[Ficlet] Missing You

rvfVz

2013-Bayu Navanto© All right reserved – but all cast not my mine exept OC’s, Line story is purely fresh from my brain, so please do not be plagiarism, if you wanna be take out this story please inform me, do not take this story without my permission

Missing You®

Cast : Kwon Jiyong ( also know as Big Bang’s G-Dragon), Kim Jung Hyun (OC), 2NE1’s Sandara Park, Park Sang Hyun / Cheongdung ( also know as MBLAQ’s Thunder )

Genre : Romance, Hurt (mybe)

Author : Bayu Navanto

Length : One Shot

Rating : PG-13

You may also read I’LL BE THERE® (recommended)

 

Siang hari kota Seoul hari ini begitu terik sekali

 

“Oppa, apa tidak lebih baik kita makan es krim?” tanya Dara yang sedari tadi membuntuti Jiyong berjalan di sekitar pertokoan

“Ani, aku tidak suka es krim” timpal Jiyong singkat

“Isshh apa tidak kau rasa hari ini sangatlah panas?”

“Hemm” gumam Jiyong

“Kalau begitu cepat ikut aku” ucap Dara menarik tangan Jiyong, Jiyong pun kaget dengan sikap Dara

“Heyy, lepaskan, ini sangat memalukan” ucap Jiyong sambil lari mengimbangi lari Dara

“Tidak, kalau aku lepas nanti kau akan kabur, sudah cepat” ucap Dara yang semakin memegang erat pergelangan tangan Jiyong

 

Mereka kini telah sampai di sebuah kedai es krim

“Kau!” ucap Jiyong dengan tatapan marah

“Ayolah oppa, untuk kali ini saja, ini permintaan ku yang terakhir, setelah ini aku tidak akan mengganggu oppa lagi” ucap Dara

“Tunggu! Apa maksud perkataan mu barusan?”

“Hah, sudah ayo cepat masuk, aku sangat ingin makan es krim sekarang” ucap Dara yang kali keduanya menarik tangan Jiyong untuk masuk ke dalam kedai

 

“Ahjussi, dua porsi es krim seperti biasa” ucap Dara memesan

“Jawab pertanyaan ku tadi Dara? Apa maksud mu yang terkahir dan tidak akan mengganggu ku lagi?” tanya Jiyong sekali lagi

“Ahh sudah nanti aku jawab, yang jelas sekarang kita makan es krim dulu” ucap Dara

 

*Skip story*

 

Dara dan Jiyong kini telah berada di depan sebuah rumah, ya, itu adalah rumah Dara, Dara mengajak Jiyong untuk bertemu dengan orang tuanya

 

“Tunggu dulu Dara, aku benar-benar belum siap untuk menemui kedua orang tua mu” ucap Jiyong

“Kenapa? Apa kau tidak serius dengan hubungan ini?” tanya Dara serius

“Bukan, bukan seperti itu, tetapi ini terlalu cepat bagi ku untuk menemui kedua orang tua mu, ini perlu persiapan” jelas Jiyong

“Ouh seperti itu, kalau begitu maafkan aku kalau terlalu memaksamu untuk menemui kedua orang tua ku” ucap Dara menunduk menutupi tangisnya

“Kau kenapa menangis? Apa ada yang salah dengan perkataan ku?” tanya Jiyong

“Ahh, aniya aku hanya kelilipan saja, ah kalau begitu aku masuk dulu, sampai bertemu lagi oppa” ucap Dara mengelap air matanya dan masuk kedalam rumah

 

 

Dara kini duduk termenung di depan meja belajarnya, hatinya kini benar-benar hancur, sudah tidak ada harapan lagi baginya untuk dapat mempertahankan kisah cintanya

 

“Dara, apa kau di dalam?” tanya nyonya Park

“Hem, ne aku di dalam, masuk saja, pintu tidak aku kunci” jawab Dara

 

“Apa kau sudah bicara dengan pacarmu untuk menemui eomma dan appa?” tanya nyonya Park masuk kedalam kamar, pertanyaan nyonya Park tidak mendapatkan respon yang berarti dari Dara, Dara hanya menundukan kepalanya

“Kalau begitu kamu harus menerima ini, kau harus menepati janji mu, eomma sudah bersabar untuk menunggu pacarmu untuk datang menemui eomma”

“Tapi eomma” ucap Dara

“Sudahlah, nanti keluarga Kim akan datang kau harus berdandan yang cantik, jangan mempermalukan eomma dan appa di hadapan keluarga Kim, Arraso?”

“Ne, arrasoyeo” balas Dara, nyonya Parkpun keluar dari kamar Dara, selang beberapa detik Cheongdung datang

 

“Nuna, apa aku boleh masuk?” tanya Cheongdung

“Hem, ne tentu saja”

 

“Mianhaeyo nuna” ucap Cheondung masuk

“Buat apa kau meminta maaf?”

“Aku tidak dapat berbuat banyak untuk membantu nuna untuk tetap mempertahankan cinta nuna”

“Ya, gwaenchana, kau tak perlu meminta maaf, bagaimana hubungan mu dengan Hye Sin?” ucap Dara mengalihkan topik pembicaraan

“Aku denganya baik-baik saja” balas Cheongdung

“Kau begitu beruntung, semoga kau tak bernasib sama dengan ku”

“Nuna……..”

“Hah sudahlah, aku mau istirahat nanti malam aku harus berdandan yang cantik bukan?” ucap Dara tersenyum manis menutupi semua kesedihan yang melandanya, Cheongdungpun akhirnya keluar dari kamar nunanya itu. Setelah Cheongdung menutup pintu kamar, Dara tak mampu menahan lagi air matanya untuk tidak keluar, diapun kini menagis hebat meratapi nasibnya.

 

 

Malam hari telah tiba, kini keluarga Kim telah berada di rumah Dara untuk menghadiri undangan keluarga Park untuk makan malam

 

“Kau terlihat tampan sekali Jung Hyun” puji nyonya Park

“Gamsahamnida ahjuma” ucap Jung Hyun tersenyum lebar

“Ouh iya mana Sandara? Kenapa dia belum kelihatan?” tanya nyona Kim

“Ah iya, Cheongdung tolong panggilkan nunamu untuk turun”

“Ne, eomma” jawab Cheongdung

 

Di kamar, Dara menghela nafas dalam-dalam.

“Nuna, apa nuna sudah selesai? Kita sudah berkumpul cepat keluar nuna” ucap Cheongdung dari luar

“Ya, sebentar lagi” balas Dara

 

 

Kini Dara sudah berada di ruang makan menemui keluarga Kim

“wah, wah, wah, kau kelihatan begitu cantik Dara, bukan seperti itu Jung Hyun?” ucap nyonya Kim

“Ah iya” timpal Jung Hyun mati gaya(?) melihat Dara begitu cantik malam ini.

 

 

Kedua keluarga itu sedang berbincang-bincang bahkan sesekali leluconpun di lontarkan dari masing-masing anggota keluarga, sampai akhirnya pembicaraan menuju ke arah yang lebih serius

“Bagaiman kalau pernikahan kedua anak kita di adakan minggu depan?” ucap tuan Kim mengejutkan semua orang

“Mwoya, apa tidak terlalu cepat?” tanya tuan Park

“Tidak, aku yakin mereka berdua juga setuju, iyakan Dara?” tanya tuan Kim kepada Dara

” Ah,, e, ne, kalau itu memang yang terbaik” ucap Dara tersenyum dusta(?) menutupi semua kesedihan hatinya, Cheongdung yang mendengarnya begitu kaget, dia tahu bahwa saat ini nunanya itu sedang terpojokan sehingga mau tidak mau nunanya itu harus menerima semua hal yang tidak ingin kannya ini.

 

“Ouh iya, aku punya dua tiket nonton film, kalian gunakan ini untuk hitung-hitung kencan buta ok” ucap nyonya Kim

“Eomma?” ucap Jung Hyun kaget

“Sudah sekarang kalian berdua nonton, cepat, sebelum filmnya di putar, lagi pula kaliankan jarang jalan berdua, gunakan kesempatan ini” ucap nyonya Kim sambil memberika dua tiket film tersebut kepada Jung Hyun, akhirnya Dara dan Jung Hyun mengikuti perkataan nyonya Kim

 

 

Di perjalanan menuju bioskop Dara diam sejuta bahasa tak mengeluarkan kata-kata

 

“Kau dapat membatalkan pertunangan ini” ucap Jung Hyun memecah keheningan

“Mwo? Mana mungkin, aku akan tetap melanjutkan pertunangan ini” timpal Dara

“Kenapa kau harus berbohong?”

“Berbohong? Berbohong tentang apa?” tanya Dara palsu(?)

Jung Hyun menepikan mobilnya

“Kau kira aku tidak tahu? Kau begitu menyukai orang lain bukan? Aku tahu dia, pertahankanlah cintamu, aku tidak bisa hidup bahagia di atas penderitaan seseorang, itu sungguh bukan gaya ku”

“Kau tahu itu?”

“Lebih baik kita hentikan saja pertunangan ini, walau jujur aku menyukaimu dan sangat ingin memilikimu, tetapi aku sadar diri, kau tidak mencintaiku, bagiku kau tersenyum tulus saja sudah membuat hati ini senang” ucap Jung Hyun, “Pergilah, menontonlah film ini dengan Jiyong-ssi, kau telpon dia untuk menunggumu di depan bioskop, aku akan menunggumu di sini untuk pulang, karena jika kau pulang sendiri akan menjai pertanyaan besar untuk kedua orang tua kita” ucap Jung Hyun sambil menyodorkan dua buah tiket film

“Apa kau tidak apa-apa?”

“Ya, aku tidak apa-apa, pergilah, Jiyong pasti akan menunggu mu di bioskop, selamat bersenang-senang” ucap Jung Hyun tersenyum getir

“Gomawo” ucap Dara lalu turun dari mobil Jung Hyun dan naik taksi untuk pergi ke bioskop

“Kau sudah melakukannya dengan benar, inilah yang terbaik” ucap Jung Hyun

 

Sebuah taksi berhenti tepat di depan pintu masuk bioskop, ya, itu adalah taksi yang Dara gunakan untuk membawa Dara datang ke bioskop. Jiyong ternyata sudah berada di depan pintu masuk bioskop.

 

“Hi” ucap Jiyong tersenyum

“Hi, oppa, mian sudah menunggu lama” respon Dara

“Kau begitu cantik malam ini” puji Jiyong

“Gomawo, gajja kita menonton sekarang” ucap Dara

 

 

Di tempat lain Jung Hyun sedang menunggu Dara selesai menonton Film, sampai akhirnya sebuah taksi berhenti

 

“Kau sudah selesai menonton” tanya Jung Hyun

“hemm” gumam Dara menganguk

“Kalau begitu, kita pulang sekarang”

“Apa tidak kita mampir kesuatu tempat dulu?”

“Mampir kemana? Hari sudah semakin larut, apa kau tega membuat orang tua mu mengunggu sampai larut malam”

“Baiklah kalau begitu” jawab Dara, sebenarnya dia berkata seperti itu karena Dara merasa bersalah kepada Jung Hyun, sehingga dia mengajak Jung Hyun kesuatu tempat untuk menebusnya, tetapi mulut itu sulit untuk mengatakan hal tersebut di hadapan Jung Hyun

 

 

Mobil telah berhenti di depan rumah dengan selamat, Dara dan Jung Hyun segera masuk kedalam

 

“Ah, kalian sudah pulang, bagaimana tadi kencan kalian” tanya nyonya Park meledek

“Ouh itu, menyenangkan” balas Jung Hyun tersenyum dusta, Dara yang mendengarnya kaget

“Eomma, Abeoji, kenapa kalian belum pulang, tidak sopan bukan bertamu sampai larut malam” ucap Jung Hyun

“Ahh, tidak apa-apa, menginappun bukan menjadi masalah buat kami” respon tuan Park

“Ah tidak, perkataan Jung Hyun barusan benar, kalau begitu kita pamit dahulu” ucap tuan Kim

“Aku pulang dahulu” ucap Jung Hyun lirih

“Ne, gomawo” balas Dara, yang di respon dengan anggukan kecil dan sebuah senyum manis dari Jung Hyun

 

Setelah kepergian keluarga Kim, Cheongdun menarik tangan Dara untuk ke kamar Dara

 

“Nuna, apa kau sudah gila, kau berkencan dengan Jung Hyun hyung? Apa kau telah merelakan cintamu kepada Jiyong hyung pergi?” tanya Cheongdung serius

“Aniya, aku tidak berkencan dengan Jung Hyun” balas Dara

“Lalu tadi apa? Kalian berdua menonton bersama di bioskop apa itu bukan yang namanya kencan?”

“Aku tidak menonton dengan Jung Hyun, melainkan dengan Jiyong” jawab Dara

“Mwo? Bagaimana bisa?” tanya Cheongdung

“Aissh ceritanya panjang, aku lelah, ingin tidur”

Di luar kamar ternyata nyonya Park mendengar itu semua, dia begitu shock dan kaget mendengar itu semua.

 

 

Keseokan harinya, Dara dan keluarga sedang sarapan.

“Cheongdung, bukankah hari ini kau libur?” tanya Nyonya Park

“Ne, ada apa eomma?”

“Temani eomma belanja”

“Baik”

“Ah, sudah siang eomma, abeoji aku pergi kuliah dulu”

“Ne, belajarlah yang pandai” timpal tuan Park, sedangkan nyonya Park tidak memberikan respon apapun

 

Cheondung dan nyonya Park sudah berada di dalam mobil

“Eomma, kita belanja dimana? Cheongdung siap mengantar eomma” ucap Cheongdung tersenyum lebar

“Telepon Jiyong!” perintah nyonya Park

“Ji… Jiyong hyung maksud eomma?”

“Ya, namja chinggu nuna mu itu, eomma ingin bertemu dengannya, cepat telepon dia”

“Tapi untuk apa?”

“Cheondung!” bentak nyonya Park

“Ah,,, ne” ucap Cheongdung, lalu mengambil ponselnya dan menelpon Jiyong.

 

 

Jiyong sudah berada di Holly Coffe, dia menunggu eomma Dara, sampai akhirnya dia melihat nyonya Park, dia berdiri dan membungkuk hormat

“Annyeong haseyo ahjuma” sapa Jiyong tetapi tidak di respon dengan baik oleh nyonya Park

“Ada apa ahjuma ingin bertemu dengan saya?” tanya Jiyong

“Lupakan Dara, dia akan menikah dengan orang lain, jangan hubungi dia, jangan sekali-kali mendekatinya” ucap nyonya Park

“Mwo,,,,, mwoya?”

“Aku sudah lelah menunggumu untuk menemui ku dan suami ku, tapi kau tak kunjung datang, jika kau serius tak seharusnya kau berbuat seperti itu”

 

Cheongdung yang di suruh eommanya untuk tetap di dalam mobil merasa cemas, sampai akhirnya dia menelpon Dara

 

“Kau paham, jadi mulai detik ini jangan dekati Dara, apalagi menghubunginya, pergi jauh dari kehidupan Dara, arraso!” ucap nyonya Park, tetapi malah tidak ada respon, “Arraso!” bentak nyonya Park karena tak mendapat respon

“Ne, arrasoyeo” jawab Jiyong yang masih shock

 

Dara yang mendapat berita dari adiknya itu langsung menuju ke tempat yang di maksud

“Eomma!” pekik Dara ketika masuk ke Holly cafe dan menemui eommanya tersebut

“Kau mengerti, pecamkan perkatan ku” ucap nyonya Park, Jiyong hanya bisa menunduk

“Ayo kita pergi” ucap nyonya Park menggapai tangan Dara

“Ji,,, Jiyong-ya” ucap Dara

“Sudah cepat pergi!” ucap nyonya Park menarik tangan Dara

 

 

Mereka sekarang sudah sampai di rumah

“Eomma! Apa yang eomma katakan kepada Jiyong”

“Kenapa kau masih berhubungan dengan dia, dia tidak serius menjalin hubungan dengan mu, lupakan dia, kau sudah di tunangkan dengan orang yang lebih baik”

“Tapi”

“Sudah tidak ada tapi-tapian, cepat masuk ke kamar!” perintah nyonya Park

“Dan kau Cheongdung, jangan sekali-kali temui Jiyong”

“Ne, eomma” jawab Cheongdung

 

 

 

Pagi ini sungguh pagi yang begitu indah untuk melakukan aktivitas hari ini, udara sejuk, panas matahari tidak terlalu terik, angin sepoi-sepoi begitu indah rasanya.

 

Tetapi hari ini tak seindah hati Jiyong, dia harus merelakan orang yang dia sayangi untuk menikah dengan laki-laki lain, ini memang bukan pernikahan yang di inginkan Dara, tetapi apa boleh buat ini semua sudah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur, semua impian-harapan yang Jiyong dan Dara harapkan sirna sudah.

 

Kini Dara tengah di dandani, dan Jung Hyun masuk kedalam ruang rias Dara

“Bisa tinggalkan kami sebentar? Aku ingin berbicara dengan Dara” ucap Jung Hyun kepada penata rias

“Ne” jawab singkat penata rias yang lalu keluar dari ruangan tersebut

 

“Ada apa?” tanya Dara

“Kau bisa kabur sekarang, kita dapat hentikan pernikahan ini, pernikahan yang tak kau inginkan” jawab Jung Hyun memandang bayangan Dara di kaca

“Tidak, kita tetap lanjutkan ini semua”

“Bukankah kau tidak mencitaiku? Buat apa kau menikah dengan orang yang tak kau cintai, aku rela kau pergi, asalkan itu yang membuatmu bahagia”

“Mungkin sekarang aku tidak mencintaimu, tapi seiring berjalannya waktu, akupun akan mencintaimu”

Jung Hyun kaget mendengar perkataan Dara, dia memejamkan mata sejenak merenungkan nasib

“Pikirkanlah keputusanmu dengan bijak, jika kau memilih pernikahan ini dan menerima ku, terima kasih, tetapi jika kau memilih menikah dengan Jiyong-ssi, semoga kau bahagia dengannya, pikirkanlah matang-matang, aku kembali  ke ruangan ku” ucap Jung Hyun

 

Kini Dara benar-benar bingung, di satu sisi dia sangat ingin kabur dan menemui Jiyong, tetapi di sisi lain, dia merasa banyak berhutang budi terhadap Jung Hyun, tiba-tiba seorang petugas masuk ke dalam ruangan Dara

“Mianhaeyo, ada kiriman bungan untuk nona” ucap petugas

“Ah, ne gomapseumnida”

Dara menerima kiriman bunga tersebut dan membaca surat pesan yang ada di rangkaian bunga tersebut

 

‘Chukaehamnida, aku turut bahagia, semoga kau dapat bahagia dengan Jung Hyun-ssi, laki-laki yang akan menemanimu di hari tuamu nanti, mungkin hanya ini yang bisa aku persembahkan untuk mu, terima kasih telah membuat hari ku bahagia, berbahagialah dengan Jung Hyun, dan maaf aku tidak bisa datang ke pernikahan mu, chukaehamnida Sandara.

 

Jiyong’

 

 

Di tempat lain Jung Hyunpun mendapatkan kiriman yang sama

 

‘Aku turut bahagia atas pernikahan mu dengan Dara, jagalah dia, sayangi dia, jangan buat dia menangis, jangan sia-siakan dia, semoga kau bahagia dengan Dara dan mendapatkan keturuna dengan cepat, aku tak bisa membayangkan kau dan Dara kelak mempunyai anak, mungkin itu akan membuatmu bahagia, sekali lagi selamat, dan bahagialah denga Dara.

 

Jiyong’

 

 

 

 

Kini Jung Hyun sudah berdiri di depan altar pernikahan, dia menunggu harap-harap cemas, sampai akhirnya rasa cemas itu sirna, Dara masuk kedalam gereja, Jung Hyun menjemput Dara untuk menuju altar dan proses sakral pernikahanpun di mulai

 

“Park Sandara, apa kamu berjanji untuk bersedia mencintai pasanganmu dalam senang dan susah, sehat dan sakit, untung dan malang, serta selalu setia bersamanya sampai maut memisahkan?”

“Ya,, saya bersedia” jawab Dara dengan berani dan penuh keyakinan

“Kim Jung Hyun, apa kamu berjanji untuk bersedia mencintai pasanganmu dalam senang dan susah, sehat dan sakit, untung dan malang, serta selalu setia bersamanya sampai maut memisahkan?”

“Ya,, saya bersedia” jawab Jung Hyun lantang, dan kini akhirnya Jung Hyun dan Dara telah resmi menjadi pasangan suami istri

 

 

Kini cincin bermahkotakan berlian, yang terpatrikan nama mereka berdua dipasangkan di jari manis kedua insan tersebut sebagai tanda cinta yang mengikat mereka sampai maut memisahkan mereka berdua, suatu keputusan yang sudah Dara putuskan untuk hidup dengan Jung Hyun sampai tua nanti.

 

Jung Hyun tersenyum manis ke arah Dara, dia merasa bahagia bahwa dia kini telah mendapatkan orang yang ia dambakan, Darapun membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis, sebuah senyuman yang tulus dari dalam hati Dara, Jung Hyun merasakan itu sehingga dia mengecup kening Dara

“Gomawo” ucap Jung Hyun lirih

Semua tamu undangan yang menghadirinya bertepuk tangan haru(?) atas pernikahan Dara dan Jung Hyun

 

Jiyong yang dalam surat pesan yang ia kirimkan kepada Dara bahwa tidak menghadiri acara pernikahan itu, ternyata dia datang, dia melihat semua proses pernikahan itu dari pintu samping gereja. Dia merogoh saku celananya, ternyata dia mengambil sebuah cincin, ya, cincin yang rencananya akan Jiyong gunakan untuk melamar Dara, tetapi kini cincin itu hanyalah akan menjadi kenangan pahit-manis hubungannya dengan Dara, Jiyong menggenggam erat cincin itu dan meletakkannya di dada sambil melihat ke arah Dara

 

“Berbahagialah, kau sungguh manis, kau sungguh cantik, kau sungguh terlihat bahagia, aku senang kau kini telah menjadi istri dari orang yang lebih pantas, gomawo, terima kasih atas cintamu yang pernah kau berikan padamu, i’ll be missing you, chuake” ucap Jiyong sambil melihat Dara dan Jung Hyun dengan tatapan nanar(?), dia meletakkan kembali cincin itu ke dalam sakunya dan pergi meninggalkan gereja tersebut, tapi ternyata cincin itu tidak Jiyong masukkan lebih dalam, sehingga saat Jiyong berjalan cincin itupun terjatuh tanpa Jiyong sadari di gereja tersebut, di gereja tempat Dara menikah dengan Jung Hyun, di gereja tempat diaman cinta Jiyong dan Dara berakhir.

 

The End.

 

 

Kya, gimana one shot ini? Ini benar-benar menyiksa ku dalam membuat one shot ini, kenapa? Karena ini benar-benar bukanlah gaya / genre ku, tetapi entah kenapa aku melakukan extremely dalam pembuatan one shot ini, fyuh sungguh sangat adventur, jadi harap maklumi kalau kurang greget, atau gaje. Dan tunggu fanfic-fanfic ku selanjutnya. Bye

 

eiitthhss hampir ketinggalan RCL please ok ‘-‘)b

Gomapseumnida

 

Bayu Navanto

 

 

 

2013-Bayu Navanto© Missing You®

6 thoughts on “[Ficlet] Missing You

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s