Snow

Snow

Author             : Vera D Ailianna

Cast                 : Hwang Sora

Kwon Jiyong

Length             : Ficlet (537 words)

Rating             : G

Genre              : Romance

Credit poster   : parkminhyun

Note                : Setelah selang beberapa waktu yang lalu aku, author park minhyun comeback dengan FF fantasy sekarang pada kesempatan berharga ini mau ngepost sebuah ficlet epik dari chingu baik aku—Vera D Ailianna—tercinta *plokplokplok*

FF ini ditujukan buat readers yang males baca ff panjang(?) sehingga FF ini dikemas singkat berisi,kayak gitulah hehehe

Mudah-mudahan kesan awal readers semua tentang hasil karya author cantik ini bisa menginspirasi kita semua plus bikin author freelance ini bersemangat nambahin daftar FF lainnya :)

How bout check it out now?

READ LIKE AND COMMENT

PLEASE BE A GOOD READERS GUYS ^^

***

 Hari mulai larut, malam-malam di bulan ini memang begitu dingin. Butiran salju pun telah berjatuhan sejak kemarin, bintang-bintang terduduk di langit hampa menunggu waktu kemunculannya. Bumi, tempat manusia berpijak menjadi tontonan yang menarik bagi mereka.

Gadis bermata akik biru berkilau itu tetap pada pendiriannya. Duduk pada bangku taman yang telah membeku dengan suhu di bawah nol derajat celcius. Mantel birunya yang tebal beberapa kali terselingkap tertiup angin musim dingin yang membuatnya harus menahan sisi mantel. Bibirnya yang membiru telah beberapa jam bergetar.

Sejak awal memang ada satu hal yang paling dibencinya di dunia ini, menunggu. Tapi, entah mengapa bahkan dalam empat jam terakhir ini dengan sadar dia melakukan hal itu, menunggu ketidakpastian yang menurutnya adalah hal bodoh. Janji, dalam tiga jam terakhir ini kata itu telah menjadi kata kedua dalam daftar hal yang paling dibencinya di dunia ini.

“Aku harus menunggu berapa jam lagi?,” Keluh asa gadis itu. Gadis itu kembali menatap nanar jam kulit di pergelangan tangan kanannya untuk kesekian kalinya, “Huhh, jam sepuluh.”

Hembusan nafasnya mengeluarkan asap putih, dimana sebagai bukti begitu dinginnya saat ini. Bau cologne tubuhnya kian memudar, seakan tersiram oleh air salju malam ini. Bahkan bau khas badai salju telah tercium, meskipun berita tentangnya mungkin baru akan datang dalam beberapa jam kedepan.

“Sora-ya!” Dari kejauhan, samar-samar terdengar suara pekikan seseorang.

Gadis itu berdiri dari tempat duduknya, mencari sumber suara sayup-sayup menggetarkan gendang telinganya yang tipis.

Seorang laki-laki berperawakan modis berlari menghampirinya, wajahnya yang tirus membuatnya terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Dagunya yang runcing membuatnya khas dan dapat dengan mudah dikenali oleh Sora. “Ji Yong-a,”

Ji Yong perlahan mendekat dan memegang pipi Sora yang telah membeku dengan tangan kanannya. “Kau membeku, maafkan aku.”

“Tidak, aku tidak apa-apa.” Dustanya.

“Kau berbohong! Pakailah ini, agar kau tidak kedinginan.” Ji Yong melepas mantel miliknya, dan melapiskan pada tubuh Sora yang jelas-jelas telah membeku.

“Tidak usah, kau bagaimana?” Sangkalnya. “Lihatlah, bahkan wajahmu sangat kurus, bagaimana kalau nanti kau mati kedinginan?” Sora mengusap dan mengelus lembut penuh kasih sayang kedua pipi Ji Yong yang mulai membeku, hingga wajahnya memerah merasakan kehangatan gesekan telapak tangan Sora.

“Tidak, aku tidak akan mati kedinginan, dan tak akan pernah kedinginan. Karena aku memilikimu.” Kata Ji Yong dengan memegang tangan Sora. Sedetik kemudian Ji Yong mendekap tubuh mungil Sora ke dalam dadanya yang bidang, menyalurkan kehangatan untuk mereka berdua.

“Sudah hangat, bukan? Jangan terlalu lama, nanti kau malah semakin cinta padaku kkk~” Kekehnya.

“Tidak, tidak sama sekali. Kau begitu kurus, bagaimana bisa hangat?” Keluhnya. Bulu matanya yang lentik, sepersekian detik mengatup menutup kilauan batu akiknya yang berwarna biru. Ji Yong terus meneliti setiap inchi wajah Sora yang terlihat sangat sempurna di matanya.

“Kau cantik,” Tandasnya.

“Hah?”

“Saranghae,” Desis Ji Yong lemah. Namun dengan jelas suara itu dapat terekam oleh telinga Sora yang berfrekuensi audiosonik.

“Hahaha~ ayo pulang! Sebentar lagi akan ada badai.” Ajak Ji Yong mengalihkan perhatian, dengan tangan kanannya yang tak lepas dari bahu gadisnya itu.

Mereka berjalan menjauh, menjauh dari bangku taman yang telah membeku, tempat dimulainya kehangatan malam yang dingin ini.

Malam belum malam, inilah yang mereka rasakan. Seakan badai, hujan, topan, tak ada tandingannya dengan cinta mereka. Di atas sana, di balik gumpalan-gumpalan putih tak bercahaya, bintang-bintang menjadi saksi bisu sejoli anak adam dan hawa yang saling mencintai.

 

=FIN=

nah,gimana chingu? baguskah? kerenkah? atau kurang? lets comment here guys ^^ hope u like it!

Can’t comment?

contact me on : @zoompia

or facebook : Alifia Rahayu Lestari

Gamsahamida *bow*

26 thoughts on “Snow

  1. konsepnya mau dipakai 4musim gtu ya thor? *sumpahsotoyabanget*
    baguuus. bahasanya rapih. pas bgt ini, karena emang aku gak terlalu suka ff yg puanjang :D

    • nah sepertinya begitu hahaha tergantung authornya entah mau pake berapa musim, mungkin ditambah sama musim paceklik (?) wakakaka aku juga gak suka FF yang panjang karena FF panjang melelahkan hati dan pikiran (?) termasuk proses nulisnya *lah malah curcol* hehehe gomawo ya udah comment :D

  2. Author .. aku suka dengan Posternya .. keren ..
    Untuk ceritanya kurang greget banget ..
    Banyak kekurangannya ..
    But .. terima kasih atas kerja keras untu FF ini .. ^^

    • hahaha ne gamsha :D posternya aku yang bikin tapi FF bukan milik saya, itu punyanya chingu aku jadi aku mohon maaf kalo emang kurang greget T.T maka dari itu kita bikin sequel dari FF ini kok gomawo ne udah mampir baca :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s