(TwoShoot) I Need You

suzy

Title : I Need You

Author : kimmyelf

Main cast : Bae Soo ji , Kim Jongin , Jung Daehyun

Other Cast : Jung Soojung

Rating : PG – 12

Genre : Romance , Friendship , School Romance

 

“….. I just know that

No matter how close we are, I know that I can’t love you anymore

I can’t miss you; waiting for you makes me tired

I can’t endure anymore  “

–         (The name that I love – Onew SHINee)

.

.

.

……………………………

Daehyun – Sooji – Jongin

…………………….

.

.

.

.

 “Aku sudah menemukannya!!”

“Siapa?”

“Dia..yang selama ini menolongku diam diam, Guardian Angel ku!”

“Benarkah?”

Sooji  mengangguk mantap ke arah laki – laki yang berada di depannya.

“Lalu siapa orangnya?”

Sooji tersenyum sipu dan menundukan kepala untuk apa yang dia katakan.

“Daehyun..!” Ucapnya segera.

Laki – laki di depannya pun merubah ekspresinya seketika.

“Perasaan ku selama ini memang tak salah.. aku tahu kalau dia yang menolongku jauh jauh hari”

“Apa kau yakin? Apa kau tak salah orang?”

“Aku yakin,bahkan sangat yakin”

“Tapi sebenarnya dia~”

“Jongin aku senannnggg sekali~” Sooji memotong pembicaraannya tiba – tiba.

Dia tahu saat ini wanita di depannya sedang bahagia.

“Kau tahu kan kalau ini adalah salah satu keinginanku? Menemukan siapa orang yang sudah beberapa kali menyelamatkanku saat dalam keadaan bahaya..”

Jongin hanya terdiam.

“Dan aku sudah berjanji..siapa pun itu orangnya. Aku akan membalas kebaikannya. Satu harapan, apapun itu, akan kukabulkan!”

………………….

“Kau janjikan akan datang ke rumahku?”

“Siap! Aku sedang dalam perjalanan… 5 menit lagi akan sampai.”

“Baiklah ~ hati – hati , Annyeong!!”

“Annyeong~!!”

Suara Soojung  telah tiada di HP, kini digantikan dengan suara mesin mobil Taxi yang berdengung melewati jalan ramai kota Seoul di malam hari. Pukul 06.00 malam, saat dimana ibuku mengijinkanku ke rumah sahabat dekatku serta anak dari sahabat ibuku berada.

Aku sudah mengenal Soojung sejak kami masih TK, dan sejak itu pula sekolah kami selalu bersama. Hari ini adalah jadwalku untuk belajar bersama atau lebih tepatnya party time bersama Soojung. Apapun yang kulakukan asal berada di rumah Soojung dan dalam pengawasan Bibi semuanya BEBAS kulakukan!

“Aigoo~! Bagaimana seorang pencuri bisa setampan itu ><”

“Pencuri tetap saja pencuri, dia orang jahat, mengambil barang yang bukan miliknya, dan membuat seantero Korea harus waspada. Bagaimana bisa kau tergila – gila dengannya?” kataku mengomelinya

Soojung tak mendengar semua perkataanku seperti biasa. Pandangannya tak teralihkan dari TV yang ada di kamarnya sedetikpun. Senyumannya  pun tak mau pudar dari wajahnya itu. Membuatku untuk menghela nafas panjang melihat kelakuan anak ini. Walaupun seharusnya aku tidak usah heran karena ini adalah hobinya setiap ada berita “K” (baca: Key / dengan cara mengucapkan huruf K dalam bahasa inggris) yang disiarkan di TV.

“Kepolisian telah berjaga – jaga di area Museum malam ini. Sekitar 100 aparat Polisi telah di sebar di berbagai area untuk mengamankan permata biru yang berada di lantai 2 gedung museum. ‘K’ kemarin siang  telah mengirimkan surat kodenya ke pada polisi. Akankah sang pencuri handal ini bisa mengelabui para polisi lagi? Dari surat kode yang diterima oleh polisi sekitar pukul 07.00 malam ini dia akan melakukan aksinya. Melihat waktunya kurang beberapa menit lagi. Mari kita saksikan apa yang terjadi, mengabarkan langsung dari tempat kejadian kini kembali lagi ke studio. Terimakasih”

Aku menyipitkan mataku mendengar berita yang baru saja dibacakan oleh reporter itu. “Bagaimana bisa seorang pencuri harus terlebih dahulu memberikan surat kode kepada polisi? Apakah dia meremehkannya? Seharusnya pencuri bertindak secara diam – diam dan terorganisir. Sedangkan ini? Dia bahkan membiarkan semua orang tau dia akan berada di mana? Pabo ya~!”

“Ssstttt diam jangan berisik!” kata Soojung merasa terganggu. Aku cemberut melihatnya.

“Ah lihat lihat dia datang..aigooo K. Kyaaa!!!! Sooji tolong aku bisa pingsan disini..tidakk! dia tampan sekali!!”

Sooji memandang Soojung heran dan membiarkan temannya ini melakukan fangirling kepada si K yang sekarang terlihat di layar kaca TV sedang berada di atas sebuah gedung tinggi. Baju putih khasnya ,jubah yang melambai lambai diterpa angin, topengnya yang hanya menutupi sebagian wajah di bagian atas dan tak ketinggalan topi putih khas para pesulap membuat setiap orang Korea tahu siapa dia dengan sekali melihat. Reporter TV mulai menggebu – gebu atas kalimatnya saat dia melaporkannya langsung. Terlihat di sana para polisi mulai bertindak. Tak kalah segerombolan remaja yang membawa poster bertuliskan kata – kata memuji untuk K mulai berteriak histeris seperti Soojung. Aku tertawa ketika sang kameramen mengeshoot seorang polisi yang kewalahan menenangkan para fans dari si pencuri tampan itu.

Hahaha ah tunggu apakah aku baru saja mengatakan dia tampan? Sejujurnya , Iya. Aku tidak bisa  berbohong. Karena dia memakai topeng maka hanya sebagian wajahnya saja yang bisa dilihat. Lagipula aku tidak segila Soojung yang benar- benar sangat menyukai laki – laki itu.

…………………………

“Selamat pagi…….!!!!”

Sooji memandang ke arah pintu masuk kelas yang baru saja terbuka dan berdiri seorang laki – laki berkacamata di depannya. Jongin~!

“Selamat pagi pemalas..!! sudah jam berapa ini?” balas Sooji sambil mengarahkan pandangannya ke arah jam yang berada di depannya dan beralih ke laki – laki itu. Pukul 06.55. 5 menit sebelum bel masuk.

“Bae ji-ah…..!!!” laki – laki itu berlari kecil ke arah Sooji.

Bae ji hmm dia adalah satu satunya orang yang memanggil ku dengan nama panggilan itu. Bae ji, katanya dia lebih suka memanggilku dengan sebutan itu daripada memanggilku Sooji seperti teman yang lainnya. Katanya nama itu lebih keren daripada nama Sooji. Aku selalu berdebat mengenai itu dengannya. Tapi walaupun sudah ku peringatkan berkali – kali untuk tidak memanggilku dengan nama panggilan itu dia tetap saja tidak menurut.Dasar!

Sooji memandang laki – laki itu dengan heran. Dan setelah Jongin berdiri tepat di depannya dia berkata “Pinjam PR mu ya?” katanya memohon. Sooji menyipitkan matanya. “Bagaimana kau bisa”

“Ayolah kau baik sekali ~ya? Ya?” katanya dengan memasang muka yang cemberut yang sekaligus imut itu.

Sooji tersenyum melihat aksi laki – laki itu dan melepaskan tangannya yang dipegang oleh Jongin.

“Baiklah~” katanya mengalah.

Setelah memberikan bukunya kepada Jongin. Jongin membalik kursinya lalu duduk berpandangan dengan Sooji. Tak seperti tadi kali ini Jongin diam dan konsentrasi menulis PRnya.

Sooji dengan diam – diam memandangi wajah Jongin yang serius itu.

Jongin~ Laki – laki yang selalu memakai kacamata. Dengan rambutnya yang tertata rapi tak pernah dandan aneh – aneh. Sehingga jika ia diam ia seperti murid yang pernah memenangkan olimpiade matematika. Tapi kenyataannya, dia bukan seperti itu. Usil, tak mau diam,pemalas, tapi dia adalah teman yang baik. Sahabatku yang baik!

Dia selalu mendengarkan ceritaku, dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Seperti Soojung yang terlalu tergila – gila dengan “K” jika aku bersama dengan Jongin aku yang bicara banyak dan mengatakanya padanya bahwa aku tergila – gila dengan “GA” –Guardian Angel. Walaupun aku tahu Jongin akan bosan dengan semua ceritaku, tapi setidaknya dia berakting seperti mendengarkan.

Sooji mengangkat tangannya berada di atas kepala Jongin. Lalu menurunkan pelan pelan menyentuh kepala laki – laki yang di depannya. Perutnya geli merasakan sentuhan kulit tangannya dengan rambut Jongin. Melihat sang laki – laki tak ada reaksi dan terus saja menulis, Sooji  tersenyum lalu membelai dengan lembut rambutnya.

“Kau melakukanya  seperti aku adalah binatang peliharaanmu~” kata Jongin tiba- tiba , dia masih sibuk menulis.

Sooji tertawa kecil, membuat matanya menyipit. “Haha aniya~Aku benar benar suka dengan rambutmu~sangat lembut sekali” Melakukan sesuatu yang random baginya adalah hal yang biasa. Dan Jongin sudah terlalu biasa untuk mengetahui sifat aneh sahabat perempuannya ini.

Jongin berhenti dan memandang Sooji lalu mengambil tangan Sooji dari kepalanya. Tampak wajah yang sedikit kaget terdapat jelas pada Sooji.

“Cukup, kau tak boleh terus – terusan menyentuhku seenaknya.” kata Jongin serius. Ia masih memegang tangan kanan Sooji, lalu ia mengalihkan pandangannya kepada teman – temannya yang sedang bergerombol di pojok kelas memandang mereka dengan berbisik – bisik. “Bagaimana kalau mereka mengira kita berpacaran?” katanya dengan nada menggoda.

Sooji terdiam mendengar kalimat Jongin. Untuk beberapa saat pikirannya berhenti untuk mencerna dengan baik kalimat yang baru saja terlontar dari mulut Jongin. Tapi melihat kenyataan bahwa yang mengatakan ini adalah si usil sahabatnya, lengkungan senyum pun mulai membentuk.

“Yah~ bagaimana bisa aku bersama orang pemalas sepertimu.”

Jongin tersenyum.

“Ya benar.. Lagi pula aku hanya bercanda mengatakannya.”  Ia menjulurkan lidahnya dengan ekspresi seperti bocah 5 tahun yang masih polos. “Ini~ terimakasih sudah meminjamiku..” katanya sambil mengembalikan buku Sooji.

Di kalimat terakhir walaupun hanya kalimat biasa tak ada senyuman disana. Membuat Sooji terdiam meresapi kalimat Jongin yang lalu. Dan tepat saat Jongin berbalik arah Mrs. Jun pun masuk kelas.

Bagaimana bisa kau berkata seperti itu dengan wajah yang usil? Tidak bisakah kau mengatakannya dengan serius, sehingga itu akan menjadi nyata?

……………………….

Matahari yang sangat terik, cukup pas jika kau ingin membuat kulitmu sedikit kecoklatan. Hanya melepaskan bosan. Tak ada pemandangan yang lebih menarik dari segorombolan murid perempuan yang sedang berlatih voli. Sudah waktunya untuk pulang, kelas pun sudah sepi. Tapi Jongin masih disini untuk menunggu seseorang. Pikirannya tak menentu terbang kemana.

Hanya terpaan angin yang terkadang membuatnya untuk menutup mata dan merasakan kelembutanya. Ia membuka mata dan mendapatkan sesuatu yang menarik hatinya yaitu sebuah pot yang berisi sebuah tanaman yang baru mengeluarkan kuncup bunga.  Sebuah pot yang tepat berada di sisi kirinya

Ia memandang kuncup itu sejenak, lalu melihat ke arah pintu luar kelas.Mengamati dengan seksama  agar aksi rahasianya tidak terbongkar. Saat dimana dia merasa bahwa tak ada orang lain disini ia mengangkat tangannya ke atas bunga yang masih kuncup itu.

Jongin menutup mata , menarik nafas dengan pelan, dan mengucapkan sesuatu di hati yang hanya dia dan seseorang sepertinya yang bisa memahami artinya, lalu membuka matanya pelan pelan.

Pelan tapi pasti, secara ajaib kuncup bunga itu mulai mekar. Tangan Jongin masih berada di atas bunga itu. Dan tidak sampai 10 detik, bunga itu pun telah mekar menampilkan warna merah merona di setiap mahkota bunganya. Jongin tersenyum “Kali ini kau terlihat cantik!” katanya pelan.

Tepat setelah itu, tiba – tiba Jongin dengan cepat berbalik arah. Instingnya kembali berbicara. Melihat ke luar jendela dan menata dirinya untuk bersikap sewajar mungkin adalah hal yang dia lakukan kemudian.

“Apakah aku lama?”suara seorang perempuan menggema di kelas yang sepi itu

Jongin membalikan badannya dan tersenyum ke arah wanita yang berdiri di depan pintu.“Tidak” jawabnya singkat dan menyakinkan.

“Syukurlah~” kata sang perempuan tersenyum balik.

Sooji mulai berjalan mendekati Jongin dan berdiri di sebelah kiri Jongin menghadap ke luar jendela, “Apa yang kau lihat?” penglihatannya mencari – cari sesuatu.

“Hanya sesuatu yang menyegarkan mata.” Kata Jongin, nada canda tak lupa ditambahkan.

Sooji melihat ke arah pandangan mata Jongin tertuju saat ini, yaitu para wanita yang kelelahan yang sedang duduk di pinggir lapangan voli sambil sesekali tertawa bersama, Soojipun tertawa kecil “Semua laki – laki sama saja!”

Jongin tak menjawab ia hanya tersenyum, membiarkan Sooji berinterpretasi salah kepadanya.

“Ah tunggu..sejak kapan bunga ini mekar?” Mata Sooji membulat melihat bunga mawar merah yang tepat berada di sisi kirinya.

“Bukankah ini sudah sejak dari tadi pagi?” kata Jongin dengan nada biasa.

“Chinca..?” Sooji mendekatkan matanya kearah bunga itu. “ahh~ pasti aku yang kurang mengamati.” katanya, lalu mencoba menyium wangi bunga itu. Setelah dia bisa merasakan baunya, Sooji pun tersenyum. Melihat sang wanita tersenyum dengan cantik, Jongin pun ikut tersenyum.“Aku suka sekali bau bunga mawar.” katanya kepada Jongin.

Disaat Sooji masih sibuk dalam mengamati bunga mawar itu. Jongin mengalihkan pandangannya kearah pintu kelas yang masih terbuka.Dengan sekali kedipan mata. Pintupun langsung tertutup tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Jongin pun lalu berbalik memandang Sooji.

“Lalu bagaimana? Kau sudah mengatakan terimakasih padanya?” kata Jongin memulai pembicaraan.

“Emm!” Sooji memberikan anggukan mantab kearah Jongin.

“Lalu?” tanya Jongin penasaran.

Sooji menaruh kembali pot bunga mawar kecil yang dipegangnya, ke tempatnya semula. Lalu mulai memandang ke luar jendela lagi dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

“Dia berkata kalau dia suka padaku~” tampak kebahagiaan yang tidak bisa Sooji tutupi dari mimik wajahnya.

Tapi lain halnya dengan sang laki – laki yang berkebalikan dengan ekspresi wajah Sooji. Sebuah kalimat yang langsung saja membuat mendung di wajah Jongin. Ia mengepalkan tangannya tanpa sepengetahuan Sooji.

“Jangan” kata Jongin tiba – tiba.

“Kenapa jangan?” Soojipun memberikan pandangan penasaran kepada Jongin

“Dia tidak baik untukmu!”

Sooji cemberut. Bingung dengan perkataan Jongin yang tanpa alasan.

“Jika dia tidak baik..kenapa dia selalu menolongku selama ini?”kata Sooji memandng Jongin dengan tatapan aneh. Ia mulai memberikan tatapan curiga kepada Jongin.

Sang laki –laki terdiam. Tak kuasa ia mengalihkan pandangannya dari tatapan mata Sooji.

“Mungkin kau salah…”kata Jongin pelan.

“Apa maksutmu?” kata Sooji.

“Ada apa denganmu Jongin?”

…………………

Jongin terdiam. Ia memandang lekat mataku. Aku tahu ada rasa takut dimatanya yang aku tak tau apa itu. Dengan rahasia aku berharap dia mengatakan bahwa dia menyukaiku. Entah kenapa~

Tapi tidak….. ia hanya diam. Jawaban itu tak muncul juga dari bibirnya. Membuatku untuk berteriak.

“Kau jahat!! Kau egois…!!” lalu aku berlari keluar dari kelas ini. Dasar Jongin Pabo!

……………………..

SEHARI YANG LALU~

“Buat dia jadi pacarmu selama 20 hari !”

“Apa??” seorang laki – laki memberikan sebuah ekpresi kaget kepada teman- temannya.

Kantin sekolah mulai ramai setelah 2 menit yang lalu bel istirahat berbunyi. Segerombolan murid secara berkolompok ataupun individu mulai memenuhi ruangan yang cukup besar ini. Penjaga kantin pun terlihat kewalahan melayani para pembelinya yang ingin cepat – cepat mendapatkan makanannya.

Di satu sisi, satu geng yang beranggotakan 6 orang murid laki – laki sedang duduk sambil membicarakan topik yang seru. 1 orang diantara mereka menjadi titik pusat mata dari ke 5 orang teman lainnya.

“Yah Daehyun..apa kau setakut ini dengan permainan kita? Kau sudah kalah taruhan. Ingat! Kalau kau juga harus menuruti permintaanku!”

“Tentu saja aku tidak takut.Tapi kenapa harus wanita itu?”

Daehyun menunjuk ke arah Soojiyang duduk bersama teman – teman perempuannya di kantin sekolah.

“Haruskah ada jawaban karena.Lakukan saja perintahku!”

Daehyun diam sejenak untuk berfikir.Pandangannya belum teralihkan dari wajah Sooji dari tadi.Sedangkan Sooji yang tak tau apa – apa tak mengetahui bahwa 6 orang laki – laki sedang membicarakannya dan akan membawanya ke dalam permainan jahat mereka.

“Hei, Daehyun, ku kira Sooji tak seburuk itu” kata Seokmin yang duduk di depan Daehyun. Byugnhyun yang dari tadi mengamati Sooji dari atas sampai bawah pun tersenyum mengangguk.

“Dia bahkan lebih cantik dari mantan mu.” Yong Guk tertawa mengejek bersama Seokmin.5 orang sekawan selain Daehyun pun semua ikut tertawa.

“Ku kira Daehyun tidak mementingkan wajah cantiknya. Tapi~~”

“Yah!!bisakah kau diam Young Jae!” sela Daehyun sebelum YoungJae menyelesaikan kalimatnya.“Baiklah! Lihat saja! 3 hari lagi , aku akan menciumnya dihadapan kalian semua!”

“Bwoh?”5 orang laki – laki itu langsung tersentak kaget.

“Baik!kami sudah tidak sabar bagaimana setelah itu kami akan melihatmu ditamparnya.” Ejek Byunghyun.

“Tenang saja, ia tak akan menolak permintaan pacarnya sendiri.” Daehyun tersenyum menyeringai melihat ke arah Sooji.

Sooji yang akhirnya kali ini merasa bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dari jauh tak sengaja melihat mata Daehyun. Melihat laki – laki itu tersenym padanya. Cepat– cepat dia berbalik arah menyembunyikan wajahnya.

……………………..

“Sooji ayo makan malam sayang~”

Sooji tak menjawab ibunya. Ia masih menangis di kamarnya karena kejadian tadi siang. Ia sekarang berfikir bahwa Jongin memang benar – benar jahat. Ia tak tahu mengapa begitu sakit terasa di dadanya. Jongin seolah – olah hanya membuatnya jadi boneka mainannya.Memberi harapan kepada Sooji. Dan tak memperbolehkannya untuk suka pada orang lain. Sejujurnya ada rasa suka sedikit di hati Soojikepada Jongin. Jika Jongin mengatakan yang sejujurnya jika ia menyukainya ia akan menuruti permintaanya. Tapi Jongin bahkan tak memohon padanya untuk tidak pacaran dengan Daehyun.Ia hanya diam. Seperti pengecut! Haruskah aku yang pertama bilang suka padanya?Dasar Jongin Pabooo!!!!

“Kau bodoh sekali!” Kata Soojung saat ia berada di kamar Sooji di suatu siang.

“Aku sedang sedih kenapa kau mengataiku bodoh” Sooji mulai mengalirkan air matanya lagi.

“Hei, kau seperti sedang diputuskan pacarmu kau tahu?” celoteh Soojung.

“Dia hanya teman, bagaimana bisa kau menangisinya seperti dia adalah laki – laki satu – satunya!” lanjutnya.

Sooji mulai menagis dengan kencang.

“Dia sangat jahat padaku Soojung!” Sooji pun mulai memeluk Soojung.

“Ah jagiya~” Soojungmulai membelai lembut rambut temannya ini.  ”Jangan bilang kau suka padanya?”

Sooji terdiam mendengar kalimat Soojung.

“Kau suka padanya?” ulang Soojung.

Masih diam.

“Aku tidak tahu~” kata Sooj itak yakin.

“Yah..sudah kuduga..” Sooji pun menghela nafas panjang lalu memeluk Sooji.

………………………………………………………………………………………………………

Ku lirik dengan rahasia kearah Jongin yang pagi ini begitu ceria berbincang – bincang dengan salah satu teman sekelasku.Aku menundukan kepala saat dia akhirnya sadar kehadiranku.Aku melewatinya dengan diam dan tak melihat ke arahnya. Jongin yang biasanya memberikan salam selamat paginya dengan wajahnya berbinar – binar padaku kini dia malah sibuk dengan pembicaraannya dengan Minhyuk yang duduk di bangku depannya.

Aku cemburut dan sengaja meletakan tas ku dengan membanting sedikit keras sehingga timbul bunyi di meja. Dan Jongin tetap saja tak peduli?Apa dia ingin kami bermusuhan? Apa dia ingin kami seperti ini selamanya?

Sepanjang siang ini di sekolah akhirnnya kami tak saling berbicara sekalipun.Tak ada yang ingin memulai pembicaraan. Serasa bahwa kami tak mengenal satu sama lain. Bahkan Bomi sempat bertanya padaku kenapa hari ini ada yang aneh antara aku dan Jongin karena biasanya di kelas kami berdua saling bercanda bersama.

Jam pulang sekolah berbunyi, aku tak sedikitpun rasa berharapku berkurang. Tapi dia dengan santainya keluar kelas tanpa mengucapkan apapun.Membuatku jengkel. Baik kalau kau ingin begini Jongin! Aku juga bisa marah padamu!!

…………………………….

Seharian ini aku berfikir keras bagaimana cara aku mengatakannya tanpa memberikannya pikiran curiga. Aku mendengarnya Sooji! Seandainya kau langsung percaya padaku. Dasar Bodoh!bagaimana bisa kau menyukai orang yang salah?? Dia hanya memanfaatmu! Dia hanya mengiyakan semua perkataanmu Sooji!

Saat itu aku sedang bersama teman – teman di kantin.Duduk di belakang 6 orang laki – laki yang sedang berdiskusi tanpa mengetahui bahwa suara mereka cukup keras sehingga membuatku mendengarnya.

Tak ada bukti yang dapat ku berikan kepada wanita malang itu. Dimatanya Daehyun adalah seorang malaikat. Bagaimana kau bisa mempengaruhi sorang wanita yang hatinya sedang berbunga – bunga?

……………………………………………………………………………………………………..

Sooji berjalan pulang ke rumah.Pukul 5 sore setelah mengikuti kegiatan di sekolah.Saat itu dia melewati gang diantara gedung gedung tinggi yang sepi. Ia berjalan disana tanpa mengetahui  bahwa seorang laki – laki dewasa berpakaian preman mengikutinya pelan – pelan di belakang.

Satu orang dari mereka memandang tubuh Sooji dari atas sampai bawah dan tersenyum puas. Sooji masih berjalan santai. Sampai akhirnya berada di jalan yang benar – benar sudah sepi. Satu dari mereka menepuk pundak Sooji.

Sooji yang kaget langsung melihat kearah  seorang laki – laki itu dengan tatapan kaget dan takut. Sang laki – laki terus saja merayu Sooji untuk ikut dengan mereka. Tapi Sooji  dengan gemetar mundur kebelakang untuk menjauh tiap preman itu mendekat.  Sampai akhirnya saat laki – laki itu memegang tangan Sooji dan ingin menariknya dengan paksa. Sooji dengan sekuat tenaga menggigit tangan preman itu lalu lari secepatnya saat preman itu menggeram kesakitan.

Sang preman tak tinggal diam, ia pun segera menyusul Sooji yang sudah berlari jauh didepannya. Berharap ia akan mendapatkan ‘mangsanya’ untuk bertanggung jawab atas apa yang telah ia buat.

Sang premen terus berlari sampai akhirnya ia sadar bahwa si perempuan sudah tak terlihat di pandangannya, dia pun berhenti. Ia agak tidak yakin bahwa perempuan itu bisa berlari cepat sekali. Setelah memastikan keadaan sekitar dan pasti bahwa perempuan itu sudah menghilang preman itu pun berbalik arah berjalan ke tempatnya semula dan pergi.

………………………..

Seorang laki laki mendekap mulut Sooji dengan tangan kanannya.Ia ingin berteriak saat dia belum tahu siapa yang sekarang berdiri sangat dekat di depannya. Tapi setelah ia melihat kearah mata sang laki – laki itu ia pun sedikit lega. Dan sampai sekarang ia berdiri mematung melihat kearah mata laki –laki itu yang juga sedang menatapnya dengan lekat. Tatapan itu membuat lupa bahwa sekarang dia sedang di kejar oleh seorang preman, tapi instingnya tahu bahwa ia akan aman karena tong tong besar yang ditumpuk tinggi disebelahnya akan mengamankan mereka dari penglihata preman itu.

Sooji pun sadar ia tak seharusnya menatap Jongin dengan begini. Kenyataanya bahwa sekarang mereka masih bermusuhan. Jongin yang pertama mengalihkan pandangannya dari Sooji lalu mulai berjalan menjauh setelah yakin bahwa preman itu juga sudah pergi.

Melihat kenyataan bahwa Jongin hanya pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun. Atau menanyakan keaadaanya. Sooji sangat sedih. Dadanya terasa sesak untuk menahan beribu kalimat yang ingin ia katakan kepada Jongin setelah 2 hari ini mereka saling diam. Sebongkah air matapun tergenang di pelupuk mata Sooji. Tanpa bisa menahan , lagi air mata itupun jatuh membahasi pipinya.

“Kenapa kau pergi begitu saja?” kata Sooji dengan suara bergetar.“Kenapa kau bersikap aneh?” lanjutnya.

“Bukankah kita teman?” Sooji pun tak kuasa lagi. Seluruh air matanya terus mengalir ia pun harus menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Sang laki – laki dari tadi hanya diam membelakangi Sooji.

“Setidaknya berbicaralah padaku, luapkan semua amarahku di depanku. Jangan seperti ini~!”

Wajah Sooji mulai memerah. Dan suaranya mulai serak.

“Kau membuatku takut Jongin~ aku..”  Semua terasa terhenti di tenggorokan. Dan isak tangisnya terus saja terdengar.

 

-To Be Continue-

 

The name I love – Onew http://www.youtube.com/watch?v=Qb84jOeBm2k

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

do - Copy

Haruskah kita tetap menunggu atau memang harus mengatakannya?

Berikan yang terbaik untuk orang yang kita sayang..Terimakasih untuk yang sudah baca ff saya ini… untuk kalian yang baik :) please leave comment  :)) and check my webpage http://kimmyelf.wordpress.com/ for other fanfic ^^

 

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

suzy kai daehyun i need you

41 thoughts on “(TwoShoot) I Need You

  1. ithu jongin pny kemampuan lebih ya thor atw hnya sekedar gk sengaja alias kna angin gto pas pintux nutup????

    kykx yg slalu bntu suzy ithu ya jongin….

    dtunggu lanjutanx thor, jgn lama” ya…
    author, Fighting!!!

  2. Ceritanya kerennn…. Bagussss
    Jong-in Magician yaaa?? Keren bgtt!!!
    Pasti Jong-in yg selalu nolongin Soo-ji.
    Ahh aku iri dehh sama Soo-ji. (Enaknyaa kalau punya ‘teman’ kya Jong-in)

    Ditunggu kelanjutannya segera yaa Author Kim!! ​​‎​<=-P..†♓♠ηк's..({}).

  3. ceritanya bagus.. tpi sebenarnya jong in itu mahluk apa..?
    aku suka pas TBC nya apalagi ada gambarnya.. jadi terkesan jadi gimana gituhh ..

  4. Karakternya kai terinspirasi dari anime magic kaito, ya? *maaf, ini cuma nebak….
    Lagian, namanya multi-fungsi :D
    K => Kai => Kaito Kid

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s