Drabble Compilation – No Time Machine

No Time Machine

Title

No Time Machine

Author

Egadorks

Length

Drabble Compilation/Teaser

Rating

T

Genre

Romance, Sad, Drama, Angst

Main Cast

EXO & SNSD

Pairing

BaekYeon, KrisSica, TaoSun, SuFanny, HyoLay, ChanYul, SooChen, YoonKai, HunSeo

Aloha~ aku balik setelah hiatus lama setelah UN :D Kali ini aku membawa FF yang *lagi lagi* bercastkan EXOShiDae ._. Maklum aku penggemar mereka memang. Disini, aku menyuguhkan model FF baru (?). Sejujurnya, aku bingung ini nantinya hanya akan berupa drabble compilation atau akan menjadi teaser. Yang pasti, jika peminat banyak dan kalian meminta dibuatkan FF Fullnya, Insyaallah aku akan menyanggupinya. Maka dari itu, aku mohon pada kalian untuk berkomentar. Aku harap paling tidak 60% memberikan komentarnya. Kalau enggak~ percaya aja akibatnya. Bakalan aku protect FF versi fullnya nanti. Dan hanya readers patuh aja yang aku kasih passwordnya .-. Kejem ya? Hwhw, ini buat ngurangin siders aja. Oiya perlu diberitahukan juga, kalau disini, mungkin akan sedikit membingungkan. Karena disini sengaja saya buat seabstrak (?) mungkin. Yang harus kalian tahu adalah, semua yg ada di FF ini adalah POV DARI MEMBER EXO. KECUALI DI QUOTE yang saya beri tanda (“) itu ada yang POV EXO ada juga yang POV AUTHOR.

Okesip~ saya tidak akan banyak cingcong dan ceriwis disini, bisa-bisa terlalu mulur dan tidak penting – Oke readers, give me a C O M M E N T! Cek it out~

 ***

Baekhyun & Taeyeon

 BaekYeon (Gone With A Smile)

Hari itu menjadi hari terindah bagi kita. Ya, bagi kita. Hari paling indah dalam hidup kita. Namun, tampaknya itu hanya anggapan pada awalnya. Keindahan itu seketika berubah menjadi pilu dan kesakitan hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Kau jatuh, kau lemah, kau dingin, dan kau ucapkan kata manismu yang sering kau ucapkan tiap menit, tiap saat, tiap hari, tiap kali dan hanya untukku, namun tak pernah membuat diriku bosan, dan kau tersenyum. Kemudian, yang kudapati hanya tubuhmu yang kian membeku bak es di kutub. Dan saat itulah kau meninggalkanku.”

Saat itu dirinya merasa telah menjadi pria paling bahagia di dunia. Dan ia pikir gadisnya pun begitu. Mereka sama-sama tersenyum bahagia kala itu. Namun, si pria sejujurnya setengah sadar namun sedikit mengacuhkan tatapan gadisnya yang kosong. Justru pria itu mengkhawatirkan gadisnya yang terlihat lunglai, pucat dan lemah. Bukankah seharusnya gadisnya itu bahagia dan menampakan aura wajah cerah kala itu? Ingin pria itu mengusulkan untuk menunda tapi itu tidaklah mungkin. Dan yang keluar dari bibir si gadis hanyalah “aku baik-baik saja.”. Sang pria diam, mencoba percaya pada sang gadis namun hatinya tetap merasakan sebuah kekalutan, dan firasat buruk terus menerjangnya. Dan pada akhirnya, sang gadis jatuh, lemah, si pria panik bukan main. Si gadis mengucapkan kata manisnya untuk si pria. Si gadis tersenyum, sedikit memberikan efek sejuk dalam hati si pria namun perasaan takut dan khawatir masih menyelubunginya. Tetapi, mendadak dapat dirasakannya suhu tubuh gadis dalam rengkuhannya itu kian mendingin. Dingin. Beku. Kaku. Tatapan matanya kosong. Hidungnya tak berkembang kempis guna menghirup udara. Dan saat itu tangisan si pria pecah. Si pria kehilangan gadisnya.

“Sudah pasti dirinya tidak bisa memperbaiki. Apa yang harusnya diperbaiki? Tidak ada! Semua bukan kesalahannya. Bukan pula kesalahan si gadis! Tapi itu takdir. Dan mustahil bila pria itu menginginkan kembali ke masa lalu. Mustahil! Karena waktu akan tetap berjalan maju.”

***

Kris & Jessica

 KrisSica (Her Mother)

“Sudah menjadi hobiku melihat, menatap, memandang dan memperhatikan wajah cantik gadis yang umurnya terpaut 25 tahun denganku. Bukan karena dia telah berhasil menaut hatiku. Bukan karena dia kekasihku, tentu saja bukan. Namun, wajahnya, sikapnya, dan sifatnya membuatku mengingat akan seorang gadis cantik jelita. Yang sering kujuluki ‘Barbie Impor Amerika’. Dan ini bukanlah sebuah kebetulan ataupun keajaiban kalau wajah mereka berdua benar-benar mirip. Karena mereka memiliki hubungan darah. Hubungan ibu dan anak. Ya, mereka istriku dan anakku sendiri. Tapi, kenapa aku hanya melakukan hobi itu kepada anakku? Kenapa bukan istriku? Karena yang ada sekarang adalah anakku. Istriku telah pergi meninggalkan kami. Dia disurga, kami di bumi. Sebanyak 7 lapis langit memisahkan jarak kami dengannya. Namun, dengan kehadiran putriku itu, seakan istriku tengah ada didekatku.”

Semua yang ada pada diri Caroline Wu, anak pria bernama Kris Wu itu mampu membuatnya teringat akan istrinya yang telah meninggal, Jessica Jung. Si ‘Barbie Impor Amerika’ kesayangan Kris itu pergi beberapa hari setelah melahirkan putri mereka. Seakan Caroline mampu membuat aura seorang ibunya ada. Itulah sebabnya Kris tampak sangat menyayanginya dan selalu khawatir akan keadaan putrinya. Dan diri gadis kecil itu selalu membuat flashback berputar kembali dalam otak Kris. Membuat Kris teringat akan masa lalu indahnya bersama istrinya. Mulai dari awal pertemuan, dimana Kris mengira dirinya bertemu barbie hidup. Dan sampai akhir kebersamaan mereka, dimana Jessica menghembuskan nafas terakhirnya dengan Caroline yang saat itu masih bayi, yang tengah ada dalam gendongannya.

“Yang dia tak rela adalah kehilangan istrinya. Namun, kehadiran putri tercintanya mampu mengobati luka pria itu. Pria itu yakin tidak ada yang namanya mesin waktu. Dan tidak ada yang namanya memperbaiki masa lalu. Karena di masa kini, dia memiliki kebahagiaan, melihat putrinya sendiri.”

***

Tao & Sunny

TaoSun (The Greatest Fault)

“Sering kumengatakan padamu bahwa aku mencintaimu, nunaku. Tapi kau seakan tidak menganggapku serius dan hanya gurauan. Tapi, tahukah kau aku serius mengatakan ini? Bahwa aku tulus mengatakan ini? Aku mencintaimu nuna! Bukan sebagai kakak dan adik, tentu saja. Kita bukan saudara kandung. Harusnya kau sadar aku menginginkanmu menjadi gadisku. Dan aku menginginkan diriku menjadi milikmu. Kumohon lihatlah aku. Lihat perlakuanku. Lihat sikapku padamu. Apa kurang kentara caraku menunjukkan kasih sayangku padamu?”

BODOH! Itu lah yang ada dipikiran si pria. Dirinya yang bodoh. Dia terus saja mengeluh dan meminta si gadis untuk peka. Sebegitukah keras kepalanya? Atau sebegitukah kebodohannya? KAU BODOH HUANG ZI TAO! Justru kau harus tahu, gadis itu peka denganmu. Dia tahu kau mencintainya! Dia tahu kau menyayanginya! Dan dia telah membalasnya dengan perlakuannya padamu! DIA JUGA MENCINTAIMU TAO! APA KAU BENAR-BENAR BODOH SEHINGGA KAU TIDAK MENYADARI SIKAPNYA KEPADAMU? ORANG ASING PASTILAH TAHU GADIS ITU JUGA MENCINTAIMU!

Itulah kebodohan Tao. Itulah kesalahan terbesar Tao yang pernah dilakukannya. Dia bodoh. Meminta gadis yang dicintainya agar peka dengan perasaannya, namun Tao sendiri tidak peka dengan balasan gadis itu yang diberikan untuknya. Namun kini, disaat semuanya terbongkar, Tao tak bisa lagi meminta gadis itu memberikan kasih sayangnya. Terlambat. Dan itu karena kebodohannya.

“Pria itu menyesali perbuatannya. Dirinya benar-benar menjadi pria terbodoh di dunia. Dan semuanya menjadi penyesalan terbesar saat mengetahui gadis itu telah memasrahkan hatinya kepada pria lain.”

***

Suho & Tiffany

SuFanny (Bloody Honeymoon)

“Semua pasangan akan menikmati hari setelah mereka menikah dengan bahagia. Entah itu kemana, asal hanya berdua dengan pasangan masing-masing. Dan sekarang, aku dan dirimu. Kita menikmatinya bersama. Berharap tidak ada yang merusaknya atau menganggu momen – momen khusus kita. Namun, haruskah aku menarik harapan itu? Maafkan aku yeojaku… Aku memang brengsek. Aku tidak bisa melindungimu. Bahkan janji suci yang baru saja kuucapkan telah kulanggar. Aku tidak bisa melindungimu dari lesatan benda kecil namun berbahaya itu yang mengenai tubuhmu. Maafkan aku…”

Miris memang. Baru saja mereka merasa bahagia. Setelah merajut cinta selama tiga tahun, dan pada hari sebelumnya mereka telah berdiri di altar, memakai gaun cantik dan tuksedo putih, membuat mereka tampak tampan dan cantik. Sungguh serasi. Mereka baru saja mengucapkan janji suci. Kemudian berciuman di depan banyak saksi diiringi dengan tepukan haru dari seluruh hadirin yang menghadiri pesta pernikaha itu. Pada hari itu, mereka betul-betul bahagia. Namun, apakah kebahagiaan itu harus cepat berubah menjadi tangisan dan penyesalan? Latar tempat yang tadinya adalah sebuah altar, berganti menjadi sebuah pulau kemudian berujung menjadi gundukan tanah dengan nisan bertuliskan nama si yeoja yang baru dinikahinya? Bagaimana Suho bisa hidup tanpa Tiffany? Bagaimana bisa Suho membiarkan yeoja itu melindunginya? Bukankah harusnya laki-lakilah yang melindungi yeojanya?

Pupus sudah harapannya untuk membangun rumah tangga dengan Tiffany. Baginya, Tiffany adalah setengah jiwanya, belahan hatinya, oksigen yang senantiasa mengisi paru-parunya, jantung, serta tulang rusuknya. Bila yeoja itu pergi, bukankah harusnya dia mati? Raganya memang masih hidup, namun siapa tahu hatinya sudah seperti mati?”

 ***

Hyoyeon & Lay

HyoLay (Day Habits)

“Ingat kebiasaan dulu? Our day habits? Ketika aku bangun dengan mata silau, kau mencium kedua mataku serta bibirku sambil mengatakan ‘Morning and morning kisses’. Dan yang akan kulakukan adalah tersenyum kemudian mengelus rambut halusnya penuh kasih sayang. Kau akan menarik tanganku, menuntunku menuju dapur. Kemudian menghidangkanku makanan lezatmu, yang bagiku begitu special. Dan saat aku bekerja, kau akan memakaikanku dasi dan jas, kemudian menciumku dalam dan lembut, seolah aku akan pergi untuk waktu yang lama. Saat aku pulang bekerja, kau akan melepas dasi dan menciumku. Dan saat malam tiba, kau akan menyuapiku dengan pudding buatanmu. Dan saat kau terlelap tidur, aku akan memelukmu erat. Sementara kau akan membenamkan kepalamu di leherku.”

Tapi itu dulu. Sekarang? Berbeda. Dimana kebiasaan kita setiap hari sekarang ini? Mengapa saat aku bangun, aku tidak mendapati bibirmu yang mengecup kedua mata dan bibirku? Dimana senyum cantikmu yang dulu selalu kau sunggingkan setiap saat? Dimana makanan buatanmu yang dulu selalu tersaji di meja makan kita? Kenapa kau sudah tidak memakaikan dan melepaskan dasi dan jasku? Mengapa aku sudah tidak dapat menggapaimu? Rambutmu. Mengapa aku tidak merasakan lagi kepalamu yang selalu membenam di leherku?

“Kesedihannya begitu larut dan dalam. Sampai dia gila, membayangkan tentang fantasi dan imajinasinya. Untuk membuat mesin waktu? Hey~ tidak ada mesin waktu!”

***

Chanyeol & Yuri

ChanYul (Opera)

“Terkesima aku dengan lantunan musik jazz yang keluar dari bibir kecilmu. Wajahmu, tubuhmu, kharisma dan segalanya yang ada padamu, mampu membuatku mengalihkan pandangan dari banyaknya yeoja yang berkencan denganku, kearahmu, wahai Kwon Yuri. Bagiku, dibandingkan dengan yeoja-yeoja itu, kaulah yang paling sempurna. Dirimu, membuatku berubah dari seorang lelaki hidung belang, menjadi lelaki yang baik, setia dan lembut kepada semua orang. Beruntung sekali aku memilikimu. Tapi hanya sesaat. Aku kehilanganmu. Dan aku kembali menjadi lelaki malang.”

Park Chanyeol adalah seorang pemain pacu kuda yang dicap sebagai pria hidung belang karena telah mengencani banyak yeoja, kemudian membuangnya begitu dia sudah bosan. Dia tipe pria yang kasar, congkak, licik. Namun, itu masa lalunya. Masa depannya berubah, dimulai saat namja itu mengunjungi salah satu opera. Dimana dia menyaksikan penampilan mengagumkan dari penyanyi jazz opera itu, Kwon Yuri. Yeoja itu mampu mengalihkan pandangannya dari wanita-wanita yang dikencaninya, kemudian hanya melihatnya sebagai yeoja yang akan mendampinginya. Ya, mendampinginya. Yang awalnya dia berharap, yeoja itu akan mendampinginya seumur hidup. Sayang, yeoja itu pergi. Meninggalkannya. Membuat Chanyeol terpuruk dalam kesedihan dan penyesalannya. Membuat namja itu terus mengiangkan umpatan-umpatan yang ditujukan untuk dirinya sendiri. “BODOH!”, “KAU NAMJA BRENGSEK PARK CHANYEOL”, “INI KARMA BAGIMU!”.

“Baginya ini adalah sebuah karma. Setelah mempermainkan banyak yeoja, dia kehilangan yeoja yang dianggapnya sebagai pendamping hidup. Malang.”

***

Sooyoung & Chen

SooChen (Old Violin)

“Pertemuan kita memang bukanlah sesuatu yang menarik bagi semua orang. Tapi bagiku, dan bagimu, pertemuan kita sangat indah. Walau hanya karena seorang guru les biola, dan karena tuntutan berduet denganmu, yang disaksikan para peserta dan juri, tapi gesekkan yang dihasilkan oleh masing-masing dari biola kita, terdengar seperti sebuah lagu yang menyatu. Seperti lagu yang bermakna dua orang remaja yang sedang tenggelam dalam asmara yang baru saja dimulai saat itu. Ya, karena saat itu, kita sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama.”

Cinta pada pandangan pertama karena seorang guru les violin yang menunjuk mereka untuk berduet, memenangkan sebuah penghargaan yang akan mengangkat nama mereka berdua, juga mengangkat nama guru dan tempat latihan mereka. Itu bila bagi guru tersebut. Namun, tujuan lain bagi kedua insan itu. Yakni, agar mereka bertemu, jatuh cinta, kemudian bersahabat dan menjalin kasih. Ya, itu terjadi pada mereka. Kedua pasangan remaja itu sering menghabiskan waktu bersama. Bila pasangan lain memilih pergi dan bergandengan tangan sambil berdekatan, menghilangkan celah diantara keduanya, mereka akan melakukan hal yang beda. Mereka tidak akan berkencan ke taman, atau ke Sungai Han, atau ke Namsan Tower. Tapi, mereka akan melakukan hal yang bagi mereka lebih romantis dari hal-hal tadi. Yaitu, di tempat latihan, bermain biola, menciptakan lagu dan alunan nada yang dihasilkan akibat gaya gesek pada biola mereka. Menjadi lagu cinta bagi mereka. Tapi itu di masa lalu. Bagaimana dengan masa depan? Yang didapati Kim Jong Dae saat ini, adalah biola usang yang senantiasa tergeletak di sebuah kamar yang tidak dihuni selama 6 tahun. Dimana pemiliknya?

 

“Tak ada lagi lagu-lagu cinta yang mereka ciptakan dengan biola. Tak ada lagi semua itu.”

***

Yoona & Kai

YoonKai (Kisses from Heaven)

“Lekat dalam pikiran memori-memori itu. Bagaimana kita bertemu, dan menjadi sepasang kekasih seperti dulu. Dulu? Ya dulu memang. Kebiasaan kita setiap hari. Bertemu, berkencan, bergandengan tangan, kemudian berakhir dengan ciuman. Masih ingat aku bagaimana rasa bibirmu. Bagaimana cara kita berciuman.

Dulu, aku pernah bilang padamu. Bila aku pergi, aku akan melayangkan ciuman jauh untukmu. Ya, walau tidak akan terlihat. Tapi aku yakin kau akan merasakannya. Itu memang persepsiku yang konyol.”

Tahu apa yang terjadi? Kim Jong In benar-benar pergi. Dan dia selalu melayangkan ciuman jauhnya untuk kekasihnya. Bukan, lebih tepatnya, mantan kekasihnya. Kenapa mantan? Oh ya, sementara Im Yoona, selalu menangisi kepergian namja itu. Karena apa? Karena bukan inilah kepergian yang dimaksudkan. Bukan pergi ke suatu tempat kemudian pulang sambil memancarkan senyum tampannya untuk dirinya. Bukan pergi untuk waktu sesaat kemudian kembali sambil memeluknya erat seolah tidak bertemu bertahun-tahun. Bukan itu.

Tapi pergi untuk waktu yang sangat sangat lama. Waktu yang paling lama. Waktu yang disebut ‘selamanya’. Lalu bagaimana namja itu menepati ucapannya, dengan mengirimkan ciuman jauhnya?

“Walaupun pergi menuju surga. Namun, namja itu selalu mengirimkan ciuman jauhnya untuk Yoona. Dan Yoona bisa merasakan ciuman jauh itu.”

***

Seohyun & Sehun

SeoHun (Genius but Crazy)

“Aku telah jatuh cinta padamu sejak lama. Walaupun bukan sejak pandangan pertama. Awalnya aku mengira kau akan menolakku mentah-mentah, begitu kau tahu siapa diriku. Aku hanyalah seorang laki-laki yang dicap jenius tapi juga gila karena penemuanku yang tidak biasa dengan benda-benda aneh. Tapi terbukti nyata. Dan bukan sebuah khayalan lagi. Untungnya, keberuntungan tengah berpihak padaku. Saat aku datang dan menanyakan suatu pertanyaan yang membuatmu sedikit tercengang, kaget, dan menunjukkan ekspresimu yang sulit aku tebak, membuatku takut dan berkeringat dingin, menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir kecilmu.”

Tahu apa yang terjadi? Seo Joo Hyun, putri seorang pastur yang hanya bekerja sebagai pengurus perpustakaan kota itu, menjawabnya dengan anggukan malu dan senyuman manis, yang membuat Oh Sehun bersorak bahagia. Dan mulai saat itulah, keduanya resmi berpacaran. Hubungan mereka tampak baik-baik saja. Sampai pada suatu hari, Seohyun mengunjungi laboratorium Sehun, dan disanalah kecelakaan terjadi.

Sehun sunggu menyesali kejadian itu. Terlalu terpuruk dalam kesedihan dan penyesalan, namja itu menjadi gila. Lewat kejeniusan dan karena benda-benda anehnya yang telah paten, dirinya membuat sebuah benda aneh yang memungkinkannya kembali ke masa lalu.

 

“GILA KAU OH SEHUN! Tak ada mesin waktu! Ini takdir dan tidak akan ada siapapun yang melawan takdir!”

***

Otte? How? Bagaimana? Kepiye < pake bahasa jawa -,-v wkwkwk. Hehe, itu tadi sekilas teaser atau drabble atau apalah itu. Ini sebenernya FF lama yang tersimpan di folder tersembunyi di hardisk aku. Dan baru aku temui tadi. Hehe. Ada yang mau request dibuatkan FF Full version dari drabble diatas? Silahkan! Peminat terbanyak akan saya publish pertama kali. TAPI TIDAK JANJI~ karena saya ada kesibukan. Jadi ya~ saya akan tetap berusaha di sela-sela kesibukan saya :)

35 thoughts on “Drabble Compilation – No Time Machine

  1. dari judulnya kayanya udah keliatan kalo ceritanya kebanyakan berujung kematian .___. dan ternyata bener

    dan yah, bisa minta yoonkai sama seohun? atau semua deh /ini maruk/

    emmm, itu emang pasangan exoshidae ya? hehe, maklum saya ga terlalu tau~
    cuman pasangan yoonkai sama seohun itu kok kebetulan banget yang mereka dua magnae xD
    terlepas Tao yg juga magnae loh ya~ anggap Tao di China /apadeh ini/

    kalau boleh, kalau mau, kalau bisa, author bikin full ver ya xD
    terserah, ga maksa yang mana, tapi kalo bisa yang ceritanya nyentuh gituu ._.

    sekian, makasih, annyeong xD

    • Waw, panjang komentarnya. Tapi saya puas bacanya (?) Wkwk, iya :D semua bakal diadain full nya kok. Tapi nanti akan diurutkan dengan jumlah requester. Kemungkinan, full version hanya akan saya pblish di exoshidaefanfic :)
      Makasih ya :D

  2. Saeng bikin yg KrisSica, SooChen sama YoonKai full versionnya dong, penasaran bnget :)
    Btw nanti ceritanya bkal dipublish disini atau diblog ExoShidae sebelah ?

  3. Aku ingin dibikinin versi fullnya yang KrisSica sama SooChen… keren bgt. SeoHun sama YoonKai juga bagus. yg SeoHyun, KrisSica yang SooChen tolong bikin full versionnya dong :)

    Teasernya bikin penasaran, apalagi FF aslinya :)

  4. Jadi ini ff 1 judul bermacam jenis ya? Kayak komik atau novel gitu, thor?

    Aku sih suka semuanya… Cuma karna bias aku itu YeolFany… Jadi, pengennya sih yang dipost duluan ChanYul sama SuFany…

    Cukup sekian thor… Keep Writer Thor! Hwaiting!

    Ohya, thor! Terus aku boleh minta linknya gak kalo ffnya gak dipost di sini? Boleh ya thor, boleh! #maksa plisss, author cantik deh, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, patuh pada orang tua, patuh pada peraturan sekolah. #ngerayuceritanya :D

DON'T BE SILENT READER! Leave your comment :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s