CHAPTER 1: L.O.V.E But Lie

image

Title
L.O.V.E But Lie

Author
Yoo Jangmi

Genre
Comedy; Romance; Drama

Length
Chaptered

Rating
T (PG13+)

Cast
Minah (Girl’s Day); Minho (SHINee); Hyungshik (ZE:A); Jiyeon (T-Ara); Sungyeol (INFINITE); Hyewon (5dolls)
Other Cast
Minwoo (Boyfriend) (as Bang Minwoo)

Disclaimer
FF purely mine. Cast not mine. No Bash, No Silent Reader, No Plagiarism.

Note
Hai, saya memutuskan untuk ngepost salah satu FF debut saya yang udah pernah di post di WP saya sendiri. =_= castnya agak ga mainstream memang, tapi semoga readers tetep mau baca dan melihat dari segi ceritanya bukan hanya liat cast aja. Saya sibuk banget, jadi belum bisa meng-update FF yang on going -_- makanya saya ngepost FF debut saya yang masih agak aneh dan malu2in. Oke pidato selesai (?) Happy Reading!

______________________________________________________

-Pengenalan tokoh-

BangMinah

image

Anak seorang arsitek yang sudah bangkrut. Ia manis, ceroboh, baik, dan terkadang kekanak-kanakan.

ChoiMinho

image

anak dari pemilik perusahaan travel terbesar di Korea Selatan. kadang suka berkelakuan konyol. meskipun agak sombong tapi sebenarnya ia baik.

ParkHyungshik

image

sahabat Minho. ia anak orang biasa. bisa dibilang, sikapnya pada perempuan jauh lebih manis daripada Minho.

ParkJiyeon

image

Mantan pacar Minho. cucu dari seorang pemusik tradisional. ia sangat manja, centil dan terkadang menyebalkan. ia tinggal dengan kakeknya.

LeeSungyeol

image

sahabat Minah yang dingin dan kalem. hobbynya membaca dan berenang.

JinHyewon

image

sahabat Minah juga. ia anak dari pemilik Hotel Seoul. Gayanya sedikit nyentrik, ia sempat punya cita-cita menjadi dukun.

=L.O.V.E But Lie=
1. Chapter 1: When You Knock My Door

Choi Minho mengemasi barang-barangnya dalam sebuah koper. ia sudah memutuskan untuk kabur dari rumah orang tuanya. Kemarin ia terlibat pertengkaran dengan Appa-nya dan ia pikir lebih baik kabur dari pada terus-terusan bertengkar. Sementara ia akan pergi ke rumah sahabatnya setelah itu ia pasti akan mencari tempat tinggal baru…
***

Suatu pagi yang cerah….

Bang Minah melihat jam di ponselnya lalu tersenyum “sudah jam 06:00, saatnya bangun dan saatnya Appa pergi” pikir Minah lalu duduk di ranjangnya. Setelah otaknya ‘loading’ ia keluar dari kamarnya dan duduk di meja makan. Appa-nya sudah menyiapkan sarapan, adiknya Minwoo juga sudah ada di meja makan. “Appa, hari ini jadi ke Australia??” tanya Minah semangat, ia tidak sabar menunggu Appa-nya pergi. “tentu saja, mereka ingin membeli desain Appa tentu Appa harus datang” kata Appa-nya Minah. Minah berseru “yes” dalam hati lalu memakan sarapannya. “Nuna kelihatan senang sekali Appa mau pergi” kata Minwoo heran, Minah tersenyum “oh tentu saja, aku…ehm ingin oleh-oleh” kata Minah berbohong. Karena sebenarnya ia senang Appa-nya pergi bukan karena itu. “Appa harus berangkat, Minah-yah jangan lupa bersihkan rumah, Minwoo-yah jaga Nuna-mu yang ceroboh itu” kata Appa-nya sambil menggeret koper. Minah dan Minwoo mengantar Appa-nya sampai depan rumah. Setelah Appa-nya pergi, Minah masuk ke dalam dan mengambil sebuah papan putih. Ia menempelkan papan itu di pintu gerbang rumahnya. Papan itu bertuliskan ‘DISEWAKAN SEBUAH PAVILIUN’
“ah lumayan untuk menambah uang” kata Minah sambil tersenyum “Nuna, Nuna sudah gila ya?? kalau Appa tahu Nuna bisa habis” kata Minwoo sambil membaca tulisan di papan. Minah tersenyum lalu mencubit pipi dongsaeng-nya. “kalau Appa tahu, tapi kalau Appa tidak tahu kan tidak apa-apa. Yah kalau sampai Appa tahu aku bunuh kamu!” kata Minah lalu berlari kegirangan kedalam rumah. Minwoo hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Nuna-nya.
***

Sementara itu….

“yah kau yakin mau cari kos atau apartemen murah?? tidak mau tinggal di rumahku saja?” tanya Park Hyungshik pada sahabatnya. Minho mengangguk “aku yakin, eh di rumah itu ada tulisan apa?” kata Minho sambil menunjuk sebuah rumah unik dengan papan putih di gerbangnya. Mereka berdua menghampiri rumah itu dan membaca tulisan di papan. ‘DISEWAKAN SEBUAH PAVILIUN’
Minho tersenyum, seolah telah menemukan harta karun. “ini dia. sudahlah sekarang aku bisa sendiri, kau pulanglah” kata Minho, Hyungshik menepuk bahunya “baiklah aku pulang. jaga dirimu” kata Hyungshik lalu meninggalkan Minho. Minho menarik napasnya dan mengetuk pintu gerbang itu. Beberapa menit kemudian seorang perempuan seumuran dengannya membukakan gerbang. “annyeonghaseyo, aku mau tanya disini benar ada paviliun yang disewakan?” tanya Minho. Perempuan tadi mengangguk “ya ayo masuk”. Setelah masuk, perempuan yang ternyata bernama Bang Minah itu menjelaskan seluruh detail rumah, sampai ke harga sewa dan peraturan-peraturannya. Minho setuju dan menyewa paviliun itu untuk 3 bulan. “baiklah uangnya pas! selamat istirahat” kata Minah setelah menghitung uang lalu pergi dari paviliun. “Nuna, uang dari mana itu??” tanya Minwoo sambil menghampiri Minah. “sudah ada yang menyewa, cepat kan?? hehe” kata Minah sambil tersenyum lalu masuk ke kamarnya.

***

Sementara itu di dalam paviliun…

Minho merapikan seluruh barang-barangnya lalu mengecek ponselnya. Ada 10 misscall dari Park Jiyeon, mantan pacarnya. Dan sekarang perempuan itu menelpon lagi. Minho mengangkatnya dengan malas-malasan. “ada apa lagi sih?” tanya Minho. “Minho-ya, kau ini apa-apaan sih?? kenapa pergi dari rumah?? sekarang kau dimana? eoseo malhaebwa!” terdengar suara Jiyeon dari seberang “aku dimana itu bukan urusanmu, sudahlah jangan telpon aku lagi” kata Minho lalu melempar ponselnya ke ranjang. Meskipun berhasil kabur dari orang tuanya, ia tidak berhasil kabur dari mantan pacarnya. Karena bosan dan badmood akhirnya Minho memutuskan untuk pergi keluar, berkeliling rumah yang besar dan unik itu. ketika ia keluar Minah sedang merawat tanaman di taman rumah yang memisahkan antara paviliun dan rumah inti. Minho menghampiri Minah lalu ikut berjongkok memperhatikan apa yang sedang dilakukan Minah. “Minah-sshi” panggilnya. “Eomma!! oh Minho sshi, aku sangat kaget kupikir siapa. ada apa? ada yang masih kurang dimengerti??” tanya Minah. “tidak ada, oh aku mau tanya, tentang urusan makan” kata Minho. Minah tersenyum “oh kalau urusan makan, itu terserah. kalau kau mau aku yang masak, maka kau harus makan ramyeon tiap hari karena aku tidak bisa masak yang lain selain ramyeon” kata Minah, Minho memandang Minah dengan ekspresi abstrak dan mata membelalak “ne? jadi maksudmu aku harus masak sendiri??” tanya Minho. Minah mengangguk “tepat sekali!” katanya. Lalu Minah teringat sesuatu dan menatap wajah Minho “aku seperti mengenalmu” kata Minah, “dimana?” tanya Minho. Minah mencoba mencari seseorang di memori-nya lalu berseru “omo, kamu itu Choi Minho yang sekelas denganku, yang sombong menyebalkan. kenapa aku baru sadar?” seru Minah. Minho juga jadi teringat “kamu Bang Minah yang kampungan itu, yang selalu bersama si dukun Jin Hyewon dan si balok es Lee Sungyeol. kenapa aku juga baru ingat?” kata Minho. Minah berdiri lalu berteriak “Mworago?? kampungan?? yah kau lebih menyebalkan! oh omona Minah-yah kenapa kau menerima bocah ini tinggal di rumahmu!” kata Minah, Minho ikut berdiri lalu membalas perkataan Minah “kau memang kampungan!! ingat baju apa yang kau pakai saat study tour ke pulau Jeju?? bodoh sekali” kata Minho. memang waktu itu pakaian Minah sangat kampungan, tapi itu karena ia salah bawa baju. Minah memanyunkan bibirnya lalu pergi ke kamarnya karena kesal. Minho juga cemberut dan kembali ke paviliun.

——————————————-

Malam Harinya…

Hari ini Minwoo pergi menginap ke rumah temannya untuk main game baru semalaman, jadi Minah dan Minho hanya berdua di rumah. Minah memasak sepanci ramyeon untuk makan malam, dan Minho terpaksa harus makan ramyeon juga. Mereka berdua duduk di meja makan pendek, dengan sepanci ramyeon di atas meja. Minah mengambil sumpitnya dan memakan ramyeon itu langsung dari pancinya. “yah bagi aku sedikit aku lapar” kata Minho sambil merebut panci itu dari Minah, lalu memakan isinya. “yah berikan pancinya!” kata Minah sambil berusaha merebut panci itu dari Minho. “shireo! shiltago!!” kata Minho, ia berencana menghabiskan isi panci itu sendiri. Minah cemberut lalu menggumam “aku lapar”. Akhirnya Minho tidak tega dan memberikan pancinya pada Minah “ini makan, aku sudah kenyang” kata Minho padahal ia masih lapar juga. Minah tersenyum lalu menghabiskan ramyeonnya. Setelah itu Minah membawa panci itu ke dapur untuk dicuci.
sementara itu Minho memegangi perutnya yang masih lapar, tiba-tiba gerbang rumah diketuk oleh seseorang “Minho-ya!! cepat buka gerbangnya!!!”
Minho kenal suara itu, itu suara Jiyeon. “darimana dia tahu??” pikir Minho, tapi karena sudah terlanjur ketahuan, ia membuka pintu gerbang itu. “omo, Minho-ya, sekarang kau tinggal di sini?” tanya Jiyeon, “ne, sekarang kau sudah tahu kan, cepat pergi sana!” kata Minho kesal. Lalu Jiyeon melihat Minah keluar dari dapur, ia langsung berseru “oh my god, siapa dia??” seru Jiyeon. Minah kaget melihat Jiyeon di rumahnya, ia lalu menunjuk dirinya sendiri dan berkata “maksudmu, aku?? aku ini…” belum selesai ia bicara, Minho menghampirinya dan menariknya ke depan gerbang, tempat Jiyeon berdiri. “Jiyeon-ah, kenalkan ini Bang Minah pacar baruku”…

To be continued…

——————————————-

How? Hehe =_=b RCL yaa bebseu
-Yeollipolygirl©-

9 thoughts on “CHAPTER 1: L.O.V.E But Lie

  1. Astaga min == belum rampung FF yang satu, muncul lagi yang baru =3= /getokin mimin/ /digetokin balik/
    Bagus kok, penasaran ‘o’)! Ditunggu kelanjutannya dan kelanjutan FF yang lain =3=)/

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s