[oneshot] Tonight

tonight cv

2013-Bayu Navanto© All right reserved – but all cast not my mine exept OC’s, Line story is purely fresh from my brain, so please do not be plagiarism, if you wanna be take out this story please inform me, do not take this story without my permission

Tonight®

Cast: Choi Seunghyun, Park Hyori (oc), Kwon Jiyong, Dong Youngbae

Rating: PG-18

Length: One Shot

Genre: Romance, litle bit “NC”

 

“Ada apa? Aku hari ini benar-benar lelah” ucap Hyori memunggungi Seunghyun yang berbaring di sampingnya

“Apa kau tak ingin mempunyai anak?” tanya Seunghyun sambil memandang nanar atap kamar mereka, Hyori membalikkan badannya

“Aku belum mau mempunyai anak, mengerti?” ucap Hyori lalu kembali membelakangi Seunghyun lagi

“Bukankah anak kecil itu lucu?” tanya Seunghyun, tetapi tidak ada respon dari istrinya itu, “Apa kau sudah tidur?”, kriikk,,, krriikk tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir manisnya, “Huh, aku suka anak kecil, semoga kau tahu itu” gumam Seunghyun lalu tidur

 

Keesokan harinya, seperti biasa sepasang suami istri ini tak melakukan banyak percakapan

“Siang ini kau ada waktu?” tanya Seunghyun mencoba membuka percakapan, dan direspon dengan gelengan kepala Hyori, “Barang 5 menitpun tak bisa?”

“Ya, sudahlah cepat makan nanti kau telat kekantor” sergah Hyori mengalihkan topik

Brakk, Seunghyun menaruh sendok dan garpu di meja dengan keras, dia berdiri dan pergi keluar untuk langsung kerja

“Makanan mu belum habis!”

“Aku makan di luar saja” ucap Seunghyun dingin.

 

Seunghyun POV

Aku menyenderkan tubuhku di pintu, “Ada apa? Kenapa kau selalu tak mengerti maksudku?” dengan sekuat tenaga aku mencoba untuk menenangkan hati ini yang sedang dilanda awan mendung beberapa hari terakhir ini, dengan sekuat tenaga aku berjalan menuju kantor yang lumayan dekat dari rumah ku

Dreeettt… Drreett, ponsel di celanaku bergetar, ‘GD’ nama itu yang tertera di layar ponselku, mau apa dia menelponku?

“Yeoboseyo”

“Ya, Seunghyun kita ke Jeju island bagimana?” ucapnya di seberang sana

“Kau gila, hari ini aku tidak libur, aku harus kerja, memberi nafkah istri ku, kau tahu itukan?”

“Haaahh, ayolah, sekali-kali bolehkan kita membolos kerja”

“Tetapi…..”

“Sudah, ku tunggu kau di Incheon airport” tuuutt,,,,, tuuutt,,,,, tuuuttt sambungan terputus

Apa yang harus ku lakukan? Di satu sisi aku ingin merefresingkan pikiran ku, tetapi di sisi lain aku harus mencari nafkah untuk istri ku tercinta, lamunan-lamunan itu lenyap ketika sebuah mobil sedan berhenti tepat di hadapan ku, sepertinya aku kenal dengan mobil ini, Taeyang, ya itu mobil Taeyang

“Hyung, kau di ajak Jiyong hyung ke Jeju bukan? Ayo kita refresing, aku juga penat dengan urusan kuliah” ucap Taeyang

“Huh, baiklah” akhirnya pertahanan ku untuk tidak membolos kerja luluh sudah

 

Sekarang aku Jiyong dan Taeyang tengah berada di pesawat menuju Jeju, ini pertama kalinya aku bolos kerja, entah kenapa aku merasakan bahwa inilah keputusan yang tepat.

 

Nothing POV

“Ya, kenapa kau ngelamun terus?” tanya Jiyong

“Kau tahu Hyori?”

“Yah aku tahu dia istrimu bukan? Ada apa?”

“Ahh, sudahlah lupakan saja” ucap Seunghyun mengurungkan niatnya untuk curhat

“Isshh ceritakan saja, ada apa?” ucap GD semakin penasaran

“Nantilah, ada anak kecil” ucap Seunghyun melirik kearah Taeyang yang duduk di seberang, Jiyong hanya berdecak

“Baiklah, aku mengerti”

 

Kini mereka bertiga telah sampai di Jeju

“Hyung, kita kemana sekarang?” tanya sang pemilik rambut berjambul yang gak pake embel-embel ‘katulistiwa’

“Kita ke rumah ku” ucap sang pemilik tubuh tipis

“Ada banyak makanan atau tidak di rumah mu hyung?”

“Tentu saja, mau apa? Makanan Eropa sampai Asiapun ada di rumahku” ucap sang Naga menyombong

*******

“Katanya banyak makanan tapi kenapa hanya ada mie cup di kulkasmu hyung?” tanya Taeyang, setelah mereka sampai di rumah Jiyong dan mengobrak-abrik seluruh isi refrigator yang ada di rumah Jiyong

“Kau cerewet, kalau kau lapar tinggal pesan makanan saja bereskan kalau kau tak mau makan mie cup” teriak Jiyong dari ruang keluarga

“Dari tadi kau hanya murung saja ada apa?” tanya Jiyong duduk di samping Seunghyun

“Gwaenchanayo” jawab Seunghyun datar

 

“Aaiisshh kenapa umma harus menyuruhku menemaninya ke rumah sakit” omel Taeyang yang keluar dari dapur rumah Jiyong

“Jadi kau tidak ikut kita ‘bermain-main’?” tanya Jiyong dengan menekankan kata ‘bermain-main’

“Aniya, kalian saja yang melakukannya, aku harus mengantar umma, aku pamit hyung, aku harus ke Seoul sekarang, selamat bersenang-senang” ucap Taeyang lalu berlalu meninggalkan Jiyong dan Seunghyun

“Baiklah sekarang Taeyang sudah pergi ceritakan apa yang mengganjal di hatimu”

lalu Seunghyun mulai cerita panjang sepanjang sungai Amazon dan lebar selebar Milky way

 

Hari telah malam, Jiyong mengajak Seunghyun ke sebuah tempat yang belum pernah Seunghyun datangi, ciiittt suara jerit tangis roda mobil Jiyong, ketika dia menginjakkan kakinya di bantalan tuas rem yang malang itu.

“Tunggu, tempat apa itu?” tanya Seunghyun menunjuk kearah sebuah bangunan yang di hiasi berbagai ragam lampu yang menyilaukan

“Ayolah, kau pasti butuh ini” ucap Jiyong keluar dari mobil dan di susul Seunghyun

Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam Tempat diskotik tersebut, Seunghyun yang baru pertama kali masuk merasa risih dengan pemandangan-pemandangan wanita yang berpakaian setengah jadi, bahkan kekurangan bahan untuk membuatnya dapat dikatakan sebagai pakaian yang layak di pakai.

Mereka duduk di pojokan tempat tersebut, Jiyong begitu menikmati pemandangan sekitar, sedangkan Seunghyun dia merasa ingin keluar dari neraka dunia ini, dia tidak bisa menikmati pemandangan dan suasana di tempat tersebut

“Hai cantik” ucap Jiyong centil kepada seorang wanita sintal

“Jiyong apa yang kau lakukan?” ucap Seunghyun sedikit keras, tetapi tidak ada respon

“Hi sexy, temani aku ok” ucap Jiyong sambil meraba-raba tubuh wanita tadi yang kini telah duduk di pangkuan Jiyong, Jiyong yang sedari tadi sibuk meraba-raba itu, sekarang bibirnya saling bertabrakan dengan wanita sintal tadi, Seunghyun yang melihatnya mulai emosi

“Jiyong! Jadi kau mengajakku untuk refresing, refresing yang seperti ini?” ucap Seunghyun emosi dan berdiri menantang

Jiyong yang asyik bercumbu itu menghentikan sementara aktivitasnya tersebut, “Bukankah kau ingin melakukannya dengan istrimu tetapi dia selalu menolak mu, ayolah lakukanlah dengan wanita di sampingmu itu, bukankah dia tak kalah cantiknya dengan istrimu bahkan dia lebih semok”

“Kau gila, kau pikir aku pria apa? Mana mungkin aku melakukan hal senista itu” ucap Seunghyun yang mengandung makna tersirat untuk mencibir Jiyong

“Heemm, aku tahu, yang aku maksud bukan seperti yang kau pikirkan”

“Lalu apa maksud yang sebenarnya?”

“Kau buat Shock terapi istrimu dengan membawa gadis di samping mu itu ke rumah”

“Lalu,,,,,” ucap Seunghyun polos

“Kau berpura-pura mesum dengan gadis itu”

“Apa kau yakin dengan ini dia dapat merubah sikapnya kepadaku?”

“Percayalah”

“Tapi apakah harus gadis dari tempat ini?”

“Hahaha, gadis di sampingmu itu adalah teman SMA ku dulu, dia tak senista yang kau pikirkan”

Seunghyun mengalihkan pandangannya ke gadis di sampingnya, “Mianhaeyo, aku berpikir yang bukan-bukan mengenai dirimu”

“Gwaenchanayo” ucap Hye Sun

“Hah, baiklah baby ku rasa permainan kita cukup sampai disini, aku harus mengurus teman ku yang lagi galau ini, bye” ucap Jiyong kepada wanita sintal tadi, “Ayo kita kerumah ku”

 

Di rumah GD

“Lama tak berjumpa Hye Sun” ucap Jiyong

“Ternyata kau masih sama seperti dulu, genit kepada setiap wanita”

“Hahaha, setidaknya tidak sampai melampau batas bukan?”

“Lalu, jadi dia yang kamu maksud?” tanya Hye Sun menunjuk Seunghyun

“Hemm, kau maukan melakukannya, hitung-hitung latihan akting, katanya mau jadi aktris terkenal”

“Hahaha, kau bisa saja”

“Ya, kau setujukan dengan ide ini?” tanya Jiyong

“Aku kurang yakin” jawab Seunghyun datar

“Percayalah, ini pasti berhasil merubah sikap istri mu,  perjalanan Jeju-Seoul kurang lebih 1 jam, sekarang pukul 7 malam, bukankah istrimu pulang ke rumah pukul setengah sembilan?”

“Ya” jawab Seunghyun datar

“Bagus maka ini cukup, ayo kita terbang sekarang juga” ucap Jiyong

 

Sekarang Jiyong, Hye Sun sudah sampai di rumah Seunghyun.

“Apa aku bisa melakukannya dengan baik?” tanya Seunghyun

“Hemm, kau beradu akting dengan calon aktris ternama” balas Jiyong

“Gomawo”

“Hemm, baiklah kalau begitu, aku tinggal, semoga sukses” ucap Jiyong lalu pergi

 

Kecanggungan terjadi diantara keduanya sampai akhirnya, ada tanda-tanda bahwa Hyori

“Itu dia Hyori sudah pulang, baiklah kita lakukan sekarang” ucap Seunghyun

 

Hyori berjalan menuju rumahnya dengan senyum lebar cetar membuana(?) di wajahnya, tetapi senyuman itu berubah 180 derajat ketika dia membuka pintu dan mendapati suaminya sedang asyik bercumbu dengan seorang wanita

“Hyu,,,,Hyunie…….” ucap Hyori terbata sambil mengeluarkan air bah dari dalam matanya karena bendungan tak lagi mampu menahan tekanan air yang begitu besar

PLAK

Sebuah tamparan hebat mendarat manis semanis gulali(?), tepat di pipi Hye Sun

“Kau, apa yang kau lakukan dengan suami orang hah!!!” bentak Hyori sambil menampakan jiwa iblisnya

Seunghyun tak percaya kalau Hyori dapat bertindak seperti itu

“Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kau lakukan, bukankah selama ini kau tak pernah melakukannya dengan Seunghyun bukan?”

“Haaah, pergi sekarang juga dari rumah ku!” bentak Hyori

“Baik, sampai jumpa lagi Seunghyun, lain kali kita lanjutkan” ucap Hye Sun

“PERGI!!!!!!!!!!!!!” bentak Hyori

 

Sesaat setelah Hye Sun pergi. Kini kedua pasang suami istri itu diam seribu kata, seribu bahasa

“Kau jahat” ucap Hyori membuka percakapan, “Aku sungguh tak percaya kau bisa berbuat seperti itu” lanjutnya

“Aku ini lelaki biasa, lelaki dewasa yang sudah berumah tangga, lelaki yang hanya ingin mendapatkan kasih sayang dari istrinya, apa selama ini kau memikirkannya?” ucap Seunghyun dan tak ada respon dari Hyori, “Selama ini aku telah melakukan kewajibanku sebagai suami, dan aku ingin mendapatkan hak ku sebagai suami apa kau mengerti akan hal itu? Selama ini aku cukup bersabar dan mentolerir semua sikap mu, tetapi aku manusia biasa, aku memiliki batas kesabaran dan aku sungguh tidak bisa bersabar lagi menerima semua sikapmu itu, dan asal kau tahu itu semua hanyalah palsu, aku hanya berakting dengan dia, aku ingin mengetes mu apakah kau benar-benar mencintaiku atau tidak, aku tidak pernah sedetikpun terlintas untuk menciderai pernikahan ini” sedetik kemudian Seunghyun pergi meninggalkan Hyori, meninggalkan Hyori duduk sendiri dalam tangisnya, dia begitu terpukul akan hal yang barusan Seunghyun katakan

 

Mereka berdua duduk di meja makan menghadap makanan yang telah mereka pesan dari salah satu restoran ternama, mereka makan dalam keheningan, dalam kesepian.

“Kau mau ini?” ucap Hyori berusaha menenangkan emosi

“Hemm” ucap Seunghyun datar

“Mianhaeyo” ucap Hyori tersendu, Seunghyun menghentikan makannya

“Untuk apa?”

“Untuk semua kesalahan yang aku buat”

“Yah, gwaenchana aku sudah memaafkan mu, lanjutkan makan mu” ucap Seunghyun datar, “Huh, aku sudah kenyang, aku mau menonton TV, selesaikan makan mu” lanjutnya

 

Seunghyun tengah menonton acara TV, acara TV tersebut kebetulan sedang menayangkan anak-anak TK yang sedang bergaya begitu polosnya di depan kamera, Seunghyun yang melihatnya tertawa melihat tingkah polos anak kecil tersebut, Hyori yang melihatnya begitu merasa bersalah kepada Seunghyun, dia memejamkan mata dan menghela nafas panjang, dan berjalan menuju tempat Seunghyun duduk dan duduk disampingnya

“Apa kau tidak mengantuk?” tanya Hyori

“Aku masih ingin melihat acara TV” jawab Seunghyun dingin, Hyori menyenderkan kepalanya di pundak Seunghyun, Seunghyun kaget melihat tingkah istrinya malam ini

“Kau kenapa?” tanya Seunghyun

“Lets go into the room, in the bed, i’m so sleepy”

“Aku masih ingin menonton TV, jika kau sudah mengantuk tidurlah”

“Make me wet please” bisik Hyori, Seunghyun menoleh ke arah Hyori

“Apa maksudmu dengan ‘wet’?”

“Lets go into the bed”

“Kau ingin melakukannya?” tanya Seunghyun setelah mengerti maksud istrinya itu, Hyori menganggukan kepalanya

“Kenapa kau mau melakukannya? Bukankah setiap aku ajak kau selalu menolaknya, apa karena kejadian tadi dan kau merasa bersalah kepada ku?” tanya Seunghyun

“Bisakah kita memulainya dari awal, sekarang aku sadar, aku mengerti, maafkan aku”

“Huh, sudahlah kalau kau merasa bersalah lebih baik tunda dulu, kau sekarang tidurlah di kamar” ucap Seunghyun, tetapi Hyori tidak beranjak dari duduknya dan malah memeluk Seunghyun

“Selama ini aku menolak karena takut, sebenarnya aku juga ingin melakukan kewajiban ku, tetapi aku takut” jujur Hyori

“A,,,,aa,,,apa?” ucap Seunghyun kaget

“Bukan maksudku untuk tidak ingin mempunyai keturunan, melainkan aku takut kalau aku memberikan hak mu secara tidak maksimal”

“Kita belum melakukannya, kau sudah berbicara seperti itu, bagi ku, kau melakukan kewajiban mupun aku sudah senang”

“Dan sekarang bisakah kau berikan ‘Goal’ mu?” ucap Hyori nakal

“Huh, kau kelihatan capek”

“Gajja~” rengek Hyori sexy(?)

“Sud……..” belum selesai Seunghyun mengucapkan perkataannya, tiba-tiba bibir Hyori sudah ‘say hello’ kepada bibir Seunghyun tanpa permisi, awalnya Seunghyun pasif, lama kelamaan dia sekarang yang memimpin pergulatan(?) bibir tersebut, tangan Hyori merangkul mesra pundak kekar Seunghyun

“Kau benar-benar curang” ucap Seunghyun melepaskan bibirnya memberi ruang mereka untuk bernafas

“Bisakah kau memberikan Goal mu sekarang?” ucap Hyori sedikit nafsu

“Kau benar-benar menginginkannya?” tanya Seunghyun mengangkat salah satu alisnya, Hyori mengangguk, Seunghyun mematikan TV dan membawa Hyori kelapangan pertandingan(?)

Sesampainya di lapangan(?) pertandingan tersebut, mereka beradu bibir kembali, tangan Hyori mulai nakal menggerayangi badan Seunghyun, sedangkan Seunghyun mulai melepas pakaian pasangannya dan membuangnya sembarang sehingga membawa nuansa daun pohon jati yang gugur di musim kemarau(?), Seunghyun merebahkan tubuh Hyori dan kini Seunghyun akan memberikan goal terbaiknya.

Clik sakelar lampu di padamkan! Dan sekarang mereka akan memulai pertandingannya.

***********

Sinar matahari telah menerobos masuk ke celah jendela kamar kedua pasang insan manusai tersebut, kamar tersebut sekarang tidak patut untuk di katakan sebagai kamar, karena baju-celana-bantal-guling berserakan dimana-mana, menandakan betapa hebat dan sengitnya pertandingan tadi malam, Hyori masih terjaga di tidurnya, sedangkan Seunghyun telah menyiapkan sarapan pagi, dia melirik kearah jam dinding, 08:25 tunjuk kedua pasang jarum jam dinding yang selalu setia berotasi pada porosnya(?), Seunghyun yang telah selesai menyiapkan makan pagi pergi kekamar bermaksud untuk membangunkan Hyori.

“Chagiya ireona, hari sudah mulai siang” ucap Seunghyun berusaha membangunkan Hyori, tetapi dia hanya mengulat dan berbalik membelakangi Seunghyun, Seunghyun tersenyum

“Kau masih merasa lelah?” bisik Seunghyun menggoda, Hyori membuka matanya dan menghadap Seunghyun

“Menurutmu? 4:2 kau memberikan goal mu tanpa ampun” seru Hyori, Seunghyun hanya terkekeh

“Bangunlah dan sarapan untuk mengisi tenagamu” ucap Seunghyun berdiri lalu berniat keluar dari kamar, tetapi itu di cegah oleh Hyori dengan menggapai dan menarik tangan Seunghyun sehingga Seunghyun terduduk di pinggiran kasur

“Wae?” tanya Seunghyun

“Aku akan membalas kemenangan mu” ucap Hyori

“Mwoya? Apa kau yakin akan menang?” ucap Seunghyun menyindir sekaligus merayu(?)

“Mari kita buktikan” ucap Hyori menantang sambil menarik kepala Seunghyun, tetapi sebelum bibir mereka ‘say hello’ kembali Seunghyun menahannya, hal tersebut sukses membuat Hyori kaget

“Wae?” tanya Hyori

“Apa kau rela mereka membaca hal yang akan kita lakukan secara gratis?” tanya Seunghyun melirik readers tajam-tajam(?)

“Hem, kau benar, kalau begitu” Mata Hyori dan Seunghyun saling pandang, selang beberapa detik mereka mengangguk bersama, dan

SREEETTTTTT(?) tirai teater tertutup *eh maksudnya selimut tertutup.

The End

 

 

Haduuhhh!!!!!!!! Kacau-kacau Fanfic ku satu ini, mian-mian *nunduk 180 derajat* author lagi konslet(?) waktu buatnya jadi gajenya gak ketulungan, tapi buat readers tolong RCL yah #pasang muka innocent#

17 thoughts on “[oneshot] Tonight

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s