Knocking On Heaven’s Door ┆ Part 1

image

Title
Knocking On Heaven’s Door

Genre
School; Mystery; Teen-romance; Drama; Life-problems; AU

Length
Series

Rating
PG14

Cast
Chanyeol — EXO
Sulli — f(x)
Suzy — miss A
Myungsoo (L) — INFINITE
Bomi — A-Pink
Other Cast
— revealed soon

Based On
– KBS2 Mini Series “Jungle Fish 2”
my school life reality

Main Theme Song
– Taru (타루) – Knocking On Heaven’s Door
– Ailee (에일리) – Evening Sky
– Minah (민아) of Girl’s Day (걸스데이) – Just Once

Author
Yoo Jangmi

Started: 08/04/13
Ended: tba

© Yeollipolygirl | 2013
No Plagiarism. No Bash and please be a good reader :)
All cast not belong to me, but the story mine.

Happy Reading~
——————————————-
Knocking On Heaven’s Door
1. Part 1

Park Chanyeol menuntun sepedanya ke depan gerbang sekolah lamanya. Kemarin ia baru saja pindah dari SMU itu. Ia datang ke situ hari ini karena Yoon Bomi. Gadis itu adalah yeoja chingu-nya. Bomi duduk di depan gerbang sekolah dengan wajah penuh kelelahan. Tentu saja ia lelah, Donghwa High; SMU tempat ia belajar, mengharuskan murid-muridnya berada di sekolah dari jam tujuh pagi sampai jam sebelas malam. Mereka harus terus belajar bagaikan robot, ini adalah satu hal mengapa Chanyeol memutuskan pindah ke sekolah yang rate-nya lebih rendah.

“kenapa kau memanggilku ke sini?” tanya Chanyeol dingin. Terkadang ia seperti orang yang tidak punya hati, tapi sebenarnya ia memiliki hati yang baik. Bomi tersenyum kecil lalu berkata “aku mendapat peringkat terakhir di sekolah”
Chanyeol lumayan kaget, ia tahu Bomi adalah gadis yang pintar, dan selalu menjadi nomor satu. Kenapa tiba-tiba ia bisa turun ke peringkat paling bawah?
“lalu?” tanya Chanyeol. “kenapa kau bersikap begitu pada orang yang butuh kenyamanan darimu? Setidaknya kau bilang “gwaenchana” atau…” Bomi terdiam lalu menggelengkan kepalanya “ah tidak menarik. Aku pulang saja” lanjut Bomi, sambil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Chanyeol.
Chanyeol segera menyusulnya sambil menuntun sepedanya. “ini sudah malam. Aku antar pulang saja” kata Chanyeol sambil meraih tangan Bomi. Bomi tersenyum dan mengangguk. “Chanyeol-ah, boleh aku minta sesuatu?” tanya Bomi. “tentu. Apa itu?” ujar Chanyeol. Bomi menggigit bibir bawahnya lalu menundukan kepalanya. Ia tidak berkata apa-apa. Ia kemudian maju selangkah dan memeluk Chanyeol. “aku ingin memelukmu” kata Bomi pelan. Chanyeol memainkan rambut gadis itu “kau aneh” katanya. Bomi melepaskan pelukannya lalu tersenyum “memang” ujar gadis itu.
“ayo pulang” kata Chanyeol. “ah, aku harus ke suatu tempat sebelum pulang. Hmm antar saja aku sampai halte” kata Bomi, Chanyeol menatapnya heran, tapi ia mengangguk dan naik ke sepedanya. Bomi duduk di belakang Chanyeol sambil memegang jaket laki-laki itu. “pegangan yang benar” kata Chanyeol. Bomi hanya mengangguk.

Chanyeol mulai mengayuh sepedanya, sama sekali tidak terpikir olehnya kalau ini adalah hari terakhir ia bertemu Bomi.

______________________________________________________

Besoknya…

Chanyeol memarkir sepedanya di tempat parkir sekolah, lalu mengeluarkan ponselnya yang sejak tadi berdering beberapa kali. Ada satu pesan entah dari siapa dan beberapa missedcall dari Eomma-nya Bomi. Ia membuka pesan itu.

from: –
Yeojachingu-mu sudah meninggal.

Chanyeol awalnya tidak percaya, mungkin seseorang berusaha menjahilinya. Lalu ponselnya berdering lagi, telpon dari eomma-nya Bomi.

ah eomoni, ada apa?” tanya Chanyeol.

“Bomi…ia baru saja meninggalkanku” terdengar suara nyonya Yoon yang seperti sedang menangis.

“meninggalkan…maksudnya?” tanya Chanyeol. Ia mulai panik.

“ia pergi. Selamanya.” jawab nyonya Yoon.

Chanyeol hampir menjatuhkan ponselnya dari tangannya. Ia tidak percaya semalam ia masih melihat Bomi tersenyum padanya bahkan memeluknya. Kenapa ia bisa tiba-tiba meninggal?

Chanyeol mengantungi ponselnya dan menaiki sepedanya lagi. Masih dengan seragam sekolah lengkap, ia memutuskan untuk pergi menemui nyonya Yoon dan membolos sekolah.

–**–

Ruangan itu penuh dengan isak tangis. Mereka semua sedih atas kepergian Yoon Bomi yang sangat tiba-tiba dan terkesan misterius.
“Bomi-yah, kau tidak boleh pergi! Kau sahabatku…na eotteohke” seorang gadis SMU menangis histeris di depan foto Bomi, gadis itu seperti tidak peduli dengan orang sekitarnya dan terus menangis.

Chanyeol yang baru saja sampai di tempat itu hanya melihat dari luar, ia menatap foto Bomi dari depan pintu dan menggigit bibirnya. “Bomi-yah…bagaimana bisa?” tanyanya dalam hati.

“kau sudah datang?” sapa nyonya Yoon pelan. Wajah wanita itu penuh kesedihan, dan terlihat sangat pucat. “hmm. Eomoni..bagaimana bisa seperti ini?” tanya Chanyeol. “ia ditemukan tenggelam di kolam renang. Aku tidak mengerti…ini aneh.” ujar nyonya Yoon. Chanyeol melipat tangannya di dada dan menundukkan kepalanya, mencoba menutupi kesedihannya. Ia tidak bisa berpikir jernih sekarang, tapi ia bisa merasakan ada yang aneh dengan kematian Bomi.

.

.

-Sementara itu di Donghwa High..

Bae Suzy duduk di kelas dengan wajah tanpa ekspresi. Ia melihat tempat duduk Bomi yang di atas mejanya diletakkan beberapa tangkai bunga putih. Bomi sahabatnya sejak SD. Tapi hubungan mereka mulai berubah semenjak SMU, ketika Suzy mulai berambisi menjadi nomor satu di sekolah.
“hey Bae Suzy, bukannya yang meninggal itu Yoon Bomi sahabatmu? Kau tidak kelihatan sedih sama sekali” ujar Misun, salah satu teman sekelas Suzy. Suzy diam saja, ia tidak memperdulikan pertanyaan itu dan pergi ke luar dari kelas.

Ia pergi ke tempat favoritnya. Atap gedung sekolah. Ia duduk di sana dan memejamkan matanya. Ia teringat kejadian sehari yang lalu.

Flashback
Suzy mendekati papan pengumuman nilai dan mencari namanya. Ia tersenyum. Akhirnya ia berhasil berada di peringkat satu, mengalahkan Bomi. Tapi ia mencari nama Bomi dan gadis itu berada di posisi terakhir. Ia agak heran, bagaimana bisa seorang Yoon Bomi berada di posisi terakhir? Ia pun memutuskan untuk menemui Bomi, tapi ia tidak melihat gadis itu sejak pagi. “ia pasti di taman” pikir Suzy.

Suzy berjalan cepat ke taman sekolah, ia melihat ke sekeliling tapi tidak melihat Bomi. Akhirnya ia melihat gadis itu sedang duduk di pojok taman sambil melamun. Ia menghampirinya dan membentaknya.

“yah Yoon Bomi! Apa yang kau lakukan?! Bagaimana bisa kau berada di posisi terakhir?!” seru Suzy, ia sendiri tidak tahu mengapa ia peduli. “Suzy-ya, aku tidak melakukan apa-apa, kau pantas dapat peringkat satu. Chukhahae” kata Bomi tenang  sambil tersenyum, ia berdiri dan berjalan pergi. “aku kecewa” kata Suzy lagi. Bomi menghentikan langkahnya dan berbalik. “kecewa? Mengapa?” tanya Bomi. “karena…karena…” Suzy terbata, ia tidak tahu kenapa ia merasa kecewa. “karena aku temanmu? Atau karena aku sainganmu?” kata Bomi sambil menatap Suzy dalam-dalam. Gadis itu tidak menjawab, Bomi pun berbalik dan melanjutkan langkahnya.
flashback end

Suzy menghela napas panjang. Sejujurnya ia sedih atas kepergian Bomi.
Tiba-tiba ponselnya berdering, menandakan SMS masuk. Suzy mengambil benda itu dari sakunya dan membuka SMS itu.

from: Park Chanyeol
Kau tidak menghadiri pemakaman Bomi? Bukankah kau sahabatnya?

Suzy menggigit bibir bawahnya. Lalu membalas SMS itu.

to: Park Chanyeol
Aku harus sekolah. Tidak bisa ke sana.

Beberapa menit kemudian datang lagi balasan dari Chanyeol.

from: Park Chanyeol
Kau lebih mementingkan ranking bodoh itu daripada sahabatmu? Kurasa kau mulai gila.

to: Park Chanyeol
Aku bukan sahabatnya lagi. Aku sibuk. Jangan SMS lagi.

Setelah mengirim balasan itu, Suzy mencopot baterai ponselnya dan memasukkannya ke saku. Ia berdiri dan turun dari atap.

.

.

.

-sepulang sekolah-

Suzy melirik jam tangannya. Tepat jam 11:00 malam. Ia membereskan lokernya dan menguncinya, setelah itu ia memakai tasnya dan keluar dari kelas.

Gadis itu keluar dari gedung sekolah dengan wajah pucat karena terlalu lelah. Ia berjalan perlahan sambil melihat ke bawah. Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya. Ia terkejut dan segera menoleh ke arah orang yang menepuk bahunya.

“hai” kata orang itu dengan senyum terceria yang bisa ia buat. Suzy hanya menatapnya sesaat lalu lanjut berjalan. “tunggu Suzy-ya, kau mau kemana?” tanya laki-laki itu. “pulang” jawab Suzy pelan dan datar. “kau kelihatan lelah, bagaimana kalau makan es krim dulu?” ajak laki-laki itu. “yah Kim Myungsoo! Ini sudah hampir tengah malam, aku harus pulang” kata Suzy kesal lalu melanjutkan perjalanannya. Myungsoo, terlihat kecewa, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “aish jinjja, aku pergi ke tempat Shin ahjussi saja” gumamnya sambil berjalan dengan langkah gontai.

Tempat yang ia maksud adalah sebuah restoran bubur kecil. Biasanya kalau malam sudah sepi. Myungsoo mengenal pemilik restoran bubur itu, ia dan teman-temannya dulu sering ke tempat itu. Tapi semenjak SMU mereka mulai sibuk sendiri. Ia sendiri drop out dari sekolah, karena dituduh memukuli seorang siswa, padahal ia tidak melakukannya. Myungsoo adalah seorang yang ceria dan tidak kenal menyerah, kadang emosional. Dan kadang ia suka berkelakuan bodoh.

Myungsoo membuka pintu restoran bubur dan masuk ke dalam. “Shin ahjussi!” panggilnya ceria. “oh Myungsoo-ya, duduklah disitu” jawab paman Shin dari dapur. Myungsoo tersenyum dan duduk di tempat duduk favoritnya. Beberapa saat kemudian, paman Shin keluar membawa semangkuk bubur hangat untuknya. “ada apa malam-malam begini? Sebentar lagi restoran mau kututup” kata paman Shin sambil duduk di hadapan Myungsoo.
“tadi aku bertemu Suzy, tapi ia kelihatan muram. Ia juga membentakku” kata Myungsoo lalu memakan sesendok bubur. “mungkin ia memang tidak menyukaiku” lanjutnya. “Suzy dan kamu bukannya sudah lama berteman? Mengapa ia seperti itu? Tanya paman Shin. Myungsoo mengangkat bahunya “entahlah. Ia berubah sejak SMU. Dulu sewaktu SD, aku, dia, Chanyeol dan Bomi adalah teman baik. Kami sering main bersama” kata Myungsoo. Ia menghabiskan buburnya lalu bicara lagi. “ngomong-ngomong tentang Bomi, ia…baru saja meninggal” ujar Myungsoo pelan. Paman Shin terlihat kaget. “kenapa tiba-tiba sekali?” tanyanya. “entahlah, aku juga tidak terlalu mengerti” jawab Myungsoo. “aish, apasih yang kau mengerti? Yang kau tahu hanya menyukai Bae Suzy” kata paman Shin meledek. “ahjussi! Aku tidak bodoh! Aku tahu yang lain selain itu” kata Myungsoo kesal sambil mengikuti paman Shin ke dapur.

.

.

.

.

.

-besoknya-

Chanyeol memarkir sepedanya di parkiran sekolah seperti biasanya. Pikirannya masih terganjal (?) tentang kematian Bomi. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ada satu SMS, dari nomor tidak diketahui yang kemarin.

from: –
Tidakkah kau merasa ada yang aneh Chanyeol-ssi?

Chanyeol terdiam sejenak lalu membalas SMS itu.

to: –
Maksudmu? Tentang Bomi?

Beberapa menit kemudian ada balasan lagi.

from: –
Ya…tentang yeojachingu-mu, Yoon Bomi. Kau harus selidiki sebab kematiannya.

Chanyeol membaca SMS itu beberapa kali tapi ia tidak membalasnya. Ia memasukan ponselnya ke saku lalu berjalan masuk ke gedung sekolah.

Sesampainya di kelas, ia melihat seorang gadis. Ia rasa ia pernah melihatnya, kemarin di pemakaman Bomi. Chanyeol menaruh tasnya lalu menghampiri gadis itu.

“kau, yang kemarin di pemakaman Bomi bukan? Yang menangis histeris…” tanya Chanyeol. Gadis itu mengangguk. “hmm, kau…pacarnya?” tanyanya. Chanyeol mengangguk pelan, ia melihat name-tag gadis itu. Namanya Choi Sulli. “kau dekat dengan Bomi?” tanya Chanyeol. “iya, kami dekat sejak kelas satu SMU, hmm..Chanyeol-ssi, apa kau merasa penasaran tentang..hmm…penyebab kematian Bomi?” kata Sulli. Chanyeol terdiam sejenak “ya, tentu saja. Karena aku sangat tahu Bomi bukan seorang yang dengan mudah mengakhiri hidupnya” ujar Chanyeol.
“artinya ia tidak bunuh diri” ujar Sulli, ia menatap Chanyeol lalu melanjutkan kata-katanya. “Chanyeol-ssi, ayo kita selidiki bersama. Eottae?”…

-To Be Continued-

——————————————-

Bingung tidak chingu? ._.) kalau bingung aku jelasin ya. Jadi Suzy, Chanyeol, Myungsoo, sama Bomi itu sahabat dari kecil, tapi sejak SMU jadi jauh-jauhan. Terus tiba-tiba Bomi meninggal dengan misterius, nah Chanyeol, sama Sulli, temennya Bomi, mau nyelidikin gitu o’-‘o
Jadi ini cerita misteri XD dan bakal ada MyungZy *-* so…hope you like it!
Kalau masih bingung tanya aja :3

33 thoughts on “Knocking On Heaven’s Door ┆ Part 1

  1. uwoo keyeen chingu ^^b alurnya bagus loh! Kalimatnya jg bgus :) kalo boleh saran ya biar kesannya kayak lagi liat drama beneran (?) awal kejadian dibikin beberapa segment (?) terus konflik batinnya chanyeol sama L diperkuat supaya nge feel kan kasian bomi meninggal yang sedih gak banyak (?) hahaha good job lho! Keep writting! *ssh…red ice nya dilanjutin yaa :)*

  2. wah,,kalo ada myungzynya aku bakal ngikutin terus ni ff. Banyakin moment myungzynya ya thor..
    Kira-kira siapa ya yang bunuh bomi? Jangan suzy, sulli ato myungsoo ya.. Mereka anak baik”..

  3. Annyeong author and all readerss let i introduce my self *ala tiffany igab* wkwkwk aku Soorin dari wordpress sebelah lagi iseng nih nyari FF ketemu deh genre yg menegangkan, wah makin penasarannya, di situ ketulis tapi ke coret real school reality jadi di sekolah author terjadi gitu kisah nyatanya???? Umaga ~ bagus thor lanjutin ya FIGHTING!!!

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s