Reason of Love

my and girl sequel

Title : Reason Of Love

Sequel of : My (2nd) Girl

Author : kimmyelf

Main cast : Kim Myung Soo / L (Infinite) , Lee Hyeri (OC)

Rating : PG-15

Genre : Romance

…………………………………………………

Suka..~

Suka…

Sangat suka…

Aku menyukaimu..~

Aku menyukaimu..!

Aku benar – benar menyukaimu…

Myungsoo..

………………………………..

.

.

“Apa tidak apa – apa?” kataku menarik lengan Myungsoo. Wajah khawatirku tak bisa ku tutupi lagi.

Kami berdua sedang berada di depan rumah bertingkat dua dengan sebuah pagar yang tinggi menutupi sekeliling rumah ini. Kami berdua masih memakai seragam sekolah kami. Ini baru pukul 4 sore dan kami kemari menaiki bus dan setelah itu berjalan beberapa menit sampai akhirnya  tibalah kami di depan rumah Myungsoo.

“Tidak apa – apa. Ayo masuk” katanya tersenyum padaku. Myungsoo menarik tanganku dengan pelan. Ia mulai membuka pintu pagar depan rumahnya.

“Tunggu..!” kataku segera sambil menghentikan kakiku saat kami hampir menginjak rumput depan rumahnya. “eh bagaimana kalau orang tuamu melihatku?”

Myungsoo tertawa pelan atas pertanyaanku. Aku memandangnya dengan muka khawatir. “Aku akan mengenalkanmu kepadanya..” kata Myungsoo santai.

“Bukan seperti itu..” kataku sambil menggoyangkan kepala. Ia tidak mengerti. Bertemu ibu dari pacarnya adalah hal yang sangat penting bagi setiap pasangan. Tapi sepertinya Myungsoo terlalu menganggab semua ini santai “bukankah ini terlalu cepat?”

“Kenapa? Bukankah kau pacarku?” katanya heran.

Aku menarik nafas panjang, sambil menundukan kepala. Maksudmu pacar kedua?

“E aku belum siap untuk bertemu dengan orangtuamu..” kataku jujur.

“Tenang saja… ibuku sedang bekerja saat ini. Ku kira dia tak akan pulang sebelum malam tiba..” kata Myungsoo memberikan jawaban sambil menepuk kepalaku pelan. Aku memandang wajahnya yang tersenyum.

Myungsoo melingkarkan lengannya di bahuku lalu menarik ku pelan.

“Lagi pula tidak ada siapa pun di rumah ini sekarang..”

Aku menoleh ke arahnya dengan cepat.

Tidak ada orang? Sendiri? Hanya berdua?

Kami melewati taman didepan rumah Myungsoo yang cukup lumayan besar sebelum sampai di teras rumahnya. Melihat sekeliling rumah tampaknya rumahnya cukup rapi dan indah dengan sebuah taman yang rindang dan warna hijau dari karpet rumput yang tumbuh rapi.

“Selamat datang…” katanya bermain – main seperti seorang pelayan toko. Ia membuka pintu masuk untuku supaya aku bisa masuk. Aku tertawa melihat tingkahnya.

Aku masuk kedalam , lalu setelah membuka sepatuku aku mulai berjalan sedikit ke dalam rumah ini. Aku cukup terheran dengan rumahnya. Ini sangat besar dan mewah, tampaknya Myungsoo merupakan anak dari seorang yang kaya. Terlihat jelas dari beberapa barang – barang yang terlihat di ruang tamunya. Dibandingkan dengan ku yang hanya tidur di rumah kontrakan, ini sangat jauuhh sekali perbedaannya.

“Jangan heran , anggab saja rumah sendiri.” Katanya sambil melewatiku yang masih berdiri mematung di tempatku tadi.

“Apa kau tidak punya pelayan untuk membersihkan seisi rumah ini? Rumahmu benar – benar besar..” kataku heran.

Merujuk pada kalimatnya tadi tentang di rumah ini tidak ada siapapun. Tapi melihat keadaan rumahnya , ini sangat tidak mungkin untuk orang kaya seperti dia akan menyapu seisi rumahnya dengan tangannya sendiri.

“Ada. Tapi mereka tidak tinggal menginap disini.”Aku mengangguk pelan mendengar penjelasannya.

Aku masih melihat di sekeliling ruang tamu ini dan akan duduk di kursi saat Myungsoo lagi – lagi menarik tanganku untuk berjalan mengikutinya.

“Kita akan kemana?” tanyaku padanya.

Ia diam untuk beberapa saat. Kami menaiki tangga menuju ke lantai dua rumahnya.

“Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri di sana. Ayo naik dan melihat kamarku.”

Kami masuk kedalam kamar Myungsoo. Aku berdiri canggung disana. Berada di kamar  laki –laki seperti ini apa tidak apa – apa? Bagaimana jika orangtuanya datang dan melihatku disini? Bukankah mereka akan berfikir kalau aku perempuan yang nakal?

Ku lihat Myungsoo menaruh tasnya di meja belajarnya dan menaruh jas sekolah yang ia pakai di senderan kursi meja belajar itu. Aku menggigit bibirku pelan atas pikiranku tadi. Harus kah aku meminta ijin untuk keluar? Ya~!

“Myungsoo… ku rasa aku lebih baik berada di ruangtamu dari pada disini.” Kataku pelan dengan pikiran tak enak hatiku padanya.

“Kenapa?” Kata Myungsoo menoleh ke arahku.

“A e.. kita hanya berdua disini..bagaimana jika orangtuamu datang? Ku rasa aku harus menjaga sikap..”

Ia hanya diam. Ku rasa itu tanda memperbolehkan ?

Aku mulai melangkahkan kakiku menuju ke luar kamar. Kau tahu kan maksudku? Ku harap Myungsoo mengerti. Hanya berdua saja disini, berada di kamar ini.. bagaimana kalau..

“Tidak” kata Myungsoo tiba – tiba.

Aku berhenti tepat di pintu lalu menoleh ke arahnya.

“Tidak apa – apa..” kataku

“Tapi di rumahku banyak hantu. Bagaimana jika mereka tiba – tiba menampakan wujudnya saat kau sendirian di bawah?”

“Chinca?

Kataku dengan muka yang takut. Myungsoo mendekat padaku dengan menganggukan kepalanya.

“Kau pasti berbohong?”

“Aniya…aku berkata apa adanya. Banyak tamu yang datang ke rumah ini berkata seperti itu. Lebih baik kau berada disini saja”

Katanya sambil memegang tas ku yang masih ku gendong dan mencoba melepaskannya. Aku membiarkannya melakukannya. Lalu ia menaruh tasku di tempat tidurnya.

“ee yah kau benar..”

Aku masih berdiri di sana. Sampai akhirnya aku melihat tumpukan CD yang menarikku untuk melihatnya.

“Hei…kau suka Epik High?”

“Sesuatu yang berbau hip hop..aku menyukainya..”

“Benarkah? Dan kau juga mempunyai album New Breed.. woaaa”

“Kau terlihat senang sekali..”

“Tentu saja.. Know Your Name, Girlfriend, I Got Your Back … sebenarnya hampir seluruh lagu di album itu aku sangat suka. Jay park adalah salah satu penyanyi favoritku. Dia benar – benar keren. Dan..~ eh maaf aku terlalu bersemangat untuk menceritakan ini.” kataku malu saat sadar aku terlalu banyak bicara.

“Tidak.. kau terlihat lucu seperti ini.”

“Kau mengejeku?”

“Ani..ini pertama kalinya kau bicara panjang lebar seperti itu..”

“Mianhae…”

“Wae?” Myungsoo tertawa mendengar permintaan maafku.

Tentu saja. Uhhggrr kenapa aku melakukan sesuatu yang memalukan.

Aku tidak menjawab pertanyaanya. Dan hanya melihatnya membuka kaset CD Jay Park yang ku bicarakan antusias tadi. Fangirling di depan Myungsoo  terhadap Jay Park. Ahh pasti dia berfikir aku terlalu berlebihan dan aneh.

Aku mulai capek untuk berdiri karena hampir selama satu jam ini mulai turun dari bus aku terus saja berdiri.

“Bolehkah aku duduk disini?”

Ia menoleh ke arahku.

“Tentu.” sambil tersenyum padaku.

“Kamarmu terlihat nyaman sekali” kataku melihat sekeliling kamar.

Tepat saat itu alunan musik Know Your Name versi acoustic terdengar menggema di ruangan ini. Tampaknya Myungsoo tadi sedang sibuk untuk memutarkan lagu itu untuku. Aku tersenyum padanya saat dia balik badan bersandar di meja belajar tepat menghadapku.

“Jika kau suka kau boleh tidur disini bersamaku.”

“Yaahh…aku hanya mau bilang bahwa ini sangat sangat lebih nyaman daripada kamarku di rumah.”kataku dengan muka memerah mendengar kalimatnya.

Myungsoo tertawa melihatku. Tapi setelah itu ia memasang wajah yang serius.

“Sebenarnya aku tidak terlalu menyukai kamar ini.”

“Wae? Disini sangat nyaman.” Kataku sambil meraba pelan kasurnya yang empuk.

Ia berjalan mendekat dan duduk tepat disampingku. Aku menoleh ke arah Myungsoo dan memandangnya saat ia bicara.

“Karena semua disini berwarna putih. Aku benci warna terang….”

“Sebenci itukah?”

Kali ini ia menoleh ke arahku.

“Ya..apa bagusnya warna putih jika hitam lebih keren. Dan jangan tanya kenapa kamarku berwarna putih sedangkan aku tidak suka putih.”

Aku diam sebentar untuk berfikir. Yah aku memang merasa dari aku pertama kali masuk ke rumah ini hampir mayoritas semua berwarna putih.

“Lalu bagaimana jika seseorang yang kau sukai menyukai warna yang kau tak suka?”

Myungsoo berbaring di tempat tidurnya dengan kakinya masih menyentuh lantai.

“Tidak masalah, jika ia tak memaksaku untuk menyukai warna yang dia suka” katanya santai

“Hmm setidaknya kau bisa menghargai orang lain” kataku pelan.

Tiba – tiba Myungso menarik pergelangan tanganku dan aku pun akhirnya ikut berbaring di sampingnya.

“Heiii…..” teriaku kaget.

Aku membulatkan mataku melihat ke arahnya.

“Mari kita bicara yang lain?” kata Myungsoo melihatku.

“Seperti?” tanyaku.

“Kenapa kau melakukannya?” – Myungsoo

“Apa?”- Hyeri

“Kenapa kau tiba – tiba mengatakan padaku aku harus jadi pacarmu? Aku tak pernah membayangkan kau akan melakukan itu..” Kata Myungsoo melihat ke langit langit kamar.

“Yah begitu juga denganku.. berbicara denganmu waktu itu benar – benar harus menguatkan mental jika tidak aku akan berlari menjauh saat itu juga..” kataku mulai jujur. Myungsoo mengangkat satu tangannya untuk dijadikan tumpuan kepalanya.

“Kau tak tahu bagaimana aku benar – benar menahan tawa saat melihat wajahmu saat itu..” ia tersenyum. Mendengarnya jujur atas pikirannya aku pun ikut tersenyum.

“Yaaahhh kau jahat sekali..ahh jika memikirkannya kembali itu sangat memalukan.. tapi tentu saja sekarang aku tak menyesali tindakanku.”

Entah kenapa sebuah beban yang ada di dadaku terasa sedikit terangkat. Ini adalah sebuah kalimat yang selama ini ingin ku katakan padanya.

Ada saat dimana kami hanya mendengarkan suara hembusan nafas masing – masing dalam diam.

 

AUTHOR P.O.V

“Apa kau menyukaiku?” kata Myungsoo tiba –tiba.

“Ya..” jawab Hyeri sambil tersenyum.

“Kenapa?” Myungsoo mengarahkan wajahnya ke pada Hyeri. Mereka berdua masih berbaring di tampat tidur Myungsoo.

Hyeri diam untuk berfikir sebentar.

Aku tidak tahu.. kenapa aku menyukaimu.. aku.. benar – benar tidak tahu. Jika ku pikirkan lagi.. saat aku melihatmu di kedai malam itu, entah kenapa..aku malah berfikir tentang Bora”

Jantung Hyeri sangat berdebar – debar untuk mengatakan ini pada Myungsoo. Ia bermain dengan kancing bajunya dan terus mengutarakan isi hatinya yang sejujurnya pada Myungsoo.

“Mungkin karena hidupku terlalu sepi.. aku tidak punya siapa – siapa.” Myungsoo menggeser tangannya sehingga bertemu dengan tangan Hyeri. Sang laki – laki memegang satu tangan Hyeri dengan tangan kanannya lalu menggenggamnya erat. Hyeri menoleh ke arah Myungsoo dan sang pacar hanya tersenyum. Hyeri pun ikut tersenyum lalu melanjutkan kalimatnya

“Mengatakan padamu bahwa aku mau kau jadikan kedua.. bersama mu yang menerima dengan kejujuranku dan keadaanku seperti ini..ku rasa aku sudah merasa senang. Mungkin saat ini hanya kau yang satu – satu nya menegerti aku..” Myungsoo terdiam, sebuah wajah dengan ekspresi datar berada disana.

Kau sangat berbeda Hyeri.. kau berbeda dengan perempuan lainnya yang pernah ku temui.” Kata Myungsoo tanpa melihat Hyeri

Hyeri tertawa pelan. “Mungkin karena kenyataanya aku hidup sendiri sehingga aku bebas melakukan apapun tanpa ada yang memarahiku..”

Bagaimana denganmu? Kenapa kau menerimaku?” lanjut Hyeri dengan muka yang sangat penasaran.

“Karena aku sudah mulai bosan dengan Bora”

Hyeri terdiam dan melepaskan genggaman tangannya pada tangan Myungsoo.

“Apa?Aku hanya bicara jujur..” jawab Myungsoo polos

Sebuah lengkungan senyum berada di wajah Hyeri. Ia tahu ia belum sepenuhnya milik Myungsoo. Lagi pula untuk apa marah. Bukankah dia sendiri yang meminta Myungsoo untuk menjadikannya yang kedua?

“Ya tentu saja.Kenapa aku harus juga menanyakannya pada Tuan Playboy ini.” Jawab Hyeri dengan sebuah sentuhan jari telunjuknya di dahi Myungsoo.

Mereka berduapun tertawa bersama.

 

:)

 

JAY PARK – JOAH http://www.youtube.com/watch?v=chFA-SMCx5k

My (2nd) Girl http://kimmyelf.wordpress.com/2012/10/07/two-shoot-my-2nd-girl/

…………………………………………………………………………………………………………..

Gomawo.

Bubay :3

-Kimmyelf- :)

24 thoughts on “Reason of Love

  1. Aaaaaa kok masih penasaran ya? ._.v
    Bikin story yang panjang dong kim eon ‘-‘ (boleh ku panggil begitu?)
    Ehehehe, ditunggu cerita selanjutnya ^^
    By the way, salam kenal ‘-‘)/

  2. Ff.y ngegantung banget chigu :( masih penasaran sama cerita.y.. Tapi tetap keren kok.. (Y) walaupun bikin iri :D

  3. yah end, ceritanya bagus tapi nggantung.. :( sequel donk author yg baik :)
    oh yha annyeong sy readers baru di sini salam kenal :)

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s