecil yang sangat menyukai Jessica. Dia ingat sewaktu mereka masih duduk dibangku kelas tiga sekolah menengah, ada seorang anak kelas tiga SMP yang sangat menyukai Jessica. Meski Tiffany tidak pernah bertemu dengan anak itu, tetapi ia sering membaca setumpuk surat cinta yang selalu ia berikan pada Jessica.

Jessica terdiam kemudian tersenyum simpul.

“Eoh, aku sudah bertemu dengannya.” jawabnya singkat.

“Jinjayo? Lalu bagaimana? Apa dia kembali menyatakan perasaannya? Ahh … dia pasti sudah dewasa dan mejadi namja yang tampan.” seru Tiffany kegirangan tanpa memperhatikan raut wajah Jessica yang tiba-tiba berubah.

“Eoh, dia tumbuh menjadi namja baik yang sangat tampan hingga membuatku semakin mencintainya.” jawab Jessica.

“Aahh … kau pasti sangat bahagia. Apa kau sudah menjadi kekasihnya? Ajak aku bertemu dengannya! Aku ingin melihat wajahnya dan berkenalan dengannya.” cercah Tiffany.

“Menjadi kekasihnya?” Jessica terdiam sejenak, seolah ia berbicara pada dirinya sendiri. “Mungkin saja. Geundae, dia tidak seperti dulu lagi. Dia bukan lagi seorang namja yang  dengan semangat mengejar cintaku.” sambungnya.

Tiffany yang mendengar ucapan Jessica akhirnya menyadari ekspresi Jessica yang berbeda dari sebelumnya. Dia terlihat sedikit murung, meski ia berusaha untuk menyembunyikannya.

“Jessica’ah, neo gwaenchana?” tanya Tiffany.

Jessica segera menghapus raut kecemasan dari wajahnya. “Nan gwaenchana. Ah, kau ingin bertemu dengannya? Dia pasti sangat senang bertemu denganmu. Kajja!” ucapnya kembali semangat.

Tiffany menjadi lega menyaksikan Jessica yang kembali ceria. Meski, ia masih penasaran atas perubahan sikap Jessica barusan, namun ia segera membuang jauh-jauh rasa penasarannya itu. Dia tidak ingin Jessica bertambah sedih jika dia terus menanyakan hal itu. Mereka pun beranjak pergi dari cafe itu.

***

Tiffany melangkah turun dari mobil Jessica. Dia menatap sekeliling bangunan putih bersih nan megah yang berdiri kokoh dihadapannya. Akalnya belum bisa mencerna alasan mengapa Jessica membawanya ke sebuah bangunan yang aromanya terkadang membuat Tiffany tidak suka menciumnya.

“Jessica’ah, mengapa kau membawaku ke sini? Bukannya kita mau bertemu dengan adik kecil yang menyukaimu?” tanya Tiffany heran.

“Haish, kau ini cerewet sekali. Sudahlah, ikuti saja aku!” gerutu Jessica. “Ah, satu lagi. Jangan memanggilnya adik kecil, dia itu sudah besar.” lanjutnya sambil memasang wajah malas.

“Ah ne, arraseo.” kata Tiffany tersenyum polos.

Tiffany menggaruk-garuk kepalanya meski tidak gatal. Dia sama sekali belum mengerti akan maksud dari Jessica. Kedua kakinya pun mulai mengambil langkah untuk berjalan mengikuti Jessica.

Mereka memasuki bangunan itu dan menaiki lift hingga membawa mereka pada lantai ke delapan. Tiffany terus berjalan mengikuti Jessica dengan mulut yang terkunci rapat. Tiba-tiba Jessica menghentikan langkahnya pada salah satu kamar yang terletak tidak jauh dari lift.

Tiffany yang sejak tadi memperhatikan Jessica dapat menangkap tatapan sendu Jessica ketika menatap pintu kamar itu. Perlahan otaknya mulai mencerna apa yang sebenarnya telah terjadi. Alasan Jessica membawanya kesana mulai menerawang dalam pikirannya.

“Jessica’ah, neo gwaenchana?” tanya Tiffany khawatir.

“Nan gwaenchana.” jawab Jessica berusaha tersenyum. “Adik kecil yang ingin kau temui ada di dalam kamar ini. Dia sudah dirawat disini sebulan yang lalu.” lanjutnya.

Tiffany tertegun. Dia sungguh tidak menduga akan menjadi seperti ini.

“Jeongmal mianhae Jessica’ah. Aku tidak tahu kalau dia-”

“Gwaenchana Tiffany’ah.” potong Jessica seraya tersenyum ramah.

“Dua bulan yang lalu ketika aku bertemu kembali dengannya dia sudah divonis mengidap penyakit kanker darah stadium akhir. Aku sungguh tidak menyangka adik kecil yang dulunya tanpa pamrih mengejarku kemanapun aku pergi bisa menderita penyakit ganas seperti itu.” tutur Jessica dengan air mata yang mulai menetes.

Tiffany merasa iba pada Jessica. Ia mengusap lembut bahu Jessica yang menunduk, membiarkan butiran-butiran air matanya berjatuhan.

“Uljima! Kau harus tegar. Kau tidak boleh menangis. Kau harus menyemangatinya agar dia tetap bertahan melawan penyakitnya.” ujar Tiffany.

“Kau benar Tiffany. Aku tidak boleh menangis, aku tidak boleh lemah. Gomawo Tiffany atas dukunganmu.” kata Jessica sambil mengusap air matanya. Kedua ujung bibirnya tertarik hingga mengembangkan sebuah senyuman manis.

Tiffany senang bisa menyemangati Jessica agar tak sedih lagi. Dia pun membalas senyuman ramah Jessica.

“Kalau begitu kajja kita masuk!” pinta Jessica.

Perlahan tangan Jessica membuka kenop pintu kamar rawat itu. Tampak seorang namja tengah berbaring diranjangnya sambil menyaksikan salah satu acara televisi. Namja itu menyadari kedatangan Jessica dan segera menoleh ke arahnya. Dia tersenyum manis pada Jessica yang menunjukkan keadaannya yang semakin membaik.

“Aku mengajak temanku kemari. Dia sangat ingin bertemu dan berkenalan denganmu.” gumam Jessica pada namja itu.

“Jeongmalyo?” seru namja itu senang.

Tiffany yang masih berdiri tepat dibelakang Jessica lalu mendongakkan badannya. Dia hendak menyapa seorang adik kecil yang begitu membuatnya penasaran.

“Annyeong…”

Tiffany seketika terdiam. Matanya terbelalak menatap sosok namja yang sangat ia kenali. Apa yang sebetulnya telah terjadi? Tiffany sungguh kehabisan akal untuk berpikir.

“Se…hun…ah?”

To Be Continued . . .

A/N :
Annyeonghaseyo ~ Chapter 4 sudah publish ^^ Jeongmal jeongmal mianhae aku publish’y telat bgt, I’m too late! >,< soal’y minggu lalu aku lg pra-un, jd g’ smpat browsing intrnet T.T smoga para readers baik hati msih setia mnunggu ff ini …
Apa msih kurang pnjang? >,< mianhae ~ sperti alasanku sbelumnya, aku slalu berusaha nyari adegan yg bgus buat d’selipin ‘tbc’ :D *plak*
Tapikan sebelum tbc Tiffany udh nyebut nma Sehun, jd crita’y g’ ngegantung bgtkan? :D hehe
Buat chingudeul yg mrasa baik hati, tlong dong kalo udh bca niggalin spatah dua kata biar aku’y g’ ptus semangat nulis klanjutan ff ini :( Buat readers baik hati yg udh komen jeongmal jeongmal gomawo, semoga Tuhan mmblas kebaikan klian smua ^^

For my lovely readers keep RCL, no bashing and plagiarism! Okay ^_~

40 thoughts on “Do Man Cry? [Chapter 4]

  1. Ya ampun jdi mksud’ny Sehun oppa mutusin sulli itu krn penyakit yg di idap’ny, hiks hiks.. Kasihan bgt Sehun oppa :'(
    Waduhhh sulli skrng kok jdi gitu sih? Cuman gara2 cinta yg bisa membuat diri org berubah, ckckck… Aduhh eonni aku jdi tmbh penasaran nih sma cerita’ny, ntar gmna tuh kbar tiffany stlh ngeliat sehun? Truss ntar tiffany ngasih tau sulli atau enggak? Huuaaa eonni penasaran tingkat dewa nih –” Semangat trus yah eonni smga dpet nilai yg terbaik yah :D

    • Wow! U’re the first saeng yg baik hati ^^
      iya saeng, jd alsan sesungguh’y sehun mutusin sulli itu krna dia sakit, dan pnyakit’y itu udh prah bgt :'(
      Yap! sulli trlanjur mrah dan merasa cinta ama laki2 itu bullsh*t :D hehe
      Apa yg bkal d’lakuin tiffany? temukan jwaban’y d’next chap saeng ^^ khekhe
      hehe, d’tunggu yah next chap’y, smoga aja aku ada waktu supaya bs lanjutin lebih cepat :)

      Amin … amin … amin … mkasih yah saeng ^^

  2. Gomawo eonni ^^ Tenang aja eonni aku psti bakalan nangkring trus kok nungguin ff’ny eonni, Hehehe :D
    Hiks hiks hiks kasihan bgt Sehun oppa kena penyakit yg parah bgt stadium akhir pula :'( Miris hati aku :'( Mdhan oppa msih bisa hdup smpai sulli tau pnykit oppa yah :'(
    Ternyata sulli klo udh marah ngeri yah ampe begitu’ny, cckckck
    Wahhh sumpah aku penasaran bgt eonni apa yg bakalan dilakuin tiffany stlh dia tau kejadian itu.. Okee eonni kutunggu chap slnjut’ny yah ^^

  3. aaaaa…..
    jadi sehun oppa kena penyakit kanker toh ???
    kok sulli eonni jadi begitu ??? jahat amat…
    ini sad ending kah ???
    mau nanya nih thor…
    kira kira jalan ke tanah abang kemana ya ??? *loh…
    maksudku kira kira sampai par berapa thor ???
    mudah mudahan akhirnya sad ending ya thor ???
    sulli eonni yg meninggal jgn sehun oppa….
    hehehe… *jgn sampe…
    lanjutin thor….

    • iya, sehun itu sbenar’y sakit T.T ksihan yah :'(
      abis’y sulli kesal krna prasaan’y udh d’mainin ama sehun … pdhal sehun lakuin itu semua krn dia mau nyembunyiin pnyakit’y dari sulli …
      Sad ending? bs jadi :D
      tp kbnyakan readers sih pengen’y happy ending ^^
      mmmm … mungkn msih ada 3-4 part lg, d’ikutin trus yah chingu yg baik hati :)
      waduh! sulli yg mninggal? smoga aja g’ ada yg mninggal deh :D hehe
      ne, akn d’update scepat’y, d’tunggu yah chingu yg baik hati :)
      gomawo ~

  4. sedih banget… Sampe netesin air mata… Uuh.. Ada sahabatku yang ngeliat… Untung dia diem aja… Daebak.. Bikin aku terhipnotis… Lanjut ya unnie… Fighting!

    • waduh! kalo gitu ntr aku jualan tisu deh :D *plak* hehe
      O_O untung shabat km yg liat, jd dy g’ bkal ngatain km aneh atau lg galau :D khekhe
      ne, akn d’update scepat’y, d’tunggu yah saeng yg baik hati :)
      gomawo ~
      Fighting!

  5. unnie-ya , kenapa harus bawa penyakit”an ? hiks T.T sehun bisa sakit juga toh. haha oh ya aku harap endingnya gak sad ending ya TT paling nyesek bca crita yang seru tpi sad ending, ditunggu next chapternya unnie, its daebak! kkkk panjangin lagi ya next nya n,n btw fighting buat UN nya ^^ salam kenal :)

    • hehe, sengaja si sehun aku jdiin pnyakitan biar crita’y mkin seru *plak* :D
      ohoho … emg org ganteng g’ bs sakit saeng? ._. ne, smoga aja g’ sad end yah saeng ^^
      ne, next chap’y akn d’update scepat’y ^^ sip sip, bkal d’pnjangin lg …
      Fighting! gomawo saeng yg baik hati ^^ bangapta ~

  6. Lanjutt… Ne?? Aku baru buka dan aku baru pertama kali ke sini. Ff pertama yg aku liat ff ini. Awalnya cm iseng aja baca. Tp trnyata seru. Aku baca deh dari chapter 1. Bagusss bangetttt… Lanjutt ne??? Jebballl… *bow*

    • Ne, akn d’lnjutkn scepat’y chingu ^^ d’tunggu yah ~
      woah! jeongmal gomawo udh mau bca ff ini, yg prtma d’lihat lg :D hehe … jeongmal jeongmal gomawo chingu ^^
      sip sip, next chap’y sgera d’update chingu ^^

  7. Eonni aku kangen Sehun oppa aku juga kangen sma eonni :(
    Eonni kpn nge-post yg chap 5 nya??? :(
    Ditunggu yah eonni ^^ Sangatttttttt~~~

    • haha, iya nih saeng aku jg kangen sm ank2 exo, abis mreka comeback’y lama bgt :( nado saengi, i miss u too :*
      mian yah chap 5 mungkin bru bs publish 2-3 hari lg, soal’y kmren2 aku sibuk sma ujian eh pas slesai ujian mlah sakit T.T huhu ~
      mianhae saengi :'(

  8. Huuuaaaaa betul bgt tuh eonni ampe keriting daah nih kepala nungguin mereka comeback :(
    Ehehehe, jeongmalyo?? ;) Ahhh gitu yah eonni.. Okedehh aku tetep setia menunggu kok eonni ^^
    Ya ampunn eonni cepet sembuh yah.. Minggu kemaren aku juga sakit eon, wahwahwah kita sehati eonni ^^ kekkekee
    Aniyo gwenchana eonni.. Walaupun eonni lama nge-post’ny aku tetep nungguin kok aku kan saengie ny eonni, ehehehe =) Kalo misal’ny kita ada kesibukan kan g’ bisa dipaksain juga kan jdi aku nge- maklumin aja kok eonni ^^
    Ditunggu yah eonni ^^

  9. Wah wah wah eonnie ._.
    Maaf baru comment di part ini ._.
    Aku baru ketemu ff nya hari ini
    Kau sukses membuat ku penasaran,sedih, pedih, hancur,dan lain” eon ‘-‘)/ (?)
    Pokoknya daebak Eon ‘-‘)b
    Semoga publish’nya cepat ya eon…
    Fighting ^^

    • Snang deh kalo km suka sma ff’y ^^ jeongmal gomawo krn udh setia nungguin next chap’y, mngkn next chap’y bru bs publish stelah aku slesai uan… Okesip, ntr aku bnykin lg :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s